Growing Pains

growing

Tittle             : Growing Pains (Songfic)

Main Cast    : Lee Donghae, Lee Hyuk jae,  Jang Sorra (OC)

Genre           : Songfic, Romance, Hurt

Length         : One Shoot

Rated           : PG 15+

Author         : DongdongFish

DISCLAIMER: FF ini gue buat menurut kaca mata gue ngeliat MV nya DnE yang Growing Pains, jadi jangan bash gue kalo ceritanya beda sama yang di mv yee😉

#NOTE : yang hurufnya diblok, itu tandanya kejadian yang sekarang ;;)

 

 

 

Ini sangat menyakitkan (ini menyakitkan sekali)

Tapi aku harap kau tidak sakit sebanyak aku

Aku mengharapkannya setiap hari, tak terhitung

Aku berharap kau tidak mengingatnya sebanyak yang aku lakukan

Aku berharap kau lebih baik dariku (hari ini dan besok)…

 

“jadi, apa kau bisa melakukannya?” ucap lelaki berbadan tegap dengan lelaki paruh baya yang duduk didepannya. Keduanya menatap serius satu sama lain. Lelaki paruh baya itu menghembuskan nafas panjang sebelum akhirnya mulai angkat bicara.

“belakangan ini banyak seorang pemuda pemudi yang datang kepadaku dan memintaku untuk menghapus ingatan mereka. Alasannya sama sepertimu, mereka ingin menghapus ingatannya dengan harapan agar rasa sakit yang ditimbulkan oleh seseorang yang dicintainya bisa hilang.” Ucap lelaki paruh baya itu, kemudian melanjutkan kembali.

“apa kau telah memikirkannya lagi Donghae-ssi ?” lelaki pemilik nama Donghae itu hanya tertunduk. Matanya berkaca-kaca, ingatan itu seolah mengusiknya kembali.

 

~OoO~

“apa yang mau kau lakukan?” ucap gadis berambut panjang dengan Mini Dress berwarna putih itu. Wajahnya terlihat bingung akan perlakuan laki-laki itu.

“percayalah padaku, kau pasti akan menyukainya.” Donghae kemudian menutup mata gadis itu dengan seuntai kain. Kemudian ia menuntun gadis itu untuk menuju suatu tempat. Setelah itu, langkah Donghae terhenti ketika sampai  didalam sebuah apartemen modern dengan dinding berwarna putih.

“cha~ kita sudah sampai. Jangan buka matamu sebelum aku menyuruhmu.” Perlahan Donghae mulai membuka kain yang mengikat dimata gadis itu.

“sekarang kau bisa membuka mata mu Sorra Lee..” ucap donghae terkekeh.

“yak! Sejak kapan margaku berubah menjadi ‘Lee’ ?!” balas gadis yang diketahui bernama Sorra itu. Donghae hanya tertawa menanggapinya. Perlahan Sorra membuka matanya kemudian dilihatnya sekelilingnya. Tidak ada reaksi apapun, ia justru terlihat bingung.

“kau tidak terkejut?” Donghae menyerngit seraya menatap Sorra.

“kenapa aku harus terkejut?”

“APA?!”

“Sebenarnya apa maksud ini semua, oppa ? Aku tidak mengerti.” Donghae menghembuskan nafas panjang sebelum akhirnya angkat bicara.

“ini untukmu. Aku sengaja membeli apartemen ini untukmu. Apa kau menyukainya?” kali ini Donghae berbicara dengan serius seraya menatap gadisnya lembut. Sorra terlihat sedikit terkejut mendengar itu.

“Apa?! Oppa..seharusnya kau tidak melakukan ini. Bukankah sudah kubilang, jangan pernah….” belum sampai ia mengakhiri ucapannya, Donghae menghalangi laju bibir Sorra dengan jarinya.

“terimalah, aku mohon kali ini saja. Anggap saja ini sebagai wujud dari rasa cintaku terhadapmu. Ahh..apa apartemen ini terlalu kecil? Apa sangat jelek?” mata sorra berkaca-kaca, ia terdiam sebentar kemudian memeluk Donghae erat seraya berbisik.

“ini bagus, sangat bagus. Aku juga sangat menyukainya. Gumawoyeo…”  Donghae pun menyungging senyum kemudian membalas pelukan itu semakin dalam.

 

***

Gadis itu berjalan pelan menyusuri koridor kampusnya. Dress selutut berwarna merah dibalut Coat yang melindungi kulitnya dari dinginnya hawa kota Seoul seakan menambah kesan cantiknya. Ketika sedang asik berjalan, ia mendengar ponselnya berdering menandakan pesan masuk. Ia pun menghentikan langkahnya kemudian mencari-cari ponsel yang tersembunyi dalam tasnya lalu melihat isi pesan itu.

From : Lee Hyuk Jae

Sorra-ya, kau terlihat cantik hari ini. Temui aku ditaman belakang kampus nanti siang. Aku sangat merindukan mu..

Love ya!!

Sorra hanya menarik nafas panjang kemudian menaruh ponselnya kembali kedalam tas tanpa berniat sedikitpun untuk membalasnya. Ia pun segera melanjutkan perjalanannya, namun baru dua langkah ia berjalan, seseorang menahannya dengan memegang tangannya dari belakang. Sontak ia segera membalikkan badannya kearah sumber orang itu.

“sudah kuduga kau akan mengabaikannya. Ahh apa kau tidak punya pulsa? Atau jarimu sedang sakit? sini biar aku lihat jarimu.” Seseorang yang bernama Lee hyuk jae atau yang biasa disebut dengan Eunhyuk itupun kemudian meraih tangan Sorra dan melihat jari-jari mulus itu. Melihat perlakuan Eunhyuk, ia segera menarik tangannya cepat dan menatap Eunhyuk kesal.

“jarimu tidak kenapa-kenapa.” Eunhyuk hanya menatap Sorra polos seraya memamerkan Gummy Smile nya.

“apa yang kau mau?!” ucap Sorra kesal.

“aku? Aku menginginkanmu.” Dengan santainya Eunhyuk berkata seperti itu, padahal terlihat jelas bahwa Sorra sedang menatapnya kesal.

“bukankah sudah kubilang jangan menggangguku lagi! Aku benar-benar muak dengan sikapmu! Jangan muncul dihadanku lagi!” geram Sorra.

“apa kau benar-benar membenciku? Apa tidak ada kesempatan lagi? Aku mohon beri aku kesempatan untuk kita memulainya lagi dari awal. Aku janji aku akan menebus kesalahanku.”  Kali ini Eunhyuk berbicara serius, matanya terlihat sendu menatap Sorra dalam.

“benar! Aku sangat membencimu! Dan apa? Kesempatan lagi? Bukankah dulu sudah belasan kali aku memberimu kesampatan. Kau sendiri yang menghancurkannya Hyuk Jae-ssi ! aku sudah lelah hyuk, tolong jangan ganggu aku lagi. Aku sudah bahagia bersama pria yang kini sangat aku cintai sekarang.” Tanpa menunggu jawaban dari Eunhyuk, Sorra segera pergi meninggalkan Eunhyuk. Kemudian laki-laki itu terduduk dikursi panjang yang ada dibelakangnya. Ia menatap sebuah cincin yang ia jadikan kalung. Dadanya begitu sesak ketika mendengar sorra mengatakan seperti itu. Matanya berkaca-kaca, memory pahit itu seakan datang kembali.

 

#FLASHBACK ON#

Laki-laki dengan jaket kulit berwarna hitam terlihat sedang berdiri dengan tatapan sendu. Udara dingin yang berhembus dari atap sebuah gedung ini seakan menjadi saksi atas kekecewaan seorang gadis  terhadap laki-laki yang ada tepat didepannya.

“maafkan aku..aku mohon..aku tidak akan mengulanginya lagi.” Eunhyuk, Laki-laki itu memegang erat bahu gadisnya itu seraya menatapnya dalam. Namun bukan senyuman yang ia terima, justru raut wajah kecewa yang tergambar jelas dari mata sang gadis. Gadis itu, Sorra menghempaskan kasar tangan Eunhyuk  yang menempel pada bahunya.

“sudahlah..aku benar-benar sudah lelah dengan mu. Kau telah mengecewakanku untuk yang sekian kalinya. Apa kau sadar akan sikapmu yang telah menghancurkan hatiku?! aku bosan kau selalu mengulang kata yang sama untuk kesalahan yang sama.  Kini kau telah menodai cinta tulusku dengan noda penghianatan. Aku sudah tidak bisa jika seperti ini terus hyuk..”  Sorra menatap Eunhyuk nanar, ia meraih tangan Eunhyuk lalu menaruh sebuah cincin dalam genggaman Eunhyuk. Cincin yang dulunya Sorra yakini sebagai tanda bukti atas cinta yang Eunhyuk berikan padanya. Tapi sekarang ia tahu bahwa semua itu hanya omong kosong belaka. Kemudian Sorra pergi meninggalkan Eunhyuk tanpa menunggu jawaban dari pria itu. Eunhyuk tidak berbuat apa-apa, hanya penyesalan yang ia rasakan sekarang. Ia menggenggam erat sebuah besi penyanggah yang menjadi pembatas atap gedung ini .Tatapannya mengarah pada sebuah kota yang terlihat jelas dari atas, banyak lampu-lampu gedung dan kendaraan yang menyinari kota. Namun tidak dengannya, ia justru merasa bahwa kegelapanlah yang menyelimutinya saat ini. Matanya berkaca-kaca menahan segumpalan air asin yang meronta untuk keluar dari pelupuk matanya. “bodoh! Aku memang bodoh!” batinnya…

#FLASHBACK OFF#

 

~~~

Waktu telah berganti, kegelapan malam mulai menyingkirkan cahaya yang sedari tadi menyinari dunia. Sorra berjalan cepat untuk keluar dari kampusnya.   kegiatannya  hari ini cukup membuatnya lelah, ingin sekali rasanya ia cepat sampai dirumah untuk merebahkan badannya yang terasa begitu pegal. Dari belakang, terlihat sosok pria yang sedang mengamatinya. Ia melangkahkan kakinya mengikuti arah perginya gadis itu. “mungkin saat ini kau membenciku, tapi akan ku pastikan kau kembali ke sisiku.”  Batinnya. Eunhyuk, siapa lagi kalau bukan dia. Laki-laki ambisius yang berusaha untuk merebut kembali apa yang seharusnya menjadi miliknya.

Eunhyuk terus mengikuti Sorra, jaraknya sekitar 5 meter dibelakang Sorra. Ia berjalan pelan seraya terus memperhatikan laju gadis itu. Sampai akhirnya sampai disebuah Apartemen, ia mengintip dari balik ruangan melihat Sorra yang sedang menunggu lift datang. Ketika Sorra memasuki lift itu, ia pun keluar dari tempat persembunyiannya dan berdiri didepan lift yang membawa Sorra. “jadi disini sekarang kau tinggal? Lantai 5?” ia memperhatikan sebuah nomor yang terpampang dilayar besar seraya memamerkan Smirk yang menghiasi wajah tampannya.

 

***

“kemana dia? Sudah 3 hari aku tidak melihatnya. Ahh aku merindukannya” laki-laki yang sedari tadi berdiri didepan kelas itu terlihat gelisah. Ia terus mencari sosok yang telah ia rindukan selama beberapa hari ini. Akhirnya kelas usai, ia pun mendekati pintu kelas itu seraya melihat satu persatu orang yang keluar dari kelas itu. Tapi hasilnya nihil, ia tidak menemukan sosok yang dicarinya. Akhirnya ia menahan tangan salah satu gadis yang baru saja keluar dari dalam kelas untuk menanyakannya sesuatu.

“apa kau melihat Jang Sorra? Apa dia tidak masuk lagi?” Eunhyuk tampak tidak sabar menanti jawaban wanita itu.

“dia tidak masuk.”

“apa kau tahu dimana dia?”

“tidak.” Jawab wanita itu singkat, kemudian Eunhyuk mengucapkan terimakasih lalu pergi dengan rasa kecewa.

Ia duduk disebuah bangku Taman yang berada dibelakang kampusnya. Suasana yang jauh dari keramaian dan angin yang berlalu lalang yang menghempas kekulitnya membuat pikirannya begitu tenang. Ia memejamkan matanya sebentar untuk memikirkan sesuatu. Akhirnya sebuah ide terlintas dalam benaknya. Ia pun segera  membuka matanya lalu pergi dari tempat itu.

 

~~~

“semoga aku tidak salah.” Eunhyuk tersenyum sumringah menanti untuk segera bertemu gadis yang sangat ia rindukan. Saat ini ia sedang berada dalam sebuah lift apartemen yang dulu ia datangi ketika mengikuti Sorra. Ia begitu berharap agar bisa bertemu Sorra untuk melepas rasa rindunya itu. Pintu lift mulai membuka, dengan cepat ia melangkah keluar dari lift tersebut. Dilihatnya sekelilingnya, ternyata hanya ada satu pintu disana, ia pun segera menghampiri pintu tersebut lalu menekan bel yang terpampang disamping pintu apartemen tersebut. Tidak beberapa lama, pintu itu pun terbuka. Dan keluarlah seseorang yang membuat Eunhyuk begitu terkejut.

“kau??” matanya membulat melihat sosok yang keluar dari balik pintu tersebut, begitu juga dengan orang yang tepat berada didepannya.

“untuk apa kau kesini?!” laki-laki itu, Donghae menatap Eunhyuk sinis.

“seharusnya aku yang bertanya, sedang apa kau disini huh?!” keduanya saling menatap sinis, raut wajah emosi juga terlihat diwajah keduanya. Namun tidak lama sesosok wanita datang dari balik pintu tersebut lalu menghampiri keduanya. Wajahnya terkejut ketika mendapati sosok yang dilihatnya.

“hyuk jae? Kenapa kau bisa disini??” ia sama sekali tidak menyangka akan sosok yang dilihatnya ini, berbagai macam pertanyaan pun muncul dalam benaknya.

“kau mengenalnya?” belum sempat Eunhyuk menjawab pertanyaan Sorra, Donghae bertanya seraya menatap Sorra tajam.

“itu..emm..dia..” Sorra terlihat bingung untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan Donghae. Eunhyuk pun segera memotongnya dengan cepat.

“jadi kau tinggal disini sekarang? Bersama laki-laki ini?? Sulit dipercaya!”

“bagaimana kau tahu aku disini??”

“itu tidak penting! Jawab pertanyaanku! Kau tinggal disini dengan laki-laki ini??”

“apa pedulimu! Pergilah dari sini!” perdebatan yang terjadi antara Eunhyuk dan Sorra membuat Donghae semakin bingung. Ia hanya menatap keduanya untuk menanti jawaban yang ada dalam benaknya.

“jadi, apa dia pria yang kau cintai itu? Lee Donghae??” Sorra menyerngit mendengar perkataan yang keluar dari bibir Eunhyuk, ia pun menatap Eunhyuk dan Donghae bergantian.

“kau mengenalnya?” ucap Sorra.

“cih! Sepertinya aku telah salah datang kesini!” Eunhyuk mengabaikan pertanyaan Sorra. Tanpa menunggu aba-aba ia segera pergi meninggalkan apartemen itu.

 

~~~

“jadi dia mantan pacarmu? Benar-benar sulit dipercaya!” Donghae menatap tajam pada Sorra yang kini hanya tertunduk diatas kasur empuknya.

“cih! Kenapa tidak pernah bilang padaku! Apa kau tahu, dia adalah orang yang paling aku benci didunia ini!” sambungnya.

“apa kau mengenalnya??” kini Sorra menatap Donghae yang terlihat berdiri didepannya. Sorra tidak sabar menunggu jawaban laki-laki itu.

“dulu dia adalah teman baik ku, tapi dia mengambil apa yang bukan  miliknya dari ku. Dia adalah penghianat!”  Sorra kembali tertunduk mendengar hal itu, ia seakan tidak berani berlama-lama menatap Donghae yang terlihat sangat marah.

“bukankah dia kuliah Kyunghee? Jadi itu berarti dia satu kampus dengan mu?” kini Donghae kembali menatap tajam pada Sorra. Namun, gadis itu hanya diam tidak menjawab pertanyaan laki-laki yang berada di depannya.

“jawab aku!!” Donghae membentak gadis itu. Terlihat mata Sorra yang mulai berkaca-kaca menahan butiran air asin yang meronta untuk keluar. Akhirnya Sorra angkat bicara seraya menatap Donghae dengan rasa takut.

“baiklah! Itu benar! Ya! dia memang satu kampus denganku!”

“cih!” Donghae hanya mencibir, ia kemudian mengambil paksa ponsel yang ada ditangan Sorra. Jarinya terlihat cekatan menekan-nekan Touchscreen ponsel itu untuk mencari sesuatu.  Matanya kemudian membulat ketika melihat sesuatu yang ada diponsel itu.

“bahkan kau masih berhubungan dengannya?? Woahh hebat sekali!” Donghae menunjukkan ponsel itu dihadapan Sorra, terlihat pesan dari Eunhyuk yang memenuhi kontak masuknya. Ia segera bangkit dari duduknya lalu berdiri dihadapan Donghae.

“aku tidak pernah berhubungan lagi dengannya, dia yang selalu menggangguku, oppa. Percayalah padaku…” gumpalan air itu tidak bisa ia bendung. Kini air mata itu mengalir bebas membasahi wajah mulusnya itu.

“lalu bagaimana dia bisa tahu apartemen ini? Jangan-jangan kau pernah mengajaknya kesini ketika aku tidak ada?! Atau jangan-jangan kalian bersekongkol untuk mempermainkan aku?!!”

“apa?? Kau tega sekali berbicara seperti itu…aku bahkan selalu menghindar jika bertemu dengannya. Aku juga tidak tahu dari mana dia bisa tahu tempat ini. Sungguh percayalah padaku.” Sorra menggenggam tangan Donghae. Air matanya terus berjatuhan, dadanya begitu sesak. Namun, entah setan apa yang merasuki tubuh Donghae, ia menghempaskan kasar tubuh kecil gadis itu hingga gadis itu tersungkur ke lantai.

“kau bohong! Kalian sama saja!!” Seakan tidak peduli lagi pada gadisnya itu, Donghae kemudian pergi meninggalkan gadis yang masih tersungkur dengan air mata yang terus mengalir. Sorra begitu sesak, ia masih tidak percaya akan perlakuan Donghae padanya. Kemana prianya yang dulu? Yang selalu melindunginya, yang selalu mendekap air matanya, yang selalu menghangatkan tubuhnya dengan pelukan hangatnya.

“kau tega sekali…oppa.” lirih gadis itu yang masih tersungkur dilantai.

 

***

Sudah beberapa hari ini Donghae tidak datang ke apartemen Sorra, tepatnya sudah tiga hari. Tidak ada kabar apapun dari laki-laki itu semenjak kejadian tiga hari yang lalu. Sudah puluhan kali Sorra menghubungi Donghae, namun hasilnya nihil, tidak ada jawaban dari laki-laki itu.

“setidaknya bicaralah padaku, agar semua ini jelas. Kau membuatku bingung akan sikapmu. Aku juga tidak bisa jika terus-terusan seperti ini, oppa! Aku hanya ingin kepastian” lirih Sorra dengan mata yang berkaca-kaca. Ia berjalan mundar-mandir seraya memutar-mutar ponsel yang berada ditangannya berharap Donghae membalas puluhan pesan yang telah ia kirim. Namun tidak beberapa lama, ponselnya berdering menandakan pesan masuk. Dengan cepat ia melihat isi pesan itu.

“datanglah ke Tonight club, Donghae ada disana…” entah dari siapa pengirim itu, Sorra tidak peduli. Tanpa membalas pesan itu terlebih dahulu, Sorra kemudian pergi menuju tempat yang disebutkan dalam pesan tadi.

Ketika sampai disana ia melihat-lihat kesekeliling untuk menemukan sosok yang ia cari. Suara bising serta keramaian dalam tempat ini sungguh membuatnya tidak nyaman. Tentu saja, Sorra baru pertama kali datang ke club malam seperti ini. Sorra terus mencari prianya itu, tapi ia tidak kunjung menemukannya. Akhirnya ia terduduk di Bar dengan maksud untuk meringankan rasa lelahnya. Seorang Bartender menawarinya untuk minum, tapi tentu saja ia tolak. Sorra tidak seperti orang korea kebanyakan yang suka meminum minuman beralkohol. “oppa, kau dimana? Huh?” Sorra mulai lelah, setelah satu jam ia berada di club ini, namun ia tidak juga menemukan Donghae-nya. Ketika ia membalikkan badan untuk melangkah pergi, seseorang menabraknya. “maaf…” ucap Sorra pada orang itu. Namun ketika Sorra mendongakkan kepalanya, ia terkejut melihat sosok yang didepannya. “oppa kau?…” tidak! Dia tidak mungkin salah! Benar itu Donghae!tapi kenapa ada seorang wanita sexy disampingnya? Bahkan Donghae terlihat merangkul wanita itu.

“kau? Kenapa ada disini??” Donghae segera menjauh dari wanita yang sedari tadi ia rangkul, wajahnya terlihat panik.

“Aku telah mencarimu selama satu jam disini, aku juga menunggumu selama berhari-hari diapartemen. Apa kau tahu bagaimana aku mencemaskanmu? Tapi sepertinya aku tidak perlu mencemaskanmu lagi, ada seorang penjaga disampingmu kan?” lirih Sorra.

“aku minta maaf.” Donghae menggenggam tangan Sorra erat, namun Sorra segera menghempaskan tangan itu kasar kemudian melangkah pergi. Donghae mengejar gadis itu, namun ia kehilangan jejak Sorra yang menghilang diantara kerumunan banyak orang.Sorra berlari dengan air mata yang terjun bebas dari pelupuk matanya. Ia berlari tanpa melihat apa yang ada didepannya dan menabrak banyak orang yang sedang asyik berdansa. Ia pun menghiraukan cibiran-cibiran yang dilontarkan orang-orang yang ia tabrak seraya terus berlari.

 

***

Semenjak kejadian malam itu, Sorra memutuskan untuk meninggalkan apartemen yang dulu ‘pernah’ menjadi miliknya. Ia kembali tinggal dirumah orang tuanya. Dadanya masih begitu sesak ketika mengingat kejadian malam itu. Sudah puluhan pesan permintaan maaf ia terima, tapi ia tidak berniat sedikitpun untuk membalasnya. Mendengar nama laki-laki itu saja sudah membuatnya muak sekarang. Sudah ada dua laki-laki yang kini telah menambah rasa benci dihatinya. Rasa cinta yang dulu memenuhi hatinya seakan lenyap akan rasa benci yang menggantikan. Sekarang dia sudah tidak percaya akan ‘cinta’. Memory yang gila karena cinta yang dulu pernah ia rasakan pada kedua laki-laki itu perlahan akan mengalir jauh, lenyap akan rasa benci yang menggantikan posisi rasa cinta dalam hatinya.

~~~

Pikiranku yang dipenuhi olehmu

Meskipun pikiran itu mengesampingkanku

Aku berlari mengejar waktu

Tapi disana aku menemukan kau pergi

Aku terburu-buru dan kau cepat-cepat pergi

Seperti kereta cepat

Langkahku terburu-buru setiap hari (menyerah pada ingatan)

 

Lagi-lagi Eunhyuk menatap cincin itu. Memory manis bersama gadis itu seakan terputar kembali dalam bayangannya. Teringat jelas bagaimana dulu ia bermesraan bersama gadis itu. Duduk disofa seraya memegang tangan Sorra lembut, kemudian gadis itu bersender pada bahu kekar Eunhyuk. Itu membuat Eunhyuk semakin merindukan gadis itu. Setelah me-replay kembali memory manis itu, akhirnya Eunhyuk membulatkan tekadnya untuk menemui gadis itu. Cuaca malam yang sedikit mendung tidak menghalangi niatnya untuk menemui gadis itu, walaupun ia tahu pasti gadis itu akan mengacuhkannya lagi. Tapi tidak apa kan, jika ia berharap lagi?

Eunhyuk berlari dengan memegang erat sebuah buket bunga mawar yang terbungkus indah dengan plastik lengkap dengan pita berwarna merah muda. Ia menabrak pengguna jalan lain yang menghalangi jalannya bak seorang badboy

setelah menempuh perjalanan, akhirnya ia sampai didepan rumah Sorra. Entah kenapa nyalinya menjadi ciut tidak berani untuk bertemu Sorra. Segala macam kemungkinan buruk seketika muncul dalam otaknya. Namun, tidak beberapa lama Eunhyuk berdiam diri didepan rumah Sorra, ada sosok wanita yang keluar dari pintu dengan menggenggam payung. Ya! Dia Sorra! Ahh apa dia punya feeling akan kehadiran Eunhyuk? Sorra terdiam sebentar untuk memperjelas penglihatannya akan sosok yang dilihatnya. Perlahan ia mendekati Eunhyuk yang saat ini hanya tertunduk tidak berani menatap gadis itu.

“untuk apa kau kesini? Apa tidak puas telah menghancurkan hubunganku dengannya?!” ucapan yang keluar dari mulut Sorra sukses membuat Eunhyuk mendongakkan wajahnya menatap Sorra, namun Eunhyuk masih bungkam.

“aku tahu kau kan yang mengirimiku pesan agar aku datang ketempat sialan itu?! Kau puas sekarang?!” gadis itu terus merocos mengeluarkan kata-kata yang membuat dada Eunhyuk begitu sesak. Ia kembali tertunduk seakan tidak berani melihat wajah kesal gadis itu.

“aku..aku minta maaf…aku sungguh tidak bermaksud untuk menyakitimu. Sungguh! Maafkan aku…” akhirnya Eunhyuk angkat bicara, ia kemudian menyodorkan buket bunga yang sedari tadi ia genggam itu pada Sorra dengan harapan agar Sorra mau memaafkannya. Kemudian Sorra menatap sekumpulan bunga mawar itu sebentar, lalu mengambil salah satu mawar. Eunhyuk sedikit terkejut melihat itu, perasaan senang mulai tergambar dalam hatinya. Tapi, kemudian Sorra membuang tangkai mawar yang ia pegang tadi. Ohh apa ini? Ia seakan mempermainkan perasaan Eunhyuk yang tadi mulai melayang-layang, namun tiba-tiba seakan jatuh dari ketinggian. Sakit! Kemudian Sorra melangkah pergi meninggalkan Eunhyuk yang masih tidak bergeming. Seakan emosinya meluap, Eunhyuk segera membanting buket bunga itu dengan kasar hingga mawar-mawar itu hancur berserakan.

 

~~~

Jalanan malam yang dingin

Langkah kaki yang menyakitkan ini

Suatu hari, itu semua akan berlalu…

Memory diantara kita yang gila karena cinta

Perlahan akan mengalir jauh

Terlupakan bersama waktu…

 

Aku mencoba menuju hatimu yang tertutup

Tapi diruang kosong ini

Aku menemukan diriku telah hancur…

 

 

Hawa dingin dengan rintikan hujan kecil dilangit kota Seoul malam ini tidak menyurutkan niat Sorra untuk pergi. Ia terus melangkahkan kakinya untuk menuju suatu tempat. Walaupun Mood nya telah dirusak oleh Eunhyuk tadi, tapi ia tidak merubah niatnya untuk bertemu dengan temannya disalah satu cafe. Seperti biasa, ia berjalan melewati jembatan penyebrangan yang memang sering Sorra lewati.

Ketika sampai dijembatan penyebrangan, ia sedikit terkejut melihat laki-laki berbadan tegap dengan mengenakan Coat tebal yang sedang berdiri seraya mengamati suasana jalanan kota Seoul. Donghae, ia sangat hafal bentuk tubuh laki-laki itu, walaupun hanya dari jauh. Kemudian laki-laki itu melihat Sorra sebentar lalu berjalan kearah Sorra. Sampai pada akhirnya keduanya saling bersinggungan satu sama lain, namun tidak ada reaksi antar keduanya. Sorra terus berjalan dengan tatapan lurus kedepan tanpa melihat wajah Donghae, seakan mereka tidak saling mengenal satu sama lain, begitu juga dengan Donghae. Dadanya seakan begitu sesak melihat gadis yang dicintainya itu mengacuhkannya. Memang, entah kenapa Donghae sangat ingin ketempat itu, tapi dia juga tidak menyangka akan bertemu Sorra disini. Walaupun tidak dipungkiri dia sangat senang bertemu gadis itu. Sungguh ingin rasanya memeluk gadis itu, atau hanya sekedar berbincang dengan gadis itu. Namun nyalinya terlalu kecil untuk melakukan itu. Yang bisa ia lakukan sekarang hanyalah mengamati punggung Sorra yang makin lama makin menjauh kemudian hilang dari pandangannya. Ia sungguh tidak bohong jika saat ini ia benar-benar merindukan sosok yang dulu pernah menemani hari-harinya. Semenjak kejadian itu, rasa penyesalan mulai menghantuinya. permintaan maaf-nya pun tidak diterima  gadis itu. Setiap kali datang ke apartemen yang dulu pernah menjadi saksi atas memory manis yang dulu pernah ia lakukan bersama Sorra, bayangan-bayangan kebersamaannya dengan Sorra seakan selalu muncul menimbulkan rasa penyesalan yang semakin mendalam. Tapi sekarang ia tidak bisa melakukan apa-apa, gadis itu sudah terlalu benci padanya. Ya, sangat benci sepertinya, sampai-sampai tidak sugi menegurnya atau sekedar bertatap wajah dengannya.

 

***

Donghae berjalan pelan setelah melewati 30 lantai menggunakan lift. Ia berencana mendatangi atap gedung tempat favorite Sorra untuk hanya sekedar melepas rasa rindunya pada gadis itu, yah walaupun itu mustahil. Tapi setidaknya, ia bisa flashback tentang memory manisnya bersama Sorra. Ketika sampai disana ia melihat sosok laki-laki dengan mengenakan jaket kulit berwarna hitam tengah berdiri seraya memandang kota Seoul dari atap itu. Terlihat raut wajah kekecewaan tergambar jelas dari wajah laki-laki itu. Kemudian Donghae berjalan pelan mendekati laki-laki itu lalu berdiri disampingnya.

“kau disini juga rupanya…” ucap Donghae yang membuat laki-laki berambut cokelat itu menengok kearahnya.

“ck! Aku harap ini hanya kebetulan bertemu denganmu.” Laki-laki itu, Eunhyuk membalas ucapan Donghae malas. Namun tidak ada balasan lagi yang ditimpalkan Donghae. Keduanya pun terdiam cukup lama, seraya memandangi gemerlap kota Seoul yang terlihat indah saat malam hari.

“ternyata gadis itu membawamu kesini juga…” ucapan Eunhyuk tampak diabaikan, namun Donghae sangat mendengarnya dengan jelas. Tempat ini memang banyak menyimpan kenangan manis bersama Sorra, tapi tempat ini juga yang menjadi saksi atas kenangan pahit yang menimpa Eunhyuk dan Donghae. Bagaimana tidak, ini adalah salah satu tempat dimana Sorra mengutarakan kekecewaannya pada Eunhyuk, dan semenjak hari itu Sorra mematenkan rasa bencinya pada Eunhyuk. Ini juga tempat dimana Sorra mengucapkan selamat tinggal pada Donghae.

“bodoh sekali kau…aku mati-matian meminta maaf padanya tapi kau malah membuat kesalahan yang fatal yang dulu pernah aku perbuat padanya. Aku bersusah payah mendekati gadis itu lagi, tapi tetap saja dia mengacuhkanku. Padahal dia amat mencintaimu…yah sebelum kau menghancurkannya.” Ucapan Eunhyuk kali ini sukses membuat Donghae menatap tajam padanya.

“a-apa?! Jadi kau??”

“yah, dulu aku sangat bodoh sama sepertimu. Disaat dia begitu mencintaiku, dengan bodohnya aku menghianati cintanya. Dan sekarang disaat aku mencintai gadis itu lagi, dia sudah sangat membenciku. Sepertinya karma itu memang ada. Waktu yang telah melangkah maju tidak mungkin berjalan mundur. “ Donghae tertunduk lesu mendengar penjelasan Eunhyuk. Bodoh! Kenapa dulu dia tidak percaya dengan Sorra?! Emosinya terlalu memenuhi hatinya saat itu.

“ini juga karena mu! Coba saja kau tidak datang malam itu dan membuat hatiku panas, kejadian waktu itu tidak mungkin terjadi!” Donghae menatap tajam pada Eunhyuk.

“kenapa jadi menyalahkan aku?! Kau sendiri yang terlanjur terbakar rasa cemburumu itu Donghae-ssi ! benar-benar tidak berubah.” Eunhyuk mulai geram, namun sebisa mungkin ia menstabilkan emosinya. Kemudian melanjutkan kembali.

“asal kau tahu, dulu aku tidak pernah merebutnya darimu. Dia sendiri yang datang padaku! Dia bilang dia bosan dengan sikapmu yang sangat pencemburu, itu wajar saja kau mencemburui wanita yang kau cintai. Tapi tanpa kau sadari sifat pencemburuanmu itu menyakiti hatinya. Tanpa mau tahu penjelasanku, kau sudah lebih dulu membenciku. Ck! Sekarang terulang kembali” Eunhyuk mencoba mengulik kembali lembaran-lembaran memory yang masih teringat jelas dalam otaknya. Kejadian beberapa tahun silam yang membuat hubungan baik keduanya hancur seperti sekarang.  Bukan Sorra yang mereka bicarakan kali ini, tapi seseorang yang pernah menjadi bagian dari keduanya juga. Donghae kembali tertunduk, matanya mulai berkaca-kaca menahan gumpalan air mata yang meronta untuk keluar, tangannya mengepal dengan keras besi penyanggah atap itu. Rasa sesak mulai memenuhi hatinya. Kini mereka hanya terdiam sembari meratap menyesali kejadian atas kebodohan yang mereka lakukan yang tidak mungkin dapat di replay kembali.

 

~OoO~

Donghae terdiam disebuah dinding yang terlihat nampak usang. Tatapannya tertunduk lesu. Ia masih memikirkan perkataan Dokter tadi. Ini bukan sebuah tempat yang formal jika dikatakan sebagai ‘Rumah sakit’. tapi laki-laki paruh baya itu benar memang seorang dokter yang dapat menghapus ingatan seseorang. Ingatan akan gadisnya itu seakan mengusiknya kembali menimbulkan rasa sesak didadanya. Apa jalan yang ia ambil ini benar? Apa dengan menghapus ingatannya akan menghilangkan rasa sakit dan penyesalan akan gadis itu? Matanya pun mulai berkaca-kaca. Namun sosok laki-laki tiba-tiba datang dari arah depannya. Sontak Donghae mendongakkan wajahnya dan melihat laki-laki itu. Eunhyuk, mau apa dia disini? Apa Eunhyuk akan melakukan hal yang sama yang ingin Donghae lakukan? Mengingat laki-laki itu juga merasakan hal yang sama dengannya. Dia berjalan lurus mengabaikan Donghae yang baru saja dilewatinya, ia berjalan keruang praktek dokter itu.  Begitu juga dengan Donghae, ia pun segera bangkit untuk melangkah keluar dari tempat itu. Mereka berjalan saling melewati begitu saja. Tidak ada yang berubah, menjauh atau berbaikan. Semuanya tampak sama seperti kemarin…

 

 

Sekarang kita seperti buku tua dan usang penuh dengan coretan

Aku mencoba menuju ingatanku yang hilang

Tapi sekarang aku tidak bisa melihatmu…

Aku menemukan kita telah menghilang

Aku pikir waktu telah berakhir

Tapi aku harap kau tidak sakit sebanyak aku

Aku mengharapkannya setiap hari, tak terhitung

Aku berharap kau tidak mengingatnya sebanyak yang aku lakukan

Aku berharap kau lebih baik dariku (hari ini dan besok)…

 

THE END !!

 

Maap kalo gaje, de-el-el kkk~

Kritik dan saran sangat diperlukan ;;)

 

2 Comments (+add yours?)

  1. 1211dooty
    May 17, 2015 @ 19:54:10

    dokter spesialis penghapus ingatan ? wahh keren..
    bagus thor ff nya.. nyambuk kok sama mv nya..
    aku kira itu psikiater … donghae & eunhyuk yg gagal cinta :b wkwkwk

    Reply

  2. entik
    May 20, 2015 @ 09:32:00

    Aku suka,Yg jelas good. Kalo emsng beneran ada dkter yg bisa menghapus ingtan, kay nya aku juga mau ketemu sama dokter itu..

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: