Call My Name [2/?]

1389163418898

Judul: Call My Name 2

Main Cast :

  • Cho Kyu Hyun (Super Junior)
  • Choi Si Won (Super Junior)
  • Park Ji Rin (OC)
  • Lee Dong Hae (Super Junior)
  • Kim Chae Rin (OC)
  • Kim Young Woon (Super Junior)

Author : OctciKyu

Genre : Married Life, Sad, Romance, Friendship

Length : Chapter

Rating : PG-15

Disclaimer : Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Dong Hae, and Kim Young Woon as himself. OC belong to my imagination character.

 

Halooo Readers,

Happy Reading J

“Setidaknya ajari aku bagaimana untuk memiliki kekuatan ketika kehilangan itu datang”

 

Previous

“Kenapa kau selalu menjawab seperti itu? Kenapa kau membenciku?”
“Kenapa kau begitu tak sudi untuk melihatku Jirin?” Dia berkata pelan dan aku mendengarnya dengan jelas.
“……………….”

****

Semilir angin menyapu wajahku pagi ini. Aku duduk di teras rumah ditemani segelas coklat panas, bahkan ini masih terlalu pagi bagiku untuk berangkat kerja. Ini masih pukul 6 pagi dan aku meninggalkannya seorang diri di ruang makan. Semenjak kejadian itu, kami memang tidak bersama-sama lagi saat sarapan maupun saat makan malam. Dia tetap memakan masakanku dan aku cukup takjub dengan hal itu.

“Aku berangkat” Aku mengucapkan salam lewat pintu depan, sekalipun kami tidak salin bertemu tapi aku tetap mengucapkan salam untuknya. Dan yang pastinya dia akan diam saja.
Aku menjalankan mobil ku membelah jalanan Seoul pagi ini, menembus padatnya jalan raya untuk segera sampai di tujuan. Aku menuju Rumah Sakit Seoul, karena aku memang bekerja disana. Aku berprofesi sebagai spesialis Dokter mata. jadi tidak heran kalau

Setibanya aku di rumah sakit belum banyak terlihat Dokter-dokter menghuni ruangan mereka. Aku melihat Chaerin datang menghampiriku, dia memang bukan seorang Dokter, tapi Chaerin bertanggung jawab di bagian polikilinik kulit.

“Selamat pagi buk Dokter” Chaerin tersenyum begitu manis dan membuatku tertawa geli.
“Selamat juga kepala bagian”

“Ehmm aku ada berita untukmu, dan ini mengejutkan. Aku saja sampai saat ini belum percaya kalau belum melihat langsung.” Tiba-tiba ekspresinya berubah menjadi sedih dan itu membuatku bingung. Chaerin menarik tanganku untuk memasuki ruanganku

“Ada berita apa? Hantu kah? Apa kau benar-benar ingin melihat seperti apa sebenarnya wujud hantu itu huh?” aku tertawa keras mengingat keinginannya selama ini untuk melihat wujud hantu. Dia terlihat seperti orang gila

“Berhenti meledekku, karena ku pastikan kau akan lebih tidak percaya dan bahkan ingin menangis.” Ucapnya kesal

“Aku mendengar bahwa Choi Siwon kembali.” Ucapnya serius

“Apa? Jangan gila.” Jawabku sambil tertawa

“Aku serius. Aku memang belum melihatnya tapi banyak teman-teman semasa SMA kita yang melihatnya di Gereja minggu lalu.” Aku terdiam dan terpaku mendengar semua itu. Aku sudah 5 tahun tidak bertemu dengannya dikarenakan studinya di Roma, aku benar-benar merindukannya dan hatiku masih tertinggal untuknya.

“Jangan membohongiku Chaerin-ahh. Aku tau kau kesal karena aku baru saja meledekmu.” Ucapku sangat pelan dan menatap matanya.

“Aku tidak berbohong” ucap Chaerin dengan yakin

“Di daerah mana dan Gereja apa?”

“Dia melayani di Gereja Katolik Katedral Myeongdong.” Aku melihat tatapan sedih Chaerin

“Aku benar-benar tidak menyangka bahwa dia akan mengambil jalan hidup seperti sekarang ini.” Ucapku terisak dan hatiku begitu sakit.

“Jangan seperti ini Jirin-ahh. Seharusnya kau bahagia melihatnya memilih jalan mulia.” Aku hanya memaksakan senyum dan aku belum berhenti juga untuk menangis. Terkadang aku menangis jika mengingat tentang Siwon, aku memang sudah mengetahui dari awal. Tapi aku tidak menyangka juga kalau Siwon akan kembali secepat ini.

****

Cho Kyu Hyun POV

Berkutat dengan pekerjaan mulai pagi tadi hingga siang ini membuat kepalaku terasa ingin pecah. Ini memang sudah memasuki jam makan siang, tapi jika mengingat lagi bahwa pukul 2 aku akan kembali bekerja lagi. Aku benar-benar ingin pulang saat ini, walau aku tau bahwa tidak aka nada orang yang menyambutku. Aku teringat akan perkataannya beberapa hari yang lalu, dan sampai sekarang aku belum mengerti apa yang dia maksud.

“Aku membencimu karena itu adalah kau dan semua yang melekat dalam dirimu”

Jirin selalu menjawabku dengan kata-kata ketus dan aku sering tidak mengerti. Terutama tidak mengerti dengan jalan pikirannya. Dan udah beberapa hari ini kalau kami tidak lagi makan bersama dan berbicara pun sangat jarang. Aku sangat ingin mengenal Jirin,, tapi dia tak pernah memberiku celah untuk mengenalnya. Jirin benar-benar menutup mata dan hatinya untukku.

“Halooo” aku merasakan bahuku ditepuk dan kulihat Young Woon duduk di hadapanku sambil meletakkan 2 kotak makanan.

“Gomawo.” Aku memang memesan makan siang darinya

“Choenma. Bagaimana hubunganmu dengan istrimu?” tanyanya to the point. Dasarrr

“Lebih buruk. Kau tahu bagaimana dia kalau berbicara denganku, bahkan kami tidak makan bersama-sama lagi.” Ucapku santai

“Eishh, kenapa dia begitu dingin. Aku mengerti kalau Jirin merasa tidak nyaman, apalagi kalian menikah karena perjodohan. Bahkan kalian tidak menjalani pendekatan sebelum menikah. Tapi yang membuatku sedikit bertanya-tanya adalah dia benar-benar menutup diri dan tetap mempertahankan sikap dinginnya, bahkan sampai umur 3 bulan pernikahan kalian. Apa sebegitu bencinya dia melihat pria gila sepertimu?” Young Woon berbicara panjang lebar dan membuatku tergelak dengan kalimat terakhirnya.

“Jangan memancingku. Aku juga tidak tahu kenapa menjadi seperti ini. Di awal aku juga tidak begitu menyukai pernikahan itu, tapi seiring waktu berjalan aku harus belajar untuk menerima. Aku yakin bahwa pernikahanku ini bisa seperti pernikahan Lee Jin Ki.” Ucapku dengan putus asa.

“Tidak semua pernikahan memiliki cerita yang sama. Memang Lee Jin Ki juga menikah atas perjodohan, tapi mereka berkomitmen untuk saling mengenal dan membuka hati.”

“Ya. Di awal pernikahan saja dia benar-benar sudah menolakku. Aku selalu bertanya-tanya akan jadi seperti apa pernikahan kami ini, dan terkadang aku berpikir untuk menyerah saja.” Aku belum menyentuh makananku sama sekali.

“Jangan gegabah seperti ini Kyu, cobalah untuk bertahan. Aku berharap semoga Jirin bisa membuka hati untuk pernikahan kalian ini. Jangan sampai mengecewakan orangtua dan mertuamu.” Ucap Youg Woon bijak.

Aku juga merasa tidak sanggup unutk menyudahinya, terlebih aku sudah mengaku janji di hadapan Tuhan. Aku memang belum mencintainya, tapi aku membuka hati untuk belajar mencintai Jirin. Selama 3 bulan tinggal bersama Jirin membuatku merasa nyaman dengan kehadirannya, meskipun kami menjalani kehidupan pernikahan yang menyedihkan. Aku tidak pandai menunjukkan rasa perhatianku untuknya, dan sebenarnya kau merasa enggan untuk itu. mengingat bagaimana responnya padaku, membuatku mundur teratur.

****

Seorang gadis melangkah tergesa-gesa keluar dari ruangannya, setengah berlari dan hanya tersenyum sekilas terhadap orang-orang yang menyapanya. Segera menuju parkiran, menyalakan mesin mobil, dan segera meluncur dengan kecepatan yang lumayan. Lumayan untuk membuat jantung terasa copot -__- Ponsel gadis itu berdering dan dengan segera menerima panggilan masuk.

“Jirin kemana kau akan pergi?” terdengar nada khawatir dari seseorang si seberang sana

“Menurutmu kemana lagi huh?” Jirin bertanya balik dengan nada kesal

“Jangan bilang kalau kau akan menemui Siwon?” tanya Chaerin panic

“Tepat sekali. Yasudah” Jirin memutuskan telepon sepihak dan kembali menginjak pedal gas menuju Gereja Katedral. Jirin ingin memastikan apakah memang benar Siwon melayani di Gereja itu dan Jirin berharap untuk bertemu dengan Siwon disana.

Perlahan ia memarkirkan mobil Ferrari miliknya di pelataran Gereja, ia mencoba untuk merapikan penampilannya. Jirin masih lengkap dengan pakaian kerja, dibalut dengan blazer biru senada dengan rok bahan. Jirin berjalan memasuki Gereja dan melihat pintu Gereja terbuka menampilkan banyak orang yang sedang berdoa. Tidak seperti dirinya, datang ke Gereja bukan untuk berdoa meliankan untuk bertemu dengan seseorang di masa lalunya. Jirin duduk di kursi panjang belakang, dia mengamati ruangan Gereja yang tertata rapi dan bagian atap Gereja dengan bentuk gotik menjulang tinggi. Jirin menoleh ke samping kanan dan menemukan seseorang yang juga melihat kearahnya sambil tersenyum.

“Annyeong” ucap seseorang itu sambil menjabat tangan Jirin

“Annyeong, naneun Park Ji Rin imnida. Maaf, apa di Gereja ini baru saja ada Pastor baru?” Jirin memperkenalkan diri dan langsung menanyakan hal yang menjadi tujuannya ke Gereja

“Oeh, naneun Kim Ki Bum imnida. Ye, di Gereja ini ada Pastor baru, Pastor Choi Siwon. Beliau baru 2 minggu melayani disini, Pastor tampan itu berumur 28 tahun. Baru saja kembali dari Vatikan Roma. Apakah Agassi bukan anggota jemaat Gereja ini?” Kibum menjelaskan dengan senyum di wajahnya dan sedikit heran dengan pertanyaan Jirin

“Eeee….hmmm…. aku jemaa Gereja ini, tapi beberapa bulan aku tidak menghadiri kebaktian karena ada tugas di luar Korea.” Jirin benar-benar salah tingkah dan berdoa dalam hati karena telah berbohong terlebih ini di dalam Gereja

“Kalau Agassi ingin tahu seperti apa Pastor baru itu, lebih baik ikut misa malam nanti dimulai jam 6 sore. Pastor Choi Siwon yang akan melayani.” Kibum memberi informasi dan dengan ramah mengajak Jirin

“Ohh iya aku juga datang ke Gereja untuk mengikuti misa malam ini.” Rasa berdosa di dalam hati Jirin semakin menyesakkan hatinya. Kebohongan terjadi lagi, memang benar apa yang dikatakan orang-orang bahwa sekali berbohong maka kebohongan lain akan mengikuti. Jirin memutuskan untuk mengikuti kebaktian, tapi sedari tadi dia tak pernah tenang selalu melihat ke segala penjuru berharap melihat sang Pastor. Tepat pukul 6 sore misa dimulai semakin membuat Jirin tidak tenang dan jantungnya berdegup kencang. Sampai-sampai membuat lelaki disampingnya menatap heran.

“Agassi kenapa terlihat begitu gelisah?”

“Tidak apa-apa. Maaf telah membuatmu terusik.” Jirin meminta maaf sembari menundukkan kepala berkali-kali

“Aigoo, tidak perlu seperti itu Agassi, gwenchana. Lebih baik fokuskan hati dan pikiran untuk mengikuti ibadah.” Ucap Kibum bijak dan membuat hati Jirin ingin menjerit meminta ampun, karena mengikuti ibadah kali ini dengan perasaan yang begitu kacau.

**

Seorang gadis melangkah keluar dari Gereja, pukul 8 lewat 15 menit ibadah telah selesai. Dia memilih untuk duduk di taman sekitar Gereja. Gadis yang bernama Jirin itu menatap kosong ke depan dengan air mata yang telah mengalir deras dari kedua bola mata indahnya. Kembali Jirin mengingat saat-saat ibadah tadi, sepanjang ibadah Jirin tidak bisa focus terutama ketika khotbah yang dibawakan Siwon. Dia menangis ketika melihat wajah Siwon, disaat semua orang menangis karena mengingat begitu banyak dosa yang telah mereka perbuat, justru Jirin sendiri yang memiliki motivasi berbeda kenapa dia harus menangis. Jirin sama sekali tidak menyimak apa isi khotbah tadi, dia hanya focus memandangi wajah Siwon yang begitu dirindukannya. Jirin menangis dengan terisak dan memukul pelan dadanya.

FLASHBACK

Sepasang kekasih sedang menikmati kebersamaan mereka di sore hari yang cerah. Mereka sedang duduk beralaskan rumput hijau di sungai Han.

“Jirin-ahh kau adalah seseorang yang berarti bagiku. Kau memberi warna dalam setiap hari-hariku, hanya dengan melihatmu penat dalam diriku seakan hilang begitu saja. Tapi aku tak pernah tahu apakah kita memang berjodoh.” Siwon berbicara dengan sendu tanpa menatap sang kekasih

“Kenapa berkata seperti itu oppa? Aku yakin kalau kita benar-benar berjodoh oppa.” Ucap Jirin yakin

“Kita tak pernah tau apa yang akan terjadi di masa depan Jirin-ahh. Jirin-ahh oppa tidak menginginkan hal ini terjadi, tapi oppa benar-benar harus mengatakannya. Ayo kita selesai Jirin-ahh.” Siwon menatap mata Jirin lekat, sementara yang dipandang masih terpaku dan matanya sudah berkaca-kaca.

“Oppa akan melanjutkan pendidikan teologi oppa di luar negeri, dengan syarat benar-benar tidak terikat terhadap sesuatu yang berhubungan dengan seorang wanita. Maafkan oppa.”

“Kenapa harus seperti itu oppa? Kevin oppa saja masih tetap menjalin hubungan dengan Yuri oenni. Kenapa tempat studimu mengharuskan seperti itu? bisakah kau mencari tempat pendidikan yang lain oppa?” Jirin berkata menggebu-gebu, dan membuang pandangan ke depan

“Tidak bisa Jirin-ahh. Tuhan sudah menempatkan oppa disana dan oppa terpanggil untuk itu.” Siwon berusaha meyakinkan sang kekasih

“Aku belum bisa menjawab oppa. Apa Oppa tidak ada pilihan lain? Aku bisa oppa menjalani hubungan jarak jauh, aku akan tetap setia oppa.” Jirin merajuk dan memohon dengan sangat.

“Maaf Jirin-ahh, oppa benar-benar tidak bisa.”

“………”

FLASHBACK OFF

Park Ji Rin POV

Kepingan masa lalu itu masih terekam jelas dalam pikiranku, mengingat begitu polosnya aku saat itu sampai-sampai aku tidak tahu apa yang dimaksud Siwon saat itu. Aku bahkan tidak terpikirkan bahwa yang dia maksud adalah sekolah kepastoran. Saat itu Siwon tengah studi untuk menjadi Pendeta di Seoul, dan benar-benar membuatku shock adalah tiba-tiba mengambil sekolah kepastoran. Sementara Siwon dan keluarganya adalah seorang keluarga protestan, bukan jemaat Katholik. Aku benar-benar tidak tahu bagaimana bisa Siwon menjadi merasa terpanggil untuk menjadi Pastor. Terlebih di dalam keluarga, hanya Siwon satu-satunya anak namja. Siwon memang memiliki adik Jiwon namanya, dan dia adalah seorang yeoja. Semenjak Siwon memutuskan untuk belajar di Roma, kami sama sekali tidak pernah berkomunikasi bahkan lewat angina sekalipun. -__-

Tanpa terasa aku tiba di rumah pukul 10 malam, ini kali pertama aku pulang ke rumah ini selarut ini. Aku masih menemukan lampu ruang tamu, ruang makan terang benderang tapi aku tidak menemukan siapapun disini. Apa dia belum pulang yah? Astaga apa peduliku. Aku berbalik dan aku benar-benar terkejut setengah mati. Aku melihatnya berdiri tepat di hadapanku dengan kedua tangan dia masukkan ke saku trainingnya.

“Kenapa pulang selarut ini?” dia bertanya datar

“Ohh aku ada pekerjaan.” Aku menjawabnya dan tentu saja tanpa menatapnya

“Tapi tidak biasanya selarut ini. Menurut informasi selama ini, seorang dokter spesialis mata jarang berlama-lama di rumah sakit kecuali ada operasi. Dan yang ku tahu kau bukan termasuk salah satu Dokter yang tergabung dalam tim itu.” aishh dia benar-benar membuatku jengah

“Kenapa kau harus menceramahiku seperti ini oehh? Apa kau kesal karena tidak ada yang menyediakan makan malam mu?” aku mendengus dan menjawab malas

“Tidak. Tapi lebih dari itu.” ucapnya singkat dan meninggalkanku. Aishh aku tidak mengerti apa yang dia maksud dan aku tidak mau ambil pusing. Aku segera melengang menuju kamarku, dan tiba-tiba seluruh lampu mati membuat langkahku berhenti. Aku tahu siapa yang melakukan ini, ingin balas dendam rupanya. Aku melihat kearah cahaya minim, ternyata dia sedang memainkan ponsel dan melihat kearahku dengan senyum sinis. Aku memutar bola mataku jengah, dan segera memakai penerangan dari ponselku. Setelah aku tiba di depan pintu kamarku, dia menghidupkan kembali seluruh lampu. Akhh,, benar-benar dan aku membanting pintu.

****

Seperti biasa sang ibu rumah tangga di rumah besar yang selalu spi ini terlihat begitu sibuk dengan peralatan dapurnya. Terlihat bahwa dia memasak berbagai macam makanan pagi ini, biasanya wanita ini memasak satu atau dua jenis makanan. Seluruh masakannya ditata dalam wadah-wadah yang terlihat mengkilat, mewah, kelihatan berkelas. Makanan seperti bulgogi, sop ayam, saus kepiting, dan kimchi dia taruh di meja makan. Segera wanita ini mengambil 4 kotak bekal makanan, 2 kotak diisi dengan nasi putih, dan 2 kotak lainnya yang memiliki sekat-sekat diisi dengan makanan yang baru saja dia masak. Dia bangun begitu pagi untuk memasak, dikarenakan juga dia tidak bisa tidur lelap.

Jirin mendengar langkah kaki mendekat, dan melihat bahwa pria itu berjalan sambil menutup setengah matanya. Pria itu menggeser kursi dan segera duduk menghadap kearah Jirin.

“Kenapa pagi-pagi sekali sudah membuat keributan? Membuat tidurku terganggu saja.” Ucap pria itu menggerutu

“Ohh aku tidak tahu.” Jawab Jirin datar

“Kau memang tidak berubah Jirin.” Kyuhyun mendecak

“Yup dan akan selalu seperti itu.” Jirin tersenyum tipis

“Ini bekalmu hari ini, aku membuat beberapa macam makanan pagi ini dan dalam porsi yang lumayan banyak. Berbagi saja dengan temanmu.” Jirin mengucapkan dengan nada datar dan menunduk. Jirin memang selalu membawa bekal ketika bekerja dan membuatkan bekal untuk Kyuhyun. Memang Jirin tidak pernah memberitahu Kyuhyun secara langsung untuk membawa bekal, tapi ketika dia dengan sengaja membuatkan bekal untuk Kyuhyun dan Kyuhyun mau membawanya, akhirnya ketika dia memasak lebih dia akan membuatkan bekal untuk Kyuhyun.

“Kau sengaja masak banyak hari ini, karena kau ingin aku berbagi dengan temanku? Manis sekali.” Ucap Kyuhyun tertawa dan Jirin hanya diam saja tetap dengan wajah datar dan kembali sibuk membersihkan dan menata lemari dapur.

“Saat pertama kali aku benar-benar penasaran kenapa kau membuatkan bekal untukku? Aku tahu sebenarnya begitu peduli padaku” Kyuhyun bertanya sambil berlagak berpikir keras dan menepuk keningnya

“Itu hanya karena aku mendapatkan amanat dari ibumu kalau aku harus membuatkan bekal untukmu. Ibumu tidak ingin kalau kau mengonsumsi junk food, dan aku ingin terkena resiko hanya karena kau jatuh sakit.” Jirin menjawab Kyuhyun dengan tetap membelakanginya dan jengkel melihat Kyuhyun yang begitu narsis.

“Baguslah kalau kau menuruti apa yang ibuku katakan. Semoga masakanmu ini tidak membuat ku jatuh sakit karena terlalu sering mengonsumsi masakanmu.” Kyuhyun balas dengan sangat sinin dan sedikit kecewa karena jawaban Jirin tidak seperti yang diharapkannya.

“Aku sebenarnya berdoa kalau-kalau kau akan jatuh sakit karena memakan masakanku, jadi aku tidak harus membuatkan mu bekal.” Jirin balas dengan begitu sengit

“Kalaupun aku jatuh sakit karena masakanmu, toh kau juga yang akan repot Jirin-ahh. Kau akan merawatku sepanjang hari, terlebih kau Dokter pasti oemma dan appa akan mempercayakanku padamu. Akhh, aku jadi benar-benar ingin sakit sekarang.” Kyuhyun menjawab dengan nada mengejek dan tertawa setelahnya.

“Aishhh, sudahlah aku ingin mandi. Bye” Jirin mengambil langkah lebar dan meninggalkan Kyuhyun yang masih tertawa terpingkal-pingkal. Kyuhyun sendiri merasa senang karena berhasil membuat Jirin skak mat 2 kali. Dia juga rindu untuk berbicara pada Jirin, karena mereka sudah begitu lama tidak berbicara lebih lama seperti tadi. Dia begitu tertarik untuk mengenal istrinya itu lebih dalam, tapi sayangnya sampai saat ini dia belum bisa.

Sepasang suami istri itu telah selesai bersiap-siap dan akan segera berangkat ke tempat kerja masing-masing.

“Jirin-ahh, ayo ku antar ke rumah sakit.”

O.o?????

TBC……..

 

Mencoba untuk menerima setiap peristiwa dalam hidupmu, jadikan pelajaran untuk melangkah ke masa depan, dan itu akan semakin melengkapi ceritamu

 

Keep Reading, Comment, and like readers.
Thank you ^^

 

 

 

 

3 Comments (+add yours?)

  1. Monika sbr
    Apr 25, 2015 @ 14:14:16

    Ahhh…. Kyu dan jirin makin manis aja, ya walaupun ujung2nya malah saling nyindir satu sama lain….

    Reply

  2. Novita Arzhevia
    Apr 25, 2015 @ 19:07:42

    suka sama ceritanya. . . Ditunggu kelanjutan ceritanya. Jirin jangan terlalu cuek dong kasihan Kyuhyun, masak orang ganteng2 gitu dicuekin. Gak tega

    Reply

  3. tata
    Apr 30, 2015 @ 01:00:17

    Siwon jadi pastor? Andwee… T.T
    Jirin cuek bgt yah sm Kyu.. Ati2 nanti jatuh cinta lhoo…
    Sukaa bgt sama ceritanya… Ditunggu next chapternya yaa… ^^

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: