My All Is In You [4/?]

Author: nha_wina

Title : My All Is In You (Chapter 4)

Cast :

  1. Kim Jong Woon (Yesung)
  2. Lee Shayna
  3. Kim Ji Hyeon
  4. Member SJ

Genre : Romance, Angst

Rating : PG-15

Length : Chapter

Catatan : FF ini juga dipublish di blog pribadi author www.yesungshaynastory.blogspot.kr

Selamat menikmati.. J

Author’s POV

“Shayna-ya? Kau.. Hm.. Bagaimana perasaanmu terhadap hyungku?” Tanya Kyuhyun pelan. Matanya menatap Shayna dengan penuh selidik.

Shayna mengerenyitkan dahinya. “Hyungmu? Yang mana Kyuhyun oppa? Kau punya banyak hyung disni! Hahaha..” jawab Shayna dengan santai. Ia sudah tahu, Yesung lah yang dimaksudkan oleh Kyuhyun. Ia pun sudah terbiasa dengan pertanyaan ini sejak ia kecil, sehingga mudah baginya untuk mengendalikan diri.

Kyuhyun menghela nafasnya. “Kau tahu maksudku, Lee Shayna.” Kata Kyuhyun dengan nada yang sangat serius.

Shayna pun menatap Kyuhyun lekat-lekat. Kenapa Kyuhyun jadi serius seperti ini padanya? Tanya Shayna dalam hati. “Aku menganggap kalian semua sebagai kakakku. Apalagi Jong Woon oppa. Kau tahu kan, kami sudah dekat sejak aku berumur 7 tahun. Jadi.. Ya.. Aku menyayanginya sebagai kakak.” Jawab Shayna dengan senyum manisnya.

Matanya seperti dapat bekerja sama dengan mulut manisnya. Seperti ikut membohongi perasaan terdalamnya agar tidak terlihat orang lain. Sehingga Kyuhyun yang menatap mata Shayna pun sempat sedikit percaya dengan ucapan Shayna barusan, kalau saja ia tidak ingat kejadian saat Ji Hyeon dan Yesung berciuman di depan Shayna. Dimana ia dan Siwon pertama kali melihat mata Shayna yang sangat terluka.

Kyuhyun pun tidak bisa memaksa Shayna lebih jauh. Pria itu hanya bisa mengacak rambutnya sendiri. Bingung bagaimana bisa ada yeoja yang tahan banting seperti ini. “Baiklah. Hanya saja, jika kau butuh tempat curhat, kau bisa datang padaku ataupun Siwon, Donghae dan Ryeowook. Kami selalu siap mendengarkan sekecil apapun keluhanmu.”

Shayna menatap Kyuhyun heran. “Tapi..”

Kyuhyun pun mengacak rambut Shayna lembut. “Aku tahu, kau selalu sharing cerita apapun pada Yesung hyung. Tapi aku rasa pasti ada sesuatu yang tidak bisa kau ceritakan padanya. Disaat kau tidak bisa cerita pada siapapun, aku siap menampungnya. Begitupun dengan Siwon, Ryeowook dan Donghae. Tapi, kuharap kau lebih mempercayai aku untuk bercerita. Janji?” Kyuhyun mengacungkan jari kelingkingnya. Pada Shayna

Shayna pun mengaitkan jari kelingkingnya pada jari kelingking Kyuhyun. “Baiklah. Aku janji.”

Mereka pun sama-sama terdiam di kamar Kyuhyun dan Sungmin, tentu saja dengan pintu yang terbuka lebar. Ya, Shayna disuruh Yesung untuk datang ke dorm. Tetapi Yesung belum datang dari acara musik, dimana ia menyanyi solo. Hanya ada Kyuhyun, Ryeowook, Eunhyuk, Leeteuk, Heechul dan Shindong. Saat Shayna datang tadi, Kyuhyun langsung menarik Shayna untuk duduk di kamarnya.

“Kyuhyun oppa, aku pun siap menampung cerita-ceritamu. Terutama tentang Choi Rae Ya.” Kata Shayna memecah keheningan sambil menatap foto Kyuhyun dengan seorang yeoja yang memang teman SMP Shayna saat di Cheonan dulu. Foto kecil yang tertempel di meja kerja Kyuhyun.

Kyuhyun menatap Shayna dengan pandangan horror. Selama ini member lain tidak pernah melihat foto kecil itu. Tapi kenapa mata Shayna tajam sekali? Bisa melihat foto sekecil itu! Tapi.. Kenapa Shayna bisa kenal dengan yeoja chingunya? Pikir Kyuhyun bingung. “Yak! Lee Shayna! Kau kenal Choi Rae Ya?? Ceritakan padaku!!” teriak Kyuhyun dengan bersemangat.

Shayna menatap Kyuhyun dengan jahil. “Mwo? Semua harus ada imbalannya Cho Kyuhyun oppa! Hahaha..”

Kyuhyun pun mencubit pelan pipi Shayna. “Ya Ya Ya! Kau berani padaku rupanya.. Kau…”

“Na-ya! Kyuhyun-ah! Kenapa kalian berdua ada di dalam satu kamar begini? Tidak bisakah kalian mengobrol di luar seperti biasa?” Potong suara berat yang sudah Kyuhyun dan Shayna kenal baik di ambang pintu kamar. Hawa di kamar Kyuhyun dan Sungmin pun berubah menjadi menyeramkan tiba-tiba.

Kyuhyun melepaskan tangannya dari pipi Shayna dengan sedikit canggung. Shayna hanya menunduk. Yesung pun masuk ke dalam kamar dan menarik tangan Shayna untuk keluar. Kyuhyun menarik tangan Shayna yang terbebas sedikit kencang lalu mendekatkan bibirnya pada telinga Shayna. Yesung menatap Kyhuyun dengan marah. Tetapi Kyuhyun tidak menghiraukannya. Ia tetap menarik Shayna dari tangan hyungnya yang satu ini. “Masalah Choi Rae Ya jangan sampai terdengar oleh oppa mu yang over protective itu ya! Awas kalau sampai si kepala besar itu tahu! Kau akan mati ditanganku, Shayna.” Bisik Kyuhyun cepat.

“Ya! Kyhyun-ah! Jangan dekat-dekat seperti itu pada Shayna! Lepaskan juga tanganmu!” bentak Yesung karena kesal melihat Shayna dan Kyuhyun yang sepertinya dari hari ke hari terlihat semakin dekat.

Kyuhyun hanya terkekeh dibentak seperti itu oleh Yesung. “Tenang saja, hyung. Aku tidak tertarik pada anak kecil ini.” Katanya sambil melepaskan tangan Shayna dan meninggalkan Yesung dan Shayna di kamarnya.

“Apa saja yang kalian bicarakan tadi? Kenapa tidak berbicara di ruang tengah saja bersama member lain? Apakah kalian mempunyai hubungan khusus, Na-ya?” tuntut Yesung. Entah mengapa dadanya terasa panas saat melihat Kyuhyun dan Shayna seperti tadi. Yesung tidak dapat menahan kekesalan tidak masuk akalnya ini.

Shayna menatap Yesung dengan bingung. “Kami.. Kyuhyun oppa sepertinya sedang menyukai seorang yeoja. Tapi belum sempat ia bercerita, oppa datang. Apa maksudmu dengan hubunga khsus Jong Woon oppa?”

“Bagaimana jika yeoja yang ia sukai adalah kamu? Apakah kau akan menerima Kyuhyun? Apakah kau menyukainya?” Tanya Yesung lagi. Yesung mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Shayna.

Shayna tertawa kecil. “Bukan oppa. Bukan aku. Kau tenang saja. Aku tidak akan menggoda teman-temanmu. Apalagi berpacaran dengan salah satu dari mereka.” Kata Shayna sambil menatap Yesung.

Yesung pun tersenyum puas dengan jawaban Shayna. Entahlah, mungkin karena suasana kamar dan dorm yang sepi, membuat Yesung mengikuti nalurinya begitu saja tanpa berpikir panjang. Yesung membalikkan badan Shayna dan memeluknya dari belakang. “Kau belum memberikanku pelukan selamat datang bukan? Aneh rasanya saat aku datang kau tidak ada di ruang tengah menyambutku. Aku malah menemukanmu berdua dengan Kyuhyun di kamar ini. Aku.. Hm.. Aku suka jawabanmu. Karena akan aneh rasanya saat kita menikah nanti dan kau malah mempunyai hubugnan khusus dengan salah satu temanku.” Bisiknya tepat ditelingan Shayna.

Oppa, apakah kau tetap menjalin hubungan dengan Ji Hyeon eonni setelah kita menikah?” Tanya Shayna ragu.

Yesung yang dari tadi menutup mata dan asik menempelkan bibir dan hidungnya di tengkuk Shayna pun membuka matanya. “Aku tidak tahu. Mungkin iya, mungkin tidak.” Gumam Yesung.

Namja berambut hitam yang sedikit acak-acakkan karena terburu-buru untuk menjemput Shayna disini pun menghela nafasnya di dekat leher Shayna. Membuat Shayna merasakan geli. “Kita bebas untuk menjalin hubungan dengan yeoja atau namja yang kita sukai Na-ya. Tenang saja. Tetapi kau harus mengenalkannya padaku. Begitu pula denganku. Dan hanya kita berdua dan pasangan masing-masing saja yang mengetahui situasi ini. Biarkan yang lain mengira kita menikah seperti layaknya orang menikah. Sampai batas waktu tertentu. Bagaimana?”

“Baiklah.” Jawab Shayna dengan pasrah.

Mereka pun terdiam.

“Jadi, kenapa kau memintaku untuk datang ke dorm?” Tanya Shayna sambil melepaskan tangan Yesung yang tengah memeluknya dari belakang dan berdiri menghadap Yesung.

Eoh. Aku diminta eomma untuk mencari cincin pernikahan kita dan mencari gaun pengantin bersamamu. Jika aku memintamu untuk menunggu di café, akan sulit bagi kita untuk keluar karena banyak ELF. Jika kau menunggu di rumah, terlalu jauh untukku dari tempat aku perform tadi. Jadi menurutku, tempat paling aman dan strategis adalah di dorm.”

Shayna pun menganggukkan kepalanya. “Istirahatlah dulu dikamarmu. Kau pasti capek, subuh-subuh kau sudah berangkat untuk menghadiri acara tadi pagi. Aku akan membuatkan teh manis hangat untukmu. Bagaimana?” Shayna menuntun Yesung keluar dari kamar Sungmin dan Kyuhyun menuju kamar Yesung.

Yesung pun tersenyum gembira. “Wah, adikku yang satu ini memang paling pengertian!” seru Yesung sambil mengacak rambut Shayna, lalu berbaring di kasurnya. Shayna pun mencubit pipi Yesung dengan keras karena kesal Yesung mengacak-acak rambutnya. Keduanya pun tertawa.

“Aku buatkan kau teh dulu, Jong Woon oppa.” Kata Shayna.

Belum sempat Shayna melangkah, Yesung menarik Shayna untuk duduk di tepi tempat tidurnya. Shayna hanya menatap Yesung bingung. Yesung menarik Shayna lebih dekat dengannya yang sedang berbaring. Nafas keduanya pun tercekat karena jarak yang begitu dekat. Tetapi Yesung berusaha mengendalikan nalurinya.

“Ingat, jangan dekat-dekat dengan member lain, Na-ya. Dan aku ingin kopi buatanmu. Aku agak mengantuk. Mungkin 1 jam lagi kita berangkat.”

Shayna terdiam tidak bisa berkata apa-apa. Jarak yang sangat dekat membuatnya menjadi bisu. Yesung pun bergerak maju sedikit agar dapat meraih wajah mungil Shayna dan mencium pipi kiri Shayna dengan lembut selama beberapa detik yang terasa lama bagi mereka berdua.

Wajah keduanya memerah. Jantung mereka berduapun berdegup kencang. Shayna yang sadar diri pun mengangguk cepat dan keluar dari kamar Yesung.

Neo nae kkeoya, Na-ya. Hanya milikku.” Bisik Yesung tanpa sadar ketika ia melihat punggung Shayna keluar dari kamarnya.

Toko Perhiasan

“Ah, ini adalah cincin yang sangat langka, Tuan. Hanya ada 20 buah di dunia. Hanya terdapat 2 buah di Korea Selatan, salah satunya adalah yang ada di toko kami ini. Konon, jika sepasang pengantin mengucap janji dan memakai cincin ini, mereka akan bersatu selamanya, saling mencintai satu sama lain selamanya dan bahagia bersama selamanya. Lihatlah design dari cincin ini pun sangat lembut dan manis.” Tawar penjaga toko cincin yang sedang melayani Yesung dan Shayna.

Shayna menatap sepasang cincin itu. Yesung melihat pandangan Shayna yang sangat tertarik dengan cincin yang direkomendasikan penjaga toko. Ya, memang sangat cantik dan terlihat istimewa diantara cincin lainnya. Tapi Yesung masih berpikir ulang untuk membei cincin istimewa itu. Karena mungkin cincin seperti itu cocok jika diberikan pada orang yang special bukan?

“Kami ingin yang biasa saja. Mungkin yang di pojok kanan atas. Bagaimana, Na-ya?” putus Yesung membuat Shayna sedikit kecewa.

Yak, menikah dengan Jong Woon oppa saja sudah beruntung! Masih ingin cincin dengan harga selangit itu? Kau keterlaluan Lee Shayna! Batin Shayna memaki dirinya sendiri.

“Ya, terserah kau saja Jong Woon oppa.” Jawab Shayna dengan senyum manisnya.

Yesung puas dengan jawaban Shayna. Yesung dan Shayna pun mencoba cincin yang dipilih Yesung masing-masing ,dan memutuskan membelinya. Yesung pun menarik tangan Shayna untuk ketempat selanjutnya, untuk mencari baju pengantin.

“Aku tahu kau ingin cincin super mahal dan bagus itu. Mianhe aku tidak dapat membelikan yang itu. Bukan karena harganya, tetapi aku pikir..” Yesung terdiam, menyusun kata-kata yang enak untuk ia jelaskan pada Shayna.

Shayna menarik tangannya dari genggaman Yesung. Membuat Yesung menatap Shayna yang berjalan disampingnya. “Aku mengerti. Cincin seperti itu baiknya kau berikan pada seseorang yang special untukmu, oppa. Seperti Ji Hyeon eonni. Ah, mungkin nanti jika aku menikah sungguhan dengan orang yang mencintai aku, aku akan meminta cincin seperti itu. Hehe.. Lagipula, kau tidak akan memakai cincin pernikahan di depan publik bukan? Hanya member Suju dan keluarga kita saja yang tahu kita menikah. Jadi, jika kau ketahuan publik, kau bisa mati, oppa. Hehehe..” Shayna tertawa pelan tanpa menatap Yesung sama sekali. Dan berusaha berjalan lebih cepat dari Yesung.

Yesung menangkap nada sedih yang tersembunyi dalam setiap ucapan Shayna. Yesung pun menyeimbangi langkah Shayna dan menggenggam tangan Shayna dengan lembut. Selama perjalanan, Yesung memang memakai topi dan kacamata beningnya. Tetapi untungnya ini adalah hari kerja dan entah mengapa tidak ada yang mengenali Yesung sejak tadi. Sehingga mereka bisa bebas berjalan-jalan. Mereka pun masuk ke dalam toko baju pengantin.

Yesung dan Shayna diminta untuk memilih pakaian pengantin yang mereka inginkan. Yesung dengan cepat dapat memilih tuxedo yang elegan berwarna hitam. Shayna yang masih bingung pun dibantu pegawai di toko untuk memilih beberapa baju. Mereka mencoba pakaian masing-masing. Yesung keluar lebih dulu dari kamar ganti dan terlihat sangat tampan dengan tuxedo hitamnya. Yesung pun menunggu Shayna bersama pegawai yang membantunya.

Saat pintu ruang ganti Shayna terbuka, Shayna keluar dengan gaun putih tanpa lengan, menonjolkan leher, bahu dan lekuk tubuhnya. Panjang gaun bagian depan hanya sampai batas lutut, sedangkan bagian gaun belakang sampai mata kaki. Apalagi rambut Shayna yang memang dikuncir sejak tadi membuat leher mulusnya terpampang semakin jelas. Yesungpun tidak dapat menutup mulutnya dan menahan nafas. Shayna terlihat malu dengan pakaian yang terbuka seperti ini.

Wajah keduanya merah padam tanpa alasan yang jelas. Para pegawai hanya menahan tawa melihat pasangan lucu yang serasi menurut mereka. “Bagaimana, Tuan?” Tanya seorang pegawai memberanikan diri mendekati Yesung yang masih lekat menatap Shayna.

“Apakah tidak ada gaun yang lebih tertutup dari ini?” Tanya Yesung blak-blakkan. Matanya masih menatap Shayna dengan tatapan tajam. Sedangkan Shayna belum berani menatap balik Yesung.

“Kau tidak mau melihat calon istrimu yang ternyata sangat seksi ini dilihat lelaki lain bukan, Jong Woon-ah?” sebuah suara diikuti kikikkan suara-suara yang mereka sangat kenal, menginterupsi Yesung dan Shayna. Shayna semakin malu melihat siapa yang datang.

Eomma, Abeoji, Bunda, Jong Jin-ah?” Yesung terkejut melihat keluarganya dan ibu Shayna ada disini.

“Aku rasa.. Aku akan mencoba gaun yang lain.” Kata Shayna pelan dan masuk lagi ke dalam ruang ganti.

“Ya, cobalah gaun yang lebih tertutup, Na-ya!” seru Yesung yang disahut tawa semua keluarganya.

Yesung pun mengobrol bersama keluarganya dan memainkan iphonenya sembari menunggu Shayna yang berganti pakaian. 20 menit kemudian, Shayna keluar dengan gaun yang sangat anggun. Kerah gaun yang berbentuk Sabrina menonjolkan leher Shayna yang indah, apalagi dengan rambut ikal gantung Shayna yang memang terikat, namun tetap sopan karena gaun tersebut berlengan pendek. Bagian atas gaun melekat sempurna di tubuh Shayna, dengan kancing belakang dan seikit transparan di bagian punggung. Bagian bawah tidak terlalu mengembang seperti gaun pengantin kebanyakan, menonjolkan pinggul Shayna, bahannya jatuh dan panjangnya menutupi kaki Shayna.Sederhana namun sangat indah dan cocok dipakai Shayna.

Keluarga Shayna dan Yesung terdiam dalam obrolan mereka. Jong Jin hanya mengedipkan matanya dan menatap Shayna dengan kagum. Baru tersadar Shayna yang ia kenal sejak kecil sudah dewasa dan sekarang akan menjadi calon kakak iparnya. Sedangkan Yesung terlihat sibuk dengan iphonenya dan duduk dengan posisi membelakangi Shayna, sehingga ia tidak sadar dengan apa yang terjadi. Shayna hanya terdiam dan bingung melihat keluarganya dan keluarga Yesung hanya diam menatapnya. Bundanya terlihat seperti ingin menangis namun bahagia.

Jong Jin hendak menyenggol kakaknya, tetapi ditarik oleh eommanya untuk berdiri. “Jong Woon-ah, kami akan tunggu di tempat pengambilan foto pre wedding kalian ya.” Kata Nyonya Kim sambil mengajak semuanya pergi.

Yesung yang masih sibuk dengan iphonenya mengangguk. “Ya! Aku akan menyusul bersama Shayna.” Jawabnya singkat.

Shayna menatap kepergian keluarganya dalam diam. Mengapa ia seperti tidak terlihat begini? Pikirnya. “Jong Woon oppa..” Akhirnya Shayna memutuskan untuk memanggil Yesung yang masih duduk membelakanginya.

“Heum? Kau sudah..” Yesung membalikkan badannya dan terdiam, terpana melihat Shayna.

‘Ya Tuhan! Dia sudah menjadi bidadari sempurna! Pertama kali melihatnya sebagai bidadari kecil. Sekarang ia.. Tanpa riasan sediktpun sudah sedemikian cantik.. Na-ya.. Benarkah ini adik kecilku? Kenapa jantungku berdegup kencang seperti ini?’ Yesung berusaha mengontrol jantungnya yang berdegup dengan kencang.

“Jong Woon oppa..” panggil Shayna lagi. Wajahnya sedikit memerah karena tatapan Yesung yang sangat lekat padanya.

Yesung pun menarik tangan mungil Shayna agar mendekat padanya, lalu menggenggamnya erat. “Na-ya.. cantik.. bidadari kecilku cantik sekali.” Bisik Yesung dengan suara serak membuat jantung Shayna berdegup sangat kencang.

Shayna menatap Yesung lekat. “Oppa..” ia tidak sanggup berkata-kata ketika Yesung malah semakin mendekatkan tubuh mereka berdua dalam pelukan Yesung. Mereka saling menatap satu sama lain. Memandang wajah satu sama lain dengan perasaan yang bercampur aduk.

Mianhe Na-ya, sudah memintamu untuk menikahiku.” Kata Yesung dengan tatapan bersalahnya.

Shayna tersenyum lembut. Yeoja mungil itu pun ingin melepaskan pelukan Yesung. Tetapi Yesung semakin mengeratkan pelukkannya. “Jong Woon oppa sudahlah. Aku hanya merasa bersalah pada Ji Hyeon eonni. Aku..”

Yesung meraih wajah Shayna dengan sebelah tangannya dan mengecup pipi kiri Shayna dengan lembut. Keduanya menikmati momen yang membuat jantung mereka tidak beraturan ini. Bibir lembut Yesung bergerak dengan sendirinya menuju mata Shayna yang terpejam, dahi, hidung dan Yesung tersadar apa yang dilakukannya. Yesung pun mendekatkan hidungnya pada hidung Shayna, membuatnya bersentuhan. Menatap Shayna yang masih terpejam dari jarak sedekat ini membuatnya semakin ingin mengecup bibir mungil Shayna yang sudah ia tahan dari kemarin saat di kamar Kyuhyun.

“Oppa..” bisik Shayna dengan nafas tertahan.

“Hmm..?” Yesung sangat menikmati wajah Shayna yang semakin memerah karenanya. Bibir Shayna yang bergerak membuat jemarinya menyentuh bibir gadis itu dengan lembut. Shayna kembali diam.

“Bukalah matamu. Kau tidak mengatakan aku tampan dengan tuxedo ini dari tadi. Siapa tahu dengan melihatku dari jarak yang sangat dekat seperti ini, kau bisa sadar bahwa aku tampan.” Kata Yesung berusaha menahan dirinya sendiri agar tenang.

“Tampan.. kau sangat tampan Jong Woon oppa.” Kata Shayna memberanikan diri membuka matanya dan bertatapan langsung dengan mata Yesung.

Yesung tersenyum. Tetapi tangannya masih menahan kepala Shayna untuk tetap berdekatan. Yesung pun menatap bibir kecil Shayna yang terbuka sedikit. Dengan gerakan cepat Yesung mengecup sudut bibir Shayna selama beberapa detik. Memang tidak tepat di bibir, hanya sudut bibir. Tetapi membuat Shayna lemas seketika dan membuat Yesung ingin berteriak kencang karena detak jantungnya yang sangat tidak normal.

Yesung pun menjauhkan bibirnya dan menatap Shayna yang masih terpaku karena kaget akan ulahnya. “Gomawo Na-ya!” kata Yesung sambil nyengir tanpa rasa bersalah sama sekali dan menarik tangan Shayna untuk mengikutinya.

“Ayo, kita harus melakukan foto pre-wedding di halaman belakang gedung ini.” Ajak Yesung dengan bersemangat.

Mereka tidak tahu, sejak tadi keluarga Yesung dan Nyonya Lee melihat mereka dengan bahagia, bahkan Jong Jin banyak mengabadikan momen mereka berdua. Shayna lemas dan ingin menangis karena ciuman pertamanya persis seperti yang ia harapkan, yaitu dengan Yesung.

TBC

 

2 Comments (+add yours?)

  1. dhe
    May 30, 2015 @ 21:17:57

    yesung bikin greget.. di bias bedain mana syyang sama ADIK atau cinta.. ihh kezellll wkwkw..

    Reply

  2. bubblesilr7
    Jun 03, 2015 @ 10:26:23

    ah jinjja yeppa jgn buat gue greget ama loe . aih jinjja kpn yeppa peka ama perasaannya ? chingu daebak ffnya lanjut nya

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: