Mention. Reply please!!

Title : Mention. Reply please!!

Author : BabyChoi_Rre

Main Cast : Cho Eun Rae a.k.a Raemi

Support cast : Choi Siwon

Jia a.k.a Eun Rae bestfriends

Appa and Eomma Cho Eun Rae

                        Super Junior member

Genre : Sad, Friendship.

Length : Oneshot

Rating : PG 15

Disclaimer : Ini Fansfiction murni karya author, tidak ada unsur plagiarisme di FF ini. Hanya saja FF ini adalah sebagian cerita dari kisah hidup author. Seluruh cast di FF ini adalah milik author, akan tetapi semua member Super Junior adalah milik Tuhan dan orang tua masing-masing. Cerita yang begitu saja muncul ketika author sedang galau #Plakk :3 Semoga ceritanya menarik yah readers. 😀

 

Happy reading all…!!! J

 

Annyeonghaseyo. Naneun Cho Eun Rae imnida, 18 y.o, Bangapseumnida. Lewat perkenalanku, apa kalian pikir aku adalah gadis Korea? Kalau jawabanmu iya. Berarti kelian salah besar. Aku bukanlah gadis korea, Aku Indonesia Gadis. Hahaha~ Aku selalu tertawa jika mengatakan kalimat itu. Apa kalian tahu kenapa aku bisa tertawa? Jika kalian ELF. Aku rasa kalian tahu alasannya.

Yah, kaliamat itu, seseorang pernah mengatakannya. Apa kalian tahu siapa dia? Park Jung Soo! Apa kau mengenalnya? Aku rasa kalian pasti tahu dan hafal betul siapa Park Jung Soo itu jika kalian ELF atau minimal tahu sedikit hal tentang Kpop. Dia, dia adalah Leader Boyband Super Junior.

Cho Eun Rae adalah nama Korea ku. Jangan pikir juga bahwa aku adalah blasteran IndoKorea. Aku seratus persen gadis Indonesia asli. Tidak ada sedikitpun darah orang luar negri yang mengalir di tubuhku. Aku adalah gadis biasa, seorang mahasiswa di salah satu kota di provinsi Jawa Tengah. Ngomong-ngomong soal Super Junior. Aku adalah ELF. Ever Lasting Friends dari Super Junior. Entah sejak kapan aku mulai mengetahui semua hal tentangnya. Tapi yang jelas aku bangga dan bahagia bisa menjadi bagian dari ELF dan Super Junior.

“Raemi! Kamu lagi ngapain? Jangan bilang menonton video mereka lagi huh?”

“Kau ini, pagi-pagi sudah berisik sekali eoh? Masuk kelas bukannya mengucapkan salam malah teriak-teriak seperti itu. Berisik tau! Tanpa ku jawab, pasti kamu sudah tau siapa yang aku lihat kan?”

“Super Junior, Super Junior, dan Super Junior. Apa di otakmu itu hanya ada mereka hum? Terutama Choi Siwon. Kau itu terlalu berlebihan mengidolakan mereka tau!”

“Kalau di otakku isinya Cuma mereka memangnya kenapa huh? Masalah buat lu?”

“Haduhh.. susah deh ya ngomong sama kamu kalau sudah menyangkut Super Junior. Dasar Siwones ngenes.”

“Kalau tahu susah kenapa masih di tanggepin? Sudahlah aku nggak mau pagi-pagi berdebat denganmu. Dari pada berdebat denganmu, lebih baik aku buka twitter dan mengucapkan Good Morning Oppa! How Are You Today? I Hope You Can Fine. Have Nice Day. LOVE. Untuk pangeranku CHOI SIWON.”

“Hadeehh….. kamu itu kapan nyadarnya sih Rae? Sampe beruban tuh rambut juga nggak akan di reply tuh mentionmu sama CHOI SIWON. Kamu itu kan Cuma fans? Mana ada pentingnya dia bales mention dan followback twittermu. Jangan mimpi terlalu tinggi. Ntar kalau jatuh sakit loh.”

“Ya. Ya. Ya. Terserahlah kamu mau bilang apa. Tapi aku yakin suatu saat nanti dia pasti akan membalas mentionku.”

“Alah. Ngimpi aja terus bisanya. Dasar. Dasar siwones ngenes.”

“Ahh.. bisik tau! Biar ngenes yang panting aku suka.”

Itu singkat ceritaku di pagi ini di kampus. Dia itu Jia. Teman sekalasku di kampus, ahh bukan lebih tepatnya dia itu sahabatku. Kita bersahabat sudah lama, semenjak SMA. Dia tahu aku suka Super Junior. Tapi entah mengapa dia selalu menghina dan mengejekku ketika aku mengacuhkannya dan lebih memilih melihat video atau sekedar membuka facebook untuk melihat info tentang Super Junior di beranda facebook. Tapi aku tak pernah menanggapi komentar-komentar pedas terhadap Super Junior, termasuk ejekan Jia dan teman-teman sekelasku yang selalu bilang aku adalah Siwones ngenes. Tapi aku sadar kalau aku emang mengenaskan. Karena terlalu berharap seorang Choi Siwon akan membalas mentionku dengan kata “LOVE” lebih-lebih dia akan memfollow back account twitterku.

Hari ini sangat melelahkan sekali, berangkat kuliah pukul 06.30 dan baru sampi rumah pukul 16.30. Akhir-akhir ini kepalaku sering pusing, aku tidak tahu sebabnya, tapi aku rasa karena aku sering tidur sampai larut malam dan jadwal kuliah yang padat. Hanya dengan berbaring di tempat tidur, pusingnya pun sudah sedikit mendingan.

“Raemi, makan dulu nak? Kamu belum makan siang kan tadi di kampus?”

“Ohh, Ibu. Iya bu, sebentar lagi. Aku ingin berbaring sebentar.”

“Kamu kenapa sayang? Apa kamu sedang tidak enak badan? Wajahmu terlihat sedikit pucat. Apa kamu baik-baik saja?”

“Aku baik-baik saja bu. Hanya sedikit pusing dan badanku terasa pegal-pegal. Aku hanya butuh istirahat sejenak.”

“Kamu pasti kurang tidur. Mulai sekarang jangan sering tidur larut malam lagi. Jagalah kesehatanmu sayang. Ibu tidak mau kamu sakit.”

“Iya bu, aku tahu. Tapi akhir-akhir ini tugasku sangat menumpuk. Jadi aku masih harus tidur larut malam”

“Tugas menumpuk, tapi kamu masih saja bermain facebook di sela-sela mengerjakan tugas. Berhentilah bermain facebook dan fokus mengerjakan tugasmu.”

“Iya bu. Aku mengerti.”

Ibuku selalu saja cerewet jika aku terlalu sering bermain facebook di depan laptop. Tapi aku tahu, beliau begitu karena beliau menyayangiku. Huh.. Maaf bu, aku sering melanggar perintahmu. Aku tidak bisa mengurangi kegiatanku dalam bermain facebook, facebook adalah duniaku dalam mencari informasi tentang Super Junior. Dan aku benar-benar tidak bisa meninggalkan dunia facebook dan fangirling ku bu. Mianhae. Jeongmal Mianhamnida.

~ #~

“Pagi! Hei kenapa wajahmu terlihat sangat bahagia sekali huh? Ada apa?”

“Kyaaa… Kyaaa….. Bulan depan Super Junior akan ke Indonesia! Ahhh…. Super Junior aku ingin melihat Super Show kalian di Jakarta nanti.”

“Oalah Rae! Aku kira ada berita gembira apa gitu yang bisa menghebohkanku pagi ini. Ternyata Super Junior lagi toh. Hadehh… Hadehh….”

“Aiishh… Kamu ini. Apa kamu nggak bisa sekali saja mendukungku soal Super Junior Ji? Kau jahat sekali padaku eoh?”

“Mendukungmu? Baiklah, besok aku akan membawa banner besar bertuliskan “SUPER JUNIOR!!! CHOI SIWON!!! Raemi calanghae.. calanghae…!!! Hahahaha~”

“Ck~ kau itu benar-benar sahabat yang buruk Jia. Aku benci padamu.”

“Hey… kenapa kamu marah? Jangan marah lah, aku kan hanya bercanda. Baiklah aku akan mendukungmu. Tapi jangan marah lagi ya!! Please!!”

“Huh…. Sudahlah, tuh Bu dosen sudah datang. Lebih baik kamu menghadap kedepan dan perhatikan kuliah hari ini.”

Hahh…. Aku sudah terlalu lelah menanggapi Jia. Dia selalu saja begitu, tak pernah sedikitpun menelisik dan mencari tahu soal Super Junior. Apa dia pikir Super Junior seburuk itu huh? Dia itu belum tahu rasanya jadi seorang ELF. Makanya dia selalu mengejekku. Menyebalkan.

“Setelah jam kuliah selesai. Kamu mau kenana Rae?”

“Aku? Mau ke perpustakaan. Kenapa memangnya? Mau ikut?”

“Mau apa ke perpustakaan? Mau browsing tugas tadi?”

“Emm… Bisa jadi. Bisa jadi. Tapi selain itu aku juga mau mendownload video Super Show Seoul kemaren.”

“Owh. Ya udah deh kalau begitu aku pulang dulu saja yah. Aku mau tidur, ngantuk.”

“Haaahh… Dasar tukang tidur lu.”

“Hehehe~ Akhir-akhir ini tugas kita kan sangat banyak Rae. Aku jadi sering bergadang untuk menyelesaikan tugas-tugas yang seabreg itu. Jadi wajar dong kalau aku ngantuk saat kuliah.”

“Aku juga bergadang setiap malamnya. Tapi kanapa aku tidak mengantuk?”

“Jika kau mengantuk di pagi atau siang hari. Itu artinya kau bisa kehilangan banyak waktu untuk mengetahui informasi tentang SUJU dan ELEP.”

“Yakk… bukan ELEP Jia…!!! tapi ELF. Kau bisa berkata ELF kan?? Bukan ELEP. Kau mengerti?”

“Tapi aku lebih suka dengan kata ELEP tuh Rae? ELEP itu kan mobil yang kaya mini bus itu kan?”

“Iya itu emang ELEP. Tapi ELF fandom buat Super Junior itu beda lagi, nyebut ELF itu bukan ELEP tau. Tapi ELF!!”

“Hahaha~ sama aja. Tulisan ELEP fandom kamu itu kaya gimana?”

“E.L.F!”

“Dan tulisan di mini bus seperti apa?”

“E.L.F”

“Berarti cara baca antara fandommu dan mini bus itu sama Rae. Bacanya itu ELEP. Bukan ELF.”

“Yakkk…. JIAAA…!!! KAU MENCARI MASALAH DENGANKU EOH…!!!”

“Ahahah~ Awas Raemi ngamuk….!!!” Kata Jia berlari keluar kelas.

“JIAAA…… TUNGGU KAU JANGAN LARII…!!! Argghhh….!!!”

“Raemi!! Apa kamu baik-baik saja? Mukamu kenapa berubah sangat pucat? Raemi!! Kamu nggak apa-apa kan?”

“Arrgghhh…. sakittttt…. kepalaku sangat sakit Ji. Arrgghh…..”

“Sakit? Di bagian mana? Ahh.. Raemi… Jangan membuatku takut seperti ini. Bercandamu sangat tidak lucu tau. Ayo cepat kita pulang.”

“Jia aku serius. Kepalau benar-benar sangat sakit. Arggghhh…”

“Raemi…. Aku antar ke klinik kampus saja ya? Biar kamu dikasih obat pereda rasa sakit.”

“Nggak usah Ji. Kita pulang saja. Apa tadi kau membawa motor sendiri??”

“Nggak. Aku nggak bawa motor. Apa kamu bawa?”

“Iya aku bawa motor tadi. Please anterin kau pulang kerumah ya. Aku nggak kuat jika harus pulang sendiri kerumah.”

“Ya. Ya Baiklah. Ayo. Berdiri pelan-pelan saja. Apa kepalamu masih sakit?”

“Masih, tapi tak terlalu mencengkram seperti tadi.”

“Rae aku minta maaf ya. Aku janji nggak akan ngejek kamu lagi. Aku janji nggak akan nyebut kamu siwones ngenes lagi. Please maafin aku ya Rae!”

“Iya, nggak apa-apa kok Ji. Aku hanya sebel saja denganmu.”

~ # ~

“Raemi? Kamu sudah baikan sayang?”

“Alhamdulillah udah Bu.”

‘“Kenapa nggak istirahat aja di kamar Rae? Wajahmu masih terlihat pucat.”

“Aku ingin berbicara sesuatu dengan ayah. Apa boleh?”

“Tentu saja boleh. Kamu mau ngomong apa?” sahut Ayah yang sedang berada diruang tengah rumah kami.

“Ayah, bolehkah aku menonton Super Show bulan depan?”

“Super Show itu apa? Ayah nggak ngerti Rae.”

“Emm… itu yah, konser Super Junior. Apa aku boleh melihatnya?”

“Emangnya konsernya ada dimana? Deket dari sini?”

“Emm… konsernya di Jakarta yah.”

“Jakarta? Itu jauh Rae. Lagian ngapain sih pake nonton konser sampe kesana? Buang-buang uang. Kamu kan juga nggak tau Jakarta itu kaya gimana. Terlalu bahaya anak gadis ke Jakarta sendirian. Ayah nggak mau kamu kenapa-napa disana.”

“Tapi yah, aku pengen liat mereka konser di Jakarta. Aku boleh pergi ya yah. Sekali ini aja, aku nggak akan pergi nonton konser mereka lagi jika ayah mengizinkanku menonton konsernya bulan depan.”

“Memangnya harga tiket konsernya berapa? Kamu punya uang buat nonton konser?”

“Emm… sekitar satu juta lebih dikit yah. Aku punya tabungan kok yah buat beli tiketnya. Aku nggak akan minta ayah buat beliin aku tiket konsernya. Gimana yah? Aku boleh nonton kan bulan depan? Please ya yah.”

“Nggak Rae. Kalau Ayah bilang nggak ya nggak. Kamu nggak berfikir apa? Jakarta ke sini itu jauh, puluhan kilo meter. Dan Ayah nggak akan bisa ngelepas anak perempuan Ayah pergi ke Jakarta sendirian. Butuh waktu lama bisa sampe ke Jakarta.”

“Tapi kan yah, aku bisa naik pesawat. Jadi cepet nyampenya. Aku janji akan jaga diri baik-baik kok yah. Setelah konser selesai, aku akan langsung pulang ke rumah. Ayahh… Aku mohon izinkan aku nonton konser. Hanya untuk kali ini saja. Aku janji yah.”

“Nggak usah minta yang macem-macem. Ayah nggak akan ngizinnin kamu pergi ke Jakarta sendirian. Udah sana, lebih baik kamu kerjain tugas kuliahmu. Serius kuliah. Jangan mikirin Super Junior terus. Lagian kalau kamu ketemu mereka, apa kamu tahu dan maksud apa yang mereka bicarakan nantinya? Nggak kan?”

Hiks.. Hiks… Hiks… Aku segera berlari masuk ke dalam kamarku. Entahlah… aku merasa sangat benci dengan situasi ini. Kenapa semua orang tidak pernah mengerti diriku? Kenapa ayah tidak pernah mau memberikan izinnya kepadaku? Aku sangat ingin menyalahkan keadaan. Kenapa aku tinggal di sini? Kenapa nggak di Jakarta saja, agar aku bisa lebih mudah mendapatkan izin ketika Super Junior konser di Indonesia.

Aku menangis sendirian di kamarku ini. Menatap semua poster Super Junior yang tertempel rapi di dinding kamarku. Oh Tuhan, Engkau pernah memberikan mimpi itu dalam tidurku. Lalu kenapa Engkau tak mengabulkan mimpi yang kau berikan? Kenapa Engkau tak membukakan hati Ayah untuk mengizinkanku menonton konser Super Junior? Kenapa Tuhan?

Aku terlalu lelah menangis. Aku terlalu lelah menjadi ELF untuk Super Junior. Aku terlalu lelah melihat teman-temanku yang selalu menghina dan mengejekku. Aku terlalu lelah melihat ELF selalu di salahkan ketika ada fanwar dan bashing antar fandom. Tapi kenapa aku tak bisa lepas dari duniamu Super Junior? Wae?? WAEYO HUH? Ini terlalu berlebihan memang, tapi aku benar-benar tidak bisa sedikitpun berpaling dari dunia Super Junior. Oh GOD!

Hingga tak kurasa kepalaku terasa sangat sakit. Sakit sekali. Terasa sangat mencengkram, bukan karena pusing atau lelah menangis. Tapi seperti sebuah tekanan yang sangat sakit di kepalaku. Aku sudah tidak bisa menahannya. Mataku buram, penglihatanku kabur, hingga akhirnya aku tak lagi sadar dengan apa yang terjadi kepadaku selanjutnya.

~ # ~

Seberkas cahaya menyelinap masuk ke dalam kamarku melewati celah-celah jendela. Uhh.. kepalaku sangat terasa berat sekali. Tubuhku juga terasa sangat kaku. Ku kerjap-kerjapkan mataku menyesuaikan cahaya kamar yang menurutku terlalu terang pagi ini. Aku tersenyum melihat sebuah poster besar yang yang terpampang di depanku.

“Good morning Oppa! Hari ini sangat cerah ya? Bagaimana kabar Oppa hari ini? Apa Oppa sudah sarapan? Aku baru saja bangun tidur. Hehehe~ Oppa, when you reply my mention for you? I’m always waiting a moment when you say LOVE to me.”

“Mianhaeyo Oppa. Kali ini aku tidak akan bisa menonton konser kalian lagi. Aku tidak bisa bertemu denganmu nanti. Aku ingin berontak Oppa. Tapi kalian selalu bilang jangan menyusahkan orang tua hanya karena kami ingin melihat konser kalian. Aku mengerti. Tapi sampai kapan aku terus bertahan dalam situasi seperti ini? Jawab Oppa. Jawab. Waeyo kau selalu tersenyum seperti itu huh? Apa kau tak tau aku menagis karena kalian. Kalian tega denagnku oppa. Kalian jahat. Hiks… hiks…. hiks… Kalian jahat Oppa. Kau jahat Choi Siwon. Aku benci kalian. Arrhhgg….”

Kepalaku tiba-tiba terasa sangat sakit. Lebih sakit dari yang semalam. Hidungku…. kenapa keluar darah? Oh Tuhan kenapa lagi denganku? Kau berikan aku cobaan apa lagi? Aku tak tahan lagi dengan sakit ini. Hingga akhirnya aku kembali pingsan.

~ # ~

“Kamu sudah sadar sayang? Bagaimana? Apa kamu merasa sakit kepala lagi nak”

“Ohh… Ibu. Aku sudah baikan kok. Hanya saja kepalaku masih sedikit nyeri.”

“Kenapa akhir-akhir ini kamu sering pingsan sayang? Apa tugas kuliahmu sangat membebani pikiranmu nak?”

“Nggak kok bu. Aku nggak apa-apa. Nggak ada yang membebani pikiranku karena tugas kuliah. Mungkin aku terlalu capek.”

“Matamu terlihat sembab sayang. Apa kamu tadi malam menangis?”

“Nggak bu. Aku nggak nagis kok. Mungkin aku kurang tidur. Makanya mataku sembab.”

“Kamu nggak bohong sama ibu kan? Kamu baik-baik saja kan? Ibu lihat kondisimu semain hari semakin menurun sayang. Apa kamu merasakan sesuatu yang ada di tubuhmu sedang tak bekerja dengan baik?”

“Ibu aku baik-baik saja. Sudah aku bilang mungkin karena aku terlalu lelah. Ibu jangan menghawatirkanku terlalu berlebihan seperti ini. Aku nggak mau jadi manja karena ibu. Heheh~”

Entah kenapa akhir-akhir ini tubuhku terasa sangat lelah, aku sering pusing, badanku juga sangat kaku, apalagi kepalaku sering terasa mencengkram dan pusing yang berlebihan. Banyak yang bilang di kampus terutama teman-temanku kalau wajahku sering terlihat pucat. Aku rasa aku memang benar-benar butuh istirahat total.

Sudah hampir satu minggu aku tidak masuk kuliah. Hanya berbaring di kamar, mendengarkan lagu Super Junior dan membuka account facebook dan twitter ku, kemudian seperti biasa memberikan mention ke Siwon Oppa. Selalu bertanya keadaan dan mensupportnya. Ohh…. Tuhan. Siwon Oppa baru saja update twitter. Ternyata dia sudah tidak sabar lagi menunggu Super Show di Indonesia. Ahh…. aku semakin ingin melihatmu Oppa. Walaupun itu hanya sekilas, aku ingin bertemu denganmu untuk yang pertama dan mungkin akan menjadi yang terakhir kalinya.

Super Show tinggal 10 hari lagi. Dan sekarang aku sedang berbaring di kamar ini. Kamar bercat putih bersih. Terdengar suara mesin pendeteksi detak jantung yang selalu menemaniku. Tabung oksigen yang membantuku bernafas. Ibu dan Ayahku selalu bersamaku, menemaniku agar aku tak merasa sendirian di sini.

“I….buu… Bol…lehkah. Aku meminta handphoneku?”

“Untuk apa sayang? Kata dokter kamu nggak boleh banyak pikiran. Kamu harus istirahat dengan baik nak. Sekarang tidurlah. Ibu akan selalu di sini menemanimu sayang.”

“Ii..bu.. ak..ku hanya ingin mendengarkan lagu Super Junior bu. Apakah aku nggak boleh mendengarkan lagu mereka lagi? Aku moh… hon.”

“Baiklah. Biar ibu yang memutarkan Mp3 playernya untukmu. Kamu mau lagu yang berjudul apa sayang?”

“Somee… Someday bu. Aku ingin mendengarkan lagu Someday. Terima kasih bu. Akuu… sayang ibu.”

“Iya sayang, sama-sama. Kamu istirahat ya. Tidur dengan nyenyak nak.”

Aku meminta ibuku memutarkan lagu SOMEDAY. Aku suka sekali lagu ini, entah mengapa aku sering memutarnya berkali-kali ketika aku sangat merindukan Super Junior. Ketika aku sedih, dan ketika aku tidur selalu memutarnya. Aku berharap lagu ini akan mempertemukanku pada Super Junior. Because I BELIEVE, I CAN MEET YOU SOMEDAY SUPER JUNIOR. I BELIEVE. AND ALWAYS BELIEVE.

Sudah ku bilang, bahwa lagu ini pasti akan menjadi penghantar tidur yang baik untukku. Sekarang aku berada di alam mimpi. Entah di tempat apa aku sekarang. Yang pasti tempat ini sangat indah. Banyak bunga warna-warni bermekaran, baunya bahkan semerbak sangat harum sekali. Dan lihatlah di sana ada sungai yang indah dan sangat jernih. Aku bisa melihat dengan jelas bagian dasar dari sungai ini. Aku bisa melihat wajahku di permukaan air sungai ini.

Tuhan! Apakah ini surga? Apa aku sudah kembali padamu Tuhan? Tapi aku belum sempat bertemu dengan Supermanku Tuhan? Aku belum sempat bertemu dengan Super Junior. Mengapa engkau tak mewujudkan mimpiku waktu itu Tuhan? Kenapa? Apa aku tak pantas untuk bertemu dengan mereka?

Aku melihat beberapa orang sedang berdiri di sebrang sungai ini. Mereka melambaikan tangan mereka kearahku. Tunggu. Aku, aku melihat mereka di sebrang sungai ini. Super Junior! Itu Super Junior. Oppadeul ku sedang berdiri dan melambaikan tanggannya kearahku. Liahatlah di sana ada Siwon Oppa. Dia terlihat sangat tampan sekali. Oppa aku bisa bertemu denganmu? Di sini? Di tempat yang indah ini?

~ # ~

“Sayang. Kau sudah bangun nak? Apa kamu haus sayang? Biar ibu ambilkan minum yah?”

“Ibu. Kenapa mereka cepat sekali pergi bu? Aku ingin bersama mereka lebih lama lagi. Aku bertemu mereka bu. Di sana. Aku bertemu mereka disana.”

“Siapa yang cepat pergi sayang? Jia? Tadi dia baru saja ke sini, tapi karena melihatmu sedang tidur. Ia berjanji akan kembali nanti sore. Apa kamu merindukan teman-temanmu?”

“Aku merindukan Super Junior bu. Aku ingin bertemu mereka. Tadi aku bertemu mereka di surga bu. Tapi mereka cepat sekali pergi dan menghilang. Bisakah aku bertemu mereka bu? Aku ingin bertemu mereka.”

“Sayang, untuk sekarang jangan memikirkan Super Junior terlebih dahulu ya nak. Sekarang yang perlu kamu pikirkan adah kesembuhanmu. Ibu ingin melihatmu tersenyum lagi sayang. Dan jika kamu sembuh, ibu dan ayah berjanji akan membolehkanmu bertemu dengan mereka.”

“Benarkah bu? Tapi aku tidak yakin bisa bertemu mereka dalam jangka waktu yang lama. Aku rasa waktuku sudah tidak banyak bu.”

“Sttt….. kamu nggak boleh berbicara seperti itu sayang. Kamu sayang Ibu dan Ayah kan? Kamu ingin bertemu Super Junior kan? Itu berarti kamu harus cepat sebuh. Ya nak.” Kata Ibu dengan mata yang berkaca-kaca. Sedetik kemudian butiran bening itu jatuh di pipinya.

“Bu dua hari lagi adalah konser Super Junior di Indonesia. Dan empat hari lagi adalah ulang tahunku. Apakah di saat ulang tahunku kali ini aku boleh minta hadiah dari ibu dan ayah?”

“Iya sayang. Kamu mau ibu dan ayah belikan apa nak? Ibu dan ayah janji akan memberikanya semampu ibu dan ayah.”

“Permintaanku hanya satu bu. Aku ingin datang ke konser Super Junior sabtu besok. Apa ibu dan ayah akan memberikanku hadiah itu?”

“Kalau hal itu, ibu tidak bisa memtuskannya sendiri sayang. Ibu akan membicarakannya dengan ayahmu ya.”

“Baiklah bu.”

~ # ~

Hari ini adalah hari dimana aku akan melakukan operasi, dan hari ini juga Super Junior akan melakukan konser Super Show di MEIS. Sekarang aku berada di Rumah Sakit yang berbeda dari kemarin. Sekarang aku ada di Rumah Sakit terbesar di Jakarta. Melakukan operasi. Hari ini adalah hari yang paling aku takutkan. Aku takut setelah operasi nanti aku tak lagi bisa melihat dan memeluk kedua orang tuaku, aku takut aku tak bisa lagi bertemu Jia dan teman-teman kampusku, aku takut aku tak akan pernah punya kesempatan bertemu dengan Super Junior.

“Sayang, kamu sedang memikirkan apa nak?”

“Aku hanya berpikir. Akankah aku bisa melihat ibu dan ayah setelah operasi ini dilakukan.”

“Sttt…… kamu nggak boleh berbicara seperti itu sayang. Percayalah Allah akan menyembuhkan penyakitmu nak. Percayalah sayang.” Kata Ibu dengan air mata yang kembali menetes kepipinya.

“Buu…. bolehkah aku membuka account Twitterku? Hanya untuk yang terakhir kalinya. Aku mohon bu.”

#MenarikNafas “Baiklah, tapi setelah itu kamu harus istirahat sebelum operasimu di lakukan.”

“Ya aku janji bu.”

~ # ~

“Good Morning @siwon407 Oppa. How are you today? Ah today is Super Show concert in Jakarta righ? I hope your concert today can be a succes. #FIHGTING”

“@siwon407 Annyeong Oppa! Today I’m going to do a brain cancer surgery. I’m afraid I can’t see you when I wake up. But believe me you are always in my heart. LOVE”

Itulah mentionku kali ini untuk Siwon Oppa. Aku harap ia membacanya. Dan lebih-lebih akan mehjawabnya untukku. Ahh… tapi itu mustahil. Mengingat ada banyak bahkan jutaan orang yang setiap detiknya memberikan mention di account twitternya.

~ # ~

Entah kenapa kepalaku terasa semakin berat. Aku sudah tak sanggup lagi membuka kelopak mataku. Terasa berat. Terdengar sayup-sayup suara dokter di luar ruangan. Apakah ini sudah saatnya aku akan di operasi? Oh aku harap operasi ini berjalan lancar.

Aku rasa hari ini adalah hari terakhirku. Oh Tuhan, apakah engkau tak ingin mewujudkan mimpi malam itu sebelum aku kembali ke pelukanmu? Tuhan, aku mohon kabulkanlah permintaanku untuk yang terakhir kalinya.

Terasa sebuah tangan mengusap lembut rambutku. Kucoba untuk membuka perlahan, tampak seorang yeoja paruh baya yang tersenyum simpul ketika melihatku membuka mata. Dapat teringat jelas raut wajahnya yang mulai menua di dalam hati dan jiwaku. Dia wanita yang selalu aku kagumi, wanita yang sudah membesarkanku hingga umurku hampir 19 tahun ini. Matanya terlihat menyembunyikan sebuah cairan bening. Dia terlihat menahan sakit, sakit yang ia rasakan karena aku.

“Ibu.” Panggilku

“Ya, sayang. Apa kamu butuh sesuatu nak?” tanyanya

“Ibu, apa ibu akan memenuhi permintaanku kemarin?”

“(Tersenyum pilu) Ibu akan memenuhinya sayang, tapi tidak untuk hari ini ya? Hari ini kamu harus di operasi, jadi kamu tidak mungkin melihat mereka karena kondisimu belum membaik sayang.”

“Tapi aku ingin melihat mereka hari ini juga bu, aku tidak mau menunggu hari esok. Aku tidak mau menunggunya lagi. Aku takut aku besok sudah tidak ada di sisi Ibu, Ayah, dan disisi Super Junior sebagai ELF lagi bu. Aku mohon hari ini saja, setelah aku bertemu mereka aku janji akan melakukan apapun agar penyakitku ini sembuh.” Kataku dengan suara lemah

“Sayang dokter bilang kondisimu tidak memungkinkan untuk melihat mereka. Kamu terlalu lemah untuk menonton konser mereka. Ayah dan Ibu tidak mau membahayakan nyawamu nak.” Kata Ayahku yang berjalan mendekati ranjang tempat tidurku.

“Hiks…. Hikss… hiks…. Aku mohon yah, untuk kali ini saja. Aku mohon. Aku percaya Tuhan tidak akan pernah tidur dan Tuhan pasti akan memberiku keajaiban.” Kataku menangis terisak

“Baiklah. Ayah akan meminta izin pada dokter dulu. Kamu tunggu sebentar ya. Jangan menangis lagi, Ayah tidak ingin melihat putri Ayah menangis.” Kata Ayahku kemudian berlalu dari kamarku

~ # ~

Setelah ayahku pergi keruang dokter  1 jam yang lalu, sekarang aku sudah berada di tempat yang berbeda. Tidak di Rumah Sakit lagi, sekarang aku berada bersama ELF yang akan melihat Uri Superman kami bernyanyi dan menari di dalam sana.

Banyak teman-teman ELF yang mendekat padaku, bertanya keadaanku, mensupportku dan mereka ikut sedih mendengar penyakit yang aku derita. Tapi aku benar-benar senang hari ini akhirnya mimpi itu bisa terwujud. Terimakasih Tuhan, Engkau telah mengabulkan semua doaku dan mimpi itu, Engkau telah mengabulkannya.

Mengingat keadaanku sekarang, tentu saja aku tidak sendiri. Aku ditemani Ayah, Ibu, dan juga beberapa dokter dan perawat yang selalu mengawasi alat-alat kesehatan yang terpasang pada tubuhku.

Di saat kami menunggu, tiba-tiba seorang laki-laki yang memakai seragam staff mendekati kami. Aku sempat kaget melihatnya yang mendekat kearahku. Sepertinya dia bukan staff yang berasal dari Indonesia, dia orang Korea. Dia bertanya pada dokter tentang keadaanku. Mengapa aku datang ke tempat konser dengan ranjang rumah sakit dan alat kesehatan yang terpasang pada tubuhku.

Seperti mendapat sebuah harta karun yang sedang di cari-cari para pembajak laut. Keajaiban itu datang padaku. Entah karena tersentuh, rasa kasihan, atau karena melihat pengorbananku yang mungkin terlalu belebihan dan memaksakan kehendakku dikala aku harus bergulat dengan rasa sakit di kepalaku. Staff itu mengizinkanku untuk bertemu Super Junior secara langsung tanpa harus berdesak-desakan dengan ELF yang akan memasuki venue beberapa jam lagi.

Kami berjalan memasuki beberapa lorong di gedung ini, hingga akhirnya aku sampai di depan pintu. Tertempel subuah tulisan “Super Junior Room” di atas pintu itu. Huhh…. Apa aku bermimpi? Apakah aku bermimpi akan bertemu mereka secarang langsung bahkan face to face? Tolong jangan bangunkan aku jika ini mimpi.

Staff yang telah mengantarkan kami tadi meminta izin untuk masuk kedalam ruangan dan berbicara pada para member Super Junior. Kami hanya bisa menunggu staff itu keluar kembali. Setelah beberapa saat kemudia, bukan staff yang keluar dari pintu besar itu. Namun seorang namja berpawakan tinggi, putih, dan memiliki lesung pipi ketika ia tersenyum.

OMONA!! Apa itu benar-benar Choi Siwon? Namja yang selama ini aku puja-puja? Oh Tuhan. Dia begitu tampan. Jeongmal Kyeopta. Dia tersenyum kearahku. Aku pun membalas senyumannya. Setelah beberapa detik Siwon Oppa keluar dari ruangan itu, terlihat Kyuhyun Oppa, Donghae Oppa, Eunhyuk Oppa, Sungmin Oppa, Ryeowook Oppa, Kangin Oppa, Yesung Oppa, Leeteuk Oppa, Shindong Oppa, dan Heechul Oppa keluar dari ruangan itu. Mereka semua tersenyum kearahku. Mungkin karena terlalu bahagia, aku menangis, aku tidak bisa membendung rasa bahagiaku saat ini.

“Uljima. Gwaenchanayo?” Kata Siwon Oppa menghapus jejak air mata yang mengalir di pipiku.

“Nde, Nan gwaenchanayo Oppa.” Kataku tersenyum simpul

Siwon Oppa memelukku ketika aku menangis lagi. Sungguh aku benar-benar tidak bisa membendung air mata ini untuk tidak menangis. Rasanya aku ingin waktu ini berhenti berputar. Tetap pada titik kebahagiaanku saat ini.

NB : Percakapannya anggap aja pake hanguel yah. 😀 😉 Hahaha~

“Annyeong Oppa, Naneun Cho Eun Rae Imnida.” Kataku memperkenalkan diri dalam bahasa korea.”

“Annyeong Eun Rae-ssi. Urineun Super Junior oeyo.” Kata mereka serempak dengan tangan yang menjulur kedepan

“Ahh… nde, Urineun ELF oeyo.” Kataku menjulurkan tangan kananku kearah mereka

“Apa kabar?” Kata Leeteuk Oppa tersenyum manis

“Baik Oppa.” Kataku

“Bagaimana bisa baik? Kamu sedang dikawal beberapa orang dokter dan suster, di tubuhmu juga terpasang beberapa alat kesehatan. Apa kamu yakin sedang dalam keadaan yang sangat baik?” kata Siwon Oppa nampak sangat khawatir.

“(Tersenyum) Nde Oppa, nan gwaenchana. Jeongmal.” Kataku

“Kenapa kamu memaksakan datang kemari sedangkan kamu sedang sakit seperti ini?” Tanya Ryeowook Oppa yang mendekat kearah ranjangku.

“Karena aku ELF Oppa. Aku ingin bertemu kalian.”

“Kamu ini jangan terlalu memaksakan kehendak eoh. Lihatlah wajahmu nampak pucat sekali.” Sambung Donghae Oppa.

“Apa kamu ingin bertemu denganku? Marga kita sama. Apa kamu mau menikah denganku?” Kata Kyuhyun Oppa dengan wajah yang sangat lucu.

“Tentu saja aku ingin bertemu denganmu dan juga Oppadeul yang lainnya Oppa. Apakah bisa kita menikah sekarang? Tapi umurku belum genap 19 tahun.” Kataku tersenyum kearah Kyuhyun Oppa.

“Omo! Kamu masih muda ternyata. Aku magnae di sini. Jadi menikahlah denganku saja. Karena aku masih muda.” Kata Kyuhyun Oppa kemudian tertawa.

“Kau bilang kami sudah tua Cho Kyuhyun?” kata semua member secara bersamaan.

“Aniya. Kalian sendiri yang bilangkan barusan. Aku hanya bilang bahwa akulah yang paling muda.” Kata Kyuhyun Oppa dengan bangganya.

“Diantara kami siapa yang paling kau sukai EunRae-ssi?” Tanya Yesung Oppa.

“OMONA!! King Of Selcaku ternyata benar-benar tampan. Dia benar-benar tidak pantas berusia 29 tahun”. Batinku.

“Siwon Oppa.” Kataku melihat Siwon Oppa yang berdiri di samping ranjangku

“Yakk. Kenapa bukan aku saja?” Tanya EunHyuk Oppa. Dengan wajah yang seolah-olah dia sedang shock berat.

“Hey. Monkey. Jangan berteriak eoh. Dia sedang sakit.” Kata Kangin Oppa yang akhirnya angkat bicara

“Apa benar kamu sakit kanker otak setadium 4?” tanya Sungmin Oppa kepadaku. Aku hanya bisa mengangguk kearahnya.

“Dan staff kami bilang bahwa kamu akan operasi hari ini?” Sambung Heechul Oppa

“Nde, Oppa.” Jawabku lemas

“Kamu harus semangat nde. Percaya bahwa Tuhan akan menyembuhkan penyakitmu.” Kata Leeteuk Oppa. Aku hanya bisa mengangguk dan tersenyum manis kearahnya

“Oppa… Siwon Oppa. Apakah kamu membaca mentionku pagi ini? Pasti kamu tidak membacanya. Kamu harus membaca semua mentionku untukmu Oppa. Apa kamu tahu? Setiap hari aku mention account twittermu. Tapi sekalipun kamu tidak pernah membalasnya.” Protesku pada Siwon Oppa.

“Jinjjayo? Apa uname account twittermu? Aku akan membalas semua mentionmu mulai hari ini.” Kata Siwon Oppa kemudian mengambil iPhone di dalam saku celananya

“Ige.” Kataku menyerahkan uname account twitterku pada mereka.

Disaat kami sedang asyik mengobrol, tiba-tiba rasa sakit di kepalaku kembali terasa. Kali ini sakitnya lebih terasa sangat mencengkram. Ayah, Ibu, Super Junior, Tim dokter, dan beberapa staff terlihat panik ketika melihatku menjambak rambutku.

“Arrgghhh…. Sakittttttt…..!!!” Erangku ketika aku sudah tak bisa menahan rasa sakitnya lagi.

“Ayy….yyyaaah…. Ibbb….. buuuu…. Oppaaa…dedeeull… aku sudah tidak kuat lagi. Sakkkiiittt….. Arrggghhh……”

“Akkuu… minta maaf sama Ayah dan Ibbuuu….. kaarrnnnaa… aku tidak bisa menepati janjiku untuk sembuh….. aku sudah tidak kuat lagi….”

“Sayang apa yang kamu katakan. Bertahanlah nak. Kamu pasti bisa. Hikk… Hikkss…” Kata Ibuku yang menangis terisak.

“EunRae-ssi. Kamu pasti bisa melawan rasa sakitmu. Kamu pasti akan sembuh. Percayalah.” Kata Leeteuk Oppa menyemangatiku. Raut wajahnya nampak panik dan sedikit pucat.

“Opp… ppa…. Berjanjilah, hari ini kalian akan menampilkan konser yang paling istimewa untuk ELF INA. Kami benar-benar mencintai kalian…. Maaf akkuuu…. tid…. daakkk…. biisss…..saaa… berrrtt…. ttahhhan lagi.”

Ttttttttttttiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt………………….

 

THE END

 

Haduhhh….. Ini gak tau cerita sedih apa bahagia karena Raemi bisa ketemu para Oppars yah. Sebernya ini cerita pengalaman pribadi ku yang sampe sekarang tidak diizinkan sama Ayah buat nonton konser. Kurang lebihnya saya mohon maaf kalau ceritanya jelek, garik, ataupun gak ngefeel sama sekali.

3 Comments (+add yours?)

  1. Novita Arzhevia
    Jun 10, 2015 @ 21:48:06

    ini nyesek thor, , dia meninggal dihadapan ayah, ibu, member super junior orang2 yg ia cintai. . Author elf semarang ya? Kita sama thor

    Reply

  2. idealqueen
    Jun 11, 2015 @ 00:40:52

    Wew.. Endingnya… Nyesekkkk

    Reply

  3. yulia
    Jun 14, 2015 @ 13:43:48

    jadi inget sama salah satu Admin dr @sparkyuINA yg meninggal beberapa hari setelah SS6… 😥

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: