Spring Time Story

posterSTS

Judul     : Spring Time Story

Author  : Ririn_Setyo

Cast       : Cho Kyuhyun, Song Jiyeon.

Genre    : Romance ( PG – 15 )

Length  : One Shot

FF ini juga di publish di blog pribadi saiiya : http://www.ririnsetyo.wordpress.com  dengan cast yang berbeda

*

*

349-10, Sangsu-Dong, Seoul 109-819 – Korea Selatan

.

Dengan mengengam tali tas selempangnya, Jiyeon berlari kencang di trotoar kota, menerjang apa saja yang ada di hadapannya guna tiba di tempat tujuannya tepat waktu. Gadis itu terlihat berhenti sejenak saat nafasnya terasa semakin berat, mengaduh kesal karena gedung yang akan di tujunya masih berada beberapa meter lagi dari tempatnya berpijak.

Tangan Jiyeon bergerak lamban menghapus laju peluh yang mulai melewati pelipisnya, terlalu lama berlari sungguh bukan hal yang baik untuk Jiyeon, gadis yang sejak kecil punya kelainan di tubuhnya. Gadis itu alergi dengan air hujan dan udara yang terlalu dingin, serta tidak bisa berlari terlalu lama karena akan membuat jantung gadis itu melemah dengan sendirinya.

Jiyeon lagi-lagi mengutuk kelemahan fisiknya, gadis itu mulai kepayahan dalam mengambil oksigen untuk paru-parunya yang menyempit hingga dadanya terasa sesak. Jiyeon memukul pelan dadanya seraya terus mengatur nafas tersengalnya, sedikit merasa mulai mengigil kedinginan karena hari ini gadis itu lupa membawa coat biru muda miliknya. Jiyeon terus berusaha mengatur nafasnya agar kembali normal, mati sendirian di pinggiran jalanan ramai kota Seoul sungguh bukan cita-cita Song Jiyeon.

“Sudah kubilang jangan berlari terlalu kencang, Jiyeon.” Jiyeon menoleh menatap seorang laki-laki dengan wajah cemasnya, berdiri menjulang hingga mencapai angka 180 centimeter, berambut coklat keemasaan hingga membuat wajah putihnya semakin terlihat pucat, mengenakan seragam sekolah berwarna kuning sama seperti yang dikenakan Jiyeon saat ini.

Laki-laki yang sejak awal sudah berlari di belakang Jiyeon itu, juga tampak sedang mengatur nafasnya seraya meminum air mineral yang di genggamannya, lalu membaginya dengan Jiyeon. Tangan laki-laki itu bergerak merapatkan coat tebal berwarna hitam yang membalut tubuh tingginya, udara di awal musim semi masih terasa terlalu dingin, hingga menimbulkan kepulan awan putih dari deru nafas yang di keluarkan laki-laki berwajah tampan yang terlukis dengan sangat sempurna itu.

“Aku akan terlambat jika tidak berlari, Cho Kyuhyun.” jawab Jiyeon seraya kembali meminum air mineral yang dipegangnya. “Aish! Kenapa jarak halte ke gedung itu musti sangat jauh,” Jiyeon menghembuskan nafasnya yang terasa mulai lebih baik, membiarkan laki-laki yang sudah dikenal Jiyeon sejak hari pertama mereka bersekolah di YeomKwang High School 2 tahun silam itu, mengacak pelan rambut panjangnya yang tergerai.

“Memangnya kau yakin jika dia akan datang?” Jiyeon mengangguk mantab dengan kembali meminum minumannya. “Bukankah hari ini acara peluncuran album sahabatnya?” ucap Kyuhyun seraya menghapus jejak air minum yang tertinggal di dagu Jiyeon, membuat Jiyeon tersenyum dengan wajah bersemu.

“Benar! Tapi sebelum Youngbae oppa ke tempat peluncuran album dia akan menyapa para fans di sini dan Jiyong oppa akan datang, aku melihat beritanya di televise semalam. Ayo! Cepatlah Kyuhyun aku akan sangat menyesal jika tidak bisa melihat Jiyong oppa dari dekat.” Jiyeon meraih lengan Kyuhyun dan memaksa laki-laki itu untuk berlari, namun Kyuhyun menolak dan memutuskan untuk berjalan cepat tanpa berlari.

****

Senyum lebar Jiyeon merekah seketika saat dia dan Kyuhyun, baru saja tiba di depan sebuah gedung tinggi yang menjadi markas besar sebuah Boy Band favorid Jiyeon, Big Bang. Boy band yang beranggotakan 5 orang laki-laki tampan, dengan kemampuan music bertaraf Internasional. Berbagai penghargaan di dalam negeri dan di negeri tetangga sudah diraih oleh Boy Band itu, bahkan penghargaan kelas dunia pun juga sudah dikantongi Boy Band di bawah asuhan label music yang masuk dalam daftar 3 perusahaan music paling berpengaruh di Korea Selatan.

Aigoo kenapa ramai sekali,” Jiyeon terlihat menyesal tidak bisa datang lebih cepat, hari ini Jiyeon menunggu Kyuhyun terlebih dahulu yang mendapat hukuman, karena tidak mengerjakan tugas dari guru sastra mereka, Kim Jongwoon.

Mata bening Jiyeon menjelajah di antara ribuan orang yang sudah memadati halaman luar gedung, gadis yang hanya bertinggi badan 167 centimeter itu pun lambat laun mulai tenggelam di antara para remaja laki-laki dan perempuan yang bertinggi badan lebih dari dirinya. Kyuhyun tertawa pelan saat menatap Jiyeon yang berdiri di sampingnya, terus menjijitkan kakinya dengan leher yang terulur, berusaha untuk terus maju ke depan guna mencapai tempat ternyaman agar bisa melihat idola favoridnya, Kwon Jiyong.

“Seharusnya kau datang lebih cepat saat Tuhan membagikan tulang pada manusia, seperti aku Jiyeon jadi— kau bisa memiliki tinggi badan sepertiku,” Kyuhyun hanya kembali tertawa pelan saat Jiyeon memukul belakang kepalanya.

“Berhenti menghina tinggi badanku Kyuhyun, setidaknya aku lebih tinggi dari Song Hyekyo unnie,” bela Jiyeon dengan bangga, mendapati jika tinggi badan Song Hyekyo artis Korea Selatan papan atas itu hanya 160 cm.

Kyuhyun meraih jemari Jiyeon dan menggenggamnya dengan erat, saat orang-orang mulai berdesakan untuk mencapai posisi depan. Sebuah suara dari micropon yang memberi tahu jika sang artis idola akan segera menyapa mulai terdengar, membuat jeritan histeris dari para gadis maupun remaja laki-laki yang datang pecah seketika.

Dorongan-dorongan kecil mulai terasa di kumpulan remaja-remaja itu, hingga tanpa sadar membuat genggaman tangan Kyuhyun dan Jiyeon pun terlepas. Laki-laki tinggi itu panic seketika, berteriak dengan terus bergerak untuk dapat menemukan sosok Jiyeon yang hilang di antara kerumunan orang-orang yang semakin berteriak kencang.

“SONG JIYEON!!”

Kyuhyun kembali berteriak memanggil Jiyeon dengan cemas, laki-laki itu bahkan sudah tidak peduli saat artis idola yang di tunggunya dan Jiyeon mulai keluar dari gedung. Tersenyum seraya melambaikan tangan, beberapa yang beruntung bahkan berkesempatan mendapat tandatangan dan berjabat tangan. Walau hanya 2 personil yang datang, yaitu sang Leader GDragon dan sang punya acara Taeyang namun kemeriahan dan histerisnya bisa menyamai sebuah konser artis pendatang baru.

Kyuhyun semakin panic laki-laki itu bahkan sudah memaki dirinya yang tak dapat menjaga Jiyeon dengan baik, merasa tak dapat menemukan oksigen di dalam paru-parunya saat membayangkan jika sesuatu yang buruk menimpa Jiyeon. Namun sesaat kemudian Kyuhyun merasa dunianya berhenti berputar, merasa jika hiruk pikuk yang ada seolah lenyap dengan kecemasan yang menjalar di tiap inci hati yang kini sudah berselimut kalut.

Dari jarak pandangnya kini, Kyuhyun dapat melihat Jiyeon yang tersungkur di antara kerumunan orang-orang, menangis dengan meneriakkan namanya. Dalam satu gerakan cepat Kyuhyun segera berlari menuju Jiyeon yang masih duduk di posisinya, tanpa mengucapkan sepatah kata pun laki-laki itu langsung mengangkat tubuh Jiyeon dengan kedua tangannya, berjalan tergesa menjauh dari kerumunan.

****

Kyuhyun mendudukkan Jiyeon di bangku yang ada di pinggir trotoar tepat di depan gedung, menatap cemas saat Jiyeon masih terisak pelan dengan memegangi lututnya yang berdarah.

“Tunggu aku di sini dan jangan pergi sebelum aku kembali.” ucap Kyuhyun sesaat sebelum berlalu dari hadapan Jiyeon.

30 menit kemudian laki-laki itu kembali lagi dengan obat luka dan plester berwarna biru muda, berjongkok di depan Jiyeon dan segera mengobati luka di lutut gadis itu. Deru nafas Kyuhyun yang belum teratur terdengar memburu, dengan peluh yang terlihat mulai mengaliri wajah laki-laki itu. Namun rasa cemas mengalahkan semuanya, Kyuhyun mengabaikan keadaan lelah tubuhnya, karena kini Kyuhyun hanya ingin Jiyeon merasa lebih baik.

“Kenapa kau melepaskan tanganku, Jiyeon?” ucap Kyuhyun dengan nada marah sesaat setelah menutup luka Jiyeon dengan plester, tangan laki-laki itu bergerak menghapus jejak airmata di pipi Jiyeon, namun gadis itu malah hanya mendegus kesal.

“Kenapa membeli plester saja selama itu Kyuhyun, kau tahu mobil Jiyong oppa baru saja lewat dan aku tidak bisa melihatnya dari dekat karena lututku sakit, padahal kaca mobilnya terbuka.” ucap Jiyeon dengan nada tinggi, mengabaikan pertanyaan Kyuhyun barusan. Gadis itu terlihat mengerang kesal seraya melepaskan tas selempang yang ada di bahunya lalu meletakkan tas biru muda itu di atas pangkuannya.

“Aku sudah berusaha berlari secepat mungkin untuk mencari apotik Jiyeon, maaf kan aku, seharusnya kau tidak menungguku saat mendapat hukuman jadi kau tidak datang terlambat,” ucap Kyuhyun dengan nada menyesal, menegakkan tubuh tingginya lalu duduk di samping Jiyeon,

Jiyeon tertegun menatap wajah berkeringat Kyuhyun dari samping, wajah pucat itu masih terlihat sangat cemas bahkan tangan laki-laki itu terlihat gemetar. Perlahan Kyuhyun melepaskan tas punggung dan coat yang membungkus tubuh tingginya, mengeluarkan air mineral dari dalam tasnya lalu menyerahkannya pada Jiyeon.

“Minumlah,“ ucap Kyuhyun dengan suara pelannya. “Kau dulu yang minum, kau terlihat lebih haus dariku,” tolak Jiyeon dengan rasa bersalah karena sudah memarahi Kyuhyun barusan, gadis itu mendorong botol minuman kembali ke arah kyuhyun.

Laki-laki tampan itu menatap Jiyeon sekilas, lalu meneguk air mineral hingga setengah botol, Kyuhyun benar-benar haus karena sudah berlari tanpa henti selama 30 menit saat mencari apotik tadi. Kyuhyun menyerahkan botol minuman pada Jiyeon dengan tersenyum, senyum lembut yang selalu mampu membuat Jiyeon tak mampu mengalihkan pandangannya.

“Mianhae,—“ ucap Jiyeon setelah mengembalikan botol minuman pada Kyuhyun.

“Untuk?” alis Kyuhyun bertaut, menatap lekat gadis penyuka warna biru dan selalu Kyuhyun yakini seorang malaikat yang dikirimkan Tuhan, sebagai hadiah di ulang tahunnya yang ke 16 satu tahun yang lalu.

“Seharusnya aku tidak memarahimu hanya karena tidak bisa melihat Jiyong oppa hari ini, aku sudah sering melihat mereka, seharusnya aku tidak membiarkan orang-orang tadi membuatku jatuh dan tetap mengenggam tanganmu dengan kuat, seharusnya aku,—“ ucapan Jiyeon terputus saat sebuah kecupan hangat mendarat di kening gadis itu.

“Sudahlah lupakan, lagi pula kau baik-baik saja sekarang itu yang terpenting.” jawab Kyuhyun dengan senyum hangatnya, menatap lekat sepasang mata bening Jiyeon yang selalu mampu membuat Kyuhyun terhanyut di dalamnya.

“Jangan bersedih, bukankan minggu depan kita akan menonton konser GDragon. Aku akan menjemputmu lebih awal agar kita berdua bisa berdiri paling depan, bagaimana?” ucap Kyuhyun dengan penuh semangat, menggerakkan tangannya membelai rambut panjang Jiyeon yang di sukainya dengan lembut di tiap helainya.

Jiyeon mengangguk seketika, senyum bahagia pun sudah menghiasi wajah cantik gadis itu. Kyuhyun tertawa pelan seraya meraih coat tebal yang ada di samping tubuhnya, lalu memasangkannya ke tubuh Jiyeon sesaat setelah memerintahkan gadis itu untuk merentangkan kedua tangannya, hingga membuat Jiyeon menatapnya binggung.

“Bukankah aku sudah sering bilang jika udara di awal musim semi masih sangat dingin, jika besok kau melupakan coat mu lagi maka aku akan menghukummu, kau mengerti?” ucap Kyuhyun dengan mengeratkan coat yang kini sudah menutupi tubuh langsing Jiyeon.

Jiyeon menganguk berulang, mata bening gadis itu menatap Kyuhyun yang kini sudah memasang tas punggunya di depan dada dan menyilangkan tas milik Jiyeon di bahunya. Laki-laki itu tersenyum sekilas sesaat sebelum membalikkan tubuhnya, lalu dalam hitungan detik Jiyeon sudah berada di atas punggung laki-laki itu.

“Gomawo,—“ ucap Jiyeon seraya menyandarkan dagunya di bahu Kyuhyun yang bidang.

“Aku sangat cemas saat melihat lututmu berdarah, jadi cepatlah sembuh Jiyeon dan jangan pernah lagi membuatku merasa bersalah, saat melihatmu terluka karena aku yang tidak menjagamu dengan baik,” Jiyeon mengangguk, gadis itu mengeratkan pelukan tangannya di bahu Kyuhyun dengan senyum yang merekah, merasa sangat beruntung memiliki seorang Cho Kyuhyun yang sangat menyayanginya sejak dulu.

Perlahan kaki Kyuhyun mulai melangkah menuju halte yang ada di depan mereka, bersenandung ringan seraya menikmati udara segar dan pemandangan bunga Sakura di sepanjang trotoar yang mulai menampakkan kelopaknya. Langkah Kyuhyun terhenti sejenak, laki-laki itu tersenyum lebar saat Jiyeon memanggil namanya dan mengucapkan serangkaian kata yang membuat mereka terikat dalam satu hubungan manis sejak 2 tahun yang lalu.

“Cho Kyuhyun,— Sarangeo,”

Kyuhyun menolehkan kepalanya seraya menyentuhkan ujung kepalanya di atas kepala Jiyeon, menjawab ucapan Jiyeon hingga membuat pipi gadis itu perlahan berubah menjadi merah muda sesaat sebelum kembali melangkahkan kedua kaki panjangnya.

“Nado Sarangae,— Song Jiyeon.

.

~  THE END ~

.

Tengkyu untuk semua reader — xoxo

 

6 Comments (+add yours?)

  1. esakodok
    Jun 03, 2015 @ 13:39:45

    sweet banget adegannya..settingannya juga pas

    Reply

  2. Monika sbr
    Jun 04, 2015 @ 08:55:30

    Ahahahahahaha…… Manis banget!!
    Jiyeon beruntung banget mendptkan kyuhyun yg begitu nencintai dan menyayanginya…..

    Reply

  3. Nurul kumala dewi
    Jun 07, 2015 @ 14:33:37

    Ahh kyu perhatian banget seh ciee manisnya,,,

    Reply

  4. nurihandyn
    Jun 08, 2015 @ 03:32:47

    Ahhh enak kali punya pacar kaya kyuhyun. Mau nemenin nonton konser segala. Huhu. Diabetes baca nih cerita ≧﹏≦

    Reply

  5. Novita Arzhevia
    Jun 13, 2015 @ 19:00:21

    ahh, manis bngeu

    Reply

  6. shin
    Jul 17, 2015 @ 00:30:07

    so swet bget sii

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: