Makan! [6/?]

Nama : rkh895

Judul Cerita : Makan!

Tag (tokoh) : Cho Kyuhyun, Jang Sora (oc),

Genre : Romance, Comedy,

Rating : Romance, Comedy, Friendship

Length : Chapter

Catatan author : HALOOOOO! Hahaha! AKhirnya bisa selesai juga chapter panjang ini fyuh~ Ya ampun nyaris satu tahun dan belum selesai juga maaf ya._.

Bagi kalian yang lupa aku sempatkan sedikit preview 4 part lalu. Sekali lagi aku benar-benar minta maaf karena keterlambatan ini  ya^^

Selamat membaca.

***

Previous Chapters :

Hai! Ah-nyohng!

Aku Jang Sora. Usiaku dibawah para oppa Super Junior kkkk~ 24 tahun T-T)/. Aku harus ikut atau lebih tepatnya terpaksa ikut dengan orang ini karena kesalahanku dua hari lalu. Karena mantan pacarku yang ternyata tidak jelas rupanya itu melakukan adengan 20++. Yang jelas, aku akan di bawa oleh seseorang yang kaya. Dan itu berita baiknya. Aku bisa makan enak bukan.

Berita buruknya, dia pria. Lebih buruk lagi, dia Kyuhyun. Cho Kyuhyun.

*** 

“Tanda tangani dan mulai besok aku bekerja untukku!” katanya lagi sambil menyerahkan sebuah pena.

Astaga~ Hidupku akan tambah sulit sepertinya Tuhan u,u

“Apa aku akan digaji?” Astaga Jang Sora! Jangan tanyakan hal bodoh.

“Selama kau patuh, apapun akan ku penuhi. Cepat tanda tangan!” jawabnya lagi.

Baiklah, kuharap aku melakukan hal yang benar. Ibu ampuni aku. Tuhan berkati aku.

***

“Jang.” “…” 

“Apa aku terlihat kejam dimatamu?”  “…”

“Jang, jawab aku.” 

“Aku tidak suka dipanggil Jang, itu nama ayahku. Dan maafkan aku , tapi kau memang kejam Tuan Kyu.”

***

“Ah, aku rasa aku akan segera menghentikan kompetisi itu. Sepertinya aku sudah mendapatkan dua kandidat utama. ”

“Siapa namamu nona?” tanya kakek Kyuhyun padaku. Oh, suaranya terdengar ramah beda sekali dengan cucunya T-T)/

“Ah, aku. Aku Jang Sora Tuan.”

“Apa kau sudah menikah?”  “Aku s-“ 

“Bagaimana dia sudah menikah kalau dia saja belum menjawab lamaranku. Iyakan Sayangku?”

Apa? Aku ini masih hidupkan? Telingaku ini masih berguna dengan baik kan? Mengapa tadi sepertinya aku mendengar seseorang berbicara lembut kepadaku tapi suaranya seperti suara Kyuhyun? Dan apa ini? Kenapa tanganku sepertinya ada yang menggenggamnya ya?

“Ok, ternyata dugaanku tepat. Baiklah, kompetisi ini akan kita mulai dengan dua kandidat. Nona Lee Min Ah dan Nona Jang Sora. Ku harap kalian berjuang dengan sportif dan Kyu aku harap kau bisa menilai dengan baik.” 

***

“Aku akan mendapatkan apa yang menjadi hak ku Cho Kyuhyun. Aku pergi Hyunnie.”

Tampaknya, hidup seorang pria muda yang kaya raya itu akan selalu dikelilingi gadis-gadis yang bodoh =_=

“Aku hiks…aku mencintainya Sora-ya. Sangat mencintainya. Apa salah aku mencintai seseorang? Hiks.. hiks..”

“Tidak ada yang salah Kyu.”

“Terima kasih untuk tetap di sini.”

“Kau mengkhawatirkan kehadirannya?” tanya Ann yang penasaran dengan ekspresi Min Ah sekarang.

“Ah, jujur saja iya. Tapi ini kompetisi bukan? Tidak mungkin ia akan berlaku curang. Aku harus melakukan yang terbaik juga.”

“Ya, ini kompetisi. Jadi jangan khawatir dengan lawanmu. Lakukan saja yang terbaik Lee Min Ah.”  Ann berubah menjadi serius dan menatap Min Ah dalam. 

“Ha-“ “Kau dimana! Mengapa lama sekali?!”

“Aku sedang mengunjungi ibuku.” 

“Kyu?”

“Cepat kembali.” Tut-tut-tut

Kan, bilang saja kau tersentuh hahahaha! Ibu, kau daebak! 

***

Sebuah senyuman bangga terpancar dari wajahnya yang mempunyai banyak kerutan itu. Ia tampak puas setelah membaca sebuah kertas yang sekarang sudah tergeletak tak berdaya di atas meja di hadapannya. DI dalam otaknya sudah berterbangan berbagai macam halusinasi muda yang terlihat sangat menyenangkan. Ah~ Sepertinya ia tidak salah untuk memasukkan anak itu ke dalam lingkaran hidup cucunya.

Cho Seunghwa menatap pasti sebuah foto yang juga tertera di atas meja itu. Seorang gadis dengan senyum manisnya terlihat dari foto yang sejak tadi membuat Seunghwa merasa bahagia.

“Ayah, mengapa kau tersenyum seperti itu? Membuatku takut.” Ann tiba-tiba saja datang dan duduk di samping ayahnya itu.

“Ah, aku hanya merasa kalau pilihan Kyuhyun itu menarik. Hihi.”

Ann menatap ayahnya dengan tatapan tidak percaya O.O)/

Apanya yang menarik? Kyuhyun menjodohkannya lagi dengan nenek-nenek di luar sana?!

“Gadis itu. Walau biasa saja tapi dia menarik.” Jawab Seunghwa lagi –ditambah dengan senyumnya yang semakin merekah tentu saja semakin membuat Ann bergidik ngeri dengan ayahnya. Yang benar saja?! Dia akan benar-benar membunuh Kyuhyun kalau anak setan itu benar-benar menjodohkan ayahnya dengan seorang gadis.

Saat mata Ann terarah pada meja di hadapannya, oh sepertinya ia akan benar-benar kehilangan keponakan tercintanya.

“INI APA AYAH? KAU TIDAK BERNIAT MENIKAH DENGAN GADIS MUDA KAN?!”

Seunghwa merasa anak perempuannya ini sudah mulai kehilangan akalnya. Siapa yang mau menikahi siapa?! Seberapapun ia merasa kesepian, tidak pernah terbesit di dalam hatinya yang paling dalam untuk berniat menikah lagi –apalagi menikahi gadis muda seperti yang anaknya katakan.

Pletak!

“Ah! Sakit ayah! Kenapa kau memukulku?!“ Kepala wanita kesayangan Kyuhyun itu terasa berdenyut setelah tangan ayahnya mengenai kepalanya. Walau tua kekuatannya masih kuat saja T-T)/

“Biar otakmu bisa berpikir dengan benar. Siapa yang mau menikahi gadis muda?!” Jawab Seunghwa santai tanpa melihat ke arah putrinya.

“Ini! Lalu ini foto siapa? Lagipula kalau kau memang tidak berniat menikah mengapa kau selalu tersenyum –mesum saat melihat foto ini?!” Ahn tidak mudah menyerah akan hal ini. Sebenarnya ia memperjuangkan apa sih? -_-)/

“Perhatikan baik-baik baru komentar.” Jawab Seunghwa lalu mengesap tehnya sore harinya.

Kali ini Ann tidak membantah, ia mengambil foto itu dan memperhatikannya baik-baik. Matanya menulusuri teliti wajah yang tercetak di foto itu, otaknya berpikir kalau ia merasa pernah melihat gadis itu dan-

“Ah! Ini kan Jang Sora. Gadis yang ikut kompetisi itu.” Seunghwa hanya mengangguk sambil tersenyum.

Ann memperhatikan lagi foto Sora yang ada di tangannya. Entah mengapa ia merasa tertarik untuk melihat wajah itu lagi. Gadis yang asing bagi hidupnya itu memiliki senyum yang manis, ia sendiri tidak menyadari jika gadis itu mempunyai senyum seperti ini. Tidak, ia tidak mirip dengan almarhum Ibu Kyuhyun –kakak iparnya, namun ia memiliki aura yang menyenangkan. Ia bisa merasakannya saat beberapa hari lalu ia berkunjung ke kantor Kyuhyun dan tak sengaja melihat gadis itu sedang berbincang ramah dengan beberapa karyawan di sana.

“Kau tahu, aku tertarik untuk mengenalnya lebih jauh terlepas ia akan memenangkan kompetisi itu atau tidak.” Suara Seunghwa membawa kembali Ann ke alam sadarnya dan membuatnya mengalihkan pandangannya ke arah ayahnya.

“Ia terlihat menyenangkan, prestasinya juga tidak buruk. Perawakan gadis periang bukan gadis anggun yang pendiam. Pasti menyenangkan untuk bisa sekedar berteman dengannya.” Seunghwa menambahkan lagi alasannya mengapa ia merasa puas dengan Sora.

“Menurutku juga begitu. Terlebih lagi ia termasuk gadis yang sabar dilihat dari caranya bisa menangani cucumu yang kelewat manja itu. Sepertinya itu nilai tambah dari seorang Jang Sora. Aku jadi ingin tahu apa dia bisa dijadikan partner belanja atau tidak hihi!” Senyum licik Ann tersemat begitu saja di wajahnya bersamaan dengan gerakan tangan Seunghwa yang memukul kepalanya –lagi.

“Aw! Ayah! Kenapa kau ini suka sekali memukul kepalaku sih?!” Rasa berdenyut terasa lagi malah yang ini terasa lebih sakit dari sebelumnya T_T)/

“Di dalam kepalamu hanya ada belanja dan belanja. Kenapa tidak terbesit sedikitpun di dalam kepalamu yang kecil itu niat untuk mencarikan ayah untuk Jonghyun hah?!” Ann mendengus kasar mendengar ocehan ayahnya.

Menikah lagi?! Sama sekali tidak ada dalam kamus seorang Song Ri Ann. Tidak pernah ada.

Semenjak marganya berubah menjadi Song, ia bersumpah akan setia pada marga itu sampai mati. Tidak akan pernah ia mau mengganti marga itu meski itu artinya ia menolak tawaran bos besar yang jelas hartanya melimpah dan bisa memuaskan hasrat belanjanya.

Seunghwa menatap anaknya yang tiba-tiba menjadi pendiam setelah ia melontarkan kalimat ‘cari ayah untuk Jonghyun’. Sama dengannya dan sepertinya hal ini mengalir pada semua keturunannya, mereka akan setia pada satu orang saja yang memang sudah berjanji sehidup semati dengan mereka. Hari ini juga pria berumur itu juga berharap hal yang terjadi pada cucunya –kedua cucunya Kyuhyun dan Jonghyun untuk setia pada pasangan mereka nantinya sampai salah satu dari mereka kembali kepangkuan tuhan.

“Haah~ Daripada aku mencari ayah untuk Jonghyun akan lebh baik kalau aku mencari istri untuknya.” Ann menyematkan senyumnya yang pernah melumpuhkan hati pria bermarga –Song itu yang kini sudah pergi ke pelukan pencipta mereka. Ayahnya –Seunghwa ikut membentuk sebuah senyuman yang mampu memperlihatkan wajah tampannya masih bisa diperhitungkan walau di kancah para manula T-T)/

***

Restoran cepat saji? Tumben sekali manusia setan ini berkunjung ke sini. Biasa dia akan langsung pulang setelah selesai bekerja. Ada apa lagi dengan otaknya T-T)?

“Pesan saja yang menurutmu enak 2 porsi untukku dan untukmu. Aku akan tunggu di mobil saja.” Perintahnya lalu mengambil tab yang ada di pangkuanku. Setelah mendengarnya aku langsung turun dan masuk ke dalam restoran itu.

Hari ini ternyata line antrean cukup panjang. Huh! Aku saja sudah berdiri cukup jauh dari kasir. Mataku melihat-lihat ke arah sekitar restoran ini untuk menghilangkan rasa bosan. Entah mengapa setelah beberapa hari lalu berkunjung ke makam ibu membuatku seperti memiliki semangat baru untuk hidup dan untuk menghadapi manusia setan itu –tentu saja.

“Terima kasih.” Kataku sambil menerima pesananku dan mengambil satu kentang goreng yang mencuat keluar. Haa~ Harumnya makanan cepat saji ini huuu u,u)/ Walau sebenarnya tidak baik untuk kesehatan tapi baunya sangat menggoda, belum lagi rasanya juga enak. Siapa juga yang mampu menolak makanan seperti ini huuhaaa~ O.O)/

Aku berjalan santai menuju ke seberang jalan karena ternyata Kyuhyun tadi memberitahuku kalau mobil diparkir disana. Sambil sedikit bersenandung karena entah mengapa perasaanku terasa begitu senang dan ringan. Dari sini aku sudah bisa melihat mobil Kyuhyun yang terparkir di sana. Aku melambaikan tanganku yang penuh dengan makan malam kami dan sedikit berlari kecil menuju ke mobil.

“Sora?”

Langkahku terhenti begitu mendengar seseorang memanggil namaku. Ah iya tahu tahu walaupun ada banyak sekali manusia di dunia ini yang bernama Sora tapi di jalan yang akan aku lalui ini hanya ada aku seorang yang berdiri jadi jelas sekali orang itu pasti memanggilku. Agak horror juga kalau ada yang memanggilmu malam-malam seperti ini kan T-T)/

“Sora? Ini benar kau? Ya Tuhan! Apa kabarmu?”

Apa kabarmu?! Sok kenal sekali orang ini. Aku menoleh ke arah suara tadi setelah ku pastikan kalau dia itu manusia (Iya, aku tadi menatap kakinya menapak atau tidak -_-)/)

“Yak! Jang Sora! Sudah jadi orang kaya sombong sekali gayamu hah!”

Plak!

Aduh apa lagi sih ini?! Setelah suara horror tadi yang sok kenal menyapa kabarku sekarang sebuah tangan dengan santainya memukul kepalaku. Aduh aku ini sudah pendek sedikit bodoh lagi, kalau kepalaku terus dipukuli secara mendadak seperti ini lama-lama aku bisa bertambah idiot T_T)/

Sambil mengelus kepalaku yang masih berdenyut akibat pukulan entah siapa itu aku memfokuskan pandanganku ke arah seseorang ah bukan dua orang malah yang sekarang berdiri di hadapanku ini. Seorang wanita yang terlihat seumuran dengan ibuku berdiri dengan kedua tangan yang di letakan di pinggannya menatapku dengan tatapan ganasnya dan seorang lagi adalah seorang pria, sepertinya.

“Ka-kau?!” mataku membulat sempurna melihat wanita yang berdiri di hadapanku sekarang. Pantas saja dia bertindak semena-mena sampai memukul kepalaku segala ternyata dia adalah bibi Yoona. Ya itu tetangga rumah yang sangat berisik tapi penyayang.

“Kau?! Kau bicara padaku dengan kata-kata kau?! Anak kurang ajar! Sudah jadi orang kaya sekarang kau banyak ulah ya!” Tangannya kecil tapi kalau memukul sakit itu terus mendatangi tubuhku dan menghujaninya dengan pukulan-pukulan.

Aku terlihat seperti anak gadis yang ketahuan tidur dengan pria tua T-T)/

“Sakit bi! Aduh! Aduh!”

“Rasakan! Rasakan ini! Sudah menghilang berbulan-bulan sekarang jadi seperti ini lupa denganku lagi! Rasakan!”

Plak! Plak! Plak!

Benar-benar wanita ini T-T)/

“Bibi sudah hentikan, kau tidak kasihan dengannya?” Sebuah suara menginterupsi kegiatan bibi ganas ini memukuliku. Terima kasih Tuhan entah suara malaikat siapa itu yang mau menolong hambamu ini u,u)/

“Aku kesal dengan gadis tukang makan ini?!” Sewotnya sambil mengelus tangannya yang sepertinya kesakitan setelah memukuliku.

Badanku lebih sakit tahu bibi ganas TOT)/

“Sora kau tidak apa-apa kan?” Tanya suara malaikat itu lagi. Ya tuhan aku belum melihat wajahnya karena sejak tadi berusaha melindungi wajahku dari pukulan bibi ganas itu, jadi kalau didengar-dengar dari suaranya sepertinya orangnya tampan huhu~

“Aku ba -DON JOON!”

“Hai Sora.” Pria itu sekarang memberikan cengirannya yang menyebalkan sambil mengusap tengkuknya yang aku yakin tidak gatal sama sekali.

“Ya Tuhan Don Joon! Aku tidak tahu ini kau! Sudah lama sekali ya kita tidak bertemu. Aku merindukanmuuuu~!” Aku langsung memeluk Don Joon yang memang adalah temanku sewaktu sekolah dulu. Dia adalah anak kenalan ayah yang punya perkebunan luas sekali. Dulu kami berdua sering ke sana berkunjung ke rumah Don Joon dan bermain ke kebunnya. Lalu hubungan Don Joon dengan bibi ganas ini adalah keponakannya.

Sial sekali Don Joon sepertinya. Dia tampan dan cerdas, seorang dokter muda tapi punya bibi yang ganas sekali seperti bibinya ini.

“Aku juga merindukanmu. Kata ayahmu kau pergi bekerja dan harus tinggal di tempat kerjamu, ku kira kau di luar negeri ternyata masih disini haha!”

Aku tertawa hambar mendengar penuturan Don Joon. Aku bukan di luar negeri Don Joon tapi di neraka T-T)/

“Kau tidak memelukku?” suara Bibi Yoona menginterupsi kami berdua. Ah walau galak dan betapa ganasnya wanita ini aku sangat menyayanginya. Ayah bilang sewaktu ibu masih hidup ia bersahabat dengan bibi ganas ini. Memeluk wanita ini sama seperti memeluk ibuku, hangat.

Wusss~

Ok, tiba-tiba aku merasa punggungku memanas seketika. Sepertinya aku kenal aura menyebalkan ini.

Astaga jangan bilang..

“Aku hampir mati di sana, kau malah asik berpelukan disini Jang Sora.”

Glek.

Rasanya tubuhku membeku sesaat setelah mendengar rentetan kalimat itu. Aku tahu siapa manusia menyebalkan yang mengatakan itu. Siapa lagi manusia setan di dunia ini kalau bukan,

“Cho Kyuhyun?! Itu kah kau?!” Suara Don Joon memanggil Kyuhyun menjawab semuanya.

Benarkan manusia setan itu ada di sini. Ish!

“Dr. Joon?” Aku melihat raut wajah Kyuhyun yang berbeda dari biasanya. Seperti raut wajah entahlah.

Tutup mataku tutup! Kalau perlu pukuli aku lagi bibi Yoona pukul!

Dua manusia berjenis kelamin sama itu –Kyuhyun dan Don Joon tiba-tiba saling mendekat dan berpelukan!

BER-PE-LU-KAN!

Tuhan, apa aku ini sudah di surga? Apa kentang tadi beracun?

***

“Jadi kau ini siapanya Don Joon?” Tanyaku pada Kyuhyun yang sedang menikmati makan malamnya.

“Kenapa kau perlu tahu?”

Ish! Jawab saja apa susahnya sih?! -___-)/

“Aku tidak tahu kau kenal Don Joon.” Jawabku asal sambil memasukkan beberapa potong kentang goreng dalam mulutku.

“Dia mantan kekasihmu itu?”

Uhuk! Uhuk!

Kentang goreng ini kenapa jadi tersangkut begini sih?!

“Minum. Akan sangat merepotkan kalau kau sampai pingsan.” Katanya tanpa mengalihkan pandangannya dari makan malamnya.

Anak setan T-T)/ Aku juga tidak akan pingsan hanya karena kentang goreng yang tersangkut.

“Bukan, dia bukan mantan kekasihku. Don Joon itu temanku sewaktu sekolah dulu.” Aku menjelaskan hubunganku dengan Don Joon setelah aku merasa kentang goreng itu sudah tertelan dengan sempurna.

“Dia temanku juga kalau begitu.” Aku menatap Kyuhyun saat ia memberikan jawaban singkatnya atas hubungannya dengan Don Joon.

“Kau pernah kuliah kedokteran?” tanyaku karena seingatku Kyuhyun tidak pernah mengenyam pendidikan kedokteran.

Kyuhyun hanya menggeleng menjawab pertanyaanku. “Lalu kau kenal Don Joon darimana?” tanyaku lagi pada Kyuhyun. Anak setan ini maunya apa sih? Tinggal jelaskan saja apa hubungannya dia dengan Don Joon kenapa berputar-putar begini sih?!

“Tidak perlu tahu. Yang penting aku temannya Don Joon. Habiskan makananmu. Tumben kau makan lambat sekali.” Kyuhyun mengambil minumannya dan meminumnya lalu bersandar di kursi makan kemudian menatapku yang sedang menatapnya sengit.

Beberapa bulan kerja dengannya ah bukan malah tinggal dengannya aku jadi tidak merasa terintimidasi lagi dengan tatapannya itu. Aku sudah berani menatapnya lagi kalau perlu melemparkan tatapan sengitku padanya.

“Apa? Mengagumi calon suamimu?” Sebuah senyum menyebalkan tersemat di wajahnya saat ia mengatakan hal itu.

Calon suami?! Yang benar saja?!

“Bukannya kau yang sedang mengagumi calon istrimu?” tantangku padanya yang membuat Kyuhyun menatapku heran. Hah! Dia kira aku akan tersipu dengan godaannya?! Akan aku buat dia yang terpesona dengan godaanku huhu^^

“Sudah berani membalasku huh?” tanyanya kemudian. Sebelah alisnya terangkat tanda meremehkan.

“Hanya membalas menggodamu apa salahnya?” jawabku dengan alisku yang terangkat sebelah juga, meremehkannya. Hei alisku juga dua memangnya hanya dia saja yang bisa memasang wajah merehkan? Aku juga T-T)9

Kyuhyun tidak membalas perkataanku. Ku ulangi, Kyuhun tidak membalas perkataanku! Yeay! Apa aku sekarang sudah hebat >_<)/

Tolong ingatkan aku kalau Tuhan itu yang berkuasa atas apapun. Ingatkan aku juga untuk selalu memanjatkan doa dan puji syukur kepadanya untuk keselamatan hidupku setelah ini. Ingatkan padaku untuk selalu berdoa untuk kebahagiaan ibu di surga dan kesehatan ayah.

Pokoknya ingatkan aku!

Seharusnya aku sadar kalau manusia yang baru saja aku tantang tadi merupakan titisan iblis T-T)

Saat sedang asiknya aku merayakan keberhasilanku melawan Kyuhyun, aku merasa ada seseorang yang berdiri di sebelahku, menatapku dengan auranya yang mengerikan. Membuatku susah mengunyah dan menelan kentang gorengku.

“Simpan godaanmu sampai malam pertama kita nanti, sayang.” Suaranya! Ya Tuhan suaranya dengan lembut masuk ke dalam telingaku dengan nafasnya yang berhembus tenang membuat telingaku geli. Belum lagi jaraknya yang terlalu dekat denganku membuatku bisa menghirup aroma tubuhnya yang memang aku akui haruuuuuum!

Aku bersusah payah menelan ludah dan kentang gorengku. Aku harus bisa membalas perlakuannya ini hah!

“Semoga kau bisa menahan dirimu akan godaanku, sayang.”

Dan satu sama untukku!

***

Seperti biasa untuk menghabiskan waktuku yang terasa berputar sangat lama saat bersama dengan Kyuhyun, aku menggambar beberapa gambar sederhana di belakang note yang setiap hari selalu aku bawa. Yeah, meskipun Kyuhyun menyediakan tab untuk menyimpan semua jadwalnya tapi aku juga menyiapkan sebuah note kecil untuk berjaga-jaga jika ada keadaan genting seperti sekarang ini –nyaris mati kebosanan karena menunggu Kyuhyun selesai rapat T-T)/

Di dalam otakku yang bersemayam dalam tubuh seorang gadis yang suka sekali dengan makan, sudah menari-nari berbagai macam jenis makanan berat, ringan lengkap dengan minuman dan hidangan penutupnya. Hanya dengan membayangkannya saja sudah bisa membuatku susah untuk sekedar menelan air liurku.

Duh kenapa sih rapat itu selalu lama T-T)/

Ok, daripada aku bertambah tua karena terlalu banyak menggerutu lebih baik aku melanjutkan lagi kerjaanku tadi. Saat sedang asik-asiknya menyalurkan bakat terpendamku, ponselku bergetar menandakan sebuah pesan masuk. Aku lalu membukanya tanpa melihat siapa yang mengirimiku pesan.

From : babykyu

Menggambar komik lagi?

Eh? Apa-apaan ini?! Siapa yang mengganti nama setan itu menjadi Baby Kyu?! Menggelikan T-T)/

To : evil cho

Iya. Kapan rapat ini selesai? Aku lapar.

Setelah membalas pesannya dan mengganti nama kontaknya aku lalu melanjutkan lagi kegiatan menggambarku yang tertunda. Ah tuh kan jadi hilang fokus T-T)9

Tiba-tiba saja ponselku bergetar lama tanda sebuah panggilan masuk, begitu aku melihat caller id-nya tertera nama ‘evil cho’ dan dengan segera aku mengangkatnya.

“Hal-“

“Cepat ke bawah, aku tunggu.” Setelah itu panggilan terputus.

Hei! Aku bahkan belum selesai mengatakan halo, pria berdarah dementor itu sudah menutupnya. Dengan segera aku merapikan barang-barangku dan keluar secepat mungkin sebelum laki-laki jelmaan setan itu mengamuk.

Dan di sinilah aku! Haha!

Di sebuah kedai ice cream yang sudah lama ingin ku datangi namun selalu tidak sempat. Selain karena waktuku yang kurang, harga ice cream di sini juga lumayan mahal T-T)/

Sial, kenapa sih semua yang enak itu mahal ;_;)/

Kyuhyun tadi menyuruhku untuk memilih sendiri ice cream yang kumau sesuka hatiku sementara ia sendiri memilih duduk di dekat jendela. Tidak tahu apa yang sebenarnya sedang bersarang di dalam tubuh pria itu mengapa ia mendadak menjadi baik dan mentraktirku begini. Tadi sih dia bilang sebagai hadiah karena aku sabar menunggunya selesai rapat.

Yah, walaupun alasannya kurang masuk akal tapi yang penting aku dapat ice cream gratis! Hihi u,u)9

Saat sedang asiknya memilih ice cream mana yang ingin ku beli tiba-tiba saja aku mendengar seseorang memanggil namaku.

“Sora.”

Bukan! Itu bukan suara Kyuhyun, Don Joon atau bibi Yoona seperti tempo hari. Sepertinya setelah ini aku akan mencoba mendatangi dokter THT untuk memastikan kesehatan pendengaranku. Kalau kau tidak salah ingat, suara ini suara yang selama ini aku berusaha lupakan. Suara menyebalkan yang membuatku sakit hati dan membuat berat badanku naik sampai 3 kilo.

“Sora? Ya Tuhan. Ini benar kau?” Tuh kan, sekarang malah terdengar semakin jelas. Bahkan aku merasa ia sudah berdiri di belakangku sehingga membuatku harus agak menjauh dari counter pemesanan.

Ish menganggu!

“Sora, hei kau Jang Sora kan. Ah aku tidak mungkin salah lagi. Ya ampun Sora kau sekarang semakin cantik ya.” Apa-apaan sih? Baiklah, daripada membuat kericuhan di sini lebih baik aku menoleh saja ke arah sumber suara dan hooo~ Benarkan apa yang aku pikirkan.

Juno.

Pria itu adalah Kim Juno.

Mantan kekasihku yang berkhianat lalu memutuskan aku.

Pria bodoh yang membuatku mabuk sampai mengeluarkan isi perutku di mobil Kyuhyun.

Dan sekarang laki-laki kurang ajar itu berdiri di sini, satu tempat denganku. Pria sialan itu berdiri dengan senyum sumringahnya. Ya ampun, kalau dulu kau tidak berbuat ulah aku pasti jatuh hati dengan senyumanmu itu.

“Kau kemana saja? Aku merindukanmu asal kau tahu.” Katanya lagi sambil menarik tubuhku ke dalam pelukannya.

Tunggu, dia bilang apa tadi? Merindukanku? Dasar pria tidak tahu malu.

“Juno, bisa tolong lepaskan aku?” Aku sedikit meronta mencoba melepaskan pelukannya. Tapi apa yang ku dapat? Juno malah semakin mempererat pelukannya hingga aku sesak nafas sendiri.

“Juno.. Lepaskan aku. Kau membuatku sesak.”

“Mengapa kau mengganti nomormu? Aku mencarimu kemana-mana Sora. Aku minta maaf karena memutuskan hubungan kita. Aku menyesal.” Hanya perasaanku atau memang pria ini menjadi lebih cerewet dari sebelumnya. Seingatku dulu ia orang yang tidak banyak bicara seperti sekarang deh. Baru sembilan bulan tidak bertemu banyak sekali perubahannya.

“Juno, aku tidak baik-baik saja kalau kau terus memelukku seperti ini.” Juno hanya menggumamkan ‘maaf’ lalu sedikit catat hanya sedikit merenggangkan pelukannya.

“Sora, kau semakin cantik.”

Haaah~ Biasanya orang kalau ada maunya pasti berlaku semanis mungkin. Bahkan anak kucing saja kalah manisnya. Apa maumu pria sialan?

“Apa?”

“Jangan galak seperti itu. Kau bertambah manis saja.” Boleh aku katakan ia merayuku? Uh menggelikan T-T)/

“Katakan apa maumu Juno.” Aku masih meronta mencoba melepaskan pelukannya. Tadi aku sudah bilangkan dia hanya merenggangkan sedikit pelukannya itu artinya aku masih dalam pelukannya walau tidak sedekat tadi.

Ia tersenyum lalu sedikit berdehem, “Aku mencintaimu. Sekarang bisa kan kita kembali bersama lagi?”

Ha?! Pria ini punya harga diri tidak sih? Sudah mengiyakan permintaanku untuk memutuskanku sekarang minta untuk kembali lagi? Yang benar saja. Walau aku ini susah dalam mendapatkan pasangan tapi aku juga tidak mau jatuh ke dalam lubang yang sama kedua kalinya.

“Maafkan aku Juno, tapi sebelumnya bisakah kau melepaskan pelukanmu? Aku sesak.”

“Ah, maaf Sora.” Ia kemudian melepaskan pelukannya namun tidak melepas tanganku.

“Maafkan aku Juno. Tapi setelah memintamu untuk memutuskanku, aku benar-benar tidak ingin kembali padamu.” Aku menatap Juno dengan perasaan ya sedikit kasihan sih tapi memang itu yang sebenarnya terjadi.

Daripada berbohong, yang ada aku malah akan sial T-T)/

“Tapi aku tidak Sora. Hari itu aku sedang emosi. Maafkan aku.” Juno menggenggam tanganku erat sambil sedikit menarikku mendekat.

“Maaf Juno, tidak bisa. Aku tidak mau masuk ke dalam lubang yang sama untuk ke dua kalinya.”

“Ayolah Sora, aku tidak akan mengulanginya lagi.” Ia masih memohon padaku sambil sesekali mencium tanganku.

“Juno lepaskan tanganku.”

“Kembalilah Sora.”

“Pelankan suaramu Juno, semua orang melihat kearah kita.”

“Tidak! Sebelum kau menerimaku lagi.”

“Juno hentikan. Ada apa denganmu?”

“Ada apa denganku? Yang benar ada apa dengamu Sora. Mengapa kau gigih sekali menolakku? Jangan-jangan kau sudah punya kekasih lagi?” Tanya Juno dengan sedikit emosi terlihat dari wajahnya.

Ha?! Apa? Kekasih lagi? Memangnya aku ini dirinya yang bisa dengan mudah menggaet wanita-wanita?

“Juno kumohon, maaf.”

“Aku mohon Sora. Terima aku lagi!”

“Maafkan aku Juno. Jangan keras kepala seperti ini.” Aku berusaha menarik tanganku dari genggamannya. Ya ampun tidak dapat ice cream malah bertemu pria sialan ini T-T)/

“Tidak akan Sora. Aku tidak akan melepaskanmu lagi.” Ia semakin mempererat genggamannya. Apa dia tidak tahu tanganku sakit tahu ;_;)/

Kalau disaat seperti ini aku berharap Kyuhyun datang dan menarikku pergi.

Kyu, tolong aku ;_;)9

“Juno, kumohon lep-“

“Tuan, bisakah kau melepaskan tangan kekasihku?”

Ah! Terima Kasih Tuhan kau mengirimkan bala bantuan yeay!

Suara Kyuhyun huhu u,u)/

Eh tapi tadi dia bilang kekasih?

Juno melonggarkan sedikit genggamannya dan melihat ke arah Kyuhyun yang berdiri tepat di sampingku. Sebelah tangannya ia letakan di pinggangku dan sebelah lagi mencoba melepaskan tanganku dari genggaman Juno. Dengan sedikit sentakan dari tangan Kyuhyun pada tanganku membuat genggaman Juno terlepas. Duh kenapa dia pakai cara anarkis seperti itu sih T-T)?

Tanganku kan jadi ikutan sakit ;_;)/

“Kau tidak apa? Apa aku terlalu keras? Maafkan aku ya.” Aku tidak bisa berbuat apa-apa selain mengangguk melihat Kyuhyun yang mengelus tanganku bekas genggaman Juno dengan lembut. Sesekali ia juga meniupnya mungkin untuk menghilangkan rasa nyerinya.

Aku tersipu u,u)/

“Sora, siap-“

“Siapa pria ini sayangku?” Kyuhyun semakin menarikku lebih dekat ke arahnya, aku sedikit menoleh ke arahnya dan dari matanya aku mendapat kode perintah ‘ayo-ikuti-saja!’

Ayo Sora kembali ke alam sadar fyuh fyuh!

“Oh, ini teman lamaku. Kyuhyun ini Juno dan Juno ini Kyuhyun.” Aku memperkenalkan mereka berdua satu sama lain. Dapat aku lihat Juno tercengang dengan penuturanku barusan. Apa?! Dia berharap aku mau mengatakan ‘ini Juno mantan kekasihku yang selingkuh’ begitu? Enak saja -_-)/

“Juno. Teman lama Sora.”

“Cho Kyuhyun, tunangan Sora.”

Tu? Apa?! Tunangan?! Sejak kapan aku menjadi tunangan manusia setan ini Tuhan T0T)/ Sebenarnya sih aku berniat untuk membantahnya tapi begitu melihat wajah Juno yang tiba-tiba kaku seperti sedang menahan sakit perut, aku jadi ikutan mengerjainya.

“Ah, iya Juno. Ini Kyuhyun, tunanganku.” Untuk melengkapi aktingku, aku merangkulkan satu tanganku ke pinggang Kyuhyun dan mendekatkan diri ke arahnya. Kalau dilihat-lihat pose kami seperti sepasang kekasih yang hendak foto prawedding T.T)

“Sayang, waktu makan siang kita hampir habis. Kita harus segera kembali. Ah Juno, kami mohon permisi dulu.” Terima kasih kepada otak cerdas Cho Kyuhyun yang dengan segera mengakhiri reuni tidak terduga ini. Bye Juno!

Aku sedikit menundukkan kepalaku tanda pamit darinya lalu berjalan berdampingan dengan Kyuhyun yang masih merengkuh pinggangku. Sebenarnya aku agak risih sih soalnya semua pengunjung kedai ice cream bahkan sampai pramusajinya juga melihat ke arah kami.

Oh ayolah kenapa pintu keluarnya terasa jauh sekali sih ;_;)/

“Kau berhutang padaku.”

Suara bisikan setan terdengar menyapa telinga kananku. Ya Tuhan baru keluar lubang singa sudah masuk lubang harimau -_-)/

***

Walaupun sudah berulang kali aku merapikan rambutku agar tetap tenang dalam ikatannya, tetap saja angin berhasil menghembuskannya dan membuatku harus menyingkirkan mereka dari wajahku. Menghalangi mataku dan masuk ke hidung tahu T-T)9

Meskipun demikian, aku senang sekali hari ini haha!

Masa bodo deh dengan makhluk halus apa yang masuk ke dalam tubuh Kyuhyun hari ini yang jelas ia baik sekali hihi^^ Setelah insiden menyebalkan di kedai ice cream tadi, ku kira kami akan benar-benar kembali ke kantor lagi namun ternyata ia malah mengajakku jalan-jalan yeay!

Jadi di sinilah aku dan Kyuhyun. Masih di dalam mobil sih namun dengan kaca jendela yang dibuka membuat udara di luar yang sejuk masuk huhuuu~ Sangat menyenangkan. Aku sendiri tidak tahu sih sebenarnya Kyuhyun mau membawaku kemana, selama aku selamat ya aku menurut saja ._.)/

“I got youuuu under my skin~” Ini juga merupakan salah satu sumber kebahagiaanku hari ini. Radio yang sejak tadi entah bicara apa itu tiba-tiba saja memutarkan salah satu lagu kesukaanku, Mirotic. Yeay! Karena terlalu bahagianya aku sampai mengikuti bagaimana para personil TVXQ itu bernyanyi lengkap dengan teriakan dan nada tinggi mereka.

Aku tidak tahu bagian mana yang membuat lucu, aku hanya tau suaraku buruk tapi seburuk itukah sampai Kyuhyun tertawa melihatku?  Ah biarlah! Toh yang penting tidak merugikannya maupun diriku jadi biar saja dia tertawa seperti itu, malah bagus untuknya karena ia menjadi semakin tampan dan tidak baik bagi jantungku yang tiba-tiba berdetak lebih cepat =_=)/

Jangan katakan aku sedang terkena gejala jatuh cinta T-T).

Karena asik bernyanyi, aku sampai tidak tahu kalau mobil yang kami sudah berhenti di sebuah tempat yang cukup tenang. Angin yang berhembus benar-benar sejuk dan membuat hati menjadi tenang. Aku menutup mataku, melepas ikatan rambutku lalu membiarkan angin membelai wajahku lembut. Ah~ Kalau tempat refreshing Kyuhyun seperti ini, seharusnya jiwanya tenang dan tidak penuh dengan aura kesetanan seperti biasanya.

“Ayo.”

Aku membuka mataku perlahan dan mendapatakn Kyuhyun sudah berada beberapa langkah di depanku. Langsung saja aku berlari secepat yang aku bisa dan meraih tangannya yang terulur ke arahku. Sudah beberapa bulan tinggal bersamanya kalau terjadi tindakan fisik seperti bergandengan tangan atau bersentuhan sudah menjadi hal biasa untukku. Jadi tidak terlalu menakutkan seperti masa-masa pertama kali bekerja dengannya.

Ia menuntunku menuju ke sebuah gundukan kecil yang di penuhi bunga. Tunggu, rasanya aku familiar dengan semua ini. Keadaan yang tenang, sunyi, ah! Tempat ini persis seperti tempat peristirahatan terakhir ibuku.

Ya Tuhan Kyuhyun mengajakku ke pemakaman? T-T)/

Tapi kalau di lihat kompleks pemakaman ini terlalu sepi, malah tidak terlihat seperti pemakaman pada umumnya. Ah aku lupa. Manusia setan ini kan orang kaya, pantas saja kalau tempat peristirahatannya bisa serahasia ini.

“Hai ibu. Aku datang.” Aku bisa merasakan pegangan tangan Kyuhyun pada tanganku mengencang. Aku tahu apa rasanya saat kau harus datang ketempat peristirahatan terakhir orang yang kau sayangi. Sangat menyebalkan, rasanya benar-benar menyesakkan sampai membuat susah bernafas. Rasa tidak percaya jika orang itu sudah tidak satu pijakan lagi denganmu merupakan hal yang paling berat dalam titik kehidupan.

Yang bisa aku lakukan hanya membalas genggaman tangan Kyuhyun berusaha membuatnya lebih tenang. Iya sih dia memang tidak menangis seperti yang sering aku lihat di drama-drama hanya saja aku bisa merasakan seberapa besar perasaan rindunya pada wanita yang tadi ia panggil ibu itu.

Ohoho~ kenapa tiba-tiba aku merasa tersanjung ya dia mengajakku ke makam ibunya hihi^^

Hentikan Sora -_- Seseorang sedang berduka TT_TT)/

Iya iya maaf u,u)/

“Hai bu. Kali ini aku tidak datang sendiri, ini Sora. Heh ucapkan salammu pada ibuku.”

“Hai ibunya Kyuhyun, Aku Jang Sora.” Dengan suara selembut yang aku bisa aku menyapa ibunya Kyuhyun.

Setelah itu tidak ada kata-kata apapun yang keluar dari mulut Kyuhyun. Ia hanya diam menatap makam ibunya sambil tetap menggandeng tanganku.

“Kyu, kalau kau mau aku akan menung-“

O.O) Belum selesai aku mengucapkan kalimatku, Kyuhyun tiba-tiba memelukku. Terlalu erat bahkan rasanya aku bisa langsung langsing dan cantik kalau dipeluk seperti ini.

“Sora..Diamlah dan biarkan seperti ini.”

Kalimat yang keluar dari mulut Kyuhyun mutlak seperti perintah yang menyuruhku untuk mematuhinya suka tidak suka. Tubuhku diam di dalam dekapannya tidak ada niatan sedikitpun untuk bergerak mengelak atau melepaskannya. Aku bisa merasakan Kyuhyun semakin mendekat ke arah leherku dan membenamkan kepalanya di sana. Pundakku yang terasa berat juga meyakinkan aku akan tindakannya.

Kalau di drama yang sering diputar sore hari, adegan seperti ini biasanya akan diiringi dengan tiupan angin yang romantis membuat suasana semakin syahdu. Kalau tidak akan ada gerimis yang tiba-tiba berubah menjadi hujan dan membuat suasana semakin romantis. Aku sih tidak berharap gerimis, angin saja sudah cukup kok u,u)9

Seiring dengan angin yang berhembus semakin erat juga aku merasakan pelukan Kyuhyun padaku. Ia semakin menyembunyikan kepalanya di leherku lebih dalam dari sebelumnya.

“Kyu, aku ses-“

“Hiks..Ibu..Aku merindukanmu..Hiks..Aku merindukan ibu Sora, benar-benar merindukannya. Hiks.. hikss..”

Untuk hari ini aku tidak akan mengejek Kyuhyun karena menangis seperti wanita di pundakku pula. Aku memakluminya karena ia merindukan ibunya. Aku juga pasti akan begitu jika berkunjung ke tempat ibu selalu menangis bahkan sampai hidungku susah bernafas.

Dari yang aku tahu pelukan bisa membuat perasaan menjadi lebih baik maka itulah yang aku lakukan untuk Kyuhun sekarag. Memeluknya untuk membuat perasaanya lebih baik. Entah mengapa aku merasa Kyuhyun terlalu rapuh dan ringkih saat ini. Salah sentuh sedikit ia bisa hancur.

“Kyu,”

“Hiks..Sora..Hiks..Ibu..”

“Kau bebas menangis selama yang kau mau kok tenang saja. Tenanglah.” Usapan-usapan selembut yang aku bisa juga aku berikan di punggungnya yang masih bergetar karena tangisannya.

“Kau sudah lama tidak kesini ya?”

“Hiks..Hiks..”

“Dasar anak durhaka.”

“Hiks..Hiks..Jangan kurang ajar Sora hiks..”

Aku tidak bisa menahan senyumku mendengar ia menjawab perkataanku. Ternyata di saat sedih ia masih juga menyebalkan haha.

“Tenanglah, kau bebas menangis selama yang kau mau. Aku disini.”

“Terima Kasih Sora hiks..hiks..”

***

Psst, A little secret about next chapter :

“Aku meminta bayaran atas hutangmu waktu itu padaku Sora.” 

“Jangan jadi pria pengecut Kyu. Jangan pernah memainkan hati wanita.”

“Kau dimana? Tidak pulang?” “Aku sedang ada urusan. Jangan ganggu aku.”

“Dia tidak pantas untuk orang itu, dia pantas untukku. Begitupun dirimu.”

“Kita berhasil. Sebentar lagi ia akan menyesali sudah merebut yang bukan miliknya.”

4 Comments (+add yours?)

  1. kimeunheeworld
    May 01, 2015 @ 09:41:01

    HAHAHAHA
    waaaah lama nya ff ini nongol

    ff lawak tapi manis
    kyaaaaaaaaaa

    Cho Kyuhyun kau menggemaskan ihihihi

    singkirkan Lee Min Ah
    yo !!! singkirkan

    orang yang telah berkhianat tdak diberi izin kmbali dengan alasan apapun

    huwaaa ><

    Reply

  2. cho haneul(tia)
    May 01, 2015 @ 19:05:52

    Sudah lama sekali epep ini hiatus… ya ampun ~ aku penasaran…

    apakah mereka akan saling mencintai? kayanya sih kyuhyun sudah mulai menyukai sosok sora ratu makan itu…. bahkan keluarganya kyuhyun mulai tertarik dengan sosok sora..

    Apakah mereka akan menikah dan memiliki baby terus happy ending??

    Reply

  3. lieyabunda
    May 02, 2015 @ 18:03:31

    Apa kyu mulai tertarik sama sora, lanjut

    Reply

  4. ayu diyah
    May 09, 2015 @ 09:48:47

    ahh.. mulai ada benih2
    kkk~
    author-nim, narasinya pas sora keren.. konyol bngt weh ,, kkkkk~
    author-nim punya wp pribadi ga??

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: