The Coronation [After Story] [2/?]

THE CORONATION

 

Nama : Kim Parker
Judul Cerita : The Coronation [After Story Part 2]
Tag : Lee Inhyun (OC), Lee Donghae, Lee Sungmin, Kim Jongwoon
Genre : Romance, Family, Royal Family
Rating : 17+
Length : Multi chapter
Catatan Author : This is my answer for my beloved readers. Happy reading!
Enjoy! Leave your comments, please. Thank you *deepbow
The previous stories :
https://superjuniorff2010.wordpress.com/2014/10/22/the-coronation-after-story-1/
THE CORONATION [After Story Part 2]
“Nyonya, kondisi negeri Korea sedang sangat tidak stabil. Situasi istana benar-benar genting karena ketegangan Pangeran Lee Sungmin dengan Pangeran Lee Donghae.”
Wang Ruina bisa merasakan gejolak dalam hati putranya yang tinggal beratus-ratus mil jauhnya. Bagaimanapun Wang Ruina adalah seorang ibu. Ia mampu merasakan apa yang tidak terjangkau oleh logika.
“Dapatkah kau mengetahui dimana lokasi bulan madu Tuan Putri Lee Inhyun untukku? Aku perlu menemuinya untuk meredam situasi ini.”
oOo
“Tidak banyak orang yang kenal dekat dengan mendiang ibuku sebelumnya, Menteri Kim.”kata Lee Donghae sopan.
“Yang Mulia Permaisuri Jin Jihyun adalah putri senior saya. Saya mengenal Yang Mulia Permaisuri sebagai teman sekelas adik bungsu saya.”
“Ya. Itulah mengapa Ibunda Permaisuri sangat mempercayaimu, Menteri Kim. Jika aku membutuhkan kesetiaanmu, apakah kau akan memberikannya?”
“Yang Mulia Pangeran, kesetiaan saya adalah untuk negeri dan istana ini.”
“Menteri Kim, ada hal yang ingin aku ketahui darimu tentang Ibunda Permaisuri. Apakah kau bersedia membantuku?”
Menteri Pertahanan Kim, tidak tahu sudah berapa kali merasa terkejut hari ini. Undangan minum teh dari Pangeran Lee Donghae saja sudah membuatnya amat heran. Dan ketika Sang Pangeran mengutarakan tujuan sebenarnya, ia benar-benar terguncang. Sebuah nama terucap. Sebuah nama yang selalu diingat oleh seseorang yang bersinggungan dengan istana. Ya. Menteri Kim sangat tahu siapa yang dimaksud oleh Pangeran Lee Donghae.
Kisah lama pun kembali terkuak hari ini.
oOo
“Yang Mulia Pangeran, sebuah penerbangan rahasia dijadwalkan atas nama Nyonya Wang Ruina.”
“Penerbangan rahasia atas nama Ibu?”
“Benar, Yang Mulia. Penerbangan ke Muenchen, Jerman petang tadi.”
Lee Sungmin mengingat betul ibunya tidak akan meninggalkan rumah kuno di daratan China yang selama ini dihuninya demi bepergian. Dan Muenchen, Jerman terlalu jauh dari perkiraan. Lee Sungmin langsung merasa curiga pada informasi yang disampaikan oleh sekretaris pribadinya.
“Dapatkah aku mengandalkanmu untuk mencari informasi mengenai kepergian rahasia Ibu?”
oOo
Muenchen. Kota yang sebenarnya sangat menarik untuk berbulan madu. Dengan pasanganya yang sangat menyukai arsitektur dan sejarah, Muenchen sangat tepat untuk memadu kasih. Namun sayangnya, Kim Jongwoon tidak datang ke tempat ini untuk bersenang-senang.
Kondisi Lee Inhyun masih sama. Dan Kim Jongwoon telah sepenuhnya pulih bahwa perbincangannya yang lalu dengan Lee Inhyun adalah mimpi semata. Walaupun ia sangat berharap istrinya itu dapat bangun dan memintanya untuk berkeliling kembali, demi apa pun Kim Jongwoon rela melakukannya.
“Dokter Kim, ada seseorang yang ingin menemui Anda.”kata seorang perawat pada Kim Jongwoon yang sedang melamun.
“Menemuiku?”
Kim Jongwoon mendapati seorang wanita cantik dengan sebuah buket bunga Primrose, bunga favorit Lee Inhyun di luar ruang perawatan.
“Tuan Kim Jongwoon. Akhirnya saya menemui Anda.”katanya dalam bahasa Inggris yang baik.
“Maafkan saya, apakah saya mengenal Anda?”
“Tidak. Saya rasa begitu pula dengan istri Anda. Namun saya membawakan bunga untuk istri Anda yang cantik itu.”
“Terima kasih. Anda jelas sudah tahu nama saya Kim Jongwoon. Sedangkan saya belum mengetahui nama Anda.”
“Wang Ruina.”
“Wang Ruina?”
“Anda nampak terkejut sekali mendengar nama saya.”
“Setiap malam saya selalu mencari-cari tahu siapa sebenarnya Wang Ruina. Akhirnya Tuhan memberikan jawaban dari do’a saya.”
Wang Ruina tersenyum bijak setelah mendengar cerita mengenai mimpi Kim Jongwoon beberapa hari yang lalu. Wanita itu memberikan ekspresi yang menenangkan bagi Kim Jongwoon.
“Apakah saya dapat menemui Yang Mulia Putri Lee Inhyun?”
Kim Jongwoon duduk di samping Wang Ruina dalam ruang perawatan Lee Inhyun. Kim Jongwoon bisa melihat tatapan hangat dan sayang Wang Ruina kepada istrinya yang terbaring tak berdaya.
“Untuk pertama kali dalam hidup kita, kita bertemu langsung, Yang Mulia Putri Lee Inhyun.”kata Wang Ruina dengan suara keibuan yang lembut.
“Ada banyak hal yang harus kita bicarakan, Tuan Putri. Sayangnya kita harus memulai darimana? Apakah Anda ingin mengetahui siapa saya sebenarnya?”
Kim Jongwoon bingung dengan ucapan Wang Ruina.
“Bertahun lalu, Wang Ruina adalah seorang gadis yang jatuh cinta pada Lee Dongmin saat mereka menuntut ilmu bersama di Oxford University. Lee Dongmin, Tuan Putri pasti lebih mengenal pria itu dengan sebutan Ayah Raja, bukan? Kami saling mencintai ketika itu. Lee Dongmin yang saya kenal saat itu hanyalah seorang pria Korea yang tampan, cerdas dan baik hati. Tentu saja saya merasa sangat bahagia saat ia mengutarakan niatnya untuk menikahi saya . Kami menikah, Tuan Putri. Kami menikah dan bahagia. Kami juga memiliki seorang putra yang amat kami cintai, Tuan Putri sangat mengenal putra kami, Pangeran Lee Sungmin, begitu Anda memanggilnya, bukan?
Pangeran Lee Sungmin? Oh Tuhan. Kim Jongwoon seolah tersadar bahwa wanita anggun ini adalah ibu kandung Pangeran Lee Sungmin. Apa tujuan wanita ini datang kemari?
“Sungjin kecil saya baru berusia tiga tahun saat Lee Dongmin harus menerima amanah dari Yang Mulia Raja Lee Dongsu, kakek Lee Dongmin untuk menjadi raja negeri Korea. Lee Dongmin terpaksa harus menerima amanah itu karena meskipun ia telah menanggalkan statusnya sebagai keluarga kerajaan, nyatanya tak tersisa anggota keluarga kerajaan untuk memimpin negeri Korea. Dengan amat terpaksa, Lee Dongmin bersedia menjadi raja negeri Korea.”
Kim Jongwoon terkejut dengan cerita Wang Ruina.
“Putri, seorang raja yang telah beristri bukan orang Korea bukanlah sesuatu yang diharapkan oleh pihak istana. Dan atas permintaan mendiang Permaisuri Myeonghwa, Lee Dongmin dipertunangkan dengan Jin Jihyun. Sebagai seorang istri dan wanita tentu saja saaya merasa sangat terpukul dengan kenyataan itu. Saya dipaksa untuk segera mengakhiri status saya sebagai istri sah Lee Dongmin. Namun pilihan apa yang saya punya, sementara Lee Dongmin sangat dibutuhkan oleh negerinya? Saya tak bisa bersikap egois dengan memilih mempertahankan Lee Dongmin di sisi saya.”
Kim Jongwoon tercekat dengan kenyataan yang disampaikan oleh wanita di sampingnya.
“Tuan Putri, apakah Anda mengenal Wang Ruina sebagai seorang pembunuh Yang Mulia Permaisuri Jin? Demi Tuhan. Saya tak membunuh Yang Mulia Permaisuri Jin. Saya juga tak menyimpan sedikitpun dendam pada Ibunda Yang Mulia. Wang Ruina adalah orang yang memutuskan untuk berpisah dengan Lee Dongmin. Wang Ruina pula yang turut merasa bahagia atas kebahagiaan keluarga baru Lee Dongmin dengan Jin Jihyun. Namun, entah mengapa, Yang Mulia Permaisuri Jin Jihyun tak menyukai saya. Malam itu, malam ketika kecelakaan menimpa Yang Mulia Permaisuri Jin, setelah pertemuan kami. Saya sudah menjelaskan padanya bahwa adalah keinginan Yang Mulia Raja untuk mengajak Pangeran Lee Sungmin tinggal di istana dan mendapatkan pendidikan sebagai seorang pangeran. Tidak pernah ada sedikitpun maksud untuk menjadikan Sungjin sebagai pembalasan dendam. Yang Mulia Permaisuri Jin akhirnya mengerti. Namun sayang, peristiwa malang itu terjadi. Entah siapa yang menghembuskan berita bahwa saya yang telah mencelakai Yang Mulia Permaisuri Jin.”
Kim Jongwoon menahan nafas pada kalimat-kalimat terakhir yang diucapkan oleh Wang Ruina.
“Tuan Putri, tidak pernah sedikitpun saya membenci Ibunda Anda. Apa yang terjadi di kehidupan kami sebelumnya, itu adalah takdir yang memang sudah terjadi. Tidak ada yang perlu disesali. Saya harap Anda segera sehat dan lain kali kita dapat bertemu dalam suasana yang lebih bahagia.”
Tanpa Wang Ruina maupun Kim Jongwoon sadari, sudut mata Lee Inhyun mengalirkan cairan bening murni.
oOo
Lee Donghae merasa bahwa kewajibannyalah untuk menyampaikan permintaan maaf Yang Mulia Permaisuri Jin pada seorang wanita bernama Wang Ruina. Dan setelah mengetahui secara pasti siapa sesungguhnya wanita itu, Lee Donghae semakin merindukan ibundanya. Betapa tidak, Yang Mulia Permaisuri Jin datang dalam mimpinya hanya untuk menyampaikan permohonan tersebut.
Lee Donghae teringat seseorang yang dapat mempertemukannya dengan wanita bernama Wang Ruina. Tak lain dan tak bukan adalah saudara seayahnya sendiri, Pangeran Lee Sungmin.
“Pangeran Lee Sungmin menuju Jerman untuk berlibur.”kata dayang istana Pangeran Lee Sungmin.
Jerman? Berlibur? Pangeran Lee Sungmin tidak pernah menganggap Jerman sebagai negera yang menarik untuk berlibur. Mengapa sekarang ia menuju negara itu untuk berlibur? Lagipula situasi negeri sedang tidak baik dengan revisi Undang-Undang Kewarganegaraan yang diajukannya. Seharusnya Pangeran Lee Sungmin berada di kantornya untuk menyusun strategi meraih tahta yang sangat diharapkannya.
“Beritahu aku kemana Pangeran Lee Sungmin pergi.”
Lee Donghae membutuhkan sedikit kekerasan untuk mengancam para staff istana Pangeran Lee Sungmin. Lee Donghae menuju Jerman.
oOo
“Ibu?”
“Sungjin, putraku.”
Pertemuan ibu dan anak yang amat tak terduga di lorong rumah sakit. Wang Ruina terkejut mendapati putra yang amat dirindukannya kini berdiri tak jauh darinya.
“Apa yang ibu lakukan di sini?”
Wang Ruina tidak langsung menyahut pertanyaan putranya. Ia tersenyum sambil menghampiri putra tercintanya. Ia sadar pertemuan yang amat ditunggunya tidak perlu dirusak dengan cerita mengenai dirinya yang menemui Putri Lee Inhyun.
“Ibu?”
“Ibu bisa menceritakannya nanti. Ini bukan tempat yang tepat.”
Muenchen menjadi saksi pertemuan ibu dan anak yang tinggal terpisah selama sepuluh tahun itu. Akhirnya Wang Ruina dan putranya memilih untuk makan malam bersama di sebuah restoran tak jauh dari pusat kota Muenchen.
“Aku tidak akan berpura-pura tidak tahu bahwa kau sangat ingin menggantikan Ayahandamu.”
“Bukankah itu hak saya sebagai anak sah Ayah Raja?”
“Maafkan aku, Sungjin. Karena kau terlahir dari seorang bukan berdarah Korea dan tentu saja dicap sebagai seorang pembunuh, kau kesulitan mewujudkan impianmu.”
“Aku bisa membereskannya, Ibu. Tak ada yang perlu dikhawatirkan.”
“Sungjin, apakah kau keberatan jika Ibu memintamu untuk menghentikan usahamu meraih tahta itu?”
“Ibu?”
“Ibu tahu kau ingin sekali memulihkan nama baik Ibu yang difitnah sebagai pembunuh Yang Mulia Permaisuri Jin. Tapi Ibu lebih menginginkan kau hidup tenang tanpa perlu menyakiti orang lain apalagi saudaramu sendiri.”
“Ibu?”
“Sungjin, dengar. Mungkin sangat berat bagimu melepaskan segala ambisimu itu. Namun lihatlah, Ibu dan Ayah Rajamu tak lagi muda. Kau, sebagai anak tertua haruslah menjaga kedua adikmu. Lee Donghae, jika memang ia yang akan menjadi raja, bukankah akan lebih baik jika raja itu memiliki seorang kakak laki-laki hebat yang mendukungnya?”
“Aku sungguh tak mengerti maksud Ibu.”
“Lee Inhyun sedang berjuang antara hidup dan mati. Ia sama sekali tak berambisi menjadi seorang Ratu atau apa pun itu. Ibu mohon Sungjin, jika memang belum terlambat, jangan sakiti siapa pun lagi.”
Lee Sungmin hanya perlu menghabiskan makan malamnya dalam diam.
oOo
Lee Donghae tak mempercayai penglihatannya. Bukan Lee Sungmin yang didapatinya saat datang ke sebuah rumah sakit di Muenchen. Ia baru saja melihat kakak iparnya memasuki rumah sakit. Kim Jongwoon yang tampak lelah dan sangat sedih menuju salah satu ruang perawatan.
“Kim Jongwoon-ssi?”panggilnya.
Pria itu memutar tubuhnya.
“Yang Mulia Pangeran?”
Lee Donghae menghampiri kakak iparnya.
“Apa yang kau lakukan di sini?”
Kim Jongwoon tidak langsung menjawab. Bagaimana mungkin kejutan terus terjadi dalam hidupnya? Kemarin petang seorang wanita tak dikenal, yang ternyata adalah ibu kandung Pangeran Lee Sungmin mengunjunginya sekarang Pangeran Lee Donghae muncul dihadapannya.
“Kim Jongwoon-ssi?”
Kim Jongwoon segera tersadar dari lamunannya.
“Silakan ikut saya, Yang Mulia Pangeran.”
Lee Donghae merasa lututnya lemas seketika saat melihat siapa yang terbaring tak berdaya di kamar perawatan yang dituju Kim Jongwoon. Saudarinya, kakak perempuan yang amat dibencinya, harus menggantungkan hidup dari alat-alat medis disekujur tubuhnya.
“Kim Jongwoon-ssi, jelaskan padaku apa yang terjadi sebenarnya?”
“Yang Mulia Putri sedang menjalani perawatan pasca operasi kanker, Yang Mulia Pangeran.”
“Kanker? Kanker, kau bilang?”
Kim Jongwoon mengisahkan panjang lebar mengenai wanita yang sedang terbaring lemah itu. Lee Donghae hanya perlu mendapati dirinya sangat tersentuh dengan kisah yang telah dijalani oleh kakak perempuannya.
“Bahkan kau menyembunyikan kenyataan ini dari Ayah Raja?”
“Tentu saja, Yang Mulia Pangeran. Tuan Putri tidak ingin siapa pun merasa khawatir atas kondisinya.”
Seorang perawat memasuki ruang perawatan.
“Dokter Kim, Dokter Kaizler ingin bertemu dengan Anda di ruangannya.”
“Baiklah. Saya permisi dulu, Yang Mulia Pangeran.”
Sepeninggal Kim Jongwoon, Lee Donghae terduduk di samping saudarinya. Ia masih terguncang atas kondisi Lee Inhyun. Sampai sebelum bertemu dengan Kim Jongwoon, Lee Donghae masih berfikir bahwa pasangan pengantin baru itu sedang menghabiskan waktu berbulan madu yang romantis di Kanada.
“Noona.”
Ada perasaan tak nyaman saat suara itu keluar dari mulut Lee Donghae.
“Aku selalu tahu kau tak pernah berbagi sesuatu denganku. Seperti sekarang juga, lagi-lagi kau tak membiarkan aku tahu tentang kondisi kesehatanmu. Sebenarnya, kau anggap aku ini apa, Noona?”
Lee Donghae terkenang kembali masa-masa kecilnya bersama Lee Inhyun. Lee Donghae akhirnya teringat betapa ia tak pernah berusaha dekat dengan saudarinya. Lee Inhyun selalu menarik diri dari pelajaran protokoler istana yang diwajibkan oleh Ibunda Permaisuri. Lee Inhyun lebih suka berada di luar istana untuk belajar, berkeliling museum dan tentu saja bermain bersama Kim Jongwoon.
“Noona, sedih sekali saat tahu betapa tak pernah ada momen yang kita lakukan bersama di masa lalu. Apakah kita memang benar saudara kandung? Aku tak merasa begitu.”
Lee Donghae selalu mengingat bagaimana kakak perempuannya itu sangat tidak menyukai kehidupan istana. Dan ketika tiba kesempatan bagi Lee Inhyun bebas dari istana, Lee Inhyun memutuskan Muenchen menjadi rumahnya.
“Noona, aku mohon segeralah sehat. Aku merindukanmu.”
Lee Donghae menitikkan air matanya. Dan Lee Inhyun sepertinya mulai merespon kehadiran adik laki-lakinya.
oOo
“Lee Inhyun sekarat?”tanya Lee Sungmin.
“Benar, Yang Mulia Pangeran.”
Sekretaris pribadi Lee Sungmin memaparkan penyelidikannya atas Lee Inhyun.
“Inikah alasan Ibu memintaku menghentikan semuanya?”
Pertanyaan itu tanpa perlu dijawab, Lee Sungmin sudah tahu jawabannya.
Butuh waktu bagi Lee Sungmin untuk meyakinkan diri untuk datang mengunjungi Lee Inhyun yang sedang berjuang untuk hidup. Namun, ia perlu memastikan sendiri bagaimana kondisi terkini saudarinya.
“Silakan masuk, Yang Mulia Pangeran Lee Sungmin.”kata Kim Jongwoon ramah.
Lee Sungmin terkejut dengan kehadiran Kim Jongwoon. Ia bermaksud untuk tak terlihat saat mengunjungi Lee Inhyun namun sepertinya Tuhan menunjukkan jalan lain.
Pintu kamar perawatan terbuka. Lee Sungmin dan Kim Jongwoon masuk. Lee Donghae segera berdiri melihat siapa yang baru saja datang.
“Pangeran Lee Sungmin?”tanya Lee Donghae.
“Maafkan aku telah mengganggu kenyamanan kalian. Aku merasa harus melihat sendiri kondisi Putri Lee Inhyun. Aku turut bersedih.”
“Terima kasih, Yang Mulia Pangeran. Saya mengharapkan do’a Yang Mulia Pangeran untuk kesembuhan dan kesehatan istri saya.”
“Tentu saja, Kim Jongwoon-ssi.”
Kim Jongwoon merasa harus undur diri pada pertemuan ketiga saudara yang jarang terjadi. Kim Jongwoon meninggalkan ruang perawatan istrinya.
“Silakan duduk, Pangeran Lee Sungmin.”
“Terima kasih, Pangeran Lee Donghae.”
Kedua Pangeran terduduk dan larut dalam pikirannya masing-masing. Kecanggungan meliputi dua saudara yang sedang sangat bersitegang karena perebutan tahta.
Ada keheningan yang sangat lama di ruang perawatan Lee Inhyun.
Kedua pangeran melihat adanya perubahan dari Lee Inhyun. Dengan panik, Lee Donghae memanggil perawat. Kim Jongwoon segera masuk ke ruang istrinya.
oOo
Masihkah kau mengingatku, Lee Dongmin?
Ah, kau pasti sudah melupakanku.
Aku tidak bisa berkata begitu saja bahwa aku merindukanmu. Kau bukanlah Lee Dongmin suamiku yang dulu.
Sudahlah, sepertinya tak perlu ada kisah sedih diantara kita lagi. Aku hanya ingin berterima kasih karena kau telah membesarkan Sungjin kecil kita menjadi pria yang tampan dan cerdas.
Hiduplah dengan bahagia, Lee Dongmin. Aku akan mengawasimu dari kejauhan.
Wang Ruina meyakini putranya akan melakukan apa yang ia minta.
oOo
“Kau sudah bangun?”
Kim Jongwoon mengerjapkan matanya tak percaya.
“Hyun-ah?”
“Nyenyak sekali tidurmu. Aku sampai tak tega membangunkanmu.”
“Apakah ini mimpi?”
“Tidak, Woon-ah. Aku sudah sadar.”
Kim Jongwoon mengecup kening istrinya.
“Aku senang kau sudah sadar.”
“Terima kasih telah menjagaku.”
Kim Jongwoon segera mengabarkan kondisi terkini Lee Inhyun pada kedua pangeran yang datang semalam.
“Kapan aku bisa keluar dari tempat ini?”
“Hyun-ah, kau baru saja sadar. Kita perlu melihat hasil pemeriksaanmu.”
“Woon-ah, sudah banyak yang ingin aku lakukan.”
“Kau bisa melakukannya nanti, Hyun-ah. Turuti nasehatku dan kau akan segera sehat lalu kita bisa kembali.”
oOo
Primrose. Lee Sungmin membawakan bunga favorit Lee Inhyun ke rumah sakit. Ia ingin menyampaikan selamat atas kesembuhan Lee Inhyun.
“Maaf sudah merepotkan, Orrabeoni.”
“Tidak apa, Putri Lee Inhyun. Aku senang kau sudah sehat.”
“Terima kasih sudah mencemaskanku.”
Ada jeda panjang di antara keduanya.
“Putri, aku lebih mengharapkanmu yang mengenakan mahkota milik Ayah Raja.”
oOo
“Kapan Donghae akan mengunjungiku? Apa ia tak tahu kalau aku sudah pulih?”
“Mungkin Yang Mulia Pangeran sedang membelikan sesuatu untukmu. Tunggulah sebentar. Ia pasti akan datang.”
“Aku harap Donghae membelikan makanan kesukaanku. Aku sudah bosan dengan makanan rumah sakit, Woon-ah.”
“Kau ini. Sabarlah sebentar. Ketika kau diizinkan kau akan makan apa pun yang kau mau.”
Lee Inhyun hanya tersenyum mendengar teguran suaminya. Rasanya menyenangkan sekali bisa menggoda Kim Jongwoon seperti tadi. Rasanya sudah lama sekali ia tak merasa sebahagia itu berdua.
Pintu kamar terbuka. Sosok Lee Donghae memasuki kamar.
“Selamat pagi, Pangeran. Putri Lee Inhyun baru saja menanyakan Pangeran.”
“Benarkah? Itu tak pernah terjadi sebelumnya bukan, Noona?”
“Kalian berdua bersekongkol. Hei, apa yang kau bawa itu? Apakah salah satu dari makanan favoritku?”
“Sayang sekali bukan. Aku membawakan sesuatu untukmu memang.”
Ya Tuhan. Lee Inhyun terpekik melihat kado yang dibawa oleh adik laki-lakinya. Ia tak akan menyangka sebuah boneka beruang dengan pakaian kebesaran seorang pangeran berada di kotak tersebut.
“Boneka? Apakah ini kau?”
“Ya. Bukankah aku lebih cocok mengenakan pakaian tersebut? Mahkota tidak cocok untukku.”
Lee Inhyun tertegun mendengar perkatan Lee Donghae. Bagaimana mungkin kedua pangeran mengucapkan hal senada dalam selang waktu tak lama. Apakah ini hanya kebetulan semata? Oh. Lee Inhyun menduga efek operasi berpengaruh pada pendengarannya.
TO BE CONTINUED

4 Comments (+add yours?)

  1. Monika sbr
    Apr 24, 2015 @ 18:41:15

    Semoga aja mereka bisa berbaikan selamanya deh…..

    Reply

  2. ongewife
    Apr 25, 2015 @ 10:12:28

    Rumit banget kayanya hidup mereka semua, yahh semoga aja mereka bisa baikan lah jangan canggung” kaya gitu

    Reply

  3. dian
    May 01, 2015 @ 10:14:42

    Ditunggu part selanjutnya

    Reply

  4. chatarina
    Jul 23, 2015 @ 00:43:31

    Cerita nya bagus banget aku suka… tapi kehidupan mereka bener” rumit banget. Kehidupan kerajaan rumit, pantes aja si inhyun kabur… kalau aku jdi inhyun sih aku jga udh kabur dri kapan tahun… lanjut dong… penasaran banget sama cerita nya. Keep writting ya^^ fighting!!!

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: