Blossom Tears

Nama : Anissa Anggina Putri
Judul Cerita : Blossom Tears
Tag (tokoh/cast) :

Cho Kyuhyun

Amy
Genre :

Romance

Tragedy
Rating : 15+
Length : One shot

***

“Tolong aku..” Rongga dada Kyuhyun hampir meledak. Berbaring di atas rerumputan sambil memandangi langit malam. Pupus harapan seraya waktu berlalu. Barusan, ia berhasil kabur dari kejaran para pemburu. Namun luka-luka di tubuhnya cukup memperparah kondisi badan. Sebentar lagi, ia akan dijemput ajal. “Omo! Siapa kamu?!” Manusia? Pikir Kyuhyun dengan kepala bergerak ke samping. Dipakainya dengan sisa tenaga untuk lihat ke sekitar.

 

Cewek? “Ya ampun! Luka-lukanya parah banget! Harus dibawa kemana nih?” Sejak itu, Kyuhyun kehilangan sadar. Tidak mampu bergeming bahkan seinci pun. Ditaruhnya keputusan hidup atau mati ke tangan cewek itu. Berdoa dia punya hati nurani untuk menolong makhluk tidak berdaya ini. Ia tidak punya siapa-siapa selain diri sendiri. Terutama orang tua yang jijik dan telah buang anak tidak berdosa ini.

***

 

“Sudah sadar, kamu?” Pelan-pelan, Kyuhyun membuka mata. Badannya yang masih lemah dibalut perban. Dilihatnya sebuah cahaya matahari menembus kaca jendela. Sadar berada di sebuah ruangan. “Nuguya…?” “Amy-ssi.” Potong Amy, bergegas ke kasur dari dapur. “Kamu?” “Kyuhyun-ssi..” Jawab Kyuhyun bernada lemah. “Panggil aku Kyu-ah, itu julukanku.” “Ini, teh susu hangatku.” Amy memberi segelas teh hangat campur susu ke Kyuhyun. Kembali ke dapur untuk masak. “Dimana aku?” Tanya Kyuhyun. Baru selesai menghabiskan susu buatan Amy dan ditaruh gelasnya di atas meja.

 

“Di perhutanan Eropa…” Utar Amy. “Tadi kau habis pingsan di sekitar sini, jadi kurawat kamu semalaman.” Baik sekali dia, pikir Kyuhyun sambil mengirai kecil. Jarang manusia setulus Amy yang rela mengobati makhluk hina seperti dirinya. Dibetulkannya posisi duduk agar lebih enak. “Istirahat dulu sana, sebelum lukanya terbuka.” Kyuhyun mengamati ruangan sekitar. Tidak ada pintu kecuali bagian depan. Banyak pot tanaman bertengger di mana-mana.

 

Cewek ini suka alami. “Ada… orang lain yang tinggal di sini? Kayak orang tuamu?” “Ani… mereka sudah ninggal akibat kecelakaan pesawat. Maka aku sengaja bikin rumah ini sendirian.” Hebat juga, daripada Kyuhyun yang harus bergantung pada makhluk sejenis dengannya. Kepalanya tertunduk dalam-dalam seraya merasa tidak berguna baik ke orang lain dan diri sendiri. “Waee?” Begitu didongak, terlihat Amy sudah menatapnya lekat. Masuk ke dalam pengamatannya.

 

“Kau sudah menderita, tidak usah mikirin apa-apa dulu. Kita bisa cari cara hubungi orang tuamu…” “Aku juga sama…” Amy termenung. Kehabisan kata-kata lewat matanya yang tidak berkedip. “Aku juga tidak punya keluarga. Mereka jijik padaku. Berkali-kali…” Bayangan amarah orang tuanya muncul lewat benak Kyuhyun. Keluar air mata kesedihan tidak memiliki sosok keluarga paling ia idam-idamkan. Amy memeluknya erat-erat. Berbagi perasaan dengan makhluk yang disia-siakan. Mengerti posisinya.

 

***

 

Selama penyembuhan, Kyuhyun diberi kasih sayang yang tidak ia sangka-sangka. Disuapin makanan, siram tanaman, dan sesekali jalan-jalan mengelilingi hutan. Luka-luka Kyuhyun mulai mengering juga tidak terlalu perih. Ia sering tersenyum kapanpun bertatapan dengan Amy. Cewek itu pencinta warna hijau dan binatang. Menurutnya, lebih baik sering makan sayur seperti kambing daripada daging binatang. “Habis ini, ngapain?” Tanya Amy setelah beri Kyuhyun segelas teh susu hangat.

 

Sudah jadi minuman favorit Kyuhyun. “Kan kubilang waktu itu? Aku tidak punya siapa-siapa. Termasuk orang tuaku.” “Terus? Tinggal di sini?” Senyuman Kyuhyun sebagai respon membuat pipi Amy merah. Hampir keselek dan bergegas ke dapur untuk muntah-muntah. Terkejut pada rencana seumur hidup dia. “A-aku kan cewek!” “Terus, kenapa? Ada salahnya?” Tiba-tiba sebuah dorongan memaksa Kyuhyun untuk mengeluarkan sesuatu dari tenggorokannya.

 

Ja-jangan sekarang! Serunya sebelum berlari ke kamar mandi dan tutup pintu. Disusul Amy yang berdiri di depan. “Kyu-ah, gwaenchanh-a?” Tanyanya sambil mengetuk pintu. Cemas Kyuhyun mulai sakit. “Boleh aku masuk?” “Ani, tunggu sebentar… cuma, tiba-tiba kepalaku pusing.” Kecemasan Amy kian bertambah. Bimbang antara balik ke dapur atau tunggu Kyuhyun keluar. Beberapa saat kemudian, ia memilih hargai privasi dia.

 

Terbuang dua-tiga menit sebelum Kyuhyun keluar dengan bagian mulut basah. “Tadi, habis muntah-muntah ya?” Tanya Amy langsung begitu Kyuhyun masuk dapur. “Sakit? Atau…” Tatapan Amy mendongak ke mata Kyuhyun, penuh heran dan penasaran. “Ada penyakit yang sedang kau sembunyiin?” Daripada susah payah cari kebohongan sempurna, Kyuhyun lebih memilih untuk menghindar. Beralasan ingin istirahat karena lelah.

 

***

 

Namun berapa kali Kyuhyun muntah dalam sehari semakin bertambah. Dibuatnya Amy sangat cemas. Apa cowok ini punya kanker? Tumor? Atau penyakit langka yang tidak ada obat? Tebakan-tebakan tersebut berputar di kepalanya. “Kyu-ah.” Selesai minum segelas air putih, Kyuhyun menoleh. Langsung tahu di balik mata Amy bagai panah. “Jujur padaku…” Gejolak di hati Kyuhyun muncul dalam tenaga hebat. Ditahan dengan telapak tangan kanan.

 

“Aku bakal tanya terus sampai kau jawab.” Mungkin ini akhir masa indahnya, Kyuhyun menatap Amy dengan mata pilu. Bimbang bilang sekarang atau kembali berbohong. Tiba-tiba, terdengar suara pintu didobrak secara kasar. “Angkat tangan sekarang!” Beberapa pria berseragam militer mengarahkan pistol ke arah Kyuhyun dan Amy. Tepatnya makhluk yang tidak boleh hidup di muka bumi. “Siapa kalian?!” Teriak Amy, melingkari lengan Kyuhyun. “Urusan apa kalian sampai rusak pintuku?!”

 

“Jauhin dia! Makhluk ini harus dibinasakan!” “Apa maksud mak…!” Tepukan ke pundak menahan suara Amy. Terlihat Kyuhyun melangkah ke depan, seolah tahu situasi di depan. “Bawa aku bersama kalian..” Ucapnya serius. Rela bersama ‘musuh’ jika itu tidak perlu melibatkan Amy. “Jangan sakiti dia.” “Kyu-ah!” Teriak Amy histeris. “Apa maksudmu?!” “Mereka benar, aku harus dibinasakan.” Potong Kyuhyun bernada putus asa. Semakin dekat ke para anggota militer.

 

“Dia manusia vampir.” Amy terkejut mendengarnya. Tidak bisa menutupi rasa kejut lewat ekspresinya. “Belakangan ini, kaumnya bikin masalah terhadap manusia. Pihak pemerintah sudah bikin surat untuk pemusnahan para vampir. Termasuk setengah manusia.” Tangan Kyuhyun diborgol. Tanpa perlawanan sedikitpun darinya. “Kau cukup beruntung tidak jadi korban dia.” Jadi dia muntah-muntah itu karena… Amy tidak tahu mana lagi yang bisa dipercaya. Kyuhyun diseret ke tempat jauh.

 

***

 

Beberapa minggu berlalu tanpa henti. Rasa sepi lebih dalam bagi Amy yang sibuk membawa beberapa potongan kayu. Ia teringat awal-awal hari pasca kematian orang tuanya. Begitu hampa dan menyakitkan. Butuh waktu lama untuk sembuh dan Kyuhyun merupakan obat tambahan dan terakhir. Dan obat itu hilang. Ia rindu Kyuhyun yang tiba-tiba muncul dan menemani hidupnya. Kadang-kadang, Amy masuk hutan dan keluar ke kota. Dicobanya keberuntungan ketemu dia secara kebetulan.

 

Namun nihil. “Semoga dimana pun dia, diberi keselamatan. Aku tidak peduli siapa dia, maupun vampir atau monster apapun.” Putus asa, Amy masuk ruangan gereja. Digenggamnya satu sama lain dan memanjatkan doa ke Tuhan. Terbayangnya sosok Kyuhyun tersenyum dengan perban dimana-mana. Hanya mimpi kan? “Amy-ssi…” Suara itu… mata Amy terbuka lebar. Berbalik badan untuk memastikan dan sosok itu jadi kenyataan.

 

“Kyu-ah!!” Amy bergegas ke sana dan menatap Kyuhyun terkejut. Masih utuh meski penuh luka. “Gwaenchanh-a?!”. “Nee..” Utar Kyuhyun pelan. “Kenapa kau mau nunggu makhluk kayak aku?” “Pabbo…” Gumam Amy. “Vampir bukan masalah buatku.” Pelukan Amy mengejutkan Kyuhyun. Erat dan hangat seolah tidak ingin dilepaskan. Ia tidak pernah memperkirakan tidakan tulus ini menimpanya. Kasih sayang yang takut ia impikan.

 

“Kemana saja kamu?!” “Kejar-kejaran sama para militer.” Jawab Kyuhyun, melingkari kepala Amy dengan lengannya. “Aku mau hidup demi kamu.” Larut dalam kebersamaan, Kyuhyun dan Amy meresapi kehangatan badan satu sama lain. Tidak sadar mereka berada di gedung paling suci. “Mungkin aku makhluk paling hina di mata-Mu, Tuhan. Aku bukan ciptaan-Mu, tapi setidaknya aku mau hidup demi Amy-ssi.”

 

***

 

Setelah di gereja, Kyuhyun tidak menahan diri dan cerita semuanya. Dengan segelas darah binatang yang didapati Amy. Kyuhyun bukan anak kandung dari orang tua yang ia tahu. Mungkin ditemukan bawah jembatan, dilahirkan dari manusia dan vampir. Maka, ia sering dengar kata ‘monster’ dari mereka. Begitu sisi vampirnya bangkit, Kyuhyun gelap mata. Dihabisinya mereka dengan tangan sendiri. “Gwaenchanh-a…” Gumam Amy. Digenggamnya tangan Kyuhyun untuk menghibur.

 

“Kau tidak tahu apa-apa. Wajar kan bikin kesulitan?” Kyuhyun mendongak kepala. Terlihat senyum halus Amy. Bukan ekspresi jijik ataupun benci. “Aku bakal dampingi kamu dan bantu kamu hidup normal.” Lewat nada suaranya, Kyuhyun tahu Amy tidak berbohong. Dipeluknya dia erat dari belakang di ruangan dapur. Berharap dan berdoa ini bukan sekedar mimpi indah sebelum harus terima realita pahit. Berupa dikejar pemburu vampir.

 

“Aku sayang kamu, Amy-ssi.” Pipi Amy memerah dengar bisikan Kyuhyun. Ditambah nafasnya yang tertahan. Berhenti memasak daging panggang khusus untuknya. “Sampai kapanpun, aku tidak bakal ngorbanin kamu.” Badan Amy membeku seketika. Tidak yakin Kyuhyun bisa pegang janji itu. “Se-serius?” “Aku bisa tidak minum darah berbulan-bulan.” Kyuhyun menatap serius Amy. Keputusannya sudah bulat. “Percaya sama aku.”

 

Pikiran Amy mulai penuh. Bagaimana jika dirinya jadi korban? Habis darahnya dihisap sampai kulit mengering? Sekuat-kuatnya batin Amy, ia tetap manusia biasa. Tidak ada yang ingin mati konyol karena makhluk selain ciptaan Tuhan. “Arasso, aku percaya.” Gumamnya setelah berhasil tenang. Kembali memasak. “Tunggu sana, kalo tidak mau makan daging gosong.” Nurut, Kyuhyun duduk di kursi meja. Tidak manja-manja lagi sama Amy.

 

***

 

Minum darah binatang mulai tidak mampu. Kyuhyun sering ke toilet dan muntah-muntah. Dahaga terhadap darah manusia semakin besar. Ia mulai berjauhan dengan Amy demi tidak terpancing. Dijadikan dia korban tidak bernyawa karena habis cairan merah padat di seluruh tubuhnya. “Kyu-ah.” Amy sudah lama perhatikan tingkah laku Kyuhyun. Lama dipendam perihal takut menyinggung perasaannya. Tapi, kali ini, ia tidak bisa menahan lagi.

 

“Akhir-akhir ini, kau aneh. Sering jauhi aku.” Tenggorokan Kyuhyun kering. Gelisah jika harus jujur. “Ada masalah?” “Ani.” Jawab Kyuhyun dengan senyum kecil. “Cuma perasaanmu saja.” “Apa darah binatang mulai tidak ampuh buat tubuhmu?” Kyuhyun langsung tutup mulut. Tidak ada jawaban yang bisa membantah kata-kata Amy. “Kayaknya kau beneran butuh darah manusia.” Amy merenggang kerah bajunya, terlihat kulit putihnya bagai susu murni.

 

“Hisap darahku.” Kyuhyun sudah bulat. Tidak ingin kembali jadi sosok monster yang mempengaruhi kehidupan manusia. Lewat sorotan tajam dari matanya. “Ani. Aku tidak bakal berhenti begitu gigit kamu. Tubuhmu bisa kering. Dan yang terburuk…” “Lebih baik satu nyawa atau pengorbanan dengan resiko habis seribu nyawa?” Kyuhyun terpaku. Pertanyaan Amy masuk akal. Andai tidak sayang dia sebesar sekarang, tubuhnya pasti sudah tidak bernyawa.

 

“Bakal kucoba sebisa mungkin.” Untuk sekian kalinya, Amy memeluk Kyuhyun. Tahu kondisinya jauh lebih parah. Bukan punya orang tua yang mencintainya, tapi juga gaya hidup yang bertolak belakang. Hampir keluar air mata. “Jangan disimpan sendiri, Kyu-ah. Kau bisa cerita apa saja.” Bisiknya dengan suara tertahan. “Aku bersedia jadi isi hatimu.” Kyuhyun tersenyum seraya hatinya perih. Andai ada manusia yang tinggal di sekitar sini, ia tidak akan ragu. Tapi tidak dengan Amy.

 

***

 

Di tengah malam, Kyuhyun dan Amy tidur di satu kasur. Lelah terhadap persoalan masing-masing terutama Kyuhyun. Hingga tidak bisa masuk dunia mimpi. Dua jam berlalu, akhirnya ia mulai mengantuk sebelum mendadak sesak nafas. Terasa sesuatu atau seseorang merobek jiwanya dan masuk ke dalam tubuh secara paksa. “Darah… aku butuh darah…” Secara tidak sadar, gigi Kyuhyun yang muncul dua taring mendekati leher Amy. Cewek itu masih belum waspada.

 

“Andwee!” Terbangun, Kyuhyun langsung panik. Tahu apa yang menimpanya beberapa detik lalu. Sisi vampirnya mulai berontak. “Kyu-ah?” Amy terbangun dengar suara nafas dan lihat wajah Kyuhyun pucat. Dirabanya pipi dia yang berkeringat dengan rasa dan ekspresi cemas. “Ada apa? Mimpi buruk, kamu?” Mimpi buruk yang hampir jadi kenyataan… pikir Kyuhyun, teringat pada kejadian barusan. “Cerita saja, Kyu-ah.”

 

“Amy-ssi, kayaknya aku tidak bisa di sini terus.” “Heee…” Kyuhyun mencoba tenang. Kembali menjelaskan kondisinya yang semakin parah. “Aku tidak bakal bisa kendaliin diriku mulai dari sekarang. Kalo bersamaku terus, kau bisa…” Tanpa menahan, Amy mencium bibir Kyuhyun. Dibuatnya dia berhenti bicara. “Aku tidak peduli.” Ucapnya begitu melepas ciuman. Terpasang ekspresi tulus lewat bola matanya. “Aku siap apapun resikonya.”

 

Terharu dan terbawa perasaan sesaat, Kyuhyun memeluk erat badan Amy. Diucapnya rasa syukur telah dipertemukan Amy di masa sulit. “Gomawo…” “Eh, kenapa minta maaf? Aku rela jadi korban dan sumber tenagamu.” Lihat, ini darah termanis penuh cinta. Gejolak kembali menyerang tubuh Kyuhyun. Bola matanya berubah warna merah. “Jangan jadi monster gara-gara aku! Habisi aku!” Dalam sekejap, Kyuhyun menggigit leher Amy. Tidak ingat perbuatannya dari sekarang.

 

***

 

Tujuh belas tahun yang lalu…

 

“Dia monster…” Hanya dua kata yang diingat Kyuhyun. Baik dari masa kecil sampai sekarang. Selain diberi sebotol susu dan makanan, tidak ada yang diterimanya. Termasuk senyum tulus dan perbuatan kasih sayang. Lewat keluar untuk jalan-jalan, Kyuhyun mendambakan suasana keluarga ideal. Tidak apa-apa jika tidak punya material besar. “Kita harus gimana? Orang-orang di luar mulai curiga. Kita tidak bisa sembunyiin dia lebih lama.”

 

“Gimana kalo usir saja begitu sudah besar?” Seru ayah Kyuhyun lewat senyum licik. “Repotin jika dia tidak bisa apa-apa.” Kyuhyun yang waktu itu masih lima tahun, memasukkan kata-kata ke dalam hatinya. Efeknya sangat luar biasa hingga mental sempat jatuh. Sosok orang tua yang dikira sangat mencintainya, ternyata berpakaian topeng. Tepatnya, berpribadian ganda. Bergegas masuk kamar sambil menahan tangis.

 

Jongkok di sudut ruangan. Kenapa Tuhan beri dirinya orang tua jahat dan kejam? Bukan dari orang tua dengan gelak tawa dan keindahan? Emosi Kyuhyun yang terpendam cukup lama akhirnya meledak di usia lima belas tahun. Bersamaan dengan perubahan warna matanya ke merah pekat. “Kalian tidak pantas jadi orang tuaku…” Di depannya, terdapat dua badan yang tidak bernyawa lagi. Dihadapinya perbuatan dosa mereka.

 

***

 

Tuhan, apa aku pantas dicintai? Beberapa menit kemudian, kesadaran Kyuhyun kembali. Terlihat bertelanjang dada dan masih memakai celana jeans. Dimana Amy? Pikirnya mengingat terakhir kali sebelum… khilaf… “Amy-ssi!” Rasa ketakutan mulai merajalela pikiran Kyuhyun. Bergegas turun dari kasur dan menyelusuri seluruh ruangan rumah alam. Berharap Amy hanya pergi sebentar atau apapun. “AMY-ssi!”

 

Sosok gadis pemilik rumah ini tidak ditemukan juga. Bulu di seluruh tubuh Kyuhyun merinding. Masih ada kamar mandi. Ia melangkah ke arah sana dengan langkah hati-hati. Tidak masalah jika nanti dimarahi dan ditampar. Asalkan Amy tidak… begitu masuk ke dalam, Kyuhyun bisa melihat suasanya berantakan. Penuh… darah dan barang-barang rusak. Mata Kyuhyun membelalak lebar. Dielaknya bayangan terburuk di balik mata.

 

“Jebal…” Gumam Kyuhyun seraya menggerakkan langkah kakinya sedikit demi sedikit. Ditemukannya sebuah bak mandi yang dilumuri cairan merah. Semakin lama ke sana, semakin keras detak jantungnya. Dan ternyata benar… ia memang tidak pantas dicintai. Sosok Amy sudah terbujur kaku dan membeku dengan mulut terbuka. Tidak ada kehidupan di matanya. “Amy-ssi.” Lutut Kyuhyun lemas dan kehabisan tenaga. Bergantian dengan keluar air mata.

 

Kekecewaan dan caci maki bercampur aduk menjadi satu. Diledaknya ke seluruh otak dan akal sehat. Ia meraba kulit Amy yang bagaikan es. “Mianhe… aku memang makhluk paling hina di muka bumi ini.” Kyuhyun meraba lengan Amy. Tatapannya begitu sedih. Ingin memutar waktu ke saat berdiri di atas kasur. Dimana sebelum kehilangan nurani hatinya. “Aku tidak pantas dicintai…” Keluar sepuluh kuku panjang di semua jari Kyuhyun. Siap merenggut setiap organ tubuhnya.

 

***

 

“Dulu, hidupku cuma ditemani sepi dan sunyi.” Amy terbuai akan tingkah laku buas Kyuhyun. Tidak ada perlawanan terhadap cowok yang bisa menghabisinya. “Tidak ada yang berani ke sini, hutan ini banyak makhluk mengerikan. Bagai di burung sangkar.” Kyuhyun melepas semua pakaian Amy. Cewek itu tahu sia-sia jika lawan dia yang butuh bantuan. Termasuk ancaman bisa merusak hidupnya. “Aku bahagia begitu kau tiba dalam keadaan terluka. Warnai setiap detik di hariku. Kuharap kau tidak bakal bersedih.”

 

***

 

Keluar dari kamar mandi, Kyuhyun membawa sebuah botol. Menuju lemari kamar Amy dan dibuka pintunya. Ia menaruh botol tersebut hati-hati. Dipandanginya penuh jijik. Isi botol tersebut pernah jadi bagian dari Amy sampai ajalnya. Terlihat masih berfungsi walau sudah mati. Mungkin indera sedang menipunya. “Hiduplah secara tenang, Amy-ssi…” Ucapnya tertahan dan hampir menangis. Dipegangnya pisau salib. Dipercaya bisa membunuh vampir dalam sekali tusuk.

 

“Andai bisa bertemu lagi…” Di pikiran Kyuhyun, tidak ada penyesalan di hidupnya. Setidaknya, masih punya masa-masa indah di tengah kebencian terhadap orang. “Kuharap kita bisa bersama-sama lagi kayak dulu.” Tutup lemari, Kyuhyun mengarahkan pisau salibnya ke bagian perut. Diayunkan ke dalam kulit dan daging. Nafasnya berhenti dalam sekejap. Dalam hati, ia berdoa. Semoga surga mengizinkannya ketemu lagi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2 Comments (+add yours?)

  1. esakodok
    May 31, 2015 @ 07:47:14

    bahasanya kenapa g pake bahasa yg baku ssengi?
    kalo pake bahsa yg baku kan lebih enak dibaca…alurnya yg maju mundur juga q agak kurang ngeh…ude ceritanya sudah bagus…endibgnya juga q suka..matinya amy juga kerebn. lebih keren lg kalo kamu ceritain prosesnya juga

    Reply

  2. idealqueen
    May 31, 2015 @ 20:53:42

    Betul… Bahasanya kurang nyaman… Berasa kyk gugel trenslet :v piss

    Ceritanya udh bagus… Alurnya yah… Kurang dikit sbnrnya. Kalo lebih teratur lg keren lho…

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: