Day 240

Day 240

|| Author :: @GO_vanny || Tittle :: Day 240 ||

|| Cast :: Park Song Na (OC) / Cho Kyuhyun / Yoon Ho (OC) / Surin (OC) ||

Genre :: Drama, Romance, and Comedy  || Rated :: PG-13 / T / M  || Length :: One-Shot

*

*

Prolog – #Day 152

Kyuhyun memandangi wajah di depannya yang hanya berjarak satu jengkal dari wajahnya sendiri. Ia meneliti setiap lekuk wajah wanita yang berhasil menggetarkan jiwanya belakangan ini. Wajah Kyuhyun makin dekat hingga ujung hidungnya menyentuh ujung hidung wanita yang masih terlelap itu. Otaknya kini merespon nalurinya, Kyuhyun kini telah menyentuh bibir wanita itu dengan bibirnya.

Selama beberapa detik ia tetap pada posisi tersebut, beberapa detik kemudian otaknya memerintahkan untuk berhenti. Kyuhyun beranjak dari posisinya dan menjauh dari wanita itu, menuju pintu yang di bukanya perlahan berusaha untuk tidak mengeluarkan suara sedikitpun.

Pintu tertutup. Mata wanita itu terbuka. Ia sadar bahkan pada saat Kyuhyun baru masuk ke kamarnya.  Tanpa alasan, air matanya turun dan menolak untuk berhenti.

***

#Day 30

Entah sudah berapa kali Kyuhyun memijat keningnya. Dengan muka masam, ia meminum air dari tumblr pribadinya tanpa berhenti menatap data pasien yang ia tangani. Belum sempat melahap segala informasi pasiennya, getaran posel Kyuhyun mengganggu konsentrasinya, dengan enggan ia merogoh ponsel  di saku kiri jas dokternya. Ia langsung menekan tombol jawab tanpa perlu sibuk mengetahui siapa yang menghubunginya. Tanpa mengucapkan “yoboseyo” terlebih dahulu, suara di seberang telepon sudah sibuk berbicara. Kyuhyun yang menyadari siapa peneleponnya, tiba-tiba menyengir konyol.

“Hey! Kyu! Hari ini aku masak lasagna!” kata suara di seberang telepon bersemangat, “Oh, tenang saja… aku tidak akan memakannya, aku hanya membuatnya. Kau jangan lupa pulang bersama Yoon Ho dan Surin, aku sudah memberi tahu mereka untuk tidak makan malam di luar. Pastikan mereka berdua pulang bersamamu, Oke? Annyeong!”

Baru saja Kyuhyun hendak berbicara, namun telepon langsung diputus oleh wanita itu tanpa rasa bersalah  . “YA! Song Na-ya! Yoboseyo? Yoboseyo!” Kyuhyun hanya bisa geleng-geleng kepala dengan tingkah wanita yang satu ini.

Kyuhyun lalu beralih menatap kalender yang ada di mejanya, melihat salah satu tanggal yang diingatnya akhir-akhir ini. “Tepat satu bulan. Cepat sekali.” Gumamnya pada diri sendiri.

***

# How The Story Begins

Pertama, Cho Kyuhyun menyukai Park Song Na. Park Song Na pun juga menyukai Cho Kyuhyun. Sebenarnya itu sangat indah dan sederhana. Lalu apa yang membuatnya menjadi tidak indah dan tidak sederhana? Yang membuatnya tidak indah yaitu kenyataan bahwa Park Song Na adalah seorang pemandu wisata yang dianugerahi bright personality, lulus dari universitas prestigious, Height : 171cm Weight : 87kg. Dan yang membuatnya tidak sederhana adalah kenyataan bahwa Cho Kyuhyun yang merupakan seorang cardiologist— walaupun masih terbilang junior, wajahnya tampan, dan memiliki kepribadian yang tidak di ragukan lagi, Height : 180cm Weight : 60kg.

Tony Robbins once said : Inner beauty is the easiest thing in the world to see— when youre looking for it. The brain sees what the heart wants it to feel.

Ada sebuah film yang berjudul Shallow Hal, ceritanya tentang seorang pria bernama Hal yang jatuh cinta pada wanita yang mempunyai berat 300 pounds karena inner beauty yang dimiliki wanita itu. Tapi ternyata Hal dalam pengaruh hipnotis saat mencintai wanita itu, setelah hipnotisnya dihilangkan, Hal berakhir dengan menjauhi wanita tersebut. Bagaimana dengan endingnya? Berakhir dengan happy ending, tapi sebaiknya kalian simpulkan sendiri.

Tetapi tanpa perlu di hipnotis, cara berpikir Kyuhyun tentang wanita agak berbeda. Ia sangat pandai menilai seseorang— dan Park Song Na adalah seseorang yang memiliki nilai yang tinggi di matanya. Lalu mengapa Kyuhyun tidak menyatakan perasaannya pada Song Na padahal ia menyukai wanita itu? lihat kalimat pertama paragraf ini! ‘Cara berpikir Kyuhyun tentang wanita agak berbeda’. Kata ‘agak’ sepertinya dapat menjawab mengapa Kyuhyun tidak menyatakan perasaannya pada Song Na padahal Kyuhyun menyukai wanita itu. Ia masih ragu untuk menyatakan perasaannya atau tidak. Namun kali ini Kyuhyun yakin, sangat yakin bahwa Song Na adalah wanita yang spesial, dari segi manapun yang berbanding terbaik dengan sudut pandang logikanya sendiri.

Lalu bagaimana dengan Park Song Na yang juga menyukai Cho Kyuhyun? Pemikiran Park Song Na sangat sederhana. ‘Bagaimana orang seperti aku dapat bersamanya?’. Itulah sebabnya ia menjaga jarak, menolak untuk pergi terlalu jauh. Namun sebenarnya bukan hanya itu alasan Song Na, ada hal lain yang membuat pagar di hatinya belum runtuh.

Hubungan mereka berawal pada saat Kyuhyun berlibur ke Pulau Jeju bersama keluarga besarnya— benar-benar keluarga besar karena perlu satu bus pariwisata untuk menampung mereka semua. Karena tidak ingin repot mengurus ini itu, mereka memutuskan untuk memakai travel agent, dan Park Song Na bertugas menjadi tour guide-nya. Bisa di bilang, liburan keluarga besar yang tidak biasa dan mengeluarkan biaya yang luar biasa pula. Kyuhyun yang selalu memastikan segalanya berjalan sesuai yang di rencanakan sering berdiskusi dengan Song Na tentang hal-hal yang berkaitan dengan liburan tersebut. Mereka sering berdiskusi dan bertukar pengetahuan tentang tempat wisata ataupun restoran yang akan mereka datangi, dan diskusi tersebut berlanjut ke arah pembicaraan ringan hingga serius.

Ada satu hari diantara satu minggu tersebut yang mereka habiskan berdua— untuk berpariwisata tentunya. Keluarga besar Kyuhyun memutuskan break satu hari untuk istirahat karena kelelahan, biaya hotel bagi keluarga ini benar-benar tidak menjadi masalah. Sementara Kyuhyun dan Song Na memilih untuk pergi jalan-jalan tidak jauh dari hotel. Di sanalah hubungan mereka menjadi semakin dekat. Mereka dapat mengisi satu sama lain seperti gelas yang memiliki isi yang sama.

Mungkin saat ini kalian terlarut dalam kisah mereka. Tapi, jangan lupakan fakta bahwa saat mereka berjalan berdampingan tidak jarang orang-orang melihat ke arah  mereka sambil berbisik-bisik. Masalah orang-orang zaman sekarang— terlalu banyak komentar dengan apa yang mereka lihat tanpa tahu apa yang sebenarnya. Hingga pada akhirnya mereka sampai pada topik itu…

“Mengapa kau memutuskan untuk menjadi tour guide?” Tanya Kyuhyun melirik Song Na di sampingnya yang sedang memainkan kerikil dengan kakinya.

“Karena tidak ada pekerjaan lain yang ingin menerimaku.” Jawab Song Na yang masih memainkan kerikilnya.

Tanpa ragu, Kyuhyun merangkul Song Na. “Karena fisikmu?” tanyanya juga tak ragu.

Park Song Na mengangguk. Kyuhyun geleng-geleng kepala dan menghembuskan napas panjang.

Melihat Kyuhyun, Song Na berhenti memainkan kerikil, ia langsung tersenyum lalu menerawang jauh. “Who cares? Aku sangat menikmati menjadi tour guide!”

Kyuhyun tersenyum. “Bukankah sia-sia jika kau bersusah payah berkuliah dan pada akhirnya hanya bekerja seperti ini?”

Song Na mengangkat bahu “Bagian terberatnya sudah aku lewatkan enam tahun lalu, lagipula aku tak pernah mengeluarkan sedikitpun uang untuk kuliah. Semua beasiswa. Hanya perlu menguras otak saja” Kata Song Na bangga.

Kyuhyun membulatkan matanya tak percaya. “Benarkah? Bukankah penerima beasiswa seharusnya setelah lulus  dapat promosi atau tawaran pekerjaan yang lebih mudah?”

“Tentu saja aku mendapatkannya. Hanya perlu tiga tahun untuk lulus lalu aku langsung dikirim ke Indonesia, bekerja disana dua tahun lalu kembali kesini dan menjadi pemandu wisata setahun terakhir.”

Kyuhyun takjub. Di sela-sela ketakjubannya ia penasaran tentang satu hal. “Setelah mengalami pengalaman seperti itu, bagaimana jadinya kau hanya menjadi pemandu wisata? Tunggu dulu! Di mana kau kuliah?”

“SeoulDae.” Jawab Song Na singkat. Menghindari pertanyaan Kyuhyun yang pertama.

Kyuhyun hampir tersedak medengar jawaban dari Park Song Na. “SeoulDae? SeoulDae? Astaga Song Na-ya… astaga! Penerima beasiswa dan lulus dari Seouldae hanya bekerja pemandu wisata? Sangat tidak masuk akal!”

Park Song Na menundukkan kepalanya. “Memang apa salahnya dengan pemandu wisata.” Gumamnya.

“Tentu saja masalah! Masalah besar! Kau! Pulanglah ke Seoul! Aku akan membuat semua perusahaan atau pemerintah pun ingin memperkerjakanmu! Kita akan membuatmu cantik— tidak kau sudah cantik— hanya saja— ah sudahlah! Kau percayalah padaku, aku seorang dokter. Aku bisa mengurus semua masalah kesehatanmu, tapi asalkan kau tinggal bersamaku.” Kyuhyun tak kuasa menahan cengiran di wajahnya sambil melirik Song Na takut.

Park Song Na menatap mata Kyuhyun seolah-olah berkata ‘mau mati kau?’.

Setelah di tatap seperti itu, Kyuhyun menciut. Ia cepat-cepat membenarkan duduknya, menyamping menghadap Song Na.

“Dengar, Song Na-ya… aku tinggal di sebuah aparte dua lantai  dekat rumah sakit tempatku bekerja. Di sana ada dua lantai, lantai satu ada aku, Dong Wook hyung, dan Yoon Ho. Lalu di lantai dua ada Jihye noona dan Surin. Mereka adalah sunbae dan hoobae-ku di rumah sakit. Kebetulan, Dong Wook hyung dan Jihye Noona akan pindah karena minggu depan mereka menikah. Jadi Surin akan sendiri dan dia juga akan pindah jika tidak ada pengganti Jihye noona sebagai roommate-nya. Kalau Surin pindah, maka aku dan Yoon Ho akan kewalahan membayar sewa. Kau tahu harga sewa di daerah itu semakin menggila? Walaupun kami dokter, hal seperti itu tak akan tertutupi jika kami hanya membayar sewa berdua. Selain kami mengurus kesehatanmu, kau juga bisa membantuku kami dengan uang sewa.  So what do you think?

Song Na menimbang, saat mengobrol dengan Kyuhyun beberapa hari yang lalu di bus, Song Na mengemukakan bahwa ia ingin kembali ke Seoul. Sudah satu tahun ia tak bertemu orang tua dan eonni-nya. Setelah ia pikir, sekaranglah waktunya untuk kembali. Song Na juga tidak ingin tinggal di rumah orangtuanya karena itu hanya akan membuatnya mengingat kembali kenangan dua tahun lalu. Tawaran Kyuhyun juga sangat cocok dengan kondisinya dan pilihan kata Kyuhyun dengan ‘Mengurus kesehatan’ juga membuatnya semangat untuk berubah.

Okay, Im in.” kata Song Na mantap.

Cho Kyuhyun tersenyum lebar. Dalam hatinya ia tak sabar untuk kembali ke Seoul dan menjalankan segalanya.

“Jadi, apa rencanamu?” Tanya Kyuhyun.

“Pulang ke Seoul, bertemu orang tua dan eonni-ku, pindah ke aparte-mu, ‘Mengurus kesehatanku’, sambil menjadi tourguide freelance di Seoul sekedar mengisi waktu, setelah berhasil dengan usaha ‘Mengurus kesehatanku’, aku akan mencari pekerjaan dengan latar pendidikanku yang luar biasa.” Ujar Song Na puas. Ini adalah pertama kalinya Song Na berencana untuk hidup seperti Song Na yang dulu bukan seperti Song Na saat ini. Saat yakin dirinya harus kembali, ia tidak merasa ragu karena ada Kyuhyun yang berhasil menyakinkan dirinya.

Mendengar rencana Song Na, Kyuhyun tak henti-hentinya tersenyum. Ia baru saja menanamkan semangat pada orang yang memiliki nilai yang tinggi dimatanya. Walaupun perjumpaan mereka sangat singkat, well thats the magic of words and positive thinking. Cho Kyuhyun bahkan tak pernah merasa sesenang ini dalam menyakinkan seseorang, ia berjanji pada dirinya sendiri akan berusaha keras untuk menjaga keyakinan wanita itu terhadapnya.

***

#Day 14

Terhitung dua minggu Song Na kembali ke Seoul dan tinggal di aparte Kyuhyun. Oh, tidak, ralat. Aparte Kyuhyun dan Hoobae-nya. Yoon Ho dan Surin. Mereka berdua menerima Song Na dengan tangan lebar, dan dengan senang hati membantu Song Na ‘Mengurus Kesehatan’-nya itu. Tidak ada yang rumit saat mengatur makanan khusus untuk Song Na karena mereka semua juga sangat menjaga konsumsi makanan yang mereka makan. Untuk urusan olahraga, Surin mengaturnya dengan baik.

Kehidupan mereka di aparte tersebut berjalan dengan sangat baik. Mereka menghormati privasi satu sama lain tanpa harus merasa layaknya orang asing. Song Na dan Surin sama-sama bersyukur karena mereka cocok satu sama lain. Jadi tak ada masalah sejauh ini.

Hubungan Kyuhyun dan Song Na juga semakin dekat. Sekarang mereka memiliki jadwal tersendiri untuk mengobrol, walaupun Kyuhyun memiliki jadwal yang sangat padat, ia tak akan melewatkan sesi mengobrol yang mereka sebut dengan Night Tea Talk ini. Selain itu, Song Na kini bekerja freelance pada travel agent-nya yang ada di Seoul.

Tepat saat Song Na sampai di Seoul, ia langsung mengunjungi orang tua dan eonni-nya. Sebelumnya ia tidak memberi tahu kabar kepindahannya pada keluarganya sama sekali. Betapa terkejut keluarga Song Na melihat ia kembali. Rasa sedih dan khawatir langsung hilang ketika Song Na mengatakan bahwa sekarang dirinya baik-baik saja. Orang tua Song Na mempercayai hal tersebut dengan senang hati, mereka bertanya apakah Song Na akan tinggal disini, namun Song Na menjawab tidak karena ia belum sepenuhnya siap melupakan segalanya yang terjadi dua tahun lalu. Namun sekarang, Song Na harus fokus untuk tujuannya yang satu ini.

#Day 28

Night Tea Talk hari ini dimulai pukul 11.40 karena ada operasi mendadak yang harus Kyuhyun ikuti. Song Na menunggunya sambil membaca buku, konsentrasi Song Na terganggu saat kode pintu  di tekan dan terbuka. Ia segera turun ke lantai bawah walaupun sudah tau bahwa siapa yang datang. Song Na menemukan Kyuhyun sedang memakai sandal rumahnya dengan malas-malasan, terlihat bahwa Kyuhyun sangat kelelahan. Saat sadar Song Na menghampirinya, Kyuhyun tersenyum.

“Maaf, aku terlambat. Kau tidak bosan ‘kan?” kata Kyuhyun tidak enak

Song Na menggeleng. “Tidak sama sekali.” Song Na kemudian sengaja menatap Kyuhyun dari atas hingga bawah dan langsung memutuskan satu hal. “Sebaiknya kita lewatkan obrolan malam ini, kau terlihat mengerikan.”

Kyuhyun menunduk, melihat dirinya sendiri. Dia kemudian berdengus. “Tidak perlu. Lagipula aku akan kembali lagi ke rumah sakit tiga jam lagi.” katanya seraya melirik arlojinya.

“Wow… kalau aku jadi kau, aku akan menyimpan waktu itu untuk tidur beberapa jam.” Ujar Song Na.

“Well… aku bukan kau, jadi aku akan menghabiskan 3 jam-ku untuk mengobrol denganmu.” Sanggah Kyuhyun.

“Terserah kau sajalah.” Song Na kemudian berjalan ke arah dapur untuk membuat teh untuk mereka berdua, sementara Kyuhyun langsung ke lantai dua, siap untuk mengobrol dengan Song Na.

Kyuhyun merebahkan tubuhnya di sofa sambil membuka kancing kerah kemejanya, tidak lama setelah itu Song Na muncul membawakan teh mint untuk Kyuhyun.

“Kau membaca buku itu lagi?” Tanya Kyuhyun sambil melirik buku yang tergeletak tidak jauh dari posisinya.

Song Na meraih buku tersebut dan memeluknya di dada seraya memberikan cangkir teh pada Kyuhyun. “Buku  ini yang memintaku membacanya kembali. Dan kau tahu?”, Tanya Song Na dramatis, “Pandanganku terhadap Heathcliff berubah!”

Kyuhyun menyesap teh nya dan mengeluarkan ekspresi meminta penjelasan. “Heathcliff?”

Song Na mengangguk. “Menurutku, semuanya menjadi kacau akibat keegoisan Catherine. Jika Catherine tidak memutuskan bertunangan dengan Edgar, Heathcliff tidak akan menjadi sejahat itu.” Jelas Song Na layaknya seorang penulis yang sedang membedah bukunya sendiri.

Kyuhyun langsung mencari memori tentang cerita di dalam buku itu lalu menggeleng, “Kau salah! Semuanya berawal saat orang tua Catherine membawa Heathcliff pulang. Mereka tidak tahu kalau mereka baru saja berbuat kebaikan yang akan menimbulkan kesengsaraan pada anak cucunya.” Bantah Kyuhyun bangga. Ia bersyukur dalam hati karena telah membaca buku itu sewaktu SMA untuk bahan tugas. Wuthering Heights adalah satu-satunya novel yang pernah dibacanya, ia sampai tak habis pikir sebuah cinta malah dapat menghancurkan sifat kemanusiaan manusia, setidaknya itulah jalan cerita yang masih ia ingat mengenai novel itu.

Song Na memperlihatkan gestur tidak setuju dengan Kyuhyun. Ia cepat-cepat mengumpulkan rambutnya dan membiarkannya tergerai ke samping, siap untuk melontarkan bantahannya. Tiba-tiba hati Kyuhyun berdesir saat melihat Song Na melakukannya, mungkin wajahnya sudah seperti orang bodoh sepersekian detik yang lalu. Dengan satu sentakan,  ia kembali mengontrol ekspresinya. Dan malam itu adalah perasaan Kyuhyun yang pertama untuk Song Na.

***

# Day 46

Kyuhyun meringkuk lemah di tempat tidurnya. Melihat ke langit-langit kamar saja sudah membuatnya sakit kepala, apalagi jika bangkit dari tempat tidur. Ia merutuki dirinya sendiri karena membuat tubuhnya sakit. Orang bilang dokter tak akan pernah sakit. Omong kosong.

Kyuhyun sudah mencoba berkali-kali memejamkan matanya namun nihil, tubuhnya terasa panas, nyeri, dan seperti digigiti semut. Ia berusaha untuk tidak menggaruk sekian banyak titik ditubuhnya yang gatal. “Ya tuhan… mengapa harus cacar?” keluhnya dalam hati.

Tiga ketukan pelan terdengar dari pintu kamarnya. Kyuhyun menoleh dengan hati-hati menuju sumber suara. Terlihat Song Na yang sedang membawa nampan yang berisi makanan dan obat.

“Hey, kau harus makan dulu.” Perintah Song Na sambil menutup pintu dengan kakinya.

Kyuhyun segera mengindahkan perintah Song Na dan langsung terduduk dengan bersandar pada bantal. “Aku bisa mengambil makan sendiri, sungguh.” Katanya ragu.

Song Na tersenyum, “Percayalah, aku pernah berada pada posisimu sekarang.” Ujarnya.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya. “Tapi kau juga bisa terkena herpes.” Jelasnya seraya mengambil mangkuk berisi bubur.

Song Na manaikkan bahunya tak perduli. Ia mengangguk bangga Kyuhyun bisa mengambil makanannya sendiri. “Aku sangat penuh persiapan sebelum datang kesini.” Jawabnya, “Maka dari itu, aku hanya akan menjaga jarak. Ini adalah batas antara kau dan aku.” Kata Song Na sambil memberi batas khayal diantaranya dan Kyuhyun dengan tangannya.

Kyuhyun mendengus, lalu kembali menyendok buburnya banya-banyak.

Park Song Na menatap Kyuhyun heran, ia langsung berdecak. “Kau makan banyak agar cepat sembuh bukan?”

Kyuhyun mengangguk setuju. “Aku tak boleh sakit terlalu lama.”

“Kau baru di tempat tidur satu hari saja sudah ingin cepat sembuh. Rata-rata pasien cacar harus dirumah selama sebulan. Kau pasti tahu itu.”

Kyuhyun menggeleng. “Waktuku hanya satu minggu untuk sembuh. Aku tahu apa yang harus aku lakukan. Tenang saja…”

Song Na memutar bola matanya. “Oh iya! Tadi surin pulang untuk memberimu obat. Dia minta maaf tidak bisa merawatmu karena dia yakin seratus persen akan bernasib sama jika berada didekatmu. Dan  Yoon Ho katanya akan pulang cepat untuk merawatmu.”

Kyuhyun mengangguk-angguk, masih berkonsentrasi memakan buburnya sebanyak mungkin dan mencoba untuk tidak muntah. Di sela-sela itu, Kyuhyun mengingat satu hal. “Kau tidak pergi kerja?” tanyanya pada Song Na.

Song Na melirik arlojinya. “Aku akan berangkat 25 menit lagi, tidak apa ‘kan jika aku bekerja?”

Kyuhyun tersenyum sambil menaruh mangkuknya kembali ke nampan. “Tentu saja tidak.” Jawabnya santai seraya menengguk air putih.

Song Na melihat sekeliling kamar Kyuhyun. “ Tidak ada lagi yang kau butuhkan?”

Kyuhyun menggeleng. “ Nope.”

Song Na mengangguk. “Baik-baik oke? Well, kau tahu apa yang harus dilakukan. Nanti akan aku sewakan beberapa dvd untukmu.”

Kyuhyun kembali mengangguk dan mengacungkan ibu jarinya tanda setuju. Song Na lalu menuju pintu, saat memutar kenop pintu Kyuhyun memanggilnya.

“Song Na-ya…” panggil Kyuhyun. Song Na membalikkan tubuhnya, “Thank you so much for the caring, really.” Kata Kyuhyun bersungguh sungguh.

Song Na tersenyum. “Dont even mention it.” Balasnya sambil mengedipkan mata. Kemudian ia keluar dan kembali menutup pintunya sementara Kyuhyun masih terpaku pada senyum wanita itu. Tanpa sadar, hatinya kembali mendesirkan kehangatan. “Ini yang kedua kalinya, Cho Kyuhyun!” Gumamnya pelan.

#Day 77

Perubahan Song Na berangsur sangat cepat. Dalam dua bulan setengah tubuhnya menuju ideal, pipinya mulai terlihat tirus dan lekuk-lekuk tubuhnya semakin terlihat. Dengan progress bulan yang secepat ini, Kyuhyun merasa tiga bulan lagi Song Na akan mendapatkan tubuh idealnya.

Hari ini Song Na ditugaskan untuk menyurvei beberapa tempat pariwisata untuk dijadikan tambahan destinasi tournya. Ia bangun pagi-pagi untuk menyiapkan bekal 4 sehat 5 sempurna, kali ini Song Na sudah bisa berinovasi dengan menu yang akan disantapnya. Saat sibuk mengupas apel, terdengar langkah kaki dan munculah Kyuhyun yang sedang menggaruk kepala sambil menguap dengan kaus putih dan celana training andalannya.

“Good morning, Song…” Sapanya sambil mengangkat tangan seadanya.

“Morning… Surin bilang kau akan tidur seharian, mengapa bangun sekarang?”

“Haus…” jawab Kyuhyun yang memangku kepalanya dengan tangan di meja. Tanpa aba-aba Song Na lalu mengambil segelas air putih dan menyodorkannya kepada Kyuhyun, “Gomawo…” Song Na kembali dengan pekerjaannya sementara Kyuhyun kembali memangku kepalanya.

“Kau tahu kan, Surin dan Yoon Ho pergi MT ke gunung Bukhansan?” Tanya Song Na yang di jawab gumaman iya Kyuhyun, “Aku juga ingin pergi ke Jeolla-do. Jadi hari ini kau sendiri di rumah, kau masak sendiri atau pesan saja jika malas.”

Kyuhyun tersentak dan langsung bangun. “Jeolla-do? Untuk apa ke Jeolla-do?”

“Survey tempat baru.” Jawab Song Na.

Kyuhyun menghela napas kecewa. “Padahal tadi aku ingin mengajakmu nonton.”

Song Na mengangkat alisnya. “Bukannya kau ingin tidur seharian?”

“Itu hanya alasanku untuk tidak ikut MT. Aku tidak ingin menghabiskan waktuku dengan junior-junior genit itu.” Kyuhyun mengomel sendiri.

Well… bukannya bagus? Kau kan bisa mengencani salah satu dari mereka.” ujar Song Na menggoda.

Kyuhyun langsung memutar bola matanya ditambah ekspresi ‘seriously???’

Kyuhyun menggaruk kepalanya lagi. “Oh Tuhan… apa yang harus aku lakukan seharian ini?”

“Tidur.” Gumam Song Na.

Mata Kyuhyun tiba-tiba berbinar, ia lalu melirik Song Na. “Song Na-ya… aku boleh ikut?” Pintanya dengan aegyo yang gagal. Song Na melihat Kyuhyun dengan perasaan iba.

 

Sebenarnya Kyuhyun sudah merencanakan untuk menghabiskan days-off nya dengan Song Na. Setelah berkutat dengan berbagai operasi dan sebagainya, Kyuhyun merasa Song Na lah yang harus menemaninya menikmati hari liburnya itu. Tapi Kyuhyun lupa menyocokkan jadwal Song Na dengan rencananya. Jadilah saat ini ia terbangun di KTX menuju Jeolla-do, tak sadar jika ia tertidur di bahu Song Na sedari KTX mulai berjalan.

 

“Kau tahu? Seharusnya kau tidur saja di rumah. Daripada membuat bahuku kram.” Sindir Song Na saat yakin Kyuhyun sudah terbangun.

Refleks, Kyuhyun segera memijit bahu Song Na yang baru saja di tidurinya, “Maaf… biasanya aku tidak mudah ketiduran.” Katanya sungguh-sungguh.

Song Na menyodorkan telur yang sudah di kupasnya setengah kepada Kyuhyun, “Ini, kau belum sarapan kan?”

Kyuhyun langsung tersenyum dan menerima telur itu dengan senang.

“Ckckck… aku seperti bertamasya dengan anak kecil.” Keluh Song Na.

“Ralat! Bertamasya dengan anak kecil tampan yang mempunyai keahlian menyembuhkan kram. Bahumu sudah tidak sakit ‘kan?” Pamernya bangga.

Setelah sampai di Jeolla-do, mereka harus menaiki bus untuk sampai ke tempat wisata tersebut. Tujuan pertama dalam list Song Na adalah Kuil Gaeam . Pada peristiwa Perang Imjin, kuil ini musnah terbakar dan dikonstruksikan kembali menjadi bentuknya yang sekarang namun masih melekat cerita mistik di dalam kuil ini. Hal tersebutlah yang pasti akan menarik para turis yang mengikuti tournya. Tujuan kedua yaitu situs peninggalan Kerajaan Baekjae, yaitu Batu Ulgeum dan Batu Ugeum masing-masing memiliki tinggi 40 meter dan 30 meter. Tidak lupa Song Na dan Kyuhyun mengabadikan momen ini, bisa di bilang setiap sudut tempat selalu mereka sempatkan untuk berfoto. Tanggung jawab kamera ada pada Kyuhyun, ini juga adalah salah satu rencana barunya untuk mengambil sebanyak-banyaknya foto Song Na untuk dia simpan.

 

Setelah lelah berjalan kesana kemari, mata Kyuhyun tertuju pada sebuah restoran seafood. Kelelahan Kyuhyun sepertinya hilang saat menemukan restoran tersebut.

“Apa gunanya ke Jeolla-do jika tidak makan seafood?” Ujar Kyuhyun.

Song Na membantah. “Tapi aku sudah membawa bekal!”

Kyuhyun balas membantah. “Tapi itu bekal kau, bukan aku. Aku tidak mau hanya memakan sayur-sayuran seperti herbivora.”

“Dasar omnivora!” ujar Song Na merenggut.

Song Na memandang rebusan sup kepiting yang bergolak-golak meminta di makan. Sementara itu, Kyuhyun sedang sibuk mengupas kerangnya.

“Kyuhyun-ah… beri aku satu saja… ya?” Song Na memohon.

“Kau tidak boleh makan kepiting Song Na-ya… kepiting mengandung kolestrol, dan kau tidak boleh mengkonsumsinya!”

“Bla… bla… bla”  kata Song Na tak perduli.

Kyuhyun mengalah. “Oke, aku akan beri kau kaki kepiting ini jika kau ingin bermain game denganku. Truth or dare. Oke?”

“Oke!”

“Kau pilih truth atau dare?” Tanya Kyuhyun.

“Hmmm… truth? Dare terlalu repot.”

“Oke, kau jawab ini dengan jujur dan kau akan segera mendapatkan kaki kepiting ini.”

Song Na mengangguk tidak sabaran. Kyuhyun menarik napas. “Aku tidak tahu mengapa aku menanyakan ini, tapi aku sangat ingin tahu. Apakah kau punya hubungan serius dengan seseorang sebelum bertemu denganku?”

Song Na tersentak, Kyuhyun menyadarinya. Namun Song Na dapat menguasai dirinya. Ia lalu menarik napas, siap menjawab.

“Ya, tentu saja aku pernah.” Jawab Song Na senormal mungkin.

“Benarkah?” Tanya Kyuhyun ragu.

Song Na mengangguk.

Do you want talk about it?” Tanya Kyuhyun lagi.

Song Na menggeleng. Pada akhirnya cerita hari itu di tutup dengan pertanyaan Kyuhyun yang membuat Song Na berhenti bicara sepanjang perjalanan pulang.

 

***

#Day 115

Efek mogok bicara Song Na hanya bertahan beberapa hari saja. Kyuhyun dan Song Na kembali mengobrol seperti biasanya. Tapi kali ini ada yang berbeda dengan obrolan mereka, Song Na berusaha keras untuk tidak mengacu pada topik yang ditanyakan Kyuhyun kemarin. Pada akhirnya, Kyuhyun mengerti bahwa Song Na memang sangat tidak ingin membicarakan hal tersebut.

 

Selama tinggal disini hubungan Kyuhyun,Yoon Ho, Surin dan Song Na tak pernah putus dari keluarganya masing-masing. Keluarga mereka menyempatkan diri untuk mampir atau hanya sekedar mengirim makanan. Hari ini Song Na Eonnie yang bernama Song Ra akan mengunjungi  aparte mereka berempat. Yoon Ho dan Surin hanya sempat mengucapkan salam pada Song Ra karena mereka harus bekerja sementara Kyuhyun menukar shift dengan temannya untuk berada di rumah lebih lama bersama Song Na dan Song Ra.

Song Ra merupakan ibu rumah tangga dengan anak berumur enam tahun dan dalam penantian menyambut anak keduanya tidak lama lagi, suaminya adalah seorang imigran dari Jerman. Ia pernah tinggal di Jerman selama empat tahun namun saat mendengar peristiwa yang menimpa Song Na, ia kembali ke Korea dan memutuskan untuk tinggal disini.

Saat ini mereka bertiga sedang meminum teh sambil mengobrol kecil. Setelah beberapa lama, Song Na menerima telepon bahwa sajangnim travel tempatnya bekerja terkena serangan jantung dan sekarang berada di rumah sakit.

“Eonnie, mian… aku tak bisa mengantarmu pulang.” Kata Song Na merasa bersalah.

Song Ra mengibaskan tangannya. “Tidak apa-apa, cepat cek keadaan sajangnim-mu terlebih dahulu. Tak usah khawatirkan aku.”

“Aku bisa mengantar kalian berdua.” Sela Kyuhyun di tengah-tengan pembicaraan dua kakak beradik itu.

Song Na menggeleng. “Tidak, aku naik taksi saja. Bisakah kau mengantar Song Ra eonnie pulang? Aku khawatir dengan kandungannya.”

“Sebaiknya kita pergi bersama. Itu solusi terbaik.” Ujar Song Ra bijaksana.

Song Na menggeleng lagi. “Tidak… Tidak… aku pergi sekarang.” Kata Song Na cepat-cepat seraya mengambil jaket, handphone, dan dompetnya.

“Kyuhyun-ah, jaga Song Ra eonnie. Oke? Dan Eonnie, terima kasih atas makanannya. Salam pada Hyeon Woo dan Daniel Oppa.” Song Na lalu berlari menuju lantai bawah dengan tergesa-gesa.

“Song Na-ya, hati-hati.” Teriak Kyuhyun.

“Iyaaaa…” Teriak Song Na dari bawah diikuti suara pintu yang ditutup cepat.

Terlihat wajah Kyuhyun yang khawatir dengan Song Na, Song Ra yang melihat ekspresi tersebut langsung tersenyum. “Jangan khawatir, Song Na akan baik-baik saja.” Goda Song Ra.

Kyuhyun yang sadar gerak-geriknya sedang diamati Song Ra menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Noona ingin aku antar sekarang?” Tanya Kyuhyun sopan.

Song Ra melirik jam dinding dan mengangguk. “Ayo, sudah waktunya menjemput Hyeon Woo di sekolah.”

Pembicaraan Kyuhyun dan Song Ra mengalir di perjalanan. Mereka seperti noona dan dongsaeng yang sudah lama mengenal. Sebenarnya banyak hal yang ingin Kyuhyun tanyakan tentang Song Na pada Song Ra, namun ia tak tahu harus mulai darimana. Lalu beberapa saat kemudianKyuhyun bersyukur Song Ra membahas topik tentang Song Na.

“Song Na terlihat lebih baik. Keluargaku sangat bersyukur melihat keadaanya sekarang.” Kata Song Ra seraya menerawang jalan.

Kyuhyun berdeham meraskan bahwa ini waktu yang tepat. “Noona,” panggilnya. Song Ra kemudian menengok ke arah Kyuhyun, “Sebenarnya aku punya banyak pertanyaan tentang Song Na, tapi rasanya kau juga menyimpannya dan tidak ingin membukanya.” Ujar Kyuhyun jujur.

Song Ra mengangguk. “Aku tidak mempunyai hak untuk menceritakan kisahnya kepadamu.”

Kyuhyun menghela napas. “Aku yakin ada sesuatu padanya. Walaupun Song Na selalu berbicara padaku tapi nampaknya selalu ada bagian yang tidak boleh ku ketahui.”

Song Ra mengangguk lagi. “Akan ada saatnya dia akan membuka dirinya padamu. Song Na sudah berubah dan aku yakin semua ini berkat kau yang selalu ada di sampingnya.”

“Tapi kapan?” Tanya Kyuhyun lebih pada dirnya sendiri.

“Hingga kau benar-benar merasa tidak ingin menyakitinya.” Gumam Song Ra.

Kyuhyun memegang setirnya erat. “Aku rasa aku menyukainya.”

Song Ra tersenyum. “Hanya dengan melihat cara kau menatapnya aku juga sudah tahu.” Ujar Song Ra sambil menepuk bahu Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum. “Senangnya memiliki kakak perempuan…”

***

#Day 121

Hari ini adalah hari mereka menjalankan aktivitasnya masing-masing. Kyuhyun, Surin, Yoon Ho sibuk dengan pekerjaan dokter mereka dan Song Na sibuk dengan para turisnya.

Sore ini Surin pulang lebih awal karena besok adalah day-off nya. Sementara Kyuhyun dan Yoon Ho masih belum tahu bagaimana kabarnya. Song Na dan Surin memutuskan untuk menonton televisi dibawah untuk menunggu Kyuhyun dan Yoon Ho pulang. Setelah beberapa lama, Kyuhyun dan Yoon Ho pulang. Kyuhyun langsung masuk ke kamarnya tanpa sibuk menyapa Song Na dan Surin terlebih dahulu, sementara Yoon Ho berwajah panik saat masuk ke rumah. Saat menyadari ada yang salah, Song Na dan Surin segera bertanya pada Yoon Ho.

 

“Sunbae,  ada apa?” Tanya Surin cemas.

Yoon Ho segera duduk di kursi sambil mengambil napas. “Pasiennya meninggal saat operasi.” Kata Yoon Ho terengah-engah.

“Bagaimana bisa terjadi? Apakah itu kesalahannya?” Tanya Surin lagi.

“Bukan… bukan sama sekali. Pasien terlambat dibawa ke rumah sakit. Saat awal operasi, detak jantungnya sudah berhenti. Ia  melakukan arrest namun tak ada harapan lagi, dia sudah melakukan yang terbaik.”

“Kau sudah mengajaknya bicara?” Tanya Song Na.

Yoon Ho mengangguk. “Semua bilang bahwa itu bukan kesalahannya, bahkan kepala bagian dapat mempertanggungjawabkan jika itu bukanlah kesalahan Kyuhyun. Tapi tetap saja dia tak mau berbicara.”

“Akan aku coba bicara padanya.” Ujar Song Na.

 

Song Na mengetuk tiga kali pintu kamar Kyuhyun, namun tidak ada respon. Akhirnya ia membuka perlahan daun pintu tersebut dan melongok ke dalamnya.

“Kyuhyun-ah… aku masuk.” Kata Song Na hati-hati.

Song Na perlahan masuk ke dalam kamar Kyuhyun, tidak lama kemudian, ia menemukan Kyuhyun di pojok kamar sambil memeluk kakinya juga menundukkan kepalanya.

“Jika kau di sini untuk menyakinkan aku kalau itu semua bukan kesalahanku, aku tidak perlu semua itu.” Kata Kyuhyun dingin, masih menundukkan kepalanya.

Song Na berdeham. “Tidak. Aku tidak akan melakukan itu. Aku hanya ingin melihatmu menangis.”

Kyuhyun mendongak, mengerutkan keningnya sambil menatap Song Na. Song Na berjalan mendekati Kyuhyun lalu duduk di sampingnya. Mengalungkan tangan kanannya pada bahu Kyuhyun. Lama kelamaan kepala Kyuhyun bersandar pada bahu Song Na. Air matanya kembali jatuh dalam hening. Saat isakan mulai datang dari dadanya, tangan Kyuhyun menggenggam tangan Song Na layaknya meminta kekuatan, Song Na menggenggam erat tangan itu sementara tangan lainnya bertugas menepuk bahu Kyuhyun dan sesekali menyibakan rambut lelaki itu  yang basah karena keringat akibat menangis.

***

#Day 145

Yoon Ho dan Surin sedang mengamati cake-cake yang di pajang counter toko kue dekat aparte mereka, menimbang style kue apa yang akan Song Na sukai.

“Aku pikir Song Na eonni akan menyukai yang itu!” Surin menunjuk salah satu cake yang ada di depannya.

Pandangan Yoon Ho dan Kyuhyun langsung beralih pada kue yang di tunjukkan Surin.

“Aku juga suka yang itu,” ujar Yoon Ho menyetujui. “Aku suka semua yang ada di sini, rasanya ingin aku makan satu-satu.” Lanjut Yoon Ho. Surin dan Kyuhyun mendengus bersamaan.

“Oke, aku ambil yang ini.” kata Kyuhyun menyetujui.

Hari ini adalah hari ulang tahun Song Na. Kyuhyun, Yoon Ho dan Surin sepakat untuk merayakannya sekaligus untuk menghargai usaha Song Na yang telah menjalani usaha ‘mengurus kesehatannya’ dengan sangat baik. Song Na menurut dengan segala yang ketiga dokter itu anjurkan hampir tanpa mengeluh sama sekali. Maka dari itu mereka membuat semacam pesta kecil-kecilan yang pas untuk merayakan momen ini.

Setelah sampai di rumah, mereka segera menyiapkan segalanya di lantai satu, untung saja Song Na berada di kamar dan tidak tahu bahwa mereka sudah pulang. Setelah semuanya siap, Kyuhyun menuju ke lantai atas untuk memanggil Song Na. Saat berada di depan kamar Song Na dan Surin, Kyuhyun membuka pintunya perlahan memasukkan kepalanya di sela-sela pintu yang di bukanya sedikit dan melongok ke dalam. Wangi kamar wanita langsung menohok hidungnya, Kyuhyun melongok lagi dan melihat Song Na sedang asik membaca buku hingga tak sadar Kyuhyun membuka pintu.

“Song Na-ya!” Panggil Kyuhyun bermaksud mengagetkan.

Park Song Na tersentak dengan panggilan Kyuhyun dan segera menutup bukunya dalam gerakan cepat.

“Oh… kau sudah pulang rupanya. Apa Surin dan Yoon Ho juga sudah pulang?”

Kyuhyun mengangguk, kini sudah berdiri membuka pintu lebar-lebar. “Ayo, ke bawah! Kami ingin berbicara denganmu”

“Ada apa?” Tanya Song Na curiga.

“Sudah… ayo cepat.” Ajak Kyuhyun sambil menghampiri Song Na.

“Oh… arraseo.” Ujar Song Na turun dari tempat tidur.

Mata Kyuhyun tertuju pada buku yang tadi di baca Song Na, ia hendak mengambilnya untuk mengetahui apa judul buku tersebut. “Kau baca buku apa?” Tanya kyuhyun. Belum sempat Kyuhyun mengambil buku tersebut, Song Na dengan cepat memegang buku tersebut dan memegangnya erat.

“Hanya novel biasa, ayo… katanya ingin bicara.”

Kyuhyun mengangkat bahu lalu segera dan menarik lengan Song Na dan berlari menuju lantai bawah. Song Na masih memegang erat buku itu, belum sempat menaruhnya lagi.

***

Kejutan Kyuhyun, Surin, dan Yoon Ho berhasil. Song Na tidak menyangka akan mendapatkan kejutan dari mereka. Mereka berkaraoke sampai larut malam dan kelelahan tanpa sempat menuju kamar masing-masing. Surin dan Yoon Ho telah tergeletak bebas akibat kelelahan bernyanyi dan banyaknya bir yang mereka minum, sementara Song Na tertidur di paha Kyuhyun yang masih sibuk dengan analisis untuk operasinya besok, maka dari itu hanya dia yang masih sadar. Kyuhyun memijit tengkuknya dan melihat jam dinding. 2.53, ia memutuskan untuk tidur sejenak. Setelah memasang alarm, Kyuhyun mengambil bantal yang ada di dekatnya untuk menggantikan pahanya yang menjadi bantal bagi Song Na.

Gerakan Kyuhyun terhenti saat melihat buku biru yang sedari tadi tidak pernah di lepas Song Na dalam keadaan sadar maupun tertidur. Kyuhyun yang penasaran dengan apa isi buku itu mengambilnya secara perlahan dibawah tangan Song Na. Setelah mendapatkannya, Kyuhyun baru sadar bahwa itu adalah buku psikologi Chicken Soup edisi Marriage Live dalam cetakan bahasa inggris. Kyuhyun membuka halaman pertama dan menemukan tulisan bertinta hitam di tepat di bawah judul buku.

“To :  My only one, Song Na. Let’s make our story better than theirs. I Love you. – Rio”

Tangan Kyuhyun bergetar saat membaca tulisan itu, ia lalu membuka acak halaman buku tersebut dan sesuatu jatuh di pangkuannya. Sebuah foto, wanita dan pria sedang tersenyum bahagia dengan  lengan sang pria yang di lingkarkan  ke bahu wanitanya dan wanita tersebut adalah Park Song Na yang sangat cantik, langsing, dan bahagia, rasanya sangat berbeda dengan Park Song Na yang sekarang masih terlelap di pangkuannya. Kyuhyun membalik foto itu, tertulis di sana

-Bali, 26 April 2011. Rio & Song Na-

Dua puluh enam april… tepat hari ini. Foto ini di ambil tepat tiga tahun yang lalu. Kyuhyun merasakan pahanya sudah kehilangan beban, ia menengok untuk mengecek dan pandangan Song Na bertemu dengan pandangannya. Song Na menatapnya nanar.

“Cho Kyuhyun, kembalikan bukuku.” Ujarnya singkat.

***

# Day 152 (Prolog)

Song Na menganggap tidak terjadi apa-apa malam itu. Satu minggu pertama setelah kejadian itu Song Na menghindari Kyuhyun, jelas terlihat di wajahnya bahwa Song Na tak ingin membicarkannya. Kyuhyun masih berusaha untuk selalu mengobrol dengan Song Na, mereka masih saling membicarkan banyak hal, tapi Song Na nampaknya membatasi pembicaraannya.

Hati Kyuhyun juga berubah, dulu saat pertama kali bertemu dengan Song Na, Kyuhyun menganggap wanita itu mudah untuk di raih. Tapi sekarang, Song Na telah berubah menjadi wanita yang sulit di gapai walau dengan pria seperti Kyuhyun sekalipun. Perasasanya terhadap Song Na semakin besar dan Kyuhyun tak dapat melakukan apa-apa dengan hal itu. Sekarang bagi Kyuhyun hanya dengan melihat Song Na setiap hari sudah cukup baginya. Hingga perasaan itu tak dapat lagi di bendungnya namun tak dapat juga ia ungkapkan, Kyuhyun pada akhirnya melakukan hal yang menurutnya hanya dilakukan seorang pengecut seperti dirinya.

***

# Day 180

Satu bulan terakhir, Kyuhyun berusaha menyibukkan diri di rumah sakit. Hubungannya dengan Song Na semakin dingin. Mereka hanya mengobrol sekali-kali, lebih banyak mengalihkan pandangan satu sama lain. Enam bulan setelah tinggal di aparte tersebut, Song Na benar-benar telah berubah secara fisik. Tubuhnya kini telah langsing di tambah dengan tinggi semampai. Park Song Na yang di lihat Kyuhyun sama seperti yang ada di foto itu minus senyum bahagianya.

Kyuhyun pulang seperti biasanya malam itu. Saaat memasuki ruang tengah ia melihat Surin menangis sambil memeluk Song Na sementara Yoon Ho menundukkan kepalanya menahan tangis. Kyuhyun yang tidak tahu apa yang terjadi langsung menghampiri mereka bertiga.

“Ada apa?” Tanya Kyuhyun.

Surin mendongak, hendak memberitahu Kyuhyun. “Song Na akan pindah besok.”

Hati Kyuhyun mencelos. Tidak masalah jika Song Na tak berbicara padanya, Tidak masalah juga Song Na tak membalas tatapannya, tapi jika Kyuhyun tidak melihat lagi keberadaan Song Na, lalu apa lagi yang harus menahannya?

Kyuhyun mengepalkan tangannya menahan amarah. “Boleh berbicara denganmu sebentar Song Na-ya?” Tanya Kyuhyun menahan geramannya.

Song Na mengangguk, setelah menerima persetujuan dari Song Na tanpa ragu lagi Kyuhyun menarik tangan Song Na dan membawanya keluar rumah. Kyuhyun membuka pintu mobil untuk Song Na. song Na dengan tenang menurutinya. Kyuhyun langsung menyetir seperti orang gila, pikirannya melayang, tapi tetap saja ia harus konsentrasi menuju tempat tujuannya agar selamat.

Kyuhyun memarkir mobilnya asal-asalan di sekitar pinggir sungai Han. Song Na yang juga sudah keluar dari mobil segera ditarik Kyuhyun menjauhi mobil. Kyuhyun melepaskan tangannya yang meremas lengan Song Na, tidak menyangka meremasnya sekencang itu. Mereka berhadapan, Song Na melihat ke arah lain sementara Kyuhyun menatapnya.

“Lihat aku!” perintah Kyuhyun.

Butuh beberapa detik untuk Song Na menatap mata Kyuhyun. Pada akhirnya ia memberanikan diri untuk menatap Kyuhyun.

“Jelaskan semuanya padaku.” Perintah Kyuhyun lagi.

Song Na mengembuskan napas berat. “Inilah saatnya aku harus mencari pekerjaan dengan latar pendidikanku yang luar biasa.” Song Na memaksakan senyumnya.

Kyuhyun mendengus. “Setahuku tidak ada rencana pindah dalam list-mu.”

Song Na menunduk, tak berani melihat tatapan Kyuhyun yang menyakitkan. “Bicaralah Song Na-ya… bicaralah agar aku tahu mengapa kau berubah, mengapa kau menghindariku.”

Song Na masih menunduk. Terdiam tak menjawab.

“Apa karena buku dan foto itu? Kau masih mencintainya? Laki-laki itu? Kalau begitu pergilah kepadanya. Mengapa kau malah di sini? Membuatku bahkan hampir gila karena tak tahu apa yang aku rasakan saat ini terhadapmu.” Tanpa sadar, Kyuhyun menangis.

Park Song Na mendongak, menatap mata Kyuhyun. “Jika aku bisa pergi menemuinya, aku akan pergi sekarang juga! Aku tidak akan berada di sini.” Kata Song Na setengah berteriak.

Kini Kyuhyun yang diam membisu. Song Na menarik napasnya, menenangkan diri. Lalu mengeluarkan sesuatu dari kantung jaketnya. Song Na meraih tangan Kyuhyun, menyelipkan sesuatu itu tangan Kyuhyun dan pergi.

Kyuhyun menatap sesuatu yang diselipkan Song Na di tangannya. Sebuah surat. Kyuhyun membukanya dengan tangannya yang bergetar.

Kyuhyun-ah… maaf. Aku tak akan bisa menceritakannya dengan mulutku sendiri. Dia adalah alasan atas pertanyaanmu selama ini, dan aku akan menceritakannya lewat surat ini, karena aku tahu kau berhak mengetahui kisahnya.

Dia tunanganku, Rio. Kami sudah merencanakan segalanya. Dua tahun lalu ia bersama keluarganya datang kemari untuk membicarakan pernikahan kami. Dia kembali ke Indonesia beberapa hari untuk mengurus urusan yang tertinggal. Saat perjalanannya ke bandara untuk kembali kesini, dia kecelakaan, mobilnya terbakar, aku berharap dia meninggal saat itu juga, tapi Tuhan berkata lain, ia selamat.

Delapan puluh persen luka bakar ada di seluruh tubuhnya termasuk wajahnya. Dia tak ingin bertemu denganku, katanya aku akan takut melihatnya. Tapi aku tetap ada di sampingnya, mengatakan bahwa aku tak berniat pergi. Namun suatu pagi, si bodoh itu tidak bernapas lagi, jantungnya tak berdetak lagi, matanya tak menatapku lagi. ia tidak meninggal karena keadaannya, ia meninggal karena dirinya sendiri. Ia melepas alat bantu pernapasannya, melepas infusnya, dan mengiris pergelangan tangannya. Si bodoh itu memilih caranya sendiri dibandingkan bersamaku disisinya. Memilih sakit sendiri daripada sakit bersamaku. Membiarkan rasa takut menguasainya padahal aku tak akan pergi meninggalkannya.

Aku mencoba berpikir melalui perspektif milikinya mengapa dia memilih jalan yang sama sekali tak pernah terpikirkan olehku dan Si bodoh itu membawaku pada satu kesimpulan, bahwa ia berpikir tak akan ada yang mencintai seseorang yang memiliki fisik yang buruk. Aku melakukannya, membuktikan bahwa tak akan ada yang menyukaiku jika aku buruk. Selama satu tahun membuktikannya dan akhirnya aku mengerti mengapa ia melakukannya.

Namun tanpa aku harap, datang si bodoh yang lain. Si bodoh yang lain ini menatapku berbeda saat pertama kali kami bertemu, si bodoh ini melihatku lewat sudut pandang anehnya, si bodoh ini tak pernah menyakiti hatiku. Aku hampir melupakan segalanya. Aku mencoba berubah, mencoba menjalani hidupku, menata hidupku lagi.

Namun si bodoh yang lain ini terlalu lama menyadari, aku dapat merasakannya, dapat membaca matanya bahwa ia melihatku secara berbeda sejak pertama kali kami bertemu. Tapi ia ragu, tak dapat mengungkapkannya karena fisik ini. Sekarang aku sudah kembali menjadi diriku lagi yang dulu secara fisik. Aku tidak buruk lagi, tapi si bodoh yang lain itu tetap saja meragukan perasaannya.

Perlu kau ketahui. Aku mencintai kedua bodoh itu. Kedua bodoh yang ada di hidupku. Tapi aku lebih mencintai si bodoh yang lain, karena dia tak meninggalkanku, ia hanya ragu, dan aku yang meninggalkannya.  Aku mencintaimu.

Park Song Na

Kyuhyun tak dapat berkata apa-apa lagi, napasnya sesak karena menangis. Ia terduduk di tanah tak lagi merasakan gravitasi di sekitarnya.

***

# Day 240

KYUHYUN POV

Akhirnya aku menemukannya. Dia ada di sana. Di tempat dia memutuskan untuk membuat cerita ini.

“Park Song Na” aku memangilnya. Aku melihat pundaknya tersentak. Dia tahu itu aku. Dia masih mengingat suaraku.  Aku melihatnya perlahan berbalik menghadapku. Aku dapat melihat senyuman indahnya. Dia di sini, benar-benar di sini, ada di hadapanku, aku berjalan menghampirinya. Dia menatapku, matanya berbinar. Kini aku dapat membaca matanya tanpa ada keraguan sedikitpun.

Dia melihatku tak percaya. Memperhatikanku tepatnya, tentu saja ia memperhatikanku. Aku sudah berbeda sekarang. Hanya perlu waktu dua bulan, wajahku dengan cepat menembam dan bobotku bertambah dua puluh kilogram. Tak ada yang aku sesali dengan semua ini. Satu hal yang aku yakini saat ini bahwa aku bahagia melihat dirinya ada dihadapanku.

Kini kami berhadapan. Aku merasakan dadaku yang berdesir tak henti-hentinya. Aku memberanikan diri untuk menanyakan hal yang jawabannya sudah kuketahui saat melihat kedua mata berbinar itu. “Kau masih mencintaiku walapun seperti ini?” Tanyaku dengan suara bergetar.

Dia tersenyum dan mengangguk mantap lalu memelukku. Sudah kubilang, aku tahu apa jawabannya.

“Terima kasih telah menemukanku.” Katanya berbisik.

“Terima kasih masih mencintaiku.” Balasku berbisik.

Dia melepaskan pelukannya namun tangannya masih di kalungkan di leherku. “Sekarang giliran aku yang akan ‘menjaga kesehatanmu’” katanya menggoda.

Aku mengeluarkan senyum terbahagiaku. Tanpa ragu mendekatkan wajahku ke wajahnya dan mengecup bibirnya lembut.

Dan saat ini aku percaya, kami akan saling mencintai untuk waktu yang lama…

.

 

.

/

THE END

.

.

Akhirnya… SELESAI! Ini adalah karya yang selalu kepikiran kalo aku kemana-mana. Well… ada yang ngerasa attached sama FF ini? hehehe *ngaco*… Dan sekarang author numpang promosi ya…

Berikut ini adalah karya author selama  4 tahun terakhir (yang sudah di publish). Dari zaman-zaman teralay hingga jaim semua tertuang di sini. Tapi bisa aku liat progressnya semakin lebih baik kok, hehe. Nama authornya juga beda-beda karena waktu itu masih labil untuk menentukan nama pena, jadi jangan kaget kalo nama authornya beda dan aku berani jamin semua adalah karya aku. This is it! Mau dibaca monggo, engga juga tidak apa-apa ^^

HYUNG!!! TUNGGU AKU

https://superjuniorff2010.wordpress.com/2010/06/27/hyung-tunggu-aku/

X, Y, Z… any else? (The First)

https://superjuniorff2010.wordpress.com/2011/10/07/xyz-any-else-the-first/

(#_#) (^_^) {Emotions} {@1}

https://superjuniorff2010.wordpress.com/2011/10/24/_-_-emotions-1/

Seoul N.P.D {National Police Detective}

https://superjuniorff2010.wordpress.com/2012/06/27/seoul-n-p-d-national-police-detective/

{One Shot} Cooking? Cooking!

https://superjuniorff2010.wordpress.com/2012/07/01/one-shot-cooking-cooking/

Couple Song

https://superjuniorff2010.wordpress.com/2012/11/24/couple-song/

21 Comments (+add yours?)

  1. meynininx90
    May 09, 2015 @ 19:09:08

    So sweat bgt……mzki k’adaAn fsix brbAh te”p cnTa…..

    Reply

  2. rahma
    May 09, 2015 @ 20:28:26

    daebak!! inilah cinta apa adanya😀

    Reply

  3. choalfi
    May 09, 2015 @ 21:13:04

    sumpah deh, keren banget. ff ini ada isinya dan enak banget bacanya.
    perjuangan mereka emang nggak mudah ya haha. terharu bgt sewaktu song na ngehibur kyuhyun waktu pasiennya meninggal.
    semuanya daebak!

    Reply

  4. missrumii
    May 09, 2015 @ 21:36:45

    SUKA BANGET!!
    Hihi maaf ya lebay. Tapi aku emang suka banget.
    Ini itu kalo di bikin dramanya bagus loh!
    Idenya sebenernya gampang, tapi cara penyajiannya keren..
    Hebat 👏

    Reply

  5. ellasaft
    May 09, 2015 @ 23:02:11

    berikan masukan. Pas bagian awal mula mereka ketemu itu bahasanya seperti menceritakan bukan cerita. Kalo mau dibuat pov atau author pov. Bahasa nya udah bagus tapi kata penghubungnya aja harus dibuat biar yang baca juga greget. Hehehehe
    Alur ceritanya juga bagus kok…

    Reply

    • vannyradiant
      May 10, 2015 @ 19:47:35

      Masukan diterima sekali… aku jg awalnya bingung story begins nya itu diceritakan seperti apa, tp pada akhirnya aku mutusin buat pake sudut pandang orang ketiga serba tahu sebagai penceritanya. Mungkin agak kurang selaras ya? Btw, terima kasih ya sudah membaca🙂

      Reply

  6. parkheeseol1013
    May 09, 2015 @ 23:35:24

    Kyaa sweet xD kyu tulus banget sama song na ^-^

    Reply

  7. esakodok
    May 10, 2015 @ 15:43:07

    arghh..mereka saling menguatkan…fellnya krasa bgttt..tulusnya juga..

    Reply

  8. tata
    May 13, 2015 @ 22:12:06

    Bagusss… Suka banget sama ceritanya… Ditunggu cerita lainnya… ^^

    Reply

  9. ayu diyah
    May 18, 2015 @ 11:40:58

    ooo… kyuhyun keren >__<

    Reply

  10. shin'sroom
    May 22, 2015 @ 22:51:59

    Inî bener-bener ff yang aku cari selama ini. Semuanya dapet banget! Bahasanya, konfliknya, romancenya, wow banget!!! Thor, keep writing ya, aku bener2 suka karya author… wkwk jadi lebay :*

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: