Jealous [Kyuhyun Version]

Jealous Kyuhyun

Title: Jealous [Kyuhyun Version]

Author: kyubumgirl

Cast: Cho Kyuhyun, Kim Rae Ah

Genre: Romance

Rating: PG-15

Disclaimer: Real of mine and published on my own wp (wp.me/3Gb6X)

Ini versi Kyuhyun tapi bukan Kyuhyunnya yang cemburu ya. Sebelumnya udah ada Jealous versi Henry sama Kibum. Gak suka cukup close tabs.

_o0o_

 

Riuh tepuk tangan dan teriakan penonton memenuhi ruang pertunjukan University of Oxford. Pertunjukan drama musikal klub seni membuat penikmat benar-benar jatuh cinta. Para pemeran yang hebat mampu membawakan karakter masing-masing dengan sangat baik sehingga penonton seolah tersedot ke dalam dimensi ceerita yang begitu mengharu biru.

Puncak haru semakin terasa begitu bagian paling akhir dari cerita telah tersampaikan. Drama musikal yang menampilkan kisah cinta modern antara seorang pemuda kaya raya dengan seorang gadis cantik namun memiliki kekurangan pada tubuhnya. Gadis itu lumpuh.

 

Banyak rintangan selama perjalanan kisah cinta mereka hingga akhirnya cinta itu mendapatkan kebahagiaanya. Sang pemuda menggendong gadis itu dengan rasa bahagia yang teramat. Scene yang paling dinanti, mereka melakukannya. Ciuman lembut penuh cinta dan kerinduan. Keduanya saling berpagutan mesra cukup lama hingga tirai menutup, pertanda bahwa pertunjukan telah usai.

 

Ketika semua orang mengharu biru menyaksikan pertunjukan itu, seorang gadis yang duduk di barisan kedua paling depan menahan air mata yang terus-menerus mendesak ingin keluar. Sesak melihat pemuda itu berkali-kali mencium pemeran wanita dalam pentas. Seandainya tahu akan banyak scene seperti ini, ia tidak akan datang.

Air mata yang sejak tadi ditahan pada akhirnya menetes juga. Tidak sesuai dugaan, tirai panggung kembali terbuka dengan menampilkan kedua pemeran utama sedang tidur di atas ranjang besar. Keduanya terlihat tidak memakai busana, haanya tertutup selimut hingga batas dada, dan yang lebih menyakitkan untuk Rae Ah adalah keduanya saling berpelukan dan menatap mesra. Tangan sang pemuda mengelus lembut rambut hitam sang gadis. Ya Tuhan, ini di luar kuasanya.

Tanpa mau melihat lagi Kim Rae Ah bergegas pergi. Tidak ingin menyaksikan yang lebih dari ini. Rae Ah pikir ia akan baik-baik saja jika ia datang untuk menyaksikan drama musikal pertama yang laki-laki itu menjadi pemeran utama. Rae Ah ingin memberi kejutan sekaligus semangat pada laki-laki itu, kekasihnya. Ya, laki-laki itu adalah kekasih Rae Ah sejak setahun lalu.

Bukankah seharusnya Rae Ah mengerti konsekuensi yang akan ia terima ketika memberikan izin pada kekasihnya itu untuk mengikuti klub seni drama? Sungguh, ia amat sangat mengerti. Hanya saja, entah kenapa hati dan logikanya sangat bertolak belakang. Logika terus-terusan mengatakan bahwa ini hanya bentuk profesionalitas tapi hati menolak gagasan itu.

 

_o0o_

 

Cho Kyuhyun berjalan ke sana kemari. Ia tak tenang setelah mendengar dari salah satu sahabatnya bahwa ia melihat Kim Rae Ah keluar dari gedung pertunjukan dengan wajah sembab. Gadis itu bahkan tidak melirik atau membalas saat disapa. Kyuhyun yakin gadis itu pasti marah melihat adegan demi adegan yang ia lakukan di atas panggung.

Ya Tuhan, ini salahnya. Kyuhyun bersalah karena tidak pernah memberi tahu apapun pada gadis itu tentang drama musikal pertamanya. Kyuhyun hanya tidak ingin gadis itu marah dan kenyataannya gadi itu sudah marah.

Kyuhyun mengambil ponsel lalu menekan tombol hijau untuk menelepon Rae Ah. Napasnya tercekat saat di seberang sana Kim Rae Ah menolak panggilannya dan saat Kyuhyun mencoba untuk menghubungi kembali, ponsel gadis itu sudah di-nonaktifkan. Laki-laki itu menghembuskan napas dengan kasar kemudian bergegas masuk ke dalam ruang ganti. Kyuhyun harus menemukan Rae Ah, secepatnya.

 

“Kenapa buru-buru sekali, Mark?” tanya seorang gadis yang merupakan partner-nya di atas panggung tadi.

“Kekasihku marah. Aku harus mencarinya,” jawab Kyuhyun seraya mengenakan jaket hitamnya lalu menyambar kunci mobil dan tas ransel yang selalu ia bawa kemanapun. Tas ransel berwarna hitam pemberian Rae Ah enam bulan lalu.

Gadis itu tersenyum sinis, “kekanakan sekali,” ucapnya. Kyuhyun berhenti di ambang pintu, berbalik, dan menatap tajam ke arah partner-nya.

She loves me, Audrey. Get it?” tidak perlu bertanya pada Aristoteles, Hegel, atau bahkan Thales untuk mengerti kalimat Kyuhyun itu. Gadis yang dipanggil Audrey itu terdiam. Tubuhnya mematung di tempat. Membuat Kyuhyun menjadi pemeran utama dalam cerita ini tidak merubah apapun. Tidak merubah kenyataan bahwa Kyuhyun –atau Audrey lebih senang memanggil laki-laki itu dengan sebutan Mark– tidak akan pernah berpaling ke arahnya. Kyuhyun hanya menatap Kim Rae Ah sejak pertama kali mereka menginjakkan kaki di atas tanah Universitas Oxford.

 

_o0o_

 

Kyuhyun menghela napas pelan kemudian menekan kombinasi angka keamanan untuk masuk ke dalam sebuah mansion mewah di Mayfair, kawasan elit yang dimiliki London.  Laki-laki itu melangkah masuk. Mansion ini terlihat gelap seperti tidak ada penghuni. Tanpa memasuki ruangan lain Kyuhyun langsung menuju ke lantai dua, tempat di mana perpusatakaan berada, tempat yang selalu Rae Ah datangi jika suasana hatinya sedang buruk.

 

Kyuhyun menghembuskan napas lega setelah dilihatnya Rae Ah tengah duduk dengan kepala menulungkup di atas meja. Perlahan Kyuhyun menghampiri gadis itu, mengusap lembut kepalanya ketika sudah tiba di sampingnya. Seulas senyum mengembang di wajah tampan pewaris tunggal CH Group, penguasa pasar bisnis Asia dan Eropa itu. Ia selalu menikmati saat-saat di mana tangannya menyentuh kepala gadis tercintanya.

 

Get out! I don’t wanna see you, here. I hate you,” senyum di wajah Kyuhyun semakin mengembang mendengar gadisnya berbicara sinis. Demi Tuhan, Kyuhyun khawatir melihat gadisnya marah tapi ada sebuah perasaan yang menggelitik dadanya melihat kemarahan Kim Rae Ah. Kyuhyun tahu Kim Rae Ah sedang cemburu dan Kyuhyun sangat menyukai keadaan seperti ini. Bukan berarti Kyuhyun senang membuat Rae Ah sedih. Kyuhyun hanya senang melihat gadis itu cemburu. Baiklah, katakan saja gadis itu sedang cemburu. Memangnya ada kata lain yang bisa mendeskripsikan momen ketika kekasihmu pergi dengan linangan air mata saat melihatmu beradegan mesra dengan orang lain?

“Kita harus bicara,”

“Aku tidak mau berbicara denganmu. Pergi!” bantah gadis itu tanpa mengangkat sedikitpun kepalanya dari atas meja. Okay, Kyuhyun menyerah. Ia tidak lagi senang melihat gadisnya seperti ini karena ia yakin sebentar lagi ruangan ini akan penuh dengan isakan. Kyuhyun paling tidak bisa melihat Kim Rae Ah menangis, terlebih jika penyebabnya adalah dirinya sendiri.

 

“Maaf. Kau pasti marah melihat penampilanku. Maafkan aku,” ujar Kyuhyun lembut. Kim Rae Ah masih tetap pada posisinya.

“Lagipula, bukankah seharusnya kau masih di Birmingham hingga pekan depan? Aku pikir kau tidak akan menonton pertunjukanku,” ucapan Kyuhyun kali ini sukses membuat Rae Ah mengangkat kepalanya. Gadis itu menatap Kyuhyun yang berlutut di sampingnya dengan tatapan menyala. Kyuhyun akui, tatapan itu menakutkan.

 

“Memangnya kenapa kalau aku pulang lebih cepat? Kau tidak ingin aku melihatnya? Agar kau lebih leluasa menciumnya, begitu? Pergi, Kyuhyun!” emosi gadis itu meluap. Kyuhyun menahan napasnya melihat kemarahan Rae Ah. Sebentar lagi. Ya, sebentar lagi, dan… “Ouch! Stop it, darling. It hurts,

Pukulan demi pukulan mendarat di tubuh Kyuhyun. ya, seperti inilah jika emosi Kim Rae Ah meluap. Kyuhyun harus mampu menahan pukulan gadis itu yang cukup membuat Kyuhyun kesakitan. Rae Ah semakin beringas memukul Kyuhyun. Gadis itu marah, benar-benar marah. Bagaimana bisa Kyuhyun tidak mmeberitahu dirinya tentang adegan-adegan laknat itu?

 

“Aku ingin kau mati saja, Kyuhyun! Aku bahkan melewatkan pertunjukan seni di sana hanya untuk menontonmu dan kau malah memberiku pemandangan laknat itu. Menyebalkan!”

“Hentikan, sayang. Baby, ayo kita bicarakan baik-baik. Sakit sekali,” Kyuhyun merintih kesakitan seraya memegang bahunya. Trik yang ampuh karena sesaat kemudian Rae Ah berhenti memukul. Gadis itu bahkan mendorong kursi yang tadi didudukinya lalu berjongkok di hadapan Kyuhyun, menatap Kyuhyun penuh khawatir.

Apha? Mianhae,” Kyuhyun menyeringai melihat Rae Ah mengusap bahunya dengan wajah panik. Sebrutal apapun Kim Rae Ah memukulinya, gadis itu akan merasa bersalah setelahnya. Gadis itu akan mulai berbicara dalam bahasa Korea jika panik melanda dan Kyuhyun sangat suka mendengar bahasa ibu mereka itu keluar dari mulut sang kekasih. Menggemaskan sekali di mata Kyuhyun.

Gwaenchanha, ayo bicara!”

Kyuhyun meneguk ludah dengan sussah payah melihat Rae Ah kembali menunjukkan tatapan tajamnya. Baiklah, kali ini sepertinya akan sulit membujuk gadis itu. Terima nasib burukmu, Cho Kyuhyun!

 

“Keluar. Sekarang. Juga. Aku tidak ingin melihatmu. Keluar!” Kyuhyun terjerembab ke belakang karena terkejut melihat Rae Ah berteriak tepat di depan wajahnya. Ya Tuhan, ini lebih menyeramkan daripada melihat neneknya yang tinggal di Korea sana marah.

Baby, kita perlu bicara. Memangnya kau tidak merindukanku? Kita sudah dua bulan tidak bertemu,” bujuk Kyuhyun. lagi-lagi tidak ada reaksi apapun yang berubah dari wajah seorang Kim Rae Ah.

 

Kim Rae Ah memang mudah marah tapi tidak pernah semarah ini. Kemarahan gadis itu akan mereda jika Kyuhyun sudah mengerang kesakitan akibat mendapat pukulan di beberapa bagian tubuhnya. Kali ini apa? Gadis itu bahkan masih terlihat menakutkan setelah membuat Kyuhyun kesakitan.

Okay, katakan saja kesalahan Kyuhyun kali ini cukup fatal mengingat tidak adanya pemberitahuan apapun tentang scene yang menurut Rae Ah merupakan scene laknat. Kyuhyun hanya memberitahu pada kekasihnya itu bahwa ia akan menjadi pemeran utama dalam sebuah drama musikal modern, bekerjasama dengan Audrey. Seantero kampus Universitas Oxford tahu bahwa Audrey menyukai Cho Kyuhyun.

Selama ini Kim Rae Ah tidak terganggu dengan hal itu. Mereka saling mempercayai satu sama lain sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Seperti waktu Kyuhyun mengatakan siapa partner­-nya dalam drama ini, Kim Rae Ah memang sedikit khawatir tapi Kyuhyun berhasil membuat gadis itu percaya bahwa ia dan Audrey tidak akan menjadi lebih dari seorang partner dalam drama.

Hal yang wajar jika Rae Ah marah setelah melihat penampilannya. Dua bulan ini Kim Rae ah tinggal di Birmingham untuk mendalami kebudayaan di sana dan Kyuhyun tidak pernah menceritakan apapun tentang adegan-adegan dalam drama, seolah-olah memang tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Seharusnya Kyuhyun tahu bahwa semengerti apapun seorang wanita, ia tidak akan rela melihat kekasihnya bersentuhan dengan wanita lain.

 

“Sayang, dengarkan aku–“

“Aku bilang keluar, Cho Kyuhyun!!”

Menyerah. Kali ini Kyuhyun benar-benar menyerah. Kim Rae Ah sepertinya membutuhkan waktu untuk sendiri. Ya, ia harus memberikan waktu sendiri untuk gadisnya ini. Meskipun dalam lubuk hatinya yang paling dalam Kyuhyun ingin sekali menyelesaikan ini dengan cepat, tapi apa daya jika tidak memungkinkan. Ya Tuhan, Kyuhyun meridukan gadis yang sudah dua bulan tidak ditemuinya ini. Kyuhyun ingin memeluk Rae Ah.

“Baiklah. Aku pergi. Jangan lupakan makan malammu, babyI miss you so bad,” ucap Kyuhyun. laki-laki itu benar-benar pergi setelah mengecup singkat puncak kepala Rae Ah. Ada sedikit kelegaan karena gadis itu tidak menolak ciumannya.

 

Kim Rae Ah menatap punggung Kyuhyun dengan tatapan tajam hingga menghilang di balik pintu perpustakaan. Air matanya menetes, tidak lama kemudian gadis itu terisak. Bukan ini yang ia inginkan ketika pulang dari Birmingham. Ia ingin membuat Kyuhyun terkejut tetapi yang terjadi adalah kebalikannya. Ia sendiri yang terkejut karena melihat pertunjukan Kyuhyun.

Sebenarnya Rae Ah juga tidak ingin marah-maraah seperti tadi. Rae Ah mengerti bahwa Kyuhyun melakukannya atas nama profesionalitas tapi entah kenapa logikanya seolah tidak berfungsi sama sekali. Demi Tuhan, Kim Rae Ah bukan seseorang yang hanya melibatkan perasaan saja dalam menjalin sebuah hubungan. Logika dan perasaan dilibatkan secara seimbang. Entah apa yang terjadi pada dirinya hari ini sampai-sampai tidak bisa mengendalikan emosi.

 

Stupid! Idiot! Kenapa pergi, Kyubi? Seharusnya kau tahu aku seperti ini karena cemburu. Jangan pergi,” racaunya. Ya Tuhan, ia bahkan tidak sadar mengucapkan nama panggilan kesayangannya untuk Kyuhyun.

Gadis itu terkejut saat tiba-tiba saja wajahnnya sudah berada di depan dada bidang yang amat sangat ia rindukan. Hidungnya mencium bau khas Kyuhyun. Kyuhyun tidak pergi? Astaga. Dia pasti mendengar ucapannya. Ini memalukan.

Tangisnya mengencang seiring dengan mengeratnya rengkuhan Kyuhyun. Kali ini Kim Rae Ah menangis bukan karena marah, melainkan malu telah berbuat kekanakan seperti tadi. Menyedihkan sekali. Kyuhyun pasti menertawakannya.

 

Kyuhyun tersenyum simpul tanpa sepengetahuan Rae Ah. Laki-laki itu menyandarkan dagunya pada kepala Rae Ah, mengusap lebut rambut hitam gadis itu. kyuhyun kemudian bergumam, “merindukanku, ya?”

Kyuhyun terkekeh geli mendengar Rae Ah semakin terisak. Selama satu tahun menyandang status sebagai kekasih seorang Kim Rae Ah, baru kali ini Kyuhyun melihat Rae Ah bertingkah seperti ini. Marah-marah, menangis, dan menyalahakan Kyuhyun.

 

“Dengar, aku tidak mengatakan padamu tentang adegan-adegan itu karena aku tidak ingin studimu di Birmingham sana terganggu. Aku tahu kau akan cemburu seperti ini makanya aku tidak mengatakan apapun. Aku salah, maafkan aku, ya?” Kyuhyun merunduk, menangkup wajah Rae Ah yang sembab karena menangis.

“Jadi, selama dua bulan latihan rutin tiap minggu dan selama seminggu latihan setiap hari, kau mencium Audrey seperti itu? Jahat sekali… hiks…”

“Tidak, sayang. Hanya di panggung itu aku menciumnya. Sungguh. David merekam semua kegiatan saat latihan dari awal hingga akhir. Kau bisa beratanya padanya. Aku berani bersumpah,” jelas Kyuhyun dengan penuh keyakinan. Rae Ah menyipitkan mata, “aku tidak percaya” kekehnya.

“Apa perlu aku menelepon David sekarang juga? Kau tahu dia sutradaranya, kan?” tangis Rae Ah sudah mulai mereda. Tanpa peringatan apapun Rae Ah langsung menarik leher Kyuhyun, memeluknya dengan sangat erat. Kyuhyun terkekeh pelan lalu ikut melingkarkan tangannya pada punggung sang kekasih.

 

“Aku merindukanmu, Kyubi. Sangat,” gumam Rae Ah pelan namun dapat didengar dengan jelas oleh Kyuhyun.

“Aku juga. Ngomong-ngomong, sudah lama aku tidak mendengar panggilan itu. kedengarannya sangat manis,” balas Kyuhyun.

 

Rae Ah melepas paksa pelukan hangat itu. Matanya kembali memicing, “bukannya kau tidak suka dengan panggilan itu? ‘Aku bukan monster, jangan panggil aku Kyubi!’ cih,” cibir Rae Ah.

“Sekarang aku menyukainya. Kyubi lumayan keren,” Rae Ah mendelik.

Baby, kita tidak mungkin berdiam diri di sini semalaman, kan?” ucap Kyuhyun dengan mulut meringis. Jujur saja, tubuhnya sudah mulai pegal berada dalam posisi berlutut karena ditarik Rae Ah tadi. Rae ah menyeringai.

“Tentu saja tidak, Kyubi. Kita akan menghabiskan malam panjang ini bersama di kamarku,” Kyuhyun mmbulatkan matanya. Kalimat godaan. Astaga. Dua bulan tinggal di Birmingham, apa yang membuat Kim Rae Ah seberani ini? Tunggu! Malam panjang? Apakah mereka akan melewati malam pertama lebih awal?

“Memangnya apa yang akan kita lakukan?” tanya Kyuhyun antusias. Rae Ah semakin melebarkan seringaiannya dan Kyuhyun tidak menyadari itu sama sekali.

“Menurutmu?” Kim Rae Ah berucap dengan nada seduktif. Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya.

“Malam pertama–“

“Membantuku mengolah data hasil penelitian kemarin. Singkirkan pikiran mesummu itu, Cho Kyuhyun!” tegas Rae Ah membuat Kyuhyun menunduk lesu. Rae Ah tertawa pelan menyaksikan tingkah konyol Kyuhyun dengan segala pikiran mesumnya.

“Ayo,”

 

_o0o_

 

Jarum jam menunjuk ke angka tiga, itu artinya sudah menjelang dini hari. Kyuhyun meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku. Kim Rae Ah benar-benar membuatnya nmenghabiskan malam yang panjang untuk ‘bercinta’ dengan data-data hasil penelitian gadis itu.

Kyuhyun melihat ke samping kanan di mana Rae Ah tadi duduk di sampingnya, menganalisis data-data yang lain. Kedua sudut bibirnya tertarik ke atas membentuk sebuah senyuman. Tangannya tergerak mengelus kepala Rae Ah yang menelungkup di atas meja.

Setelah puas melakukan kegiatan favoritnya –mengelus rambut hitam Rae Ah Kyuhyun mengangkat tubuh gadis itu untuk dipindahkan ke kamar. Mereka memang mengolah data itu di ruang tengah.

 

Kiss,” Kyuhyun mengerutkan keningnya mendengar gumaman Rae Ah. “Kiss” gadis itu kembali bergumam. Kyyuhyun menggelenngkan kepala lalu mendaratkan bibirnya di kening, kemudian melanjutkan langkahnya.

Pabo! Kiss!!” gumaman Rae Ah meninggi tapi matanya tetap menutup. Kyuhyun mengerti. Bukan di kening.

Kyuhyun menyentuhkan bibir tebalnya pada bibir seksi Rae Ah. Semula hanya menempel namun berubah menjadi kecupan bahkan lumatan saat Rae Ah mengeratkan kalungan tangannya di leher Kyuhyun. bahkan tanpa sadar Kyuhyun kini sudah membaringkan tubuh Rae Ah di atas tempat tidur. Ciuman yang cukup intens.

Kyuhyun terus mencium Rae Ah seolah menyampaikan rasa rindu yang selama dua bulan ini menderanya. Rae Ah mengusap garis rahang Kyuhyun, mendorongnya perlahan agar Kyuhyun mengehentikan ciumannya.

Rae Ah tersenyum lembut di tengah-tengah napasnya yang nmemburu, sama dengan Kyuhyun. laki-laki itu merapikan rambut rae Ah yang menghalangi pandagannya pada wajah sang kekasih.  Keduanya menikmati keindahan wajah masing-masing.

 

“Satu ciuman untuk satu kissing scene. Get it?” ujar Rae Ah. Gadis itu memainan jari telunjuknya di atas permukaan bibir tebal milik Kyuhyun.

“Tidak masalah,” balas Kyuhyun santai. Rae Ah tertawa pelan. Kyuhyun mengedipkan matanya lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.

Rae Ah beringsut ke dalam pelukan Kyuhyun, membaui aroma maskulin Kyuhyun yang begitu khas. Aroma seorang gentleman. Keduanya sudah nyaman pada posisi untuk mengistirahatkan tubuh  mereka setelah kegiatan melelahkan –menganalisis data. Rae Ah memainkan tangannya di atas dada bidang Kyuhyun sedangkan Kyuhyun memainkan tangannya di tempat yang selalu paling ia sukai, rambut hitam Kim Rae Ah.

 

“Ngomong-ngomong, Bryan ingin kita berkunjung ke Liverpool. Kau tahu, dibanding mmerindukanku yang adiknya, pria es itu lebih mmerindukanmu. Dia bilang sudah lama kalian tidak berbincang. Tsk! Paling berbincang tentang Starcraft,”

“Lusa aku free. Bagaimana?”

Okay. Aku sudah tidak sabar membuat manusia es itu marah,” Kyuhyun tertawa mendengar julukan yang Rae Ah berikan untuk kakak laki-lakinya itu. Manusia es mengatai orang lain manusia es juga? Cih.

Kim Rae Ah dan Bryan Kim atau Kim Kibum menurut orang di luaran sana adalah sepasang saudara yang memiliki sifat sedingin es di Kutub Utara. Namun, entah kenapa sepasang saudara itu akan berubah menjadi orang yang hangat jika sedang bersama Kyuhyun. Mungkinkah karena Kyuhyun orang yang ‘loveable’? Tidak juga. Sifatnya yang jahil sekaligus dewasa yang mungkin menyebabkan kedua orang itu nyaman dan menjadi dirinya sendiri jika bersamanya.

Good night, baby. I love you,” ucap Kyuhyun seraya mencium puncak kepala Rae Ah dan mengeratkan rengkuhannya.

It’s morning already but okay, I love you, too, Kyubi. Good night,

Senyum yang melengkung pada wajah masing-masing menghantarkan keduanya tidur. Melepas rindu yang selama dua bulan mendera. Akibat kesibukan masing-masing, keduanya tidak bisa bertemu meskipun jarak antara London dan Birmingham tidak begitu jauh. Okay, good night, lover.

 

THE END

 

Ini tuh ya, aku bikin gara-gara liat kelakuannya Kyuhyun yang megang-megang dancer. Tadinya mau dibikin Kyuhyun beneran menderita akibat kecemburuan Rae Ah tapi gara-gara liat dia tiba-tiba muncul di TL jadi gak tega. Haha

Oke, aku tau ini ff absurd banget, typo yang banyak, jadi ya harap maklum. Di tengah-tengah kesibukan aku sempetin bikin FF biar gak kaku. Huhu obat stress juga sih sebenernya. Stress yang biasa dihadepin mahasiswa semester 6😥

Yang kalimat terakhir, good night lover   aku ambil dari judul lagunya Yonghwa. Judul yang sama. Sumpah enak banget deh itu lagu. Bukan bermaksud promosi sih haha

Okay, thanks for coming^^

 

 

 

 

8 Comments (+add yours?)

  1. esakodok
    May 13, 2015 @ 22:05:24

    ahahahq….jd cowok gentle bang kyu disini…swet ceritanya..trs kyunya juga dewasa..rae ah yg agak egois tp dewasa tp kekanakannya juga q suka

    Reply

  2. Monika sbr
    May 14, 2015 @ 07:51:07

    Hahahahaa…. Manis banget!!!

    Reply

  3. ichul
    May 14, 2015 @ 15:36:30

    Sukaaa….
    Kyubi lucu bgt deh…

    Reply

  4. meynininx90
    May 14, 2015 @ 18:50:13

    Huhhh….kyu so sweat bgt,,, pngrtiAn n g’ gmpng mRh dsni

    Reply

  5. dhitaacjm78
    May 15, 2015 @ 10:26:24

    Keren bgt dahh. D jadiin chapter keknya seru thor #modus :’v

    Reply

  6. risnanisa
    May 16, 2015 @ 08:34:58

    so sweet banget mereka ..siapa gak marah coba klau ngelihat scene yg kek gtu rae ah marah besar banget..daebakkk deh ㅋㅋ

    Reply

  7. ayu diyah
    May 18, 2015 @ 11:57:06

    kkkkk~ mreka lucu bngt ya
    cemburu2an
    tp manis bngt mreka😀

    Reply

  8. indri
    Jun 23, 2015 @ 22:21:31

    Aihhhhhh baper gueeeee

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: