His Eyes

His Eyes

Judul : His Eyes

Author : Joanne Andante

Main Cast : Kyuhyun/Kui Xian

Genre : Sad, Romance

Length : Oneshot

Catatan : Kunjungi andantecho.wordpress.com bila ada kesempatan. Terima kasih telah membaca.

-=-

Hyunrae mencelupkan kedua kakinya ke air kolam renang yang dingin sembari duduk di pinggiran kolam renang. Rasa beku menjalar di syaraf-syaraf kaki gadis itu, membuatnya bergidik kecil sebelum akhirnya terbiasa dengan keadaan ini. Ia memainkan air dengan kaki, membuat sedikit bagiannya terciprat ke wajahnya sendiri.

Sebuah kilas balik kenangan seperti terulang dalam diri Hyunrae. Seperti film yang diputar ulang, Hyunrae seolah melihat sepasang manusia tengah bercanda di pinggiran kolam renang dan saling melepaskan tembakan air satu sama lain. Waktu itu, cuaca agak mendung. Hujan turun saat kedua orang itu masih bermain dengan air. Salah satu dari mereka, yang pria, segera menarik tangan gadisnya untuk berteduh di teras halaman belakang.

Jika hujan turun, itu artinya, ada seseorang yang menangis karena merindukanmu…’

‘Oh ya?’

‘Iya, Nona Hyunrae. Karena itu, bila seandainya aku tidak bisa lagi menemanimu, ingatlah aku setiap kali hujan turun. Hujan artinya aku sedang merindukanmu.’

Setetes air jatuh ke atas kepala Hyunrae, membuat gadis itu mendongak. Setetes air jatuh lagi tepat mengenai bola matanya, membuat ia refleks mengerjapkan mata.

Hyunrae tersadar dari segala nostalgianya dan segera beranjak meninggalkan tempatnya sebelum hujan semakin deras membasahi bumi. Sejenak, sebelum aku masuk ke dalam rumah, Hyunrae mendapati sebuah bayangan akan seorang pria bertuxedo di sisi kolam renang.

Dan sosok itu menghilang dalam sekejap mata.

“Kui Xian,” panggil Hyunrae pelan. “Apa kau sedang menangis?”

-=-

“Apa kau akan ke universitas hari ini?” tanya Ayah sambil menutup korannya.

Hyunrae mengangguk. “Ini sudah nyaris sebulan setelah insiden itu. Aku rasa, tak ada salahnya kembali ke universitas.”

“Keadaan belum sepenuhnya normal, Hyunrae. Pihak kepolisian masih memburu orang-orang yang menyekapmu waktu itu.”

Gadis itu hanya tersenyum mendengar penuturan Ayah. “Tidak apa-apa. Aku bisa menjaga diri.”

“Ayah akan mencari orang baru untuk menggantikan Kui Xian. Ayah yakin, orang itu cukup berpengalaman untuk menjagamu.”

Mendengar itu, rahang Hyunrae mengeras. Ia menggeleng tegas dan berkata, “Tak perlu. Aku tak mau ada yang menggantikan posisi Kui Xian sebagai penjagaku.”

“Tapi ia sudah tidak ada, Hyunrae.”

“Aku tak peduli, Ayah. Mulai saat ini, aku tak menginginkan adanya penjaga lagi. Aku sudah muak dengan semua ini!”

Ayah melembut, mengerti perasaan Hyunrae yang masih sedih atas kepergian penjaganya itu. “Memiliki penjaga lain bukan berarti menggantikan Kui Xian. Ayah tahu bahwa Kui Xian lebih dari sekedar penjaga yang bekerja untuk melindungimu. Ia sahabatmu sejak kecil dan ia dibesarkan di rumah ini. Kalian bersekolah di tempat yang sama, dan memiliki usia yang sebaya. Penjaga yang baru ini jelas tak bisa menggantikan Kui Xian, Cho Hyunrae. Ayah hanya ingin ada yang menjagamu. Hanya itu, Cho Hyunrae.”

“Aku tak mau mendengar ini lagi. Sudah cukup Kui Xian berkorban dan melindungiku. Ia kehilangan nyawanya demi aku, dan aku kehilangan satu-satunya sahabat yang aku punya. Aku tak ingin kehilangan lagi.”

Bersamaan itu, Hyunrae melangkah keluar dari rumahnya.

-=-

Gadis itu berjalan dengan tatapan hampa. Biasanya, Kui Xian, sahabatnya, menemaninya berjalan di koridor universitas lalu bercanda dan tertawa sembari membicarakan apapun. Tapi itu semua tinggal kenangan yang lagi-lagi berputar bak sebuah film di mata Hyunrae.

Hingga akhirnya, pada suatu titik, Hyunrae mendapati bahwa ia telah menabrak seseorang. Linglung, ia buru-buru membungkuk dan meminta maaf.

“Maaf… Maafkan aku… aku tidak-“

“Tidak apa-apa.”

Hyunrae terdiam, mengangkat kepala, dan menatap orang itu. Ia sangat familiar. Wajahnya, cara pandang dan cara bicaranya, tatapannya. Dan matanya sangat mirip dengan seseorang.

“Kui Xian…” bisiknya lirih tanpa sadar.

Pria yang ditabraknya itu menatap Hyunrae heran.  “Kui Xian?”

Tersentak pelan menyadari kesalahan itu, Hyunrae menggeleng pelan. Gadis itu menunduk dan ingin melewati pria itu. Namun, matanya malah mendapati sebuah bekas luka di tangan pria tersebut.

“Kau tidak apa-apa?” pria itu melambaikan tangannya di wajah Hyunrae dengan heran.

“Maaf, kau mirip sekali dengan Kui Xian. Kui Xian itu sahabatku yang-”

“Aku bukan Kui Xian. Aku Kyuhyun, Cho Kyuhyun. Tapi, aku menerima donor mata dari seorang laki-laki bernama Kui Xian. Dan menurut orang-orang, aku sangat mirip dengan laki-laki itu,” nada bicara orang itu berubah drastis, seolah tengah membicarakan teman lama. “Tidak apa-apa. Kau bukan orang pertama yang merasa heran. Kadang aku pun heran.”

Hyunrae tak percaya mendengarnya. Separuh dari Kui Xian ada dalam orang bernama Kyuhyun yang baru ia kenal ini. Tak aneh bila gadis itu seperti melihat sahabatnya dalam diri Kyuhyun.

“Lalu bekas luka itu,” Hyunrae menggantung kalimatnya sejenak, “seperti milik Kui Xian.”

Sejenak, Kyuhyun melihat bekas luka di tangannya. “Ini akibat kecelakaan yang membuatku buta waktu itu.”

Lagi-lagi Hyunrae terdiam, masih tak percaya. “Aku tidak mengerti.”

“Kalau aku boleh tau, apakah kau yang bernama Hyunrae?”

“Bagaimana kau mengetahuinya?”

Tersenyum lega, Kyuhyun mencoba menjelaskan. “Setelah menerima donor mata dari Kui Xian, aku seolah berbagi kenangan dari penglihatannya. Aku mengenali orang-orang yang awalnya tak aku kenal. Kui Xian itu orang yang selama ini menjagamu, kan?” tebaknya spontan.

Hyunrae cuma mengangguk lemah.

“Kui Xian sangat mencintaimu. Beribu kenangan akan dirimu tertanam dalam dirinya. Bahkan sebagian ikut dalam diriku. Sampai akhir hidupnya, ia tetap mencintaimu,” Kyuhyun berujar pelan. “Cara ia menatapmu, membayangkanmu, memikirkanmu, semua terekam erat hingga mata ini membawa separuh dari kenangan itu.”

Hyunrae menatapnya janggal, tak percaya dengan kata-katanya. “Apa kau serius?” bisiknya sambil menahan tangis.

“Apa aku terlihat tengah bercanda? Aku serius, Nona Hyunrae. Dan aku bisa menebak kalau kau juga mencintainya.”

Tanpa sadar, Hyunrae mulai menangis. Menangis sedih seperti ketika ia kehilangan Kui Xian. “Caramu memanggilku ‘Nona Hyunrae’ sama persis dengan cara Kui Xian melakukannya.”

“Kau menangis?” Kyuhyun menghapus air mata yang jatuh di pipi Hyunrae.

Sementara gadis itu masih menangis, memanggil nama Kui Xian dengan sangat lirih.

Kyuhyun menarik Hyunrae ke dalam dekapannya. “Jangan menangis, Nona Hyunrae. Kau membuat Kui Xian sedih bila seperti ini.

Sesaat Hyunrae lagi-lagi seolah melihat bayangan seorang pria dengan tuxedo hitam seperti yang sering dipakai Kui Xian dulu. Bayangan itu seolah tersenyum pada Kyuhyun dan Hyunrae sejenak. Lalu menghilang.

Kui Xian, bolehkah aku berada dekat dengan pemilik matamu itu? Aku janji tidak akan pernah sekalipun melupakanmu. Justru aku akan semakin mencintaimu lewat diri Cho Kyuhyun, laki-laki yang sudah membuka kembali mataku…

Bersamaan dengan itu, hujan turun deras tanpa diduga. Hyunrae tahu, ada yang telah menangis karena rasa rindu. Yaitu dirinya, dan Kui Xian.

.

.

.

.

.

Beberapa minggu lalu, sehari sebelum Kui Xian dikirim untuk mencari Hyunrae yang hilang tanpa jejak akibat sebuah penyekapan, pria itu datang ke sebuah rumah sakit seolah hendak menjenguk seseorang. Kui Xian membuka pintu ruang perawatan, menatap seorang pria yang tengah tiduran di kasur rumah sakit itu. Nampak, bagian mata pria itu ditutupi perban putih.

“Kui Xian?” panggil pria dengan perban itu.

Kui Xian tersenyum. “Hai, Kyuhyun. Bagaimana kau tahu bahwa ini aku?”

“Jangan bercanda. Aku sudah lama mengenalmu. Bukankah seharusnya kau mencari Nona Hyunrae? Ia menghilang, kan?” sahut Kyuhyun ringan.

“Dan bagaimana kau mengetahui hal itu?”

Kyuhyun malah tertawa pelan. “Sore tadi, aku menyalakan televisi. Dan ada berita tentang menghilangnya Nona Hyunrae-mu itu. Keluarganya cemas, dan beberapa orang menganggap ia diculik. Oh ya, berita itu juga menyebutkan jumlah kekayaan keluarganya. Astaga, aku baru tahu kalau kau bekerja pada sebuah keluarga kaya raya.”

“Aku akan mencarinya nanti malam, sepulang dari sini,” ujar Kui Xian tak mempedulikan trivia yang diceritakan Kyuhyun.

“Kenapa kau tidak pergi sekarang?”

“Karena ada hal yang harus kubicarakan denganmu, adikku.”

“Tentang?”

“Nona Hyunrae.”

Sepertinya Kyuhyun bingung dengan perkataan saudaranya itu. “Aku tak mengerti.”

Menarik napas berat, Kui Xian mulai berkata. “Jika aku tak kembali dalam keadaan hidup, aku ingin mendonorkan mataku untukmu, Kyuhyun. Tetapi, sebagai gantinya, lakukan satu hal untukku.”

“Yaitu?”

“Tolong jaga Nona Hyunrae-ku.”

Kui Xian mengira Kyuhyun sudah setuju. Ia berdiri, hendak mengucapkan selamat tinggal. Namun Kyuhyun menyebut namanya.

“Bagaimana jika,” ada jeda sejenak di sana. Kyuhyun nampak ragu, namun lanjut berkata. “Bagaimana jika Nona Hyunrae-mu itu jatuh cinta padaku karena melihat dirimu dalam diriku?”

Tersenyum, Kui Xian menjawab. “Itu bagus. Buat ia jatuh cinta padamu, dan buat ia melupakan aku. Aku yakin, dalam waktu singkat, kau akan jatuh cinta padanya.”

“Apa kau tidak marah?”

Hening sejenak sebelum akhirnya Kui Xian menjawab.

“Tidak. Aku justru senang.”

Tepat saat ucapan itu keluar dari mulut Kui Xian, hujan turun begitu deras.

“Aneh sekali. Bukankah tadi siang, ramalan cuaca mengatakan hujan tak akan turun hari ini?” pikir Kui Xian heran.

Senyum kecil terukir di bibir Kyuhyun. “Sepertinya ada yang merasakan rindu di sini. Apa itu kau? Atau Nona Hyunrae-mu?”

“Atau bisa jadi kau, Cho Kyuhyun.”

Kyuhyun tertawa kecil. “Cepat pulang, Kui Xian. Aku tak ingin menangis karena kehilanganmu.”

Kui Xian mengangguk seadanya sekalipun adiknya tak bisa melihat. Ia mengucapkan salam perpisahan, lalu keluar dari pintu ruangan Kyuhyun.

Dan setelah kejadian itu, Kyuhyun tak pernah melihat kakaknya lagi untuk selamanya.

-End-

3 Comments (+add yours?)

  1. shoffie monicca
    Apr 21, 2015 @ 19:07:05

    jdi kyu sm kian itu kembr…ah mdh2ah cwenya bsa nglupain kian..

    Reply

  2. Nikyu
    Apr 21, 2015 @ 19:59:37

    Kependekan pdhal ide ceritanya bgus,tp ak suka! Berhrap ada sequel.^_^

    Reply

  3. YummyJ
    Apr 24, 2015 @ 01:36:49

    Sad

    Pantas kyu tau
    Dia saudaraan sama kui xian!

    Ga ada next nya

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: