The Life and The Fate [1/?]

The Life and The Fate

 

Title : The Life and The Fate

Author : Erika Rizki Herdianti (@erikaarzk)

Main Cast :

Cho Kyuhyun

Kim Erika

Lee Donghae

Other Cast :

Jang Hyomi

Kim Young Won

Park Re Na

Kim Myung Soo

Genre :  Romance, Hurt, Life

Rating : PG-15

Length : Chaptered

Disclaimer : The story is mine.

 

Semua ide murni dari otak author, maaf jika ada kesamaan nama, alur, atau apapun, jujur ini ff pertama yang author buat jadi harap di maklumi ya. So langsung saja membaca karyaku yang mungkin jauh dari kata bagus. Jangan lupa saran dan kritik kalian sangat dibutuhkan sekali.Typo bertebaran.

 

 

Berjumpa denganmu merupakan sebuah kesempatan.

Mengenalmu merupakan sebuah keingininan.

Berteman denganmu merupakan sebuah keberuntungan.

Berkencan denganmu merupakan sebuah ketidakmungkinan.

 

The Life and The Fate

 

“Erika-ya! Erika-ya! Erika-ya!” Teriak seorang pria dari kejauhan sambil berlari dengan tergesa-gesa, yang dipanggil pun hanya menoleh sebentar dan kembali melanjutkan aktivitasnya yang sempat tertunda itu. Pria itu hanya bisa mendengus dan menampilkan wajah kesalnya saat gadis itu lebih tepatnya sahabat sama sekali tak menghiraukan keberadaan dirinya saat ini, padahal pria tersebut sudah duduk tepat di sampingnya sambil terus menatap gadis itu. Kim Erika.

“Waeyo?” Jengah dengan kelakuan sahabatnya itu, Erika menutup buku yang sedari tadi mengalihkan perhatiannya dan mencoba memandang pria tersebut.

“Hyomi lagi?” Erika mendengus kesal, dia tahu apa yang membuat pria di sampingnya menghampiri dengan nafas  yang terengah-engah, pasti karena gadis itu Jang Hyomi. Pria tersebut tetap tak bergeming, dia terus saja memandang Erika dengan tatapan yang sulit diartikan. Erika hanya bisa mengembuskan nafas dengan kasar melihat kelakuan pria ini.

1 menit

2 menit

3 menit

4 menit

5 menit

Tidak ada satu kata pun yang pria ini ucapkan, dia lelah menunggu, dia lelah karena pria ini sama sekali tak menghiraukannya , padahal pria tersebut sudah duduk tepat di sampingnya sambil terus menatap dirinya. Gadis ini akhirnya memulai aktivitas yang ringan setelah berdiam diri dengan memasukkan buku yang sempat tadi dibacanya ke dalam tas ransel berwarna merah maroon miliknya, setelah semuanya selesai dia mulai beranjak dari tempat yang beberapa detik lalu dia duduki dan berniat pergi tapi sebelum dia benar-benar pergi, Erika menatap pria yang masih memandang dirinya.

“Jika tidak ada yang ingin kau bicarakan, aku pergi.” Erika pun berdiri dari tempat duduknya, baru saja dia akan melangkah pergi seseorang menggenggam pergelangannya erat.

“Jangan pergi, kumohon….”

“Yak! Cho Kyuhyun, sebenarnya ada apa?” Erika muak jika pria ini -Cho Kyuhyun- sudah memohon seperti ini, Erika tak akan bisa menolak apapun jika pria ini sudah mengeluarkan jurus andalannya memohon dengan wajah yang menahan tangis. Erika pun kembali duduk di bangku taman seperti beberapa waktu yang lalu.

“Aku … aku … tadi melihatnya, dia sedang berjalan dengan bergandengan tangan dengan Myung Soo-sshi.”

“Hanya itu? Jadi hanya itu kau berlari dengan tergesa-gesa menghampiriku, memandangku dengan wajah memelasmu, dan menahanku untuk pergi? Kau egois Kyuhyun-ah.”

“Apa yang harus aku lakukan Erika-ya agar dia dapat melihat ke arahku?” Kyuhyun memandang Erika dengan wajah frustasi.

“Sekarang bahkan kau mulai tidak menghiraukan apa yang aku katakan tadi.” Erika mendengus mengetahui keadaan Kyuhyun yang sekarang sangat berbeda dengan Kyuhyun yang dia kenal dulu.

“Mianhae, aku sungguh tidak bermaksud menghiraukanmu, aku hanya . . .hanya bingung apa yang harus aku lakukan terhadapnya agar dia melihat ke arahku seperti aku yang selalu melihatnya? Katakan apa yang aku lalukan Erika-ya?” Krystal bening sudah mengaliri wajah tampannya, sebagai bukti bahwa dia benar – benar mencintai Jang Hyomi. Sungguh tragis.

“Kau hanya harus mengatakan kalau kau menyukainya… Ani, maksudku mencintainya seperti yang selalu kau bilang padaku di setiap harinya.” Erika menatap Kyuhyun dalam mencoba menyampaikan semangat lewat tatapan matanya tak lama kemudian terbentuk lengkungan tipis di bibirnya yang seketika membuat Kyuhyun terpesona.

“Indah, hanya kata itu yang saat ini terlintas di pikiranku ketika melihat senyumanya. Apakah bisa senyuman itu hanya milikku selamanya?” Seketika Kyuhyun tersadar dia tak boleh mengalihkan pandangan pada siapapun termasuk sahabat satu-satunya yang dia miliki, tidak boleh, pandangan Kyuhyun hanya milik Jang Hyomin ya hanya dia.

“Tapi bagaimana kalau dia menolakku?” Perasaan pesimis lebih memenuhi hatinya, bisik-bisikan setan untuk menyerah mulai menghantuinya saat ini.

“Hey … Ada apa denganmu? Kyuhyun yang ku kenal adalah orang yang tak pernah menyerah dan pesimis dia selalu bertekad untuk memiliki apa yang dia inginkan, apa ini Kyuhyun? atau silumanya saja?” Erika mengetuk dagunya menggunakan jari telunjuk berulang kali, pertanda dia sedang berpikir walau apa kenyataannya dia saat ini sedang berakting dengan menampilkan wajah polosnya.

 

PLETAK!!

 

“Aaww … Yak! Cho Kyuhyun apa yang kau lakukan ha?” Erika meneriaki Kyuhyun tepat di depan telinganya membuat pria itu menatap dirinya garang, dan tak lupa sambil memegang dahinya yang terkena sentilan Kyuhyun.

“Memberimu sedikit pelajaran, kenapa? Kau tak suka heum?” Lagi – lagi pria ini menampilkan smirk andalannya yang dapat membuat banyak wanita jatuh cinta, tapi tidak untuk Erika.

“Aku menyesal telah memberimu semangat, yasudahlah lebih baik aku pergi.”  Baru saja ingin mengangkat tubuhnya untuk berdiri, lagi – lagi Kyuhyun memegang bahunya dan memberi tekanan sedikit dan tidak memerlukan waktu yang banyak Erika sudah duduk di tempat dan posisi yang sama.

“Maafkan aku Erika-ya, aku mohon bantu aku.”

“Sungguh aku sangat ingin membantumu, tapi maaf aku tidak bisa.”

“Kenapa? Bukankah seorang sahabat sejati harus bisa membantu sahabatnya dalam keadaan apapun? Ayolah bantu aku.”

“Ada alasan yang tidak akan pernah bisa kau mengerti Kyuhyun-ah, dan aku hanya sahabat bukan sahabat sejatimu. Kau tinggal katakan Saranghae padanya, itu tidak sulit Kyuhyun-ah.”

“Bagaimana jika dia menolakku Erika-ya? Aku mungkin bisa bunuh diri saat itu juga.”

“Benarkah? Memangnya kau berani? Kau saja takut mati, jika ditolak itu resikomu, jika kau berani jatuh cinta kau juga harus berani merasakan sait hati.”Erika bahkan hanya bisa tersenyum lemah saat mengatakan itu.

“Yak! Kenapa kau jadi puitis seperti itu?” Kyuhyun menatap Erika dengan sakratis. Sesaat tersenyum menggoda pada Erika yang saat ini sedang menatapnya tak percaya dengan apa yang barusan dia dengar.

“Kau sedang jatuh cinta ya? Dengan siapa? Sunbae? Namja atau Yeoja?”

 

ARGGHHHH….

Erika menendang kaki Kyuhyun hingga sang empunya jatuh tergeletak tak berdaya di rerumputan. Gadis ini menatap sinis pria gila itu, bagaimana bisa dia menanyakan hal seperti itu, menyukai yeoja? Hey.. dia ini masih normal, Kyuhyun sepertinya harus segera mendapat pertolongan dari pihak Rumah Sakit Jiwa agar otak jenius yang pria ini miliki terselamatkan.

“Heyy.. kau mau ke mana? Kau harus bertanggung jawab atas apa yang kau lakukan padaku!”

“Tentu saja pulang, itu salahmu sendiri.” Erika meninggalkan taman itu, tanpa menoleh ke arah Kyuhyun yang sedang mencoba berdiri. Walaupun sakit tapi pada akhirnya dia bisa bangkit juga dan sedang mencoba mengejar Erika yang masih ada dalam jarak pandangnya.

 

 

***

 

Kim Erika sosok gadis yang cantik, manis, dan ceria. Gadis dengan rambut berwarna coklat, ikal sepinggang, tinggi 167cm, kulit seputih susu, dan tak lupa wajah innocent yang selalu terlihat cantik. Banyak sekali laki-laki yang tertarik padanya dan banyak juga yang sempat menyatakan cintanya tapi naas, semua laki-laki tersebut selalu ditolak, dengan alasan dia mau fokus pada pendidikan. Erika seorang anak yatim piatu akan tetapi dia mempunyai seorang kakak lelaki yang sekarang tidak tahu keberadaannya.

 

Hal ini bukan berarti dia hidup sebatang kara, kekurangan uang, atau sebagainya. Justru kebalikannya dia hidup dengan kebutuhan yang selalu terpenuhi, walaupun begitu dia tidak pernah sombong bahkan bisa dibilang Erika sosok yang sederhana dan tidak pernah bangga dengan apa yang dia punya.

 

Erika punya satu sahabat yang menurutnya sangat menyebalkan tetapi di samping itu dia juga seorang pendengar yang baik, dan yang pasti sahabat yang sangat perhatian, namanya Cho Kyuhyun. Cho Kyuhyun yang akrab dipanggil dengan sebutan Kyuhyun atau Kyu.

 

Cho Kyuhyu memiliki wajah yang tampan, otak yang pintar, dan berasal dari keluarga kaya, betapa sempurnya dia. Tidak khayal banyak sekali kaum hawa yang tertarik dengannya, tapi sama halnya seperti Erika mereka semua ditolaknya. Sungguh malang nasib mereka semua.

 

Sungguh beruntungnya seseorang seperti Erika dapat bersahabat dengannya, itulah hal yang selalu dipikirkan teman satu sekolah mereka, tak sedikit juga yang membencinya karena berteman dengan Cho Kyuhyun. Banyak sekali yang iri dengannya, dia juga pernah beberapa kali mendapat teror yang isinya untuk menjauhi kyuhyun atau memutuskan persahabatan mereka berdua, sungguh malang sekali nasib gadis remaja ini.

Tetapi untuk memisahkan mereka itu sangat sulit, sepertinya mereka berdua memang sudah ditakdirkan untuk selalu bersama dalam keadaan apapun. Erika dan Kyuhyun sudah berteman cukup lama, sekitar 12 tahun. Bukankah kehidupan Erika sangat bahagia, tetapi hanya satu hal yang tidak dia miliki yaitu Cinta.

***

 

Erika menghempaskan tubuhnya di ranjang, menikmati harum lemon yang memenuhi indra penciumannya, fikirannya melayang mengingat kejadian beberapa jam yang lalu, kejadian di mana Kyuhyun menahannya untuk pergi. Saat itu wajahnya benar-benar pasrah tak bersemangat.

“Akankah ia bersikap seperti itu saat aku sudah tak lagi di sisinya?” Erika mnggeleng frustasi melempar tas yang tak berdosa ke sembarang tempat.

“Aishh apa yang aku fikirkan? Dia tentu akan bersikap seperti itu.”

“Tapi bagaimana jika takdir berkata lain? Melihat sikapnya yang tak pernah peduli padaku, pasti dia tak kan merasa kehilangan.”  Erika terus menggerutu, dan membenamkan wajah cantiknya pada bantal yang ada di sekitarnya.

 

TOK! TOK! TOK!

 

Hingga terdengar ketukan pintu, walaupun begitu dia sama sekali enggan beranjak dari tempat tidurnya. “Nona, ada yang mencarimu di luar.”

“Siapa Han Ahjumma?”

“Tuan muda Cho Kyuhyun.”

“Katakan saja padanya kalau aku sudah tidur.”

“Tapi nona ….. “

“Aku lelah ahjumma, aku ingin istirahat lagipula aku sedang tak ingin bertemunya sekarang.” Erika menyela perkataan Han Ahjumma .

“ Erika cepat buka pintunya.” Cho Kyuhyun akhirnya buka suara setelah beberapa menit sebelumnya terdiam. Pria ini sebenarnya sudah berada di depan pintu kamar Erika daritadi bersama Han Ahjumma. Erika tidak terkejut lagi dengan hal seperti itu, kejadian ini sangatlah sering terjadi mengingat keduanya telah bersahabat lama, Han Ahjumma meninggalkan mereka berdua yang di pisahkan dengan sebuah pintu sekaligus memberi ruang untuk mereka berbicara menyampaikan semua fikiran  yang menjadi beban.

“Aku sudah tidur Cho Kyuhyun.”

“Hey bodoh, bagaimana kau bis sebodoh ini? Hah? Orang yang sedang tidur tidak mungkin bisa menjawab pertanyaan orang lain.”

“Aku lelah Kyuhyun-ah, aku lelah, taukah kau aku sangat lelah?”

“Sangat lelah mendengarmu bercerita tentangnya.” Batin Erika.

“Erika-ya kau menangis? Apa kau sedang sakit? Katakan padaku apa yang terjadi padamu.” Kyuhyun melembut, sadar Erika-nya tidak dalam keadaan baik-baik saja.

“Aku tidak apa-apa, aku hanya lelah kau tak usah mengkhawatirkanku, aku baik-baik saja, kumohon tinggalkan aku sendiri.”

“Tapi ……”

“Pulanglah, aku baik-baik aja.”

Setelah mengucapkan itu Erika benar-benar tertidur, masuk ke dunia mimpi yang akan menemaninya hingga pagi menjelang. Dia bahkan melupakan fakta bahwa sampai saat ini dia belum membersihkan diri, makan atau melakukan aktivitas lainnya. Sepertinya hari ini aktivitas yang dia jalani menguras semua tenaga yang ia miliki. Kyuhyun terus saja menunggu di depang pintu kamar Erika berharap sang empunya membuka pintu tersebut, tapi sepertinya sia-sia saja.

Setengah jam dia sudah menunggu di sini belum ada tanda-tanda pintu akan terbuka. Beberapa menit kemudian Han Ahjumma datang membawa sebuah kunci dan memberikan kunci tersebut kepada Kyuhyun, berniat menolong Kyuhyun untuk sekedar melihat nona mudanya yang saat ini berbaring di tempat tidur.Kyuhyun membuka pintu tersebut dan langsung saja menampakkan pemandangan Erika yang tertidur dengan nyenyak di sana. Han Ahjumma kembali ke ruangannya, sedangkan Kyuhyun sedang melangkah mendekati ranjang Erika dan mendudukkan dirinya di pinggiran ranjang tersebut.

“Apa yang membuatmu jadi seperti ini heum? Tumben sekali dia bisa tidur lebih cepat.” Dia membenarkan posisi tidur Erika dan mnyelimutinya dan tak lupa mencium keningnya.

 

Kyuhyun melangkah kakinya keluar dari kamar Erika, masih ada hal yang harus ditanyakan langsung kepada Han Ahjumma. Saat ini sepasang kakinya telah berhenti di depan sebuah lemari es berpintu dua, dia membuka pintu kedua dan mengambil satu botol softdrink, dan kembali berjalan menuju ruang makan. Menduduki salah satu kursi yang tersedia, tak berapa lama kemudian Han Ahjumma datang dengan langkah tergesa-gesa.

“Apa nona muda baik-baik saja?”

“Ya, dia baik-baik saja, ahjumma tak perlu mencemaskannya lagi.”

“Syukurlah.” Han ahjumma mnghembuskan nafas lelahnya, berterima kasih karena tidak ada hal buruk yang menimpa majikannya.

“Tapi ….”

“Tapi?”

“Apa aku boleh bertanya sesuatu?” Tanya Kyuyun ragu.

“Tentu saja.”

“Apakah sering terjadi seperti ini.”

“Apa?” Han ahjumma mengernyit, sama sekali tidak mengerti apa yang dimaksud Kyuhyun.

“Apa Erika akhir-akhir ini sering mengurung diri di kamar?”

“Itu… no.. nona…” Han ahjumma ragu untuk menjelaskannya. Dia takut Kyuhyun marah karena Erika merahasiakan sesuatu darinya, di sisi lain dia juga terus mencemaskan majikan yang sudah dia anggap sebagai anak kandungnya sendiri yang akhir-akhir ini sering melamun.

“Ya? Ada apa dengannya ahjumma?” Kyuhyun penasaran dengan apa yang ingin diutarakan oleh Han ahjumma.

Han ahjumma menghela nafas sebentar. “Nona beberapa minggu ini terlihat kurang bersemangat, dia juga sering sekali mengurung diri di kamar, dan saya sempat beberapa kali memergoki dirinya sedang menangis.”

“Menangis?” Seketika rasa cemas mulai menghantui dirinya, takut, entah kenapa mendengar Erika menangis rasa takut sangat mendominasi hatinya, takut terjadi sesuatu dengannyatapi dia tak mengetahuinya.

“Apa ahjumma tau penyebabnya.” Han ahjumma menggeleng pasti.

“Tidak, dia tidak pernah bercerita apapun, saat ini dia seperti sedang menutup diri sama seperti  enam tahun yang lalu saat dia kehilangan eommanya.” Jelas Han ahjumma sekaligus mengakhiri perbincangan mereka berdua saat ini. Han ahjumma melangkahkan kakinya meninggalkan Kyuhyun seorang diri yang saat ini sedang bergelut dengan pikirannya.

 

***

 

Kicauan burung-burung bagaikan alunan musik pengantar di pagi yang secerah ini,cahaya matahari mulai memenuhi ruang tidur yang masuk melalui jendela yang sengaja dibuka seseorang. Sang pemilik kamar yang saat ini masih bebaring di kasur mulai menggeliat merasa silau akan banyaknya cahaya yang menerpa wajahnya, membuat dia harus membuka mata memastikan siapa seseorang yang berani menggangu waktu istirahat dihari liburnya yang sangat berharga.

“Pagi….” Sapa seseorang dengan senyum yang terkembang di wajah tampannya, yang semakin membuat wanita di seluruh dunia takluk dalam pesona miliknya.

“Cho Kyu..hyun.” Erika menyipitkan matanya mencoba meneliti seseorang yang saat ini ada di hadapannya. Seketika dia terbangun dan duduk di atas kasur yang beberapa menit lalu masih digunakannya untuk berbaring.

“Ya? Tidak hanya bodoh ternyata kau juga pemalas.” Kyuhyun mulai meninggalkan Erika sambil terus mengangguk-anggukan kepalanya seolah dia mengetahui satu fakta yang selama ini tak pernah dia tahu. Baru beberapa langkah tiba-tiba tubuhnya terhuyung ke depan, untung saja dia cepat tanggap dan memegang pinggiran meja rias Erika mencoba menopang berat tubuhnya. Syok dengan apa yang terjadi barusan, dia Cho Kyuhyun? hampir dapat dikalahkan hanya dengan satu timpukan bantal? Dan terlebih lagi yang melempar barang tersebut seorang yeoja? Aishh bagaimana bisa.

“Hey…. setelah kau merusak acara tidurku kau berharap bisa keluar dari kamarku dengan selamat huh? Kau pikir semudah itu?” Erika berteriak mencoba melepaskan emosi yang daritadi sudah mengganggu dirinya.

“Lalu kau mau apa? Kau ingin memintaku tidur di sini bersamamu, begitu?”

“Cihh… dasar namja mesum.”

“Apa? Kau bilang aku apa?”

“Nam.ja  me.sum.” Erika memberi penekanan disetiap suku kata yang dia ucapkan. Memberi penjelasan sejelas-jelasnya kepada seorang Cho Kyuhyun.

“YAK!! Kau…”  Geram Kyuhyun.

“Ada apa? Aku cantik ya?” Erika membalas geraman Kyuhyun dengan wajah yang dibuat seimut mungkin. Kyuhyun yang melihatnya langsung mengambil bantal yang beberapa menit tergeletak tak berdaya di lantai dan melemparnya tepat di wajah cantik Erika. Tapi dengan cepat Erika menangkap bantal tersebut dan meletakkannya di kasur.

“Mau menimpukku? Kau lupa aku kapten basket putri di sekolah?” Erika berdiri mengambil pakaian yang dirasanya cukup pantas dipakai saat ini dan langsung melesat masuk ke kamar mandi miliknya.

“Cihh.. sombong sekali.” Kyuhyun mendengus melihat tingkah sahabatnya itu dan berbalik ingin meninggalkan tempat dia berdiri.

“Oh ya, sekarang jam berapa Cho Kyuhyun?” Sahut Erika tiba-tiba, Kyuhyun berbalik dan terlihat Erika yang menyembulkan kepalanya.

“Jam 06.15 pagi.” Balasnya singkat.

“Pagi? Bukankah tadi kau bilang sudah siang?”

“Aku hanya membohongimu saja, agar kau bangun dan kita bisa lari bersama.” Ujar Kyuhyun lalu melengos pergi meninggalkan Erika yang terperangah mendengar ucapan Kyuhyun yang bisa dibilang datar.

“Apa dia bilang tadi? Dia membohongiku? Hanya untuk lari bersama? Aishh.” Erika menarik kepalanya, tidak lupa mengunci pintu kamar mandinya dan melanjutkan kegiatan yang sempat tertunda.

Lima belas menit kemudian dia keluar dengan pakaian yang sudah terpasang pada tempat yang seharusnya, dan berjalan menuju lantai bawah menemui seseorang yang mungkin sedang menikmati sarapan paginya. Setelah sampai di tempat yang dituju –Ruang Makan- Erika duduk di kursi yang biasa ditempatinya sambil mengambil dua lembar roti dan langsung memakannya tanpa harus mengoleskan selai.

“Ku dengar akan ada murid baru di sekolah.” Ujar Kyuhyun mulai mengawali pembicaraan, dia memang tidak pernah suka suasana sepi apalagi jika ada Erika di sisinya.

“Ne, aku juga sempat mendengarnya dari Park songsaenim.”

“Kira-kira dia bakal masuk kelas mana ya?” Tanya Kyuhyun, dia benar-benar ingin tahu seperti apa wajah orang yang akan pindah ke sekolahnya.

“Dia sepertinya akan menjadi teman satu kelas kita, dan kalau tidak salah dia seorang laki-laki, Re Na juga pernah bilang kalau dia tampan. Aku jadi ingin tahu seperti apa wajahnya.” Erika menopang dagunya mencoba membayangkan seperti apa wajah teman barunya .

“Cepat habiskan rotimu, aku tunggu di ruang tamu.” Kyuhyun meninggalkan ruang makan. Entah kenapa setiap kali Erika membicarakan tentang laki-laki lain dia selalu menghindar telinganya tidak pernah mau mendengar tentang mereka, baru beberapa langkah Erika mencekal tangannya.

“Aku sudah selesai, ayo kita lari bersama.” Erika jalan mendahuluinya, hari ini dia kelihatan bersemangat sekali berbeda dengan kemarin yang terlihat murung.

“Akhirnya dia telah kembali.” Batin Kyuhyun, seulas senyum terlukis di wajahnya. Lalu dengan cepat menyusul Erika menuju halaman depan.

 

***

 

“Lelah sekali.” Seru Erika, saat mereka berdua sampai di kafe terdekat.

“Kau benar, sungguh melelahkan.”

“Sudah jam berapa ini?” Erika langsung melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, diikuti Kyuhyun yang juga melihat jam miliknya.

Mereka berdua terlarut dalam pembicaraan sambil meminum masing-masing minuman yang telah mereka pesan. Sungguh, sudah lama mereka tidak berbicara seleluasa ini, biasanya mereka hanya membicarakan tentang pelajaran di sekolah. Saat ini mereka memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk bergurau, bertengkar, saling mengejek dan yang pasti bercerita masalah-masalah yang hampir membuat mereka berdua menyerah pada keadaan. Tiba-tiba seseorang datang mengganggu mereka berdua, ani… hanya Erika yang merasa terganggu tidak dengan Kyuhyun.

“Cho Kyuhyun-ssi?” Seseorang memanggil namanya, yang dipanggil pun menolehkan kepalanya. Kaget, itu lah hal pertama yang dia rasakan.

“Jang Hyomi-ssi?” Sungguh penampilan Hyomi saat ini sangatlah cantik, menurut Kyuhyun. Dia memakai atasan blouse dan rok selutut. Rambutnya yang panjang dibiarkan tergerai membuat dirinya cantik. Berbanding terbalik dengan Erika, dia hanya memakai jaket dan celana pendek dan rambutnya dikuncir kuda.

“Hi.. kau anak XII Sains 1 kan?”

“Ne.” Jujur saat ini tubuh Kyuhyun sedang gemetar karena berhadapan dengan Hyomi, yeoja yang disukainya. Erika yang memandangnya hanya bisa mengeluarkan senyum kecut andalannya.

“Cih.. dia mulai lagi, Ya Tuhan bisakah kau biarkan aku bersama Kyuhyun sebentar saja?”  Batin Erika, dia langsung melihat ke arah lain tak ingin memandang Kyuhyun lebih lama.

“Apa aku boleh bergabung dengan kalian?”

“Hah? Tentu saja ti….” Erika kaget mendengar permintaan Hyomi, dia benar-benar tidak menginginkan kehadiran gadis itu sekarang, baru saja ingin menjawab Kyuhyun langsung memotong ucapannya.

“Tentu saja boleh, ya kan Erika-ya?” Kyuhyun mengiyakan dan langsung bertanya kepada Erika sambil menaik turunkan alisnya memberi kode pada Erika agar mengiyakan permintaan Hyomi.

“Iya, baiklah.”

“Terima kasih.” Hyomi mendudukan dirinya di kursi yang tersisa, saat itu juga Erika berdiri dan langsung melangkahkan kaki meninggalkan tempat itu. Dia lebih memilih pergi daripada tetap duduk dan diabaikan. Baru beberapa langkah, suara Kyuhyun menginterupsinya.

“Kau mau kemana?” Tak ada jawaban, Erika pun tidak berhenti dia masih terus berjalan, lambat.

“Hey Erika-ya, berhenti.”

Dia membalikkan badannya dengan cepat dan langsung bertanya pada Kyuhyun sambil menunjuk wajahnya sendiri, sekaligus menampilkan wajah bingung yang membuatnya terlihat semakin cantik bagi orang yang memperhatikan sacara teliti.

“Kau memanggilku?”

“Memangnya ada orang lain di sini selain sahabatku yang bernama Erika? Heumm?”

“Nde, aku mau pulang, kenapa tidak boleh?”

“Tentu saja tidak, kita berangkat bersama yang berarti kita juga harus kembali bersama.”

“Peraturan apa itu? Aku tidak pernah tahu ada peraturan seperti itu.”

“Tentu saja karena peraturan itu aku yang membuatnya dan mulai berlaku saat ini.” Kyuhyun menampilkan smirk evilnya, karena telah berhasil menahan Erika pergi.

“Lalu?”

“Kau tak bisa meninggalkan aku sendiri, kita harus pulang bersama.”

“Sayangnya aku akan tetap pulang, sendiri.” Erika menampilkan  senyumnya dan berbalik pergi meninggalkan Kyuhyun. Tapi beberapa detik kemudian dia berbalik.

“Oh ya, kau tak sendiri Kyuhyun-ah ada Hyomi-ssi di sampingmu, dan satu hal yang harus kau tahu aku yang sendiri dan aku yang selalu diabaikan.” Erika berbalik pergi sambil berjalan cepat menundukkan kepala dan airmata itu jatuh lagi untuk kesekian kalinya. Karena berjalan dengan langkah cepat sambil menunduk dia menabrak seseorang dan hampir saja terjatuh jika seseorang itu tidak menahannya.

“Mianhae, aku tidak sengaja, ada debu yang masuk ke mataku hingga tidak melihat jalan dengan baik.” Erika meminta maaf dengan alasan yang ia buat masuk akal agar tidak ada orang yang curiga,sambil terus membungkukkan badannya. Kyuhyun yang saat itu termenung, tiba-tiba tersentak saat melihat Erika hampir saja jatuh, dia sudah berdiri dari tempat duduknya berniat menolong Erika, tapi mengurungkan niatnya karna seseorang yang ditabrak tersebut menopang tubuh Erika. Kyuhyun terus saja menatap ke arah Erika, rasa gelisah menyelimuti hatinya. Bahkan sampai sekarang dia tak pernah rela Erika dekat dengan laki-laki lain, dia tidak mau Erika meninggalkannya seperti saat ini.

“Tak apa, aku yang salah karna bermain handphone sambil berjalan.” Laki-laki tersebut tersenyum. Erika mendongakkan kepalanya, hal yang pertama terlihat adalah mata elang laki-laki tersebut yang seakan menghipnotisnya untuk masuk lebih dalam terhadap pesona yang dipancarkannya. Tersadar dari lamunannya, dia menyipitkan mata, ia kenal laki-laki ini.

“Kim Erika-sshi”

“Kim Myung Soo-ssi”

 

——– TBC ———-

 

 

6 Comments (+add yours?)

  1. natasyak45@gmail.com
    Apr 14, 2015 @ 18:29:19

    kayanya kyuhyun suka deh sm erika…
    tpi dia gk sadar klau dia sk sm sahabatnya sendiri…
    next eonni palliwa..hehehe

    Reply

  2. Monika sbr
    Apr 14, 2015 @ 20:07:41

    Ahh…. Si kyu ternyata suka sm erika, cm gak sdr aja sm perasaannya sendiri. Dan dia juga terlalu terobsesi dgn hyemi sih…..

    Reply

  3. Jung Haerin
    Apr 15, 2015 @ 00:24:45

    O ow o ow…. Ini mreka saling suka, cm kyu aja yg ga sadar……
    Klo erika dket sma myungsoo, kyu bakal gmna yaa??, hahaha ga sabar nggu klanjutan’y…..

    Reply

  4. MAltamyra
    Apr 15, 2015 @ 16:06:53

    Kisah aku sama si angga bgt.
    Ini mh authornya curhat.😀
    sama bgt kya ksahku klas XII IPA lg.

    Reply

  5. elfishysme
    Apr 15, 2015 @ 16:09:09

    kyuhyunya egois banget, erika cuma ngomongin cownk aja udah marah, eh dianya malah tega gitu. biarin aja nanti kalo erikanya beneran dapet cowok.

    Reply

  6. tabiyan
    Apr 15, 2015 @ 18:27:35

    Kasian erika nya, kyu egois bgt sih!

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: