Marriage Is A Joke

marriage

Marriage is a Joke

 

Cast :

Han Cheon Neul

Lee Donghae

Genre : Marriage Life

PG/15

A/N: No plagiat!! Ff ini sebelumnya udah pernah dipublish di http://oursjfanfiction.wordpress.com (Dalam bentuk chapter)

***

“Pernikahan yang sakral adalah satu hal yang sangat diinginkan seluruh orang..

Apa jadinya jika pernikahan dilakukan karena terpaksa?

Menikah karna sebuah perjodohan..

Tidak kah tega orang yang menjodohkannya?

***

“Aku tidak akan menikah!” tolak seorang gadis dengan pakaian kumal nya saat menghadap seorang pria parubaya yang tengah duduk dihadapan gadis itu.

Pria itu nampak berdiri dari duduknya kemudian merapikan jas nya yang sedikit kusut itu lalu menatap gadis dihadapan nya dengan tenang.

“Choi Cheon Neul-ya.” ucap pria itu lembut.

“Marga ku bukan Choi!” bentak gadis itu kasar.

“Baiklah, terserah kau saja. Tapi, ini sudah menjadi kesepakatan kami nak. Kami telah memutuskan untuk menjodohkan mu dengan anak dari Keluarga Lee” ucapnya.

“Apa peduliku?” acuh gadis itu angkuh.

“Kurasa kau tahu apa ganjaran nya jika kau terus-terusan menolak seperti ini.” ujar pria itu lagi, lalu melangkah pergi meninggalkan gadis itu di kamar mewah milik gadis itu.

“Sekretaris Jang, jangan biarkan gadis iyu keluar dari kamarnya. Apalagi keluar dari rumah!” perintah pria itu pada seorang pria seumuran dengan nya itu, nampak ada seringaian tipis disudut bibir pria parubaya itu sebelum ia melanjutkan langkah nya kembali.

“Baik Tuan” patuh pria yang disebut Sekretaris Jang itu patuh. Lalu memerintahkan anak buah nya dengan berat hati mengurung gadis itu dikamanya.

“Yak! Appa! Apa yang kau lakukan?! Kau tak boleh mengurungku seperti ini! Appa! Sekretaris Jang! Tolong buka kan pintu ini!” berontak gadis itu sambil mencoba membuka paksa pintu kamarnya yang sudah di kunci itu.

“Maafkan saya nona” lirih Sekretaris Jang menyesal dari balik pintu kamar.

***

“Hae—“

“Yak! Harabeoji. Aku tidak bisa! Aku tidak akan menuruti keinginan mu yang satu ini!” tolak seorang pria berparas tampan pada seorang pria tua yang disebutnya ‘Harabeoji’ itu.

“Yak! Donghae-ya! sebaiknya kau dengarkan saja perintah Harabeoji mu ini” timpal seorang wanita parubaya yang turut menyaksikan perdebatan antara Harabeoji dan Cucu itu.

“Eomma—bela aku!” rengek pria itu –Donghae, pada wanita yang di panggilnya eomma itu.

Wanita itu menghela nafas berat, ia kemudian melirik Ayahnya sebentar sebelum bicara pada anak nya itu.

“Donghae-ya, umur mu sudah berapa?” tanya wanita itu.

“Dua puluh—lima”

“Kau pikir pria berumur 25 tahun itu pantas merengek-rengek pada ibunya karna tidak ingin dijodohkan dengan seorang gadis?!” tegas wanita itu.

“Eomma, Harabeoji—“

Harabeoji kemudian melepaskan kacamata nya dan menatap Cucu nya itu.

“Baiklah, aku akan membatalkan perjodohan itu.” ucap harabeoji itu.

Seketika wajah murung Donghae berubah menjadi ceria.

“Benarkah? Gomawo Harabeoji!!” pekik donghae senang.

“Tapi! Ada syarat nya!” sambung harabeoji membuat donghae kembali merubah ekspresinya menjadi murung.

Ia jelas-jelas tahu syarat Harabeoji nya itu pasti sangat mengerikan.

“Kau—, aku akan membekukan seluruh aset-aset mu, juga kartu kredit mu, kendaraan mu. Dan kau tidak lagi tinggal dirumah ini.” ucap Harabeoji cepat.

“MWO??!” pekik donghae tidak terima.

***

“Aku sudah memberikan waktu seminggu untuk mu merenungkan baik-baik tentang perjodohan ini. kurasa sudah saat nya kau kembali” ucap Tuan Choi—Appa Cheon Neul.

Saat ini gadis itu tengah duduk berhadapan dengan Appanya itu di halaman belakang kediaman Keluarga Cho.

“Cih! Sampai kapan pun aku akan menolak perjodohan konyol itu!” ucap Cheon Neul sengit.

“Oh ya? hahahaha kau itu sangat lucu anak ku” ucap Tuan Choi sambil menertawai ucapan anak nya itu.

“Bagaimana jika aku menawarkan sesuatu padamu hm?” lanjut pria berusia hampir menginjak setengah abad itu.

“Kau pikir ini lelucon?” sinis Cheon Neul.

“Padahal tawaran ini cukup menarik untuk mu. Soal Eomma mu mungkin?” ucap Tuan Choi santai.

Cheon Neul lantas dengan cepat menoleh kearah pria yang disebut nya Appa itu.

“Eomma? Dimana ia sekarang?” tanya gadis itu cepat.

“Aku tak bisa mengatakan hal itu pada mu sebelum—“

“Baiklah! Aku akan menerima perjodohan itu. asalkan kau memberi tahu ku dimana Eomma berada sekarang!” ucap Cheon Neul.

“Aku akan memberi tahu nya jika saja kau sudah menikah dengan pria pilihan ku itu” ucap Tuan Choi angkuh lalu beranjak berdiri dari duduknya.

“Mworago? Menikah?” pekik Cheon Neul tidak terima.

“Terserah apa kata mu. Aku tak kan memaksa mu lagi mulai sekarang” ucap Tuan Choi lalu segera melangkah pergi meninggalkan putri nya itu.

***

“Saat dimana akhirnya kau dengan terpaksa memutuskan tetap menikah bersama orang yang tak kau cintai..

Apakah kau benar-benar telah siap?”

***

Acara pernikahan itu pun dimulai. Dentingan piano yang mengalun mengiringi langkah Pengantin Wanita menuju Pengantin Pria yang menunggunya didepan altar Gereja.

Gadis itu akhirnya tiba didepan altar didampingi Siwon. Siwon kemudian menyerahkan tangan adiknya yang sedari tadi di pegang nya pada Donghae.

“Adikku memang sedikit nakal. Tapi kuharap, kau bisa menjaganya selalu” pesan Siwon pada Donghae.

Donghae pun menerima uluran tangan itu seraya memandang Siwon dengan tersenyum.

“Ne, aku—akan melakukannya” ucap Donghae ragu.

 

Kedua pengantin itu berdiri menghadap seorang Pendeta yang akan memimpin Pemberkatan nikah tersebut. Suasana Gereja itu mulai hening saat sang Pendeta mulai membacakan janji pernikahan.

“Saudara Lee Donghae, bersediakah anda di hadapan Tuhan, dan Jemaat. Menerima Saudari Han Cheon Neul sebagai istri anda, Menjadi Kepala Keluarga yang baik, menemani nya dalam suka maupun duka, sehat maupun sakit, susah maupun senang?” tanya Pendeta itu.

Donghae menoleh sebentar kearah Gadis itu, Gadis itu nampak tak begitu peduli dan terus menekuk wajahnya menghadap lantai.

Ia menghela nafas berat lalu mulai berucap.

“Ya, Saya bersedia” ucapnya.

Kini, sang Pendeta beralih menatap Cheon Neul.

“Saudari Han Cheon Neul, bersediakah anda di hadapan Tuhan, dan Jemaat. Menerima Saudara Lee Donghae sebagai suami anda, Menjadi istri dan ibu dari anak-anak nya dengan baik, menemani suami anda dalam suka maupun duka, sehat maupun sakit, susah maupun senang?” tanya Pendeta itu.

Gadis itu nampak berfikir keras, ia tak pernah setuju dengan pernikahan ini. Jika ia menolaknya, entah apa yang akan dilakukan Pria tua yang disebutnya Appa itu.

Apa ia harus mengikuti keegoisan nya atau keegoisan ayahnya?

“Nona Han? Apa anda mendengar pertanyaan saya?” ucap Pendeta itu karna gadis itu tak kunjung menjawab. Suasana di tempat itu menjadi kasak-kusuk seketika. Donghae sedikit menyenggol lengan gadis itu, mencoba menyadarkan nya dari lamunan nya.

“Baiklah, akan saya ulangi lagi. Saudari Han Cheon Neul, bersediakah anda di hadapan Tuhan, dan Jemaat. Menerima Saudara Lee Donghae sebagai suami anda, Menjadi istri dan ibu dari anak-anak nya dengan baik, menemani suami anda dalam suka maupun duka, sehat maupun sakit, susah maupun senang?” ucap Pendeta itu.

Dengan ragu gadis itu mulai berucap “E-ehm—Ya, Saya—bersedia” ucapnya berat.

“Dengan ini saya menyatakan bahwa saudara Lee Donghae dan saudari Han Cheon Neul resmi menjadi Suami-Istri” ucap Pendeta tersebut dan diikuti tepuk tangan meriah dari para hadirin. Sang Pendeta pun mempersilakan Donghae dan Cheon Neul untuk menyematkan cincin di jari pasangan.

“Kisseu Hae!” sorak Hyukjae beserta para sepupunya yang lain dari Bangku Gereja.

Donghae mendengus sebal melihat permintaan gila itu lalu beralih menatap gadis yang telah sah menjadi Istrinya itu.

“Apa lihat-lihat?” ketus Cheon Neul setengah berbisik.

“Tutup matamu” ucap Donghae setengah memerintah.

“Yak! Jangan macam-macam!” ancam Cheon Neul seraya melangkah mundur.

“Aku tidak akan macam-macam, aku janji!” ucap Donghae sungguh-sungguh.

“Tidak bisa dipercaya”

Cup

Dengan cepat Donghae mengecup pipi Cheon Neul singkat membuat gadis itu terbelalak nyaris berteriak.

“Ya!”

***

“Satu demi satu masalah mulai bermunculan..

Berusaha menghancurkan kehidupan pernikahan itu..

Akankah kau bertahan hingga akhir?”

***

“Aku mulai menyukainya..”

“Bukankah kau juga berselingkuh dengan mantan kekasihmu?”

“Aku ingin—kita bercerai”

“Jika itu maumu, akanku lakukan”

***

“Apa pernikahan adalah sebuah permainan?

Memulai sebuah kehidupan pernikahan tanpa  cinta, apa itu terlihat mudah?

Apakah seiring dengan berjalan nya waktu cinta mulai tumbuh diantara keduanya?

Akankah pernikahan ini berakhir bahagia?”

 

Anyongg..

Sebelumnya makasih buat para readers yang udah meluangkan waktu untuk baca ff gaje beginian..

Makasih juga buat admin page ini yang udah berkenan mau publish ff saya yang masih jauh dari kata bagus.

Sebenarnya saya juga nggak tau kenapa sampe-sampe saya bikin short ff untuk judul ff yang satu ini, padahal ff chapternya udah lama mengendap dilaptop saya dan saya belum berani kirim ke admin page ini, dan saya hanya berani posting ff ini di page pribadi saya xD

So, buat para readers yang merasa nggak asing dengan ff ini berarti udah pernah baca di page pribadi saya, Cuma—perbedaannya di page ini saya kirimnya yang short story.

Sekali lagi saya ucapkan terimakasih yang sudah membaca!!

6 Comments (+add yours?)

  1. Monika sbr
    May 25, 2015 @ 18:56:33

    Ahhh…. Sequel dong thor!!
    Ceritanya msh nge gantung ni….

    Reply

  2. dhe
    May 25, 2015 @ 23:40:28

    ahh… author mah suka gitu. lagi asik asik eh gantung. aku tu gak bisa di gantungin(?) thot.. jebal i need a sequel for this story.

    Reply

  3. esakodok
    May 26, 2015 @ 05:11:26

    wow..ini malah hampir seperti prolog sebuah kisah berseri y saengi…
    q suka ceritanya..marriage life selalu jd perhatian..hehehe

    Reply

  4. ongewife
    May 26, 2015 @ 11:12:16

    Ngegantung ceritanya masa udah selesai aja, belum juga kenal udah langsung nikah aja donge sama cheon neul wkwk, cheon neul cuek bebek gitu sama donge ntar malah dia lagi yg cinta duluan sama donge wkwk 😀 ini ada lanjutannya apa udahan di chapter ini aja ??

    Reply

  5. tiiwiii
    May 30, 2015 @ 08:35:52

    Kayak berasa baca teaser yaa

    Reply

  6. Deborah sally
    Feb 13, 2016 @ 16:19:12

    Yang ver chapter udah end?

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: