The Wedding

Nama                : Elfpumpkins

Judul Cerita        : The Wedding

Tag (tokoh/cast) : Cho Kyuhyun, Lee Chanseul (OC)

Genre                : Romance, Fluff(maybe)

Rating               : PG-15

Length              : One-shot

Catatan Author   : Annyeong~ Saya author baru. Ini ff pertama saya setelah bertahun-tahun mengenal dan membaca ff. Meskipun sudah mengerti semua tentang ff, tapi kalo membuat ff aku masih belum mahir. Semoga kalian bisa memaklumi ff ini karena saya masih newbie dan labil(?). Selamat membaca~!

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Author’s POV

 

Blup!

Setetes air terjatuh di atas dahi seorang yeoja yang sedang mendongakkan kepalanya untuk melihat langit yang mulai berwarna abu-abu karena awan.

 

“Ish, kemana orang itu!?” yeoja itu menyeka air yang menetes di atas dahinya sambil mengumpat ketika menyadari orang yang sedang ditunggunya tidak kunjung datang sedangkan sekarang sudah gerimis.

 

Menunggu adalah hal yang sangat ia benci. Dan ia lebih benci menunggu di pinggir jalan –seperti sekarang ini. Ia terus melirik jam tangan yang melingkar di tangan kirinya.

 

Jam 2 siang. Baiklah tuan Cho. Jika dalam 15 menit kau tidak datang, aku pulang saja. Yeoja itu terus berbicara dalam hati. Ia menunggu hingga 15 menit. Tapi pria yang ia tunggu belum juga menampakkan batang hidungnya.

 

Yeoja itu akhirnya berbalik hendak melangkahkan kakinya untuk berjalan kembali ke rumahnya. Kemudian sebuah mobil datang dan berhenti dipinggir jalan. Si pengemudi keluar dan berlari kecil untuk menghampiri yeoja itu.

 

“YA! Chamkamnayo~! Chanseul-ah!!” Yeoja yang merasa namanya dipanggil itu segera menghentikan langkahnya dan berbalik mencari sumber suara. Ketika yeoja yang dipanggil Chanseul itu melihat kesumber suara, tatapannya berubah menjadi tajam.

 

“Dari mana saja kau tuan Cho? Kau tidak tau aku menunggumu hampir 2 jam dan kau baru datang ketika aku mau pulang? Kau tega membiarkan aku menunggu seperti ini. Kau tau kan kalau aku benci menunggu?” Chanseul langsung menyemprot namja itu dengan berbagai kalimat yang mengartikan bahwa ia sedang kesal.

 

“Mianhae chagiya. Aku tidak bermaksud membuat kau menunggu. Tadi ketika aku mau menyusulmu, tiba-tiba abeoji memintaku untuk menemaninya meeting karena sekretarisnya minta cuti. Mianhae aku tidak mengabarimu karena ponselku mati.”

 

Chanseul terdiam. Ketika hendak membuka mulut, tiba-tiba namja itu mendekatkan wajahnya ke wajah Chanseul. Jarak wajah mereka hampir 5cm. “YA! Cho Kyuhyun!! K-kau mau apa?”

 

Seketika smirk yang sangat dibenci Chanseul keluar begitu saja dari wajah namja yang dipanggil Kyuhyun itu. Chanseul memundurkan wajahnya hingga punggungnya menyentuh pohon. Ia tau persis apa yang akan dilakukan oleh namja ini –menciumnya. Itulah hal yang selalu Kyuhyun lakukan setiap kali ia minta maaf.

 

Kyuhyun terus mendekatkan wajahnya dan…..

 

Byurrr!!

 

Hujan tiba-tiba turun dan menghentikan aktifitas Kyuhyun. Ia gagal karena hujan mengguyur mereka yang masih berada di bawah pohon.

 

“Haish, Chanseul-ah kajja.” Kyuhyun segera menarik Chanseul –yang baru saja bernafas lega karena hujan menolongnya dari Kyuhyun yang hendak menciumnya- untuk masuk kedalam mobilnya.

 

“Sebenarnya ada apa kau mengajakku bertemu disini?” Chanseul mulai membuka suara ketika mereka sudah berada di dalam mobil Kyuhyun.

 

Kyuhyun tidak menjawab dan mulai men-starter mobilnya. “Cho Kyuhyun! Kau mau membawaku kemana, eoh?”

 

“Chagi, aku tidak akan menjawab pertanyaanmu sebelum kau memaafkanku.” Kyuhyun tidak menatap Chanseul dan terus fokus menatap kaca transparan yang ada di hadapannya sekarang. “Baiklah aku memaafkanmu Cho Kyuhyun.” Chanseul mendesah pelan.

 

“Tidak. Kau belum memaafkanku. Bahkan kau tidak memanggilku oppa sejak tadi. Itu artinya kau sedang marah Lee Chanseul.”

 

“Haish, ne arraseo oppa.. aku memaafkanmu. Sekarang kau membawaku kemana?”

 

“Aku hanya ingin menghabiskan waktuku berdua saja denganmu sayang”

 

“T-tapi bagaimana jika eomma mencariku?” Chanseul sebenarnya senang sekali jika harus menghabiskan waktunya dengan Kyuhyun –namja yang dicintainya selama 3 tahun terakhir. Tapi ia takut eommanya marah jika ia tidak segera pulang sekarang.

 

“Gwenchanha chagiya~ eommonim tidak akan marah padamu. Ia bahkan sangat setuju saat tadi pagi aku meminta ijin untuk mengajakmu pergi. Lagipula kau kan calon istriku. Mana mungkin eommonim marah.”

 

Deg! Calon istri?  Chanseul tertegun. Ia senang mendengar ucapan Kyuhyun barusan membuat pipinya memanas. Dan memang benar ia akan menikah dengan Kyuhyun. Menikah karena perjodohan. Itulah kenyataannya. Mereka telah dijodohkan sejak 6 bulan yang lalu. Awalnya mereka sama-sama tidak tahu bahwa orang tuanya menjodohkan mereka dan sempat menolak. Tapi setelah dipertemukan, mereka sama-sama setuju karena mereka memang saling mencintai dan telah menjalin hubungan sebelumnya.

 

“Chagi? Kau melamun? Kenapa?” Kyuhyun menghentikan lamunan Chanseul.

 

“Ani. Aku hanya senang karena kita akan menikah oppa.” Chanseul tersenyum sumringah.

 

“Benarkah? Kalau begitu kita harus mengurus persiapan pernikahan kita secepatnya.” Kyuhyun pun ikut tersenyum dan mulai menyentuh tangan kiri yeoja itu dengan tangan kanannya sambil mengusapnya lembut.

 

“Baiklah. Kapan kita akan membahasnya?”

 

“Hmm aku sengaja bertemu denganmu hari ini dengan alasan membahas pernikahan sekarang. Jadi kita akan membahasnya dirumahku. Karena semua catatan untuk pernikahan kita ada dirumahku. Ah~ aku tidak sabar menunggu hari itu, rumahku akan segera menjadi milikmu sebentar lagi” Setelah berkata seperti itu, Kyuhyun tersenyum penuh arti ketika melihat wajah Chanseul merona seketika.

 

Mobil terparkir didepan sebuah gedung yang diyakini oleh Chanseul bahwa gedung ini adalah apartment tempat tinggal Kyuhyun. “Kajja~ kita sudah sampai” Kyuhyun segera turun dari mobilnya dan berlari kecil untuk membukakan pintu untuk Chanseul.

 

“Sudah lama sekali aku tidak kesini” Chanseul tersenyum.

 

“Mianhaeyo. Aku tidak sempat mengajakmu kesini lagi karena terlalu sibuk. Kita juga jarang bertemu. Bogoshipeoyo nae yeoja” Kyuhyun menarik pinggang Chanseul dan berjalan masuk menuju apartmentnya. Sudah lama mereka tidak berduaan seperti ini karena jadwal Kyuhyun yang padat dengan urusan perkantoran dan juga kesibukan Chanseul untuk membuat skripsi.

 

Bip bip bip~

 

Kyuhyun menekan tombol-tombol untuk memasukkan password pada unit apartmentnya.

 

“Kajja” tangan Kyuhyun masih setia merangkul pinggal Chanseul sampai mereka masuk kedalam ruangan yang cukup sederhana dan rapi dengan interior yang cukup modern dan elegan.

 

“Duduklah dulu. Aku mau mengambil minum.” Kyuhyun meninggalkan Chanseul kedapur untuk menyiapkan dua gelas orange juice untuknya dan Chanseul. Kemudian Kyuhyun kembali menghampiri Chanseul yang sudah duduk diatas sofa.

 

“Minumlah chagi. Kau pasti haus.” Chanseul tersenyum dan segera meneguk air berwarna oranye itu sampai setengah gelas.

 

“Apa yang akan kita bahas oppa?” Chanseul bertanya sembari meletakkan gelas itu di atas meja didepannya.

 

Mendengar ucapan Chanseul, Kyuhyun segera mengambil sebuah catalog disampingnya dan menyodorkannya kehadapan Chanseul.

 

“Igeo. Kau bisa memilih gaun yang kau sukai untuk pernikahan kita”

 

“Tapi sebelumnya aku ingin bertanya satu hal. Bolehkah?” Chanseul menatap Kyuhyun dalam menunggu jawaban yang keluar dari mulut Kyuhyun.

 

“Tentu saja sayang. Apa itu?”

 

“Ehmm.. Bisakah oppa berjanji padaku? Berjanjilah bahwa kau tidak akan meninggalkanku setelah kita menikah nanti” Kyuhyun tersenyum mendengarnya dan langsung menjawab.

 

“Ne, tidak mungkin aku meninggalkan orang yang sangat aku cintai, chagi.” Chanseul tersenyum mendengar jawaban Kyuhyun.

 

“Kalau begitu, berjanjilah bahwa kau tidak akan meninggalkanku.” Chanseul tersenyum dan menyodorkan jari kelingkingnya.

 

Kyuhyun tersenyum dan menautkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Chanseul. “Ne, yaksokhae! Aku tidak akan meninggalkanmu apapun yang terjadi. Sekalipun kau yang memintaku untuk meninggalkanmu.”

 

“YA! Aku tidak mungkin memintamu untuk meninggalkanku!” Chanseul menarik jarinya dan mengerucutkan bibirnya seketika.

 

“Aigo~ calon istriku sangat manis dengan wajah seperti ini.” Kyuhyun mencubit gemas kedua pipi Chanseul hingga Chanseul meringis kesakitan. “Appo oppa.” Kyuhyun segera melepaskan tangannya diwajah Chanseul dan kembali menatap buku yang dipegang oleh Chanseul.

 

“Kau ingin kita menikah kapan?” Kyuhyun mengalihkan tatapannya dari buku tersebut dan segera menatap Chanseul dalam.

 

“Aku sih ingin kita menikah secepatnya.” Kyuhyun mengusap jemari Chanseul lembut membuatnya merasa nyaman dengan sentuhan tangan Kyuhyun. “Aku tidak menyangka akan menikah, oppa.” Chanseul tersenyum dan menatap Kyuhyun.

 

“Aku sudah menyebarkan undangan sesuai keinginanmu, sayang.” Chanseul terkejut mendengar ucapan Kyuhyun.

 

“Jinjja? Apakah Sungmin oppa kau undang? Bagaimana dengan teman-temanku?”

 

“Aish, tentu saja aku mengundang oppamu. Temanmu juga kuundang dan tidak ada satupun yang tertinggal. Jangan khawatir, ne?”

 

“Arraseo oppa.” Mereka terus berbincang mengenai persiapan pernikahan mereka. Persiapan gedung. Persiapan Gereja untuk pemberkatan. Cathering untuk resepsi. Pakaian untuk pemberkatan dan resepsi. Dan lain-lain. Merasa cukup lama berbincang, Kyuhyun kemudian membawakan Chanseul sepiring bibimbap yang sudah tersedia diatas meja makannya dan meletakan diatas meja dimana mereka berbincang tadi.

 

“Kau belum makan apapun dari tadi kan? Makanlah sayang. Aku tidak mau kau sakit saat kita menikah nanti” Chanseul tersenyum. Ia senang karena namja ini selalu perhatian kepadanya. Chanseul kemudian mengangkat piring itu hendak menyendokkan sesuap kepada mulutnya sendiri. Kemudian tangannya terhenti karena ia melihat Kyuhyun terus menatapnya.

 

“Kenapa melihatku begitu? Kau tidak memakan makananmu?” Kyuhyun tersenyum dan menggeleng. Kemudian segera memasukkan sesuap bibimbap yang sama dengan Chanseul kedalam mulutnya.

 

Setelah makan, mereka melanjutkan perbincangan mereka tentang pernikahan mereka. Aku tidak sabar menunggu hari itu. Kyuhyun membatin.

 

Tak terasa sudah pukul 10 malam. Mereka terlalu larut untuk membicarakan pernikahan ini.

 

“Oppa” Chanseul memanggil Kyuhyun yang sedang melihat daftar menu cathering untuk resepsi mereka.

 

“ne, chagi?” Tatapan Kyuhyun teralih ke wajah Chanseul dengan senyum yang manis menurutnya.

 

“Hmm kurasa lebih baik kita melanjutkan besok lagi oppa. Ini sudah malam aku harus pulang. Lagipula aku sudah ngantuk oppa.” Wajah Chanseul terlihat lelah ketika bicara dengan Kyuhyun.

 

“Arraseo, aku antar ya. Ini sudah terlalu malam sayang.” Kemudian Kyuhyun menggandeng tangan Chanseul dan melangkah keluar rumah. Menuntun Chanseul untuk masuk kedalam mobil yang tadi sore ditumpanginya hingga sampai di apartment ini.

 

Tanpa aba-aba Kyuhyun membuka pintu mobilnya dan mengisyaratkan agar Chanseul segera masuk kedalam. Kyuhyun kemudian menutup pintu perlahan dan segera masuk kedalam jok khusus pengemudi itu. Ia men-starter mobil itu. Kemudian melaju dengan kecepatan standard menuju ke rumah Chanseul.

 

“Oppa, kau sudah menyebarkan undangan kan? Tanggal berapa yang kau tulis diundangan itu?”

 

“2 minggu lagi sayang. Bersiaplah.” Kyuhyun menunjukkan smirknya ke Chanseul.

 

“Omo! Cepat sekali?” Chanseul terlihat membulatkan matanya yang sipit.

 

“Makanya, kita harus melakukan persiapan dengan baik mulai besok. Istirahatlah yang cukup. Jangan sampai kau sakit saat acara tiba.” Kali ini Kyuhyun tersenyum tetapi senyumannya berbeda. Senyumnya terlihat lebih tulus dan manis.

 

“Arraseo oppa.”

 

“Sudah sampai. Istirahatlah dengan baik.” Kyuhyun menghentikan laju mobilnya di depan rumah Chanseul.

 

“Ne oppa. Gomawo” Chanseul hendak membuka pintu mobilnya namun terhenti saat Kyuhyun menarik lengan kirinya. “Chamkamanyo.” Ujar Kyuhyun. Kemudian Kyuhyun mengecup bibir tipis Chanseul sekilas. “Jaljayo chagiya. Saranghaeyo nae yeoja” Chanseul terkejut. Ciuman mereka kali ini terasa sangat lembut dan penuh rasa sayang. Berbeda dengan ciuman mereka saat Kyuhyun meminta maaf pada Chanseul.

 

“N-ne oppa, nado saranghaeyo. Annyeong.” Chanseul pun turun dari mobilnya dan masuk kedalam rumahnya kemudian melihat mobil Kyuhyun melaju hingga menghilang dari tatapannya.

 

Omo. Kyuhyun! Kau benar-benar membuatku gila.

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

THE WEDDING’S DAY

7 A.M

 

Chanseul’s POV

 

Aku menatap wajahku yang sedang dirias oleh Taeyeon eonni dari cermin yang berhadapan denganku. Harus kuakui wajahku berbeda 180° dari biasanya. Aku penasaran ekspresi apa yang akan dilontarkan Kyuhyun oppa nanti saat melihatku dengan penampilan seperti ini.

 

“Aigo, neomu yeppeo nae dongsaeng-ah. Tak kusangka kau akan segera menikah, yeobo.” Sungmin oppa memecahkan lamunanku. Sejak kapan ia masuk keruanganku?  Aku terkejut dan menatapnya dengan tatapan bingung.

 

“Sejak kapan oppa disini?”

 

“Baru saja. Aku tidak sabar yeobo-ya. Sebentar lagi aku akan punya adik ipar. Hahahaha.” Aku tersenyum mendengar penuturannya. Kulihat Taeyeon eonni masih saja serius dengan pekerjaannya –mendandaniku. “Apakah sudah selesai eonni?”

 

“Sebentar lagi sayang. Kau harus terlihat sempurna dihari bahagiamu ini.” Taeyeong eonni mengerling kemudian memoleskan pewarna yang berwarna merah muda itu ke permukaan bibirku.

 

“Sempurna. Sekarang ganti pakaianmu dengan gaun ini” ia menyodorkan gaun berwarna gading dengan beberapa manik-manik berbentuk mutiara yang melilit bagian pinggang gaun ini. Sangat simple namun tetap terlihat elegant. Bagian belakang gaun ini juga tidak terlalu panjang, tapi tidak pendek juga.

 

“Ehm, oppa. Keluar dulu. Aku mau ganti pakaian.” Sungmin oppa kemudian keluar dan segera saja aku mengganti pakaianku. Tenang saja, Taeyeon eonni membantuku mengenakan gaun ini.

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

Author’s POV

 

Semua tatapan para tamu tertuju pada dua orang manusia yang sedang berjalan menuju altar. “Appa, aku gugup.” Chanseul terus menatap lurus kedepan sambil menggandeng lengan appanya.

 

“Tenanglah, semua orang pasti gugup menjelang pernikahan mereka.”

 

Chanseul tersenyum “Jangan lepaskan aku sebelum aku sampai kedepan altar, appa. Aku takut dengan tatapan mereka.”

 

“Heh, mereka menatapmu kagum sayang. Kau sangat cantik hari ini. Tidak perlu takut.” Langkah mereka terhenti didepan altar. Tuan Lee melepaskan tangan Chanseul dan memberikannya kepada Kyuhyun yang sedari tadi tidak berhenti tersenyum dan berdiri di depan altar ini. “Bahagiakan anakku, Kyu.”

 

“Ne, abeonim” hanya kata itu yang terlontar dari mulut Kyuhyun. Chanseul mensejajarkan posisinya dengan Kyuhyun dan menghadap ke altar didepannya yang sudah berdiri seorang pendeta. “Kau sangat cantik, honey”

 

Pipi Chanseul kembali merona mendengar bisikan Kyuhyun yang sangat pelan namun tetap terdengar jelas ditelinganya.

 

“Baiklah. Saudara Kyuhyun, apakah anda siap?” Pendeta memulai pemberkatan ini. “Ne, saya siap”

 

“Saudari Chanseul, apakah anda siap?”

 

“N-ne, saya siap” Chanseul begitu gugup menjawabnya.

 

“Saudara Cho Kyuhyun, bersediakah anda menikah dengan saudari Lee Chanseul dan selalu bersama saat suka maupun duka. Saat sehat maupun sakit?”

 

“Ne, saya bersedia”

 

“Saudari Lee Chanseul, bersediakah anda menikah dengan saudara Cho Kyuhyun dan selalu bersama saat suka maupun duka. Saat sehat maupun sakit?”

 

“Ne, saya bersedia”

 

“Dengan janji ini, kalian sah sebagai sepasang suami-istri dihadapan Tuhan” Ucapan si pendeta membuat para tamu yang menyaksikan sepasang kekasih ini bertepuk tangan meriah.

 

Kyuhyun memasangkan cincin kejari manis ditangan kanan Chanseul begitupun sebaliknya. “Silahkan mempelai pria, anda boleh mencium istri anda.”

 

Teriakan dari tamu mulai terdengar. Perlahan Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke arah Chanseul. Kedua tangannya menggenggam tangan Chanseul. Hingga akhirnya bibir tebal Kyuhyun menempel ke permukaan bibir Chanseul yang merah muda karena polesan lipstick. Kyuhyun mendiamkan bibirnya beberapa saat. Kemudian memainkan bibir Chanseul pelan dan segera melepaskan tautan bibir mereka karena tidak mau terlalu lama menjadi tontonan orang-orang.

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

Resepsi berlangsung setelah acara pemberkatan itu. Kyuhyun dan Chanseul tak hentinya tersenyum sambil menyambut tamu-tamu undangan yang mengucapkan kalimat yang sama kepada mereka.

 

“YA! Chukkae kalian berdua! Setelah 3 tahun pacaran, kalian menikah juga hahaha” Donghae mengucapkan selamat –yang sudah kesekian kalinya didengan oleh Kyuhyun dan Chanseul dari tamu lain- kepada Kyuhyun dan Chanseul.

 

“Tentu saja, hyung. Aku sudah merencanakan pernikahan ini sejak lama. Dan baru sekarang aku mewujudkannya.” Kyuhyun membalas ucapan Donghae semangat. “Ya, jangan lupa keponakan untukku.” Donghae berbisik kearah Kyuhyun dan tersenyum evil.

 

“YA! Aku mendengarnya!!” Chanseul berseru sambil memalingkan wajahnya karena memerah.

 

“Aigo~ tidak usah malu-malu seperti itu denganku sayang” Kyuhyun menunjukkan smirknya dan membuat pipi yeoja itu semakin merona. “Ish, bisakah kau diam sekarang?”

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

@Kyuhyun and Chanseul’s Apartment

 

Kyuhyun’s POV

 

“Yeobo, akhirnya rumahku menjadi milikmu juga.” Aku mulai menyandarkan tubuhku diatas sofa dikamarku yang kini akan dihuni juga oleh istriku. Oh ototku kaku karena terlalu lama berdiri saat resepsi tadi.

 

“Yeobo? Kau memanggilku yeobo?” Chanseul menatapku tajam. Ia masih duduk didepan meja rias. Menghapus make upnya, tentu saja.

 

“Wae? Shireoyo? Kau istriku. Aku lebih suka memanggilmu seperti itu yeobo.” Aku memeluknya dari belakang dan meletakkan daguku dibahu kirinya. Kurasakan tubuhnya sedikit bergetar. Dia menggunakan gaun dengan bahu terbuka,  tentu saja aku dapat mencium aroma tubuhnya.

 

“A-apa yang kau lakukan? Aku sedang menghapus make up ku, pabo!”

 

“Kau selalu begitu kalau gugup. Aku suka rona merah alami dipipimu itu yeobo” aku mengecup singkat pipinya dan segera masuk kedalam kamar mandi. Aku masih bisa mendengar teriakannya yang hendak memprotes karena aku menciumnya. Aku yakin pipinya pasti semakin merona.

 

Chanseul’s POV

 

Jantungku berdetak tak karuan sedari tadi. Aku tersenyum sendiri mengingat apa yang ia lakukan barusan. Memelukku dari belakang dan menggodaku. Ish ia selalu saja membuat pipiku memanas. Mengecupku tiba-tiba dan dengan tidak bertanggung jawab malah melarikan diri kekamar mandi.

 

Entah berapa lama aku tersenyum seperti ini sembari menyentuh pipiku yang tadi dikecupnya. “memikirkanku ,eh?”

 

Kyuhyun menyadarkanku dari lamunannya. Omo! Bahkan ia hanya memakai handuk saja yang menutupi bagian pinggang hingga kebawah aku memalingkan wajahku tidak mau melihat tubuhnya yang menurutku cukup err… sixpack? “C-cepat sekali mandinya, oppa?” ekor mataku masih bisa melihat ia sedang mengambil pakaian dari tumpukan baju yang ada dilemari itu. Hanya mengenakan kaos yang bagian lehernya berbentuk V dan celana tidurnya yang diatas lutut.

 

“Giliranmu sayang, jangan mandi terlalu malam nanti kau sakit.” Kyuhyun oppa tersenyum begitu manis menurutku. Ia selalu perhatian kepadaku dan itu membuatku semakin mencintainya. “Ne, arraseo oppa.”

 

Aku beranjak dari tempat dudukku kemudian melangkah masuk kedalam kamar mandi yang tidak jauh dari jangkauanku. Setelah berlama-lama dikamar mandi,akhirnya aku keluar dengan mengenakan kaos lengan panjang yang kelonggaranku dan celana tidur pendek diatas lutut.

 

Kulihat Kyuhyun oppa merebahkan dirinya diatas kasur itu. Kasur yang akan kutempati juga dengannya. Bagaimana ini? Aku gugup sekali.

 

“Kenapa berdiri saja? Kau tidak lelah?” Kyuhyun oppa menatapku dan menyuruhku untuk menghampirinya. Aigo jantungku.

 

“Ne, oppa.” Aku menghampirinya dan merebahkan tubuhku menghadap ke langit-langit diatas. Apa yang harus kulakukan sekarang?

 

Author’s POV

 

“Sudah siap?” Kyuhyun memiringkan tubuhnya menghadap Chanseul dengan tangan kiri menopang kepalanya. Chanseul yang sedang memejamkan mata langsung terkejut dan mengerjap beberapa kali berusaha mencerna kalimat –yang sama sekali tidak tercerna- yang barusan keluar begitu saja dari mulut namja yang menjadi suaminya ini.

 

“Maksudnya?” Chanseul bingung. Ia tidak mengerti maksudnya. Aigo istriku begitu polos. Batin Kyuhyun. Smirk itu keluar dari wajah tampan Kyuhyun.

 

“Kau tidak mengerti yeobo? Apa perlu aku menjelaskannya?” Kyuhyun masih memperlihatkan smirknya. Wajahnya mendekat kearah Chanseul membuat Chanseul bergidik ngeri.

 

“A-apa mau mu, oppa?” Kyuhyun menghentikan gerakan wajahnya yang mendekat kearah Chanseul. “Mauku? I want you honey”

 

Kyuhyun mengerling. Tidak! Jantungku kembali berulah. Batin Chanseul. Wajahnya merona karena mengerti maksud Kyuhyun sedari tadi.

 

“Kau tau chagi? Aku sangat mencintaimu lebih dari apapun didunia ini. Aku senang karena aku benar-benar menikah denganmu.” Kyuhyun mengelus helaian rambut Chanseul dengan lembut.

 

“Nado oppa. Aku sangat mencintaimu. Seperti sepotong pakaian. Aku selalu membutuhkanmu seperti pakaian. Dan tidak bisa jauh darimu seperti pakaian. Kekeke,” Chanseul terkekeh sendiri menyadari ucapannya yang konyol menurutnya. Kyuhyun disamakan dengan pakaian.

 

“Saranghaeyo, Chanseul-ah”

 

“Mm, nado saranghaeyo, op-mmpph” belum selesai ucapan Chanseul, Kyuhyun sudah melumat bibir pink Chanseul dengan lembut. Yeoja itu terkejut. Ia berusaha mendorong dada namja itu. Tapi tetap saja Kyuhyun tidak melepaskan tautan bibirnya.

 

Ketika nafas mereka sama-sama habis, barulah Kyuhyun melepaskan bibirnya. “Apa yang kau lakukan, eoh? Kau menciumku tanpa ijin!?”

 

“YA! Apakah aku harus meminta ijin untuk mencium istriku sendiri? Bahkan sejak kita mengucapkan janji tadi pagi, bibir ini sudah menjadi milikku.” Ucapan Kyuhyun sambil mengusap pelan bibir Chanseul. Rona itu kembali datang ke pipi Chanseul.

 

“Siap atau tidak, aku akan melakukannya sekarang, chagi.” Kyuhyun mengeluarkan smirknya lagi.

 

“Mwo!? YA! Shireoyo! Jangan sekarang op-mmph”

 

 

END

 

Gimana? Aneh kah? Feelnya pasti gadapet ya? Alurnya pasti terlalu menstrim ya? Kecepetan ya? Ngebosenin ya? Comment ya. Kasih tau aku dimana yang kurang supaya aku bisa memperbaikinya  di ff berikutnya. Terima kasih sebelumnya karena sudah rela meluangkan waktunya untuk membaca ff ku yang masih abal-abal. Gamsahamnida *bow.

4 Comments (+add yours?)

  1. LisaJuly89
    Apr 15, 2015 @ 07:03:04

    kirain kyuhyunnya bakal mati, great story author🙂

    Reply

  2. esakodok
    Apr 15, 2015 @ 10:01:53

    arghhh…bang kyu disini romantis bgt…kaya kerasuka donghae oppa
    hahahaha

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: