Evanesce [1/?]

evanesce

Evanesce

Title                : Evanesce   ( part 1/? )

Author            : Putri indah sari.

Cast                : Lee Donghae and Park Hyesun.

Other  cast      : Nam, Heungsoo.

Genre             : romance.

Length            : Chaptered

Rate                : general.

Summary       : This is another vers of  “Tulang rusuk” story.

Disclaimer      : LD adalah hamba Tuhan.

 

Cinta ini hanyalah sebuah khayalan….

********

Hyesun termangu, maniknya yang sehitam malam menatap ambigu pada sesosok yang tengah bernyanyi di atas panggung sana. Lee Donghae, Donghae yang seperti pangeran itu.

Entah takdir atau ini memang hanya skenario manusia, Hyesun dan Donghae kemarin mengikat janji untuk menuju ke altar suci, ya mereka bertunangan karena sebuah perjodohan.

Perjodohan? Apakah sebuah perjodohan juga bagian dari takdir? Mereka direncanakan? Mereka adalah sebuah perundingan yang direncanakan oleh segelintir manusia? Apakah ini adalah salah satu dari cara Tuhan menyempurnakan makhluknya yang berpasang-pasang?

Ahhh ini begitu klise untuk dibahas, ini tentang kisah cinta lagi. Perjodohan itu kadang seperti sebuah khayalan tentang cinta, sebuah tuntutan yang kadang menyakiti sebelah pihak, atau malah kedua belah pihak? Kalau sudah begitu, itu jelas bukan jalan yang Tuhan buat.

“ Kadang aku berpikir, bagaimana aku bisa menemukan gadis sesempurna dia?”

Seseorang di sudut sana tersenyum. “ Ahh.. kalian biasa bilang padaku di kolom komentar, bahwa itu adalah takdir?”

Donghae, pemuda yang amat cerlang dengan aura magisnya yang bersinar-sinar… semua penggemarnya tahu dan mendukung, sebuah hubungan yang telah ia bangun bersama seorang gadis bernama Nam.

Nam, gadis itu, kata Donghae, ia adalah gadis yang paling sempurna yang pernah ia temui, tapi nyatanya Nam adalah seorang gadis buta.

Kisah Donghae dan Nam, begitu mengharukan hingga semua penggemar Donghae bersatu mendukung dan menyetujui hubungannya dengan Nam.

Tapi, bagaimana dengan perjodohan antara Donghae dan Hyesun. Hyesun tersenyum melihat bagaimana Donghae terus menyebut dan memuji betapa beruntungnya ia mendapatkan Nam, di atas panggung-setelah selesai bernyanyi- setiap ia selesai bernyanyi, Donghae mesti menyempatkan mengabari hubungannya dengan Nam, maka dengan senang hati para penggemar Donghae akan bersorak bahagia ketika mendengar keharmonisan hubungannya dengan Nam.

Sebenarnya malam ini, Hyesun datang untuk Donghae. Gadis belia ini bersyukur mendapati Donghae tersenyum seperti itu. Donghae dan Hyesun sebenarnya sudah berteman baik, mereka akrap sebagai sepasang sahabat, namun  tiba-tiba hal mengejutkan terjadi di antara mereka, malam itu mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain menerima perjodohan itu, suatu hal yang bahkan lebih dari sulit untuk diungkapkan, memaksa mereka melalui jalan tersebut.

*

Hyesun juga tidak tahu mengapa tiba-tiba ia seperti orang lemah seperti ini, yang jelas ia menangis sendiri sekarang.

Maaf, aku harus menemui Nam…

Bahkan ia tidak tahu mengapa ia terus menunggu di sini, di taman yang sering ia kunjungi bersama Donghae dulu ketika masih menjadi teman biasa, dulu saat masih menjadi teman biasa, Hyesun dan Donghae sering berjalan-jalan bersama, mereka mengobrol dengan bebas, bahkan sampai memiliki Nam pun, Donghae masih sering berkomunikasi dengan Hyesun. Tetapi, sejak mereka mengikat janji itu, janji yang disebut perjodohan, janji yang direncanakan, bukanlah sebuah janji takdir yang sudah menanti sebelumnya, Donghae menjadi lebih menjaga jarak pada Hyesun, katanya ia ingin menjaga perasaan Nam.

******

Donghae begitu merasa bahagia bisa bertemu dengan Nam. Nam adalah gadis yang sangat istimewa di mata Donghae, Nam mampu memberinya sebuah kepercayaan akan cinta. Cinta? Cinta itu apasih? Mengapa Donghae bisa begitu saja jatuh dan percaya? Sebenarnya Donghae juga bukan seseorang yang mudah mempercayai seseorang tapi, katanya, Tuhan sudah mentakdirkan semuanya, maka saat salju pertama turun, ia menemui manik mata Nam, Nam yang tidak bisa melihatnya, Donghae telah jatuh cinta.

Nam seperti Lotus yang tidak menyadari keindahannya di tengah-tengah kehampaan putihnya salju.

Sedangkan Hyesun di mata Donghae, ia adalah gadis luar biasa seperti jasmine putih yang harum, Donghae sangat menghargai sosok cerlang Hyesun. Ketika ia merasa butuh sandaran, maka Donghae akan datang pada Hyesun. Sosoknya sebagai pablik figur membuatnya hanya memiliki sedikit teman, begitu pula dengan kisah percintaan, mungkin Nam adalah yang pertama bagi Donghae dan ia juga berharap menjadi yang terakhir.

Donghae termenung malam ini di balkon kamarnya, sebenarnya ia tidak menemui Nam, namun, ia bingung hendak bicara apa dengan Hyesun nanti. Gadis itu, Hyesun, Donghae begitu sulit untuk menyangkal bahwa ia telah mengikat janji dengannya, ia tidak bisa melepaskan Nam, tapi bagaimana dengan kedua belah kubu yang bersikukuh dengan perjanjian koyol itu? ahh… Donghae berkabung..

            “ saat aku menemui matanya yang indah, kau tahu, aku jatuh cinta padanya…. mungkin ia adalah tulang rusukku, Tuhan begitu maha besar….”

Salju turun dengan lebat, Donghae begitu menggebu menceritakan hal yang benar-benar berarti dalam hidupnya. Sebuah pertemuan cinta.

Seseorang tersenyum amat hangat mendenger cerita itu.

            “ walau aku hanya mendenger namanya, aku jatuh cinta, Hyesun… inikah yang disebut dengen jodoh?”

Seseorang yang dipanggil Hyesun itu tersenyum lagi, kali ini lebih lebar sehingga matanya membentuk bulan sabit yang manis.

            “ kau tahu Donghae, menurutku cinta itu adalah kebahagiaan…. melihatmu tersenyum sepanjang hari, sepertinya kau amat bahagia… ya, dia adalah cinta sejatimu….”

Donghae terkejut mendapati ingatan itu lagi. Hyesun, gadis yang akhirnya resmi menjadi tunangannya itu adalah orang pertama yang mendenger kisahnya. Bukan karena sebuah kisah cinta segitiga Donghae berkabung, melainkan bagaimana ia harus bersikap nanti, jujur alasan yang mendasarinya untuk menerima perjodohan ini sangat tidak mungkin untuk ditolak, berkali-kali sudah dijelaskan. Tetapi, seribu alasanpun jika takdir sudah bertindak, adalah masa yang lebih berkuasa.

*****

Secon, jam, hari, bulan dan tahun terus berjalan menuju peraduan terdepan. Hyesun dan Donghae akhirnya memilih kisah mereka masing-masing, mungkin alasan perjodohan itu memang begitu kuat tapi, takdir berkata lain. Ternyata ada masa memang benar-benar lebih berkuasa. Mereka, satu sama lain benar-benar tak tersentuh kegigihan kedua belah keluarga. Donghae tetap setia bersama Nam, sedangkan Hyesun, tetap menjaga kesendiriannya.

“ Terimakasih, Hyesun…. Kau selalu menjadi saksi antara aku dan Nam, bahwa kami berjodoh….”

Mungkin kalimat itu menjadi kalimat perpisahan diantara mereka. Sebenarnya, konflik mereka ini, hanya seperti mengambang-ngambang tanpa jelas di bawah atau di atas, atau bisa dikatakan semu.

Katanya Cinta itu adalah bahagia. Tapi, jika akhirnya adalah perpisahan seperti ini, apakah cinta masih sebuah kebahagiaan. Atau memeng pepatah ini benar, bahwa disetiap pertemuan akan ada sebuah perpisahan, juga sesuatu yang indah itu akan selalu memiliki akhir? Kalian paham bukan? Maksudnya pertemanan mereka. Bukan berakhir, namun dipaksa untuk berpisah… iya bukan?

Tuhan tidak menciptakan adanya mantan teman, maka mereka berdua berjanji akan selalu berteman walau apapun yang terjadi di antara mereka, kecuali takdir berkata lain.

“ Donghae, kudoakan kau dan Nam bahagia… ingat cinta itu adalah kebahagiaan..”

 

Cinta adalah kebahagiaan, bukan sebuah akhir.

 

 

TBC…

Mind to coment??

Saya Author Tulang Rusuk(ini other storynya) Kalo penasran sama storynya searchings aja di blog keren ini SUJUFF2010…

Gomapseumnida…. *bow!!

2 Comments (+add yours?)

  1. aryanahchoi
    May 16, 2015 @ 05:34:10

    ff nya keren bgt omg hyesun sabar ya

    Reply

  2. fairyuspark
    May 16, 2015 @ 23:05:01

    author sumpah baca ini sambil dengerin lagunya baper bgt gue. bingung gue.. gk tau kisah awalnya sih. ntar baca deh..
    thor lain kali agak panjangin lagi.. ini agak greget.. kependekan vroh :v🙂

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: