Meet Again

Nama                    :         Azizashi You
Judul Cerita           :         Meet Again
Cast             :         Cho Kyu-Hyun, Kim So-Eun, and other
Genre          :         Romance
Rating         :         PG-15
Length        :         One-Shot
Catatan        :         Ini murni. ASLI. Bukan sesuatu yang bisa dikatakan plagiat. Udah pernah di post di blog pribadi, tapi kalau yang ini lebih panjang. Oya, kalau yang berminat tolong visit ke https://theskystale.wordpress.com/ kalau mau baca ff ku yang lain. Gamsa ^^

Meet Again

Kim So-Eun, gadis itu terus saja berlarian mengitari sekeliling halaman rumah barunya. Baru hari ini, ia dan kedua orang tuanya –dan jangan lupakan kakak laki-lakinya-memutuskan untuk pindah ke daerah Myeong-Dong, dengan alasan bahwa daerah itu lebih dekat dengan kampusnya dibandingkan dengan rumahnya yang lama.

Jinja! Kim So-Eun, apa yang kau lakukan?”

Kim Soo-Hyun, muncul dari balik tubuh So-Eun lalu menarik tangan gadis itu masuk ke dalam rumah.

“Ish, wae, oppa? Aku hanya sedang melihat-lihat halaman rumah ini.” So-Eun merengut sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Matanya menyapu cepat sekeliling interior dalam rumahnya yang kini mulai terhias beberapa prabotan rumah. Lalu detik berikutnya So-Eun melihat Sang Ibu yang sedang menyusun beberapa peralatan dapur di sudut ruangan tempat ia berdiri sekarang. dengan cepat kakinya melangkah, meninggalkan sang Kakak yang hanya bisa mendengus sebal melihat tingkah kekanakan Adiknya.

Eomma? Kenapa Eomma melakukannya sendiri? Kenapa tidak meminta bantuanku?” So-Eun mengmabil satu buah panci besar lalu meletakkannya di atas lemari yang tergantung di dinding dapur. Sang Ibu menoleh lalu tersenyum simpul. “Apanya yang harus dibantu? Eomma hanya sedang merapikan barang-barang ini saja.”

“Seharusnya kau menyadarinya dari awal, pendek.” Kim Soo-Hyun menghampiri mereka berdua lalu duduk di pantry daPur dan meneguk satu gelas air putih. “Kami semua sibuk menata rumah ini dan kau hanya asik memandangi halaman rumah.” Ucapnya.

So-Eun tak menjawab. Ia lalu kembali meletakkan beberapa peralatan dapurnya ke dalam lemari dan menyerngit heran.

Eomma, kemana sendok-sendok kita yang lama?”

“Eoh?” Nyonya Kim menoleh pada putrinya, “Eomma lupa. Semua sendok kita sudah Eomma buang. Juga ada beberapa yang hilang.”

“Kenapa dibuang?”

“Ada beberapa yang sudah tak layak pakai lagi, Sso-Ah. Daripada disimpan, jadi Eomma buang saja.”

So-Eun mengangguk paham lalu. “Apakah perlu aku membelinya di supermarket di dekat sini?”

“Ya,” Nyonya Kim mengangguk cepat. Tanpa menunggu lama So-Eun langsung melesat menuju pintu utama rumahnya. Langkahnya sedikit terhenti ketika melihat Sang Kakak masih asik meneguk air putih di gelasnya, mungkin pria itu kelelahan setelah membantu Appa dan yang lainnya menata rumah besar ini.

So-Eun berjalan mendekati Kakaknya lalu berdiri di sampingnya. “Oppa ingin menitip sesuatu? Sepertinya lelah sekali,”

            Soo-Hyun menoleh, “Tumben sekali kau mau menawariku, biasanya juga langsung pergi begitu saja.”

“Ish,” So-Eun memukul bahu Soo-Hyun main-main. “Aku serius, jelek.”

“Baiklah-baiklah,” Soo-Hyun seperti berpikir sejenak. “Belikan aku minuman dingin saja, sepertinya itu akan mengembalikan staminaku.”

Setelah mengangguk, So-Eun kembali melangkah menuju supermarket yang bahkan ia juga tak tahu ada dimana. Dia kan baru di daerah sini.

_o0o_

Kyu-Hyun melangkahkan kaki jenjangnya keluar dari supermarket yang hanya berjarak beberapa meter dari rumahnya. Matanya kembali memeriksa kantung yang ia pegang memastikan barang belanjaannya tidak ada yang tertinggal atau terlupakan. Kyu-Hyun sudah terbiasa dengan hal ini. berbelanja dan memenuhi kebutuhannya sendiri. Hal yang sudah harus ia lakukan semenjak memutuskan untuk tinggal sendiri di rumahnya sejak dua tahun yang lalu.

“Permisi,” Kyu-Hyun mendongakkan kepalanya. Lalu metanya menatap seorang gadis yang berdiri di depannya dengan malas. Ia harus cepat-cepat kembali ke rumah. Perutnya sudah meronta-ronta ingin diisi.

Gadis itu melirik kantung belanjaanya lalu kembali menatap wajah Kyu-Hyun. “Kau tahu dimana letak supermarket di dekat sini?”

“Di sana,” Kyu-Hyun menunjukkan letak supermarket yang tadi baru saja ia datangi. Lalu menatap gadis itu penuh tanya. Sepertinya orang baru. Karena selama dua tahun Kyu-Hyun hidup di daerah ini, tak ada satu orang gadispun yang memiliki wajah seperti gadis yang sekarang berdiri di depannya.

Gadis itu lalu membungkuk hormat lalu menggumamkan terima kasih sebelum ia berlalu dari hadapan Kyu-Hyun.

Kyu-Hyun berbalik dan menatap kepergian gadis itu. Sepertinya ia pernah melihat wajah itu. wajah yang begitu terlihat damai ketika tersenyum tadi. tapi entah itu dimana. Dan detik berikutnya Kyu-Hyun ikut menarik sudut bibirnya ke atas membentuk senyuman.

“Gadis itu manis juga.”

Drrrtt… drrrtttt….

Kyu-Hyun sontak meraih ponselnya di saku celana lalu menempelkan benda canggih itu ketelinganya.

“Ya, ada apa?”

Jinjayo? Kenapa kau tidak memberitahuku?”

Arasseo, tentu saja aku akan datang.”

“Mmm, tunggu aku. Dan pastikan sediakan makanan yang lezat, ok?” Kyu-Hyun tertawa pelan setelahnya lalu meletakkan kembali ponselnya ke dalam saju celananya.

_o0o_

“Gadis itu, apa sih yang dilakukannya di sepermarket? Kenapa lama sekali.”

Soo-Hyun mendengus sebal lalu melipat kedua tangannya di depan dada sambil menyandarkan tubuh tegapnya pada diding rumah. Ia sedang menunggu So-Eun di teras rumah semenjak sepuluh menit yang lalu. Tapi gadis cerewet otu belum juga datang.

Gerbang rumah perlahan bergeser dan menampilkan Kim So-Eun di baliknya. Gadis itu membawa dua kantung belanjaan besar di tangannya lalu dengan terseok-seok berjalan menuju teras.

Jinja, Oppa! Tidak bisakah kau sedikit berbaik hati untuk membantu adikmu yang lucu ini?”

Soo-Hyun tertawa renyah, “Lucu kepalamu!”

Ya, gadis itu memang rencananya hanya ingin membeli sendok di supermarket. Tapi setelah ia mendapat telepon dari Sang Kakak untuk membeli beberapa bahan makanan, ia harus rela berjalan kembali menuju salah satu pasar tradisional di sana. Dan pulang dengan dua kantung belanjaan penuh seperti ini.

“Memang siapa yang mau datang? Apa Oppa mengundang seorang wanita sampai harus ada acara makan malam segala?”

Soo-Hyun meraih kantung belanjaan yang So-Eun bawa lalu nerjalan masuk ke dalam rumah diikuti oleh gadis itu. “Hanya seorang teman. Namja.

So-Eun lalu duduk di pantry dapur karena Sang Kakak mulai menyusun bahan-bahan makanan ke dalam kulkas. So-Eun meraih botol minuman di atas meja lalu menuangkannya ke dalam gelas dan meneguknya hingga habis. Cuaca di luar benar-benar ekstrim.

“Oh ya,” Soo-Hyun menginterupsi kegiatan So-Eun. “Jangan berpikir untuk tertarik padanya. Gadis pendek sepertimu sama sekali tidak pantas jika disandingkan dengan pria genius sepertinya.”

So-Eun tersedak mendengarnya, lalu siap membuka mulutnya untuk menyemburkan segala bentuk macam protes atas perkataan Soo-Hyun. Jika saja Nyonya dan Tuan Kim tidak muncul dari lantai dua lalu duduk bersama mereka.

“Temanmu itu jadi datang?” tanya Tuan Kim.

“Ya, tentu saja. Ia pasti datang. bahkan rumahnya tepat berseberangan dengan rumah kita.”

Tuan Kim mengangguk paham lalu menatap Putriya aneh. “Kau kenapa Sso-Ah?”

So-Eun menoleh pada Ayahnya lalu kembali menatap Soo-Hyun kesal. “Aku baru saja mendengar seseorang menghinaku seenaknya, Appa.

Nyonya Kim ikut menyerngitkan dahinya heran, “Menghinamu? Siapa?”

“Orang paling jelek dan meyebalkan yang pernah ada di rumah ini.” jawab So-Eun lantang.

Serentak Nyonya dan Tuan Kim menoleh pada putra sulung mereka. Lalu Nyonya Kim menghela nafasnya sejenak. “Astaga Soo-Hyun, berhenti menggoda adikmu! Kau ini,”

“Siapa yang menggodanya? Aku berkata sesuai kenyataan.”

Oppa!”

_o0o_

Malam sudah tiba dan entah mengapa So-Eun benar-benar gugup kali ini. padahal ini bukan pertama kalinya keluarga mereka mengundang seseorang untuk makan malam di rumah. Soo-Hyun dan Appa-nya yang sama-sama bergelut di dunia bisnis membuat mereka mau atau tidak mau harus sering kedatangan tamu seorang kolega atau mitra bisnis keluarganya.

So-Eun ikut membantu Nyonya kim untuk menyiapkan makanan ke meja makan. Sepertinya sebentar lagi tamu mereka akan segera datang.

Detik berikutnya terdengar suara seorang laki-laki di ambang pintu utama. So-Eun seperti mengenalnya. Gadis itu sama sekali takut untuk menoleh dan melihat siapa yang datang. Ia hanya meremas kedua ujung dressnya dan berdiri di samping meja makan.

“Eomma, kenalkan, ini temanku, Kyu-Hyun.”

So-Eun sontak mendongak cepat dan menatap pria tinggi yang berdiri tepat di samping Soo-Hyun. Astaga… mulut So-Eun hampir saja menganga ketika mengetahui bahwa pria itu adalah Kyu-Hyun, dan, dan.. matilah kau So-Eun! Pria itu yang tadi siang bertemu denganmu kan? Pria itu benar-beanr berubah…

So-Eun bahkasn sampai tidak bisa menyadarinya.

“Hay, Sso-Ah.” Kali ini Kyu-Hyun beralih pada So-Eun dan melemparkan senyuman tipisnya pada gadis itu. senyum yang begitu menyebalkan di mata So-Eun. Senyum yang membuatnya kembali teringat tentang kelakuan Kyu-Hyun padanya dulu.

Dulu, Kyu-Hyun dan So-Eun pernah bertetangga hingga So-Eun memutuskan untuk pindah karena Sang Ayah yang juga dipindah tugaskan keluar kota. Saat mereka sama-sama berusia sepuluh tahun. Kyu-Hyun suka sekali mengganggunya. Saat So-Eun sedang bermain boneka panda kesukaannya misalnya, Kyu-Hyun pernah mengusilinya dan melemparkan boneka panda itu ke tong smapah hingga So-Eun menangis. Akhirnya pria menyebalkan itu hanya tertawa girang setelah So-Eun mendapatkan kembali bonekanya yang sudah bau sampah dengan wajah merengut dan wajah yang penuh cairan di sana-sini. –entah itu cairan air mata atau cairan hidungnya karena ia menangis-

Dan sekarang ia kembali bertemu dengan pria menyebalkan itu?

“Kenapa melamun, Sso-Ah? Kau tidak ingat dengannya? Dia dulu tetangga kita.” Nyonya Kim menyadarkan So-Eun kembali.

“Y-ya,” jawab So-Eun terbata. “Tentu saja aku ingat.”

Tak berapa lama Tuan Kim turun dari lantai dua lalu mereka semua memulai santapan malam mereka di meja makan.

“Ah, Ajhumma jadi penasaran. Bagaimana kabarmu Kyu? Pasti kau sudah bekerja.” Nyonya Kim memulai pembicaraan.

“Ya, aku memulainya dengan menjadi manajer di salah satu perusahaan bidang properti.”

“Bagaimana dengan kuliahmu?”

“Baik, tahun kemarin aku sudah menyelesaikan master-ku di Jerman.”

“Wah, kau memang tumbuh menjadi anak yang sukses, Kyu.” Komentar Nyonya Kim.

“Tentu saja, tidak seperti si pendek. Kuliahnya tidak pernah selesai.” So-Eun menoleh cepat pada Kakaknya.

“Siapa yang kau bilang pendek, huh?”

“Siapa lagi, tentu saja kau.”

So-Eun hampir saja melemparkan sendoknya pada Soo-Hyun jika tidak ditahan oleh Nyonya Kim. “Kalian ini, di sini ada Kyu-Hyun. Sopan sedikit.”

So-Eun kembali membetulkan posisi duduknya. Berbeda dengan Soo-Hyun yang hanya terkekeh pelan.

Sementara Kyu-Hyun? Pria itu sama sekali tak bisa fokus pada makanannya. Padahal ia yakin sekali bahwa semua menu yang ada di maja makan adalah makanan favoritnya. Tapi ia tak melirik makanan itu sedikitpun. Kyu-Hyun terus saja memperhatikan wajah Kim So-Eun. Ya, wajah yang beberapa tahun lalu selalu dipenuhi oleh ingus dan air mata ketika ia menjahili gadis itu, sekarang sudah secantik ini?

Kulitnya putih dan halus. Juga suaranya yang lembut tidak cempreng seperti dulu. Kyu-Hyun hampir saja tak mempercayai bahwa gadis itu adalah Kim So-Eun, adik teman lamanya.

_o0o_

“Dasar jelek, kalau saja aku sedang tidak terburu-buru. Aku pasti sudah mencincang-cincang tubuh kurusnya itu!”

So-Eun terus meruntuk kesal di sepanjang jalan menuju kampusya. Hanya beberapa meter lagi hingga So-Eun memutuskan untuk berjalan kaki saja. Tadi pagi ia berniat meminta –atau lebih tepatnya memaksa- Soo-Hyun untuk mengantarkannya ke kampus. Tapi pria itu malah beralasan bahwa ia masih sangat sibuk dan tidak sempat mengantarnya. Jadilah So-Eun harus berlati-lari sepanjang jalan, berharap ia akan tepat waktu.

“Astaga!” So-Eun terlonjak dan membulatkan matanya sempurna ketika Kyu-Hyun tiba-tiba saja sudah berdiri di depannya.

“K-kau? Kenapa ada di sini?”

“Memangnya kenapa?”

Kyu-Hyun memasukkan tangannya ke dalam saku celanya. “Aku hanya ingin melihatmu saja.”

“Yang beanr saja!” So-Eun mencibir malas.  Membuat Kyu-Hyun gemas saja.

“Minggir! Aku sudah hampir telat,”

“Yang telat kan dirmu, kenapa harus aku yang minggir?”

Omo! Soeun benar-benar naik pitam kali ini. “Karena kau menghalangi jalanku, Tuan Cho!”

Kyu-Hyun menarik satu sudut bibirnya, “Kau masih ingat namaku ternyata,”

“Tentu saja, aku tidak akan melupakan orang yang sudah mengusiliku hingga ke ubun-ubun.” Jawab So-Eun cepat lalu dengan paksa mendorong bahu Kyu-Hyun agar ia bisa sesegera mungkin sampai di kampusnya.

Baru dua langkah So-Eun sudah terhenti karena Kyu-Hyun tiba-tiba saja memeluknya dari belakang. Prai itu menyandarkan dagunya di bahu kecil So-Eun. “Bogoshippo,

So-Eun terpaku, sama sekali tidak bisa mencerna apapun. Tiba-tiba saja jantungnya bedetak dua kali lebih cepat mendengar suara Kyu-Hyun yang lemah dan berat.

“Kau tahu seberapa kacaunya aku saat tahu kau pindah dan tidak bisa melihatmu lagi?” Kyu-Hyun mengeratkan pelukannya.

“M-memangnya kenapa? Kenapa kau jadi kacau?” Soeun meruntuki kebodohannya kuat-kuat. Bagaimana mungkin malah kalimat itu yang ia ucapkan? Bodoh, bodoh!

“Tentu saja karena tidak ada lagi yang bisa aku usili.”

Kyu-Hyun tersaenyum senang di balik bahu So-Eun. Ia tahu gadis itu pasti sedang meruntuk sekarang. Hal yang selalu Kyu-Hyun sukai dari gadis itu.

“Kau kan bisa cari gadis lain yang bisa kau usili.”

“Tapi tidak ada yang sepertimu.”

So-Eun kembali terdiam. ia seperti menemukan makna lain dalam ucapan Kyu-Hyun barusan. O-oh, berhenti berpikiran aneh-aneh, So-Eun. Lepaskan pelukan pria itu dan..

“Astaga! Aku telat!” So-Eun sontak melepaskan pelukan Kyu-Hyun lalu menghadap pria itu. “Kyu, bagaimanapun juga aku senang bisa bertemu denganmu lagi.” So-Eun menundukkan kepalanya hormat lalu tersenyum tipis. “Sampai ketemu lagi,”

Melihat kepergian So-Eun yang semakin menghilang dari pandangannya. Kyu-Hyun hampir saja menarik tangan gadis itu agar tetap di sampingnya. Sungguh, ia masih tidak rela melihat gadis itu pergi lagi darinya.

Ia seperti mengidap suatu trauma karena sempat kehilangan gadis itu.

Tapi Kyu-Hyun masih mencoba tersenyum. paling tidak kali ini hal itu tak akan ia biarkan terjadi. Karena So-Eun sudah ada tepat di samping rumahnya. Dan secepat mungkin ia akan menarik gadis itu untuk tinggal di rumahnya, bersamanya. Bersama anak-anak mereka kelak.

-End-

10 Comments (+add yours?)

  1. vannyradiant
    Apr 20, 2015 @ 10:12:16

    Wuah, ternyata kyuhyun udah dari dulu suka. Nice thor🙂

    Reply

  2. cici
    Apr 20, 2015 @ 12:15:34

    cie….kyu..
    ehm..ehm

    Reply

  3. shoffie monicca
    Apr 20, 2015 @ 13:38:57

    caelh kyu ternyta diblik evilnya dia mendem cinta sm soeun

    Reply

  4. 1211dooty
    Apr 20, 2015 @ 19:29:46

    ceritanya simple.. santai bacanya
    seru waktu bayangin kim soohyun berantem sama so eun.
    kaget waktu tiba” kyuhyun peluk soeun.
    cerita lucu.. sequel please😀

    Reply

  5. esakodok
    Apr 20, 2015 @ 21:15:11

    andwee
    masih penasaran bgt sana mereka br 2…ahaha…kyunya masih galau

    Reply

  6. fitri tari
    Apr 21, 2015 @ 10:59:07

    bnr2 ff.a ringan ne klo dibaca,,,
    pnsran nih ma kyu.a,,,

    Reply

  7. aryanahchoi
    Apr 22, 2015 @ 00:05:19

    seq dong eon bt kelanjutan hubungan mrks berdua psti seru

    Reply

  8. fara
    Apr 22, 2015 @ 08:38:35

    keren thorrrrr !! lebih keren kalo ada sequell :’v
    keep writing author-nim ^^

    Reply

  9. chodingssi
    Apr 22, 2015 @ 23:38:28

    Cerita nya santai, jadi enak baca nya. Duh Kyuhyun, ternyata diam diam suka wks. Mohon sequel plis …

    Reply

  10. Mama Nikita widiyati
    Jun 16, 2015 @ 21:49:58

    Wah…daebak kyu…keren bgt!!!?cintanya dalem sedalam samudera hindia…hahhaaaaa…smg mrk br2 bs bersatu!!?!!

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: