Scandal Love [3/?]

[Chapter 3] Scandal Love

Author : Rien Rainy (@Riechanie_ELF / Riechanie Elf)

Berkunjunglah ke blog Rien~ ^^ http://riechanieelf.wordpress.com/

Cast :

  • Lee Dong Hae Super Junior as Lee Dong Hae
  • Cho Hyo Na (OC)
  • Park Jae Rin (OC)
  • Cho Kyu Hyun Super Junior as Cho Kyu Hyun
  • Han Jang Mi (OC)
  • Kim Ki Bum Super Junior as Kim Ki Bum

Genre : hurt, tragedy, crime, romance

Rated : T, semi-M

Length : chapter

HAPPY READING~!!!

ENJOY~!!!

DON’T BASH~!!!

DON’T PLAGIAT~!!!

Don’t like don’t read~!!!

—Scandal Love—

“Ini dilakukan bukan berdasarkan cinta. Aku yakin itu, namun yang kupercayai adalah mengapa aku sangat bahagia bisa berdekatan dengannya? Walau hanya duduk disampingnya atau sekedar menjahilinya yang tengah mencatat pelajaran ataupun menyapa dia yang selalu hadir di awal pagi …”—Lee Dong Hae.

—Scandal Love—

—Sebelumnya—

Zhoumi menganggukkan kepalanya, “Iya, kau lupa? Dia dengan ku teman masa SMP, wajar saja aku tahu bagaimana dia!”

Ada nada bangga yang terdengar dari Zhomi, lalu itu membuat Dong Hae sedikit merasa dirinya benar-benar tak berguna. Dia dengan Hyo Na baru mengenal semenjak duduk dikelas dua SMA ini, tidak seperti Zhoumi yang sudah lebih lama mengenalnya.

“Lalu siapa yang membantunya dulu?”

“Tetap saja orangnya sama sampai sekarang. Bahkan aku berpikir, kalau dia adalah orang yang ditakdirkan untuk menjaga Hyo Na.”

“Siapa?”

Zhoumi sedikit tertawa kecil, “Cho Kyu Hyun!”

Dan Dong Hae Hae Hae Hae tanpa sadar membulatkan matanya tak percaya pada jawaban yang diberikan Zhoumi padanya. Lagi, entah mengapa dia merasa jika Kyu Hyun selalu berada selangkah lebih dekat dengan Hyo Na. Zhoumi tahu perubahan yang terjadi pada Dong Hae hingga kini dia hanya tertawa saja, baginya jika Dong Hae tak menjelaskannya pun dia sudah tahu jawabannya. Ya, sepertinya Dong Hae tak sadar jika dirinya cemburu pada Kyu Hyun yang terlalu dekat dengan Hyo Na.

—Scandal Love—

“Pagi Hyonie!”

Hyo Na langsung melihat ke dalam kelas sehingga ditemukannya sosok Dong Hae sudah duduk dibangkunya, membuatnya sedikit memiringkan kepalanya sedikit bingung mendapati Dong Hae yang sepertinya berangkat lebih awal dari dirinya. Lalu Hyo Na hanya mengangguk kecil memasuki kelasnya yang hanya ada Dong Hae, “Kau pagi sekali datang?”

“Sesekali datang lebih awal tak apa, kan?”

Hyo Na sedikit menganggukkan kepalanya kecil, lalu memilih meletakkan tasnya di atas meja tempat Dong Hae juga meletakkan tasnya, “Kenapa tasmu disini juga?”

“Ada yang salah? Bukannya dulu kau pernah ingin duduk bersamaku?”

Hyo Na menggelengkan kepalanya, sepertinya dia tak ingat pernah meminta itu pada Dong Hae mengingat dia dengan Dong Hae berhubungan seperti pelaku dan korban saja. Yah, perlu di catat Hyo Na sangat usil terhadap teman-temannya dan dia juga tak pernah mengenal teman pria yang akan di usilinya, menurutnya asalkan kebosanannya itu hilang dia akan senang menjahili temannya.

Terlebih pada Dong Hae yang selalu sering menjadi objek kejahilannya. Namun Dong Hae juga yang seperti pasrah atau menerima segala keisengan Hyo Na hingga terkadang membuat teman yang lain beranggapan hubungan mereka terlihat amat aneh, Hyo Na yang sangat aktif dengan Dong Hae yang terkadang pendiam atau bisa sama aktifnya kalau Hyo Na mulai berlaku iseng padanya.

“Aku tak ingat pernah bilang begitu padamu! Cepat sana kembali ketempatmu, Hae-ah!”

Teriakan Hyo Na yang cempreng terdengar Dong Hae hanya bersikukuh tetap mendiami tempatnya, “Aku hanya ingin duduk dengan Jang Mi dan Kyuhyunie saja! Aku tak ma…”

“Pantas saja ribut!”

Dan Hyo Na dibuat terkejut atas kehadiran Jong Woon yang tiba-tiba saja memasuki kelas, Dong Hae bangkit dari tempatnya dan sedikit membungkuk menyapa Jong Woon dan hal itu hanya membuat Hyo Na mencibir mengejek Dong Hae, “Uhm, sok sopan!”

Dan akibat sindiran itu Jong Woon tertawa melihatnya dan dilihat Dong Hae tengah menjentikkan dahi Hyo Na dengan jarinya hingga membuat Hyo Na meringis, “Masih lebih baik! Kau gadis liar!”

“Hei! Aku tak se…”

“Sudahlah Hyonie! Tak seharusnya juga kau berteriak-teriak seperti itu pagi ini.”

Dan Hyo Na cemberut sudah ditempatnya, lalu membuat Dong Hae tertawa karenanya. Lebih bisa diartikan Hyo Na tak akan pernah melanggar apa perintah Jong Woon sama seperti Kyu Hyun, kurang lebih orang yang bisa mengendalikan Hyo Na yang berteriak-teriak adalah Kyu Hyun dan Jong Woon. Lalu ada Ki Bum dan Jang Mi yang selalu menjadi tempat Hyo Na berkeluh kesah dan itupun jika Hyo Na ingin berkeluh kesah pada mereka, mengingat betapa tertutupnya Hyo Na hal ini juga akan sangat sulit.

“Ada apa sunbae datang kesini?” lalu Dong Hae bertanya kemudian membuat Jong Woon berpaling melihatnya, “Memastikan Hyonie kesini dengan selamat.”

“Uhm, sudah kukatakan aku itu bukan barang berharga tahu!”

Dong Hae maupun Jong Woon meliriknya yang kini menampilkan wajahnya yang cemberut sempurna, tak habis mereka pikir gadis yang ada di hadapan mereka adalah gadis dewasa namun kenyataan tingkahnya adalah hal yang bertolak belakang. Faktanya adalah Hyo Na itu sangat kekanakan dari umurnya yang sudah bisa dibilang dewasa.

“Tapi tetap saja kau harus dijaga!” timpal Jong Woon pelan membuat Hyo Na hanya mengangguk kecil, “Tapi aku baik-baik saja, kan? Lihat!” dan perkataan Hyo Na membuat Jong Woon mendekat lalu menempelkan sesuatu pada ujung luka di bibir Hyo Na yang memang belum sedikit pun mengering.

“Aku tak mengerti apa eonni mu merawatmu dengan baik? Kau tahu, jika kau merawat lukamu dengan baik kuyakin sekarang ini lukamu sudah sembuh.”

Hyo Na cemberut, “Hyo Ah eonni merawatku dengan baik! Sudahlah oppa kembali kekelas saja!” dan berakhir oleh Hyo Na yang mendorong punggung Jong Woon dengan paksa, bermaksud untuk tak khawatir lagi padanya.

“Sudah kau bereskan oppa mu yang cerewet itu?”

“Eh?! Tentu saja! Ck, dia benar-benar cerewet!” timpal Hyo Na sambil mendudukkan dirinya di bangkunya.

Dong Hae juga ikut duduk namun dibangku kosong tepat dihadapan Hyo Na, lalu dilihatnya Hyo Na yang mulai sibuk mencari novelnya dan mulai membacanya, tapi Dong Hae belum ingin melihat Hyo Na yang terlarut pada novelnya maka itu dia tarik novel Hyo Na untuk ditahannya beberapa menit, “Apa yang kau lakukan?!”

“Menjahilimu!”

“Hei! Seharusnya itu kata-kataku, Hae-ah! Kau…”

“Shht…” lalu bekapan tangan Dong Hae dibibir Hyo Na membuatnya bungkam, dilihatnya Hyo Na yang bahkan menatap tajam Dong Hae yang menatapnya dan kemudian dia lepas perlahan bekapan itu.

“Tenanglah! Kau ini suka sekali berteriak-teriak seperti itu, aku mendengarmu Hyo Na!”

“…”

Kini Hyo Na diam saja, lalu diliriknya tangan Dong Hae yang menahan novelnya. Kesal mulai menyerangnya, dia sangat tak suka jika novelnya disentuh orang lain, dan itu berlaku untuk semuanya kecuali hal-hal penting. Dan yang inilah yang membuatnya tak menyukai Dong Hae, “Kembalikan novel itu padaku!”

Dong Hae sedikit membolak-balikkan novel itu hingga Hyo Na sedikit mendesah gelisah karena takut jika novel itu akan rusak atau hilang bagiannya karena Dong Hae, “Dong Hae… kembalikan padaku!”

“Aku tahan satu hari!”

“Apa?!”

Dan dapat Hyo Na lihat Dong Hae sudah memasukkannya kedalam tasnya, lalu memandang Hyo Na tanpa merasa berdosa. Tak diperdulikannya lagi Hyo Na yang sudah mengeluarkan sumpah serapah pada Dong Hae yang kini terlihat tersenyum menatap wajah kesal Hyo Na, lalu diam-diam dia tertarik begitu saja untuk menyentuh bibir Hyo Na yang luka itu.

“A… apa yang kau lak…”

Dan entah Dong Hae melakukannya dengan sadar atau tidak, dia tengah tak terkendali malah mengecup sudut bibir yang luka itu namun diatas plester yang sebelumnya telah direkatkan oleh Jong Woon, “Dong… Dong Hae…?”

Brak.

Dan membuatnya kemudian tersadar hingga menjauhkan diri masing-masing, mereka kini bangkit berniat melihat sebuah buku pelajaran jatuh berhamburan dilantai dan membuat salah satu buku tulis terbuka dan menampilkan salah satu nama pemiliknya, “Park… Jae Rin…?”

Lirihan Hyo Na lebih menyadarkan sosok Dong Hae lagi yang kini menatapi Hyo Na yang terlihat bergetar ditempat dia berdiri, seperti teringat akan sesuatu. Dong Hae tak tahu apa yang membuat Hyo Na terlihat seperti orang ketakutan itu, namun saat tangan Dong Hae hendak ingin menyentuh Hyo Na, secara tiba-tiba Hyo Na berteriak, “Menjauh dariku! Kumohon… Lee Dong Hae!”

Jang Mi baru saja hendak memasuki kelas namun dia mendengar Hyo Na berteriak didalam sana hingga kini reflex dia berlari masuk kedalam kelas. Dan saat tepat dia memasuki kelasnya, dilihatnyalah kini Hyo Na sudah menangis sambil menyuruh Dong Hae menjauhinya, “Hyon…”

“Sudah kukatakan untuk menjauhinya, kan?”

Dan suara dari arah belakang membuat Dong Hae juga Jang Mi melihat ke arahnya, terkecuali Hyo Na yang sudah terlihat menangis ketakutan. Kyu Hyun yang berucap sedatar itu, kini Jang Mi terlihat melanjutkan langkahnya mendekati Hyo Na, “Hyonie… tenanglah…”

“Hiks… kumohon… jauhi aku! Hiks… Jang Mi…”

Jang Mi terlihat menenangkan Hyo Na dengan mengusap-usapkan pundaknya dengan lembut, kini giliran Dong Hae yang sepertinya khawatir dan hendak mendekati Hyo Na namun belum sempat dia mendekati Hyo Na, lengannya kini sudah tertahan oleh Kyu Hyun, “Lebih baik kau menjauh daripada membuatnya terus histeris seperti itu!”

“Maksudmu? Menjauhinya? Lalu aku membiarkanmu menjaganya?”

“Lee Dong Hae turuti perintah Kyu Hyun!”

Jang Mi membentak disana, dia tatapi kini Dong Hae dengan tajam namun Dong Hae hanya melihat ke arah Kyu Hyun yang masih memasang wajah datarnya, “Kau aneh Kyu Hyun! Kau selalu bersikap melindunginya!”

Setelah kalimat itu keluar dari bibir Dong Hae, dia terlihat keluar dari kelas meninggalkan Kyu Hyun yang masih bertahan dengan wajah datarnya dan Jang Mi yang mencoba menenangkan Hyo Na yang masih menangis.

—000—

“Sepertinya kau harus memperingatkan Dong Hae untuk menjauhi Hyonie, Kyu-ah.”

Jang Mi berucap khawatir setelah dirinya mendekati Kyu Hyun yang baru juga mendudukan dirinya di atas sofa yang empuk. Lalu dilihatnya Jang Mi yang berwajah khawatir juga mencoba mengingat-ingat sesuatu disana, “Ada yang kau pikirkan?”

Jang Mi terlihat menganggukkan kepalanya, “Tentang permintaan Dong Hae pada Hyonie. Kau tahu, kan?”

“Katanya dia disuruh untuk membuat Jae Rin membenci Dong Hae, aku tidak diberi tahu mengapa dia harus melakukannya. Hanya itu yang Hyo noona katakan padaku.”

“Aku tak pernah berpikir Jae Rin akan bersikap sejauh ini pada Hyonie, dia terlalu berlebihan.”

“Dan ini yang membuatmu khawatir?”

“Ck, bagaimanapun juga Hyo Na itu sahabatku dan sudah aku anggap sebagai adikku. Kau ini!”

“Aku membawakan kalian minuman!”

Terlihat dari arah samping sosok gadis berambut coklat panjang yang wajahnya terlihat mirip dengan Hyo Na datang membawa dua gelas minuman, “Oh, Hyo Ah eonni apa kami terlalu merepotkanmu?”

Hyo Ah tersenyum kecil lalu meletakkan dua buah gelas itu diatas meja setelahnya dia persilahkan kedua teman Hyo Na untuk minum. Hyo Ah tak berpindah dari tempatnya tetapi dia ikut mendudukkan dirinya di dekat mereka, “Aku benar-benar tak tahu harus bilang apa selain terima kasih untuk kalian berdua.”

“Ah, eonni terlalu sungkan pada kami.” Jang Mi berucap dengan sedikit tawanya yang renyah mencoba membuat suasana senyaman mungkin akibat Hyo Ah yang bersikap sedikit canggung padanya.

“Uhm, tapi kali ini kenapa adikku sampai terluka sebegitu parahnya?”

Kyu Hyun menoleh memperhatikan raut wajah Hyo Ah yang terlihat mirip dengan gadis berambut sebahu yang adalah Hyo Na itu terlihat sendu, “Seperti saat SMP dulu noona. Ada yang iri dengan apa yang dimiliki Hyonie.”

“Hah, kejadian beberapa tahun lalu terulang lagi, padahal Hyo Na baru saja menyembuhkan traumanya.”

“Jadi dulu pernah terjadi ya eonni?” Jang Mi bertanya sebagai posisi yang belum sama sekali tahu tentang keadaan Hyo Na, “Hyonie tak memberitahumu?” dan membuat Jang Mi mengangguk membenarkan fakta yang dirasakannya, Hyo Na belum pernah bercerita tentang masa lalunya.

“Dia masih tertutup Kyuhyunie?”

Kini tanya menghampiri Kyu Hyun, “Tidak tertutup seperti dulu, namun untuk bercerita tentang masa lalu dia tak ingin.”

“Apa dulu Hyonie tertutup dengan keadaannya?”

Kyu Hyun mengangguk membenarkan lalu ruangan yang berisi tiga orang itu hening beberapa menit, Jang Mi masih beradu dengan pemikirinannya sedangkan Kyu Hyun dia masih saja mengingat-ingat bagaimana masalah-masalah yang membayangi Hyo Na di masa-masa SMP dulu. Dan Hyo Ah dia tentu saja sudah kembali ke dapur karena mendapati kedua teman adiknya tengah bergelut dengan pemikiran mereka masing-masing.

Hyo Na masih terlelap dalam tidurnya, wajahnya pucat dengan luka di dahinya yang sudah di perban sedangkan luka pada sudut bibirnya yang masih basah karena diolesi obat oleh Hyo Ah tadinya. Beberapa jam setelah Kyu Hyun menemukan Hyo Na dan langsung dengan cepat membawanya pulang tanpa memberitahu Dong Hae sebelumnya, Jang Mi adalah orang yang pertama kali dihubunginya agar segera kerumah Hyo Na dan menemui kakaknya, Cho Hyo Ah.

Kedua teman Hyo Na itu selalu bersikap lebih cepat untuk menjauhkan Hyo Na dari segala yang membahayakan dirinya, terlebih sikap penyerangan yang kembali terulang seperti masa-masa SMP Hyo Na. Jang Mi memang belum mengetahui benar masa lalu tentang Hyo Na juga Kyu Hyun, namun dia selalu percaya lambat laun juga Hyo Na akan mau bercerita banyak dengannya.

“Kau harus sabar untuk bisa menjadi seorang yang dipercayai Hyonie.”

Jang Mi tertegun mendengar Kyu Hyun yang tiba-tiba saja membuat suasana bersuara lagi hingga kini dia melihat ke arah Kyu Hyun yang tak melihat ke arahnya, “Ada saatnya dia pasti akan bercerita padamu.”

Jang Mi mengangguk membenarkan namun tak dipungkiri lagi hatinya sedikit merutuki dirinya, selama ini dia tidak terlalu berpengaruh pada tingkah Hyo Na. Walau Hyo Na itu terkenal dengan perangai cerianya dan selalu iseng kepada siapapun, namun tak banyak teman-teman yang lain tahu jika Hyo Na itu menyimpan banyak cerita kelam pada kehidupannya. Termasuk Jang Mi yang adalah sahabat dekatnya, terkadang Jang Mi juga berpikir dia sama sekali tak berarti untuk Hyo Na.

“Aku akan melihat Hyonie dikamarnya. Kau mau ikut kekamarnya?”

“…”

Kyu Hyun hanya menggelengkan kepalanya lalu Jang Mi sedikit tersenyum dan meninggalkannya untuk melangkah ke arah tangga menuju kamar Hyo Na. Setelah punggung Jang Mi menghilang dari penglihatan Kyu Hyun, pria berambut ikal itu menundukkan kepalanya menghadap lantai putih yang menjadi pijakkannya. Seperti ada yang dia sesali di dalam hidupnya, itulah Kyu Hyun yang tak diketahui Jang Mi atau teman yang lainnya.

—Scandal Love—

“Jang Mi-ah!”

“Ya, Hyonie ada apa?”

Hyo Na terlihat lebih baik dari sebelumnya walau wajahnya masih terlihat pucat, setelah cukup lama menenangkannya kini Hyo Na sudah dapat bersikap seperti biasanya. Namun tentu saja, Jang Mi mengkhawatirkan kondisi Hyo Na yang selalu baik-baik saja, dia terlalu takut jika Hyo Na menutupi rasa sakitnya.

“Kau tahu Dong Hae kemana?”

“Kenapa kau mencarinya Hyonie? Kau tidak ingat kata Kyu Hyun? Kau harus menjauhinya untuk beberapa hari ini.”

Hyo Na terlihat murung mendengarnya dan tentu saja membuat Jang Mi keheranan mendapati sikapnya yang seperti itu. Hyo Na perlahan membuang pandangannya untuk melihat bangku tempat Dong Hae duduk, bangku itu kosong yang ada hanya Kyu Hyun yang duduk di bangku sampingnya. Lalu hal itu tentu saja membuatnya bangkit dari tempatnya dengan membawa buku pelajaran dan alat tulis, Jang Mi awalnya heran namun begitu Hyo Na berbisik dia akan duduk dengan Kyu Hyun akhirnya Jang Mi mengizinkannya untuk berpindah.

“Kyuhyunie…”

“Kembalilah ketempatmu sekarang.”

Hyo Na itu keras kepala walau sebenarnya Kyu Hyun bisa saja mengendalikannya namun untuk hal ini dia terlihat menduduki tempat samping Kyu Hyun saja sambil tidak memperhatikan kalau Kyu Hyun tengah menghela nafas tak percaya. “Kau mau apa, heh?”

“Hanya numpang duduk untuk mencatat.”

Kyu Hyun yakin jika itu bukan Hyo Na dia pasti sudah memarahinya atau sekedar membuang buku pelajaran itu ke lantai, itu semua agar Hyo Na kembali ke tempatnya. Namun melihat gadis berambut sebahu yang sepertinya tidak dapat diusirnya malah sedang menatapnya dengan memohon dia kini mulai berpasrah saja, “Terserah kau sajalah.”

“Yatta! Kau menyerah!” dan akhirnya mendengar pekikan girang dari Hyo Na atas kekalahan Kyu Hyun yang tak bisa mengusirnya.

Lalu Kyu Hyun terlihat menggelengkan kepalanya mendapati Hyo Na bersikap demikian, pria berambut ikal itu lantas mulai mencatat apa yang tadi diterangkan oleh guru di ikuti juga dengan Hyo Na disampingnya. Jang Mi yang duduk di baris berbeda namun dibelakang tempat duduk Kyu Hyun juga sudah sedikit lega, karena sebelumnya dia sedikit takut jika saja Kyu Hyun memarahi Hyo Na karena berpindah tempat saat jam belajar, namun karena saat ini dilihatnya dua orang itu sudah duduk bersama. Hal itu tentu saja membuat Jang Mi menjadi lega.

“Aku terkadang tak mengerti hubungan seperti apa yang terjalin antara Ketua dan Hyo Na.” gumam seorang gadis berkuncir satu disamping Jae Rin yang tengah serius mencatat.

Jae Rin sedikit memberikan perhatiannya kepada kedua sosok yang baru saja di sebutkan oleh gadis berkuncir satu disampingnya. Dilihatnyalah sosok Kyu Hyun yang bahkan berbicara kecil pada Hyo Na yang sudah tertawa disana, itu pemandangan yang amat jarang dilihat Jae Rin. Yah, mengingat Kyu Hyun dimata teman sekelasnya adalah sosok ketua kelas yang jarang berekspresi, cukup tegas dalam memimpin kelasnya dan dia juga jarang sekali terlihat banyak berbicara dan tersenyum. Ah, satu hal yang tak pernah dilihat Jae Rin saat Kyu Hyun bersama dengan teman sekelasnya, yaitu tersenyum. Namun entah mengapa jika dia berdekatan dengan Hyo Na dia akan selalu terlihat tersenyum.

“Ah, kalau diperhatikan Ketua kita itu cukup populer namun tak ada gadis yang bisa mendekatinya begitu mudah,”

“Dengan Hyo Na kenapa dia bisa?”

Jae Rin bertanya tiba-tiba pada teman satu bangkunya itu, lalu dilihatnya gadis berkuncir itu sedikit memasang wajah berpikir, “ Entahlah, aku juga tidak tahu yang kulihat Hyo Na memang selalu bisa mendekati pria manapun dengan begitu mudahnya.”

Dan setelah kalimat itu keluar gadis berkuncir satu itu melanjutkan tulisannya yang tertunda, meninggalkan pandangan Jae Rin yang masih menatap dua orang yang begitu jauh dari pandangannya. Di balik kacamatanya terlihatlah dua sosok teman yang tak begitu dikenalnya, Kyu Hyun itu ketua kelasnya walau sudah sekelas dengannya tetapi sampai sekarangpun dia masih belum mengenalnya dengan dekat dan tertinggal oleh Hyo Na.

Jae Rin cukup mengenal gadis berambut sebahu yang dikenal jahil dan periang itu namun dia juga terkadang merasa ada sesuatu pada gadis itu yang membuatnya berpikir apa yang dikatakan oleh teman sebangkunya adalah benar. Dan seolah mendapatkan sesuatu dia seakan baru teringat akan perkataan seseorang kepadanya disaat pagi hari tadi.

“Cho Hyo Na itu memang akan selalu dengan mudah mendekati pria manapun, baik itu pria yang baru dikenalnya atau tidak dikenalnya. Tak heran juga, saat dia hanya berpapasan atau sekedar bertegur sapa orang-orang akan beranggapan bahwa dia terlihat begitu dekat dengan pria tersebut. Dia memiliki daya tarik yang gadis-gadis lain tak punya.”

“Ah… gadis pagi tadi…”

—Scandal Love—

“Kau selalu membolos ya?” tegur Dong Hae saat didapatinya Ki Bum yang baru saja mendudukkan diri di tempat biasanya.

Dong Hae sudah beberapa menit lalu memang membolos dan memilih perpustakaan untuk tempat pelariannya, tak diperdulikannya jika dia akan dipanggil oleh wali kelas atau guru yang lain. Dia sedang tak ingin memperdulikan hal itu saat ini, ada yang membuatnya terganggu beberapa hari ini. Apalagi setelah permintaannya dengan Hyo Na yang secara tidak langsung disanggupi begitu saja dan membuatnya harus tertarik pada masalah-masalah penyerangan.

“Aku malas, akhirnya namaku juga yang akan dipanggil oleh guru saat mengerjakan soal dipapan tulis.”

Ki Bum berucap datar saja disana, “Lalu kau sendiri kenapa?” dan membuatnya menambahkan lagi kalimat tanya pada Dong Hae tanpa embel-embel sebutan sunbae atau hyung.

“Hanya malas saja.”

Ki Bum mengangguk paham namun dirinya juga berpikir kemungkinan terbesarnya adalah Dong Hae sedang ingin bertanya sesuatu padanya, maka itu dia lihat juga kini Dong Hae yang sudah membaringkan dirinya di kedua kursi yang sudah disusunnya. Mungkin terlelap beberapa menit diperpustakaan yang sepi akan membantu pikirannya kembali seperti semula, dia berharap seperti itu ternyata.

“Bagaimana keadaan Hyo noona?”

“Eh?”

Ki Bum lihat Dong Hae yang tengah berpikir memandangi langit-langit perpustakaan yang ternyata luas juga kalau diukur-ukur, “Dia sudah lumayan baik, kau tidak pergi melihatnya?”

“…”

Dong Hae melihat ke arah Ki Bum yang kini memilih diam saja, “Kyu Hyun melarangmu?”

“Tidak, tapi noona yang menyuruhku untuk tak menemuinya beberapa hari ini. Pasti ada yang disembunyikannya padaku dan Jang Mi.”

“Apa dia memang selalu tertutup seperti itu?”

Ki Bum mencoba diam, dia mulai berpikir di awal pertemuan mereka. Saat itu dia memang tak sengaja melihat Hyo Na yang kesulitan menemukan sebuah buku untuk dijadikan refrensi tugasnya, alih-alih mengabaikan namun dia tak punya niat itu sama sekali hingga akhirnya dia menghampiri Hyo Na saat itu.

Hyo Na hanya diam saja saat dibantu Ki Bum yang mulai bertanya tentang kesulitan Hyo Na, awal yang sangat buruk karena Hyo Na memiliki tatapan yang datar dan mungkin tak mudah untuk di dekati. Namun karena Ki Bum berniat baik padanya, Hyo Na pun akhirnya mulai berbicara namun begitu sedikit. Setelah pertemuan itu, mereka tak pernah bertemu lagi dimana pun. Dan jika berpapasan Hyo Na langsung menghindar dan bersembunyi disisi Jang Mi. Lalu, hingga sampai mereka sering bertemu Ki Bum merasakan hal lain, dia tertarik dengan gadis yang bersama Hyo Na yaitu, Jang Mi.

“Ah, pantas saja kalau bertemu kau itu selalu melihat ke arah kami. Aku pikir, kau ingin memanggilku atau apa. Ck, ternyata kau menyukai Jang Mi?”

Ki Bum sangat ingat Hyo Na pernah berbicara seperti itu padanya, bahkan rasa canggung dan tatapan datar itu tak ada lagi untuknya. Hingga saat itulah akhirnya mereka menjadi dekat dan tak jarang Hyo Na juga terbantu oleh Ki Bum.

“Seingatku dulu dia juga tertutup padaku, namun setelah aku dekat dengannya dia pelan-pelan membuka dirinya untuk bercerita.”

“Aku juga sering dengar darinya seperti itu.”

Mereka terlihat diam, ada yang masih mengganjal dipikiran Dong Hae. Entah apa itu tetapi tak dapat dipastikan Ki Bum sendiri karena dia masih saja memperhatikan ekspresi apa yang akan ditunjukkan Dong hae padanya. “Kalian juga dekat?”

“Eh?!”

Kini Dong Hae yang tiba-tiba saja merasa tersudut dengan pertanyaan itu hingga tak sadar dia juga merasa gugup tak beralasan, “Kau terkadang juga terlihat sering bersama Hyo noona. Berjalan, tertawa, dan terkadang Hyo noona sering meneriakimu.”

“Eh… itu… tidak terlalu dekat.”

Ki Bum kini menampilkan wajah tanyanya, dia tak mengerti dengan kalimat Dong Hae baru itu. Seingat Ki Bum, Dong Hae dan Hyo Na itu selalu terlihat bersama entah Dong Hae yang menghampiri atau Hyo Na yang menghampirinya, namun ada saja momen mereka berdua terlihat dimatanya.

“Kalau kalian tidak begitu dekat, kenapa Hyo noona sampai terkena penyerangan seperti itu? Jelas sekali bukan kalau penyerangan itu ada sangkut pautnya denganmu?”

Ki Bum berkesimpulan panjang pada akhirnya, Dong Hae tahu yang sebenarnya daripada Ki Bum. Namun pria berambut brunette yang lebih tua satu tahun diatas pria berkacamata yang memiliki rambut hitam lurus itu tak ingin membalas komentarnya, dia masih malas membahas tentang penyerangan yang sebenarnya dia sendiri juga sudah tahu siapa pelakunya. Yah, siapa lagi kalau bukan Jae Rin dan teman-temannya.

“Aku hanya tengah berpikir, bagaimana awal perkenalan kami dan kedekatan kami dikelas. Hampir semua orang mengatakan betapa dekatnya aku dengan Hyo Na namun aku tak pernah berpikir seperti itu.”

“Kau menyukai Hyo noona ya?”

Dong Hae mendadak tegang didalam tempatnya, dia kini melihat ke arah Ki Bum yang bahkan bertanya dengan wajah tanpa berekspresinya. Ki Bum ingin lihat dan membuktikan perkataan Hyo Na padanya tentang permintaan Dong Hae padanya tempo hari lalu, dan mendapati Dong Hae yang seolah bermonolog seperti tadi. Bagi pria berkacamata itu sendiri dapat menarik kesimpulan bahwa Dong Hae menyukai Hyo Na tanpa dia sadari.

“Tentu saja tidak. Mana mungkin aku menyukainya.”

“Kalau kau tidak menyukainya kenapa kau meminta bantuan Hyo noona?”

Deg.

Hyo Na baru saja melangkahkan kakinya ke sudut ruangan perpustakaan yang menjadi tempatnya bertemu dengan Ki Bum. Namun kini dia memilih untuk berdiam ditempatnya dan menyandarkan diri di rak-rak buku untuk mendengar percakapan dua pria yang dikenalnya itu.

“Aku tak tahu dan aku juga tak mengerti kenapa aku harus meminta bantuannya. Itu… entahlah, aku yakin tak ada perasaan cinta padanya namun jika kau bertanya tentang kenyamanan berada didekatnya aku bisa mengatakan…”

“Apa Dong Hae?”

“Cukup nyaman jika berada di sampingnya, aku mengakui perasaan itu yang ada padaku…”

Hyo Na mendengar semua pengakuan Dong Hae pada Ki Bum membuatnya merosot ditempatnya bersandar dan membuatnya berpikir akan suatu kejadian lama yang kemungkinan akan kembali terulang lagi. Tunggu, Hyo Na kini terlihat merasa takut, dilihat dari wajahnya yang mulai memucat dan tubuhnya yang bergetar. Dan bahkan bayangan-bayangan masa lalunya tergambar di kepalanya.

“Ini… tidak boleh terjadi lagi…”

Lirihan pelan dari Hyo Na keluar dan saat itu juga dia memutuskan kembali ke kelasnya, meninggalkan Ki Bum dan Dong Hae yang sepertinya menghening disana. Kedua pria itu sama-sama kalut dalam pikirannya masing-masing, terutama Dong Hae sendiri. Entah kenapa muncul dalam hatinya rasa penyesalan setelah mengakui apa yang dirasakannya pada Hyo Na, padahal sudah jelas-jelas dia menekankan kalau tak ada cinta padanya namun tubuhnyalah yang merasakan hal lain, yaitu perasaan nyaman.

“Sepertinya aku harus kembali kekelas Ki Bum.”

.

.

.

.

TBC… or… DELETE??? ^O^

Huwa~~ annyeong yeoreobeun~! Rien balik lagi dengan membawa sambungan dari “Scandal Love”~! Huhuhuhu~ adakah yang menunggu FF ini? >.< uhm, sebelumnya Rien mau bilang maaf untuk yang sebesar-besarnya karena ini sangat lama dilanjutin~! *bow* (/.\)

Yah~ gini deh Rien ceritain~! Kemarin itu laptop Rien rusak, padahal Rien udah niat banget buat publish nih chap sebelum Rien UN. Yah, itung-itung buat salam perpisahan karena mau UN. Uhmm, tapi apa mau dikata, kemarin sebelum publish Rien ga sengaja senggol nih laptop dan membuatnya rusak parah~ Yeah, layarnya brooo yang rusak dan mengakibatkan Rien frustasi berat mikirin nih laptop! Uhm belum lagi kata om-om yang ngebenerin ada beberapa file yang rusak. Dooh~ Rien aja uda ketar-ketir mikirin semua file berharga di dalam laptop ini… -_-“

Uhm, tapi alhamdulilah deh~ akhirnya nih laptop uda balik dengan file-file utuhnya dan membuat Rien akhirnya lanjutin nih chap~! ^^ *hela nafas*

Dan, Rien juga minta maaf ke chingudeul~! u,u?

Huhuhuhu~ kayaknya nih chap belum ngejelasin hubungan Kyu sama Hyo, ya? Belum ngejelasin kenapa Hae cemburu, ya? Uhm, sekali lagi Rien minta maaf sebesar-besarnya atas keterlamabatan dan ketidakterjawabnya pertanyaan-pertanyaan di chap sebelumnya~~ *bow se-bow bow nya* (/.\) ToT

Yah~ kemungkinan acara penjelasan dan flashback-flashback akan Rien kasih tau di chap selanjutnya~ uhm, jadi sabar menunggu, nde~! Tapi kalo uda ga sabar, liat aja di http://riechanieelf.wordpress.com/ ~! Di sini Rien jamin uda ada lanjutan chapnya~! ^^

Dan untuk semuanya sampai ketemu di chap selanjutnya~! Jeongmal gomawo nde buat yang selalu baca dan tunggu juga kasih komen-komen mendukung utk kelanjutan FF ini~!!! ^^ {} *bow + hug* karena tanpa komen kalian author absurd dan tidak tahu diri ini tak akan seberani sekarang~ yeah, selalu publish cerita-cerita aneh namun banyak yang suka~! Jeongmal gomawo nde~!!! ^^

4 Comments (+add yours?)

  1. dhe
    May 27, 2015 @ 20:29:15

    thorr kecehhh deh.. tp masih gak ngerti sama hyona. masih gak ngerti kenpa kyuhyun jdi malaikat pelindung hyona kalo dia gak ada rasa.. ahh molla.. part selanjutnya di tunggu ya

    Reply

  2. sitinadiah
    May 27, 2015 @ 23:53:57

    Ya ampun hyona kasian harus ngulangin lg masa-masa sulit terdahulunya, kenapa juga jaerin harus jahat kayak gitu harusnya kalo donghae gk suka sama km ya udah relain aja jangan bikin menderita orang
    Ditunggu part selanjutnya ya thor hehe 😁

    Reply

    • Rien Rainy
      May 31, 2015 @ 13:29:51

      si Jae lebay, ah~ kkkk~ kalo mau baca lanjutannya, main2 dong ke blog Rien~! udah sampe chap 5 kok~ gomawo uda baca dan tinggalin jejak… ^^{} *hug*

      Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: