My All Is In You [2/?]

Author: nha_wina

Title : My All Is In You (Chapter 2)

Cast :

  1. Kim Jong Woon (Yesung)
  2. Lee Shayna
  3. Kim Ji Hyeon
  4. Member SJ

Genre : Romance, Angst

Rating : PG-15

Length : Chapter

Catatan : FF ini juga dipublish di blog pribadi author www.yesungshaynastory.blogspot.kr

Selamat menikmati.. J

 

Chapter 1 : https://superjuniorff2010.wordpress.com/2015/04/15/my-all-is-in-you-1/#comments

 

Autor’s POV

Hyung, aku dengar Shayna sudah pulang? Apakah ia akan kembali ke Cheonan? Atau tetap bersamamu di Seoul?” berondong pertanyaan keluar dari Donghae.

Yesung yang sedari tadi menatap handphonenya, menunggu pesan atau apapun yang berhubungan dengan yeoja chinngunya, melirik Donghae sambil tersenyum tipis. “Eoh. Baru saja sampai Korea 2 hari yang lalu. Sekarang ia masih tinggal di rumahku. Akhir minggu nanti orang tuanya akan kesini, mungkin untuk menjemputnya.”

Semua member Super Junior memang sangat dekat dengan Shayna. Mereka menganggap Shayna sebagai adik mereka. Yesung sengaja tidak memberi tahu member lain tetang kepulangan Shayna. Hanya saja, kemarin Donghae berkunjung ke cafenya dan bertemu dengan Mrs. Kim. Mrs. Kim lah yang memberitahu tentang kabar Shayna. Yah, rencana Yesung untuk membawa Shayna ke dorm agar mereka terkejutpun akhirnya gagal total.

“Bagaimana Shayna sekarang? Pasti ia tambah cantik!” Leeteuk ikut duduk di sofa bersama Yesung dan Donghae.

Eum, tentu saja, hyung. Sangat… sangat cantik. Kau pasti akan terkejut jika melihatnya nanti.” Jawab Yesung sambil tersenyum hangat, mengingat Shayna.

Para member berkumpul satu per satu sejak nama Shayna terdengar. Mereka sangat lelah karena baru saja tiba dari sebuah acara musik di Busan. Namun mendengar nama Shayna disebut terus menerus membuat mereka tertarik.

“Ajak dia kesini hyung. Bukan kau saja yang merindukan dia. Aku juga sangat merindukannya.” Kata Kyuhyun yang dibalas dengan pelototan Yesung.

“Kyuhyun-a, jangan macam-macam dengan adik kecilku!” kata Yesung yang dibalas dengan tawa dan canda para member.

Terkadang Yesung terlalu over protectif terhadap Shayna. Membuat member Suju malah semakin ingin menggoda Shaya di depan Yesung. Bel dorm berbunyi nyaring membuat mereka terdiam. Shindong pun melihat siapa yang datang dari layar di dekat pintu.

Hyung, yeojamu datang.” Bisik Shindong dengan tatapan malas.

Para member pun cepat-cepat masuk ke kamar masing-masing dan ada juga yang ke studio kecil tempat mereka latihan. Dengan cepat Yesung membukakan pintu untuk Ji Hyeon, kekasihnya.

Chagiya, kau ada disini!” Yesung memeluk erat Ji Hyeon.

Ji Hyeon senang melihat Yesung yang tidak berubah padanya. Padahal sejak 2 hari lalu ia tidak menghubungi Yesung sama sekali. “Oppa, mianhe. Aku sibuk sekali dua hari ini. Kau tahu kan, drama terbaru yang sedang aku kerjakan. Aku menjadi pemeran utama di drama itu.”

Yesung menganguk dan mengajak Ji Hyeon masuk. Heechul, Ryeowook, Kyuhyun dan Siwon tetap berada di ruang tengah tempat mereka berkumpul tadi.

Anyeong oppadeul.” Sapa Ji Hyeon.

Ryeowook, Kyuhyun dan Siwon membalas dengan senyuman, sedangkan Heechul tetap diam dan menatap layar ponselnya, tampak tidak peduli dengan keadaan sekitar. Yesungpun mengajak Ji Hyeon ke kamarnya agar mereka bisa berbincang-bincang dengan lebih leluasa.

Dilain tempat, seorang gadis cantik sedang berkutat dengan ponselnya. Berusaha menghubungi seseorang yang sejak tadi tidak menjawab panggilannya. Setelah beberapa menit, akhirnya nomer yang dihubunginya menjawab.

Yeoboseyo. Oppa, ini aku Shayna. Aku membawakan makan malam untukmu dan para member. Tapi makanan-makanan ini sangat berat. Bisakah kau turun ke lobi dan membantuku?” cerocos Shayna.

Ya! Shayna-ya! Ini aku, Heechul oppamu. Yesung sedang sibuk. Tapi kenapa nomormu tidak disimpan Yesung?” Heechul yang tadi terganggu dengan bunyi ponsel Yesung yang terus menerus berbunyi pun mengangkat ponsel Yesung. Siwon, Kyuhyun dan Ryeowook yang mendengar nama Shayna langsung menarik ponsel Yesung dan menghidupkan loudspeakernya.

“Ah! Heechul oppa!! Neomu neomu bogosipho oppa! Ini nomer baru ku. Baru saja aku beli tadi pagi bersama Jong Jin oppa. Oppa, bisakah kau kesini membantuku? Makanan yang dititipkan eomma sangat banyak. Tadi saja aku dibantu oleh supir taxi. Aku ada di lobi apartemen kalian sekarang.” Shayna memang sedikit cerewet. Tapi itulah yang membuat para member suka padanya, ia terlihat begitu apa adanya.

Ya! apakah kau tidak merindukanku, Shayna-ya?” Siwon, Kyuhyun dan Ryeowook mengatakan hal yang sama, membuat Shayna tertawa.

Aigoo.. uri Siwon oppa, Kyuhyun oppa dan Ryeowook oppa! Aku juga sangat merindukan kalian! Tentu saja aku merindukan semua member Super Junior. Omo! Penjaga apartemen kalian sepertinya mencurigai aku. Cepatlah kesini.” Shayna memang hafal satu per satu suara member Super Junior.

Heechul langsung menarik Ryeowook yang berada disebelahnya. “Tunggu aku chagiya. Aku akan kesana bersama Ryeowook.”

Selang beberapa menit, Shayna, Heechul dan Ryeowook sudah berada di dorm kembali. Kyuhyun dan Siwon terpana melihat Shayna yang semakin cantik dimata mereka. Hal yang sama dilakukan Heechul dan Ryeowook tadi saat di lobi.

“Siwon oppa! Kyuhyun oppa!” Shayna memeluk kedua namja yang masih bengong itu. Membuat keduanya tersadar.

Siwon menepuk kepala Shayna setelah mereka bertiga berpelukan. “Kau semakin cantik saja!”

Kyuhyun mencubit pipi Shayna dengan gemas. “Ya! Harusnya selain mengabari Yesung hyung, kau juga mengabari kami! Dalam 4 tahun ini aku hanya dapat melihatmu di konser kami saja. Itu pun hanya sebentar! Kau sungguh keterlaluan pada magnae oppamu ini Shayna!” Kyuhyun mengungkapkan kekesalannya.

Shayna hanya tertawa. Merekapun mengobrol dan tertawa bersama. Member lain yang berada di kamar dan studio masih betah dengan aktivitas masing-masing, sehingga tidak menyadari keadaan ruang tengah yang ramai.

“Dimana Jong Woon oppa?” tanya Shayna.

“Di kamarnya, sedang bersama yeojanya. Kau sudah tahu kan? Ji Hyeon, aktris yang sedang naik daun itu.” Sahut Heechul dengan nada sinis.

Shayna hanya mengangguk. Wajahnya menjadi sedikit pucat. Kyuhyun memperhatikan raut wajah Shayna yang berubah selama beberapa detik tadi.

“Ia selalu menghubungiku jika hubungannya dengan Ji Hyeon eonni  sedang tidak baik. Ah, sejak kemarin Jong Woon oppa selalu menunggu kabar dari Ji Hyeon eonni, aku sampai tidak bisa tidur medengar ceritanya secara terus menerus. Syukurlah mereka sudah berbaikan. Pantas saja ponselnya tidak diangkat. Ternyata ia sedang sibuk bersama yeojanya. Haha..”  Ryeowook dan Siwon tertawa mendengar keluh kesah Shayna sembari mengiyakan.

“Ah, bagaimana penampilan kalian di Busan tadi? Berjalan dengan lancar kan?” Shayna mengalihkan pembicaraan. Kyuhyun tahu itu. Namun pembicaraan pun berjalan dengan lancar dan penuh tawa.

Sore berganti malam. Satu persatu member keluar dari persembunyian mereka dan terkejut mendapati Shayna yang sedang menata meja makan untuk makan malam mereka bersama Ryeowook.

Leeteuk, Eunhyuk dan Donghae memeluk Shayna dengan erat. Kangin menepuk-nepuk pipi Shayna. Shindong dan Sungmin merangkul ringan pundak Shayna. Mereka mengobrol sambil makan malam bersama. Shayna belum menyentuh satupun makanan di hadapannya. Ia menunggu Yesung keluar. Semua member tahu kebiasaan Shayna yang baru akan makan jika Yesung juga makan.

“Na-ya. Kau..” suara berat yang sudah dihafal Shayna sejak kecil membuat Shayna dan para member terdiam.

Shayna menatap Yesung yang sedang merangkul Ji Hyeon. Wajahnya kembali pucat. Ada sesuatu yang sepertinya mengiris-ngiris jantung Shayna, membuat yeoja mungil itu sesak. Namun ia berusaha terlihat biasa saja. Hanya Kyuhyun dan Siwon yang memperhatikan reaksi singkat Shayna.

Shayna berusaha memberikan senyum terbaiknya. Ia kembali tampak biasa saja. “Eoh oppa. Aku diminta eomma untuk membawakan makanan untuk kalian.”

Yesung mengangguk mengerti. Ji Hyeon mengencangkan rangkulannya pada Yesung. Ia tampak kesal melihat kedekatan Shayna dan para member, hal yang ingin dirasakannya sejak berkenalan dengan Yesung, namun tidak pernah bisa. Para member lain seperti hanya beramah tamah demi kesopanan saja padanya.

Oppa..” bisik Ji Hyeon.

Suasana ruang makan tidak seramai tadi. Hanya ada candaan kecil antara Heechul, Shindong, Eunhyuk dan Donghae. Sedangkan yang lain memilih diam mengamati nasi masing-masing. Kyuhyun dan Siwon yang duduk tepat di hadapan Shayna hanya dapat memperhatikan Shayna secara sembunyi-sembunyi.

Yesung mengggaruk kepalanya yang tidak gatal, tanda ia salah tingkah. Entah mengapa ia tidak nyaman dengan pertemuan tidak terduga antara dirinya dan Ji Hyeon dengan Shayna.

“Na-ya. Ini yeojachinguku. Ji Hyeon.” Ujar Yesung dengan tenang.

Shayna pun berdiri dan menyapa Ji Hyeon yang menatapnya dengan sinis. “Anyeonghaseyo, Ji Hyeon eonni. Shayna imnida. Bangapseumnida.” Shayna mengulurkan tangannya.

Ji Hyeon menyentuh jemari kecil Shayna dengan malas. “Eoh. Bangapta.”

Ji Hyeon menatap Yesung dan merangkul tangan Yesung dengan erat. “Oppa. Aku pulang dulu. Nanti aku hubungi lagi, ne?”

Yesung mengangguk dan mengacak rambut Ji Hyeon dengan penuh kasih sayang. Membuat Shayna semakin sesak. Shayna pun duduk dan sibuk dengan ponselnya. Ji Hyeon memeluk Yesung dengan erat dan memberikan Yesung ciumuan di bibir yang cukup mesra, membuat para member menoleh dan geleng-geleng kepala dengan sikap Ji Hyeon. Shayna yang melihat adegan itu dari ujung matanya hanya dapat menahan panas yang akan berubah menjadi cairan bening di matanya. Yesung tersadar dan segera melepaskan diri secara perlahan dari Ji Hyeon. Ji Hyeon tersenyum puas, matanya menatap Shayna yang terlihat masih sibuk dengan ponselnya. Yeoja seksi itu pun melangkah ke arah pitu.

“Sampai ketemu lagi, oppadeul.” Katanya sebelum menghilang di balik pintu.

Para member langsung heboh dan meledek Yesung. Suasana pun hidup kembali. Yesung yang wajahnya masih memerah akibat ciuman tadi hanya bisa menghela nafas. Ia pun duduk disebelah Shayna yang masih mengutak-atik ponselnya.

“Kau tidak makan, Na-ya? Kau menungguku?” bisik Yesung sambil mengelus kepala Shayna dengan canggung karena kejadian tadi.

Shayna menghela nafas pelan, mengatur emosinya. “Anni. Aku.. sebelum kesini aku sudah makan tadi. Kalau aku makan lagi, mungkin tubuh ku akan membengkak. Hehe..” jawab Shayna sambil tertawa pelan. Tidak ada raut kesedihan di mukanya. Matanya pun terlihat ceria.

Kyuhyun dan Siwon hanya saling pandang melihat Shayna yang bisa berubah suasana hatinya dengan cepat itu. Lain halnya dengan para member yang masih membahas adegan ciuman tadi. Shayna pun meraih ponselnya dan berakting seperti ada yang meneleponnya.

“Ah, maaf. Aku harus pergi. Teman-teman SMP ku yang kuliah di Seoul mengajak bertemu. Jong Woon oppa, makanlah yang banyak. Kalian juga makanlah yang banyak, oppadeul. Sampai bertemu lagi.” Pamit Shayna yang terkesan terburu-buru, membuat Yesung dan member lainnya tidak sempat berkata apa-apa.

Rumah Keluarga Kim

Shayna duduk di ruang TV keluarga Kim. Hanya ada ia dan Nyonya Kim, namun Nyonya Kim sedang istriahat di kamarnya setelah seharian ini bekerja di cafe. Shayna ikut membantu disana, namun sebelum Yesung datang menjemput mereka nanti malam, Nyonya Kim sudah ingin pulang. Jam dinding menunjukkan waktu enam sore, sudah satu jam sejak dua yeoja berbeda usia itu tiba di rumah.

Shayna menatap TV di depannya, alih-alih menonton drama, matanya kosong, pikiranya melayang. Masih teringat jelas saat Ji Hyeon mencium mesra bibir Yesung. Ia sangat ingin menangis sejak kemarin, tetapi selalu tidak bisa. Selama ini ia memang merasa sakit jika Yesung mempunyai kekasih. Tetapi, melihat Yesung bermesraan dengan kekasihnya kemarin adalah pengalaman pertama baginya. Sehingga Shayna merasakan sakit berkali-kali lipat. Tanpa sadar, sepasang tangan memeluk lehernya dari belakang. Membuat yeoja cantik itu terkejut. Iapun menoleh ke belakang dan mendapatkan Yesung yang tertawa melihat wajah terkejutnya.

“Tumben sekali kau menonton drama yang bergenre horor, Na-ya?” kata Yesung mengambil tempat di sebelah Shayna.

Eoh?” Shayna masih setengah sadar setelah melamun tadi.

Yesung mengangkat sebelah alisnya, menatap wajah Shayna yang sedikit pucat. Ada raut kesedihan di matanya, namun Yesung tidak yakin akan hal itu. “Wae? Kau tidak sadar saat menonton ini? Ada sesuatu yang sedang kau pikirkan?” Yesung mematikan TV agar Shayna bisa berkonsentrasi pada setiap ucapannya.

Shayna menghindar dari tatapan mata elang Yesung. “Aniyo.”

“Ah oppa. Kau pasti lelah bukan? Mau ku buatkan teh manis hangat?” Shayna melepaskan tangan Yesung yang sejak tadi menggenggamnya. Gadis itu pun beranjak menuju dapur sebelum Yesung mencegahnya.

Yesung hanya tersenyum melihat Shayna yang salah tingkah. Ia pun mengalah untuk tidak bertanya lagi dan hanya mengikuti Shayna ke kitchen set, memperhatikan gerak-gerik Shayna yang sedang membuat teh. “Eoh. Aku sangaaaaat lelah.”

“Kalau begitu kau duduk saja di sofa.” Jawab Shayna seenaknya.

Yesung menatap Shayna dari belakang. Rambut ikal gantung adik kecilnya tergerai, sudah hampir mencapai pinggang sekarang. Yesung pun teringat satu hal yang sangat ingin dilakukannya sejak Shayna pulang.

“Na-ya, aku akan memberi tahu satu rahasia.” Kata Yesung sambil mendekat secara perlahan.

“Apa?” tanya Shayna masih membelakangi Yesung. Enggan melihat Yesung.

GREB

Yesung menarik pinggang Shayna agar mendekat pada tubuhnya. Shayna ingin menarik diri, tapi sepasang tangan kekar milik Yesung sudah melingkar sempurna di pinggangnya. Semakin erat dan erat. Membuat Shayna tidak dapat bergerak sedikitpun. Jantung Shayna berdegup kencang. Ia ingin menenangkan dirinya, namun sekarang sebelah tangan Yesung menyingkirkan rambutnya dengan lembut dan namja itu menempatkan kepalanya berada di lekukan leher Shayna, membuat seluruh badan Shayna lemas.

Oppa. Kenapa..?”

“Sebentar saja. Aku rindu memelukmu dari belakang seperti ini..” bisik Yesung tepat di telinga Shayna. membuat Shayna semakin merona dan lemas mendengar suara sexy Yesung saat berbisik. Yesung memejamkan matanya, menikmati Shayna yang berada dalam pelukannya.

“Na-ya, pelukan ini adalah senjata rahasiaku. Apakah kau masih ingat, sejak dulu jika kau tidak memelukku saat aku pulang dari sekolah atau dari manapun, aku yang akan memelukmu dengan erat seperti ini bukan?” Yesung tersenyum mengingat setiap kejadian mereka sejak kecil. Shayna hanya mengangguk, tidak mampu mengeluarkan suara.

Yesung menghela nafas pelan, matanya masih terpejam. Bibirnya hanya terpaut kurang dari 1 cm dari leher Shayna. “Na-ya. Kau tahu? Sebenarnya aku sering memohon pada Tuhan agar kau lupa memelukku. Karena dengan begitu aku bisa memelukmu dari belakang seperti ini. Tapi kau selalu ingat. Hanya 5 kali kau melupakannya sebelum kau pergi ke Indonesia. Akhirnya, sejak kau kembali ke Korea aku sangat senang karena kau seperti lupa untuk memelukku saat aku pulang. Sayangnya kesempatan aku untuk memelukmu baru ada hari ini, selain saat di bandara kemarin.”

Shayna masih diam seribu bahasa. Terkejut dengan pengakuan Yesung. Yesung pun mengeratkan pelukannya. “Gomawoyo Na-ya.”

Dengan kekuatan yang Shayna punya, gadis itu pun mengeluarkan suara. “Untuk apa oppa?”

Yesung tertawa kecil, akhirnya yeoja dalam pelukannya ini bersuara. “Untuk semuanya. Terutama untuk pelukan ini. Selain pelukan eomma, entah mengapa dengan memelukmu seperti ini bisa membuatku tenang. Hanya dengan memelukmu seperti ini, aku bisa menghilangkan rasa lelahku dalam sekejap.”

“Hari ini.. Apakah ada masalah?” tanya Shayna dengan ragu-ragu.

Pelukan Yesung terlepas, Yesung meraih pundak Shayna dan memutar tubuh yeoja mungil itu agar berhadapan denganya. Ditatapnya yeoja cantik dan manis dihadapannya dengan lembut. “Eoh. Kau selalu bisa menebak aku. Kenapa bisa seperti itu, hum?” Yesung malah bertanya balik pada Shayna.

Shayna masih menghindari tatapan Yesung. Wajahnya masih merona karena pelukan dan ucapan Yesung tadi. Jantungnya pun masih berdegup kencang, tak terkendali. “Mollayo. Hanya mengikuti perasaanku saja. Apakah karena Ji Hyeon eonni?”

Yesung tertawa pahit. “Hum.. Dia..” namja bersuara bariton itu berpikir, mencoba mencari kata-kata yang tepat.

Ia pun menatap Shayna yang memandangnya dengan penuh tanda tanya. Yesung menghela nafas kasar. “Aku melamarnya.”

Sakit. Itu yang dirasakan Shayna sekarang. Setelah tadi ia dibawa terbang oleh pelukan dan ucapan Yesung, sekarang ia terjatuh karena Yesung melamar Ji Hyeon. Shayna mudur beberapa langkah hingga tubuhnya menyentuh kitchen set dibelakangnya.

Belum sempat Shayna membuka mulut, teriakan Nyonya Kim mengejutkan mereka. Yesung dan Shayna pun berlari menuju kamar Nyonya Kim.

“Eomma. Kenapa?” Shayna menghampiri Nyonya Kim yang sedang duduk di tepi tempat tidur sambil memegang kepalanya. Wajahnya pucat.

Yesung duduk disebelah eommanya. “Apakah.. Mimpi buruk?”

Nyonya Kim menggeleng dan menggenggam erat tangan Shayna dan Yesung. “Kepala eomma sakit. Sangat sakit.” Ujar Nyonya Kim dengan sangat lemah.

“Kita ke dokter. Oke?” tegas Yesung.

Nyonya Kim menggeleng. Yesung bertatapan dengan Shayna. Shayna pun membujuk Nyonya Kim.

Eomma. Kita semua sayang pada eomma. Sayang sekali. Kalau eomma sayang juga pada kita, eomma harus mau kita bawa ke dokter. Ok?”

Shayna memeluk Nyonya Kim dengan sayang. Nyonya Kim yang masih memegang tangan Yesung dan Shayna pun tersenyum kecil. “Tapi apakah kalian bisa berjanji untuk menuruti keinginan eomma setelah kita ke dokter?” tanya Nyonya Kim penuh harap.

Yesung dan Shayna saling bertatapan. “Tentu saja.” Jawab mereka serempak tanpa berpikir.

Semua akan mereka lakukan agar Nyonya Kim mau ke dokter dan memeriksa kesehatannya yang memang terlihat menurun beberapa hari ini. Akhirnya mereka pun sepakat untuk pergi ke dokter.

At Hospital

“Bagaimana keadaan ibu saya yang sebenarnya, Dok?” tanya Yesung sesaat setelah Nyonya Kim dan Shayna keluar dari ruang periksa.

“Nyonya Kim terkena serangan vertigo yang lumayan berat. Mungkin karena pola makan yang tidak teratur dan terlalu banyak beban pikiran. Akan lebih baik jika Anda sekeluarga menyenangkan hatinya agar beban pikirannya berkurang sedikit.” Jelas Dokter Lee.

Yesung memijat keningnya perlahan. “Apakah akan berbahaya kedepannya, Dok?” tanya Yesung khawatir.

“Tidak, jika ia dapat mengkontrol pola makannya dan tidak terlalu stress, Jong Woon-ssi. Tetapi jika dibiarkan bisa mengakibatkan hal yang lebih buruk dari tadi. Ini saya berikan obat agar Nyonya Kim banyak istirahat.” Dokter Lee memberikan resep obat yang dibutuhkan Nyonya Kim.

Yesung pun mengucapkan terima kasih pada Dokter Lee dan menghampiri Nyonya Kim dan Shayna yang menunggu di kafetaria rumah sakit. Nyonya Kim terlihat sudah segar dan sedang tertawa bersama Shayna. Yesung pun duduk disebelah Nyonya Kim setellah sebelumnya membeli obat di apotek dekat kafetaria.

Eomma, masih sakitkah?” tanya Yesung sambil memeluk lengan Nyonya Kim.

Nyonya Kim tertawa dan mengelus rambut Yesung dengan lembut. “Aniyo. Kalian tenang saja. Eomma sangat kuat bukan?” canda Nyonya Kim yang dibalas tawa oleh Yesung dan Shayna.

TBC

 

TBC

 

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: