Angel’s Call (001) [1/?]

angels call

Author : Sophie Maya
Title : Angel’s Call (001)
Cast : Cho Kyuhyun, Moon Chae Won (OC), etc
Genre : School-life, romance
Rating : G
Length : chapter
Note : original fanfiction was published on my personal blog: http://www.sophiemorore.wordpress.com
“Im just calling an angel’s number.”
-Cho Kyuhyun-
Cho Kyuhyun menghela napas berat hingga menimbulkan embun kasat mata yang mengalir keluar dari bibirnya. Cho Kyuhyun menggenggam ponsel di tangannya dengan pandangan kosong, sementara jemarinya memencet-mencet sebuah nomor secara asal.
099-000-987-334, calling…
Cho Kyuhyun menyukai ini. Menelepon nomor telepon yang dipencetnya secara acak, mendengarkan nada dering sambungan di seberang, dan kemudian suara makian panjang pendek sang penjawab telepon. Cho Kyuhyun mendengarkannya dengan tersenyum, dia suka orang-orang egois yang selalu mengeluarkan serapah tak sopan ketika merasa dikerjai. Cho Kyuhyun senang menerima makian dari orang-orang asing yang tak pernah ditemuinya. Atau bahkan mereka tak memaki, mereka langsung menutup telepon begitu saja.
Orang-orang congkak, Cho Kyuhyun berpendapat begitu, karena mereka bahkan tak pernah mengerti maksud Kyuhyun, tak pernah mengenal Kyuhyun, tapi sudah bisa mencacinya sehina dina atau bahkan mengacuhkannya.
Kadang juga, nomor yang ditujunya tak aktif atau berada di luar jangkauan, namun sebagaimana bermain sebuah lotre, Cho Kyuhyun tak pernah berhenti mencoba lagi. Mencoba dengan peruntungan lainnya.
Sambungan telepon berhenti, suara berat seorang lelaki menjawab di ujung sana.
“Halo?”
Cho Kyuhyun menyeringai, tapi kemudian dia meringis saat merasakan rahangnya berdenyut-denyut sakit. “Tebak-tebak…,” Cho Kyuhyun memberi jeda sesaat, “aku ada dimana? Disini gela—“
Tuttt… tuuttt… tuttt…
Kyuhyun menjauhkan ponselnya dari telinga. Sambungan telah diputus oleh lelaki tadi. Kyuhyun menatap layar ponselnya dengan ekspresi dingin dan seringai sinis.
Lalu dalam sepersekian detik, jemari Kyuhyun kembali memencet keypad ponselnya secara asal.
099-018-….
Kyuhyun berpikir sebentar untuk menambahkan empat angka terakhir, dan memencet 1004 tanpa sadar.
099-018-100-4, calling…
Kyuhyun mendengar nada sambung suara Tiffany SNSD dan musik menghentak-hentak, belum ada jawaban dari seberang. Kyuhyun memandang sekeliling dan kembali menghela napas berat, lalu, tepat saat itu pula teleponnya dijawab.
Sunyi.
Kyuhyun bisa merasakan helaan napas, seorang perempuan, di seberang sana. Kyuhyun menunggu agar siapapun di seberang sana mengatakan “halo?” atau “ini siapa?” atau malah langsung menutup telepon.
Menit-menit berlalu dan Kyuhyun hanya bisa mendengar suara napas yang begitu tenang. Telepon masih belum ditutup dan masih belum ada yang memulai percakapan.
Kyuhyun memandangi arloji di tangannya dan berbisik dalam hati, ini sudah menit kelima belas… ini pertama kalinya seseorang yang tak dikenalnya, tak memakinya atau menutup telepon begitu saja. Kyuhyun merebahkan kepalanya di dinding, dan ikut menghela napas. Rahangnya berdenyut-denyut dan ujung-ujung jari kakinya terasa dingin terkena hembusan angin malam.
“Hei,” Kyuhyun akhirnya memecah kesunyian. “Tebak-tebak…,” diberinya jeda selama beberapa detik, “aku ada dimana? Disini gelap, ada rembulan di depanku, tapi terlihat jauh dan dan sulit digapai.” Kyuhyun mendesah pelan. “…ujung kakiku terasa beku.”
“Di balkon.”
Suara seorang gadis, begitu merdu, begitu halus menjawab. Tapi bukan itu yang membuat Kyuhyun terkesiap. Ini lebih karena, untuk pertama kalinya, seseorang membalas tebakannya.
“Tebak-tebak…” Kyuhyun menarik kepalanya dari dinding dan memasang posisi duduk tegak. “aku yang sedang kulakukan?”
“Kesepian.”
Kyuhyun terdiam lagi, mendengar jawaban itu. Dia menoleh pada ponsel di tangannya dengan ekspresi campur aduk.
“Terimakasih,” ujar Kyuhyun pelan.
“Sama-sama.”
Kyuhyun memutuskan sambungan telepon. Dan, dia tersenyum hangat.
.
.
.
.
.
.
Moon Chae Won mendengar suara Tiffany SNSD dari ponsel berteriak-teriak memecah konsenterasinya. Awalnya, Chae Won tak berpikir untuk menjawab panggilan telepon tersebut. Namun mungkin saja telepon itu adalah telepon penting, atau mungkin saja, itu telepon dari anggota keluarga atau temannya sehingga setidaknya Chae Won bisa memberikan sepatah kata perpisahan pada sang penelepon.
Chae Won merogoh kantung bajunya dan mengeluarkan ponsel. Telepon, dari seseorang, dengan nomor disembunyikan.
Chae Won mengangkatnya.
Hanya ada kesunyian selama bermenit-menit tanpa percakapan. Chae Won bisa mendengar suara napas seorang lelaki di seberang sambungan. Chae Won memandang ke atas, langit gelap dan bulan bersinar dengan terang. Chae Won terus menunggu dalam diam hingga akhirnya lelaki di seberang mulai menyapanya.
“Hei…,” ada jeda sebentar, “Tebak-tebak… aku ada dimana? Disini gelap, ada rembulan di depanku, tapi terlihat jauh dan dan sulit digapai …ujung kakiku terasa beku.”
Chae Won mendengar helaan napas berat di ujung sambungan dan desahan angin yang tak terlampau kencang.
“Di balkon,” jawab Chae Won.
Lalu lelaki asing itu kembali bertanya. “Tebak-tebak… apa yang sedang kulakukan?”
Chae Won menunduk ke bawah, memandangi riak-riak air yang bercipratan berbenturan dengan batu di bawah sana. Kakinya tak beralas sepatu dan telapak kakinya melengkuk menyesuaikan tembok kecil penyangga jembatan. Angin malam menerpa rambut Chae Won dan menggoyang-goyangkan helaian poninya ke segala arah. Bulir air mata menetes satu-persatu membasahi pipinya.
“Kesepian.”
Chae Won mendekap tubuhnya sendiri ketika menjawab pertanyaan lelaki itu. Merasakan kesedihan yang menjalar di tiap pori-pori kulit, menciptakan sensasi merinding yang dingin.
“Terimakasih,” ujar seseorang di seberang sana, terdengar amat tulus.
Chae Won mengangguk kecil. “Sama-sama.”
Sambungan terputus. Tepat disaat tangisan Chae Won bertambah semakin keras. Dia memandang ke depan dengan terisak-isak, dan kemudian memilih turun dari kayu penyangga jembatan.
Chae Won tidak tahu siapa yang meneleponnya barusan, nomor asing, dengan suara asing, dan tebak-tebakannya.
Tapi, sungguh, Chae Won harus berterimakasih. Karena telepon itu sudah membuatnya mengurungkan niatnya untuk bunuh diri.
“Terimakasih,” bisik Chae Won pelan. “Terimakasih, sudah menjadi orang yang lebih kesepian dibandingkanku…”

.
.
.
.
.
.
To be continued.

12 Comments (+add yours?)

  1. LestaRizqa
    Apr 23, 2015 @ 07:21:46

    Oke, saya suka saya suka.. 😀
    ditunggu part selanjut.y yaaaaaa 😉

    Reply

  2. elskyu03
    Apr 23, 2015 @ 09:52:41

    Duuhhh, suka bangett, thorrr ><
    Lanjut, yahhh 😀

    Reply

  3. missrumii
    Apr 23, 2015 @ 09:55:29

    Waah idenya bagus banget..
    Aku ga keberatan kalo yang iseng itu Kyuhyun :3

    Reply

  4. Novita Arzhevia
    Apr 23, 2015 @ 10:32:34

    Ceritanya unik, , .

    Reply

  5. Frozen
    Apr 23, 2015 @ 11:00:23

    wah ide ceritanya lain ya dari yangg lain
    penasaran ya apakah kira-kira kyuhyun jumpa ngak ya sama chae won

    Reply

  6. shoffie monicca
    Apr 23, 2015 @ 11:34:45

    adh2 kyu skrng jd gnti biasanya dia evil sm kwn2nya tp skrng dia evil lwt tlpn..

    Reply

  7. lieyabunda
    Apr 23, 2015 @ 15:15:55

    seru nih,,,
    lanjut

    Reply

  8. fify endah
    Apr 23, 2015 @ 16:58:16

    eh? agak kaget liat judul familiar tapi pemerannya beda
    hahaha ternyata penulisnya sama2 sophie maya
    dan akhirnya baca ulang angel’s call nya lagii meski udh prnh baca di blog empunya 😀
    dan… tetap aja deg degan typ baca ff ini.
    sophie daebak deh!

    Reply

  9. idealqueen
    Apr 23, 2015 @ 18:09:54

    Waw dsni jd moon chae won… Tp tteup sukaaaa saengiee

    Reply

  10. meynininx90
    Apr 23, 2015 @ 19:14:37

    Hmhmhm….mh maen tebax”n…..
    Bza mnghbur org jg sich

    Reply

  11. choi sena
    Apr 23, 2015 @ 22:27:51

    tebak-tebak….
    bikin longshoot dong
    gomawo

    Reply

  12. esakodok
    Jul 08, 2015 @ 23:25:51

    sesederhana itu y..walauoun kyu g sengaja..tp dia sudah merubah hidup chae won..

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: