Your Soul [1/?]

YOUR SOUL 1

Author : Deviteuk

Judul : Your Soul (part 1)

Length : Chapter

Tags : Kim heesong, Cho kyuhyun –suju- , kim heejun, sanguk

Genre : if you read, you will know this genre’s story

CERITA INI HANYA FIKSI BELAKA & REAL FROM MY IMAGINATION. JIKA ADA KESAMAAN TEMPAT, NAMA DLL HANYA KEBETULAN DAN BUKAN KESENGAJAAN.  MOHON MAAF JIKA ADA SALAH-SALAH KATA TYPO ATAU YANG LAINNYA KARENA AUTHOR SUDAH LELAH. OKEY LET’S READ. NO BASH AND PLEASE GIVE YOUR COMMENT FOR ME

***

Rabu, 19 – april – 2007, 12.20 PM KST

Tiba-tiba saja seorang yeoja bangun dengan nafas terengah-tengah dari tidur yang gelisah.

“apa yang terjadi sebenarnya?” ucap yeoja itu digelapnya ruangan kamarnya yang sengaja dia matikan lampunya agar tidurnya terasa nyenyak seperti biasa. Tapi kali ini yeoja itu bangkit dari tempat tidurnya dan menyalakan lampu kamarnya.

“kenapa aku tidak bisa tidur? Aku harus bangun pagi besok” kata yeoja itu prustasi

“kenapa hatiku sesak seperti ini sejak sore sih? Apa yang salah denganku sebenarnya??” kata yeoja itu yang berimprovisasi dengan dirinya sendiri. Akhirnya yeoja itupun keluar dari kamarnya dan menuang segelas air yang baru saja dia ambil dikulkas setelah dia sampai dapurnya.

“kau belom tidur hee jun-ah??” tanya yeoja itu pada namdongsaengnya ketika dia berjalan kearah kamarnya kembali dia melihat lampu kamar namdongsaengnya yang sudah berumur 17thn itu masih menyala

“nu noona?” ucap hee jun terkejut melihat noonanya datang tiba-tiba membuka kamar tidurnya dan masuk kekamarnya

“apa yang sedang kau lakukan? Kenapa tidak mengetuk pintu dulu?” tanya hee jun

“entahlah, aku tidak bisa tidur. Kenapa kau masih main game sampai jam segini hee jun-ah??” terlihat hee jun yang masih duduk dimeja belajarnya dan laptopnya yang masih aktif menyala.

“sebentar lagi aku tidur kok noona” jawab hee jun panik saat ketahuan noonanya dan takut diadukan pada eomma dan appanya

“biarkan aku tidur disini hee jun-ah” kata yeoja ini menghampiri tempat tidur hee jun

“wae? Ada apa denganmu malam ini noona, kau terlihat aneh?”  tanya hee jun melihat noonanya yang bawel itu bersikap jadi aneh sejak tadi sore.

“sejak tadi pulang kuliah perasaanku tidak enak, dan malam ini aku merasa aneh. Tiba-tiba ada sesuatu yang membuatku terkejut dan aku segera bangun begitu saja. Dan sekarang aku malah merasa gelisah” jelas yeoja yang bernama kim heesong ini

“kalau begitu tidurlah, aku akan menemanimu sampai kau tidur kembali” ucap hee jun setelah mendengar cerita noonanya yang sudah berbaring ditempat tidurnya.

“hmm. Gumawo hee jun-ah, saranghae” balas heesong yang menutup tubuhnya dengan badcover milik heejun

“ne” jawab heejun malas yang merasa diledek oleh noonya. Padahal heesong sangat tahu kalau heejun akan merinding saat ada seseorang yang mengucapkan kata ‘saranghae’ apalagi dengan gaya dan ucapan yang dibuat imut.

“heejun-ah. Jangan terlalu cuek pada yeoja yang menyukaimu. Aku melihat banyak surat dengan amplop yang berwarna-warni di tempat sampah setiap minggu” ucap heesong tiba-tiba yang membuat wajah heejun merah tiba-tiba

“arrgghhh” teriak heejun.

“yha! Kau membuatku kalah noona!! tidurlah dan jangan ganggu aku. Atau aku akan mengusirmu dari kamarku” ancam heejun pada noonanya yang bertanya bodoh seperti itu.

“aish baru saja kau bersikap manis, kenapa berubah lagi sekarang?” tanya heesong  yang menghiraukan ancaman namdongsaengnya.

“aish” keluh heejun. Tanpa meng-shut down laptopnya diapun langsung menarik satu tumpukan bantal dibawah kepala heesong dan tidur dilantai kamarnya yang sudah dilapisi oleh alas karpet bulu hangat berwarna coklat.

“yha!” omel heesong saat terasa kepalanya terbanting ke bantal bawahnya akibat tarikkan bantal heejun tiba-tiba.

AUTHOR POV END

******************

HEESONG POV

Kamis, 20-apr-2007, 09.00 A.M KST

“tumben sekali kau tidur dikamar heejun semalam heesong-ah” tanya eomma saat aku baru sampai dimeja makan, Dan menyantap sarapanku.

“aku tidak bisa tidur eomma, jadi aku tidur dikamar heejun saja” ucapku yang masih merasakan ngantuk.

“apa heejun sudah berangkat sekolah eomma?” tanyaku lagi pada eomma

“sudah sejak tadi pagi heesong-ah” jawab eomma

“eomma aku berangkat dulu ne” pamitku pada eomma masih sibuk membereskan meja makan. Sebenarnya aku hanya ada kelas kuliah siang hari ini sampai sore. Aneh rasanya aku ingin berangkat lebih pagi saja, mencari kata-kata untuk tugas yang akan kubuat dari beberapa refrensi yang telah aku dapatkan sebelumnya. Aku baru saja menemukan tempat yang nyaman dikampus untuk dapat mengeluarkan inspirasiku.

Ah, ne Perkenalkan kim heesong imnida, 3 bulan lagi umurku resmi 21 tahun. Aku mahasiswa semester 4 di jeju nasional university. Hari ini aku disibukkan beberapa tugas kuliahku. Sejak kecil aku sudah tinggal dipulau indah ini, pulau jeju.

@ JEJU NATIONAL UNIVERSITY

“heesong dimana kau?” tanya teman sekelasku minrin yang baru aku kenal dua semester ini, dari handphone yang kumilikki

“aku sudah dikampus minrin-ah. Wae??” balasku

“kau akan keatap kampus lagi? Kau tahukan disana sangat menyeramkam!!” tanya minrin

“wae? Tapi hanya disana aku bisa dapat banyak inspirasi, karena sepi dan tenang bagiku, aku sudah bisa membuat beberapa halaman disana kemarin. Jadi aku akan membuatnya lagi sebelum aku dapat tugas dan info baru. Sudahlah minrin-ah sampai ketemu dikelas siang nanti, bye” ucapku panjang lebar.

“tunggu dulu, aku punya informasi penting tentang suj… bipp” ucap minrin yang masih bisa kudengar saat aku menjauhkan hp ku dari telingaku dan terpotong karena aku terlalu cepat memencet tombol merah di hp-ku. Suju? Berita apa memangnya? Apa tentang leeteuk oppa yang akan ke jeju? Atau mereka yang akan menginfokan akan membuat album baru? Aish aku jadi penasaran, tapi sudahlah nanti juga kita ketemu dia bisa memberi tahu infonya nnti. Itulah yang membuatku dekat dengan minrin. Kami sama-sama ELF dan dia sangat mengidolakan ryeowook dan siwon oppa hahahaa.

Aku sudah dilantai diatap gedung kampus yang memperlihatkan langit-langit pagi, jelas sekali terlihat pemandangan yang indah dari tempat tinggi ini.

Disini ada beberapa bangku taman yang terbuat dari semen. Dulu disini sangat ramai dan banyak mahasiwa-mahasiswi yang menjadikan tempat ini seperti taman. Banyak yang membuat tempat ini untuk bersantai, makan siang atau tempat pacaran sekalipun. Tapi sejak rumor yang mengatakan bahwa ada siswa yang percaya mistik dan kudengar dia juga memiliki ilmu hitam. Siswa itu mengutuk tempat ini. Dia juga mencoba bunuh diri dikamarnya dan meninggal dirumah sakit karena kehabisan banyak darah kudengar siswa itu depresi karena teman-temannya yang selalu memanggilnya sih aneh dan tidak percaya pada dirinya. Jadi tidak ada yang berani ketempat ini lagi dan semakin lama tempat ini jadi semakin sepi. Hei kenapa cerita itu membuatku merinding? Walaupun begitu masih ada beberapa mahasiswa atau mahasiswi yang datang kesini untuk melihat pemandangan laut.

Tunggu, aku melihat seseorang disana. Apa dia juga sedang mencari inspirasi ditempat ini?

“annyeong” sapaku ramah pada namja yang sedang berdiri menatap kearah luar sana dan membelakangiku, mungkin tempat ini tidak akan terlalu menyeramkan kalau ada teman bukan. Tapi namja itu tetap diam pada tempatnya. Sepertinya namja ini kesini untuk refreshing atau mencari tempat bagus untuk tugasnya, karena aku tidak melihat tumpukkan buku atau notebook yang ada dibangku dekatnya berdiri.

“ehm, apa kau juga sedang mencari inspirasi untuk tugasmu?” tanyaku lagi yang mulai duduk di bangku dekatnya berdiri dan mulai membuka laptopku dan beberapa buku yang kubawa.

“kau bicara padaku?” tanya namja itu bingung

“ne, bukankah hanya ada kau disini?” jawabku yang balik bertanya padanya dan mulai melihat kearah wajahnya yang ‘DEEGGG’

Ya tuhan kenapa wajahnya pucat sekali??. Omo! Apa dia sakit? Atau jangan-jangan dia ingin bunuh diri disini? Tidak boleh, aku tidak mau repot-repot menjadi saksi jadi  aku harus menghalanginya.

“kau bisa melihatku?” tanya namja ini tiba-tiba dan membuat wajah terkejutku menjadi bingung.

“a apa maksudmu?” tanyaku balik

“kenapa kau selalu bertanya balik  sejak aku bertanya padamu tadi?” ucap namja ini dengan nada yang datar tidak terdengar kesal.

hey sepertinya wajah namja ini tidak asing bagiku. Namja ini sangat tampan, aku seperti sering melihatnya, tapi sedikit lupa karena wajahnya yang terlalu pucat seperti tidak ada darah yang mengalir kebagian wajahnya.

“wajahmu tidak asing. Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” tanyaku padanya penasaran

“tidak” jawabnya dengan cepat

“jinjja? Aku pernah melihatmu, tapi bukan disekitar kampus ini sepertinya” ucapku ragu

“aku butuh bantuanmu” ucap namja itu dan dengan cepat sudah berada didepanku seperti angin dan itu membuatku terkejut

“dia bilang hanya orang yang bisa melihatku sajalah yang bisa membantuku” ucapnya lagi dan itu membuatku semakin terkejut. Membuat suaraku tertahan

“aaarrrrggghhhhhh” aku langsung berdiri memeluk laptopku kedekapanku dan berlari menjauh dari tempat itu dan turun tangga

Kalian tahu, namja itu. kakinya … kakinya… tidak menyentuh tanah. Ya tuhan aku jadi takut! Kenapa aku bisa melihat makhluk seperti itu??

Setidaknya aku aman sekarang. Dari lantai atas aku turun dengan tangga sampai akhirnya aku tiba dilantai yang mulai banyak orang, setelah itu aku membeli minum dan sekarang aku duduk dibangku taman halaman gedung kampusku yang banyak orang berlalu lalang yang duduk dibangku atau diatas rumput ditengah halaman gedung ini.

“kau sudah tenang sekarang” tiba-tiba saja suara namja itu terdengar lagi diSAMPINGKU ommooo

“kumohon jangan lari lagi atau berteriak kalau kau tidak ingin dibawa ke psikiater oleh orang-orang disekitar kampus ini” lanjut namja ini yang membungkam mulutku dengan ucapannya yang sudah ingin berteriak.

“kk kkenapa kau mengikutiku? Pergilah!!” usirku yang mencoba menutup sebagian mataku. Sebenarnya dia tampan dan tidak menyeramkan. Tapi tetap saja aku takut dia tetap saja hantu. Wajahku pasti sudah sangat pucat. Aku bahkan tidak bisa bergerak seperti sebelumnya.

“dengarkan aku, aku butuh bantuanmu. Ku mohon” ucap namja itu tiba-tiba menampilkan wajah serius seolah-olah mengunci wajahku dengan tatapan mata tajamnya.

“a apa maksudmu?” tanyaku bingung yang masih merasa takut

“makhluk itu bilang aku belum mati. Aku terkurung didua dimensi, aku masih hidup tapi aku juga belum mati. Jika ada seseorang yang dapat melihatku, orang itulah yang bisa membebaskanku dari dua dimensi ini” jelas namja ini masih dengan wajahnya yang serius.

“maksudmu? A aku masih tidak mengerti” ucapku yang semakin bingung. Sebenarnya aku mengerti yang dia maksud agar aku menolongnya. Tapi apa kalian percaya dengan cerita yang aku dengar. Kalaupun aku tidak percaya, buktinnya sudah ada dihadapanku.

“yak!! Apa kau bodoh? Kenapa kau tidak mengerti juga? Aku ini sedang menjadi arwah, aku berpisah dengan tubuhku pabbo!!!” omel nama ini tiba-tiba.

“yak! Kenapa kau berteriak seperti itu padaku?” omelku balik padanya. Aku tahu dia panik dan kesal tapi tidak seharusnya dia bilang aku pabbo.

“cari saja orang lain yang bersedia membantumu. Aku tidak mau repot dan ambil pusing karena masalahmu” ucapku yang langsung bangun dari dudukku dan meninggalkan arwah yang menyebalkan itu. Dia itu sedang kesulitan dan meminta tolong, tapi bukan seperti itu juga caranya kan?

“yak! Bantu aku jebal. Waktuku hanya 6 hari lagi atau aku mat..” ucap namja itu yang menghalangi jalanku

“heessoonnggg!!!!” teriak seorang yeoja dari arah depanku memotong ucapan namja dihadapanku, yeoja itu langsung menarikku untuk duduk kembali kebangku yang baru saja niatnya akan aku tinggal pergi. Minrin yang tiba dari arah depanku menabrak namja ini seolah-olah menabrak sekumpulan asap yang menyebar dan akan menyatu lagi setelah ditabrak. Aku melihatnya seperti itu.

“aish kau mendengarkanku tidak? Apa yang kau lihat sih?” omel minrin karena aku fokus melihat reaksi tubuh namja itu

“namja yang kau tabrak” dengan pelan aku menunjuk namja itu berharap minrin juga dapat melihatnya

“namja? Tabrak? Sepertinya aku tidak menabrak siapapun heesong-ah. Jangan bodoh dan jangan bercanda” ucap minrin. Sepertinya dia tidak bisa melihatnya.

“ini lihatlah” ucap minrin memberikanku hanphonenya dengan foto-foto yang tidak aku mengerti

“apa ini?” tanyaku bingung

“mereka kecelakaan semalam. Leeteuk, eunhyuk, shindong dan kyuhyun. Mobil mereka terguling” jelas minrin

“jinjja? Leeteuk oppa juga??” tanyaku terkejut. Rasanya seperti terhantam batu besar saat mendengar idola yang kalian sukai terkena musibah.

“ne, eunhyuk dan shindong hanya mendapat luka kecil. Leeteuk terluka cukup parah dan  kyuhyun, dia dikabarkan koma dan tidak sadarkan diri. Itu foto kyuhyun yang dibawa kerumah sakit” jelas minrin

“kyuhyun??” tanyaku kaget. Aku ingat, aku mencari namja itu disekelilingku dan dia tidak ada. Dimana arwah namja itu??

“minrin-ah aku pergi dulu. aku bawa hp mu ne” pamitku pada minrin dan untuk mencari namja itu.

Aku ingin memastikan perkiraanku benar atau tidak. Setelah aku naik tangga dilantai 3, aku melihat arwah namja itu berjalan dilorong lantai ini sambil memperhatikan sekelilingnya. Tidak mungkin! Kemeja yang dipakai arwah itu sama seperti kemeja kyuhyun di foto kecelakaan ini. tidak mungkin itu..

“kau tidak apa-apa?” tanya seseorang yang membuyarkan pikiranku

“eoh, ne aku tidak apa-apa” jawabku

“tapi kau menangis” ucap namja yang menegorku tadi. Akupun langsung menyentuh pipiku yang basah. Tanpa sadar aku mengeluarkan air mataku?!

“eoh, nan gwenchana-yo. Sepertinya aku hanya kelilipan saja” jawabku.

“kalau begitu aku pergi duluan” ucapnya dan langsung pergi menaiki tangga keatas.

“ne, kamsahamnida” balasku sebelum namja yang tidak kukenal itu benar-bernar pergi sambil membungkuk dan namja itu membelas dengan senyuman.

“wae-yo?”

“arraagghh” teriakku

‘BUGGHH’

“aaawwww” kali ini rintihku karena terjatuh dan kepalaku kejedot tembok bawah tangga.

“gwenchana?” tanya arwah namja ini, eh maksudku arwah kyuhyun.

“yak! Kenapa wajahmu didepan wajahku tiba-tiba sih?” omelku padanya. Karena dia aku jadi kehilangan keseimbangan dan jatuh mundur dari 10 anak tangga ini.

“arghh punggungku” rintihku yang mencoba bangun dan mengambil tasku ikut terlempar.

“kenapa tidak ada orang lagi yang membantuku? awhh” lanjutku yang akhirnya berhasil berdiri menahan sakitnya punggung dan pinggulku, untung saja kakiku tidak terkilir

****************

“yak apa yang kau lakukan disini?” bisikku pada arwah kyuhyun yang tiba-tiba ada disampingku saat kelasku berlangsung.

“aku akan terus mengikutimu sampai kau mau membantuku” ucapnya dengan santai

“aku tidak mau. Walaupun kau salah satu anggota dari boyband favoritku aku tetap tidak mau. Aku tidak mau terlibat hal semacam ini” omelku yang masih bisik-bisik agar dosen dikelasku yang sedang menjelaskan tidak terganggu

“kalau kau tidak membantuku, aku akan terus menghantuimu setiap hari” ucapnya

“yak! Kalaupun aku membantumu, aku tidak tahu caranya. Kalau kau tahu caranya beritahu aku” ucapku kesal kali ini

“kalau aku tahu aku juga tidak akan meminta bantuan padamu pabbo” ucapnya santai

“mwo?” dasar menyebalkan, kalau seperti ini aku akan membiarkannya tinggal dineraka saja.

“heesong-ah kau bicara dengan siapa?” tanya minrin yang duduk disebelah kananku, karena aku duduk dipojok dekat jendela sebelah kiri minrin.

“ani” ucapku gugup dan menggelengkan kepalaku dengan cepat

“kau ini aneh” ucap minrin yang kembali fokus pada dosen.

“pergilah! Aku harus fokus mendengarkan dosen” perintahku pada arwah kyuhyun kali ini dan dia menurutiku untuk pergi.

“apa yang dia lakukan??” ucapku saat melihat fokus kearah dosen yang menjelaskan dikelasku.

“mwo? Kau ini bicara apa heesong-ah?” tanya minrin yang mendengar ucapanku

“a ani” jawabku.

Dasar bodoh apa yang arwah itu lakukan? Dia malah berada disamping dosenku dan melakukan berbagai macam hal bodoh untuk menghilangkan konsentrasiku untuk mendengarkan dosenku, apa dia akan melakukan hal itu sampai kelasku selesai?.

*********************

“aku pulang” ucapku setelah sampai rumah. Syukurlah arwah namja itu tidak mengikutiku lagi. Kuharap dia lelah setelah seharian mengikutiku agar aku membantunya.

“kau sudah pulang heesong-ah?” tanya eomma dari dapur

“ne eomma” jawabku

“cepat ganti pakaianmu lalu bantu eomma menyiapkan makan malam” ucap eomma lagi

“ne eomma” jawabku yang kali ini langsung menaiki tangga menuju kamarku.

“kalau begitu bagaimana dengan yeoja yang ini?” ucap heejun yang kudengar dari dalam kamarnya saat aku melewati pintu kamarnya yang tidak tertutup rapat

“tidak, dia hanya menyukai penampilanmu. Tidak dari sifat anehmu yang gila bermain game. Sebulan jadian mungkin dia akan minta putus karena kau terlalu mementingkan game dari pada dia” jawab suara namja lain yang berada dikamar heejun yang sangat Aku kenal.

“jodohmu itu dekat heejun-ah. Aku lihat dari garis tanganmu kemarin. sepertinya dia berada disekitarmu sejak dulu” lanjut namja itu.

“siapa yeoja itu?” tsuara heejun lagi dan terdengar beberapa suara game didalam sana

“kau yang menjalani hidupmu, bagaimana aku tahu. Lagipula itu hanya tuhan yang tahu”  jawab namja itu lagi

‘YOU LOSE’

“ARRGGHH shitt!! Aku kalah! Kau membuat konsentrasiku hilang sanguk-ah” omel heejun kali ini

“mwo? Kenapa salahkan aku?” jelas namja itu. yah aku kenal sanguk teman sekolah heejun sejak heejun masuk sekolah SMA. Aku juga tahu kalau namja ini punya kemampuan melihat dunia lain atau hal lain.

“eomma ada sanguk ikut makan malam dirumah lagi ya?” tanyaku pada eomma saat sudah sampai didapur melihat eomma menyiapkan masakannya

“ne, seperti biasa menjelang liburan sanguk akan menginap dirumah kita” jawab eomma dan aku hanya menjawab dengan anggukan

“appa pulang” suara appa yang sudah pulang

“tumben sekali appa pulang sesore ini?” tanyaku pada eomma

“uwahh harumnya masakkan eomma” ucap appa yang sudah tida didapur.

“ne, appa cepatlah mandi dan ganti pakaianmu. Setelah itu kita makan malam bersama” ucap eomma pada appa setelah selesai memindahkan masakan terakhirnya ke piring dan aku tinggal menatanya ke meja makan.

“heesong eomma menyiapkan air hangat untuk appamu dulu ne” ucap eomma

“ne eomma” ucapku

“apa sanguk  jadi menginap?” tanya appa yang samar-samar masih bisa kudengar ketika sudah keluar dari dapur bersama eomma.

********************

“sanguk-ah menurutmu apa kyuhyun suju yang koma itu akan meninggal?” tanya heejun yang kudengar pada sanguk temannya saat mereka sedang menonton berita di televisi setelah kami selesai makan malam.

“entahlah. Belum terlihat dia akan selamat atau akan meninggal” jawab sanguk

“kenapa kau bicara seperti itu?” tanyaku langsung yang bergabung dengan mereka untuk duduk disofa ikuti mendengarkan berita kecelakaan boyband favoriteku membuat sanguk dan heejun menatap kearahku.

“noona, lihat aku” ucap son guk tiba-tiba saat aku duduk disebelahnya

“wae?” tanyaku yang langsung menatap bola matanya yang berwarna hijau yang diwarisi oleh nenek sanguk.

“pikiranmu melayang-layang yah?” tanyanya

“mwo? A apa maksudmu” tanyaku bingung

“aku tidak tahu apa yang terjadi padamu, tapi tidak ada salahnya melakukan hal baik untuk masa depan seseorang. Kau orang yang tidak suka membagi pengalaman pahitmu pada orang lain. Jangan sampai orang lain merasakan kehilangan seperti yang pernah kau alami” jelas sanguk padaku, mengingatkanku pada suatu hal

“sanguk jangan dilanjutkan” ucap heejun yang memotong ucapan sahabatnya.

“yah Intinya itu yang aku tangkap dari pikirkanmu noona” ucap sanguk yang menyelesaikan ucapannya atas teguran heejun dan menatap heejun sebelumnya yang duduk diantara aku dan sanguk.

“kalau sudah seperti ini. dia akan mengatakannya seperti orang yang kesurupan noona. jadi lebih baik hentikan” jelas heejun padaku

“tapi aku tidak tahu cara untuk membantunya. Aku memang berfikir agar dia selamat. Tapi aku tidak mau ikut campur untuk masalah yang akan sulit ini” ucapku tiba-tiba dan menghiraukan peringatan heejun. Aku juga ingin membantunya. Itu yang aku pikirkan selama perjalanan pulang dari kampus.

“mwo? Apa yang kau bicarakan?” ucap heejun terkejut.

“noona, datanglah kerumahku besok setelah kau selesai kuliah dan bicarakan semuanya pada nenekku. Dia akan membantumu” saran sanguk padaku.

“kalian sudah libur sekolahkan? Tunggu aku pulang kuliah ne. Aku akan langsung membawanya juga untuk ikut” ucapku

“noonamu tidak kalah menarik darimu heejun-ah” ucap san gok pada heejun yang samar-samar kudengar

“ mwo?” ucap heejun dengan tampang yang menyebalkan.

Heesong POV END

*******************

Kyuhyun POV

“sekali lagi” ucapku saat mencoba menyentuh buku yeoja yang dia tinggalkan tadi pagi saat kabur melihatku

“aku kira kau akan mencoba untuk melewati gerbang itu lagi” ucap seorang yeoja, bukan maksudku arwah. Dia arwah yeoja yang cantik menurutku dan wajahnya yang pucat. Apa wajahku juga terlihat pucat seperti dia. Aku bahkan tidak tahu bagaimana kondisiku karena aku tidak bisa melihat pantulan bayanganku dicermin atau air.

“tidak akan. Itu membuat tubuhku seakan-akan  hancur disetrum atau dibanting oleh sumo” jawabku yang masih berusaha mengangkat buku yang sejak tadi gagal.

“akukan sudah bilang padamu sejak awal. Itu percuma dan yang kau lakukan saat ini juga percuma. Kalau itu berhasil mungkin sejak dulu aku sudah bisa menyentuh benda lainnya” ucapnya.

“bukankah semuanya berbeda? Seperti yang kau ucapkan sebelumnya? Sudah banyak arwah yang sepertiku tiba disini dan ada beberapa yang tertolong untuk kembali ke tubuhnya dan banyak juga yang akhirnya tidak tertolong atau meninggal. Hei apa kau penghuni tetap digedung ini?”  tanyaku

“tidak, aku juga seperti kalian. Tubuhku masih ada dan hidup oleh selang-selang rumah sakit. Mungkin aku lebih beruntung dari arwah sebelumnya, karena aku bisa melihat tubuhku secara langsung. Bertahun-tahun terbaring disana, orangtuaku juga tidak tiap hari menungguku. Tahun pertama sebulan sekali mereka menemani tubuhku tahun kedua, ketiga dan seterusnya mereka hanya 3 kali mengunjungi tubuhku dirumah sakit” jelasnya masih tanpa ada ekpresi diwajahnya dan terlihat sendu dimatanya dan nadanya yang datar tanpa emosi.

“aku butuh panggilan, aku akan sadar  jika ada seseorang yang 3 hari berturut memanggil namaku disamping tubuhku” lanjutnya

“bahkan tidak ada yang menjengukmu satu orangpun, bagaimana bisa itu membantumu?” tanyaku padanya

“itu sebabnya aku bertahun-tahun disini. Mungkin itu juga yang membuat malaikat kematian tidak memberiku batas waktu seperti dirimu atau arwah yang lain”  jawabnya

Kyuhyun POV END

################

Author POV

Heesong berharap akan ada harapan untuk membantu arwah kyuhyun, terus berdoa dan berdoa kalau nenek sanguk bisa menolongnya.

Heesong  yang duduk dimeja belajarnya menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, dia  tidak bisa menahan air matanya yang akan keluar. Memori tentang kenangan buruknya teringat kembali, rasa rindu pada orang itu terasa kembali.

Ditempat lain, Heejun yang baru masuk dari kamarnya terlihat lesu dan merasa bersalah pada noonanya.

“wae heejun-ah?” tanya sanguk yang melihat keadaan temannya

“noona. aku khawatir padanya” ucap heejun pada sangok

“ceritakan padaku, kenangan apa yang membuatnya down sampai mempengaruhi kehidupannya?” tanya san guk yang mengerti arah pembicaraan heejun

“sebuah kecelakaan yang terjadi 6 tahun lalu membuatnya kehilangan sahabatnya. Saat itu kecelakaannya terjadi didepan matanya. Saat mereka pulang sekolah sahabatnya mendorong noonaku yang akan tertabrak mobil truk saat menyebrang, dia menggantikan posisi noonaku. Noonaku selamat tapi tidak dengan temannya. Saat aku dan orangtuaku menyusul noonaku dirumah sakit, aku melihat beberapa cipratan darah yang masih berada diwajahnya, tatapan matanya yang terlihat kosong, wajahnya yang terlihat pucat, dan badannya yang bergetar hebat saat itu langsung dipeluk oleh eommaku. Aku bahkan menangis melihat keadaan noonaku saat itu” jelas heejun

“tatapan matanya yang kosong selalu mengeluarkan air mata. Seseorang yang menolong mereka membawa kerumah sakit bilang kalau noonaku terus diam seperti itu. Dia bahkan tidak berlari panik saat melihat tubuh sahabatnya tergeletak dijalanan. Dia selalu menyalahkan dirinya atas kecelakaan temannya” lanjut heejun

“dia pasti sangat tertekan dan terkejut saat itu” ucap sanguk

“eomma dari temannya juga melarang noonaku untuk menjenguk. dia menganggap kalau noonaku penyebab kecelakaan putrinya tersebut. Sampai saat ini kami tidak tahu bagaimana keadaannya, masih hidup atau tidak kami tidak tahu. Setiap kali melihat kenangannya bersama temannya, noonaku selalu melakukan tindakan bodoh, berteriak histeris atau menyayat nadinya. Hingga akhirnya appa mengambil semua benda yang berkaitan dengan temannya agar dia tidak mengingatnya lagi. Sampai kamar kamipun ditukar dan ditata ulang oleh appa. Dulu teman noona juga sepertimu, selalu bermain dan menginap dikamar noonaku” lanjut heejun

“yeoja??” tanya san gok

“ne, yeoja. Mereka bersama selama 7 tahun. Sejak mereka masih sekolah taman kanak-kanak” jawab heejun dengan jelas

**************

Ditempat lain

“jadi itu sebabnya kau selalu hilang tiba-tiba?” tanya kyuhyun pada arwah yeoja itu

“ne, ada waktunya aku melihat tubuhku dirumah sakit. Tapi aku tidak tahu kapan akan terjadi dan kenapa terjadi” jawab yeoja itu.

“kau akan selamat kyuhyun-ah, itu pasti. Yeoja yang bisa melihatmu itu terlihat sangat baik. Ada perasaan aneh saat aku melihatnya tadi pagi” lanjut arwah yeoja pucat yang selalu bersama kyuhyun diatap gedung ini

“molla-yo. Kuharap doa orangtua, semua hyungdeul dan fansku diseluruh dunia terkabul untuk kebaikanku. Dan hanya yeoja itu yang bisa menolongku” ucap kyuhyun yang menatap luasnya langit dan angin malam yang saat ini tidak bisa dia rasakan.

TO BE CONTINUE

 

4 Comments (+add yours?)

  1. shoffie monicca
    May 01, 2015 @ 19:52:36

    huaaa kyu jd arwh gentayangn..wloupun kyu jdi arwah dia ttp tampan….

    Reply

  2. lieyabunda
    May 02, 2015 @ 17:59:34

    Kayu jadi arwah,
    Lanjut

    Reply

  3. idealqueen
    May 04, 2015 @ 22:39:32

    Waw asiik nih ceritanya. Lanjooot

    Reply

  4. Monika sbr
    May 07, 2015 @ 19:52:17

    Jangan2 arwah cewek yg ngomong sm kyu itu sahabatnya heesong? Semoga aja keduanya bisa terselamatkan deh….

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: