Marry Me… (Happy Wedding) [14/?]

Title : Marry Me… (Happy Wedding) Part 14

Author : Nyonya Cho

Main Cast : Shin Sang Ri

Cho Kyuhyun

Lee Donghae

Support Cast :

Rating : PG 16

Genre : Romance, family, sad, angst, happy/sad ending.

Length : Chapter

Warning! : DILARANG meng-COPY KESELURUHAN dan SEBAGIAN TULISAN ini untuk KEPENTINGAN APAPUN karena saya tidak meng-IZINKANNYA karena saya anggap itu PLAGIAT.

Ini hanya ff, dilarang melakukan pernikahan kontrak hahaha

Ps : Dengan rajinnya aku posting ff semoga kalian tambah rajin komen di blog.

 

Sebelumnya…

Author POV

Sesungguhnya pagi ini Lee Donghae ingin sarapan di rumah Kyuhyun karena sudah merindukan masakan buatan SangRi, karna sudah lama sekali sejak pasangan itu kembali tinggal dirumah besar keluarga Cho ia tidak pernah mencicipi masakan adiknya. Ia sedikit menambahkan alasan pekerjaan agar Kyuhyun tidak tersinggung dengan kedatangannya –Donghae selalu mencium gelagat yang tidak mengenangkan jika dirinya terlalu akrab dengan SangRi.

Baru sampai beberapa meter tiba di pintu gerbang rumah Kyuhyun ia melihat mobil SangRi keluar dari sana diikuti dengan mobil Kyuhyun dibelakangnya. Lantas Donghae berinisiatif untuk mengikutinya, dirasa janggal jika suami istri tidak berangkat bersama dengan mobil yang sama jika tujuannya sama menuju kantor.

Oppa, kau ada dimana? Bisakah kau membantuku?

Pesan singkat itu SangRi tujukan pada Lee Donghae setelah menghabiskan 1 jam perbincangan dengan Kyuhyun diruangannya. Pria berencana untuk sarapan di sebuah kafe dekat kantor.

Perjalanan ke kantor. Apa kau mendapat masalah?

Mobilku mogok. Bisakah Oppa membantuku..

_

“lalu apa solusimu?”

SangRi menceritakan masalah yang dihadapinya dengan Donghae. Setelah berpikir sebentar Donghae mengemukakan kata-kata bijaknya “bagaimana jika kau membawa ibumu tinggal dengan kalian ke rumah Kyuhyun? Bukankah staff rumah tangga kalian akan merawat ibu-mu 24 jam”

“aku takut merepotkan keluarga Kyuhyun?”

Kenapa SangRi merasa begitu?

Bukankah semua permasalahan suami-istri harusnya diselesaikan bersama?

SangRi merasa malu karena berasal dari keluarga miskin?

Lagi, lagi dan lagi aku menangkap hal yang mencurigakan kembali tentang rumah tangga adik kesayangan-ku ini.

Adakah hal yang serius kau sembunyikan dariku, SangRi?

Part 14

Author POV

“Kyuhyun pasti akan membantumu” kata Donghae meringankan bebannya.

Jika Kyuhyun benar-benar menganggapmu istrinya dia pasti akan membantumu.

“aku akan bicara soal ibuku padanya.. terima kasih Oppa” tutupnya sebelum ia bicara macam-macam tentang rumah tangganya. Rasanya sudah terlanjur menceritakan masalah yang begitu sederhana pada Oppa-nya.

Walaupun kelihatannya mudah tapi mengatakannya tidak semudah itu Oppa. Asal kau tahu hubungan kami tidak sebaik yang kau kira, pernikahan ini hanya palsu. Aku tidak mungkin lancangatau berani memintanya membantuku. Terlebih pernikahan ini akan berakhir, aku sudah terlalu banyak mendapat bantuannya. Aku takut pada akhirnya nanti, aku tidak bisa lepas darinya. Aku tidak ingin terjebak lebih dalam dengannya.

Usapan lembut Donghae SangRi rasakan di kepalanya “harusnya kau tidak mencariku untuk membicarakan masalah mudah seperti ini. Kyuhyun akan salah paham jika kau terus bergantung padaku. Beranilah terbuka padanya untuk membicarakan masalahmu, suamimu itu akan memperdulikanmu jika itu menyangkut keluargamu”.

Mendengarkan ini membuat SangRi tersindir, mungkinkah Donghae sudah malas mendengarkannya bercerita? Entahlah, SangRi hanya bisa menurut mendengar Oppa-nya itu yang begitu perduli dengan pernikahannya.

_

Mansion Cho Family

Shin SangRi POV

Malam ini aku sebenarnya tidak ingin pulang ke rumah besar keluarga Cho, pasti Kyuhyun akan bertanya macam-macam padaku setelah menangkap keganjilan-keganjilan yang kubuat pagi tadi. Aku tidak tega membohongi haemolni, jung ajumma dan suamiku terus menerus. Biasanya aku akan pulang bersama Kyuhyun dan makan malam bersama mereka. Tapi sekarang tidak bisa kulakukan lagi untuk sementara waktu, perhatianku sekarang harus terpecah demi mengurus ibuku yang sedang sakit. Kuharap mereka mengerti keadaanku sekarang.

Langkah kakiku terhenti ketika melihat Kyuhyun turun dari tangga utama kediamannya, ia sedang berbincang serius melalui sambungan ponselnya tanpa menyadari kehadiranku yang telah berdiri jauh darinya.

“…besok persiapkan berkas perceraianku, untuk sementara lakukan itu saja. Rahasiakan ini dari siapapun. kau mengerti?”.

Deg.

Langkah kakiku terhenti usai mendengarkan pembicaraan samar suamiku. Aku menatapnya datar untuk menyembunyikan keberadaanku disini, semoga saja ia tidak melihat kehadiranku disini, walaupun itu tidak mungkin. Aku tidak tahu harus melakukan apa bila nanti kami bertatap muka dengannya. Aku tidak akan mungkin bisa menatap matannya dengan melemparkan senyuman setelah tahu apa yang sedang dibicarakannya.

Kyuhyun akan menceraikanku…

Dan benar, akhirnya Kyuhyun menemukanku berdiri kaku ditengah keremangan.

“kita bicarakan ini lain kali..” katanya terburu mengakhiri sambungan ponselnya.

Tubuhku yang membeku akhirnya kupaksakan untuk berjalan kearahnya, matanya menyala usai menyaksikanku yang sudah kembali pulang ke rumah. Ia menatapku penuh selidik dengan mimik wajahnya yang sedingin es kutub, mencoba menyembunyikan kecurigaannya padaku soal percakapannya barusan, seolah-olah melakinkan diri jika tidak ada satu katapun yang kudengar. Memang seharusnya Kyuhyun bersikap santai seperti ini.

“maaf aku pulang terlambat” sapaku sambil menunduk, sekedar berbasa-basi padanya.

Itu haknya jika ingin menceraikanku. Aku tidak akan membantah ataupun memohon padanya untuk menunda menceraikanku. Semua itu sudah tertulis dibutir-butir perjanjian pernikahan kami. Aku akan menerima apa saja yang menjadi keputusannya.

Shin, cepatlah bangun dari mimpi indahmu..

Jangan bermimpi dengannya lagi.

Pria ini akan menceraikanmu..

_

“kau sudah lupa dengan peraturan dirumah ini?” tanyanya yang terkesan menyindirku saat aku melewati tubuhnya.

“maaf, aku sibuk dengan tugas perkuliahanku” jawabku yang mengerti dengan masudnya. Aku mengabaikan peraturan rumahnya dan tidak member kabar apapun.

“benarkah? aah.. lebih tepatnya kau sibuk bersama dengan Oppamu itu, kan?..” katanya ingin beradu argument denganku. Langkahku langsung tertahan dibelakangnya.

“aku tidak mengerti maksudmu?”.

Aku berdiri masih membelakanginya, menyelamatkanku yang tidak akan bisa sanggup bertatap muka dengannya.

“akhir-akhir ini kau berubah dan kau terlihat seperti menyembunyikan sesuatu. Apa ada yang ingin kau jelaskan Shin, sebelum haemolni yang menanyakannya langsung padamu?” tanyanya balik terdengar datar.

Syukurlah.. Kyuhyun tidak maksud memulai perdebatan.

“apa haemolni yang menanyakannya padamu? kau mengkhawatirkan Donghae lagi? Aku sudah jarang menemuinya asal kau tahu” jujur aku tidak enak jika haemolni tidak suka dengan perubahan sikapku dan menanyakannya pada Kyuhyun.

Dan mengenai Donghae? aku berbohong –lagi padanya.

Ia menghela satu nafas panjang, kuharap Kyuhyun tidak tahu soal ini “mungkin bagimu.. pernikahan ini hanya pernikahan kontrak, tapi bukan berarti kau tidak memperdulikan orang-orang didalamnya Shin..”.

Katanya yang terdengar sekali tidak ingin melanjutkan percebatan bersamaku. Dia marah padaku, Kyuhyun marah karena perubahan sikapku. Itu terbukti dari bahasa yang digunakannya sangat formal, marga keluargaku. Ia marah dan aku tahu itu.

Kyuhyun meninggalkanku sendiri dikegelapan, ia pergi begitu saja usai mengatakan kata-kata yang sangat menyakitkan untukku.

Jadi inikah maksud Kyuhyun ingin menceraikanku?

*

Kyuhyun & SangRi Room.

Setelah mendapat kabar yang mengejutkan pagi ini, aku langsung bergegas pergi untuk melihat keadaan ibuku yang sedang dirawat di rumah sakit. Tetangga yang kumintai tolong pagi-pagi sekali menghubungiku untuk segera datang ke rumah sakit karena kondisi ibuku kembali seperti kemarin.

“kau tidak juga mengerti kata-kataku semalam?” geram Kyuhyun yang melihatku tidak menghiraukannya dan terlalu sibuk merapihkan segala sesuatu yang kubutuhkan untuk kegiatanku hari ini. Kuyakin ia sedang marah karena aku tidak juga mengerti dengan nasihatnya semalam.

Ini pertanyaan yang harus kujawab panjang lebar yang akan membuatku tidak cepat menyusul ibuku di rumah sakit. Kyuhyun tidak mungkin menerima begitu saja apa yang akan kujelaskan padanya tentang kebohonganku selama ini. Ia akan menuntutku untuk menjelaskannya secara rinci saat ini juga.

Terlebih aku tidak ingin ia mencampuri keluargaku setelah tahu aku akan diceraikannya sebentar lagi. Aku tidak ingin ibuku bersedih jika tahu pernikahan kami tidak akan bertahan lama.

“aku terburu-buru, ada sesuatu yang harus kubereskan”

“bisa katakan dengan jelaskan apa yang membuatmu terburu-buru sepagi ini?”

“aku bisa jelaskan itu nanti, kumohon ijinkan aku pergi?” ujarku dengan sedikit mengiba.

Tapi sepertinya Kyuhyun tidak berselera menanggapi permintaanku, karena tidak ada jawaban darinya.

“sampaikan ketidak hadiranku pagi ini pada haemolni. Aku pergi” pamitku sebagai rasa kesopananku padanya.

Maaf. Aku tidak ingin kau menunda perceraian hanya karena kesehatan ibuku.

_

Seoul,

Wooridul Spine Hospital

Sesampainya dirumah sakit aku langsung bertemu dengan ajumma tetangga yang membantuku merawat ibuku. Umma sudah diunit gawat darurat untuk mendapat pertolongan dari dokter. Aku cemas sekali karena semalam sebelum aku pergi umma sudah lebih sehat, yang kupikir ibuku sudah mulai membaik, ternyata perkiraanku salah.

“ibu, kau baik-baik saja? maaf aku tidak tahu kau akan bertambah parah setelah kutinggalkan semalam..”

Ibuku tersenyum lemah diatas ranjang rawatnya “ibu baik-baik saja.. kau tidak perlu terburu-buru untuk menemuiku.. kau harus mengurus rumah tanggamu, bekerja dan kuliah, kau bisa datang setelah itu SangRi..” nasihatkan omma padaku.

Aku menggeleng sedih mendengar betapa pelannya suara lembut keibuannya “aku ingin memastikan sendiri kondisi ibu..” sebisa mungkin aku menahan tangisku.

“apa suamimu tahu kau disini?” tanyanya yang sukses membuatku terdiam.

Kyuhyun, ibu menanyakannya?

Ya tuhan, tentu saja SangRi.. dia itu suamimu!

Tentu ibumu akan menanyakan suamimu juga, SangRi.

“aku lupa memberitahunya soal ibu. aku ingin menemui ibu, aku sangat mengkhawatirkan ibu..” bibir pucatnya kembali mengulas senyuman untukku. Aku menyesal sebagai putri tirinya yang jarang menemuinya dirumah, sampai tidak tahu jika kesehatan sedang menurun.

“ibu tidak apa-apa. suamimu pasti berpikir kau tidak mengurusnya?”

“jika tidak sibuk, aku akan membawanya menjenguk ibu..” putusku mencoba berdamai dengan keadaan. Ibu harus banyak beristirahat, tidak boleh banyak berbicara dan memikirkanku.

“ibu mengerti kesibukkan suamimu.. tidak perlu memaksakan, ibu tidak ingin merepotkan..”

Aku mengangguk sekedar mematuhinya. Tangisku tumpah mengingat perbedaan alasan kami untuk tidak membawa suamiku kemari. Ibu mengerti akan kesibukkannya sementara aku tidak ingin ia terlibat langsung dengan keluargaku lagi. Kuharap ibu tidak sedih mendengar kabar tentangku nanti yang akan bercerai.

Akan ada hari dimana aku akan memulai kehidupan baruku bersamanya lagi.

_

Cho Group Tower

C.E.O Office

“jadi apa yang kau lakukan selama ini SangRi..?”

“ini tentang ibuku, masalah keluargaku. bisakah kau tidak menanyakan hal pribadi padaku.”

“benarkah? kenapa kau tidak mengatakannya padaku? aku suamimu..”

“kau suamiku… hanya didalam kontrak” putusku menyelanya.

“Bukankah kau sendiri yang menuliskan dalam kontrak untuk tidak mencampuri urusan masing-masing? Aku pikir kau tidak lupa dengan perkataanmu itu” ingatkanku pada perjanjian yang telah kami buat.

“terima kasih untuk mengingatkannya, tapi kau bisa mengatakan dengan jujur padaku apa yang kau lakukan akhir-akhir ini, bukannya membuat haemolni dan jung ajumma bertanya-tanya padaku..”

Aku menolak beradu pandang dengannya “akhirnya kau merasakan apa yang kurasakan, Kyuhyun.. mereka juga menanyakanmu padaku apa yang kau lakukan selama berhari-hari saat tidak dirumah..” Kyuhyun menatapku tajam usaiku katakan apa yang dulu pernah kurasakan. Karena sekarang ia mengaku kalah.

“bicarakan ini denganku, apa ibumu baik-baik saja?” tanyanya mencoba baik padaku.

“ibuku baik-baik saja..” jawabku singkat.

“apa kau akan seperti ini terus, SangRi? membiarkan haemolni selalu mengkhawatirkanmu?” tanyanya yang tidka terima jawaban singkatku.

“tidak akan lama, aku pastikan itu”.

“apa yang sebenarnya terjadi. Apa ibumu sakit?” tebaknya tepat sekali.

“kau mencari tahu tentangku lagi? aku bisa mengurusnya sendiri..”

“kita bisa pergi bersama jika kau ingin menyusul ibumu” bujuknya mencoba lebih berbaik hati.

Bila semalam aku tidak mendengar pembicaraannya soal perceraian sudah pasti aku akan menerima niat baiknya tapi tidak dengan sekarang, kami akan berpisah dan aku tidak ingin semakin terbebani dengan segala kebaikkannya padaku. Aku harus segera membuang semua perasaanku padanya.

“tidak perlu mengkhawatirkannya. aku sudah mewakilimu sebagai menantunya.. ibu-ku mengerti kau sangat sibuk, aku sudah memberikan alasan itu atas ketidakhadiranmu disana” ucapku dingin yang kuyakini amarahnya pasti terpancing.

“kau mengatakan itu! Apa kau pikir ibumu tidak kecewa jika menantunya tidak datang menjenguk? Cobalah untuk membicarakan padaku sebelum memutuskan sesuatu SangRi.. aku tidak ingin dianggap menelantarkanmu karena kecerobohanmu berpikir!”

 

Cho Kyuhyun POV

“kurasa aku tidak perlu membicarakannya denganmu. Sebentar lagi kita akan berpisah dan kupikir ibuku akan lebih kecewa jika tahu kita hanya ingin memperlihatkan rumah tangga yang harmonis”.

Ya tuhan, apa semalam.. SangRi mendengarnya?

Hening beberapa saat sampai akhirnya aku berani membuka suara “jadi semalam kau mendengar pembicaraanku?” dengan ekspresi datar aku menatap tidka percaya padanya.

“maaf sebelumnya, aku tidak sengaja mendengar pembicaraan pribadimu”.

“…”

Demi Tuhan.

Aku tidak benar-benar merencanakannya SangRi..

Aku tidak bermaksud melakukannya…

“aku bisa menjelaskannya pada haemolni, aku akan mengurus ibuku sampai benar-benar sembuh dulu. Maaf bila aku menyulitkanmu lagi”

“…” tidak ada yang bisa aku katakan dan lakukan untuknya, tidak bisa membantah ataupun mencengahnya pergi.

Gadis itu berhasil membuatku terlihat bodoh –lagi.

*

Mansion Cho Family

Living Room

“Kyuhyun, apa kau tidak pernah mengeluhkan kesibukan istrimu?” tanya nenek yang kutahu sudah begitu resah dengan perilaku SangRi yang makin menjadi hari-kehari.

Semalam, ia tidak mengabariku untuk tidak pulang ke rumah setelah memintaku untuk tidak membicarakan masalahnya pada haemolni –yang diakuinya mengurus ibu mertuaku. Dan bodohnya sebagai suami aku bahkan tidak menujukkan rasa perhatianku menanyakan kabar ibu mertuaku padanya.

Apa aku harus memberitahukan haemolni untuk memberitahu alasan sebenarnya?

Tapi jika aku memberitahukannya, itu berkemungkinan besar pernikahan kami harus dipertahankan paling tidak sampai beberapa bulan ke depan, itu artinya rencanaku kembali pada YooRa akan hancur berantakan.

“tidak. kami baik-baik saja, kami selalu mengerti kesibukkan masing-masing nek..” kataku yang ingin memperlihatkan hubungan yang harmonis.

Haemolni sengaja ‘membunyikan’ cutlerisnya seperti menujukkan rasa ketidak puasannya atas jawabanku “kalian terlalu menganggap remeh pernikahan.. itulah kenapa aku menyuruh kalian segera memiliki anak? Paling tidak istrimu tahu apa perannya dikeluarga ini” marahnya yang kutahu sudah dirasakannya sejak SangRi terlihat berubah.

Haemolni selalu menanyakannya setiap kali ia tidak pulang bersamaku, hal itu makin membuat hatiku merasakan apa yang nenek rasakan. Itulah sebabnya aku tidak jujur mengatakan kekhawatiranku padanya yang malah memakai alasan haemolni sebagai rasa kesepianku tanpanya.

Setelah hampir melewati satu tahun pernikahan dengan suka duka bersama. Aku kembali berpikir ulang tentang hubungan baik yang ingin kuakhiri diperpisahan kami nanti. Apakah aku akan sanggup melewati itu semua?

“kami sedang mengusahakannya, nek..” jawabku untuk menenangkannya.

“jung, apa aku harus percaya?.. andai saja istrimu mau mengalah untuk tidak terlalu sibuk? Mungkin saat ini aku sedang menunggu kelahiran..ah atau bahkan sedang menimang cicitku..” frustasi haemolni yang begitu tinggi berhayal soal keturuannya. Beliau bahkan ikut mengajak jung ajumma setuju dengan apa yang ia katakan.

“dokter mengatakan kami sehat dan kami akan terus berusaha untuk mengabulkan permintaan nenek. kuharap nenek tidak menyinggung ini didepan istriku” kataku yang ingin mengingatkan jika suatu saat nanti haemolni tidak akan menyakiti istriku dengan cara seperti ini.

Aku tidak ingin SangRi memikirkan soal anak dipernikahan kami lagi, keputusanku sudah final. Aku tidak akan menghancurkan masa denpannya hanya karena keadaanku yang mengharuskannya.

“lalu kapan istrimu akan mengerti jika aku tidak membicarakannnya?!” balas haemolni yang terdengar sangat kecewa.

“kau tahu.. Aku sebenarnya tidak ingin mengatakan ini karena jujur saja aku menyukai istrimu, kyu.. Aku bahkan mengabaikan factor latar belakang keluarga, status sosial dan pendidikkannya saat kau mengatakan sangat mencintainya dan ingin segera menikahinya, aku pikir gadis pilihanmu ini akan membuatku segera mendapatkan keturuan keluarga Cho”

“nenek, maaf kami..”

“lalu, dimana istrimu sekarang? Sampai kapan kalian membuatku terus bersabar” sela haemolni yang sepertinya tidak suka kubantah.

“Apa kau tidak pernah menyinggungnya tentang perusahaan? Mengatakan apa yang sebenarnya kita harapkan dari pernikahan ini?! harusnya kalian tidak hanya melibatkan cinta dipernikahan ini, kyu.. ada perusahaan yang membutuhkan penerusmu”.

Melibatkan cinta? Faktanya aku terjebak perasaan yang mendapam padanya. Ini semua salahku, harusnya aku tidak bermain-main dengan pernikahan.

“…” aku tidak lagi bisa membantah ataupun menyangga, itulah yang bisaku lakukan sebagai cucu kesayangannya.

“kumohon kabulkan permintaan aku yang sudah tua ini.. aku akan lebih tenang mati jika nanti telah melihat dan menimang anakmu..” mulai lagi haemolni mengungkit-ngungkit tentang anak.

_

Author POV

Tower Cho Group

C.E.O Office

“Cho sajangnim.. Nyonya Shin tidak dirumahnya.. menurut tetangga mereka, ibu mertua anda sedang dirawat dirumah sakit” salah satu staff pribadi Kyuhyun sedang menjelaskan tentang keberadaan SangRi hari ini.

Dirumah sakit, apa belau sakit parah?

“dimana ibu mertuaku dirawat?” tanyaku cepat yang begitu menyesal sudah memikirkan macam macam tentangnya.

“disalah satu rumah sakit diseoul sajangnim…”

“cari tahu informasi dan aku akan memanggilmu untuk membantunya, kamu bisa kembali”

“ne sajangnim..”

Setelah staff kepercayaannya keluar dari ruangannya Kyuhyun segera mengangkat sambungan ponsel yang terus menerus memanggilnya.

YooRa, calling…

_

“kapan kau akan kembali?…” tanya Kyuhyun pada seorang gadis yang berjauhan tempat darinya. YooRa menghubungi kekasihnya untuk melepas rindu.

Wajah pria ini langsung berseri ketika sang pujaan hati akan memberikan kejutan padanya “kau ingin membuat kejutan untukku!… benarkah?…” dengan cepat ekspresi Kyuhyun berubah drastis, berbanding terbalik dengan jawaban ceria yang diberikan. Seperti menyembunyikan ketakutan kala gadisnya menyatakan akan menghubunginya saat ia menginjakkan kakinya di seoul.

“baiklah. kapanpun kau kembali, aku akan menjemputmu?…”

“terima kasih… Kyuhyun. Aku mencintaimu”

Unggapan cinta tulus dari YooRa berhasil membuat pria ini kehilangan senyumannya. Haruskah ia membalasnya?

“aku juga mencintaimu. YooRa…” ucapnya tipis sebelum menutup sambungan ponselnya.

“YooRa?” gumam seorang pria dengan ekspresi kepanikkan yang tidak sengaja mendengar beberapa perbincangan atasannya dari balik pintu –kebetulan sekali pintu ruangan Cho Kyuhyun tidak tertutup rapat.

Akhirnya pria itu mendapat jawaban yang menjadi pertanyaannya selama ini. Teman semasa kuliahnya masih menyimpan hubungan cinta bersama YooRa yang sudah diakui pria itu berakhir beberapa tahun lalu. Hal ini akan sangat menyakitkan adiknya jika tahu suaminya telah menciptakan api dipernikahan mereka.

Kyuhyun berbalik usai menyimpan ponselnya disaku celana, dan sialnya ia menemukan seseorang berdiri dibelakang pintu yang sudah melemparkan wajah kekecewaan padanya. Dia Lee Donghae –menolak beradu pandang dengannya.

“apa yang kau lakukan disana Lee Donghae?” matanya tajam terbelalak lebar mencurigai hyung-nya mendengar perbincangannya.

“merasa tertangkap basah?” sinisnya gamang yang tidak bisa membayangkan betapa terlukanya SangRi jika tahu suaminya sedang mempermainkan hatinya.

“k-kau mendengar..” jawab Kyuhyun gagap.

“semua.. aku mendengar semua percakapanmu, dengan. YooRa..” tegas Donghae penuh penekanan.

“jangan mencampuri urusanku..” acuhnya berusaha untuk tidak diurusi pria ini.

Donghae maju beberapa langkah, memberanikan diri menghampiri Kyuhyun yang berdiri tegap dihadapannya. Meskipun ia kalah tinggi tapi nyali Donghae tidak kalah untuk membicarakan masalah adiknya “mencampuri? Aku-mencampuri-kau-bilang! Kau lupa bahwa akulah yang menyerahkan SangRi padamu dialtar pernikahan mereka”

“maaf Lee Donghae, aku tidak bermaksud. itu tidak seperti yang kau dengar..” kilah Kyuhyun yang terlihat sekali terintimidasi dengan amarah Donghae.

“apa aku terlihat bodoh dimatamu, Kyuhyun-ah..” tanya Donghae yang ingin tahu seperti apa Kyuhyun menganggapnya selama ini.

“bukan begitu, aku dan YooRa..” sekali lagi Kyuhyun mengaku lemah diahadapan Donghae.

“Kau mau mengatakan bahwa kau tidak menyelingkuhi SangRi?! Begitu?!‘YooRa akan segera kembali!, dia akan memberimu kejutan!, kau akan menjemputnya! dan kau menutup percakapan kalian dengan ‘aku mencintaimu..!’ koreksi aku jika ada kekeliruan?!” jelas Donghae yang ingin mengingatkan dengan penuh penekanan apa yang sudah didengarnya tadi.

“…” tidak ada jawaban, Kyuhyun sudah benar-benar tertangkap basah sekarang.

Nafas Donghae memburu kala meneriakkan amarah pada atasannya, deru nafasnya kembali teratur ketika kembali mengingat kembali betapa ‘bahagia’nya SangRi ketika bercerita tentang ke hidupan rumah tangganya yang begitu manis untuk diingat. “jadi ini yang kau lakukan dibelakangnya.. kau menjadikan SangRi pelampiasan hatimu, huh? kau memanfaatkan kepolosan adikku?”

“Donghae, tidak seperti itu..” pinta Kyuhyun untuk tidak menyalahkannya, terlebih pintu ruangannya begitu terbuka memperlihatkan dirinya yang sedang direndahkan karyawan golongan enam seperti Donghae. Kyuhyun tidak bisa menahan malunya seperti ini.

Ekspresi Donghae mencibir apa yang baru saja Kyuhyun elakkan padanya. Bagaimana mungkin adiknya yang sangat sederhana dan polos dapat bertemu dengan pria seperti Cho Kyuhyun. Ini semua sudah menjawab beberapa pertanyaan yang terus berseliweran didalam kepalanya. Mungkinkah Kyuhyun menyembunyikan sesuatu yang besar dariku?

“apa YooRa tidak tahu status pernikahanmu?” tanyanya lagi demi mendapatkan kejelasan yang sejelas-jelasnya.

“…”

Kyuhyun tidak bisa menjawab, Donghae artikan itu sebagai jawaban ‘ya’ “kau luarbiasa Kyuhyun. kau menghianati istrimu ditahun pertama pernikahan kalian!” sindir Donghae yang ingin memuaskan hatinya merendahkan seorang Kyuhyun.

“aku tidak menghianati istriku?!” balasnya yang tidak ingin disudutkan seperti ini.

Donghae tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dipernikahan mereka dan Kyuhyun tidak suka dihakimi seperti sekarang. Pikirnya mungkin SangRi tidak akan semarah Donghae jika gadis itu yang berada diposisi Donghae sekarang. Kyuhyun bahkan tahu dengan jelas bagaimana SangRi bersikap ‘biasa dan santai’ saja saat bertatap muka dengan YooRa.

Dan bodohnya Kyuhyun tidak tahu seberapa kerasnya SangRi menutupi rasa sakitnya. Ia mungkin lupa bagaimana perasaannya sendiri yang begitu kacau mencari SangRi yang ditemukannya didepan Menara Eiffle, begitu dramatisnya sampai Kyuhyun lupa dengan itu semua.

“kau masih ingin berkilah?” ekspresi Donghae murka menatap mata suami SangRi.

“aku tahu sebagian kehidupan pernikahanmu.. asal kau tahu ia pernah bercerita tentang pertemuan kalian bertiga (SangRi, Kyuhyun dan YooRa) diprancis saat kalian berbulan madu, ia bahkan tidak menaruh curiga pada hubungan kalian berdua karena kepolosannya. Kau benar-benar berengsek Kyuhyun! Cih, jadi ini.. Alasan kau sering mengurungnya sendiri dirumah besarmu..” tebak Donghae yang terasa tepat sekali mengartikan ekspresi SangRi yang selalu terlihat lihai menyembunyikan betapa kesepiannya gadis itu tanpa seseorang menemani.

Maka dari itu Donghae disana, menemani SangRi kala Kyuhyun bersenang-senang dengan cinta lamanya bersama YooRa. Sungguh tidak berterima kasihnya Cho Kyuhyun yang malah menuduh istrinya dan Donghae bermain api dibelakangnya. Ia bahkan tidak sadar apa yang dilakukannya lebih nyata dari yang dituduhkannya.

Deg.

Kyuhyun terhempas dikursi kebesarannya yang kebetulan sekali tepat berada dibelakangnya.

Ia seperti paranoid saat Donghae begitu gamblang menceritakan dengan bangganya kehidupan rumah tangganya bersama SangRi. Bukankah mereka berdua sudah berjanji untuk merahasiakannya? Segala urusan ‘ranjang dan dapur’ mereka? Mungkinkah Donghae tahu soal kontrak pernikahannya?

Cepat-cepat Kyuhyun mengoreksi kecurigaannya, tidak mungkin SangRi berani mempermainkan perjanjiannya. Mungkin saja kemarahan Donghae ini murni karena kecerobohannya mempermainkan SangRi. Hal yang ditakutinya karena ia masih belum bisa berlapang dada kalau Donghae lebih baik memperlakukan istrinya sebagai seorang wanita.

“Donghae.. aku mencintai SangRi…” mata Kyuhyun kosong menatap hiasan yang terjejer rapih di atas meja. Bagi Donghae pernyataan cinta suami adiknya ini terasa hambar ditelinganya yang sebelumnya sudah membandingkan kata cinta dilontarkan Kyuhyun untuk YooRa.

Tuhan. Kuharap dugaanku salah…

Semoga SangRi tidak bertepuk sebelah tangan mencintai Kyuhyun…

“jangan memaksakan kehendak. Kau tidak bisa memiliki keduanya… pilih YooRa atau adikku?”.

Brakk.

Banting Donghae meluapkan amarahnya pada pintu ruang kerja atasannya. Rasanya ia tidak bisa terima bila akhirnya Kyuhyun memilih YooRa. Apa yang akan terjadi pada SangRi jika dirinya dibuang oleh suaminya sendiri.

Satu pertanyaan sulit dari Donghae mampu membuat Kyuhyun terpaksa berdiri diujung jurang yang sangat dalam.

SangRi atau YooRa…

Pilihan yang membuat Kyuhyun tidak bisa memilih sekarang ataupun nanti.

_

Lee Donghae POV

“Oppa kau kemari?” tanyanya terkejut melihat yang baru saja bertatap muka denganku. “Oppa, tahu aku kemari?”.

“suamimu bilang kau tidak bersamanya” bohongku demi melindungi Kyuhyun, pria itu memintaku untuk merahasiakannya. “aku datang ke rumahmu dan salah seorang tetanggamu mengatakan ibumu dirawat, jadi aku kemari”.

_

“Oppa sendiri kemari?” tanya SangRi ketika kami sudah duduk disebuah bangku taman yang sepi dari pengunjung. Waktu jam besuk telah berakhir dan aku mengajaknya untuk berbincang dengannya.

Aku menggeleng, menjawabnya dengan jujur “apa ia belum tahu ibumu dirawat dirumah sakit?” aku melemparkan tatapan seolah aku tak tahu jawabannya. Adikku ini pasti akan berkilah lagi demi melindungi suaminya, penipu seperti Kyuhyun tidak pantas untuk dimaafkan.

“suamiku sudah mengetahuinya”.

Hatiku sakit, teringat kembali kejadian diruangan Cho Kyuhyun. Rasanya pasti akan sedih sekali bila melihat airmata adikku sendiri menangis hanya karena seorang pria. Aku tidak akan sanggup melihatnya menagis didepanku meskipun hanya membayangkannya saja.

“dan dia belum datang menemanimu?! maaf, aku hanya kesal dengannya yang tidak menghargai dan perduli dengan keluargamu…” entah kenapa kekesalanku kembali tersulut karena mengingatnya.

“aku mengerti dengan kesibukkannya. Oppa jangan begitu padanya, biar bagaimanapun dia suamiku” kau terlalu baik SangRi. Apa kau akan tetap membela Kyuhyun jika kau tahu ia menghianatimu? Suamimu itu tidak pantas mendapatkan istri sepertimu.

“apa kalian bertengkar?” tanyaku hati-hati yang ingin tahu mengapa raut wajahnya tidak seperti biasa saat ia membela suaminya.

“…” bukan SangRi yang kukenal, aku melihat dengan jelas kemurungan diwajahnya saat aku menanyakan tentang ketidak hadiran Kyuhyun disampingnya.

“kali ini aku menebaknya dengan benar, bukan?..” putusku menjawab sendiri pertanyaanku.

“Oppa.. kami..”

Aku menolak beradu pandang dengan matanya untuk tidak terlalu serius dengan tebakkanku “entah kenapa aku sangat yakin kau sedang bertengkar dengannya..”

“Oppa..” gumamnya lemah menolak tebakkanku.

“kau ingin mengatakan ‘kami baik-baik saja?..’ bukan itu jawaban yang ingin kudengar lagi SangRi..”

“Oppa kami tidak..”

“aku tidak tahu apa yang sedang kau tutupi dariku, SangRi.. entah sejak kapan hatiku yakin kau menutupi dariku.. mungkin itu yang katakan orang tentang soulmate. Kau masih menganggapku sahabatmu kan?”

“tentu saja. kau satu-satunya sahabat yang kumiliki.. kau berpikir aku berbohong?”

“entahlah.. aku merasa kalian berdua seperti menutupi sesuatu dariku..”

“…” melihat keterdiamannya membuatku berhenti untuk tidak terlalu menekannya untuk berbicara padaku.

Aku segera berdiri untuk memberikannya waktu beristirahat, hari sudah larut malam. SangRi pasti lelah mngurus ibunya dirumah sakit “sudah malam, aku akan pulang.. sampaikan salamku pada ibumu..”.

SangRi tidak menjawabku ataupun berniat mengatarkanku sampai lobby rumah sakit. Ekspresi wajahnya datar tidak bisa kuartikan “…”.

“Oppa.. kau marah padaku?” Langkahku terhenti saat kalimat itu berseru ditelingaku.

“aku tidak tahu apa yang membuatmu tidak terbuka padaku, tapi aku yakin kau punya alasan kuat menyembunyikannya dariku”

“untuk sementara aku masih akan terus menyembunyikannya darimu.. Maafkan aku Oppa?”

“jangan meminta maaf padaku? aku yang harusnya meminta maaf jika suatu saat aku tidak bisa melindungimu sepenuhnya”

“apa karena kau akan menikah…”

“SangRi.. tidakah kau berpikir aku akan membantumu sesulit apapun? Aku bisa diandalkan untuk mendapatkan apa yang kau inginkan?”

“Aku tidak yakin, Oppa.. aku ragu pada diriku sendiri.. aku takut kau akan meninggalkanku”

Aku berbalik untuk menguatkan hatinya, mengusap lembut wajah sedih SangRi “kau mungkin lupa tugasku sebagai seorang Oppa. Aku akan membantumu, apapun itu..”

“Datang padaku… jika suatu saat, kau membutuhkan seseorang untuk mendengarkanmu menangis..”

_

Cho Kyuhyun POV

Hatiku begitu terluka saat lagi dan lagi menyaksikan perhatian Donghae yang begitu tulus memperlakukan istriku.

“kau mungkin lupa tugasku sebagai seorang Oppa. Aku akan membantumu, apapun itu..”.

Aku tidak bisa melakukan apapun agar pria itu tidak datang mendekati istriku. Donghae sudah tahu soal keserakahanku terhadap dua gadis yang terus berputar dikepalaku, mereka begitu berperan besar mengisi relung hatiku. Aku tidak bisa mengikuti emosiku yang memuncak melihat kemesraan mereka, rasanya sangat menyakitkan.

Dan akhirnya Cho Kyuhyun mengaku kalah dan menyesal pada gadis lugu seperti SangRi. Aku akan menceraikanya, dan akulah orang yang bertanggungjawab menghancurkan hidupnya.

Masihkah ada kesempatan untukku memperbaikkinya?

Bolehkah aku meminta maaf padaku SangRi…

“jangan kembali kalau kau tidak pulang membawa istrimu! arraseo?”

Kalimat perintah haemolni kembali terngiang dikepalaku. Gadis itu begitu hebat menghipnoti kami semua, ia mampu membuat haemolni berbalik mengkhawatrirkannya yang tidak kunjung kembali pulang ke rumah.

­­_

Seseorang yang akhirnya kuketahui itu SangRi, berdiri tidak jauh dariku yang bersandar lemah didinding kamar rawat ibu mertuaku.

Ya tuhan, Kenapa jantungku berdebar saat melihatnya. Meskipun wajah cantiknya sangat bersedih menemukanku muncul dihadapannya.

Boleh aku jujur mengatakan sesuatu?

Aku merindukannya..

“…” istriku diam, tidak berniat menyapaku. Matanya sedikit meredup seolah tidak berbahagia saat menatapku. Itu pantas ia lakukan, mengingat aku sudah merencanakan untuk menceraikannya.

“aku menunggumu sejak tadi” tanyaku tidak tahu harus menyapanya untuk pertama kali.

“maaf, aku tidak tahu kau disini..” jawabnya dingin namun masih ingin memperlihatkan keramahannya.

“kau tidak pulang karena marah padaku”

“…” hening sesaat sampai akhirnya ia membuka suara “bukan begitu, aku..”.

“ini semua salahmu.. harusnya kau jujur padaku tentang kesehatan ibumu, aku cukup baik untuk kau maanfaatkan SangRi..” kataku yang tidak ingin menujukkan rasa bersalahku padanya. Biar bagaimanapun aku harus berada dijalurku, tetap begini seperti sebelumnya.

“sebentar lagi kita akan bercerai dan aku tidak ingin berhutang banyak padamu”

“anggap ini kompensansi atas semua yang kau lakukan di pernikahan ini!”

“kumohon jangan membicarakan perceraian lagi.. konsentrasi saja pada kesembuhan ibumu, beliau harus cepat sembuh” kataku dengan gelisah, hal ini kembali membuatku menyesal sudah membuatnya pergi dari rumahku.

“baiklah.. permisi aku harus menyurus ibuku..”

“SangRi.. ibumu sudah tidak didalam” cegahku sebelum SangRi mendahului masuk ke dalam ruangan yang sebelumnya ditempati ibu mertuaku. “aku sudah mengurus administrasi perawatan ibumu. beliau sudah dipindahkan ketempat yang lebih layak, dokter ahli sudah memeriksa kesehatan ibumu”.

Mimic wajahnya terlihat jengkel dengan perbuatanku “Kyuhyun, aku tidak pernah memintamu..”

Aku maju beberapa langkah untuk menatapnya penuh ketulusan. Ia harus tahu bahwa ini tebusanku atas penyesalan dan tuduhan yang sudah kulakukan “Cobalah berdamai dengan keadaan.. anggap kita berada dipernikahan normal. sudah tugasku sebagai seorang suami, ikut merawat ibu mertuaku.”

“terima kasih..” ucapnya yang terlihat kebingungan harus membantah apa. “ibuku.. dimana dia sekarang?”.

_

Author POV

Setelah memastikan ibu mertuanya tertidur pulas Kyuhyun berniat kembali berbicara pada SangRi yang sedang membenahi selimut tidur ibunya “haemolni dan jung ajumma terus menanyakanmu dirumah” kata Kyuhyun yang tidak ingin mengganggu waktu istirahat ibu tiri SangRi.

“kau tidak berniat kembali?”

“…?” pikir SangRi dalam hati. Sepertinya suaminya ini sedang menawarkan perdamaian untuk ia kembali pulang.

“maaf, aku tidak bisa..” tolak SangRi dengan nada halus yang terdengar lemah, lemah karena lagi dan lagi SangRi teringat dengan persiapan berkas perceraian yang sudah disiapkan suaminya, rasanya seperti ada trauma jika disinggung soal rumah, haemolni dan pernikahan mereka.

“kenapa? Apa karena ibumu, tenang saja aku sudah meminta rumah sakit untuk merawat ibu..”

“bukan begitu” potong SangRi sebelum Kyuhyun berharap banyak padanya “aku sudah tidak bisa lagi tinggal disana. Kita akan bercerai”

Apa?

Bercerai?

Seperti hilang ingatan Kyuhyun terkejut saat SangRi mengungkit ‘kata perceraian’ yang dilontarkannya malam itu “apa maksudmu, SangRi?”

“aku ingat kau sedang mengurus berkas perceraian”

“kita bisa membicarakan ini diluarjika kau ingin membahas perceraian..”

“ sebaiknya aku tidak tinggal lagi disana, mereka akan bertanya-tanya jika kita tiba-tiba memutuskan untuk berpisah” kata terakhirnya semakin pelan tak terdengar.

“aku mengurusnya tidak untuk saat ini. biarkan kita mengurus kesehatan ibumu, rasanya tidak baik membuat kabar buruk untuknya”

“tapi.. bagaimana dengan YooRa?”

“itu urusanku, perceraian kita kupastikan tidak akan terjadi dalam waktu dekat”.

Kyuhyun sudah mempertimbangkan kemungkinan terburuk dan terbaik pernikahannya. Ia pasrah saja jika resiko terberat harus diterimanya. Pria ini masih belum yakin dengan keputusannya untuk menceraikan SangRi, rasanya keputusan itu begitu gegabah dan terburu-buru untuk dilakukan.

“seminggu lagi satu tahun pernikahan kita. Tidakkan kau ingin merayakannya bersamaku?..”. yang langsung direspon istrinya dengan tatapan tidak percaya.

SangRi tidak mengerti kenapa Kyuhyun berubah kembali menjadi sosok pria yang disukainya. Tentu saja gadis sepertinya sangat mau melewatkan satu tahun pernikahan bersama suaminya. Hati terdalamnya begitu berbunga ketika sang suami menawarkan hal indah yang kemarin dipikirkannya sangat tidak mungkin.

Bukankah lebih baik membiarkan mereka melewatkan satu tahun pernikahan dengan kebahagiaan?

Semoga saja dari sini Kyuhyun akan lebih berani mengakui perasaan dan mengambil keputusan yang menjadikan mereka bersatu. Membuat lagi, lebih banyak moment-moment indah yang makin membuat mereka benar-benar terikat seutuhnya.

“sudah malam, kau tidak ikut denganku (pulang)?” ajaknya sekali lagi sebagai senjata terakhirnya.Ia tidak akan memaksa.

“apa haemolni begitu khawatir padaku?” Kyuhyun mengangguk. Berharap banyak SangRi akan luluh dan ikut pulang bersama.

“apa haemolni marah padaku karena menghilang?” gumam SangRi datar yang berpikir pasti haemolni akan marah padanya karena meninggalkan rumah tanpa pamit.

“haemolni menyalahkanku, aku patut disalahkan karena tidak bisa mendidik istriku dengan baik..” jelas Kyuhyun singkat yang ingin memberitahukan istrinya apa saja yang sudah dikatakan haemolni padanya.

“maaf..” maaf SangRi untuk Kyuhyun yang sudah baik melindunginya.

“baiklah.. aku akan pulang, kau mungkin ingin menemani ibumu.. ” putusnya yang dikiranya SangRi tidak ingin ikut pulang bersama.

SangRi menatap Kyuhyun yakin “terima kasih.. kau membelaku dari haemolni. aku akan pulang denganmu?”

“apa? Benarkah?”

*

Masion Cho Family

Shin SangRi POV

Pagi ini aku berniat membuat fruit Tartlet, sebagai bentuk penyesalanku pada haemolni dan ajumma karena meninggalkan rumah tanpa pamit. Kebetulan sekali aku baru bisa membuat makanan ini sekarang, setelah kesembuhan ibuku.

Kyuhyun memberitahukan soal kesehatan ibuku pada haemolni. Ia mengatakannya saat sarapan pertamaku diminggu ini. Haemolni dan jung ajumma memintaku untuk diantarkan menjeguk ibuku yang dirawat dirumah. Syukurlah pertemuan itu berjalan baik-baik saja tanpa ada yang tahu tentang hubungan aku dna kyuhyun yang sempat memburuk.

Camilan ini rencananya akan aku suguhkan untuk menemani haemolni dan jung ajumma berbincang di waktu ‘tea time’ sore hari nanti. sebagai bujukkanku agar haemolni tidak memecatku dari perusahaan karena kesibukkanku sebagai mahasiswa yang menurutnya sudah sangat memberatkanku. Beliau memarahiku karena lebih mementingkan kehidupanku sendiri. aku merasa benar-benar bersalah dan egois setelah haemolni mengatakannya.

“kau sudah bangun?” sapaku langsung pada suamiku yang sedang menuruni tangga dalam keadaan rapih. Sepertinya ia akan pergi?

Penampilannya terlihat rapih, seperti akan pergi keluar rumah. Sangat tampan, meskiku sadar penampilannya selalu luar bisa disegala kesempatan. Bukankah ini hari libur? Apa ia akan pergi keluar?

 

 

 

“pagi..” sapaku saat ia menghampiriku yang sedang berkutat didalam dapur mewahnya.

“dimana nenek?” tanyanya langsung, senyum merekahku sedikit turun saat ia memilih menanyakan haemolninya padaku.

“pagi-pagi sekali mereka (haemolni dan jung ajumma) pergi ke kebun anggur..”

Aku teringat sesuatu yang baru saja kuhangatkan didalam microwave “makanlah.. sarapan pagi ini mereka (staff rumah tangga) membuatkan sandwich” aku menghidangkan Sandwich aneka isi padanya, yang sebenarnya kubuat sendiri dengan tanganku.

Aku tidak ingin Kyuhyun tahu aku yang membuatkan khusus untuknya. Rasanya malu sekali mengakui Sandwich ini buatanku, aku tidak ingin ia berpikir aku sangat perhatian sekali padanya. Walaupun saat dulu aku selalu memasakkan makanan untuk kami berdua. Anggaplah ini tebusan rasa terima kasihku padanya yang telah menggelontorkan dana untuk biaya rumah sakit ibuku.

Semoga ia menyukainya.

Karena aku membuatkan special.

Dengan bumbu cinta didalamnya.

Sementara aku sibuk menyembunyikan senyumku aku memutuskan membalik tubuhku melanjutkan kegiatan memasakku, Kyuhyun duduk manis dipantry sambil memakan makanannya dengan lahap –kaca matanya sudah tergeletak dimeja dapur “ini sangat enak.. tidak seperti sandwich biasanya?” katanyanya yang terdengar ingin menanyakan pendapatku.

Benarkah?

Deg.

Yang sukses membuat pipiku memerah karena malu.

Harusnya aku membuat seperti yang mereka biasa buatkan!!

“apa yang sedang kau lakukan? kau tidak ikut dengan mereka?” tanyanya bertubui-tubi sambil melihat kesibukkanku “tidak, aku ingin dirumah saja” jawabku singkat yang masih terbayang betapa ramahnya suamiku hari ini.

“mereka tidak mengajakmu?” aku menggeleng “ke kebun anggur? pasti jauh sekali.. aku ingin membuatkan makanan untuk mereka. apa nenek menyukai fruit tarlet?”

“nenek menyukai apapun, asalkan itu tidak berpengawet.. apa kau tidak tahu dimana kebun anggur keluarga kami?”

“aku tidak tahu”

“kau tidak tahu?! letaknya tidak jauh dari rumah ini, SangRi?” yang dibalasku dengan gelengan kepala.

Kyuhyun ikut menggeleng seolah menyesal telah menikahku. Entah apa yang salah dengan jawabanku tadi “kau yakin tidak pernah melihat kebun disepanjang jalan dekat rumahku?”

Pelan-pelan aku mulai mengingat jalan rumah ini. benarkah ada kebun anggur disini?

“pasangan tua itu ingin menghabiskan masa tuanya disini..” sambil tersenyum Kyuhyun mengenang mendiang kakeknya.

_

Author POV

Setelah sukses membangun perusahaan, kakek Kyuhyun memutuskan untuk membeli sebagian kebun anggur ini untuk ditinggalinya bersama haemolni. Kakek Cho teringat impian haemolni soal hari tua yang ingin tinggal dipinggir kota. Lingkungan yang sejuk untuk mereka berdua.

Awalnya petani anggur itu tidak setuju dengan ide kakek yang ingin membangun rumah disini, karena mereka pikir kakek Kyuhyun ingin membangun kompleks perumahan dipinggir kebun anggur mereka, hal itu akan merusak mutu dari wine produksi mereka. Akhirnya kakek dan nenek Cho menjelaskan maksud tujuannya membeli tanah itu, sampai akhirnya nenek menawarkan diri untuk bekerja sama dengan para petani anggur sekitar untuk meningkatkan produksi anggur mereka denganbantuannya.

Sebagai bentuk rasa terima kasih mereka (petani anggur) membuatkan kebun anggur ditanah keluarga Cho agar memproduksi wine untuk dikonsumsi sendiri. petani-petani itu yang akan mengurusnya untuk keluarga Cho karena kebaikkannya. Itulah sebabnya keluarga Kyuhyun selalu menyajikan wine milik mereka dipesta yang diadakannya untuk mempromosikan wine hasil produksi petani sekitar.

Seperti besok lusa, nenek ingin mengambil sendiri wine yang akan disuguhkannya untuk para tamu perayaan pesta satu tahun pernikahan cucu kesayangannya.

“mendengar ceritamu, aku jadi ingin pergi ke sana…” kata snagri yang sedang menutup adonannya dengan dengan plastik. Kyuhyun menemaninya memasak sambil bercerita soal sejarah kebun anggur dan keluargnya. Cukup lama mereka berbincang, sampai tidak terasa sangri sudah selesai menguleni adonan.

Aku akan mengajak sangri.

Ia sudah lama tidak ke sana, sepertinya pergi melihat kebun anggurnya berdua dengan istrinya tidak buruk. Yah anggap saja ini sebagai kecan mereka sebagai suami istri yang terakhir. “kau ingin ke sana?” dijawab SangRi dengan anggukkan “Lain kali aku akan mengajakmu ke sana.. karena sekarang aku akan pergi” ajak Kyuhyun suatu hari.

Gadis itu menatapnya ragu, Kyuhyun tidak perlu memaksakan diri menemaninya pergi ke kebun anggur, ada haemolni dan jung ajumma yang bisa menemaninya kapanpun itu. Ia akan kecewa bila pada akhirnya Kyuhyun hanya menyenangkannya saja. SangRi tidak ingin berhayal terlalu jauh, menikmati waktu bersama dengan suaminya dikebun itu.

“kau akan pergi?..” tanya SangRi yang menduga penampilan suaminya yang begitu tampan untuk pergi keluar.

“yahh, aku akan pergi..” jawab Kyuhyun yang tidak ingin istrinya tahu kemana ia akan pergi. Karena kali ini Kyuhyun yang pergi menghampiri masalah baru. Ia akan menyembunyikan masalah baru ini dari istrinya.

YooRa akan kembali ke korea..

Dan Kyuhyun sudah berjanji akan menjemputnya.

 

TBC

Maaf kalo banyak typo dan minggu kemarin ga publish. Idenya stak ditempat. Emang dasar berkar ramadhan ya, ide itu baru ngalir dihari pertama puasa, moga suka sama part ini.

Aku suka komen minor dari beberapa readers (yang dimaksudkan keritik membangun dan masukkan buat ff aku). Ada benernya juga dengan pendapat kamu say.

Mungkin aku terlalu banyak memamerkan kekayaan Kyuhyun dan aku sialnya baru aku sadari itu sekarang. Tapi kalo boleh aku membela diri itu aku tujukan untuk membangun gambaran ff ini buar lebih ngena.

Makasih banyak atas masukkan kamu, aku suka banget diingetin kaya gini ^^

Selamat Berpuasa #Iklan

5 Comments (+add yours?)

  1. rain04
    Apr 17, 2015 @ 20:20:55

    Sebenarnya kyuhyun sama sangri itu sama” saling suka sayangnya masih banyak masalah di antara mereka.
    Hmmm yongra kembali, gimana nasib sangri?

    Reply

  2. mega
    Apr 17, 2015 @ 22:04:31

    Ffnya seru’-‘ makin penasaran gman nanti sangrinya kalau ada yoora dikorea. Smoga dipart selanjutnya ada kejelasan dmana kyuhyun akan milih yoora apa sangri, ditunggu buat part selanjtnya ^^

    Reply

  3. lita
    Apr 18, 2015 @ 05:39:31

    Duh jd tambah gemes sama kyu. Plin plan aja. Kecuali dia raja minyak arab, bisa deh punya istri lebih dr 1. .Нĭ°°Нĭ°°Нĭ °°Нĭ°°:P˚◦° ‎​

    Reply

  4. Hidayati
    Apr 18, 2015 @ 18:40:20

    Wah,ceritanya semakin seru. Benih” cinta sudah tumbuh pada kyuhyun.

    Reply

  5. B14FF
    Apr 20, 2015 @ 18:59:59

    Next!!! xD

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: