FICTION

fiction

FICTION

Author by YoungJihae

 

Cast : Cho Kyuhyun

Lee Hwan Mi  (OC)

Genre : Romance, Fantasy (maybe)

Length : Oneshoot

Rating : PG-15

Disclaimer : it’s my imagination and the story purely is mine.

A/N :

Warning : No plagiat, No Copas

 

Sorry of typo, okee J

 

 

Happy Reading

 

 

 

****

 

“Ti..ba-ti..ba ga..dis i..tu ter..di..am ter..pa..ku me..na..tap ma..nik ma..ta te..duh pri..a be..rambut co..klat ge..lap itu. bi..bir..nya masih me..ma..tung… mem..bi..ar..kan le..la..ki i..tu me…..lu..mat..nya, la..lu..- Ahhhhh andwae!!” teriakku kesalsetelah lama mengetik beberapa paragraf cerita yang kubuat dan membuatku kesal jika saat menceritakan bagian seperti ini hingga kursiku terdorong ke belakang.

Rasanya rumit sekali membuat cerita fiksi sesingkat ini! tapi bagaimana bisa para author tak serumit ini? apa mereka memakai jurus dengan menelpon seorang penulis populer untuk membantunya? Atau mungkin mereka memang dikutuk bisa membuat cerita seperti itu? lalu aku?? Ohh Lee Hwan Mi memang payah! Kutukku.

 

 

Aku memajukan kursiku kembali dan membenarkan kacamataku yang sempat turun ke bawah hidungku dan kembali mengetik beberapa kalimat lagi. Sekiranya aku bisa menyelesaikan malam ini juga mengingat aku sudah dalam 3 hari belum tuntas juga sampai ke ending cerita.

 

 

Pertama, aku sedang sibuk kuliah sekaligus mempelajari ilmu kesastraan sehingga terkadang aku pergi secara pribadi menuju perpustakaan jika ada waktu, dan tentunya sebagai dasar pemikiran dimana aku mengerjakan segala cerita yang aku buat dan nantinya bisa terkenal dimana-mana dan semua orang akan mengenaliku sebagai penulis muda yang berbakat hingga membawaku sampai ke luar negeri dan asal kalian tahu jika itu hanya sebuah surga fantasiku yang bertepuk sebelah tangan. Ohh mengapa aku membicarakan apa yang kulakukan di surgaku? Baiklah kulanjutkan mencari akhir cerita ini.

 

 

Sudah!

 

 

“Woo.. Bin de..ngan lang..kah pe..lan men..ja..uhi ciu..man..nya ta..di dan.. ber..ge..gas per..gi na..mun a..ku ce..gah se..la..gi ber..ka..ta

“a..ku men..cin..ta..i..mu Woo.. Bin.. op..pa” END. Kkeut!! Ahhh hanya sebuah aksi ciuman saja sudah berakhir seperti ini, baiklah” ucapku

 

seusai membuat akhir cerita alaku yang aneh itu lalu melepas kacamataku dan berjalan menuju ranjangku seusai mematikan laptopku. Aku lelah. Bukankah aku sudah mengatakan aku harus segera mencari akhir cerita.

 

 

Tak apa jika cerita itu sudah biasa dan memang tak sempurna menurutku. Yang terpenting aku sudah selesai dan lelah dengan semuanya. Kuliah, kedai, dan hobi satu ini cukup mengumpulkan banyak tenaga juga. Mataku melirik kearah jarum jam di nakas meja dekat ranjangku ’10.40pm’ . tak pernah terpikirkan olehku sudah berapa jam aku menghabiskan cerita fiksi untuk seorang idolaku itu, Kim Woo Bin oppa.

 

 

Seperti kebanyakan para fans terhadap idolanya. Mereka dengan otak cerdasnya membuatkan sebuah cerita fiksi yang dimainkan oleh idolanya dan lawannya dengan menyamarkan namanya. Itu hanya sebagai hiburan semata saja walaupun menurut pemikiranku cerita fiksi itu tak akan dibaca oleh idol tersebut, bahkan sampai komet Halley datang ke bumi.

 

 

Mungkin dengan membuat cerita fiksi ini bisa membuat fans berasa cerita itu real dan selalu membayangkan dirinya bersam idolnya, sama sepertiku. Aku tersenyum di tidurku dan mulai menarik selimut dibawah kakiku. Aku berdoa agar aku bermimpi tentang Woo Bin oppa yang akan kujadikan sebagai cerita fiksiku selanjutnya.

 

 

“good night Woo Bin Oppa, Saranghae” gumamku geli lalu menyembunyikan kepalaku kedalam selimut.

 

 

 

 

-ooOoo-

 

 

Aku berjalan cepat menuju luar gedung apartemen yang kutinggali setelah beberapa tahun lalu Ayahku ke Taiwan untuk pekerjaan bisnisnya dan menyuruhku tinggal di apartemen dan segera menyelesaikan kuliahku. Ibuku tewas saat di Taiwan hingga perusahaan milik ibuku disana akan bangkrut namun ayah bersikeras kesana tentu saja aku ijinkan demi keselamatan perusahaan yang sudah berjaya 10 tahun itu dan di Korea, akulah yang memegang alih perusahaan ayahku hingga sekarang. Cukup rumit menceritakannya sama seperti menulis sebuah fiksi yang kubuat malam kemarin.

 

 

Taksi berhenti setelah aku mencegatnya kemudian naik kedalam taksi tersebut.

 

 

“ahjussi antarkan aku ke KyungHee dan kumohon percepatkan gasnya, yahh” ujarku tergesa dijawab anggukan ahjussi taksi itu.

 

 

Di perjalanan aku mengecek segala barang yang kupersiapkan untuk tes presentasi setelah ini. jika tak lengkap, ohhh lebih baik biarkan tanah dibawah bangkuku nanti menenggelamku daripada mendengar celotehan Dosen Kim mengingat betapa banyak sungai yang dibuat olehnya nanti di mejaku.

 

 

“Laptop sudah, flashdisk sudah, kertas presentasi sudah, berkas skripsinya sudah, buku- Omo! Buku sastra dan novel barat belum kubeli!” pekikku memutar mata dan menyadarkan punggungku ke jok taksi itu. Mati kau Hwan Mi!!

 

 

DRRRTTT DRRRRTT

 

Mataku malas melihat si penelepon pagi ini lalu kuangkat.

 

“Yeobsseyo?” sapaku malas

Hwan Mi-ya kau punya novel barat berapa? Boleh kuminta satu untukku?”

“aku . . belum mendapatkannya”

“mwo? Lalu bagaimana tes presentasimu nanti?”

 

Aku melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan kananku.

 

“masih ada waktu 50 menit dari sekarang sebelum Dosen Kim datang. Aku akan ke toko buku mencarinya dulu”

“boleh aku minta bantuanmu?”

“isshh, baiklah akan kucarikan. Kututup!”

 

Aku memasukkan kembali smartphone kedalam saku kemeja biruku. Yahhh, tinggal 50 menit waktuku sebelum melihat Dosen Kim datang memarahiku dan menghujaniku sepanjang tes nanti. Ohh tuhan tolong aku!

 

 

“ahjussi antarkan aku ke toko buku” pintaku dijawab anggukan ahjussi itu kembali. Apa dia bisu?

 

 

 

 

-ooOoo-

 

 

 

AUTHOR’S POV

 

“Mwo?? Yakk bagaimana akhirnya seperti ini? dasar yeoja tak tau diri!” desis seorang namja yang duduk bersandar dibalik rak paling belakang di sebuah toko buku.

 

 

Ia membaca kembali buku yang dibacanya tadi dan menggelengkan kepala sesekali.

 

“bagaimana bisa akhir cerita hanya dengan sebuah pernikahan kedua ?! Aissshh tak bisa dibiarkan” rutuknya selesai membaca sebuah buku dongeng yang biasa seorang ibu ceritakan kepada anaknya masa kecil lalu. Entah apa yang membuat namja itu begitu gencar menyukai buku sejenis dongeng itu yang menjadi kesibukkannya hanya untuk membaca cerita pendek seperti itu.

 

 

Dilihatnya jam tangan di tangan kanannya yang masih menunjukkan pukul 8. Kyuhyun- pria itu mengurutkan keningnya sebelum kembali mencari buku-buku yang akan dicarinya. Tadinya ia akan mencari buku komik Jepang yang akan digunakan sebagai koleksinya, tapi karena sebagai hadiah untuk adiknya jadi ia mencari beberapa novel yang diinginkan adiknya tersebut. Novel barat .

 

 

“masih ada waktu”

“masih ada waktu”

 

 

Jawabnya bersamaan dengan seseorang yang berada dibalik buku didepannya namun tak terlihat karena buku-buku itu.

 

 

Kyuhyun mengernyit mendengar kalimat yang sama ia lontarkan tadi dan membuka buku yang menghalangi wajah seseorang itu. suaranya seperti seorang yeoja namun sedikit serak hingga ia penasaran siapa yang mengikuti ucapannya barusan.Hantu?

 

 

Hwan Mi juga mengalami hal yang sama dengan Kyuhyun. Kalimat yang mereka katakan bersamaan. Hingga akhirnya ia melihat buku didepannya bergeser sendiri dan melihat sebuah tangan yang menggesernya sampai wajah mereka pun bertemu dengan diam.

 

 

‘gadis itu bertemu dengan seorang pria berambut coklat tua dan bermata teduh itu di balik tembok yang ia sandarkan setelah lelah berlarian sekitar taman’

 

‘kulitnya putih, garis hidungnya yang keras, dan bentuk bibirnya yang tak simetris mempesona itu’

 

‘gadis itu dan pria itu taks engaja mengucapkan hal yang sama dibencinya

 

“aku tak suka keramaian itu” ‘

 

 

Seutas beberapa kalimat yang pernah ditulisnya di cerita fiksi kemarin ia buat hampir sama dengan perawakan pria yang dibatasi dengan rak buku itu.

 

 

Rambutnya sama, matanya sama, hidungnya sama, dan bibi- aihhh Hwan Mi tak bisa mendeskripsikan betapa bedanya pria yang ia buat di ceritanya dan pria didepannya ini. Tak ada yang berbeda!

 

 

 

“maaf” kata Kyuhyun sembari mengambil buku di rak tersebut dan menghilang dari pandangan Hwan Mi yang menatap pria itu lama dengan bodohnya.

 

 

Tak ada yang salah sebenarnya, namun Kyuhyun menyangkalnya dan tak memperbesar masalah kesamaan ucapan tadi. Beda dengan Hwan Mi, ia merasa tubuhnya tak bergerak sama sekali dengan memikirkan beberapa hal yang sama dari tokoh pria di cerita fiksinya dan pria tadi. Hampir sama.

 

 

Entah ia terkagum dengan pria tadi atau ketidaksengajaan dengan cerita fiksi yang dibuatnya semalam, tapi ia merasa kagum dengan wajah tampan pria tadi. Ia tak menyamakannya dengan Kim Woo Bin idolanya tersebut, apa pria ini nomer satu didaftar pria tampan yang pernah ditemuinya atau Kim Woo Bin masih menjadi nomer satunya? Dewi batin Hwan Mi berteriak keras dan bergoyang-goyang girang melihat pemandangan pria barusan. Ohh!! Ini hanya gambaran fiksi-nya saja!!

 

 

setelah gadis itu merasa terkagum dengan wajah tampan pria didepannya itu, ia masih gila-gilanya memutari matanya hanya memandangi wajah sempurna pria itu’

 

‘aku tak suka keramaian itu’

 

‘aku tak suka keramaian itu’

 

 

END

Finnnn sudahhhh, heheee sori kalo jelek, pendek, en super gaje yahh ff nya. Aku terima lapang dada komentaran kalian tentu dengan sopan dan baik. Okee, sampai ketemu di ff lainnya J dan makasih udah sempat baca ff gaje ku ini.

 

3 Comments (+add yours?)

  1. shoffie monicca
    May 11, 2015 @ 19:07:08

    authorrr ini hrs ada sequel donk msa gtu aj ak kn pnsran…

    Reply

  2. esakodok
    May 11, 2015 @ 22:04:23

    iya…hahahaha…cuma ketemu kyu trs ilang…kayaknya kalo jd video klip lucu yak

    Reply

  3. nina
    May 14, 2015 @ 02:11:57

    Keep writing author^^
    Ceritanya perlu dilanjutin kayaknya. Apa Kyuhyun bakal jd ‘seseorang’ utk Hwan Mi?

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: