The last Tuxedo

lastuxe

Tittle              : The last Tuxedo

Main Cast    : Lee Donghae, Lee YooJin(OC), And Other

Genre           : Married Life, Romance, Hurt, Sad

Length         : One Shoot

Author         : DongdongFish

DISCLAIMER: This is my 2nd Fanfiction ^^

Ini FF terinspirasi dari film korea Wedding dress, tapi ini murni hasil pemikiran saya😉 So, enjoy it! And dont be black readers/? =))

 

****

 

Hey! Wake up baby! Ini sudah pagi, mau sampai kapan berbaring disini? Bangunlah, kau bisa terlambat nanti

Suara khas gadis itu terdengar nyaring, dengan lembut gadis itu mencoba membangunkan suaminya yang masih terlelap itu. Sudah menjadi hal yang biasa, jika setiap pagi Yoo jin harus membangunkan suaminya itu dengan penuh kesabaran. Dan ini adalah hari ke 324 semenjak mereka mengucapkan janji suci mereka. maklum saja, suaminya yang bernama Lee Donghae itu sangat susah bangun jika sudah tidur.

“uh kau sudah bangun? Hehe good morning my beautiful wife” dengan masih setengah sadar, lelaki itu mencoba bangkit dari tidurnya.

“hey bahkan aku sudah rapi, kau tidak melihatnya?!  Cepatlah bangun” jawab gadis itu seraya menarik selimut yang masih tergerai dibadan suaminya itu.

“ah benar, hehe. Baiklah aku bangun, tapi…” balas donghae dengan manja, seraya menunjuk  kearah bibir. Sepertinya Yoojin sangat mengerti apa yang dimaksud suaminya itu. Terkadang suaminya itu memang seperti anak kecil.

Chuuu~

“sudah kan, jadi cepatlah bangun”

“aishh! Kenapa hanya dijidat? Aku tidak mauu” balas Donghae merengek.

“kau tidak akan mendapatkannya sebelum kau mandi! jadi cepatlah bergegas, aku akan menyiapkan sarapan” ujar Yoojin lalu melangkah keluar.

“ck! baiklah aku akan segera bergegas, dan kau harus menciumku 3 kali! Ah tidak, 10kali ! mengerti?! Haha!”Donghae tertawa Evil pada Yoojin yang kini telah menghilang dibalik pintu.

 

~~~

*dimobil

“apa kau akan pulang malam?” tanya Yoojin seraya menatap suaminya lembut.

“entahlah, kau sendiri? Sepertinya kau sibuk akhir-akhir ini hmm”balas Donghae tanpa berpaling dari pandangannya kearah jalan.

“eumm,  aku..sedang banyak pesanan akhir-akhir ini. kau tahu, banyak sekali orang yg menikah tahun ini, makanya aku sibuk sekali untuk merancang gaun” jawab Yoojin gugup.

“begitukah? Baiklah tapi kau harus janji padaku, kau tidak boleh kelelahan. Jagalah makanmu dan minumlah vitamin agar tubuhmu tetap sehat. Mengerti?” Donghae memang sangat mengerti gadisnya itu. Padahal sudah beberapa kali Donghae minta agar Yoojin berhenti bekerja, tapi tetap saja istrinya itu keras kepala. Maklum saja, merancang baju adalah kegemaran Yoojin sedari SMA, dan kini dia telah menjadi Designer hebat dikorea.

“yes sir! arregesemnida!” jawab Yoojin seraya tertawa.

“baiklah kita sudah sampai nona” Donghae menatap yoojin seraya memamerkan senyum manisnya.

“nanti aku akan menyiapkan makan malam. Apa yang kau inginkan? Aku akan memasak yang enak untukmu”

“semua makanan yang kau masak  enak, jadi aku akan memakan apapun yang kau masak”

“baiklah aku akan memasak banyak untukmu” ujar Yoojin, dan ia pun mengecup bibir Donghae  sekilas sebelum ia keluar dari mobil.

“hati-hati! Bekerjalah dengan benar suami ku!” entah Donghae dengar atau tidak, gadis itu berteriak seraya terus melambai pada mobil yang kini menjauh darinya.“maaf aku berbohong”batin yoojin  tertunduk.

 

****

“hey, bagaimana dengan Tuxedo ini? seseorang ingin membelinya dengan harga tinggi, padahal aku sudah bilang jika ini tidak dijual”

Suara gadis yang menjadi partner kerja Yoojin itu seketika menyadarkan dari lamunannya, dengan cepat Yoojin langsung meraih Tuxedo yang berada ditangan temannya itu.

“bukankah sudah kubilang ini tidak dijual! Kau kasih pilihan lain saja pada orang itu” ujar Yoojin dengan sedikit kesal

“ya! Kalau tidak untuk dijual kenapa dibuat! Ah membuatku gila”

“ini…ini untuk suami ku, aku sengaja membuatnya untuk hadiah dihari ulang tahunnya nanti!”

“hoaah.. terserah kau saja lah” balas Sanhee lalu pergi. Yoojin hanya menatap Tuxedo itu seraya membersihkannya dengan tangan mulusnya itu.

“aku telah membuat ini dari beberapa bulan yang lalu, dan aku ingin mendapatkan hasil yang benar-benar bagus. Aku harap kau akan menyukainya” gumam yoojin seraya tersenyum.

 

****

“sudah hampir jam 11, tapi kenapa dia belum pulang juga? Arrggh membuatku cemas”

Cerutu gadis yang kini terlihat cemas menunggu suaminya yang belum juga pulang. Telah berulang kali ia mencoba menghubungi ponselnya, namun itu justru semakin membuatnya cemas karna ponselnya pun tidak aktif. “kenapa suka sekali membuatku cemas. Uh?!”gumam Yoojin yang sedari tadi berjalan mundar-mandir seraya memutar-mutar ponsel yang berada ditangannya. Namun tidak lama, ponselnya berdering. Tanpa melihat siapa pemanggil itu, ia langsung menjawab telepon itu.

“yeoboseyo, yeobo! Kau dimana? Uh?!”tanya Yoojin antusias, entah mengapa ia langsung berfikir bahwa Donghae lah yg menghubunginya.

“maaf apa ini dengan Lee Yoojin?”tanya seseorang dengan suara berat yang seketika membuatnya bingung

“N-Nde, nuguseyo?” tanya nya pelan.

“kami dari pihak kepolisian, suami anda yg bernama Lee Donghae mengalami kecelakaan didaerah Gwanghee, mobilnya menabrak pembatas  jalan dan kini ia sudah dilarikan ke Moondae Hospital”jelas orang itu yang seketika membuat badan yoojin melemas, matanya membulat, tangan dan kaki nya kini bergetar dan tanpa disadari ia menjatuhkan ponselnya itu. Ia terdiam sebentar untuk mencerna lagi apa yang dikatakan seseorang yang mengaku polisi itu. Tanpa disadari butiran air mata mulai terjatuh membasahi pipinya, lalu ia akhirnya bangkit dan bergegas untuk pergi kerumah sakit. Ketika ia membuka pintu, ada seseorang yang juga membuka pintu rumahnya.

“kyu-kyuhyun?”ucap Yoojin yang tampak heran melihat kyuhyun yang kini berada dihadapannya.

“apa kau baik-baik saja?”tanya kyuhyun cemas seraya memegang bahu yoojin.

“Dong..Donghae…”balas Yoojin terbata-bata.

“aku tahu, tadi polisi menghubungiku. Kau tenanglah, dia akan baik-baik saja. Ayo kita kesana, tapi kau harus janji untuk tetap tenang. mengerti?”ucap Kyuhyun mencoba menenangkan Yoojin. Iapun mengangguk pertanda mengerti, dan mereka segera bergegas untuk  pergi kerumah sakit. Kyuhyun memang selalu datang disaat yang tepat! Bisa dibilang ia adalah malaikat keduanya setelah Donghae. Memang, Kyuhyun hanya manager pribadi Donghae, namun mereka bertiga sudah sangat akrab seperti seorang keluarga.

 

~~~

“dimana dia? Suamiku! Dimana dia?!”tanya Yoojin pada suster dengan tergesa-gesa

“maaf nyonya, siapa suami anda?”jawab suster itu bingung.

“Donghae! Lee donghae pasien yang baru saja kecelakaan”ucap Yoojin dengan cepat

“ah pasien bernama lee, dia ada diruang gawat darurat dilantai 3 no 113 nyonya, dia sedang dalam penanganan sekarang”Tanpa menjawab, Yoojin langsung berlari menuju keruangan yang dikatakan suster itu tadi.

“kamsahamnida”ucap Kyuhyun pada suster itu dan langsung berlari mengejar Yoojin.

 

Ketika sampai disana, terlihat ada sejumlah polisi yang menunggu didepan ruang UGD. Mereka pun menghampiri Yoojin dan Kyuhyun.

“apa kau yang bernama Lee Yoojin?”tanya salah satu polisi itu

“Ya, mana suamiku? Aku mau melihatnya, dimana dia?!”

“tenanglah, suami anda kini sedang dalam penanganan dokter. Sebaiknya anda berdoa memohon yang terbaik untuk suami anda”balas polisi itu mencoba menenangkan Yoojin. Yoojin pun  tertunduk lesu, badannya lemas, air matanya terus mengalir deras.

“sebenernya ada apa denggannya? Kenapa bisa seperti ini?”Yoojin terduduk lemas dibangku, Kyuhyun merangkul Yoojin erat dengan tangannya.

“begini nyonya.  ketika kami sedang berpatroli, kami melihat mobil suami Anda sudah menabrak pembatas jalan. Ketika kami melihat kedalam mobil, suami Anda sudah tidak sadar. lantas kami langsung membawanya kerumah sakit. Ketika itu kami memeriksa mobil suami Anda, tapi setelah kami selidiki, didalam mobil tidak ada apa-apa. Karna jalanan saat itu sangat licin dikarenakan hujan, jadi kami menduga mobil itu tergelincir sehingga ia lepas kendali dan menabrak pembatas jalan, ditambah lagi jalanan disana begitu gelap karena sejumlah lampu jalan disana rusak. Dan sepertinya suami Anda membawa mobil dengan kecepatan penuh saat itu”jelas salah satu polisi itu. Yoojin tak dapat mengeluarkan kata-katanya lagi, hanya air mata yang dapat menggambarkan hatinya saat ini.

 

****

 

“bangunlah baby, apa kau tidak bosan terus berbaring seperti ini? Uh?!” ucap Yoojin pada pria yang kini berbaring  tak berdaya didepannya itu.  Matanya tampak sayu, wajahnya pucat, bahkan kantung matanya kini terlihat sama seperti mata panda. Maklum saja, sudah 3 hari ia berada dirumah sakit, dengan setia ia selalu berada disamping suaminya itu seraya terus menggenggam tangannya. Sudah berulang kali kyuhyun dan orang tua Yoojin membujuknya untuk pulang, namun mereka tahu, Yoojin orang yang keras kepala.

“bangunlah, bukankah 3 hari lagi ulang tahunmu? Aku  sudah mempersiapkan hadiah untukmu, dan kau harus menerimanya. Jadi cepatlah bangun dan kita rayakan ulang tahunmu”ucap Yoojin seraya membelai wajah suaminya itu dengan tangan mulusnya. Tidak henti-hentinya ia memanjatkan doa untuk kesembuhan suaminya, sampai-sampai ia melupakan kesehatan dirinya sendiri.

 

~~~

“bagaimana kondisi suami mu?”pertanyaan yang membuat Yoojin tidak berkutit terucap dari bibir Sanhee. Yoojin hanya tertunduk lesu dibawah pohon rindang yang menghalangi tubuhnya dari sinar matahari yang begitu terang ditaman rumah sakit.

“bahkan ia belum mencobanya”terlihat raut wajah Yoojin yang tampak kecewa.

“tenanglah, pasti ia akan bangun. Aku yakin dia akan menyukainya, bukankah baju itu sudah banyak yang ingin membelinya? Itu karna baju itu sangat bagus. Ah…sejujurnya aku iri padamu”ujar  Sanhee mencoba menghibur Yoojin, Yoojin hanya tertawa kecil membalasnya.

 

“maaf Ny.Lee, Anda  dipanggil untuk segera datang keruang perawatan Tn. Lee”ucap suster yang tiba-tiba datang dengan tergesa-gesa.

“ada apa dengan suamiku??” tanya Yoojin dengan serius.

“suami Anda telah sadar dan ia terus memanggil nama Anda”tanpa membalas pernyataan suster itu, iapun segera bangkit dari tempat duduk itu dan berlari menuju ruang perawatan Donghae. Begitu sampai disana, terlihat sudah ada Kyuhyun dan orang tua Donghae yang sedang memeluk Donghae yang kini telah sadar dari tidur panjangnya. Perlahan Yoojin mendekati Donghae  seraya menahan air mata yang meronta untuk keluar dari pelupuk matanya, ia pun tersenyum haru“Annyeong…” sapa  Donghae pada Yoojin seraya tersenyum. Yoojin pun membalas dengan senyuman  dan langsung memeluk suaminya itu.

“apa tidurnya nyenyak?”ucap Yoojin yang mulai merenggangkan pelukannya lalu menatap suaminya lembut.

“eumm..”Donghae memamerkan senyuman manisnya.

“kenapa? Kenapa tidurnya lama sekali? Kau tahu aku jadi harus memeluk guling setiap kali aku tidur”Yoojin terkekeh.

“Maaf…kau tahu? Kau berisik sekali setiap hari membangunkanku, jadinya aku bangun sekarang. Aku sangat merindukanmu…” Donghae pun memeluk kembali gadis itu dengan erat untuk melepas rasa rindunya.

“ benarkan apa yang aku katakan! Baru saja tadi aku mendoakan suamimu agar cepat bangun, dan apa? Doaku langsung terkabul! Wahh aku seperti dewa” celetuk Sanhee tiba-tiba, membuat orang yang ada disini tertawa. Kini semua telah kembali seperti semula… kebahagiaan yang sempat hilang darinya, kini ia mendapatkannya kembali. Yoojin begitu bahagia, senyumnya telah kembali merkah diwajah cantiknya.

 

~~~

“besok adalah hari ulang tahunmu, aku sangat ingin merayakannya tapi dokter belum mengijinkanku untuk membawamu pulang” ucap Yoojin dengan raut kekecewaan.

“ahh apa kita kabur saja?”balas Donghae terkekeh.

“lagi pula aku tidak memerlukan itu, yang aku butuhkan hanyalah kau, istriku..kau berada disampingku saja itu sudah cukup bagiku” sambungnya, namun kali ini ia berbicara serius dengan senyum manis yang mengembang diwajahnya. Yoojin pun tersenyum merona mendengar hal itu . Ia pun memeluk Donghae sekilas dan mengecup keningnya.

“baiklah…tapi kau tidak bisa menolak kadoku. tunggu sebentar”dengan segera Yoojin mengambil koper yang  ia bawa dan membuka isi koper itu, Donghae hanya melihatnya bingung.

“chaa~ ini kadoku dan kau tidak boleh menolaknya”dengan wajah berseri, ia memperlihatkan Tuxedo yang telah lama ia buat pada suaminya itu. Perlahan Donghae meraih Tuxedo yang  ada pada genggaman Yoojin, ia pun tersenyum seraya terus memperhatikan tuxedo itu. Jas  dan celana hitam dengan kemeja berwarna putih dibalut dengan rompi yang berwarna abu-abu bergaris ditambah dengan dasi kupu-kupu menambah kesan indah pada Tuxedo itu. Tentu saja Tuxedo ini berbeda dari Tuxedo lain, corak serta design special yang Yoojin buat seakan menambah keindahan pada Tuxedo itu.

“apa ini kau yang membuatnya?”

“tentu. bagaimana? Bagus tidak? Kau tahu, aku telah membuat ini lebih dari 3 bulan. Sebenarnya ini yang membuatku pulang larut malam.  Hehe maaf”

“apa? Jadi selama ini kau membohongiku ya? Ck! kau ini..bagaimana bisa aku tidak menyukai ini. Ah jadi ini yang membuat kantung matamu itu semakin besar, aku jadi tidak tega untuk memakainya” ujar Donghae  seraya tersenyum.

“yaish..jadi untuk apa aku membuatnya jika tidak untuk dipakai, pokonya besok kau harus memakainya  dihari ulang tahunmu.  arraseo?”

“bahkan sekalipun aku berada disini? Dirumah sakit? Haha baiklah-baiklah”

“eo! dan kau akan menjadi pasien  tertampan  yang mengenakan tuxedo sebagai pakaian rumah sakit”balas Yoojin terkekeh.  Lalu Donghae memeluknya dengan  erat seraya berbisik “Terimakasih..mungkin aku tidak akan bisa membalas semua perlakuan baikmu lebih dari perlakuan baikmu kepadaku. Tapi yang perlu kau tahu, rasa cinta dan sayangku terhadapmu melebihi apa yang kau rasakan terhadapku.  Mungkin aku bukan lelaki romantis yang suka mengumbar kata-kata manis.  Bukannya aku tidak mau, hanya saja aku tidak tahu bagaimana cara harus memulainya.  Untuk itu tetaplah hidup sebagai gadisku, walaupun mungkin suatu saat raga kita tidak dapat kita satukan. Tapi berjanjilah jika hati kita akan terus bersama….Saranghae”tanpa disadari butiran cairan bening menetes dari pelupuk mata Yoojin. Ia tidak mampu menggerakan bibirnya yang saat ini begitu keluh ketika mendengar Donghae mengatakan seperti itu. Memang ia merasa bahagia ketika Donghae berbicara hal itu padanya, namun ia juga takut, takut akan kehilangan lelaki yang sudah menjadi separuh hidupnya itu. Ia pun mempererat pelukannya itu dan mencoba menghapus air mata yang membasahi wajahnya.

 

****

“saengil chukkae hamnida..saengil chukkae hamnida..saranghanda Lee Donghae…saengil chukkae hamnida”kue ulang tahun dengan lilin  yang menghiasi kue itu ia bawa dengan hati-hati. Lagu selamat ulang tahun pun ia nyanyikan sebagai pengiring langkah kakinya menuju kamar rumah sakit. Tepat pukul 12 malam ia mendatangi kamar perawatan Donghae bersama dengan kyuhyun serta orang tua Donghae.

“hey! kalian  membangunkanku!”ujar Donghae lalu tersenyum.

“maaf hyung tapi ini semua ide istrimu” balas kyuhyun terkekeh.

“selamat ulang tahun suamiku…mungkin ini tidak special, namun aku berharap jika aku akan selalu menjadi yang spesial dihatimu. Setiap malam aku selalu mendoakan  yang terbaik untukmu, untuk kita. Tetaplah menjadi suamiku yang selalu mencintaiku, dan tetaplah berada disisiku sampai kita tua dan mempunya banyak cucu.”Yoojin tersenyum haru, ia memeluk Donghae hangat dan mencium keningnya sekilas.

“kau tahu, kau memang orang special yang mengisi hatiku dan akan tetap begitu selamanya. Dan kau tahu, itu semua memang impian yang telah lama aku impikan bersama dengan mu. Aku sangat ingin melakukan itu bersamamu, menjalin rumah tangga dengan keharmonisan yang menyelimuti diding rumah kita. Hingga suatu hari kita duduk diteras rumah seraya memandang anak dan cucu kita yang sedang asyik bermain dipekarangan rumah. Itu adalah impian terbesarku sayang. Terimakasih atas segala yang telah kau berikan padaku. Bila waktu tidak mengizinkan kita untuk terus bersama, maka izinkan aku untuk menyimpanmu dalam hatiku..” balas Donghae seraya menatap Yoojin lembut. Suasana begitu haru, semua orang yang ada disini ikut merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh pasangan suami istri yang terbilang masih hangat itu.

 

“cepat pakailah Tuxedo itu! aku ingin melihat suamiku yang tertampan didunia ini memakai tuxedo yang dibuat oleh wanita yang tercantik didunia.” ucap Yoojin membuat semua orang yang ada disana terkekeh mendengarnya.  Akhirnya Donghae menuruti perkataan gadis itu dan mengganti pakaian khas rumah sakitnya dengan Tuxedo. Ketika ia kembali dengan mengenakan Tuxedo itu, semua mata tertuju padanya.

“hyung! Kenapa baru sekarang aku menyadari ketampananmu! Tapi tetap saja akulah yg paling tampan!”

“omo! Adeul..sepertinya kau menuruni ketampanan itu dari ayah!”

“entah Tuxedo itu yang membuatmu tampan, atau kau memang tampan?”

“bahkan ketika kau menikah, kau tidak sekeren ini!”

Itulah kata-kata yang terlontar dari mulut orang yang berada disini. Entah kenapa wajahnya begitu bersinar,  dengan tubuhnya yang proposional ditambah senyuman manis yang terukir diwajahnya menambah kesempurnaan ciptaan tuhan ini. Yoojin terus memandang prianya lekat seraya menyungging senyum manisnya itu.

“kau tidak seperti orang yang sedang sakit”ujar Yoojin seraya tersenyum

“aku tampan kan? Terimakasih sayang, Tuxedo ini sangat bagus. Aku bahkan belum pernah melihat Tuxedo seindah ini. Walaupun aku mempunyai banyak Tuxedo, tapi sepertinya Tuxedo ini yang special”

“tentu saja, aku membuatnya dengan cinta”Yoojin terkekeh.

“ck! berlebihan sekali”terdengar cibiran Kyuhyun yang membuat semua orang menatapnya intens, ia tertawa terbahak-bahak setelah itu membungkukkan badannya “maaf”ucapnya diakhir tawanya. Sifat evilnya kumat lagi..

“ahh jika memakai ini aku seperti ingin menikah lagi.”celetuk Donghae membuat orang-otang tertawa. Namun, Yoojin hanya menatapnya seakan tidak suka. Menyadari hal itu, Donghae segera mendekap Yoojin seraya tersenyum.

“tentu saja menikah denganmu sayang…”Yoojin pun mengganti ekspresinya dengan senyuman manisnya.

~~~

“besok kita pulang ya”ujar Donghae menatap Yoojin lembut.

“apa sudah boleh?”

“Tentu…” Hari semakin larut, satu persatu orang mulai pergi. Dan kini hanya tinggal Donghae  dan Yoojin diruangan ini.

“hmm..kau tidak melepas Tuxedo itu? Apa nyaman untuk dipakai tidur?”Yoojin menatap suaminya lembut.

“aku tidak mau melepas Tuxedo ini, biarkan aku mengenakan ini terus agar aku bisa terus merasakan kehangatan tubuhmu yang aku rasakan pada Tuxedo ini.” Yoojin begitu senang mendengar hal itu, tapi entah kenapa dadanya terasa sesak. Matanya mulai berkaca-kaca, dengan cepat ia menghapus air mata yang mulai ingin membasahi wajahnya agar tidak diketahui suaminya.  “hajima…”batin Yoojin.

 

 

“tidak tidur?”ujar Donghae pada Yoojin yang duduk  disamping ranjangnya.

“pulanglah, kau terlihat lelah sayang…” sambungnya.

“aku tidak mau tidur. aku tidak mau kemana-kemana, aku mau terus disini bersamamu”Yoojin terus menggenggam tangan Donghae erat, seakan ia tidak ingin meninggalkan suaminya itu walaupun hanya sesaat.

“jika kau lelah tidur saja duluan.” Sambung Yoojin.

“tidak, aku tidak mau menutup mataku.”

“kenapa?”tanya Yoojin bingung.

“jika aku menutup mataku aku tidak bisa melihatmu.”dua pasang mata itu terlihat memandang satu sama lain, tatapan penuh arti seakan mengisyaratkan sesuatu. Terlihat mata Yoojin yang mulai berkaca-kaca, namun sebisa mungkin ia menahan gumpalan air dari pelupuk matanya agar tidak terjun kewajah cantiknya.

“jika aku tidak ada disampingmu, berjanjilah hatimu masih akan menyimpanku. Jika mungkin suatu saat kau bosan denganku dan mencintai laki-laki lain, tapi sisakanlah ruang untukku dihatimu. Setidaknya aku tidak khawatir lagi tentang itu.”ucapan Donghae kali ini semakin membuat dadanya sesak. Kenapa tiba-tiba ia berbicara seperti itu?

“kenapa berbicara seperti itu? Kau sudah tahu kan, hatiku memang dipenuhi olehmu. Dan aku benci itu. Aku benci ketika aku mencemaskanmu, aku benci ketika kau sakit dan tidak bisa memelukku, aku juga benci menunggu rasa bosan datang kepadaku karena rasa cintaku yang tidak pernah membuatku bosan padamu, bahkan aku benci ketika kau mengucapkan kata cinta yang membuat jantungku berdebar dengan kencang seperti ada sebuah gempa yang menggoncang hatiku! maka dari itu jangan tinggalkan aku walaupun hanya sesaat! Arraseo?!”

“aku juga tidak boleh meninggalkanmu walaupun hanya kekamar mandi?”

“iya Donghae-ssi !!”keduanya terkekeh mendengar pengutaraan masing-masing, setidaknya tawa itu mengurangi kesedihan dan rasa takut diantara keduanya.

 

Namun semakin lama, Yoojin mulai merasakan ngantuk. Perlahan-lahan matanya mulai tertutup  dan tanpa disadari ia tertidur disamping ranjang Donghae seraya memegang tangan Donghae erat. Kemudian Donghae menggendong gadis itu dan memindahkannya disofa panjang. Donghae menatap gadisnya lekat, dan tanpa disadari air mata menetes membanjiri wajahnya. Kemudian ia membelai wajah Yoojin dengan tangan mulusnya itu, lalu mencium kening Yoojin.

“maafkan aku…aku mencintaimu” lirih Donghae sendu. Kenapa minta maaf? Minta maaf untuk apa?!

 

~~~

Matahari pagi mulai menyinari dunia. Embun yang menempel didedaunan tanaman seakan menjadi bukti akan dinginnya malam. Perlahan-lahan Yoojin membuka matanya. “yeobo..”panggil Yoojin, lalu mendekati ranjang Donghae. “selamat pagi!! kau masih tidur ya?”Yoojin kemudian membelai wajah suaminya lembut lalu mencium keningnya. “kau tampan sekali mengenakan Tuxedo itu, bahkan jika sedang tidur sekalipun.”Kemudian Yoojin melangkahkan kakinya kearah jendela kamar dan membuka tirai yang menghalangi masuknya sinar matahari. “kau tahu? Matahari pagi sehat untuk tubuh. Dan ini akan membuat tubuhmu hangat, kau tahu? Badanmu dingin sekali” ucap Yoojin  seraya tersenyum. lalu ia mengambil air dan menyiraminya pada tanaman yang ia bawa beberapa hari yang lalu. “pasti kau kan yang memindahkan aku semalam? Walaupun sedang sakit tapi badanmu tetap kuat”Yoojin tertawa kecil, pandangannya tidak beralih pada tanaman itu . “bunga ini akan lebih segar bila diberi air pagi-pagi. Dan ia akan tumbuh menjadi kuat dan cantik.” Sambungnya. Entah Donghae mendengar atau tidak, gadis itu terus merocos seakan sedang mengajak ngobrol suaminya yang masih terlelap itu. “kau sangat lelah ya? Tidur lagi saja aku akan menunggumu sampai kau bangun.” Yoojin menatap suaminya lekat seraya tersenyum. Tanpa disadari air matanya mulai menetes membanjiri wajahnya. Tapi ia bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa dan hanya menganggap Donghae hanya sedang tidur dan akan bangun.  Kemudian ia melangkahkan kakinya ke depan pintu kamar kemudian duduk dibangku. Tatapannya begitu sendu, matanya berkaca-kaca.

Kemudian, tidak lama beberapa orang dokter datang untuk memeriksa keadaan Donghae. Dokter itu melihat Yoojin yang duduk termenung, kemudian menghampiri Yoojin. “selamat pagi Ny.Lee.  bagaimana keadaanmu?” sapa salah satu dokter.

“seperti yang dokter lihat..” balas Yoojin seraya tersenyum.

“ahh sangat baik…boleh kita memeriksaTn.Lee?”tanya salah satu dokter itu.

“andwaeyo! Dia sangat lelah, jangan mengganggu tidurnya. Biarkan dia tidur” entah kenapa Yoojin merasa tidak ingin dokter itu menemui Donghae dan mengatakan hal yang tidak ingin ia dengar. Yoojin kemudian berdiri didepan pintu untuk menghalangi dokter itu masuk.

“hanya sebentar..kami hanya mau memastikan bahwa kondisinya sudah lebih baik sekarang.”

“dia baik-baik saja, malah sangat baik sekarang.” air mata mulai meronta keluar dari pelupuk mata Yoojin . Yoojin bersikeras tidak mengizinkan dokter itu masuk. Namun saat itu Kyuhyun datang, dokter memberi penjelasan akan hal ini. Kyuhyun pun tidak mengerti apa yang dilakukan Yoojin. Bukankah justru bagus dokter ingin memeriksa Donghae? Akhirnya dokter itu meminta Kyuhyun untuk menahan Yoojin, akhirnya Kyuhyun mendekap tubuh Yoojin dari belakang bermaksud untuk menahan Yoojin yang terus menghalangi masuknya para dokter itu. “andwae! Andwae!!”teriak Yoojin mencoba menghalangi dokter itu masuk. Yoojin terus meronta, namun ia tidak berdaya mencegah para dokter itu masuk karena tangan Kyuhyun yang begitu kuat mencengkramnya dari belakang. Sebenarnya sejak semalam ia sudah merasakan hal yang aneh, ia merasa bahwa Donghae akan pergi meninggalkannya. Namun ia berpura-pura seolah tidak terjadi apa-apa pada suaminya itu. Yoojin tidak ingin para dokter masuk dan mengatakan padanya bahwa suaminya telah tiada.

 

~~~

senyuman dan kata-kata terakhir donghae yang masih sangat membekas dalam ingatan Yoojin seakan memunculkan rasa sakit yang mulai mengusiknya kembali. kini Yoojin hanya tersenyum memandangi nama Donghae yang tertera dibatu nisan. Foto laki-laki dengan mengenakan Tuxedo yang terpampang disana membuat air matanya meronta untuk keluar. Tapi dia tetap memamerkan senyuman manis disela-sela air matanya yang mulai membasahi wajahnya. Rasanya sangat ingin ia mengulang waktu, tapi ia tahu semua itu mustahil…“kenapa?! Aku hanya tidak mengerti kenapa. Kenapa semuanya terjadi begitu cepat? Bahkan aku baru merasakan kebahagiaan itu tadi malam, dan ketika matahari mulai datang untuk memberi cahayanya, itu justru seperti kegelapan yang datang untuk  merenggut semua cahaya yang aku miliki. Namun tetap saja, aku tidak bisa melawan takdir yang sudah digariskan. Terimakasih atas semua yang kau berikan padaku, terimakasih karena telah terlibat dalam lembaran-lembaran takdirku, Terimakasih tuhan, karena sudah mengirim dia untukku. Biarlah Tuxedo itu pergi denganmu dan Tuxedo itu akan menjadi saksi atas cinta kita, saksi atas rasa sayang dan cintaku padamu.”

 

 

****

“Andwae jebal! Hajima!! Hajimaaaa!!”

tanpa terasa sentuhan halus mulai menyergap wajah Yoojin, tangan itu terus membelai kulit Yoojin yang putih nan mulus itu. Seketika membuat Yoojin terbangun dari tidurnya dan didapatinya seseorang yang tepat berada dihadapannya.

“op-oppa?”ia terlihat kaget dan dengan cepat ia memeluk tubuh itu dengan erat. Tanpa terasa air mata itu jatuh membasahi bahu laki-laki yang dilihat yoojin sebagai suaminya itu.

“kau kenapa? Eo? Kau mimpi buruk ya? Tadi sepertinya kau mengigau” Yoojin pun melepaskan pelukan itu dan dengan sigap Donghae menyekap air mata yang membasahi wajah gadisnya itu.

“aku bermimpi buruk, mimpi yang bahkan tidak pernah terbayang dibenakku. Aku takut oppa, aku benar-benar takut.”ucap Yoojin menceritakan apa yang ia alami barusan, yang membuat dadanya begitu sesak ketika terbangun dari mimpi tersebut.

“maafkan aku, aku pulang terlambat. Tadi ada meeting mendadak yang tidak bisa aku tunda. Kau pasti menungguku hingga kau tertidur disofa dan mimpi buruk seperti ini ya..tapi tenanglah tidak usah takut, ada aku sekarang..dan itu hanya mimpi sayang.”

“tapi mimpi itu membuatku takut akan kehilanganmu, apa ini sebuah tanda-tanda yang diberitahukan tuhan kepadaku lewat mimpi?”

“tidak sayang…itu hanya mimpi, kau tidak perlu memikirkan apa-apa lagi. mengerti?” seraya mendekap wajah Yoojin dengan tangannya, donghae mulai menenangkan istrinya yang masih terlihat pucat itu dengan senyum manis yang mengembang diwajahnya. Yoojin hanya mengangguk akan perkataan suaminya itu.

“tadi siang kau berjanji memasak masakkan kesukaanku kan? Cha~ aku lapar sekali, biarkan aku melahap semua makanan yang menungguku sedari tadi. Sekarang aku minta kau layani aku dan setelah ini kau bisa menceritakan mimpi mu itu padaku. Kajja~” Donghae langsung merangkul tubuh Yoojin dengan erat, langkah kaki mereka beriringan menuju meja makan. “syukurlah itu hanya mimpi.”batin Yoojin.  Kini senyuman manis mengembang diwajahnya. Mimpi itu seakan memberikan pelajaran bagi Yoojin, pelajaran tentang waktu yang tidak akan kembali jika jarum panjang pada jam sudah berputar. Ia memegang erat tangan Donghae  seakan tidak mau menyia-nyiakan waktunya bersama suami yang dicintainya itu.

 

#Flashback#

“sudah hampir jam 11, tapi kenapa dia belum pulang juga? Arrggh membuatku cemas

Cerutu gadis yang kini terlihat cemas menunggu suaminya yang belum juga pulang. Telah berulang kali ia mencoba menghubungi ponselnya, namun itu justru semakin membuatnya cemas karena ponselnya pun tidak aktif. kenapa suka sekali membuatku cemas. Uh?!”gumam Yoojin yang sedari tadi berjalan mundar-mandir seraya memutar-mutar ponsel yang berada ditangannya. Ia pun teringat sesuatu..  “telpon kyuhyun saja”gumamnya.  Dengan cekatan jari-jarinya menekan Touchscreen pada smartphonenya mencari-cari kontak Kyuhyun,  kemudian ia pun segera men-dialnya. Tidak lama Kyuhyun menjawab telepon Yoojin.

“dimana dia?” tanya Yoojin antusias.

“Donghae? Tiba-tiba saja ada rapat dadakan dikantor, jadi dia mengikutinya sekarang.”

“yaampun, kenapa tidak memberitahuku. Suka sekali membuatku cemas.”

“maaf nonna, tapi kau tahu sendirikan bagaimana dia jika sudah berurusan dengan pekerjaannya.”

“eumm baiklah, sampaikan padanya aku menunggunya…”

“arraseo..” setelah merasa cukup atas informasi yang Kyuhyun berikan, Yoojin kemudian mengakhiri telepon itu. Rasa cemas Yoojin pun berkurang karena informasi yang Kyuhyun berikan. Setidaknya dia tidak perlu mencemaskan suaminya lagi, karena suaminya baik-baik saja sekarang.

Hari semakin malam dan sudah beberapa kali ia menguap, matanya sangat berat. Perlahan-lahan matanya tertutup dan tanpa disadari ia tertidur disofa dengan memegang smatphonenya. Dan ia bermimpi….

 

HAPPY END =))

 

Maap ye kalo ga dapet feelnya atau apalah haha!

Kritik dan saran yaa readers!!~

 

5 Comments (+add yours?)

  1. fishyblue
    May 19, 2015 @ 16:11:45

    Arrggghhh endingnya ga ketebak! Sumpah ini FF bagus banget! feel nya dapet! Padahal aku udah nangis duluan ehh ternyata cuma mimpi😀 Daebak! Keep writing thor^^

    Reply

  2. elfishysme
    May 19, 2015 @ 16:21:35

    aduh untung aja cuma mimpi, udah dek2 an duluan.

    Reply

  3. ddd
    May 21, 2015 @ 09:59:09

    keren sampe nangis

    Reply

  4. Novita Arzhevia
    May 23, 2015 @ 15:08:34

    Ah syukurlah. . Untung hanya mimpi. Suka thor

    Reply

  5. FLORENCE
    May 08, 2016 @ 23:55:43

    kampred lo kampred kampred sekampred kamprednya :’) uda degdegan duluan gue aunya malah gitu endingnya :’) (udadikomennohjanbawel)

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: