A Sudden Confess

A Sudden Confess

Author        :    Candy

Tittle           :    A Sudden Confess

Cast            :    Eunhee Choi

                        Donghae Lee

                        Hyukjae Lee

Genre         :    Romance

Rating        :    All Age

Length        :    Ficlet

Note           :    Terima kasih untuk komentar kalian untuk FF Saya yang berjudul Loosing. Kritik dan saran sangat diharapkan dan diterima dengan lapang dada J

 

nothing can forbid someone to fall in love with the one who is in love with someone else.

Dia masih gadis yang sama, gadis yang tidak popular, gadis yang akan memilih menjauh dari keramaian dan dari pusat perhatian. Tapi dia bukan lagi gadisnya. Dan memikirkan hal itu seketika membuat Hyukjae merasa kosong. Dua minggu dan masih sama, Ia tidak melalukan hal apapun untuk membuat gadis itu kembali pun tidak membuat hatinya sendiri beranjak. Ia masih mengamati gadis itu, yang duduk sendiri tidak jauh dari tempatnya ketika mata almond gadis itu balik menatapnya. Dan rasanya dunia seakan berhenti, jantungnya selalu saja menerima efek yang sama, bekerja diluar batasnya. Ia tetap menatap gadis itu dengan mata teduh syarat kerinduan dan keputusasaan yang mirisnya tidak ada bedanya dengan mata gadis itu. Jadi dia tahu, mereka sama-sama terluka dengan keputusan sepihak gadis itu untuk berpisah.

“Hyukjae!” Hyukjae terlonjak. Menatap teman satu tim-nya, Donghae, yang tiba-tiba saja datang. Ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. “Kenapa hanya menatapnya saja?” komentar Donghae seraya menatap objek yang Hyukjae amati, Eunhee.

Hyukjae hanya mengagkat bahunya acuh. Mengaduk-aduk kopinya yang mendingin. Sejatinya Hyukjae juga tidak tahu apa yang harus Ia lakukan, melihat betapa keras kepalanya gadis itu dan seberapa teguhnya Dia berpegang pada keputusannya membuat Hyukjae enggan untuk menghampirinya. Bukan sekarang pikirnya, lalu kapan?

“Jadi Kau terima saja dengan keputusaanya, Hyuk?” Tanya donghae lagi –masih menatap Eunhee yang kini berdua dengan Yoora.

“Ya, untuk sekarang.” Jawab Hyukjae singkat. “Aku akan membawanya kembali kesisiku setelah aku bisa melakukan apa yang Ia ingin aku lakukan”

Donghae mengangkat alisnya, menunjukkan pertanyaan yang ada di kepalanya tanpa bersuara. Setahunya Eunhee tidak pernah meminta hal yang Hyukjae tidak sanggup melakukannya. Eunhee memang tidak pernah meminta yang aneh-aneh, yang pernah Donghae dengar, Eunhee hanya pernah merengek satu kali, meminta boneka beruang sebesar dirinya. Selebihnya Hyukjae yang memberi tanpa  Eunhee minta.

“Dia selalu menyimpannya sendiri, terlalu keras kepala dan memilih untuk menghindari membuat orang lain terluka. Dan aku tidak termasuk orang lain.” Ungkap Hyukjae yang seketika membuat Donghae terbahak.

“Mungkin dia berubah pikiran bahwa kau adalah seorang monyet yang tidak akan terluka. Ngomong-ngomong apa alasan dia meminta putus padamu?” Tanya Donghae lagi. Hyukjae menatap Donghae jengah, hari ini Donghae benar-benar seperti reporter infotainment yang ingin mengusik kehidupan artis papan atas.

“Victoria” jawab hyukjae singkat. “Aku ada janji dengan Victoria siang ini, jam berapa kita latihan? Aku akan langsung ketmpat latihan setelah menemuinya!” Hyukjae bangkit. Meninggalkan Donghae yang kebingungan dengan jawabannya. Ambigu.

“Yak! Jadi Victoria alasannya?”

“Yak! Jadi Victoria alasannya?”

Eunhee terlonjak kaget dengan teriakan donghae. Dari tempatnya duduk bukan hal mustahil baginya untuk mendengar teriakan Donghae. Bahkan Ia sangsi jika seisi kantin tidak mendengar teriakan tersebut.

Seketika Ia terdiam. Apa hyukjae akan menemui Victoria? Apa yang akan Ia lakukan dengan gadis itu? Seketika hatinya menciut, panas menjalar ke seluruh tubuhnya. Dan Ia tahu ini salah, tak seharusnya Dia merasa seperti ini, Hyukjae sudah bukan lagi miliknya. Itu keputusannya. Dan bukannya bagus jika hubungan Hyukjae membaik dengan Victoria?

“Yak! Eunhee!” teriak Yoora murka. “Kau kenapa sih? Donghae Oppa meneriakkan nama Victoria kenapa kau jadi diam?” Tanya Yoora bertubi-tubi. “Apa kau berspekulasi bahwa Hyukjae oppa akan menemui Victoria? Kau cemburu?” tambahnya. Ia menatap Eunhee tepat di depan wajahnya yang seketika membuat Eunhee terlonjak.

“Kau ini bisa tidak sih tidak membuat orang terancam terkena serangan jantung mendadak?” Teriak Eunhee kesal. “Aku harus pergi. Ibu memintaku membantunya di kedai.”

 

“Eunhee!”

Tidak. Tidak lagi, Eunhee akan mengutuk apapun jika Ia harus memutar kembali kejadian tempo hari bersama Hyukjae untuk diceritakan kepada Donghae. Tidak lagi, Eunhee bersumpah dalam hati sebelum ia berbalik dengan senyum terbaiknya.

“Eoh? Donghae oppa!”

“Kau akan pulang? Ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan padamu” Tanya Donghae dengan mata teduhnya. Ia mengambil tangan Eunhee yang langsung membuat gadis itu kaget. “Ayo Ku antar pulang!” tidak ada penolakan, Eunhee sudah diseret donghae menuju ke parkiran. Tidak ada cara untuk menolak.

“Jadi, kau bukan lagi milik Hyukjae.” Itu bukan pertanyaan. “Kau terlihat baik-baik saja” tambah Donghae. Mereka tengah berada di dalam mobil Donghae, membelah jalanan yang tidak cukup padat menuju rumah Eunhee.

 “Ya. Aku baik-baik saja. Apa yang ingin Kau tanyakan?” Tanya Eunhee tanpa basa-basi.

“Kau akan tahu jawabannya setelah kita sampai” Donghae tersenyum kearah Eunhee. Senyum berarti yang Eunhee tidak ingin tahu artinya, Dia hanya ingin pulang dan menangis sejadinya.

 

Mereka sudah sampai di pelataran kedai Ibu Eunhee, terdiam cukup lama, Donghae menarik napas dalam-dalam, kentara sekali dia gugup memikirkan hal yang Ia ingin katakan. Ia mengambil sebelah tangan Eunhee yang terdekat dengannya, “Eunhee-ya.”

Eunhee hanya diam dengan ekspresi sarat kebingungan, Ia menatap tangannya  yang digenngam oleh Donghae lalu menatap mata menatap mata teduh itu yang sejak tadi menatapnya “Aku sudah lama menyukaimu, tapi aku tidak ingin bersaing dengan Hyukjae untuk mendapatkanmu. Jadi aku hanya memendamnya dan berharap rasa itu akan menghilang dengan sendirinya. Tapi, ketika rasa itu tinggal sepucuk saja, kau memunculkan harapan untuknya untuk berkembang. Keputusanmu itu membuatku ingin memilikimu lagi, bukan hanya kau, tapi juga hatimu. Jadi, maukah kau mencoba mencintaiku?”

END

 

 

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: