Gone

gone

Nama                          : Choconut

Tittle                          : Gone

Cast                            : Lee DongHae

Han Ji Hyun

Rating                         : PG-15

Length                                    : Oneshot

Catatan Author        : sebelumnya minta maaf kalo ada kesamaan sama alur cerita di fanfic ini. Saya hanya terinspirasi dari lagu Gone ( Jin ). Dan terima kasih buat Ghina Dwi Sabrina yang udah  mau buatin cover buat fanfic abal-abal ini. Ini kiriman pertama saya, jadi saya mohon maaf bila ada kesamaan alur cerita, tokoh dan TYPO.

Lee donghae POV

Ah lelahnya, setelah seharian menuntut ilmu akhirnya aku bisa istirahat juga. Aku seorang anak pengusaha terbesar di Korea dan China, aku mempunyai seorang nonna, dia bekerja sebagai direktur perusahan appa. Dia bekerja keras untuk mendapat posisi itu, sedangkan aku, haha sama sekali tidak berminat dibidang perusahaan, aku lebih suka music. Ah ya, Aku mendengar dari Kim ahjumma, bahwa hari ini aku mempunyai tetangga baru.

*keesokan harinya*

Sepertinya jalan-jalan dipagi hari tidak buruk, bagaimanapun aku juga merasa bosan berada di rumah terus-terusan., dan kebetulan jadwal kuliahku hari ini kosong. Saat aku melewati rumah bercat putih abu-abu itu aku melihat seorang yeoja cantik yang sedang duduk di ayunan kayu. Rambutnya yang panjang tergerai, membuatnya tertiup angin. Dia sangat..’cantik’. namun sepertinya dia sedang melamun, aku melambaikan tanganku kearahnya, tapi dia tetap diam. Ah, sudahlah, akhirnya kulanjutkan jalan-jalan ku yang tertunda tadi.

Sore harinya aku harus berlatih piano. “ahjussi, apa kau mengenal tetangga baru kita?’’ “ahh diaa, memangnya kenapa? Apakah tuan jatuh cinta padanya?” haissh, bukannya menjawab, dia malah menggodaku, entah kenapa aku jadi merasa malu. Dan itu membuat dadaku berdebar dan..aww dadaku sesak dan sakit, aku mencari obat yang ada di kantongku, aku selalu membawanya kemana-mana, jika hal ini terjadi, aku bisa langsung meminumnya.

Han Ji Hyun POV

Namaku ji hyun, aku pindahan dari Busan, aku seperti seorang ratu yang dijaga oleh beberapan pengawal dan dayangnya. Orang tuaku seorang pengusaha,mereka terlalu sibuk, namun mereka selalu memantauku lewat penjagaku, seperti seorang bayi bukan? aku merasa bahagia sekaligus sedih, sedih karena aku mempunyai kekurangan. Kata eomma aku cantik, cantiik sekalii, eomma selalu bercerita bahwa dunia itu indah, tapi aku tidak percaya, karena aku tidak melihatnya dengan mataku sendiri. Yaap, aku buta. Tapi aku mempunyai kelebihan, yaitu aku bisa bermain piano dengan lancar.

Lee donghae POV

Hari ini aku berangkat kuliah lagi. Jung seosangnim masuk sambil menggandeng seorang yeoja. Looh, bukankah itu yeoja, ah maksudku tetangga baruku? Aah ternyata dia belajar disini juga? “ JiHyun-a silahkan perkenalkan dirimu” kata Jung seosangnim. “annyeonghaseyo, joneun Han Ji Hyun imnida, bangapseumnida.” Ooh namanya ji hyun, nama yang bagus, “ mohon bantuanya, dia ada sedikit masalah dengan indra pnglihatannya” kata jung seosangnim, setelah itu ia mengantar Jihyun duduk.

Han Ji Hyun POV

Hari-hari ku lalui dengan gembira. Aku kira belajar bersama dengan orang normal akan membuatku sulit, ternyata aku salah,mereka selalu membantuku jika aku kesulitan. Dan tidak sedikit juga yang tidak suka padaku. Namaun aku mempunyai teman sekaligus tetangga yang baik, nama nya lee donghae, dia selalu melindungi ku ketika aku dicemooh oleh teman-temanku. Namun yang membuatku agak bingung adalah, mengapa kami tidak dibolehkan berteman baik, kata eomma, ayah donghae adalah musuh ayah dalam berbisnis. Hari ini aku akan bermain dengan donghae, tentu saja itu membutuhkan perjuangan, aku di bantu oleh Park ahjumma untuk berdandan yang cantik, alasannya aku akan pergi ke taman bertemu donghae, aku gugup sekali. Setelah selesai aku keluar rumah, beruntungnya hari ini appa dan eomma sedang ke luar negeri. Sebuah tangan mendarat di pundak kananku. “HYAAAAA!! TOLONG” aku menjerit karena ketakutan. Hari ini aku pergi tanpa penjaga “sstttt. Ini aku donghae” jawab pria itu dengan membungkam mulutku dengan tangannya. Aku bernafas lega

Lee donghae POV

Aku mengajaknya ke taman, untuk hari ini saja Tuhan izinkan aku meraskan jatuh cinta tanpa rasa sakit, pada yeoja yang aku cintai. Tak peduli kekurangannya. Kami duduk di bangu panjang di bawah pohon yang rindang.” Kau tunggu disini, aku akan membeli pop corn dan ice cream, kau mau?” tawar ku, dia pun mengangguk. “ arraseo, diam disini, okee?” dia kembali mengangguk dengan senyum yang manis.

Setelah mendapatkan apa yang ku mau. Aku segera kembali, kasihan dia kalau terlalu lama menunggu. “ chaa ini makanlah, buka mulutmu, aaa” aku menyuapinya pop corn, aku memasukkan pop corn kedalam mulutnya, gerakannku terhenti, karena tak sengaja jariku menyentuh bibir pinknya. Kulihat pipinya memerah, cup~  reflek aku mencium bibirnya, hanya sebentar, lalu kami sama-sama menunduk karena malu. Aigoo, bagaimana ini? Dia berbalik kearahku dan menangkupkan kedua tangannya di kedua pipiku. “ kau.. tampan, senyummu indah” katanya dengan pipi yang merona, dia menurunkan tangannya ke dada kananku. Deg.. deg.. tidak tidak sekarang Tuhan, ku mohoon. Aku memegang tangannya yang merasakan degupan jantungku. Sesak, rasanya sakit dan sesak. Mungkin menurutnya ini adalah debaran saat jatuh cinta, tapi menurutku jatuh cinta akan membuatku sangat sakit. Tapi apa daya, aku tidak bisa menghindari perasaan itu. Bukankah perasaan itu muncul secara alamiah? Tangan kananku memegang tanganya, tiba tiba aku merasakan tubuhku diseret oleh beberapa orang. Aku tak sanggup melawan karena menahan rasa sakit.

Author POV

Flashback on

Beberapa namja berawakan tinggi, besar dan gagah tengah mengawasi dua orang pemuda dari dalam mobilnya. Handphonenya bergetar bertanda pesan masuk “bawa tuan muda pulang, tuan dan nyonya besar Lee akan segera tiba dirumah sebentar lagi” begitulah isi pesannya, dia pun turun dari mobil hitam itu. Mereka  menyeret paksa namja yang tadi diawasinya dengan paksa. “ku peringatkan kau jangan pernah menemui ataupun mendekatinya” kata namja gagah itu kepada yeoja muda tadi. “sudah ku bilang berkali-kali padamu jangan pernah menemuinya, aku tau kau jatuh cinta padanya”, “ kenapa kau tak minum obatmu hah? Kau ingin cepat mati?” lanjut pria itu. “ biarkan aku mati, aku memang sengaja tak meminumnya, selagi aku sudah merasakan jatuh cinta, aku akan siap kapanpun, Tuhan mengambil nyawa dari tubuhku. Itu artinya Tuhan telah mengabulakan permohonanku.” Jawab Donghae dengan sedikit terbata. Sesampainya di rumah,ia langsung turun dari mobil hitam itu, baru setengah perjalanannya, ia sudah tak sadarkan diri, seluruh isi rumah pun panic. Akhirnya ia dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan yang lebih intensive, tentu setelah menghubungi orang tuanya. 5 menit  kemudian. keluarganya datang.

Flashback off

Semenjak kejadian 1 minggu yang lalu donghae tidak sadarkan diri, saat ia mulai menggerakkan tanganya, ia menyebut nama seorang yeoja. “Ji Hyun ah, Han Ji Hyun, mianhae, nan jeongmal saranghaeyo” racau namja tadi dengan menggelengkan kepalanya. Ibu nya yang saat itu sedang menjaga putranya kaget mendengar nama itu. “siapa dia? Cepat bawa dia kemari, cari dia!!’ ucap wanita itu terburu-buru sambil menggertak kepada body guard. “ tapi nyonya, dia adalah anak dari musuh perusahaan tuan” kata body guard yang juga ada didalam. “aku tidak peduli! Cepet bawa dia kemari!!” perintah wanita itu cepat. Setelah itu body guard itu pergi untuk menjemput Ji Hyun.

Han Ji Hyun POV

Ahh aku merindukannya, sejak kejadian tiu aku merasa tidak pernah bertemu dengannya lagi, mendengar suaranya pun tidak. Seperti biasa, aku duduk di ayunan kayu di depan rumahku, seseorang menyentuh pundakku. “ nona mari ikut kami, kami sangat membutuhkan anda, kami mohon” kata seseorang tadi yang ku ketahui adalah seorang namja. “ si.. siapa kalian?” tanyaku takut-takut. Mereka menyeretku  paksa, baiklah apa daya aku melawan, ini salahku karena tak mengizinkan body guardsku mengikutiku. Ahh pabbo.!!. aku masuk kedalam mobil, setelah bebrapa menit perjalanan, kami pun sampai. Dari baunya, seperti rumah sakit. Mau apa mereka membawaku kemari?. Dan tiba-tiba aku mendengar suara yeoja yang tengah menangis. Dia memegang kedua pundakku. “ nonna, tolong sembuhkan anak kami, aku mohon” ada apa sebenarnya? Aku kan bukan dokter. Aku merasa di tatih untuk berjalan, seseorang membawa tanganku untuk menggenggam tangan seseorang, oh Tuhan bukankah tangan ini yang selalu menggenggamku? Aku merindukannya. Tunggu.. jangan katakan yang sakit itu..Donghae. andwee!! Aku terus menggenggam tangannya, tak terasa buliran bening itu akhirnya menetes juga. “Ji Hyun-ah, mianhae..” aku mendengar suaranya,tangannya bergerak, Tuhan tolong sadarkan dia. Buktikan jika ini keajaiban Tuhan. aku mendengar suara yeoja paruh baya berkata bahwa Donghae membuka matanya. “Ji Hyun-ah apakah itu kau?” tanyanya denga suara serak, “ne ini aku donghae-ah, sembuhlah” ucapku menjawab pertanyaannya dengan suara bergetar.  Setelah beberapa hari aku menjaganya, kami saling membuat lelucon yang membuat kami saling tertawa.” Ji Hyun apa boleh aku meminta satu permantaan saja?, setelah ini aku janji tidak akan meminta apa-apa lagi” aku terkaget mendengarnya. “ kau harus sembuh dulu, baru aku akan mengabulkan permintaanmu, eottokhe?”

Author POV

Hari berikutnya, setelah mendapat izin dari dokter, Donghae dan Ji Hyun pergi ketaman dibantu oleh pengawal donghae. Setelah itu mereka pergi kerumah donghae, alasannya ia rindu dengan pianonya. Donghae tau waktunya tidak banyak lagi. Dia telah memutuskan untuk pulang dari rumah sakit. Ia tidak mungkin bilang pada Ji Hyun, bahwa kematian akan menjemput donghae sebentar lagi. “ annyeong, waah, kalian disini rupanya” suara yeoja paruh baya itu menyapa dua orang pemuda yang tengah duduk di kursi piano. Dalam hatinya yeoja itu ingin sekali menangis sekencang-kencangnya. Yeoja itu tersenyum miris, eomma donghae.

Donghae mulai memainkan pianonya di atas piano itu, ting..ting..ting.. Ji hyun tersenyum mendengar untaian nada-nada yang indah, “saranghae Ji hyun” bisik donghae disela-sela permainannya. Pipi ji hyun memerah. Sampai bunyi terakhir dari suara piano itu berhenti, tiba- tiba, Bruuk.. donghae jatuh di pundak Ji Hyun. “ DONGHAE!!?Tuan muda” terdengar jeritan dari seluruh isi rumah berteriak histeris. Ji hyun terpaku ditempatnya, ia tersenyum lebar, namun kristal bening itu meleleh.

“DongHae-ah, berbahagialah disana. Bersenang-senanglah di surga, karna disana kau tidak akan merasakan sakit itu lagi, Nado Saranghae” ucap Ji Hyun dalam hatinya.

 

 

“Han Ji Hyun.. annyeong, saranghae”_Lee donghae

“Lee Donghae, gomawo. Tersenyumlah karna kau tak akan merasakan sakit lagi disana. Saranghae”

END

 

 

 

2 Comments (+add yours?)

  1. vannyradiant
    May 10, 2015 @ 20:12:57

    Nice… margin nya benerin ya thor, biar enak bacanya. Feel nya jg tambahin lagi🙂

    Reply

  2. ddd
    May 12, 2015 @ 03:45:27

    alurnya terlalu cepat kyaknya

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: