Love You, Dad [3/?] – The Failed Statement

love you, dad

Love You, Dad [3/?] – The Failed Statement

Author : ElsKyu_

Genre : AU, Family, Sad, Angst, & Tragedy

Length : Chaptering

Cast : Cho Kyuhyun | Cho Minhyun (OC) | Cho Minsun (OC)

Other Cast : Kim Yongra (OC) | Lee Donghae | Jacob Lau (OC) | Lee Soojin (OC) | Byun Eunbi (OC) |  Kim Jongwoon | Cathrine Russel (OC)

 

 

 

Disclaimer : FF ini murni hasil pemikiran saya, jadi saya mohon jangan sampai ada copy-paste di antara kita😀

 

A/N : Hallo, eperibadeh😄 Ada yang inget aku, gak? Itu lho, yang bikin FF abstrak gak bermutu😀 #plaak Aduh, rasanya aku amatir banget karena baru bisa publish chapter 3 sekarang😥 Yah, ini karena galau berkepanjang dari SS6 yang fix gak bisa aku tonton live😥 Yaudahdeh, takut curcolnya kepanjangan, nih😀 Happy reading, guys! And don’t forget to comment! ^^ *bow*

 

Chapter 1 : https://superjuniorff2010.wordpress.com/2014/11/21/love-you-dad-1/

Chapter 2 : https://superjuniorff2010.wordpress.com/2014/12/25/love-you-dad-2-im-sorry-jacob/

**********

 

 

Pervious Chapter :

Cathrine Russel —wanita itu— berjalan mendekat ke arah TKP, di mana Minhyun dan Jacob sedang menangis sambil berpelukan. Raut wajahnya saat itu sangatlah sulit ditebak, antara sedih, ingin tertawa, dan gugup bercampur menjadi satu. Merangkai kesan misterius di dalam wajah berparas barat itu.

 

Love You Dad [3/?] – The Failed Statement

 

Tangisan Minhyun dan Jacob telah mereda saat Cathrine sudah berada di belakang mereka. Tanggan halus nan putih bak porselen milik Cathrine, bergerak menutup kedua mata Jacob dari belakang. Membuat Minhyun refleks medongkak dengan wajah yang cukup kacau.

“Coba tebak! Aku ini siapa, Tuan Muda Jacob?” tanya Cathrine sambil tetap menutup kedua mata Jacob.

Mommy, nanti tanganmu bisa basah!” gertak Jacob sambil melepaskan tangan Sang Ibu dari pandangannya, membuat Cathrine tersenyum gemas melihat kelakuan anak sematawayangnya itu.

Sedangkan Minhyun masih terpana akan kecantikan Mommy Jacob yang menurutnya sangat mirip Barbie yang seminggu lalu Donghae belikan. Jacob beruntung karena punya Mommy yang cantik, pikir Minhyun.

Sadar hanya ada dua sofa di sana, Cathrine langsung bergegas mengambil kursi kayu yang kondisinya lumayan baik dari belakang meja panjang. Meletakkannya di hadapan kedua bocah bermata sembab itu dan duduk di sana.

Well, Mommy punya pertanyaan untukmu, Jacob!”

“Apa, Mom?”

“Siapa gadis manis ini? Kenapa kau tidak memperkenalkannya kepada Mommy?” tanya Cathrine sambil mencubit gemas pipi Minhyun.

“Ah! Jeosonghamnida, Bibi. Aku bertamu sebelum memperkenalkan diri kepada Tuan Rumah, maaf kerena kecerobohanku. Hmm—Perkenalkan namaku Cho Minhyun,” ujar Minhyun sambil membungkukkan tubuhnya 90 derajat. Cathrine tersenyum samar, lalu menggenggam tangan Minhyun dan menuntunnya untuk kembali duduk.

“Tidak usah minta maaf seperti itu, Hyunnie. Bibi sudah sangat mengenalmu, ‘kok!” Minhyun terperangah mendengar jawaban Cathrine, seketika mata dan mulutnya terbuka dengan lebar. Seingat gadis kecil itu, ia tidak pernah bertemu Cathrine sebelumnya, apalagi kenal baik. Tapi kenapa Cathrine bisa mengenal Minhyun?

“Satu pertanyaan lagi, Jacob Sayang. Apa yang membuat kalian berdua menangis?” tanya Cathrine kepada Jacob, walaupun mata dan fokusnya tidak buyar untuk memperhatikan Minhyun yang masih setia melamun.

“Ituuuu, hmm, itu, apa yah?”

“Kenapa kau susah sekali untuk menjawab pertanyaan Mommy?”

“Itu, aku, aku dan Minhyun menangis karena— sepertinya karena… Ah! Mommy pasti haus, ‘kan?! Iya, ‘kan? Iya, ‘kan? Aku belikan jus mangga di kedai baru itu, yah! Tenang, tenang, aku yang traktir. Sampai jumpa!”

Jacob berlari kecil ke arah pintu kuning dan mengambil uang, lalu pergi keluar melalui pintu depan. Meninggalkan Cathrine yang geleng-geleng kepala melihat cara anak dan suaminya sama persis ketika mengelak dari pertanyaan, seperti pepatah like father like son.

Tapi, ia cukup bersyukur karena situasi berpihak padanya sekarang. Jacob pergi, itu berarti ia bisa memulai pengakuannya.

“Boleh aku menyusul Jacob, Bi?” tanya Minhyun dengan tiba-tiba. Cathrine dapat menebak bahwa Minhyun baru saja bangkit dari lamunannya, ketika Jacob membuka pintu depan dan pergi.

“Tidak usah, Hyunnie. Sebentar lagi Jacob pasti pulang membawakan jus segar untuk kita.” Jawab Cathrine yang disambut kekehan gadis kecil di sampingnya. Dan setelah itu, suasana menjadi hening lagi untuk beberapa saat.

“Bagaimana? Kau sudah menebak Bibi ini siapa?” tanya Cathrine memecah keheningan di antara mereka berdua.

“Maksud Bibi apa?” Minhyun menautkan alisnya, menandakan dirinya tidak mengerti dengan pertanyaan yang Cathrine lontarkan.

“Bibi ini sahabat baik Ibumu, Sayang.”

“Ibu?”

“Ya, Ibumu. Kim Yongra.”

 

‘DEG’

 

Minhyun tertegun mendengar pernyataan Cathrine, tidak menyangka akan ada orang yang menyebut nama Ibunya secara gamblang. Selama ini ia pikir Ibunya tidak memiliki seorang kerabat pun, tapi ternyata wanita cantik yang mengaku sahabat baik Sang Ibu berada di hadapannya.

 

“Boleh aku tahu Ibuku itu seperti apa, Bi?” tanya Minhyun dengan suara yang kentara sangat hati-hati. Sungguh, Minhyun rela tidak makan sundaes selama 1 bulan, jika Cathrine bersedia memberikannya beberapa informasi tentang sosok wanita yang sangat ingin ia temui itu. Bahkan, jika perlu ia rela memberikan peringkat ranking 1-nya kepada Jacob. Minhyun tidak main-main dengan itu.

Cathrine menghela napas berat sebelum menjawab pertanyaan dari anak mendiang sahabat baiknya itu. Cho Kyuhyun, seharusnya kau yang menceritakan hal-hal ini kepada anak-anakmu! rutuk Cathrine dalam hati.

“Hmm, Bibi rasa Ibumu itu mirip sekali dengan anaknya yang satu ini,” ujar Cathrine sambil mencubit gemas pipi chubby Minhyun,  “dia baik, cantik, pintar, tegar, dan penyayang. Ia juga sangat peduli dengan hal-hal yang ada di sekelilingnya, tidak pernah tutup telinga saat mendengar rintihan orang jalanan, tidak pernah tutup mata saat melihat anak panti yang hidup kekurangan, dan ia juga tidak pernah tutup mulut untuk membela hak-hak yang seharusnya kaum jelata dapatkan. Dan karena kepeduliannya itulah ia memilih menjadi aktivis sosial, daripada menjadi dokter seperti cita-citanya sejak kecil.”

Cathrine sukses membuat kedua mata Minhyun berbinar, tanpa disengaja bayangan sosok Ibunya yang bak Wonder Woman di kehidupan nyata, langsung terlintas begitu saja di benak gadis kecil itu. Dan seketika Minhyun pun tersenyum tulus, bangga akan riwayat hidup perempuan yang sangat ia ingin temui itu.

Kenapa Ayah tidak pernah mau menceritakan tentang Ibu kepada ku dan Minsun? Bukankah hal itu membanggakan? pikir Minhyun. Entahlah, Ayahnya memang sangat sulit diajak kompromi. Bayangkan saja, suatu saat Minhyun dan Minsun pernah mengungkit kata ‘Ibu’ di rumah mereka, dan saat itu juga Cho Kyuhyun –ayah mereka— langsung berubah menjadi iblis yang membanting segala sesuatu yang ada di hadapannya, tanpa peduli dengan kedua buah hatinya yang meringkuk ketakutan di pojok ruangan. Kalian jangan kaget mendengarnya, karena kelakuan Cho Kyuhyun memang alami tercipta seperti itu.

Minhyun pun baru teringat satu pertanyaan yang mungkin sangat, sangat, sangat perlu ia ketahui jawabannya. Dan pertanyaan itu siap meluncur secara frontal dari bibir mungilnya itu.

“Lalu apa yang terjadi pada Ibuku? Maksudku, apa penyebab meninggalnya beliau, Bi?”

“Apa?!”

Dengan tidak sadar, Cathrine menaikkan intonasi suaranya. Cukup kaget mendengar pertanyaan yang Minhyun lontarkan. Dalam hatinya, lagi-lagi Cathrine mengutuk Cho Kyuhyun yang membuat dirinya harus terjebak dalam situasi yang seperti ini. Wanita itu berani bersumpah, bahwa pada awalnya ia hanya ingin memberikan kilasan masa lalu Kim Yongra kepada anak yang merindukan sosok Ibunya tersebut. Dan tentu saja ia terlalu bodoh untuk tidak menyadari bahwa Minhyun tumbuh menjadi anak yang cerdas seperti Ibunya.

 

“Jika Bibi merasa terganggu dengan pertanyaanku, Bibi boleh ‘kok tidak menjawabnya,” ujar Minhyun sambil menundukkan kepalanya, takut-takut pertanyaannya tadi salah.

“Ah, Bibi minta maaf, Sayang. Sebenarnya pertanyaanmu tadi sudah lama Bibi tunggu.” Cathrine mencoba mengulum senyum, walaupun ia tidak yakin dengan hasil senyumannya sendiri. Dan setelah itu, ia berupaya melanjutkan cerita pahitnya yang tertunda tersebut.

“Baiklah, Bibi akan melanjutkan cerita Bibi tentang Ibumu, Sayang. Jadi beliau itu—”

 

“Bolehkah aku ikut mendengar dongengmu tentang istriku, Cath?”

 

Cathrine dan Minhyun terlonjak kaget ketika sebuah suara bass menginterupsi obrolan mereka. Pemilik suara bass itu, Cho Kyuhyun, dia sudah di ambang pintu sejak beberapa menit yang lalu.

“Ayah,” lirih Minhyun.

“Cho Minhyun, cepat masuk ke mobil Ayah,” titah Kyuhyun dengan aksen khas milikknya, dingin. Minhyun yang saat itu sudah bisa mengendalikan diri dari rasa terkejutnya, langsung berdiri dan mencium kening Cathrine.

“Aku akan segera ke sini lagi, Bi. Sampai jumpa,” bisik Minhyun tepat di telinga kanan Cathrine. Setelah itu, ia melangkahkan kaki mungilnya ke arah mobil audy hitam milik Kyuhyun yang terparkir di depan toserba milik keluarga Lau tersebut.

Setelah melihat Minhyun yang sudah masuk ke dalam mobilnya, Kyuhyun pun mengalihkan pandangannya –yang lagi-lagi sinis— ke arah Cathrine. Membuat wanita itu melayangankan pandangan yang tidak kalah sengit untuk Cho Kyuhyun.

“Sekarang apa? Kau ingin marah padaku karena aku hampir membuka topeng busukmu itu, Tuan Cho Kyuhyun?” Cathrine bangkit dari duduknya,  tapi tidak melepaskan tatapan sinisnya kepada Kyuhyun.

“Seharusnya aku marah, tapi aku masih punya sopan santun. Jadi, untuk apa aku marah-marah kepada sahabat istriku? Kau kira aku pantas melakukan itu?” ujar Kyuhyun sambil tetap menggunakan aksen dinginnya. Tapi hal itu justru membuat Cathrine terpaksa melunakkan pandangannya kepada Kyuhyun. Sesungguhnya wanita itu sangatlah prihatin dengan kisah hidup seorang Cho Kyuhyun, kakak kelasnya saat SMA dulu.

“Bisakah kali ini kau mendengarkanku, Oppa?” lirih Cathrine.

“Bukankah setiap perkataan yang terucap dari mulutmu itu tidak pernah berarti, Cath? Ini hanya buang-buang waktu!”

“Tapi setidaknya, biarkanlah anak-anakmu mengetahui apa yang sedang terjadi. Karena hidup dalam kebohongan selama ini, hanyalah menyakiti dirimu dan anak-anakmu. Terutama Minhyun, dia—”

“Jangan membawa nama Minhyun, jika kau tidak tahu apa-apa!” Kyuhyun mulai tersulut emosi ketika mendengar Cathrine mengaitkan nama Minhyun di perbincangan mereka. Sesungguhnya ia muak dengan semua pendapat orang tentang perlakuannya yang dinilai tidak adil dalam mengasuh kedua putrinya. Padahal menurutnya ia pantas memperlakukan Minsun lebih dari Minhyun, yah, karena alasan yang ia pertahankan selama 10 tahun ini, alasan yang membuatnya masih bisa bertahan hidup di sisi dunia kelam yang ia bangun sendiri.

“Ya, aku memang tidak tahu apa-apa tentang Minhyun. Aku bahkan bukan detektif atau pun orang kerajinan, yang sibuk mencari perkembangan kehidupan keluargamu selama sepuluh tahun ini.”

“Itu berarti kau tidak berhak menyumbangkan suaramu di masalah ini, bukan?” Kyuhyun hendak melangkah keluar setelah mengatakan serentetan kata itu, sebelum akhirnya Cathrine memberikan pernyataan supsrise-nya.

“Oh, itu tidak benar! Tentu saja aku masih berhak! Karena, aku mengetahui suatu hal yang tidak kau ketahui di balik semua masalah ini.”

“A—apa itu?”

Keheningan pun terjadi setelah Kyuhyun mengajukan pertanyaannya. Cathrine memang sengaja membuat situasi yang sedemikian rupa untuk menjebak emosi Cho Kyuhyun, dan lambat laun  keberhasilan Cathrine jelas terlihat ketika Cho Kyuhyun bertingkah gusar. Karena yang sekarang Kyuhyun pikirkan adalah untuk mengetahui semua hal yang ia tidak ketahui, semenjak keputusannya untuk menutup mata selama sepuluh tahun belakangan ini.

“Jangan mengulur waktu, Cath!” gertak Kyuhyun.

“Jadi kau benar-benar ingin mengetahui jawabanku, Kyuhyun-ssi?”

“Katakan saja!”

Cathrine menghela napas berat, berharap Cho Kyuhyun mengerti maksud dari kata-katanya nanti.

“Aku tidak seratus persen yakin jika anggapanku ini benar, tapi sepertinya orang-orang di sekitarmu juga merasakannya, Oppa,” Cathrine menghentikan perkataannya sebentar, penasaran melihat reaksi yang Kyuhyun berikan, “Menurutku, kau Cho Kyuhyun, sama sekali tidak mencintai istrimu, Kim Yongra.”

Mata Kyuhyun membulat sempurna mendengar akhir dari  perkataan Cathrine. Dan dengan tegas ia menyatakan bahwa wanita di hadapannya ini sudah gila.

“Tadi kau bilang apa? Aku tidak mencintai Yongra? Hei, perkataanmu benar-benar lucu, Cath! Jika aku tidak mencintainya, bisa saja ‘kan aku menikah lagi? Bisa saja ‘kan aku menaruh Minsun dan Minhyun di panti asuhan? Dan mungkin aku juga bisa membunuhmu sekarang!”

“Terserah jika kau ingin membunuhku! Terserah! Tapi, di sini aku hanya ingin membela Minhyun! Tidak bisakah kau merasakan jika gadis itu sangat tertekan dengan perlakuan Ayahnya?! Yongra, saat mengandung ia pernah bilang padaku, jika ia benar-benar melahirkan anak kembar seperti yang diprediksikan dokter, ia akan mencintai kedua anaknya dengan keadilan! Dan itu berbanding balik dengan perlakuanmu, Cho Kyuhyun!” Cathrine tidak sanggup lagi menahan bendungan itu, sungai kecil pun mulai menganak melalui kedua pelupuk matanya yang indah. Wanita itu tidak bisa membayangkan jika Yongra yang bernotabene sahabatnya, melihat kelakuan Sang Suami yang melampaui kata ‘pecundang’.

“Jadi, karena hal itu kau menganggapku tidak  mencintai Yongra?” tanya Kyuhyun dengan tatapan yang sangat datar, seperti menandakan bahwa ia tidak peduli dengan perkataan lawan bicaranya.

“Ya,” jawab Cathrine singkat sebelum dirinya disibukkan dengan aktivitas mengelap air mata.

“Heh, jika aku tidak peduli pada Minhyun seperti yang kau katakan, mungkin siang ini aku tidak akan sibuk mencarinya, Nyonya Cathrine Russel.”

“Kenapa kau harus mencari Minhyun? Dia ‘kan hanya ingin jalan-jalan di hari Minggu, atau mungkin dia ingin menghabiskan waktu liburannya sebelum berakhir besok. Tidak ada yang salah, ‘kan?” Cathrine melontarkan pertanyaannya dengan sarkasme. Dia benar-benar tidak mengerti tentang maksud yang Kyuhyun sembunyikan di balik perkataannya barusan.

“Oh iya, aku baru ingat! Nyonya Yang Terhormat ini bukanlah detektif atau orang kerajinan yang harus aku ceritakan tentang detai-detail kehidupan keluargaku, bukan?”

 

BINGO!

 

Inilah akhir debat di antara mereka berdua. Cho Kyuhyun si lidah tajam, pasti bisa keluar sebagai juara dengan mudah. Dan sebenarnya, Cathrine pun juga sudah bisa menebak akhir pahit sebuah perdebatan yang seperti ini.

Tapi, ketika Kyuhyun meletakkan seringai penuh kemenangan di wajah tampannya, Cathrine menyadari jika dirinya tadi sudah hampir menang, hanya saja faktor kecerobohan masih setia mendukung Cho Kyuhyun.

“Ini semua hanya buang-buang waktu, Cath. Sampai kapanpun, aku tidak akan membutuhkan eksistensimu di dalam masalah ini. Jadi mulai sekarang, anggaplah dirimu itu orang asing yang tidak perlu ikut merecoki masalah keluarga orang lain, karena kau juga harus ingat, bahwa masalah keluarga adalah masalah pribadi. Dan setiap manusia pun tidak akan senang jika masalah pribadinya harus diganggu orang luar. Jadi, sampai di sini saja perdebatan kita. Aku permisi.”

 

TBC

23 Comments (+add yours?)

  1. dona silvia
    May 15, 2015 @ 14:30:40

    sampe sekarang, masih ngga ngerti kenapa kyuhyun kaya gt ke minhyun. ada yg aneh, dan ini benar2 membuat penasaran

    Reply

  2. arni07
    May 15, 2015 @ 15:13:08

    kyuhyun keliatannya memang gak adil

    Reply

  3. tabiyan
    May 15, 2015 @ 15:38:47

    Apa karna minhyun mirip bgt sma ibu nya kli yak, jd kyu keinget klo liat minhyun!

    Reply

  4. natasyak45@gmail.com
    May 15, 2015 @ 18:52:47

    kenapa dgn sikap kyuhyun ke minhyun..

    aku belum ngerti sama sekali..

    next part

    Reply

  5. johee
    May 15, 2015 @ 20:00:16

    ahh kependekan ㅠㅠㅠㅠㅠ
    suka banget sama alurnya, konsepnya, beda dari yang lain. lanjutnya ditunggu :*

    Reply

  6. ayususanti94
    May 16, 2015 @ 00:59:51

    Kenapa kyuhyun beda bedain ye
    Padahal kan sama”anaknya

    Reply

  7. lieyabunda
    May 16, 2015 @ 06:17:28

    apa sih yg sebenernya terjadi dimasa lalu,,,,?
    lanjut

    Reply

  8. muftihah
    May 16, 2015 @ 15:25:30

    Astaga. ff ini bikin penasaran sumpah.
    Masih gk ngerti sama ceritanya, tapi aku yakin kalo ff ini punya cerita yg seru. Semoga eon gk lama ngepost next partnya.. ceritanya juga dipanjangin dong eonn.. sebel ihh lagi seru baca terus ketemu TBC. Bahkan aku cuma butuh waktu bbrp menit buat baca 3 part ff ini, krn aku baru nemu ini ff.

    Reply

    • elskyu03
      May 16, 2015 @ 21:15:27

      Woaahh, terimakasih sudah mau comment kekurangan ku ^o^ Comment kamu bener-bener membangun karena aku jd tau di mana letak kesalahan ku ^^ Okay, mudah²an next chapternya aku bisa buat lebih, terimakasihhh😀

      Reply

  9. bella
    May 16, 2015 @ 19:46:42

    Masih gak ngerti ceritanya knp kyuhyun gak suka sama minhyun .penasaran banget ini ff ditunngu part selanjutnya.
    Semngat iya nulisnya author semonga ide2nya udh muncul^^

    Reply

  10. Nikyu
    May 18, 2015 @ 19:44:47

    Ih gemes gw ama kelakuan kyu ke minhyun,.jd mkin pensran apa pnyebab sikap kyu gt pda anaknya sndri.

    Reply

  11. chatarina
    Jun 25, 2015 @ 16:09:27

    Penasaran banget sama perlakuan kyuhyun ke kedua anak nya… apa alesan nya? Duh… next chapt~ Minhyun nya tegar banget… yah semoga d next chapt minhyun nya udh d beri kasih sayang oleh kyuhyun. Keep writing! Fighting!

    Reply

  12. sophie
    Aug 01, 2015 @ 01:27:46

    Bikin per partnya rada panjangan dunk kak,,setiap baru baca tau2 udah TBC ajah

    Reply

  13. RaRa
    Mar 08, 2016 @ 20:53:57

    masih ga ngerti sama kyuhyun sebenernya kenapa,duh makin penasaran aja,kasaian minhyun masih kecil udah banyak ngerasain tekanan,next yaa semangat nulisnya

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: