우리는 다시 만날 (We Meet Again) [2/?]

We Meet Again

Author : chokim

Tittle : part 2

Cast : Cho KyuHyun

Kim KiHyun (OC)

Other Cast :

Jung Hyera

Genre : Romance, little angst

Rating : PG

Length : Chapter

 

***

 

Luka yang kau torehkan pada ku sangatlah dalam, tapi apa daya ku nyatanya aku dengan mudah memaafkan mu.

_Kim KiHyun_

Ijinkan aku hanya untuk sekedar meminta maaf dan mendapatkan hati mu lagi.

_Cho KyuHyun _

***

 

Kyuhyun POV

Setelah perkenalan, aku akhirnya diperbolehkan oleh appa untuk istirahat sejenak karena mulai besok aku akan mulai bekerja menggantikan appa. Tapi aku tidak langsung pulang, melainkan menunggu Kihyun selesai bekerja, aku ingin tau di mana sekarang dia tinggal, karena aku tak menemukannya lagi di apartementnya yang dulu. Park ajusshi juga ku suruh pulang duluan naik taxi.

“Kihyun-aa .. bogoshipta” lirih ku. “Ahh sebaiknya aku pulang dulu ganti baju” pikir ku.

 

_Sejam kemudian_

 

“Aku pulang” ujar ku.

“Eo? Kyuhyun-aa akhirnya kau pulang juga, eomma sudah lama menunggumu pulang” seru eomma ku senang.

“Aku tadi mampir dulu ke kantor karena appa ingin mengenalkan ku kepada rekan kerja serta karyawan appa”

“Aish .. orang tua itu benar-benar .. apa dia tidak tau kalau anaknya baru saja pulang dan pastinya sangat kelelahan” gerutu eomma.

“Aniya eomma, nan gwenchanna” jawab ku sambil memeluk eomma. Betapa aku sangat merindukan pelukan eomma, lima tahun lamanya aku meninggalkan keluarga ku.

“Ahh .. eomma aku mau ganti baju dulu” kata ku pada eomma.

“Eo .. cepatlah ganti baju terus kau langsung ke dapur .. eomma sudah buatkan makanan kesukaanmu” ucap eomma sambil mengelus wajah ku sayang.

“Ne” ucapku. Setelah itu aku berlari menuju kamarku di lantai dua.

“Jangan berlari Kyuhyun-aa!” teriak eomma. Tapi tak ku dengarkan.

 

***

 

Kihyun POV

“Huhh ..” sudah berulang-ulang kali ku hembuskan nafasku kasar sejak keluar dari ruang rapat tersebut.

“Ahh .. wae~ .. kenapa aku harus bertemu lagi dengannya .. tidak bisa kah aku hidup tenang sekarang” ucapku.

Sekarang yang ku pikirkan bagaimana bisa aku fokus bekerja sementara dia akan menjadi atasan ku, yang lebih parah lagi aku sekarang menjadi asisstennya. Yap asissten.

Flashback

“Chogio .. Kim Kihyun-ssi” panggil sajangnim

“Ne? .. saya sajangnim?” tanya ku.

“Iya .. ada yang saya ingin bicarakan dengan anda nona Kim”

“Apa itu sajangnim?”

“Begini .. asissten saya yang dulukan sudah berhenti bekerja, jadi saya ingin anda yang menjadi asissten anak saya”

“Ne?”

“Waeyo nona Kim? .. apakah anda tidak mau?”

“Aniyo sajangnim, bukan begitu maksud saya .. tapi saya di sinikan melamar menjadi karyawan bukan menjadi asissten”

“Saya sudah membaca surat lamaran anda serta riwayat anda nona Kim, maka dari itu saya meminta anda nona Kim menjadi asissten anak saya .. bagaimana nona Kim, apakah anda mau?”

“Baiklah sajangnim .. saya mau”

“Terima kasih nona Kim”

“Ne sajangnim ..”

Flashback End

“Kenapa sulit sekali melupakanmu Kyuhyun-aa” lirih ku pelan.

“Ya~ Kihyun-aa wae geure?” tanya Hyera.

“Eo? .. ani .. nan gwenchanna” ucapku tersenyum.

“Berhentilah berbohong dan mengatakan kau baik-baik saja padahal kau tidak dalam keadaan baik-baik saja Kihyun-aa” ucap Hyera menatap ku tajam.

“Mian ..” sesalku.

“Sekarang kau boleh menangis” suruh Hyera pada ku.

“Siapa yang ingin menangis?” bohong ku.

“Neo .. gwenchanna  Kihyun-aa, kau boleh menangis sepuasnya untuk meluapkan perasaanmu, kau tau .. kau tampak mengenaskan sekarang” ucap Hyera lagi.

“Hyera-aa .. hiks ..” panggil ku. Aku tidak dapat menahan desakan air mata ku sendiri, dan akhirnya aku menangis seperti apa yang di katakana Hyera sebelumnya.

“Gwenchanna ..” hibur Hyera.

“Aku .. hiks .. kenapa rasanya .. hiks .. sesak sekali .. hiks .. di .. hiks .. di .. hiks .. di dadaku .. hiks ..” ucap ku tersedat. Aku benar-benar tidak dapat menahan air mata ku sekarang. Aku merasa ingin menangis kencang, untuk meluapkan perasaanku.

“Gwenchanna, menangislah sepuasnya Kihyun-aa, tapi kau harus janji pada ku setelah kau menangis ini, kau harus tersenyum dan ceria kembali, arra” hibur Hyera lagi.

“Eo .. hiks ..” ucap ku masih dalam keadaan menangis.

 

***

 

Kyuhyun POV

“Eomma .. aku pergi dulu”

“Kemana? .. bukannya kau baru saja pulang Kyuhyun-aa”

“Ke suatu tempat .. rahasia”

“Baiklah .. tapi hati-hati di jalan dan jangan ngebut di jalanan Kyuhyun-aa!”

Setelah makan siang di rumah dan melepaskan rindu bersama eomma, aku kembali lagi ke kantor karena sebentar lagi jam pulang kerja, aku tidak ingin melewatkan itu.

 

_Tiga jam kemudian_

 

Sudah tiga jam aku berdiam diri di dalam mobil menunggu Kihyun, akhirnya dia keluar juga dari gedung tersebut. Sepertinya Kihyun tidak pulang bersama sahabatnya, Hyera. Dia melambaikan tangan pada Hyera dan berjalan menuju halte bis dekat kantor. Seandainya aku tidak melakukan kesalahan terhadapnya mungkin sekarang aku bisa dengan leluasa mengantarnya pulang.

“Kenapa kau tidak menggunakan jaket dan hanya memakai pakaian kantor yang tipis itu Kihyun-aa, padahal kau tau sekarang musim dingin” batin ku.

Lihatlah sekarang dia mulai menggosokkan kedua tangannya dan meletakkannya kewajahnya sendiri. Rasanya aku ingin berlari dan mememluk mu, seperti yang ku lakukan dulu saat kau kedingin seperti ini.

“Kihyun-aa ku mohon jangan kau lakukan lagi kebiasaan bodoh mu ini, karena sekarang aku tidak bisa lagi memelukmu sesuka hati ku” batin ku.

Flashback

“Ya! .. kau ingin mati, hah!” teriak ku.

“Aish berhentilah berteriak bodoh” kesalnya.

“Kau yang bodoh! .. tidak bisakah kau mengenakan jaketmu saat musim dingin dan hujan” teriak ku lagi, tapi setelah itu nada bicara ku berubah lembut kembali.

“Tidak bisa” sahutnya cepat.

“Aish anak ini benar-benar ..” kesal ku.

“Kihyun-aa kau bisa mati kedinginan bila terus seperti ini” lanjut ku lagi.

“Aku tidak akan mati kedingin selama masih ada kau Kyuhyun-aa” ucapnya santai.

“Saat seperti ini kau masih sempat menggoda ku, hah” gerutu ku sambil tersenyum.

“Ani .. aku tidak bermaksud menggoda mu tapi itu adalah kenyataan .. saat aku kedinginan kau pasti akan datang dan langsung memelukku, meskipun kau harus marah-marah terlebih dahulu, tapi aku suka semua itu” sahutnya panjang lebar.

“Kau tau kenapa aku melakukan semua itu?” tanya ku.

“Wae?” ucapnya.

“Karena aku sangat-sangat mencintaimu, melebihi diriku sendiri” ucap ku serius sambil memeluknya erat.

“Terima kasih Kyuhyun-aa .. atas ketulusanmu selama ini” ucapnya sambil memelukku erat juga.

Flashback End

Akhirnya bis yang akan mengantarkan Kihyun pulang datang juga.

 

***

 

Kihyun POV

“Kihyun-aa mianhae .. aku tidak bisa pulang bersama mu”

“Gwenchanna Hyera-aa”

“Tapi-“

“Aku sekarang bukan anak kecil lagi Hyera-aa, aku bisa pulang sendiri, lagi pula arah rumah kita berlawanan”

“Arraseo .. bila ada apa-apa di jalan kau harus menelpon ku, oke?”

“Cih .. aku bukan anak-anak lagi Hyera-aa”

“Aku tau .. tapi kau ha-”

“Arra ..”

“Geure .. annyeong Kihyun-aa .. sampai berjumpa besok”

“Eo .. annyeong”

Setelah berpisah dengan Hyera aku segara menuju halte bis dekat kantor. Aku duduk sambil menunggu bisnya datang.

Ku gosokkan kedua tangan ku terus menempelkannya pada wajah ku. Sekarang sudah memasukki musim dingin dan aku lupa membawa jaketku. Saat-saat seperti ini mengingatkan ku pada Kyuhyun, biasanya saat seperti ini dia akan memelukku ku erat agar aku tidak kedinginan.

“Aish apa yang kau pikirkan Kihyun-aa .. sekarang Kyuhyun tidak akan pernah memeluk mu lagi” ucapku pada diriku sendiri sambil memukul kepalaku pelan.

“Kenapa juga aku harus mengingatnya lagi” batin ku.

Setelah menunggu cukup lama akhirnya bis yang akan mengantarkan ku pulang datang juga. Aku segera bergegas masuk ke dalam bis sebelum aku ketinggalan dan membeku di halte bis ini.

 

***

 

Kyuhyun POV

Akhirnya aku tau di mana sekarang Kihyun tinggal, dan aku sangat senang, karena rumah Kihyun dekat dengan rumah ku, hanya berbeda beberapa blok saja. Apakah ini pertanda bahwa kami berjodoh. Semoga saja.

“Aku pulang” seru ku senang.

“Eo? Kyuhyun-aa bukankah kau sudah pulang dari tadi siang?” tanya appa.

“Aku tadi bertemu dengan teman lamaku” jawab ku.

“Siapa itu? Yeojachingumu kah?” tanya appa.

“Ne? .. a .. anniyo appa” jawab ku tergagap.

“Cih … anak muda jaman sekarang, tidak pernah mau jujur” sindir appa pada ku.

“Aku selalu jujur” sahut ku tidak mau kalah.

“Benarkah? .. apa itu bisa dipercaya?” tanya apa sekali lagi.

“Ne” jawab ku.

“Aish .. kalian berdua ini .. Kyuhyun-aa cepat mandi sana dan kita makan malam bersama” suruh eomma.

“Ne eomma”

“Kyuhyun-aa kau harus mengenalkan pada eomma dan appa siapa teman lamamu itu ..” teriak appa saat aku melangkah menuju tangga. Aish appa benar-benar membuatku malu.

Ada saatnya aku akan mengenalkan kalian berdua pada perempuan yang sudah mengisi seluruh ruang yang ada dihatiku eomma appa.

 

***

 

KihyunPOV

“Aku pulang” seru ku.

“Kau sudah pulang?” tanya eomma.

“Ne eomma” jawab ku.

“Cepat mandi terus makan malam bersama” suruh eomma.

“Ne eomma” jawab ku lagi.

“Ada apa denganmu Kihyun-aa” tanya eomma penasaran.

“Ne? .. nan gwenchanna eomma” jawabku sambil tersenyum dipaksakan.

“Benarkah? .. apakah ada malasalah di kantor?” tanya eomma. Ternyata eomma masih saja penasaran, meski sudah ku katakan aku tidak apa-apa.

“Eiy .. aku kan baru saja bekerja masa sudah dapat masalah, aku cuma kelelahan saja eomma” bohongku, meski ku tau aku tidak dapat berbohong padanya.

“Kalau kau kelelahan berendamlah dengan air hangat .. apa perlu eomma siapkan air hangat nya” saran eomma.

“Anniya eomma, aku bisa sendiri” ucap ku.

“Baiklah kalau begitu .. eomma dan appa tunggu, oke” kata eomma.

“Ne” jawab ku.

 

_Ruang Makan_

 

“Kihyun-aa eomma dan appa akan pergi” kata appa disela keheningan kami.

“Kemana?” tanya ku.

“Ke jeju, appa ada pekerjaan di sana .. kau tidak apa-apakan kalau di tinggal sendirian di rumah” jawab appa.

“Hmm .. berapa lama kalian di sana? Aku tidak apa-apa appa, kalian tenang saja” tanya ku lagi.

“Mungkin sekitar satu minggu, apa perlu appa menyuruh Hyera menemanimu di rumah, lagi pula tempat kalian bekerjakan sama” saran appa.

“Anniya appa aku bisa sendiri, sekarang aku bukan anak kecil lagi” sahut ku cepat.

“Bagi kami kau masih anak perempuan kecil kami yang manja” sela eomma.

“Aish berhentilah mengatakan aku manja” kesal ku.

“Kami berharap, kami sempat melihatmu menikah dan mempunyai anak yang lucu” ucap eomma tiba-tiba.

“Appa juga berharap bisa mengantarmu saat di altar nanti pada calon suamimu” sahut appa.

“Eomma, appa, kenapa kalian bicara seperti itu, seakan-akan kalian ingin meninggalkan ku selamanya” kata ku, perasaan ku mengatakan bahwa akan terjadi sesuatu nantinya.

“Kau tau eomma dan appa tidak akan selamanya bisa terus bersamamu Kihyun-aa, eomma dan appa sudah terlalu tua sekarang, jadi appa harap kau segera menikahlah dan menemukan seseorang yang nantinya akan mengantikan kami untuk menjaga mu” ucap appa.

“Eomma juga tidak pernah melihat mu memperkenalkan teman pria mu pada kami” ucap eomma.

“Ahh .. itu .. aku sedang tidak ingin menjalin hubungan eomma” jujur ku.

“Eomma harap kau tidak akan seperti dulu lagi Kihyun-aa” ucap eomma.

“Ne eomma” lirih ku.

 

TBC

1 Comment (+add yours?)

  1. lieyabunda
    May 21, 2015 @ 18:45:59

    lanjut,,, kalo bisa panjangin yaa….

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: