Scandal Love [4/?]

[Chapter 4] Scandal Love

Author : Rien Rainy (@Riechanie_ELF / Riechanie Elf)

Berkunjunglah ke blog Rien~ http://riechanieelf.wordpress.com/

Cast :

  • Lee Dong Hae Super Junior as Lee Dong Hae
  • Cho Hyo Na (OC)
  • Park Jae Rin (OC)
  • Cho Kyu Hyun Super Junior as Cho Kyu Hyun
  • Han Jang Mi (OC)
  • Kim Ki Bum Super Junior as Kim Ki Bum

Genre : hurt, romance, tragedy

Rated : T

Length : chapter

HAPPY READING~!!!

ENJOY~!!!

DON’T BASH~!!!

DON’T PLAGIAT~!!!

Don’t like don’t read~!!!

—Scandal Love—

“Kenangan buruk tentang masa laluku, kembali terbuka. Seakan dejavu, aku perlahan takut jika saja orang-orang terdekatku mulai terluka juga ikut karena aku…”—Cho Hyo Na.

—Scandal Love—

—Sebelumnya—

“Cukup nyaman jika berada di posisi sampingnya, aku mengakui perasaan itu yang ada padaku…”

Hyo Na mendengar semua pengakuan Dong Hae pada Ki Bum membuatnya merosot ditempatnya bersandar dan membuatnya berpikir akan suatu kejadian lama yang kemungkinan akan kembali terulang lagi. Tunggu, Hyo Na kini terlihat merasa takut, dilihat dari wajahnya yang mulai memucat dan bahkan tubuhnya yang bergetar. Dan bahkan bayangan-bayangan masa lalunya tergambar di kepalanya.

“Ini… tidak boleh terjadi lagi…”

Lirihan pelan dari Hyo Na keluar dan saat itu juga dia memutuskan kembali ke kelasnya, meninggalkan Ki Bum dan Dong Hae yang sepertinya menghening disana. Kedua pria itu sama-sama kalut dalam pikirannya masing-masing, terutama Dong Hae sendiri. Entah kenapa muncul dalam hatinya rasa penyesalan setelah mengakui apa yang dirasakannya pada Hyo Na, padahal sudah jelas-jelas dia menekankan kalau tak ada cinta padanya namun tubuhnyalah yang merasakan hal lain, yaitu perasaan nyaman.

“Sepertinya aku harus kembali kekelas Ki Bum.”

—Scandal Love—

Terlihat gadis berambut sebahu yang sisi samping rambutnya di kuncir satu itu tengah memandangi pria tinggi di sampingnya, pria tinggi itu terlihat sibuk membaca di kertas yang di tempelkan di mading sekolahnya. Karena terlalu bosan gadis yang di sampingnya mulai menarik ujung seragam pria tersebut dengan wajah cemberutnya, “Kita membacanya saat pulang sekolah saja, Zhoumi-ah!”

Pria tinggi itu bernama Zhoumi terlihat menghela nafasnya pelan, “Ck, baiklah baiklah! Kenapa kita harus terburu-buru, Hyonie?”

“Kau tidak lihat?” tanya gadis itu penuh penekanan sambil mengangkat sebungkus makanan di depan wajah Zhoumi, “Kyu Hyun mungkin sudah lama menunggu!”

Dan berakhir dengan Zhoumi yang pasrah saja saat tangannya di tuntun berjalan oleh gadis bernama Hyo Na, “Perduli sekali kau dengan pria itu! Kau menyukainya ya?”

Hyo Na kini sukses memberi tatapan membunuhnya pada Zhoumi yang kemungkinan terbesarnya adalah pria bertubuh tinggi itu tak akan takut mana mungkin takut pada Hyo Na yang terlihat lucu jika melakukan hal itu padanya, “Ck, kau cemburu, ya? Uhm, aku melakukan ini sebagai tanda terimakasih untuknya!”

Zhoumi menganggukkan kepalanya, seolah paham apa yang dikatakan Hyo Na yang sudah melangkah lagi sambil menarik tangannya. Tak ingin berkomentar banyak akhirnya Zhoumi diam saja dan Hyo Na terdengar menghembuskan nafasnya pelan-pelan, “Dia yang menyelamatkan ku saat di serang Ah Reum minggu lalu.”

Zhoumi mengernyit bingung namun pikirannya lari ke ingatan penyerangan minggu lalu yang menjadikan Hyo Na lah sebagai korban dari kebengisan gadis populer itu, “Kenapa kau baru bilang?”

Bentakan Zhoumi terdengar seketika membuat tangannya yang di tarik oleh Hyo Na malah di tariknya membuat dirinyalah yang akhirnya menahan lengan Hyo Na, “Kenapa kau berbohong saat Kim saenim menanyakannya?”

Hyo Na sedikit menundukkan kepalanya, takut-takut dia melihat Zhoumi yang murka padanya, “Jangan bilang kalau kau diancam Ah Reum?”

“Aku tak ingin mengadukannya saja, Zhoumi.”

Zhoumi lama-lama geram juga mendengar penjelasan Hyo Na hingga akhirnya kini dia terlihat memegangi kedua bahu Hyo Na, “Itu bukanlah jawabanmu Hyonie. Harusnya kau jujur saja saat ditanya Kim saenim.”

Mata Hyo Na terlihat memerah di sana, pelan-pelan dia menundukkan kepalanya sambil menggelengkan kepalanya, “Aku… aku tak ingin membuatnya semakin membenciku, Zhoumi. Hiks.”

—Scandal Love—

“Kau kenapa Hyonie?” tanya Jang Mi pada Hyo Na yang sedari tadi hanya melamun saat jam pelajaran dimulai, “Tidak ada.” Hanya itu jawaban Hyo Na dengan iringan senyumnya yang mengatakan baik-baik saja namun semuanya hanyalah bualan semata.

Yah, ada banyak yang mengganggu Hyo Na terlebih tentang pembicaran Dong Hae dengan Ki Bum di perpustakaan kemarin. Jang Mi bukannya tak tahu kalau Hyo Na menyembunyikan sesuatu darinya, hanya saja gadis bermata bulat ini masih ingin memberikan waktu tenang untuk Hyo Na berpikir jernih. Yah, masih sangat di ingatnya Hyo Na yang terkadang suka berkata yang aneh-aneh sejak dia kembali dari perpustakaan kemarin.

“Mungkin untuk sebagian gadis jika ada yang menyukainya pasti dia sangat senangkan, Jang Mi-ah?”

Atau perkataan yang seperti ini…

“Kalau tak menimbulkan masalah tak apa. Tapi, jika dia harus mengalaminya berulang kali? Apa itu masih dianggap tak apa-apa Jang Mi-ah?”

Akhirnya Jang Mi menghela nafasnya, lalu dia menyentuh bahu Hyo Na yang awalnya menegang itu, “Jangan kebanyakan melamun! Uhm, kau tidak meminum kopi kan, Hyonie?”

Hyo Na tentu saja menggelengkan kepalanya, lagi-lagi dia menutupi apa yang di tanya Jang Mi, “Hyo Ah eonni tidak akan memberikanku minuman itu.”

“Lalu kenapa kau melamun terus? Tak ingin bercerita padaku?”

Dan Hyo Na tersenyum akhirnya sambil mulai memperhatikan penjelasan guru di depan sana. Jang Mi yang mendapati itu mau tak mau harus ikut tersenyum dan bergumam kecil, “Baiklah. Aku tidak akan memaksamu.”

Terlihat semuanya oleh mata Kyu Hyun bagaimana wajah kecewa Jang Mi saat tak sengaja bertatapan langsung dengannya, Kyu Hyun tentu saja tahu apa yang baru saja terjadi antara dua gadis itu. Dong Hae yang duduk di sebelahnya pun tadi terlihat menatap wajah Jang Mi yang sendu lalu bergantian menatapi punggung Hyo Na. Yah, Hyo Na yang tengah menatap serius ke arah guru di depannya.

—000—

“Aku membawakanmu ini!” ucap Hyo Na riang sambil meletakkan bungkusan berisi roti dan beberapa buah di samping tempat tidur itu yang dimana disana ada meja nakas berisi secangkir air minum.

Zhoumi menyusul Hyo Na masuk ruangan kesehatan, “Kau baik-baik saja Kyu?”

Lalu tanyanya terdengar pada sosok pria berambut ikal yang mengangguk kecil, Hyo Na sedikit memicingkan matanya geram, “Ck, kakimu terkilir dan kau bilang baik?”

Dan membuatnya melirik ke arah Hyo Na yang sudah duduk manis di samping tempat tidur itu, dilihatnya pria berambut ikal itu hanya menghela nafasnya pelan dan Zhoumi juga sudah terlihat ikut duduk di samping Hyo Na, “Tadinya aku mengajak Woo Ri tapi dia bilang dia tak bisa ikut. Ya, kan Zhoumi?”

Zhoumi menganggukkan kepalanya, “Uhm, bukan mengajak tapi kau memaksanya, sudah jelas dia sangat sibuk.” Jelas Zhoumi sedikit meledek dan membuat Hyo Na cemberut, “Lalu apa kami harus menghubungi keluargamu, Kyu? Uhm, untuk menjemputmu?” tambah Zhoumi lagi.

“Tidak usah. Aku bis…”

“Uhm, Kyu Hyun akan pulang dengan ku Zhoumi!” sahut Hyo Na cepat membuat pria yang bernama Kyu Hyun itu melihat ke arahnya sedangkan Zhoumi mengangguk mengerti, “Hyo Ah eonni  akan menjemputku! Uhm, jangan menolakku Tuan Cho!”

Kyu Hyun sedikit menggelengkan kepalanya, “Aku menolakpun kau pasti akan tetap memaksanya! Ternyata benar katamu Zhoumi dia gadis pemaksa!”

Dan membuat kedua pria itu sedikit tertawa karena berhasil menjahili sosok gadis yang kini hanya cemberut pasrah habis di jahili kedua temannya.

“Selalu kau yang mendapatkannya, Cho Hyo Na!”

Geram sosok gadis berambut hitam lurus panjang yang berdiri di depan pintu ruangan kesehatan, di matanya yang berwarna coklat itu dapat di tangkapnya perasaan lain yang menguar dari mata Kyu Hyun terhadap Hyo Na. Lain lagi dengan tatapan Zhoumi, pria berdarah China itu hanya menatap Hyo Na dengan sayang selayaknya sahabat.

“Lihat saja! Sampai kapan kau akan tahan dengan semua ini!”

—Scandal Love—

Jae In terlihat berjalan sendiri menuju taman belakang, kali ini tak ada seorang temanpun yang mengikutinya seperti biasa. Dan kali ini entah mengapa Jae In memilih untuk membolos, satu hal yang sepertinya sangat jarang di temui untuk gadis populer seperti dia di sekolahnya.

Di dalam langkahnya dia terus-menerus membuang pandangannya untuk sekedar mencari seseorang dan memastikan bahwa dirinya hanya sendirian saat ini. Yah, karena Jae In tahu kalau dia ingin bertemu dengan gadis itu, dia harus menemuinya secara sendiri bukan bersama teman-temannya.

“Kau benar-benar menemuiku, ya?”

Jae In terburu untuk mencari pemilik suara itu hingga di dapatinya gadis berambut hitam panjang yang tengah menyandar di pohon kini melihat ke arahnya dengan seringaian, “Membutuhkan bantuanku? Park Jae Rin?”

Dan Jae Rin ikut membalas seringaian itu dengan seringaian manis di balik kacamatanya, “Aku sangat membutuhkanmu, Choi Woo Ri!”

Pluk.

Hyo Na sedikit mendongak mendapati Dong Hae menepuk bahunya, lalu pria berambut brunette itu tersenyum padanya. Hyo Na tak bisa diam saja, lalu dia kini memicingkan matanya menatap Dong Hae yang sudah duduk tepat di sampingnya, “Kau bisa dimarahi Kyu Hyun!”

Dong Hae tersenyum mendengarnya di liriknya bahkan bangkunya yang di dudukinya bersama Kyu Hyun telah kosong, “Dia sudah keluar kelas, sekarang tidak ada yang akan memarahiku!”

“Ada!”

Dong Hae mengernyit heran di lihatnya Hyo Na yang tersenyum jahil di sana, Dong Hae tidak mengetahui sama sekali bahwa Jang Mi di arah belakang baru saja memasuki kelas dengan dua bungkus roti dan dua kotak susu rasa coklat dan vanila di tangannya. Gadis bermata bulat itu awalnya ingin meneriaki Dong Hae namun ketika matanya menatap kilatan jahil di mata Hyo Na yang tertangkap sekilas itu, akhirnya dia mengurungkan niatnya dan memilih untuk mengangguk kecil menampilkan senyumannya.

“Jang Mi pasti akan memarahimu!” kata Hyo Na percaya diri. “Bagaimana bisa? Ku lihat dia juga keluar! Kau hanya dengan ku saja di kelas!”

“Uhm, kau tidak percaya? Lihat ya! Aku akan memanggil Jang Mi, pasti dia akan segera datang dan memarahimu!” ucap Hyo Na percaya diri dan Dong Hae tertawa kecil di sana.

Drrtt… drrttt…

Ponsel di saku blazer Jang Mi bergetar membuatnya meletakkan dulu barang-barang yang dia bawa itu, lalu kini dia cepat-cepat menarik ponselnya untuk sekedar melihat isi pesan.

“Jang Mi-ah ada yang ingin ku bicarakan padamu tentang Hyo Na noona. Datang ke perpustakaan!”—Ki Bum.

“Jang Mi! Jang Mi!”

Saat bersamaanlah nama Jang Mi di panggil oleh Hyo Na dan tanpa berpikir panjang gadis bermata bulat itu menghampiri Hyo Na dan membuat terkejut Dong Hae, “Hyonie maafkan aku! Aku harus ke ruang guru!”

Hyo Na menatap tak percaya pada apa yang baru saja di katakan Jang Mi padanya, meninggalkannya karena di panggil ke ruang guru. Jang Mi bahkan berlari jauh dan meletakkan kedua roti dan susu itu sebelumnya, Dong Hae yang sempat terkejut tadi kini melihat ke arah Hyo Na yang menatap kosong ke arah pintu.

“Uhm, kenapa mereka meninggalkan ku?”

Dong Hae kini melirik ke arah Hyo Na yang sudah menampilkan wajah tanyanya, “Uhm, kau mau ikut denganku?” tanyanya pada Hyo Na yang kini sudah melirik ke arahnya lalu di lihatnya juga Hyo Na yang akhirnya menganggukkan kepalanya kecil.

“Kita mau ke mana?”

Dong Hae tersenyum kecil lalu dia raih sebelah tangan Hyo Na, “Ke atap sekolah saja! Bawa itu makananmu!”

“Uhm, tunggu!” tarik Hyo Na saat di rasanya sebelah tangannya di tarik begitu saja membuat wajah Dong Hae yang tadinya antusias kini berubah tanya, “Ada apa?”

“Hm, Kyu Hyun bilang…”

“Kali ini jangan bilang padanya, oke!”

Dan Hyo Na mengangguk saja menerima tawaran Dong Hae yang kini mulai meraih tangannya itu. Keduanya keluar begitu saja dari kelasnya, bahkan siswa-siswa yang tadi melewati kelas itu kini melirik ke arah keduanya. Dong Hae atau pun Hyo Na sama sekali tak sadar jika banyak pasang mata yang memerhatikan dan menaruh tanya.

—000—

“Hyo Na-ah!”

Hyo Na baru saja keluar dari kelasnya lalu kini melirik pada gadis berambut hitam panjang yang ada jauh darinya, “Woo Ri-ah? Woo Ri ada apa?” balasnya terdengar lalu Hyo Na terlihat berlari menuju tempat gadis bernama Woo Ri itu.

“Kenapa kau berlari ke arahku?” tanya Woo Ri saat Hyo Na baru saja sampai di hadapannya, “Hosh, hosh, tidak ada. Ah, iya? Kau sudah melihat Kyu Hyun?”

Woo Ri sedikit terkejut dengan pertanyaan itu namun cepat-cepat dia tersenyum kecil, “Uhm, sudah! Tadi kami baru saja bertemu! Dia sudah lebih baik dari sebelumnya!”

Hyo Na tersenyum ceria ke arah temannya itu, “Hah, kemarin kenapa mendadak kau pergi, Woo Ri?”

“Ah, itu… uhm, aku ada keperluan Hyonie. Kau tahu kan? Sekarang di klub lagi sibuk-sibuknya?”

Hyo Na mengangguk paham lalu dia memilih untuk menggandeng lengan Woo Ri dan mengajaknya berjalan bersama menuju kelas, “Hah, iya aku tahu! Uhm, menyenangkan ya?”

“Kenapa Hyonie?”

Hyo Na berhenti di langkahnya lalu dia melirik ke arah Woo Ri dari samping, “Menjadi seperti mu itu menyenangkan! Punya banyak teman, banyak pria yang menyukaimu, lalu kau berbakat dan sangat di kenal di kalangan guru. Bagaimana menjadi dirimu, Woo Ri-ah?”

Woo Ri tersenyum amat manis menanggapi kekaguman Hyo Na padanya, lalu dia memilih mengacak rambut sebahu itu dengan gemas, “Aku lebih iri padamu.”

Hyo Na mengernyit heran mendengarnya lalu pelan-pelan dia tertawa sendiri, “Ck, apa yang kau lihat dariku? Uhm, aku hanya gadis biasa Woo Ri-ah! Kau ini selalu merendahkan dirimu!” ucap Hyo Na sambil menarik lengan Woo Ri dan mengajaknya untuk berjalan lagi.

Tak di lihat Hyo Na bahkan Woo Ri kini sudah memandangnya datar saja, bahkan sudah menulikan pendengarannya untuk mendengar suara menyebalkan Hyo Na itu. Yah, Hyo Na tak akan pernah tahu dan tak akan pernah sadar siapa di balik penyerangannya minggu lalu.

“Kau terlalu baik Hyonie… atau kau terlalu bodoh hanya untuk tahu siapa aku?”

—Scandal Love—

“Kau memanggilku, Ki Bum?”

Tanya Jang Mi saat di lihatnya seseorang yang duduk di bangku sudut sambil membaca buku di depan wajahnya, Jang Mi menggelengkan kepalanya tak percaya. Mungkin dia sedikit kesal karena diabaikan oleh sosok Ki Bum yang sepertinya terlarut dengan bacaannya.

“Hei Kim Ki Bum apa yang ingin kau katakan padaku?”

Pelan-pelan buku itu turun dari hadapan wajahnya, “Kau harusnya sadar aku bukan Ki Bum.”

Deg.

Jang Mi membulatkan matanya tak percaya, dia mendadak bangkit dari tempatnya. Lalu kini buku itu sudah sempurna terbuka, bahkan orang yang ada di balik buku itu kini menatap ke arah Jang Mi dengan seringaiannya, “Hai temannya Hyo Na!”

“Siapa kau?! Di mana Ki Bum?”

Orang itu tersenyum kecil, “Aku serahkan gadis ini pada kalian!” namun bukan jawaban yang di berikan orang itu, kini dia terdengar seperti memerintah dan entah dari mana kini perpustakaan itu sudah di kelilingi beberapa gadis yang sialnya Jang Mi tak dapat mengetahui siapa mereka.

Jang Mi panik bukan main saat mereka serempak mendekat ke arah Jang Mi membuatnya kini merogoh secara panik ke dalam saku blazernya. Berusaha untuk menghubungi siapapun yang dapat di hubunginya, namun alih-alih menghubungi seseorang. Sebelum dia mengangkat ponselnya salah satu dari gadis-gadis yang tak di kenalnya memukulnya dengan buku tebal tepat di tengkuk lehernya.

Brukk.

Dan Jang Mi pun seketika lumpuh di atas lantai dengan ponselnya yang sudah terjatuh memasuki salah satu bawah kursi lainnya. Gadis-gadis yang melihat hal itu kini dengan gerakan cepat mulai mengangkat Jang Mi dan membawanya pergi, meninggalkan satu sosok lagi yang masih saja setia di tempat duduknya.

“Kita lihat? Kau akan merelakan sahabatmu atau… Dong Hae?”

Tersentak. Hyo Na bahkan kini entah mengapa merasa tersentak seperti ada yang memanggil namanya membuat dia kini melihat ke arah pintu yang jauh dari tempatnya duduk bersama Dong Hae. Lalu karena itu hanya perasaannya saja dia kini memilih untuk melihat ke arah Dong Hae yang sudah menatapnya dengan tanya, “Ada apa?”

Hyo Na menggelengkan kepalanya pelan lalu dia menggigit ujung rotinya, “Uhm, kita hanya duduk-duduk saja disini?”

“Kau mau apa?”

Hyo Na terlihat tengah berpikir, “Entahlah. Aku terbiasa menjahilimu di kelas, tidak mungkinkan aku menjahilimu?”

Dong Hae tersenyum mendengar perkataan itu, “Hm, Hyo Na?”

“Ya?”

Dong Hae terlihat ragu di sana, dia bahkan menggaruk tengkuknya yang tiba-tiba terasa gatal itu, “Aku boleh bertanya sesuatu padamu?”

Hyo Na kini menatap Dong Hae dari samping lalu mengangguk yakin, “Apa hubunganmu  dengan Kyu Hyun? Hm, kalian… sepasang kekasih? Sahabat? Saudara?”

Hyo Na mengernyit heran mendengarnya lalu dia terlihat diam untuk berpikir bagaimana dia harus menjelaskannya pada Dong Hae yang sepertinya sangat penasaran itu. Bagi Hyo Na dia sudah sangat paham jika banyak orang yang bertanya-tanya dengan hubungannya bersama Kyu Hyun, jadi dia tak terkejut ketika seseorang ada yang bertanya seperti itu lagi padanya. Bagi gadis berambut sebahu itu pertanyaan ini sangatlah mudah untuk dia jawab, “Uhm, lebih dari sahabat ataupun saudaraku.”

Dong Hae sedikit bingung dengan jawaban itu, Hyo Na tak membenarkan atau menyalahkan dari pertanyaan itu. Namun dia menjawabnya dengan jawaban yang dapat membuat banyak arti bagi yang mendengarnya, terlebih itu untuk Dong Hae yang kini memilih untuk diam. Seperti tahu Hyo Na akan menjelaskannya pada Dong Hae, sedangkan Hyo Na kini hanya tersenyum memandangi langit-langit.

—000—

Tepat di taman belakang yang sepi, hanya ada beberapa bangku taman dengan pohon-pohon rimbun yang berdiri kokoh di beberapa tempat. Bangku yang sudah di sediakan seakan tahu, jika taman belakang yang sepi ini pasti akan ada yang mengunjunginya. Dan itu terlihat dari dua sosok remaja yang melangkah ke salah satu bangku taman.

Pertama gadis berambut hitam panjang itu terlihat berjalan mengekori sosok pria berambut ikal di depannya, entah mengapa tak terlihat diantara mereka sosok berisik si gadis berambut sebahu dengan teman prianya yang tinggi itu. Tidak, sepertinya ini bukanlah perkumpulan biasa seperti mereka berempat itu lakukan.

“Apa yang ingin kau bicarakan, Woo Ri-ah?” ucap pria itu menyebut nama gadis yang ada di belakangnya.

Woo Ri tentu saja melihat pria itu, pria berambut ikal yang sudah lama dia sukai. Ah, bukan maksudnya sudah lama dia cintai, Cho Kyu Hyun. Namun Kyu Hyun sama sekali belum mengetahui perasaan Woo Ri terhadapnya, “Uhm… menurutmu, Kyu-ah? Hm, apa kita bisa terus bersahabat ke depannya?”

Kyu Hyun terlihat bingung dengan pertanyaan itu hingga dia lihat kini Woo Ri yang sedikit gelisah bertanya seperti itu padanya, “Aku juga tidak tahu. Hm, kita lihat saja ke depannya bagaimana?”

Woo Ri mendongak melihat Kyu Hyun yang tersenyum menjawabnya, “Ada apa? Hm, kenapa kau bertanya seperti itu? Ada yang kau sukai?”

Blush.

Kedua pipi putih dari gadis berambut hitam panjang itu memerah sempurna, dia terlihat panik namun berusaha untuk tenang di hadapan Kyu Hyun. Baginya dia tak mungkinkan akan berterus terang secara langsung kepada Kyu Hyun, tapi apa dia akan sanggup menahan setiap perasaannya pada Kyu Hyun?

“Uhm… Kyu-ah kau tahu kan? Kita sudah bersahabat sangat lama. Dan kau ka…”

“Kau menyukaiku, Woo Ri?”

“Eh?!”

Woo Ri sudah tak bisa lagi menutupi dirinya yang benar-benar salah tingkah saat Kyu Hyun dengan gampangnya mengucapkan kata ‘suka’. Hingga dia memilih untuk berpura-pura tuli sesaat dan tentu saja itu untuk menutupi kegugupannya pada sosok Kyu Hyun, “Hm, benarkah Woo Ri-ah?”

1…

2…

3…

Woo Ri benar-benar sudah tak tahan lagi bagaimana dia harus menahan seluruh inderanya, baik itu mulut atau telinganya. Lalu tanpa di ketahui sebabnya oleh Kyu Hyun dia membungkukkan tubuhnya, seperti orang meminta maaf. Dan hal itu tentu saja membuat Kyu Hyun mengernyit heran, “Aku menyukaimu Kyu Hyun!”

Deg.

“Hm, Woo Ri-ah…”

Woo Ri mengangkat tubuhnya mendengar panggilan itu, di lihatnya Kyu Hyun yang sedikit menaruh wajah bersalah padanya. Dan inilah yang dirasa Woo Ri letak ketidak beresan Kyu Hyun padanya, “Kau… uhm, maafkan aku, Woo Ri-ah.”

“Eh? Kyu-ah ada apa? Hm, kau…”

“Aku menyukai Hyo Na. Maafkan aku, Woo Ri…”

Hening menyelimuti keduanya, angin sore bahkan berhembus membuat dedaunan di tempat mereka berpijak berguguran. Dan mendadak seakan oksigen menghilang di sekitaran Woo Ri yang menatap Kyu Hyun dengan matanya yang menahan perih, ini terlalu menyakitkan ketika dia mendengarnya langsung dari Kyu Hyun.

Srek. Srek.

Krak. Srek.

Keduanya kini terlihat terganggu ketika mendengar ada suara ribut-ribut yang terletak dari tempat mereka berbicara, lebih tepatnya di dekat semak-semak. Kyu Hyun merasa keganjilan terjadi lalu dia memilih untuk mendatangi tempat itu, sedangkan Woo Ri menyusul di belakangnya sambil melihat ke sekitaran tempatnya.

“Ini…?” gumaman pelan Woo Ri saat di dapati di bawah sepatunya sebuah jepit rambut bergambar kodok.

Sebelum dia mengutipnya dilihatnyalah Kyu Hyun yang masih di dekat semak-semak dan setelah memastikan bahwa Kyu Hyun tak melihatnya dengan cepat pula Woo Ri mengutip benda itu lalu memasukkannya di kantong rok seragamnya.

“Sepertinya itu kucing. Uhm, kau kenapa Woo Ri?”

Woo Ri menggelengkan kepalanya dengan cepat, lalu dia memilih tersenyum kecil. Kyu Hyun masih merasa bersalah padanya, dia menghampiri Woo Ri lalu menepuk bahu gadis itu. “Maafkan aku untuk yang tadi! Aku…”

“Hm, tidak apa-apa Kyu-ah. Aku sudah tahu akan menjadi seperti ini, tidak apa-apa.”

Lalu gadis berambut panjang hitam itu meninggalkan Kyu Hyun di tempatnya, dia memilih untuk tak memandang lagi Kyu Hyun di belakang sana. Hatinya sangat sakit mendapati penolakan dari Kyu Hyun, namun di sisi lain dia juga merasa marah dengan sosok sahabatnya sendiri, Cho Hyo Na.

Bruk.

“Huwa… Zhoumi!?”

“Kenapa kau berlari seperti itu, eh? Siapa yang mengejarmu, Hyonie?”

Zhoumi terlihat memegang kedua tangan Hyo Na yang masih mengatur nafas terengah-engahnya, dia bahkan menggelengkan kepalanya kuat-kuat di depan Zhoumi. “Hosh, hosh, bagai… hosh, bagaimana ini?”

“Apanya yang bagai… hei? Kenapa tanganmu ini luka, eh?”

Dan kini keduanya sama-sama memperhatikan tangan itu. Yah, baru saja Zhoumi berjengkit kaget karena melihat telapak tangan Hyo Na yang berdarah, sedangkan Hyo Na saja baru menyadarinya dan memilih untuk meringis sakit.

“Ck, kau ceroboh sekali sih? Mari ke ruangan kesehatan!” ajak Zhoumi kemudian sambil menarik lengan Hyo Na untuk menuntunnya berjalan mengikutinya.

“Ini bukan karena fans-fans ku, kan?”

“Ck, tentu saja bukan! Yak, kali ini kecerobohankulah! Puas kau, Zhoumi!”

Jauh keduanya berjalan menuju ruangan kesehatan, tak disadari mereka kalau Woo Ri di sana mendengar semuanya dan bahkan di tangannya dia meremas jepit rambut bergambar kodok itu.

—Scandal Love—

“Hanya itu yang dapat kau jelaskan padaku?”

Hyo Na mengangguk mendengar Dong Hae sedikit mencibir padanya, “Apa lagi? Uhm, aku dengan Kyu Hyun hanyalah berhubungan seperti itu… tidak ada lagi yang harus ku ceritakan padamu.”

“Aku tidak percaya!”

Faktanya setelah mendengar jawaban ambigu Hyo Na, Dong Hae tidak percaya sama sekali. Ya, dia masih sangat memikirkan dengan perkataan Jang Mi di minggu-minggu lalu tentang hubungan Kyu Hyun dengan Hyo Na yang tak perlu di bahas lagi. Bagi pria berambut brunette itu semua ini masih di tutupi oleh Hyo Na dan tentu juga dengan teman-temannya.

Drrtt… drrttt…

“Ya, Kibumie?”

“Noona bersama Jang Mi?”

Hyo Na mengkerutkan keningnya heran, “Tidak, Jang Mi tidak bersamaku. Kenapa?”

“Aku menemukan ponsel Jang Mi noona di bawah kursi perpustakaan, kupikir pasti Jang Mi melupakannya. Tapi…”

“Tapi, kenapa Kibumie?”

“Sepertinya Jang Mi noona menghilang.”

Bip.

“Kenapa Hyo Na?”

Hyo Na reflex langsung melihat ke arah Dong Hae dengan matanya yang memerah menahan tangisnya, bahkan kini dia menggelengkan kepalanya tak percaya. Dong Hae bingung melihatnya apalagi kini Hyo Na terlihat seperti ketakutan, “Jang Mi… hiks, Jang Mi menghilang Dong Hae-ah!”

“Apa!?”

.

.

.

.

TBC or DELETE~??? ^^

Annyeong~!!! *teriak pake toa*

Gimana nde? Sudahkah terjawab pertanyaan-pertanyaannya kemarin??? *kedip-kedip kucing* ^^ uhm, gini deh~ Rien jelasin lagi supaya pada ngerti… jadi, kemungkinan terbesarnya adalah… hubungan Kyu dengan Hyo itu lebih dari sahabat dan saudara, sudah tahukan sedekat apa? Nah, kenapa juga Kyu itu selalu marah-marah dengan Hae… itu karena masa lalu Hyo yang sepertinya terulang lagi saat masa SMA nya~!!! ^^ maaf ya tidak terlalu Rien jelasin di sini~! *bow* (/-\)

Uhm… semoga dengan flashback-flashback di atas bisa terjawab, nde~! *bow* Ah, iya~ tepat waktukah Rien? Uhm, seperti janji kemarin~? Kalau kalian ingin membacanya datanglah ke wp nya Rien http://riechanieelf.wordpress.com/ ~!!! ^^

Dan yeah~!!! Jeongmal gomawo nde yang uda setia nunggu-nungguin nih FF abal Rien dan udah meluangkan waktunya untuk komen~!!!! Okelah, ppai ppai ketemu di chap lain dan FF lainnya~!!! ^^

6 Comments (+add yours?)

  1. dhe
    May 30, 2015 @ 21:07:54

    astagaaaa. makin makin penasaran thor ff ini bikin gemess hyonaa knpa polos menjurus bodo gitu sih huaaaaa.. gak peka mah hyona gak peka!!! di tunggu kelanjutannya thor semangat!!!

    Reply

  2. dhe
    May 30, 2015 @ 21:08:34

    astagaaaa. makin makin penasaran thor ff ini bikin gemess hyona knpa polos menjurus bodo gitu sih huaaaaa.. gak peka mah hyona gak peka!!! di tunggu kelanjutannya thor semangat!!! jgn lama lama thor

    Reply

  3. dhe
    May 30, 2015 @ 21:18:19

    astagaaaa. makin makin penasaran thor ff ini gak peka mah hyona gak peka!!! di tunggu kelanjutannya thor semangat!!! jgn lama lama thor hehe

    Reply

  4. Ira
    May 31, 2015 @ 22:13:02

    Bener kata Woo ri, hyona terlalu polos sampe ngga tau mana orang yg baik nd tulus sama dia.. -_-
    Nexxt thooor…

    Reply

  5. baek
    Aug 21, 2015 @ 13:09:21

    thor chapter 5 nya mana

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: