I Do [2/?]

i do

Author : Vea Kim
Tittle : I do…

Cast : Cho Kyuhyun, Kim Yoon Hye

Genre : Romance
Rating : General
Length : Chapter
Notes : Fanfic ini pernah dipublish di blog pribadi author eunve.wordpress.com

                          

 

Aku tidak menyukainya karena aku tidak tau kenapa aku bisa mencintainya. Aku tidak menyukainya karena aku tidak bisa menghapus perasaan ini untuknya.

——————-

 

 

Part 2

 

 

“Kau tidak suka aku kembali?”

 

Kyuhyun menggeleng cepat, “A-aniya… Bukan begitu. Aku hanya merasa terkejut.”

 

“Benarkah?” gadis itu menatap senang, “berarti aku berhasil memberi kejutan padamu.”

 

Laki-laki itu memaksa tersenyum pada gadis yang duduk di hadapannya ini. Bukan hanya terkejut, tapi kyuhyun juga bingung. Kalau sampai Lee Hyo Ra tau, apa yang akan dikatakannya nanti? Ia belum berhasil bercerai dengan Kim Yoon Hye. Dan yang paling membuat Kyuhyun terkejut adalah fakta bahwa ia sempat melupakan kekasihnya sendiri setelah mengenal gadis yang menjadi istrinya itu.

 

“Hyo Ra ya… Telepon saat itu…”

 

“Ah, mianhae… Aku sedang menghafal materi untuk ujian saat itu. Tapi kau mengatakan hal yang konyol. Aku tau kau hanya bercanda, dan aku tidak bermaksud memutuskan teleponenya. Nomor ujianku sudah dipanggil saat itu jadi aku harus menutupnya. Kau tidak marah kan?”

 

“A-aniyo…” jawab Kyuhyun sambil mengelus tengkuknya dengan gugup.

 

“Aah… Sudah lama kita tidak makan bersama seperti ini.”

 

“Hyo Ra ya, sampai kapan kau akan tinggal di Korea?”

 

“Hmm… Ujianku sudah selesai, mungkin aku akan tinggal hingga bulan depan. Tiga minggu lagi, eothe?”

 

Kyuhyun tersenyum canggung, “Jo-joa..”

 

Gadis itu sedang menikmati sushi sementara Kyuhyun menyesap kopi ekspresonya. Matanya menatap sekeliling café itu. Suasananya tidak terlalu ramai karena diluar sedang hujan. Tidak terlalu deras memang, tapi bisa membuat orang basah jika terlalu lama di luar. Matanya tanpa sengaja menatap seorang gadis yang duduk sendirian di pinggir jendela.

 

Gadis itu tampak serius menatap sebuah buku dalam genggaman tangannya. Sedang membaca novel. Mengingat buku itu, Kyuhyun jadi teringat sosok yang sudah tinggal bersamanya. Gadis itu sangat mirip. Kening laki-laki itu berkerut pelan. Gadis itu terlalu mirip, benar-benar mirip. Tiba-tiba saja gadis itu meraih ponselnya di atas meja lalu menoleh, menatap langsung pada manic matanya. Dia mengarahkan ponselnya pada Kyuhyun lalu menyeringai pelan.

 

Kliiik

 

Bruuftt…

 

“Ukhuuk… ukhuuk…” Kyuhyun memuncratkan ekspresonya lalu terbatuk parah.

 

“Kyuhyun ah, gwenchana?” tanya Lee Hyo Ra sambil mengambilkan beberapa lembar tissue pada laki-laki itu.

 

Bukan hanya mirip, gadis itu memang Kim Yoon Hye. Dan apa gadis itu baru saja memotretnya? Sial, Kyuhyun mendesis pelan. Kalau Lee Hyo Ra sampai tau, tamatlah ia.

 

“Oh? Changmin ah!!!” seru Hyo Ra tiba-tiba.

 

Cho Kyuhyun sontak mengangkat wajahnya dan menatap Shim Changmin sedang tersenyum lebar sambil berjalan menghampiri meja mereka bersama… Gadis itu? Tanpa alasan yang jelas, Kyuhyun mendadak sangat gugup. Seperti ketahuan sedang selingkuh? Padahal ia sendiri tidak tau, selingkuh dari istrinya atau dari kekasihnya.

 

“Lama tidak berjumpa, bagaimana kabarmu?” tanya Changmin.

 

“Aku baik. Kau masih bekerja bersama Kyuhyun?”

 

“Mmm,” Changmin mengangguk pelan.

 

“Siapa dia?” tanya Lee Hyo Ra saat melihat ada seorang gadis di sebelah Changmin.

 

“Ini Kim Yoon Hye,” jelas Changmin.

 

“Anyeong haseo, Kim Yoon Hye imnida.”

 

“Aku Lee Hyo Ra. Apa kau pacar Changmin?”

 

Tiba-tiba Changmin tertawa keras, “Yaa, jangan membuatku malu! Kami berencana menonton hari ini. Yoon Hye sangat menyukai film romance action jadi aku mengajaknya menonton dengan imbalan dia akan membuatkanku makanan.”

 

Kyuhyun mengernyit pelan mendengarnya. Kenapa Changmin mengetahui apa saja yang disukai oleh gadis itu sementara ia yang tinggal serumah tidak tau apa-apa. Bahkan gadis itu tidak pernah memasak untuknya.

 

“Waah… Pasti menyenangkan. Aku dan kyuhyun harus menonton juga lain kali.”

 

“Baiklah, kami tidak akan mengganggu kalian. Sampai jumpa!”

 

“Sampai jumpa!!”

 

Shim Changmin menggenggam lengan gadis itu lalu menariknya pergi diikuti tatapan Cho Kyuhyun. Seberapa dekat mereka? Apa mereka sering bertemu tanpa sepengetahuannya?

 

“Woaah… Mereka romantis sekali. Aku yakin gadis itu pasti tinggal bersama Changmin.”

 

“Kenapa begitu?” tanya Kyuhyun sambil mengernyit.

 

“Kau tidak dengar? Gadis itu akan membuatkan makanan untuknya setelah menonton. Kau pikir dia akan memasak dimana? Kalau tidak di tempat Changmin pasti ditempatnya. Lalu mereka akan menghabiskan malam bersama…”

 

SRAK

 

Cho Kyuhyun tiba-tiba beranjak dari duduknya dengan keras hingga membuat kursi itu berderit. Lee Hyo Ra menatapnya heran, “Waeyo?”

 

“Aku lupa ada janji dengan Appa. Ayo kuantar kau pulang!”

 

“Mwo? Kenapa tiba-tiba? Aiiish… Aku masih ingin bersamamu,” gerutu gadis itu pelan.

 

 

****

 

 

“Kau baik-baik saja?” tanya Changmin pelan sambil focus menatap jalan.

 

“Memangnya aku kenapa?” tanya Yoon Hye heran.

 

“Suamimu sedang berkencan dengan gadis lain. Ah, gadis itu adalah kekasihnya. Aku jadi bingung, siapa yang menjadi orang ketiga sebenarnya, hahah…”

 

“Araseo. Aku sudah melihatnya sejak mereka masuk ke dalam restoran sushi itu.”

 

“Lalu, apa yang kau lakukan?”

 

“Aku? Membaca novel,” saut Yoon Hye polos.

 

Changmin tertawa keras, “Kupikir kau akan mengacaukan kencan mereka.”

 

“Kenapa aku harus melakukannya?”

 

“Yoon ah, boleh aku bertanya sesuatu?”

 

“Apa itu?”

 

“Kenapa kau membenci Cho Kyuhyun?”

 

Gadis itu terdiam sejenak, “Aku tidak membencinya, hanya saja aku tidak menyukainya.”

 

“Waeyo?”

 

“Bisa kita tidak membicarakan manusia menyebalkan itu? Kau merusak mod-ku!”

 

“Araseo, araseo… Mianhaeyo…”

 

“Kau tidak lupa membawa tiketnya bukan?”

 

“Tentu saja tidak.”

 

.

.

 

Kyuhyun sampai di rumah saat hari sudah malam. Gadis itu belum pulang karena rumah dalam keadaan gelap. Laki-laki itu menyalakan lampu lalu berjalan menuju kamar. Langkahnya terhenti di depan pintu kamar tamu, tempat gadis itu selalu tidur. Perlahan di bukanya pintu kamar itu lalu masuk ke dalamnya. Kyuhyun menatap sekeliling. Tidak ada banyak barang gadis itu karena Yoon Hye memang meletakkannya di kamar utama.

 

Mata laki-laki itu menangkap sebuah buku agenda biru di atas meja. Ia melangkah menghampirinya dan menemukan selembar foto di atas agenda itu. Foto dua orang gadis yang masih mengenakan seragam senior highschool. Ia ingat seragam itu karena ia juga bersekolah di sana. Tapi kenapa Kyuhyun tidak bisa mengingat gadis itu? Ah, bukankah ada ratusan siswi di sana, wajar saja ia tidak ingat.

 

Diletakkannya kembali foto itu lalu menatap ranjang kamar tamu yang berseprei biru. Cho Kyuhyun terdiam sejenak. Di luar masih hujan… Tiba-tiba satu pikiran melintas di dalam kepalanya.

 

Dengan memakai jas hujan, laki-laki itu membawa sebuah tangga lalu naik ke atas atap. Ia mengira-ngira dimana letak kamar gadis itu. Setelah yakin, dengan palu yang diselipkannya di pinggang, laki-laki itu memecahkan beberapa genteng rumah sambil tertawa menyeramkan.

 

.

.

 

“AAAAAKKKHH…. Ige mwoyaa??” teriak gadis itu begitu masuk ke kamar tamu.

 

Cho Kyuhyun yang baru saja keluar dari kamar mandi, masih dengan rambut basah dan handuk yang melingkari lehernya bergegas melangkah menyusul gadis itu.

 

“Waeyo?” tanyanya sok polos.

 

“Kenapa tempat tidurku basah begini?”

 

“Aah… Atapnya bocor…” saut Kyuhyun masih dengan tampang polosnya.

 

“Kenapa bisa bocor? Kemarin baik-baik saja. lagipula ini rumah baru.”

 

“Kenapa tanya padaku?” protes Kyuhyun saat gadis itu menatapnya curiga, “kau pikir yang membuat rumah ini? Akan kupanggilkan tukang besok!”

 

Yoon Hye meruntuk sebal, “Kalau seperti ini tidak bisa dipakai…”

 

“Tidur saja di kamar!” saut Kyuhyun, “Wae? Kenapa kau menatapku seperti itu? Jangan berfikir aneh-aneh, kau bukan tipeku!”

 

Gadis itu berdecak kesal lalu melangkah pergi. Pindah ke kamar utama. Kamar mereka.

Kyuhyun tidak yakin kenapa ia melakukan semua itu. Ia hanya ingin bersama gadis itu lebih lama. Ingin melihat gadis itu lebih dekat. Ia ingin tau tentang gadis yang menurutnya menyebalkan itu. Ditatapnya wajah yoon hye ketika tidur. Shim changmin belum pernah melihat gadis ini saat tidur, dan itu membuatnya merasa puas.

 

 

****

 

 

Gadis itu mendorong trolinya yang berisi bahan belanjaan. Ia ingin memasak sesuatu untuk Kyuhyun hari ini. Tanpa sengaja matanya menatap sosok seorang wanita yang sedang sibuk memilih daging. Gadis itu tersenyum lalu berjalan mendekat pada wanita itu.

 

“Ajhuma, anyeong haseo…” sapanya.

 

Wanita itu menoleh dan sedikit terkejut melihatnya, “Kau… Lee Hyo Ra?”

 

“Ne, ajhuma. Kebetulan sekali kita bertemu di sini.”

 

“Bukankah kau sedang di Paris?”

 

“Aku pulang karena liburan semester. Ajhuma akan memasak apa?”

 

“Ah ini… Aku ingin membuat daging asap untuk Kyuhyun dan istrinya. Besok aku mau mengunjungi mereka.”

 

“I… Istri?”

 

“Jangan-jangan kau belum tau? Apa Kyuhyun tidak bilang padamu? Dia sudah menikah dengan gadis pilihanku. Sayang sekali kau tidak bisa pulang saat itu. Pernikahan harus dilaksanakan jadi apa boleh buat, kalau tidak keluarga kami akan terkena musibah.”

 

“Jadi itu bukan bercanda?”

 

“Aigoo… Siapa yang mau bercanda dengan soal sepenting itu? Apa kau anggap pernikahan itu bahan bercanda?”

 

“A-aniyo… Bukan begitu…”

 

“Mungkin kau juga terkejut, tapi… aku mohon padamu, sebaiknya kau menjauhi Kyuhyun. Dia sudah punya istri sekarang. Aku hanya tidak ingin kau disebut sebagai perusak rumah tangga orang. Kau pasti paham dengan apa yang kukatakan. Baiklah, aku pergi dulu.”

 

Lee Hyo Ra tercenung ditempatnya. Apa ini nyata? Ini benar-benar tidak masuk akal. Satu-satunya jalan adalah bertanya langsung pada laki-laki itu.

 

.

.

 

Cho Kyuhyun menatap gadis itu terkejut. Kenapa gadis itu tiba-tiba datang ke kantornya.

 

“Kita harus bicara!”

 

Kyuhyun menoleh pada pria di sebelahnya, “Ajhusi, kau pergilah lebih dulu. Nanti aku menyusul!”

 

“Baiklah,” jawab pria itu lalu pergi meninggalkan Kyuhyun dan gadis itu.

 

“Hyo Ra ya… Waeyo? Ada apa?”

 

Plak

 

Kyuhyun terkejut saat gadis itu tiba-tiba menamparnya.

 

“Kau sudah menikah?”

 

Deg

 

“Jawab aku! Kau sudah menikah?”

 

“Da-darimana kau dengar itu?”

 

“Aku tidak sengaja bertemu dengan eommamu tadi. Kenapa kau tidak mengatakannya? Kenapa kau tidak bilang apapun padaku?”

 

“Aku sudah mengatakannya tapi siapa yang mau percaya? Bahkan aku sendiripun tidak percaya! Kau tidak bisa pulang saat itu lalu aku bisa apa?”

 

“Kenapa kau tidak menolak? Kenapa kau tidak mempertahankanku? Apa aku tidak berarti apa-apa untukmu?” air mata gadis itu mulai meluncur jatuh.

 

“Aku tidak bisa memilih Hyo… Sama sepertimu. Jika aku menolak, keluargaku akan terkena musibah. Sama sepertimu. Jika kau kembali untuk menikah denganku, kau tidak akan lulus ujian. Jika kau, apa yang akan kau pilih? Ujianmu atau diriku?”

 

Gadis itu terisak. Kyuhyun benar. “Tapi itu hanya ramalan…”

 

“Keselamatan keluargaku dipertaruhkan pada ramalan itu Hyo Ra… Aku sudah pernah mengalaminya dulu. Aku juga berfikir ini tidak mungkin. Tapi eomma sangat mempercayainya.”

 

“Tapi kau mencintaiku bukan?”

 

Cho Kyuhyun menatap gadis di depannya yang sudah basah air mata itu, ia mengasihi gadis itu, “Aku mencintaimu…”

 

“Kau akan bercerai dengannya?”

 

“Aku…”

 

“Kau tidak mencintainya. Kau akan menceraikannya kan?” desak Hyo Ra.

 

Kyuhyun mengangguk, “Kami akan bercerai.”

 

“Itu terdengar bagus Kyuhyun ah…” saut Changmin tiba-tiba.

 

Kedua orang itu menatap laki-laki jakung yang sedang berdiri, bersandar pada dinding koridor. Sebenarnya Changmin sudah ada di sana sejak tadi, hanya saja kedua orang itu terlalu sibuk dengan pembicaraan mereka.

 

“Changmin ah…”

 

“Jadi kau pasti akan menceraikannya bukan? Kurasa aku juga sudah tau jawabannya. Dia mungkin saja benar-benar takdirku.”

 

Cho Kyuhyun menatap Changmin tajam. Ia tidak suka gagasan itu.

 

“Changmin ah… Kau tau siapa istri Kyuhyun?” tanya Lee Hyo Ra.

 

“Kau sudah bertemu dengannya kemarin. Gadis yang pergi denganku.”

 

“Kim Yoon Hye ssi? Dia istri Kyuhyun?”

 

“Benar. Sangat cocok denganku bukan?”

 

“Hyo Ra ya aku ada meeting sebentar lagi. Aku akan menghubungimu nanti!” kata Kyuhyun tiba-tiba saat gadis itu baru saja akan membuka mulut. “Aku pergi!” kakinya langsung melangkah pergi tanpa menunggu jawaban gadis itu. Pikirannya terlalu kacau sekarang.

 

.

.

 

Gadis itu terbangun dari tidurnya. Ia menggerakkan badan malas. Ia mendengar suara bel rumah berbunyi terus sejak tadi. Mengganggu tidurnya. Yoon Hye ingin membiarkannya tapi ia tidak tahan dengan bunyi itu. Tubuhnya bangun dengan malas. Setengah mengantuk ia menyeret kakinya melangkah menuju pintu sambil tersaruk-saruk. Matanya masih setengah terpejam. Beruntung ia tidak menabrak apapun meskipun sempat menyenggol pot bunga besar.

Siapa yang datang malam-malam begini? Ini bahkan sudah hampir pagi. Gadis itu membuka pintu dalam sekali sentak dan matanya langsung terbuka saat melihat Kyuhyun.

 

“YAA, Kau punya kunci sendiri kenapa tidak digunakan? Kau sengaja membuatku terbangun hanya untuk membuka pintu eoh?” maki Yoon Hye sebal.

 

Kyuhyun tidak menjawab. Laki-laki itu masuk ke dalam rumah lalu menuju kamar dengan langkah sedikit aneh.

 

“Yaa Cho Kyuhyun! Apa kau mabuk?” tanya Yoon Hye sambil menutup kembali pintu itu lalu menyusul Kyuhyun.

 

Laki-laki itu duduk diam di tepi ranjang saat Yoon Hye masuk ke dalam kamar. Ia mengernyit pelan melihat keadaan Kyuhyun yang aneh. “Ada apa denganmu?” tanyanya pelan.

 

“Yoon ah… Kita… Ayo kita bercerai.”

 

Satu kalimat itu membuat Yoon Hye terdiam. Apakah laki-laki itu mengatakannya dalam keadaan sadar? “Shiero!” jawab Yoon Hye langsung, “sudah kukatakan aku tidak akan pernah mau bercerai!”

 

Kyuhyun mengangkat wajahnya, menatap gadis itu tajam, “Kau tidak mau bercerai denganku tapi kau tidak mau menjadi istriku.”

 

“Sudah kukatakan, aku tidak menyukaimu.”

 

“Kau harus memilih salah satu!”

 

“Aku tetap tidak akan mau bercerai meskipun kau memohonnya sambil berlutut!”

 

“Kalau begitu kau harus menjadi istriku!”

 

“Mwo?”

 

Kyuhyun beranjak dari duduknya. Menatap Yoon Hye dengan matanya yang memerah, “Kau tau apa yang harus dilakukan seorang istri hmm?” tanya Kyuhyun sambil melepas dasinya.

 

“A-apa yang mau kau lakukan?” tanya Yoon Hye. Ia tiba-tiba saja merasa takut pada sosok dihadapannya itu.

 

Laki-laki itu berjalan mendekat, “Seorang istri harus melayani suaminya!”

 

“Mwo? YAA! Neo Michieso? Sudah kubilang kita bukan pasangan!” Yoon Hye berbalik, akan melangkah menuju pintu saat tangan kyuhyun meraih tubuhnya.

 

SET

 

Bruuk…

 

Gadis itu terbelak kaget saat tubuhnya tiba-tiba saja terdorong membentur dinding. Otaknya tidak bisa memperoses kejadian yang begitu cepat itu. Butuh beberapa detik untuk Yoon Hye menyadari bahwa sekarang tubuhnya sedang dihimpit tubuh Kyuhyun dan bibirnya sedang dilumat kasar.

 

Yoon Hye meronta tapi cekalan Kyuhyun terlalu kuat. Air mata gadis itu jatuh. Hatinya terasa sakit. Akhirnya ia berhenti meronta, membuat sosok yang sedang menciumnya melonggarkan pegangannya. Kesempatan itu digunakan Yoon Hye dengan baik. Gadis itu mendorong tubuh Kyuhyun sekuat tenaga hingga terlepas darinya.

 

PLAK

 

Tangannya melayang dan mendarat persis pada pipi laki-laki itu. Bahkan lidahnya terasa kelu untuk mengucapkan makian. Gadis itu hanya bisa terisak dan melangkah pergi tanpa sepatah katapun. Meninggalkan seseorang yang terdiam di sana. Seseorang yang sebenarnya tidak mengerti dengan apa yang diinginkan hatinya sendiri.

 

 

****
Kim Yoon Hye termenung di bangku taman itu. Apa keputusannya salah? Sekarang ia mulai menyesalinya. Tadinya ia hanya ingin tau, seperti apa laki-laki itu. Ingin tau kenapa temannya sampai bunuh diri karena menyukai laki-laki itu. Dan ingin tau kenapa ia bisa jatuh cinta pada laki-laki itu. Tapi hingga sekarang ia tidak tau jawabannya. Mungkin seharusnya ia tidak perlu menikah dengan Kyuhyun. Laki-laki itu sudah punya kekasih. Dan egonya tidak bisa menang dari rasa yang dimilikinya.

 

Gadis itu beranjak dari tempatnya lalu berjalan pelan meninggalkan taman. Ia tidak ingin pulang ke rumah tapi ia tidak bisa pulang ke rumah orang tuanya. Lalu kemana ia harus pergi? Yoon Hye mendesah pelan. Tiba-tiba sebuah mobil berhenti di sebelahnya. Gadis itu melihat Shim Changmin keluar dari mobil itu.

 

“Changmin ssi…”

 

“Odigayo?”

 

Yoon Hye tidak bisa menjawab pertanyaan itu karena ia memang tidak tau harus kemana, “Kenapa kau ada di sini?” gadis itu balik bertanya.

 

“Kebetulan aku baru saja bertemu dengan klien. Kau sudah makan?”

 

“Aku sedang tidak ingin makan.”

 

“Kau ingin kemana? Biar kuantar.”

 

“Bisakah kita ke sungai Hangang?”

 

“Tentu saja…”

 

.

.

 

Sore itu langit terlihat sedikit mendung hingga bias matahari yang berwarna oranye tertutup oleh awan yang menghitam. Gadis itu menatap air sungai yang beriak sambil merasakan hembusan angin.

 

“Lee Hyo Ra sudah tau tentang pernikahan kalian…” kata Changmin tiba-tiba.

 

Yoon Hye tersenyum tipis masih menatap lurus ke depan, “Mungkin karena itu Kyuhyun meminta cerai.”

 

“Kurasa itu bagus untuk kalian. Kalian tidak saling mencintai jadi untuk apa tinggal bersama?”

 

“Menurutmu begitu?”

 

“Mmm,” Changmin mengangguk pelan, “lagipula jika kalian bercerai, aku akan lebih bebas mendekatimu. Mungkin… Aku sudah jatuh cinta padamu.”

 

Gadis itu tertegun, “Waeyo?”

 

“Mwoga?”

 

“Kenapa aku?”

 

Changmin menghirup nafas sejenak sambil menatap sekelilingnya, “Aku tidak yakin… Tapi aku memang sudah penasaran denganmu dari dulu. Saat kita bertemu lagi, aku merasa ini adalah takdir. Aku ingin membuatmu nyaman dengan berada di sisiku.”

 

“Changmin ssi, apa kau tau kenapa aku tidak menyukai Cho Kyuhyun?” tanya Yoon Hye masih tanpa menatap laki-laki itu.

 

“Waeyo?”

 

“Aku tidak menyukainya karena aku tidak bisa membencinya. Aku…” gadis itu menelan ludahnya, entah kenapa suaranya mendadak sulit untuk dikeluarkan dan matanya terasa panas, “Dia… Dia adalah cinta pertamaku dan mungkin sampai sekarang aku masih mencintainya. Aku tidak menyukainya karena aku tidak tau kenapa aku bisa mencintainya. Aku tidak menyukainya karena aku tidak bisa menghapus perasaan ini untuknya. Karena itu aku benar-benar tidak menyukainya.” tanpa gadis itu sadar, pipinya sudah basah. “Mianhaeyo…”

 

Laki-laki itu tertegun mendengarnya. Daripada patah hati, ia lebih sedih saat melihat gadis ini menangis. Mungkin Changmin benar, dirinya sudah jatuh cinta dan menyayangi gadis ini. “Gwenchanayo… Kalau kau sudah menyebut cinta pertama, berarti aku sudah kalah telak.” Changmin mencoba untuk tersenyum. “Saat kau merasa sedih atau merasa sakit, kau boleh meneleponku. Aku hanya ingin melihatmu tersenyum.”

 

“Changmin ssi… Apa Kyuhyun… Kyuhyun sangat mencintai gadis itu?”

 

“Aku tidak yakin… Hanya Kyuhyun yang tau perasaannya sendiri.”

 

Gadis itu menghela nafas pelan, “Mungkin aku memang salah…” gumamnya pelan, “Kau sudah makan? Tiba-tiba aku ingin makan Deobbokki.”

 

 

Changmin mengernyit pelan lalu tersenyum. Ia tau gadis itu mencoba untuk menghibur diri. “Aku tau tempat yang enak, kajja!!”

 

Laki-laki itu membawa Yoon Hye ke kedai deobboki sederhana di dekat sekolah mereka dulu. Gadis itu terlihat semangat kembali.

 

“Woaa mashita… Rasanya tidak berubah,” seru Yoon Hye senang saat menyuap sepotong Deobbokki itu.

 

“Aku sering melihatmu di sini bersama Rae Ki. Kalian selalu duduk di sudut dekat jendela.”

 

“Woaa… Kau benar-benar penasaran denganku rupanya. Banyak sekali yang kau tau tentangku.”

 

Changmin tertawa kecil, “Karena kau berbeda jadi aku selalu memperhatikanmu.”

 

“Berbeda? Maksudmu aku tidak seperti gadis-gadis lainnya?”

 

“Bisa dibilang seperti itu. Yaa, apa kau tau kalau aku ini lebih populer dari Kyuhyun?”

 

“Jeongmalyo??”

 

“Karena itu aku penasaran denganmu. Karena kau tidak tau ada laki-laki tampan yang bernama Shim Changmin.”

 

Yoon Hye mendesis pelan, “Ayolaah…” ditusuknya Daebbokki itu sedikit keras hingga percikan kuahnya tanpa sengaja mengenai matanya sendiri. Membuatnya memekik.

 

“Gwenchanayo?” tanya Changmin panic saat gadis itu memegang matanya sendiri.

 

“Ini pedih…”

 

“Coba kulihat!!” Changmin meraih wajah gadis itu lalu melepaskan tangan Yoon Hye yang menutupi wajahnya. Perlahan ia mendekat lalu mengusap mata itu, meniupnya pelan. “Coba buka pelan-pelan…”

 

.

.

 

Cho Kyuhyun mematung di depan pintu saat melihat gadis itu. Tadinya ia sedang malas tapi Hyo Ra bersikeras mengajaknya jalan-jalan dan berakhir di kedai Deobbokki ini sambil melihat hal yang membuatnya terkejut.

 

“A-apa mereka sedang berciuman?” tanya Lee Hyo Ra yang berdiri di sebelah Kyuhyun.

 

Meskipun melihat dari belakang, Kyuhyun tau itu Shim Changmin. Tanpa sadar ia menggeretakkan giginya dengan geram. Melihat hal itu, Kyuhyun ingin sekali melangkah ke sana lalu menarik gadis itu dan membawanya pergi.

 

Yang tidak disadarinya, ia melakukan keinginan itu. Cho Kyuhyun tanpa sadar melangkah menghampiri mereka lalu menarik lengan Yoon Hye kasar hingga gadis itu berdiri dari duduknya. Bahkan sebelum gadis itu mengeluarkan suara protes, Kyuhyun sudah menariknya pergi. Melewati Lee Hyo Ra begitu saja lalu keluar dari kedai itu.

 

“Kyuhyun ah!”

 

Panggilan Lee Hyo Ra membuat langkahnya terhenti. Hanya beberapa detik lalu ia melanjutkan langkahnya masih dengan mencengkeram lengan istrinya.

 

“Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!”

 

Kyuhyun mengabaikan protesan gadis itu. Melihatnya bersama Changmin membuat darahnya mendidih begitu saja. Mengapa dengan Kyuhyun ia menolak sementara melakukannya suka rela dengan orang lain?

 

“Cho Kyuhyun lepas!!” Yoon Hye menghempaskan lengan itu sekuat tenaga hingga akhirnya terlepas.

 

Keduanya saling bertatapan. Jika sebagian orang mengatakan mata bisa bicara, kali ini keduanya tidak bisa menangkap pembicaraan lewat mata itu. Keduanya tidak mengerti apa sebenarnya yang ada di dalam pikiran lawan.

 

Gadis itu merasa semuanya akan sia-sia. Pada akhirnya mereka akan kembali bertengkar. Sebelum hal itu terjadi, apalagi saat ini mereka ada di pinggir jalan, gadis itu berbalik melangkah pergi tanpa mengucapkan satu katapun.

 

“Kkajima…”

 

Kata itu membuat langkahnya sontak terhenti.

 

“Kkajima Yoon ah…”

 

“Wae?” saut Yoon Hye kembali menatap laki-laki itu, “ini bukan urusanmu!”

 

“Aku tidak suka melihatmu bersamanya.”

 

Yoon Hye tertegun mendengarnya. Tatapan itu… Tatapan itu berbeda dari yang sebelumnya. Dan satu kalimat yang keluar dari bibir laki-laki itu kemudian, membuatnya mematung tidak tau harus berbuat apa.

 

“Karena mungkin… Aku mulai mencintaimu…”

 

 

To be continue…

 

8 Comments (+add yours?)

  1. Natasya_YKstyle
    May 25, 2015 @ 14:41:23

    aigoooo kyu oppa mulai mencitai yoonhae… terus hyora gimana…
    tpi menurutku mereka jangan bercerai deh..kkk
    next part ditunggu

    Reply

  2. lieyabunda
    May 26, 2015 @ 21:11:11

    kyu jatuh cinta ama yoonhee nih,,,,,
    lanjut

    Reply

  3. aryanahchoi
    May 27, 2015 @ 23:39:08

    ahh kyuhyun suka ma yoonhye,trz gmna nasib nya hyora?

    Reply

  4. uchie vitria
    May 28, 2015 @ 20:46:39

    ohhh kyuhyun mulai kejebak ama perasaannya sendiri apakah itu benar” cinta atau hanya kecemburuan semata
    changmin juga baik kok malahan dia udah tertarik ama yoon hye dari masa senior high school

    Reply

  5. esakodok
    May 28, 2015 @ 21:57:20

    lagunya afghan..karena ku jatuh..di dua hati…hahahaha..tp mnrtku kalo cowok sudah suka ma cewek k 2 brrti dia sudah mulai melupakan cewek 1

    Reply

  6. naulidessy
    May 29, 2015 @ 17:44:56

    Kenapa cuma mungkin,harus pasti Kyuhyun..hehehehe

    Reply

  7. evi
    May 30, 2015 @ 19:10:25

    akhir ny si kyu suka sma yoon hye. yoon hye juga udh lah gk usah munafik kalian sma” suka kan

    Reply

  8. Iffah Iff
    Jun 13, 2015 @ 11:00:54

    next

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: