Marry Me… (Fake Wedding) [13/?]

Title : Marry Me… (Fake Wedding) Part 13

Author : Nyonya Cho

Main Cast : Shin Sang Ri

Cho Kyuhyun

Lee Donghae

Support Cast :

Rating : PG 16

Genre : Romance, family, sad, angst, happy/sad ending.

Length : Chapter

Warning! : DILARANG meng-COPY KESELURUHAN dan SEBAGIAN  TULISAN ini untuk KEPENTINGAN APAPUN karena saya tidak meng-IZINKANNYA karena saya anggap itu PLAGIAT.

Ini hanya ff, dilarang melakukan pernikahan kontrak hahaha

Ps : Dengan rajinnya aku posting ff semoga kalian tambah rajin komen di blog.

 

Sebelumnya…

2 bulan kemudian…

Mansion Cho Family

SangRi dan Kyuhyun berjalan terburu memasuki rumah mereka, terutama gadis itu, ia begitu bersemangat setelah Kyuhyun mengajaknya kembali pulang untuk bertemu nenek Cho. Kepulangan haemolni begitu membuat mereka panik karena suatu hal.

Berita tentang keretakkan rumah tangga yang terendus awak media. Bertepatan sekali dengan kondisi rumah tangganya yang dua bulan ini terasa mendingin seperti sebelumnya.

“nenek, sudah pulang? Maaf kami tidak tahu..” tanya SangRi dengan wajah menyesal, ia senang haemolni baik-baik saja setelah lama tidak bertemu. Haemolni terlihat sehat dan segar.

“itu tidak penting.. aku begitu terkejut ketika melihat berita tentang keretakkan rumah tangga kalian, apa itu benar?..” tanya nenek Kyuhyun lebih khawatir pada pasangan ini.

SangRi melirik Kyuhyun sekilas lalu menggeleng, andai saja Kyuhyun tidak mengabaikannya didepan umum mungkin berita ini tidak akan sampai pada haemolninya “kami tidak pernah bertengkar seperti yang media beritakann” lirih SangRi dihadapan nenek Kyuhyun.

Secara tidak langsung pasangan ini sudah membuat haemolni mencemaskan rumah tangga mereka, itu semua tidak akan terjadi jika Kyuhyun tidak bersikap dingin padanya tanpa sebab ketika mereka bertemu dilobby apartment satu minggu yang lalu. Tidak tahu kenapa dua bulan ini Kyuhyun menjadi mudah sekali terombang-ambing moodnya. Terlebih setelah kembali dari dinas luar negerinya beberapa minggu meninggalkan SangRi.

Kyuhyun menangkap pandangan Haemolni tertuju pada perut istrinya yang terlihat rata dan tidak menujukkan tanda-tanda kehamilan. Neneknya pasti sedang memastikan sesuatu, tentang berita baik yang sangat ditunggu-tunggunya itu.

“apa nenek baik-baik saja? aku merindukan haemolni” peluk SangRi pada nenek untuk memecah pikiran haemolni Kyuhyun soal kehadiran anak.

Mereka berdua sama ketakutannya bila haemolni akan membahas kehamilan saat ini juga. Pasangan ini sedang dalam kondisi yang tidak baik untuk berbicara. Mungkin Kyuhyun akan mulai berinisiatif untuk berbaikkan.

 

 

Part 13

Flashback…

Satu bulan lalu..

A.H Luxury Apartment, Tower A

Unit 1501

Kyuhyun baru saja kembali dari aktifitas bisnisnya didaratan eropa yang menghabiskan satu bulan, waktu yang lama sekali bagi SangRi berjauhan dengan suaminya itu. Hatinya lelah terus menanti kepulangan Kyuhyun yang tidak sekalipun memberikannya kabar.

Suaminya tidak juga memberitahukannya kabar seputar perjalanan bisinis, pergi kemana, berapa lama dan untuk urusan apa. SangRi sibuk menenangkan diri dan terus berdoa untuk keselammatan suaminya yang entah dimana. Gadis itu menghabiskan minggu demi minggu diatas sofa yang menghadap pintu apartment sambil berharap Kyuhyun akan membuka pintu apartment, untuk pulang.

Cklek.

Akhirnya pria yang ditunggu istrinya ini pulang sambil menarik koper besar yang dibawanya. Pria ini begitu dingin setelah tahu istrinya duduk manis diruang tamu seperti menunggu sesuatu. Entah mengapa Kyuhyun tidak tahu harus menujukkan ekspresi seperti pada pada istrinya yang tersenyum menyambut kepulangannya.

“kau sudah pulang..” tegur SangRi yang makin membuat Kyuhyun diam tidak menjawab. Sudah jelas dirinya kembali ke rumah untuk pulang, suaminya tidak suka menjawab pertanyaan basa-basi.

“nenek menghubungiku” gumam SangRi mengabarkan apa yang baru saja dikatakan haemolni setengah jam yang lalu.

“apa katanya?” Kyuhyun masih berusaha tidak menatap mata istrinya yang memandangnya khawatir. Suaminya ini tidak ingin kedatangannya disambut seperti ini, seperti biasa saja, seperti perjalanan bisnis sebelumnya.

“nenek menanyakanmu” jawab SangRi pelan.

“…” pria itu berlalu meninggalkan SangRi sendiri diruang itu, sampai akhirnya SangRi memaksa diri untuk mencegahnya “kyu..”.

“tidak usah diperdulikan, nenek juga menghubungiku beberapa kali” ujarnya yang terlihat sekali tidak ingin banyak berbincang dengan SangRi. Yah anggap saja ini balasannya karena sudah dicampakkan gadis seperti SangRi. Kyuhyun masih ingat sekali bagaimana perlakuan berbeda yang diterimanya dari sang istri.

Dan sebulan perjalanan bisnisnya di eropa Kyuhyun bertemu dan menghabiskan beberapa hari bersama YooRa, gadis itu mengingatkannya lagi pada janji yang telah mereka sepakati untuk menikah. Lee Donghae ada menemani hari-hari istrinya setiap saat. Membuat Kyuhyun ingin melupakan istrinya dengan berpaling kembali pada kekasihnya. Ada cinta YooRa yang akan memenuhi janjinya. Kyuhyun dilingkupi perasaan bersalah karenanya, tidak tahu harus bersikap apa pada SangRi setelah pergi tanpa kabar dan melakukan perselingkuhan untuk kedua kalinya.

“nenek juga menanyakan soal kehamilan” tambah SangRi setelah diam sedikit lama, dia pikir suaminya harus tahu apa yang membuatnya terlihat lain malam ini.

Kyuhyun diam, tidak tahu harus menjawab apa. Disaat hatinya menginginkan berjauhan dari istrinya, rindu itu datang menghampiri, ketika dirinya ingin kembali pulang Kyuhyun menemukan fakta mengejutkan itu. Dan sekarang SangRi berkata-kata seolah mereka baik-baik saja. Tidak, rumah tangga mereka sedang bermasalah sekarang. Hati sepasang suami-istri ini sedang dipermainkan pria dan wanita lain.

Hampir setiap minggu SangRi mendapatkan telpon semacam ini dari haemolni, tapi gadis ini tidak pernah membicarakannya dengan Kyuhyun, biarlah dirinya sendiri yang gila karena pertanyaan-pertanyaan itu. SangRi akan lebih takut jika  suaminya tidak pulang karena dirinya yang terus membicarakan soal kehamilan. Terlebih sebelum keberangkatannya, mereka sudah bersikap dingin dan saling mendiamkan.

“nenek selalu membicarakan ini” kata SangRi yang menatap lurus tidak ingin beradu pandang pada suaminya. SangRi ingin mereka bicara saat ini juga.

“apakah sering?” tanya Kyuhyun mulai berani menatap SangRi, ternyata gadis itu tidak sekalipun menatap wajahnya, mata SangRi terus menatap rangkaian bunga cantik yang terpajang diatas meja.

“setiap kali meneleponku” katanya datar.

“apa yang kau katakan?”

“tentu aku menjawabnya dengan jujur..” Kyuhyun sudah menduganya. Neneknya sudah pasti akan menelpon istrinya terkait keberangkatannya mengurus bisnis selama satu bulan, neneknya pasti mengkhawatirkan istrinya yang ditinggal sendiri.

Kyuhyun tidak ingin membicarakan pernikahan lagi, ia akan egois tiap kali mengingat kebersamaan istrinya dengan Lee Donghae, namun lebih dari semua itu suami SangRi ini tidak ingin memaksakan kehendaknya, karena tidak ada balasan cinta padanya. Pernikahan ini akan berakhir tanpa adanya anak dalam pernikahan kontrak mereka.

“ada lagi?” tanya Kyuhyun acuh yang terdengar sekali ia tidak ingin menjadi stress karena membicarakan anak.

“haemolni ingin aku segera hamil. beliau juga mengatakan akan pulang jika aku tidak juga hamil” kata SangRi yang terdengar ditelingan Kyuhyun seperti acaman.

Gadis itu sudah lebih mudah sekarang, SangRi sudah lebih mementingkan keluarga Kyuhyun ketimbang mempertahankan harga dirinya. Yang SangRi maksudkan sekarang Kyuhyun mengerti dengan semua perkataannya tadi.

Kumohon mengertilah, aku akan memberikan berapapun anak yang kau minta..

Jantung Kyuhyun berdegup kencang saat mendengarnya, dia begitu takut dengan apa yang akan dilakukan haemolni nanti. Dia tidak mungkin menghamili SangRi dihitungan bulan kembalinya YooRa ke korea. Ia tidak akan sanggup meninggalkan SangRi sendiri dalam keadaan mengandung dan merebut anak itu setelahnya.

Hatinya tidak akan mungkin tega membiarkannya. Jika boleh berharap, Kyuhyun ingin YooRa tidak pernah kembali dan membuat SangRi bertahankan dipernikahan mereka.

Flashback End…

*

Mansion Cho Family

Karena sekarang mereka sudah kembali tinggal di mansion keluarga Cho, Kyuhyun berencana kembali ‘berbaikan’ dengan istrinya. Sebuah rencana yang sudah tersusun rapih di otak cerdasnya sejak kembali dari prancis kemarin. Anggaplah itu rencana licik karna cerdas dan licik dua hal yang nyaris sama, tinggal bagaimana orang lain menilai. Mau tidak mau cucu haemonil ini harus mengalah lagi demi kesehatan nenek tercintanya.

Istri kontraknya ini harus professional dalam menjalankan tugasnya sebagai orang yang dibayar untuk menjaga nama baik suami, SangRi haruslah menjaga kehormatan suami dimanapun dirinya berada, ada atau tidak adanya sang suami. Singkatnya Kyuhyun ingin Donghae tak menjadi api dirumah tangganya.

“aku lupa memberikanmu fasilitas mobil..” seru Kyuhyun ketika pasangan ini sampai didalam kamar yang selalu terlihat bergirah –pigura besar mereka masih setia mempertontonkan adengan ciuman dialtar pemberkatan.

“mobil? Kau sudah memberiku itu kyu..” potong SangRi yang ingin mengingatkan suaminya pada fasilitas mewah yang sudah diterimanya sejak menjadi istri orang kaya. Seorang supir dan mobil yang akan mengantarkannya kemanapun ia inginkan, SangRi sudah sangat berterima kasih mendapatkan itu semua. Itu sudah cukup sekali.

“mobil pribadi, tentu kau membutuhkannya” ujar Kyuhyun mengiyakan sendiri apa yang diinginkannya. Suami SangRi ini paling tidak suka jika niat baiknya tidak diperdulikan, hingga Kyuhyun harus bersikeras untuk memaksa SangRi menerimanya.

“aku tidak membutuhkannya” balas SangRi menolak, Kyuhyun mungkin lupa jika perjanjian pernikahannya tidak menuliskan tentang kewajibannya sebagai suami memberikan fasilitas apapun selain dari yang sudah disepakati.

Bagi Kyuhyun, SangRi membutuhkannya karena dia istri dari Cho Kyuhyun. Dan lagi seseorang mengkonfirmasi berita yang tidak benar padanya beberapa hari yang lalu.

“kau membutuhkannya.. ‘Istri dari salah satu C.E.O Cho Group kedapatan pergi bersama seorang pria yang diketahui pemegang saham di perusahaan milik suaminya. Mereka sering menghabiskan makan malam dengan beberapa teman tanpa dihadiri suami disampingnya, hal ini menimbulkan spekulasi tentang keretakkan rumah tangga mereka. Mungkinkah istri dari CEO tersebut memiliki hubungan dengan pria lain?’. Media mengingatkan aku seperti itu? Kau harus berhati-hati SangRi, media akan menghancurkan pernikahan ini jika kau bertindak diluar kontrak pernikahan kita” ingatkannya pada beberapa point perjanjian mereka.

SangRi terkejut Kyuhyun mengetahui semuanya,. Otaknya bertanya-tanya dari mana suaminya mendapatkan informasi seperti itu. Ini semua salah paham dan dia akan menjelaskannya apa yang telah terjadi. “pria itu oppa-ku, apa kau tidak percaya?” tanya SangRi yang ingin segera meluruskan masalah, jika suaminya tidak juga mempercayainya. Gadis itu cukup jujur bila itu berkaitan dengan kesetiaan. SangRi mencintai suami kontraknya, tentu ia tidak akan bermain api.

Suami SangRi bersadar dikursi kebesarannya dengan ekspresi penuh kemenangan, mengangguk kecil seolah dia sedang menangkap basah istrinya berselingkuh. Kyuhyun selalu pandai memutar balikkan kedudukkan, menjadikan SangRi seorang yang duduk dikursi pesakitan.

“aku tahu.. makanya aku mencekal berita itu sebelum mereka terbitkan. Kau merasa terkejut?” tanya Kyuhyun setelah mendapati wajah istrinya syok usai mendengarkan apa yang sudah dilakukannya.

“kau menyuap mereka?” pertanyaan SangRi  barusan memancing tawa kecil dari bibir tebal Kyuhyun. Apa mungkin Kyuhyun melakukan hal senista itu? Ia memang cerdas dan berdarah dingin tapi dia masih memiliki akal untuk tidak melakukannya. Pernikahan palsunya akan terbongkar cepat jika ia berlaku bodoh seperti itu.

“tidak dengan cara yang kau katakan”

“harusnya kau biarkan saja.. bukankah itu bagus, artinya mereka sedang mengumpulkan bukti jika pernikahan ini bermasalah. Ketika berita perceraian kita muncul mereka akan membeberkannya satu-persatu” SangRi mengatakan hal demikian bukan tanpa sebab, pria ini sudah membuat hatinya terluka, menuduh seolah dirinya yang bersalah.

Kyuhyun hanya mampu menahan geramannya dalam kerongkongan.

Bukan itu yang aku inginkan, bodoh!

Kyuhyun tidak suka mulut manis SangRi membicarakan perceraian ditengah obrolan mereka soal hadiah mobil yang akan diberikannya. Ia mengatakan itu hanya untuk menakut-nakuti istrinya agar menjauh dari Donghae dan menerima fasilitas baru yang sudah disiapkannya. Kyuhyun menggunakan alasan itu demi mengawasi SangRi kedepannya. Biar bagaimanapun pria ini sadar hatinya sama seperti pria pada umumnya.

“kita sedang membicarakan mobil SangRi, bukan soal perceraian” geram Kyuhyun yang hampir saja meluapkan seluruh amarahnya. Ia sudah berjanji tidak akan menggunakan kekerasan dalam rumah tangganya.

SangRi menahan emosi, suaminyalah yang mulai mengucapkan pertama kali soal kontrak pernikahan, hal yang ditakuti SangRi jika hari itu semakin dekat. Mereka tidak pernah membicarakan waktu pasti perceraian itu akan datang, mereka hanya mengatur seperti apa pernikahan itu akan berakhir tanpa ada sepihakpun dikorbankan dari perceraian nanti.

SangRi sudah begitu menikmati perannya sebagai istri seorang Cho Kyuhyun selama beberapa bulan ini, sampai akhirnya kata ‘pernikahan kontrak dan perceraian’ terlontar dari mulut suaminya, gadis ini seperti terbangun dari mimpi indahnya. Cepat atau lambat pernikahannya akan segera berakhir, itu pasti terjadi. Namun SangRi masih ingin tidur dan melanjutkan mimpi tidurnya yang indah. Berharap sekali bila pernikahan ini tidak dibatalkan.

“maaf kupikir kau menuduhku..” SangRi mengalah.

_

Kyuhyun sudah selesai mempertimbangkan jalan hidupnya selama berbisnis dibenua eropa. Sudah diputuskan, pilihannya nanti akan jatuh pada salah satu gadis yang tuhan takdirkan padanya, untuk sementara Kyuhyun akan menunggu YooRa kembali dan menikmati pernikahannya bersama SangRi.

Pertaruhan yang berat untuknya, jika YooRa tidak kembali dalam waktu satu tahun. Itu artinya Kyuhyun akan melanjutkan pernikahan bersama SangRi, suka atau tidak suka Kyuhyun akan ‘memaksa’ gadis itu bersamanya. Dan kemungkinan terburuknya adalah, bila YooRa kembali tepat satu tahun pernikahannya, ini akan jadi hadiah terburuk untuk SangRi. Untuk mereka berdua.

*

8 bulan pernikahan Kyuhyun dan SangRi..

Tower Cho Group

Kyuhyun tersenyum tipis dari balik lembaran kertas yang menghalangi jarak pandangnya dari SangRi, hal itu sengaja ia lakukan karena pria ini sedang mencuri-curi pandang istrinya. Rutinitas terbarunya setelah lambat laun menikmati keberadaan SangRi disisinya.

Cho Kyuhyun kembali teringat pada kejadian beberapa bulan lalu, saat mendapat dukungan penuh dari haemolni tentang pertimbangannya menjadikan istrinya sekertaris pribadi. Setelah memberikan pendidikkan singkat selama berbulan-bulan dari YeonHa manager dan memanjakan istrinya dengan segala fasilitas, akhirnya Kyuhyun berhasil menempatkan SangRi duduk dihadapannya dalam satu ruangan.

Tidak mudah sebenarnya meyakinkan SangRi menduduki posisi itu karena ketidak percayaan gadis itu pada kemampuannya sendiri. Di perjanjian tertulis Shin SangRi tidak menginginkan jabatan apapun diperusahan suaminya. Dengan segala kemampuan negosiasi yang Kyuhyun miliki, dalam waktu satu hari perdebatan selama 2 jam pria itu mampu meyakinkan istrinya untuk menduduki posisi skertaris pribadi.

Aku akan mastikan istriku tidak bermain hati dengan pria lain sebelum kontrak pernikahan kami berakhir..

Seperti siang ini, Kyuhyun sibuk melakukan kegiatan favoritnya mencuri-curi pandang istrinya yang baru sampai diruangannya untuk bekerja, karena sebelumnya SangRi harus mengikuti perkuliahan pagi. Kyuhyun menyetujui semua pertimbangan yang SangRi ajukkan, tidak ada pekerjaan yang mengganggu perkuliahan dan waktu bekerjanya yang flaksibel, deal dan Kyuhyun menyetujuinya.

“apa ada laporan yang harus kutandatangani” tanya Kyuhyun mencari-cari kesibukan ditengah ‘waktu bersantainya’. Hari ini suami SangRi begitu lain, duduk begitu elegan menjaga setiap gerak sikapnya seapik mungkin. Tujuannya hanya satu membuat SangRi selalu tertarik padanya.

SangRi tebangun dari kursi nyaman yang di persiapkan Kyuhyun khusus untuk ‘menemaninya’ bekerja. “ne, aku akan menemui sekertaris song untuk mengambilnya” jawabnya profesional. Tidak salah Kyuhyun memilih istrinya sebagai sekertaris, SangRi pandai membawa diri dimana dirinya ditempatnya.

Mata tajam Kyuhyun tertuju lagi pada tubuh istrinya yang memunggunginya keluar ruang kerja. Pria ini tersenyum simpul usai berakting sebagai actor tampan yang menjabat sebagai CEO. Kyuhyun yang sekarang berbeda dengan Kyuhyun yang sebelumnya, ia tidak pernah bersikap seelegan itu sebelumnya, hanya karena seorang gadis. Dirinya tidak boleh kalah saing dengan Lee Donghae.

Kyuhyun sehari-hari adalah pria bebas, kreatif dan enerjik, ia tidak segan-segan memutar music genre apapun untuk membantunya menciptakan trobosan baru untuk perusahaan. Bersikap layaknya bangsawan, sebetulnya bukan gaya Kyuhyun jika diluar ruang privasinya, itu semua hanya ia lakukan untuk profesionalisme semata.

Seperti sekarang, Kyuhyun lebih suka meluruskan kakinya ke atas meja, menopangkan kedua tangannya dibelakang kepala, sambil bersandar diatas kursi mewah kebanggannya. Ia terlihat seperti boss yang sedang jatuh cinta pada sekertaris cantiknya, jika haemolni melihatnya sudah pasti Kyuhyun akan mendapat ejekkan.

Cklek.

“kyu..hyun..” pelan SangRi terkejut melihat tingkah suaminya.

Hampir terjatuh Kyuhyun langsung terduduk menegakkan tubuhnya. Ternyata prediksinya salah  memperkirakan kembalinya SangRi ke ruangannya, ia pikir istrinya akan berinisiatif membelikannya Americano. Karena sudah menjadi kebiasaannya menikmati kopi dipagi hari. SangRi juga sudah hapal kebiasaan suaminya itu, tapi berhubung hari sudah siang dan akan tiba jam makan siang, ia memutuskan untuk tidak membelikannya minuman.

“k-kau sudah kembali.. dimana coffee-ku” tanya Kyuhyun kikuk menyapa istrinya.

SangRi masih diam tertanya-tanya dalam pikirannya, “kau sedang apa?” tanya SangRi polos.

Kyuhyun mendesah dalam hati, bagaimana mungkin istrinya tega menanyakan hal memalukan tadi padanya. Ia tidak pernah berada disituasi seperti ini sebelumnya, terlebih ia sedang menarik perhatian gadisnya.

“itu caraku mendapatkan inspirasi..” jawabnya jujur sesantai mungkin.

“seperti itu? aku pikir kau..” SangRi tidak menyangka suaminya bisa sebrutal itu. Otaknya ia masih menerka-nerka kebiasaan suaminya yang bersikap aneh dan baik padanya belakangan ini.

Dasar pria aneh!

“mana laporan yang harus aku tandatangani?” pinta Kyuhyun mengalihkan pembicaraan.

“ini..” SangRi bergerak cepat segera menyodorkan map tebal untuk atasannya tandatangani. Ini suaminya sudah bisa menguasai situasi, kembali menjadi karakter yang beberapa bulan ini ia dalami untuk menarik hati istrinya.

Sayangnya SangRi tidak terpengaruh pada semua sikap wibawa dan caranya berprilaku suaminya diperusahaana yang dibuat-buat selama ini, karena gadis ini pikir sudah sepantasnya pria seperti Kyuhyun sudah selayaknya bersikap seperti bangsawan. Bukan gaya arogan yang dperlihatkannya tadi, saat menaikkan kakinya ke atas meja.

“setelah ini..” kata Kyuhyun terputus, kalimat SangRi yang nyaris bersamaan.

“Kyuhyun boleh aku mengatakan sesuatu..” potong SangRi yang tidak sengaja mendahului suaminya berbicara.

“katakanlah..”

“boleh aku menambahkan jadwal hari ini?”

“menambahkan jadwal? kenapa?” tanya Kyuhyun tanpa menatap mata istrinya.

“Donghae oppa, hari ini.. ia berulang tahun dan nanti malam ia ingin kita hadir dipesta ulang tahunnya” ujar SangRi hati-hati, ia takut suaminya akan menolak ajakkannya ini, mengingat suaminya selalu menunjukkan sikap yang tidak bersahabat jika dirinya membahas soal oppanya.

Solusi ‘harmonisan rumah tangga’ ide itu mendadak keluar dari kepala Kyuhyun. Ia langsung menyetujui permintaan istrinya untuk datang bersama ke pesta ulang tahun teman kuliahnya itu.

Kyuhyun selalu bahagia ketika membaca artikel apapun yang berkaitan dengan berita baik pernikahan mereka. Rasanya seperti efek ketagihan setelah menangkal semua berita miring yang diciptakan istrinya berkali-kali. Pria itu jadi ingin membaca kembali artikel berita besok usai menghadiri pesta ulang tahun Donghae, memamerkan diri sebagai pasangan serasi pada temannya itu.

“barusan kau ingin mengatakan apa?” tanya SangRi setelah medapat jawaban ‘ya’ dari suaminya.

“tidak..” senyum Kyuhyun membayangkan betapa antusias fansnya terhadap keharmonisan rumah tangga mereka.

Sebenarnya tadi Kyuhyun ingin mengajak SangRi makan diluar perusahaan, berhubung istrinya mengatakan hal yang menyenangkan, ia bisa memanfaatkan cara ini untuk mengajak gadinya ‘berkencan’ direstoran. Bukan makan siang yang lalu-lalu, karena Kyuhyun tidak membawa pekerjaan didalamnya dan tidak juga mengajak rekan bisnisnya untuk menganggu mereka ‘mengeraikan hubungan’. Ia seperti menyimpan maksud didalamnya.

“kau sudah menyiapkan hadiah untuk oppamu?” tanya Kyuhyun berpura-pura menyibukkan diri, menjalankan permainan serunya.

“itu.. aku baru memikirkannya..” ia baru akan memikirkannya jika suaminya setuju.

Tepat sasaran, “itu bagus, kita bisa pergi sekarang untuk makan siang dan membeli hadiah Donghae, bagaimana?” tawar Kyuhyun yang tentu tidak bisa ditolak SangRi.

_

Department Store

Kyuhyun membawa SangRi ke Chopard store, toko asesoris yang menjual berbagai perhiasan dan aksesoris pria-wanita dengan harga fantastis. Rencananya Kyuhyun akan membelikan hadiah untuk teman lamanya Donghae ditempat ini. SangRi menyesal meminta pendapat suaminya karena suaminya sudah pasti mencari hadiah berbandrol mahal.

“Kyuhyun kau yakin akan membeli hadiah disini?” tanya SangRi yang kurang nyaman berbelanja ditempat-tempat seperti ini.

“tentu, kau memiliki referensi tampat lain?” tanya Kyuhyun meminta pendapat, SangRi memilih menggeleng dia akan ikut masuk ke dalam toko kalau begitu. Dia akan kalah jika memulai mendebatkan masalah harga dengan suaminya, ia masih trauma dengan kejadian diparis waktu itu.

“sayang.. kau yakin akan membeli itu..” celah SangRi sebelum Kyuhyun mengucapkan kata ‘aku ambil ini..’ pada pelayan toko.

“apa kau memiliki pilihan yang lebih baik?” tanya Kyuhyun yang dianggap istrinya terlalu loyal. Gadis itu begitu terkejut setelah melihat harga 500.000.000 won pada jam tangan itu.

Sebenarnya suami SangRi ini tidak sedang membuat-buat sikapnya menjadi seorang yang baik atau mencari muka untuk mendapatkan hati istrinya, toh Lee Donghae adalah temannya yang juga bekerja sangat baik diperusahan yang dipimpinnya, tentu ia akan memberikan hadiah yang sesuai dengan kinerja Lee Donghae beberapa tahun ini.

“aku berencana membeli hadiah sendiri dengan uangku, jujur saja hadiah itu mahal sekali menurutku” Kyuhyun mengerti sekarang, apa yang istrinya maksudkan dalam perjalanan tadi adalah niat murninya yang ingin membelikan sendiri hadiah untuk oppanya itu.

Kyuhyun melirik sekilas jam tangan mahal yang sudah dipilihnya tadi “menurutku ini sama sekali tidak mahal. Lee Donghae sangat berjasa bagi perusahaan, tentu aku tidak mempertimbangkan uang untuk memberikannya jam tangan ini”.

“jadi kau tetap akan membelinya..” tanya SangRi yang terdengar bergetar, Kyuhyun tahu betul apa yang ada dipikiran gadisnya. Sudah jelas SangRi ingin memberikan sendiri hadiah berkesan dengan uangnya sendiri. Tapi Kyuhyun tidak bisa melakukan itu karena ia ingin memjelaskan secara tersirat makna hadiah yang akan ia berikan pada Lee Donghae atas nama keluarga kecilnya ini.

“Biar aku yang membayarnya, karena aku tahu kau sangat ingin memberikan sesuatu. Kita jadikan ini hadiah pernikahan, karena sebelumnya kita belum sekalipun memberikan hadiah setelah menikah” ujarnya.

Cho Kyuhyun lambat laun sudah mulai menerima kedekatan istrinya dengan Donghae dan sudah sangat pasrah jika memang istrinya menyimpan perasaan lebih pada teman kulaihnya itu. Karena ia sadar posisinya sekarang bukanlah pemilik SangRi yang seutuhnya, ada pria lain yang telah dicintai SangRi ditengah pernikahan kontrakna. Kyuhyun akan mempersiapkan hatinya mulai dari sekarang.

SangRi berjalan ‘mesra’ bersama Kyuhyun sambil merangkul lengan. Kyuhyun membimbingnya hati-hati menaiki anak tangga, menjadikan mereka berdua nyaman menikmati peran sebagai suami istri yang saling mencintai, -anggaplah begitu karena sekarang SangRi sudah lebih tahu diri bagaimana seharusnya menempatkan perasaan dipernikahan ini.

“kyu, pelan sedikit.. blitz kamera mengganggu penglihatanku” Kyuhyun memantapkan peganggannya untuk menunggu istrinya melangkah disampingnya, membimbingnya hati-hati aman bersamanya.

“tersenyumlah” pintanya tidak ingin mengecewakan awak media yang menyadari kedatangan mereka. “kau cantik sekali malam ini..”pujinya spontan, bermaksud menggoda senyuman SangRi keluar. Kyuhyun ingin melihat sekali lagi kecantikkan istrinya dimajalah.

Berbeda dari pesta-pesta sebelumnya Kyuhyun meminta perancang busana istrinya untuk disiapkan pakaian yang lebih elegan dan tertutup –sebelumnya Kyuhyun segitu menyukai tubuh SangRi yang memperlihatkan kelebihannya, seperti kaki jenjang dan kekukkan tubuh yang menggoda. Sebagai suami tentu Kyuhyun ingin membanggakannya pada semua namun sekarang semuanya telah berubah. Kyuhyun tidak rela membagi istrinya dari objek pelecehan mata pria lain yang melihatnya.

“SangRi-ah..” sapa Donghae setelah pasangan ini tiba di pestanya.

SangRi menoleh, tersenyum lebar sebagai ucapan selamat. Kyuhyun bergerak hati-hati memperingatkan istrinya agar tetap disisinya, jujur saja ia masih anti berhadapan dengan Donghae yang selalu memperlakukan istrinya penuh kasih sayang.

Pria itu raih tangan Donghae untuk berjabat tangan “ Lee Donghae, selamat ulang tahun..” ramah Kyuhyun lebih dulu, mewakili istrinya yang masih asyik merangkulnya namun menatap penuh senyum pada Donghae.

SangRi ikut mengulurkan tangannya, tapi sedetik kemudian pria itu menyurukkan tubuhnya untuk memeluk SangRi, syukurlah Kyuhyun bergerak cepat menjaga mimic wajah lalu melemparkan padangan ke penjuru ballroom hotel yang sudah dihadiri tamu undangan. Ia tidak ingin membuat keributan hanya karena sedang naik pitam, ia tidak bisa melihat adegan itu.

“ini..” sebuah kata dari mulut SangRi berhasil memanggil Kyuhyun untuk kembali fokus ke arahnya. Shin SangRi menyerahkan sebuah kotak mewah berisikan jam tangan Chopard yang dibelikan Kyuhyun sebagai hadiah ulang tahun Lee Donghae.

“hadiah dari kami.. untuk oppa” jelas SangRi masih saja mengembangkan senyumannya pada Donghae, membuat Kyuhyun semakin mencoba bersabar karenanya.

“ne, hadiah ulang tahunmu hyung.. maaf, sebelumnya kami belum sekalipun memberikan hadiah setelah menikah” jawab Kyuhyun seakrab mungkin.

“ini jam keluaran terbaru.. kau luar biasa SangRi, kau tahu apa yang aku inginkan!” oceh Donghae bahagia karena mendapat hadiah tidak terduga dari sahabatnya. Hal ini malah membuat Kyuhyun ingin segera menarik istrinya ketengah pesta. Situasi ini sangat menjengkelkan baginya.

Pria itu tahu Donghae selalu mengincar jam tangan limited edition dari berbagai merek ternama, tentu Kyuhyun akan menjadikan alasan ini sebagai ulang tahunnya. Sepertinya Lee Donghae lupa siapa orang yang selalu ia pamerkan barang-barang mewah koleksinya.

“sebenarnya.. suamiku yang memilihkannya” kali ini Kyuhyun boleh tersenyum sedikit atas pengakuan istrinya.

“terima kasih.. nikmati pestanya, maaf jika aku tidak bisa mengotrol wartawan dilobby luar”

“tidak apa”

“aku tinggal..” pamitnya untuk menyambut tamu berikutnya.

Kyuhyun bisa bernafas lega sekarang. Mulai saat ini SangRi akan selalu dalam pengawasannya meskipun harus berdekatan dengan Lee Donghae.

_

“…ayah dan ibuku tercinta ini sudah mengatur pertemuan keluarga untukku. Jika aku menyukai seseorang yang mereka tujukkan padaku, mungkin diulang tahunku yang akan datang aku sudah tidak akan sendiri lagi, atau juga statusku sudah tidak single lagi..” ungkapnya degan senyuman cerah diwajahnya “mada dari itu, kumohon doa restu dari kalian semua.. doakan semua menjadi lancar” tutup Donghae sambil bungkuk.

Deg

Pandangan mata Kyuhyun langsung berpindah ke tempat istrinya mengeratkan penggaman dilengannya. Ia yakin istrinya merespon dengan baik apa yang baru saja diberitahukan Donghae kepada tamu undangannya. Bisa dipastikan gadisnya baru mengetahui berita mengejutkan ini yang terlihat dari cara SangRi meremas lengan kanannya.

“…”.

Kau baik-baik saja, SangRi?

Kyuhyun ingin sekali menanyakan kalimat itu demi mengetahui keadaan istrinya. Namun pertanyaannya diurungkan karena secara kasat mata Cho Kyuhyun bisa melihat kondisi SangRi yang syok dengan wajah datar.

Tap.

Dengan akurat Kyuhyun menangkap gelas champagne yang terlepas dari genggaman SangRi yang tidak tahu kenapa lemas seperti itu.

“ikut aku..” singkat Kyuhyun membawa SangRi jauh dari keramayan pesta. Pria ini tidak ingin seorang pun tahu soal keadaan istrinya yang terlihat tidak bahagia mendengar host acara mengumumkan berita bahagiannya. Ekspresinya ikut meradang, menyimpan hal yang sama dengan apa yang istrinya rasakan. Mereka berdua patah hati, saling menyukai orang lain.

Kenapa Donghae oppa tidak menceritakan kabar baik ini padaku.

Apa aku tidak lebih spesial dari gadis itu?

Apa dia akan langsung mencintai gadis itu?

Jadi.. Donghae oppa akan menikahi gadis itu..

 

Harusnya kau pandai menyembunyikanmu, SangRi.

Berpura-puralah tersenyum untuk mengucapkan selamat.

Bertepuk tanganlah, seolah kau berbahagia mendengar kabar baik itu?

Bukan seperti ini, menghancurkan hatiku dan hatimu secara bersamaan.

_

Backyard ballroom hotel.

Sekarang mereka berdua sedang bersandar disebuah pilar yang menghadap langit gelap di malam hari, tidak terdapat bintang disana. Sayang sekali padahal Cho Kyuhyun ingin sekali menghibur hati istrinya yang sedang gundah gulana, mengalihkan kekacauan hati mereka dengan memanfaatkan suasana sepi diluar pesta.

“kau patah hati?” tanya Kyuhyun setelah bosan menunggu SangRi yang tidak juga bersuara.

SangRi sibuk dengan segala pikiran yang berkecamuk dihati dan pikirannya. Istri Kyuhyun belum sadar jika suaminya sedang menunggu jawabannya dengan tatapan tajamnya sekaligus penuh kekhawatiran. Berkebalkan dengan sikapnya beberapa bulan lalu.

“sepertinya kau benar-benar patah hati” jawabnya sendiri, merasa yakin dengan kata hatinya.

Gelengan kepala SangRi menyela opini yang baru saja didengarnya “aku tidak tahu..” singkatnya sebagai jawaban yang merupakan sebuah tanda jika apa yang Kyuhyun sangkakan tidak sepenuhnya benar.

Kyuhyun menarik nafasnya dalam untuk merilekskan detak jantungnya yang begitu menggebu-gebu. Menyiapkan pertanyaa sesuatu yang dapat meringankan masalah hati SangRi. “kau menyukainya?”.

SangRi mendongak melihat suaminya bingung. “kau menyukai Donghae?” ulangnya lagi dengan nada seperti seorang yang akan membantunya lepas dari masalah.

SangRi mengangguk kecil sebagai jawaban ‘ya’ atas ketidak relaannya melepas Donghae.

Kenapa Donghae tidak pernah menyinggung seorang gadis padanya? Bukankah mereka bersahabat? Ia akan merestuinya jika saja Donghae mau berbagi cerita soal perjodohan yang akan dilakukannya. Sebagai teman SangRi bahkan sering menyiratkan kecintaannya terhadap Kyuhyun berkali-kali, tapi kenapa sekarang Donghae menyimpannya sendiri? Apa ada yang disembunyikan?

“huffft..” Kyuhyun menghela nafas berat. Akhirnya, setelah berkali-kali menolak perasaan itu ia menyesal karena SangRi memilih Donghae sebagai pelariannya. Bentuk kepasrahannya yang begitu marah melihat sikap istrinya yang terlalu baik padanya.

Ia teramat menyesal hanya mengawasi dari kejauhan apa yang dilakukan mereka selama ini, membiarkan hatinya sakit berkali-kali karenanya. Tidak mengambil tindakan apapun yang dapat membuat SangRi melihat dirinya kembali.

Anggap saja Kyuhyun sekarang sedang mendapat akibat dari perintah yang dilontarkannya sendiri pada SangRi.

“aku mencoba mengerti perasaanmu.. kau pasti sedih karena mendengar berita mengejutkan tadi..” tutup Kyuhyun dengan sebuah usapan lembut dipipi dingin istrinya. Pipi dingin SangRi baru saja dibasahi sebuah aliran sungai kecil. Ia menangis.

Cho Kyuhyun memilih pergi, memberikan ruang menyendiri untuk istrinya. Harusnya ia tidak gegabah mengikapi sikap SangRi yang diam seperti ini. Menjadi tolol yang jelas bukan dirinya. Andai saja Kyuhyun mau menunggu..

“kyu.. bukan seperti itu. aku hanya takut kehilangan sahabatku..”.

*

Flashback..

Beberapa bulan setelah haemolni kembali.

Mansion Cho Family.

Bedroom Kyuhyun & SangRi.

“kau dari mana saja.. haemolni mengkhawatirkanmu, beliau terus menanyakan keberadaanmu padaku..”oceh SangRi yang begitu mengkhawatirkan suaminya. Langkahnya terus menjarak, mengikuti Kyuhyun sampai pintu ruang pribadinya.

Ia sangat ingin sendiri. Ingin meluapkan sesuatu.

“kau bisa diam..? berhenti mengkhawatirkanku seolah kau benar-benar istriku!!!” teriaknya diakhir kalimat, wajah Kyuhyun begitu kesal melihat tingkah istrinya yang seolah tidak tahu apa yang sudah diperbuat pada hatinya.

“a-aku..” gugup SangRi yang tidak tahu kenapa Kyuhyun menjadi semarah ini. ia hanya ingin menyampaikan rasa khawatir haemolni padanya.

Apa aku terlalu berlebihan?

Benar, Kyuhyun menganggap berubah dan seolah-olah sedang menjadi seorang istri yang sangat perhatian padanya diluar scenario mereka yang hanya dilakukan didepan umum.

Tapi, kenapa ia menjadi seperti ini…

Suaminya memang berhati dingin dan sedikit bicara, tapi tidak seperti ini. tidak pernah menjetir, berteriak ataupun membentak padanya.

Kyuhyun menelengkan kepalanya frustasi, menghirup nafas penuh untuk menormalkan nada bicaranya. Pikirannya masih tidak bisa menerima. Kepulangannya tadi disambut wajah kekhawatiran SangRi yang membukakan pintunya dengan tergesah-gesah. Tatapan merindu yang dipancarkannya semakin membuat Kyuhyun tidak bisa berbicara saat mereka berhadapan. Tidak biasanya Shin SangRi menjadi begini.

“SangRi, ada hal yang harus aku ingatkan padamu”.

“ne?”

“…”

“ada apa?” tanyanya dengan nada kepolosan.

“jangan bermain dengan hatimu..” walaupun berat dikatakan tapi akhirnya Kyuhyun berani maksakan keegoisannya “ini hanya pernikahan kontrak, tolong camkan dikepala dan hatimu.. kau tidak seharusnya mengkhwatirkanku seperti ini. hubungan kita tidak lebih dari sekedar rekan kerjasama”.

Brak.

Tes.

Bersamaan dengan kerasnya pintu ruangan yang tertutup, bulir air mata SangRi menetes.

Baik, karena kau yang menginginkannya. Aku akan membuang perasaanku padamu..

_

Mansion Cho Family

Garage

“kenapa mobil istriku ada disini, bukankah dia akan membawa mobilnya sendiri?” tanya Kyuhyun setelah menemukan mobil pribadi istrinya terparkir didalam garasi mewahnya.

“maaf tuan, Nyonya muda jarang sekali menyentuh mobilnya jika tuan dalam perjalanan bisnis diluar negeri” jawab Lee Ajusshi padanya.

Jadi dia selalu bersama Lee Donghae?

“apa istriku pergi bersama seorang pria?” tanyanya lagi.

“ne tuan.. Nyonya pergi bersama teman anda, tuan Lee Donghae” jawabnya sedikit ketakutan. Pria tua ini takut rumah tangga majikannya yang harmonis dan baik-baik saja hancur karena kesalahpahaman. Ia takut majikannya ini akan marah besar setelah dirinya berkata seperti menuduh istrinya. Padahal tidak seperti itu, Lee ajushi tahu bagaimana pertemanan kedua orang yang sedang dibicarakan tuannya. Hanya saja ia harus berkata jujur seolah tidak tahu apapun dan tidak ikut campur.

“terima kasih Lee ajushi..” jawab Kyuhyun lemah sebelum meninggalkan garasi yang terpisah dari rumah utama.

Kyuhyun pergi begitu saja setelah mendapat informasi penting dari Lee ajushi. Setelah menolak perhatian luar biasa dari Shin SangRi, ia seperti ditipu dan dihianati istrinya. Kyuhyun hanya meminta SangRi untuk tidak tersakiti dikemudian hari, bukan seperti ini yang diinginkannya.

Rasanya percuma berkali-kali menangkal romor negative yang selalu menerpa rumah tangganya. SangRi tidak akan seperti ini jika saja ia tidak menyakiti perasaan dan menolak kekhawatiran istrinya beberapa hari lalu.

Kyuhyun harus memikirkan cara bila ia tidak ingin hatinya hancur seperti debu. Hanya ada satu cara yang biasa ia lakukan saat ini. Menjauhkan SangRi dari Lee Donghae.

_

Cho Group Tower

C.E.O Office

“Cho sajangnim.. Nyonya Shin sudah siap dengan pekerjaan barunya..”

“benarkah?” tanya Kyuhyun dengan kerlingan mata dan bibirnya yang menampilkan smirk.

Sebentar lagi Shin SangRi akan selalu dekat dengannya, selalu memantau pergerakan gadis itu untuk didekatnya. Kyuhyun cukup lama bersabar menyaksikan kedekatan antara dongsaeng dan oppa itu, ia tidak mengupayakan apapun selain menunggu hari ini tiba.

Dan akhirnya, tinggal selangkah lagi ia membuat SangRi diam disisinya. Dengan cara yang tak terlihat seperti ini.

“terima kasih, yeonha-shi.. kau bekerja sangat baik selama ini.”

Flashback End…

*

Mansion Cho Family

Kyuhyun Bedroom

Cho Kyuhyun POV

Tepatnya 2 minggu lagi aku dan SangRi akan merayakan pesta pernikahan, dan haemolni sudah tidak sabar sekali untuk segera mendapatkan cicitnya. Seperti semalam, nenekku membahas perayaan satu tahun pernikahan kami dimeja makan, kelihatannya haemolni sudah sangat tidak sabar memiliki cucu karena kami tidak juga membahas anak ataupun pesta pernikahan setelah rumor keretakan rumah tangga kami berakhir.

Jujur saja aku bahkan lupa dengan tanggal dan hari pernikahan kami, kupikir SangRi juga melupakan hari jadi kami sama sepertiku, karna ini bukan pernikahan sebenarnya. Aku terlalu sibuk menunggu kedatangan yoora, sampai saat ini aku masih dibayangi janjiku pada YooRa yang akan kembali. Aku takut jika YooRa kembali SangRi masih menjadi istriku yang akan menimbulkan masalah besar. Kuharap doa-doaku selama ini didengar-Nya.

_

Tepat jam 9.45 malam.

Yang menurutku sudah memasuki waktu larut malam untuk istriku pulang ke rumah. Sudah lebih dari tiga hari ini kebiasaan buruknya semakin menjadi, ia bahkan sering terlambat masuk kantor. Padahal SangRi selalu berangkat pagi-pagi sekali menggunakan mobil pribadi yang sudah kuberikan, entah apa yang dilakukannya sampai harus kembali pulang lewat dari jam 10 malam.

Aku pernah menanyakan tentang keberadaannya selarut ini, ia hanya mengaku lembur, mengerjakan tugas kuliah atau pergi berkumpul dengan teman-temannya. Jujur saja aku tidak mempercayainya, karena yah.. Gadis polos sepertinya bukan orang yang dengan mudah melupakan tanggung jawabnya pada kontrak pernikahan.

Apa aku mengkhawatirkannya?

Ah itu sudah sewajarnya..

Mungkinkah SangRi berusaha menggagalkan hubungan percintaan Lee Donghae?!

Dan lagi, ia selalu menolak ajakkanku untuk berangkat bekerja bersama, hal yang sudah tidak bisa kutoleril lagi karna kesabaranku sudah habis, ia seperti menjauhiku akhir-akhir ini. Aku memutuskan untuk menjalankan rencanaku untuk memata-matainya sendiri. Pagi ini aku akan menjalankan kebiasaanku seperti biasanya, mengajaknya berangkat bersama lagi. Aku sangat penasaran apa yang ia lakukannya akhir-akhir ini.

“kita berangkat bersama?” ajakku usai menyantap sarapan.

Tidak langsung menjawab pertanyaanku, SangRi berusaha menghindariku “aku terburu-buru.. ada urusan dikampus jadi aku tidak langsung ke perusahaan” tolaknya dengan bahasa informal.

Sepagi ini?

Baiklah kalau itu maumu? kita lihat apa yang kau sembunyikan dariku, SangRi…

“baiklah kalau begitu. hati-hati” balasku bersikap seperti kemarin.

“ne, aku berangkat” usai berpamitan SangRi langsung bergegas pergi meninggalkan rumah.

Tunggu SangRi..

Cup.

Aku menghadiahkan sebuah kecupkan sayang dikeningnya, berbeda dari sebelumnya, kecupan ini kumaksudkan sebagai bentuk kepercayaanku padanya. Kuharap SangRi tidak mengecewakanku lagi.

Terlihat sekali istriku berangkat dengan terburu-buru. Setelah memastikan suara mobil miliknya menjauh dari gerbang rumahk aku pun bergegas membuntutinya –mengambil salah satu koleksi mobilku yang dapat membantuku memata-matainya.

Tidak membutuhkan waktu lama untuk mencari mobil istriku disepanjang jalan menuju tempat persembunyiannya. SangRi memarkirkan mobilnya di halaman rumah keluarganya. Lalu bergegas masuk ke dalam rumah tersebut. Sesudahnya, aku mengendap-ngendap masuk ke halaman rumahnya. Mengintip dari balik jendela memata-matainya. Mencari tahu apa yang dilakukannya didalam.

“apa yang dilakukannya, sepagi ini pulang ke rumah?” gumamku pelan seperti berbicara sendiri.

“sama denganku. aku juga bingung mengapa  presdir perusahaan kami berada disini, sementara kau tidak ikut bersamanya masuk kedalam?”.

Suara siapa itu?

Aku berbalik untuk mencari tahu siapa orang tersebut “yakk! Lee Donghae?!” aku sangat terkejut melihat Donghae yang bersembunyi ikut berdiri dibelakangku dibalik dinding rumah istriku.

“ekhem.. apa yang kau lakukan di sini?” Dengan cepat aku langsung menjaga wibawaku, mengontrol suara agar tidak membuat keributan dan membuat pria ini tidak tahu masalah rumah tanggaku.

“kulihat kau membuntuti mobil SangRi saat keluar dari rumahmu, karena kupikir kau akan ke kantor maka kuputuskan untuk mengikutimu, ada yang ingin kubicarakan denganmu soal pekerjaan” jawabnya santai, sambil mendengarkan penuturannya aku langsung merapihkan penampilanku dan membuat situasi tidak seperti yang dicurigainya.

Jujur saja aku semakin menyukainya –mengambil langkah untuk menikah ditahun ini itulah yang membuatku menyukainya. Walaupun masih saja kulihat pria ini masih menempeli istriku.

“apa perlu kau mengikutiku?” tanyaku dengan wajah sinis “kita bisa membicarakannya dikantor” kataku singkat.

“kau tidak masuk untuk berpamitan dengan istrimu? Mungkin kita bisa membicarakannya didalam” tanyanya yang makin membuatku yakin pria ini tidak tahu apapun.

Aku berdehem sedikit keras memperlihatkan kekuasaanku, biar bagaimanapun Donghae masih bawahanku “aku hanya akan membicarakan urusan perusahaan di kantor. kita pergi..” perintahku tidak ingin membuatnya berbicara lagi.

_

Cho Group Tower

C.E.O Office

Sesampainya dikantor aku dan Donghae langsung mendiskusikan pekerjaan yang ingin dia sampaikan dan melanjutkan tugas-tugas yang sudah menumpuk dimejaku. Sudah jam 9.55 SangRi tidak juga sampai dikantor. Secepatnya aku meraih ponsel untuk menghubunginya.

“maaf aku terlambat..” kata seorang yang masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu, membuatku dengan cepat memutus sambungan telepon dan melempar ponsel canggihku keatas meja kerja. Kedatangannya sangat mengejutkan, seorang yang kutunggu sedang berdiri dihadapanku dengan wajah bersalah.

Ini yang kutunggu..

Cho Kyuhyun bersikap seperti biasalah.. Tetap tenang dan cool.

Aku berpura-pura sibuk membaca laporan yang harus aku tanda tangani, melirik sekilas penampilannya dan keadaannya yang baik-baik saja, syukurlah dia sampai kantor dengan selamat. SangRi sudah duduk dimejanya untuk memulai pekerjaannya, refleks membuat diriku mengeluarkan suara batuk kecil mengembalikan suara normalku “kau istriku bukan berarti lupa dengan peraturan perusahaan ini. Gunakan tanganmu untuk mengetuk pintu, ini ruanganku kalau kau lupa..” kataku mencoba membuka komuniskasi.

“maaf aku sangat terburu-buru tadi, ada sedikit masalah dijalan” ucap SangRi usai berdiri dan membungkuk merasa bersalah padaku.

Bagus, seperti itu istriku…

“apa masalah serius sampai kau lupa betapa seriusnya masalah perusahaan ini? Kau mau beralasan macet? Asal kau tahu bawahku selalu melontarkan alasan yang sama setiap kali mereka terlambat menghadiri rapat penting” ocehku yang merasa senang sekali memperlakukannya seperti ini.

“bukan seperti itu, tadi mobil pemberianmu mogok dijalan, aku mendapatkan bantuan setelah menghubungi Donghae yang kebetulan dalam perjalan menuju kantor” terangnya yang malah membuatku panas.

Donghae. Lee Donghae. Kenapa harus Lee Donghae lagi yang selalu disebutkannya!

“jadi kau bersama Lee Donghae?” tanyaku dengan nada bicara yang terdengar tidak mengenakkan telinga.

Bukankah Lee Donghae sudah sampai kantor bersamaku sebelum jam 7 pagi..

Ahh jadi Lee Donghae, apa yang kau lakukan pada istriku?…

“ban mobilku bocor, aku tidak tahu harus melakukan apa, jadi aku memintan Donghae oppa untuk mengurusnya” balas SangRi memujinya habis-habisan.

“aku akan mengucapkan rasa terima kasih karena sudah menolong istriku” sindirku yang mulai kehabisan kata.

“Donghae oppa selalu membantuku..”

Telingaku semakin panas dan memerah. Aku membanting pena, menumpahkan kekesalanku “yahh Donghae selalu baik menolong para gadis-gadis termasuk wanita bersuami bersuami..”

*

Author POV

Sesungguhnya pagi ini Lee Donghae ingin sarapan di rumah Kyuhyun karena sudah merindukan masakan buatan SangRi, karna sudah lama sekali sejak pasangan itu kembali tinggal dirumah besar keluarga Cho ia tidak pernah mencicipi masakan adiknya itu. Ia sedikit menambahkan alasan pekerjaan agar Kyuhyun tidak tersinggung dengan kedatangannya –donghae selalu mencium gelagat yang tidak mengenangkan jika dirinya terlalu akrab dengan SangRi.

Baru sampai beberapa meter tiba di pintu gerbang rumah Kyuhyun ia melihat mobil SangRi keluar dari sana diikuti dengan mobil Kyuhyun dibelakangnya. Lantas Donghae berinisiatif untuk mengikutinya, dirasa janggal jika suami istri tidak berangkat bersama dengan mobil yang sama jika tujuannya sama menuju kantor.

Oppa, kau ada dimana? Bisakah kau membantuku?

Pesan singkat itu SangRi tujukan pada Lee Donghae setelah menghabiskan 1 jam perbincangan dengan Kyuhyun diruangannya. Pria berencana untuk sarapan di sebuah kafe dekat kantor.

Perjalanan ke kantor. Apa kau mendapat masalah?

Mobilku mogok. Bisakah oppa membantuku..

_

“lalu apa solusimu?”

SangRi menceritakan masalah yang dihadapinya dengan Donghae. Setelah berpikir sebentar Donghae mengemukakan kata-kata bijaknya “bagaimana jika kau membawa ibumu tinggal dengan kalian ke rumah Kyuhyun? Bukankah staff rumah tangganya akan merawat ibu-mu 24 jam”

“aku takut merepotkan keluarga Kyuhyun?”

Kenapa SangRi merasa begitu?

Bukankah semua permasalahan suami-istri harusnya diselesaikan bersama?

SangRi merasa malu karena berasal dari keluarga miskin?

Lagi, lagi dan lagi aku menangkap hal yang mencurigakan kembali tentang rumah tangga adik kesayangan-ku ini.

Adakah hal yang serius kau sembunyikan dariku, SangRi?

 

TBC

 

Maaf lagi kalo ada typo..

Intinya mulai part kemarin dan part yang datang akan jadi kerikil-kerikil konflik rumah tangga mereka. Jadi bersiaplah untuk bersedih-sedih, heheheh.. maaf juga kalo sedihnya nanggung.. soalnya 12 kali cicilan #belirumahkali

Ada yang tanya kapan ff-nya wassalam? Yah kalo mau dikira-kira ff ini selesainya setelah lebaran *gamau janji juga sih, takut syalahhh syayahhh

2 Comments (+add yours?)

  1. B14FF
    Apr 13, 2015 @ 21:22:27

    Apakah yoora akan datang? jereng jereng jereng :v
    tapi jujur rada kesel sama Dongek :3

    Reply

  2. irina choi
    Apr 14, 2015 @ 07:38:02

    mulai konflik.. berharap cepet baikan.. hihiihih

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: