[Ficlet] Debut

Debut

Author : Joanne Andante

Main Cast : Super Junior members

[Leeteuk, Sungmin, Donghae, Kyuhyun, Eunhyuk, Ryeowook]

Genre : Sad, Romance

Length : Oneshot

Catatan : Kunjungi andantecho.wordpress.com bila ada kesempatan. Terima kasih telah membaca.

-=-

‘I may regret leaving you but it’s because I love you’

Sejak menjadi salah satu artis yang debut di bawah naungan S.M Entertainment, hidupku seolah memiliki siklus yang tak pernah berubah. Latihan, tampil bersama grup, ikut acara variety show, dan kadang berkumpul bersama artis yang berbagi management denganku jika ada waktu kosong.

Seperti hari ini, seusai konser besar SM TOWN di Seoul, aku menghabiskan waktu untuk merayakan keberhasilan kami di sebuah tempat makan mewah yang eksklusif. Di dekat tempat dudukku, ada beberapa artis besar yang sudah melambung namanya seperti Super Junior, SNSD, EXO dan bahkan Red Velvet yang debut tak lama sebelum grupku debut.

Seusai makan, Leeteuk, leader Super Junior, mengadakan permainan untuk kami semua. Jiwa MC-nya kumat, dan ia menyarankan permainan klasik ‘Truth or Dare’. Seperti biasa, ada yang setuju dan ada yang menolak. Tetapi ia meyakinkan bahwa apa yang ada di sini akan tertinggal di sini. Tak akan ada rahasia yang tersebar keluar seusai permainan ini berakhir.

Aku setuju-setuju saja, membiarkan Leeteuk memutar sebuah garpu di atas meja makan. Garpu itu berputar cepat, lantas berhenti beberapa detik kemudian. Semua orang bersorak, tetapi aku tidak. Ujung-ujung tajam garpu itu menghadap ke arahku, begitu pula mata semua orang di sana.

“Cho Hyunrae, maknae Adeura dan visual kita yang paling cantik!” Leeteuk menyebut nama grupku, Adra, dengan logat Korea yang khas. “Truth or dare, Anak Manis?”

“Hyung, dia bahkan lebih pantas memanggilmu paman. Jangan bersikap menggelikan seperti itu dan menggodanya terus-menerus,” tegur Eunhyuk membuat semua orang tertawa. “Lihat, wajahnya merah sekarang.”

Aku tersenyum kecil. “Tidak apa-apa. Leeteuk Oppa hanya bercanda.”

“Jadi, truth or dare?” Sungmin Oppa memotong perdebatan barusan.

Tanganku meletakkan gelas dan mulutku berkata, “truth. Berikan permintaan yang paling menarik bagiku.”

Okay!” Leeteuk mengangkat tangannya ke atas. “Aku punya permintaan bagus. Ceritakan kisah cintamu yang paling terakhir.”

Tanpa sadar, aku tertawa dan mulai mengingat-ingat kisah cinta pertama dan terakhirku itu. “Ini terjadi cukup lama, sekitar sepuluh tahun yang lalu,” aku membuka dengan nada datar. “Aku punya kekasih saat itu, dan ia pria yang baik. Ia sekelas denganku di tahun terakhir sekolah menengah atas. Kami menjalin hubungan beberapa bulan dan nyaris mencapai setahun.”

“Kau nampak bahagia,” komentar Donghae Oppa sambil menatapku dalam. “Apa yang terjadi kemudian?”

“Mimpi buruk,” jawabku cepat. “Atau lebih tepatnya, aku berharap itu semua mimpi buruk. Kami berpisah bukan karena kami bertengkar. Tetapi kami berpisah karena kami sangat mencintai satu sama lain.”

Semua pasang mata menatapku, menunggu kelanjutan ceritaku. “Lanjutkan, Hyunrae. kami penasaran,” kini Ryeowook Oppa yang menatapku tak sabar.

“Sejak sekolah menengah awal, kami punya mimpi yang sama, yakni masuk ke dunia entertainment dan ingin menjadi artis. Kami melakukan audisi bersama di beberapa perusahaan dan aku akhirnya diterima menjadi trainee di sini. Sama seperti diriku, ia menjadi trainee di sebuah perusahaan musik. Tapi resikonya-”

“Kalian harus berpisah,” potong Eunhyuk Oppa dengan wajah tegang tanpa tawa sedikit pun.

“Ya, itu benar. Dan aku yang mengatakan hal itu,” jawabku lagi.

“Kau meminta putus?!” Donghae Oppa histeris tak percaya. “Kenapa harus putus?!”

Aku tersenyum mengerti, mencari cara yang tepat untuk menjawabnya. “Ia sangat berbakat. Aku tahu bahwa ia tak butuh waktu lama untuk debut. Jika ia debut, ia butuh fans. Dan fans tak akan menyukainya bila aku menempel terus padanya. Aku ingin dia berhasil. Itu saja.”

“Jadi, kesuksesannya lebih penting dari perasaan kalian?” Kyuhyun tiba-tiba menyelaku, membuat semua orang menatapnya tak mengerti. Kyuhyun biasanya tak berbicara serius seperti itu. aku juga terkejut karena ia berbicara sedemikian keras.

Ragu, aku mengangguk. “Ya. Mimpinya, cita-citanya, dan kesuksesannya adalah yang terpenting bagiku.”

“Jika seandainya ia ada di sini sekarang, apa yang ingin kau katakan padanya?” tanya Kyuhyun lagi, membuatku khawatir.

“Aku?” aku berpikir sebentar. “Aku mungkin akan berkata, ‘Hai, ini aku. Aku sudah debut setahun yang lalu. Maaf bila aku tak pernah menghubungimu. Aku terlalu takut, terlalu menyesal karena telah membuatmu sakit hati. Tapi aku senang karena kau lebih dulu debut dan memiliki banyak penggemar. Aku bahagia melihatmu bersinar dan menggapai cita-citamu. Jangan khawatir, aku akan selalu menjadi penggemar setiamu’. Mungkin begitu.”

Akhirnya, aku menutup kisahku dengan senyum palsu. Aku tidak baik-baik saja setelah menyadari bahwa aku masih mencintai pria itu. Teman-temanku melanjutkan permainan truth or dare mereka. Tapi aku tidak. Aku terlalu tenggelam dalam ingatanku sendiri.

Tiba-tiba, handphone di sakuku bergetar, menandakan sebuah pesan masuk. Aku membukannya hati-hati, menyadari sebuah nomor yang sangat akrab bagiku.

‘Aku memaafkanmu. Terima kasih telah menjadi penggemar setiaku.’

Dan saat aku mengangkat kepala, aku beradu pandang dengan Kyuhyun. Ia baru menyimpan handphone ke sakunya. Samar, ia tersenyum kecil padaku, menandakan segala pertanyaan dan rasa khawatir yang kusimpan selama ini benar-benar berakhir.

-End-

2 Comments (+add yours?)

  1. Novita Arzhevia
    May 01, 2015 @ 15:48:38

    Ah termyata mantan pcrnya dulu itu Kyuhyun, tapi mengapa tidak menyadarinya. . Next thor

    Reply

  2. LestaRizqa
    May 01, 2015 @ 16:49:42

    Apa ini?? Singkat tp wow kerennnn ToT 32 jempol buat author.a (y) (y) (y)

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: