FATE [2/?]

FATE

Author : Daisy, Flower

Title       : FATE part 2

Genre   : Romance, Comedy, Mystery

Length : Series

Rated    : +13

Cast       :  ~ Lee Dong Hae

~  Cho Kyu Hyun

~  Kim Hana

~ Kim Hyesa

Disclaimer : Kyuhyun dan Donghae adalah milik kedua orang tua mereka, ELF dan SM. We own nothing kecuali OC yang gaje.Ini hanyalah Fanfiction belaka. Don’t plagiat, Don’t Bash dan RCL ya Guys… Gomawo^^

Happy Reading…..

 

***

Sabtu, 9.20 pagi.

Hyesa yang sedang menonton TV melihat Hana yang sudah rapi jalan lewatnya untuk mengambil tas.

‘Tumben sekali Hana sudah rapi, biasanya jam segini dia masih tertidur pulas.’

“Na~ya kamu mau kemana? Tumben sekali pagi -pagi mau pergi”

“Em.. ada yang perlu kulakukan.”  dengan wajah ragu Hana menjawab pertanyaan Hyesa, pipinya dinodai oleh warna merah muda yang –untungnya tidak disadari oleh temannya yang masih sedikit mengantuk.

“Mau aku temani?” Hyesa sudah akan berdiri dan bersiap siap ganti baju saat Hana langsung mengehentikannya.

“Ti-tidak udah Hye~chan. Aku akan pergi sendiri aja! Aku sudah besar.”

“Serius?”

“Iya. Itu… aku berangkat sekarang ya Hye~chan. Annyeong!” Hana baru saja akan membuka pintu untuk keluar tetapi dengan kecepatan kilat Hyesa sudah berdiri di depannya, badan yang sama tinggi tetapi jauh lebih langsing menghalangi Hana dari tujuannya.

“Ini mencurigakan, selama kita ada di sini kau tidak pernah kemana-mana sendirian.”

Kening Hana mengkerut, ‘Tch, anak ini memang sudah belajar banyak!’

“Ini karena ada keperluan saja.”

“Keperluan apa?”

Hana berfikir terlalu lama karena sekarang Hyesa yang penasaran mulai memunculkan ide-ide aneh di dalam otaknya, “Hana mau kencan?!”

Gubrak.

“TIDAK! SEJAK KAPAN AKU LAKU?”

“EH! TAPI KAN TIDAK MUNGKIN ADA ALASAN LAIN SELAIN ITU!”

‘Bahaya’ pikir Hana, ‘Aku sudah telat, aku harus menyingkirkan Hyesa!’

Tanpa disadari oleh Hyesa, Hana diam-diam mengambil hp-nya dari dalam tas dan memainkannya di belakang tubuh tanpa melihat.

Bunyi deringan hp Hyesa (Lagu Vixx) terdengar keras sekali.

Hyesa terkenal karena refleksnya yang sangat cepat dan kepintarannya dalam membuat pilihan.

Karena itu dalam hitungan detik dia sudah ada di kamar dan memegang hpnya yang bertuliskan nama pemanggilnya.

‘Kim Hana’

Saat Hyesa turun untuk melihat ke arah pintu keluar, pintu telah terbuka dan sosok Hana sudah tiada.

Ia menerima panggilan itu dan terdengar jelas suara Hana yang tertawa licik.

“Jaa ne Hyesa-chan!”

~*~*~*~*~*~*~*~*~*

Terlihat seorang laki laki sedang duduk di dekat jendela kafe, jari-jarinya mengetuk meja dengan tidak sabar.

‘Lama sekali anak itu’

Tring

Bunyi bel mengalihkan pandangan pria itu. Dan seorang wanita –Lebih tepatnya, perempuan, berjalan menuju arahnya.

“M-mianhe sunbae aku terlambat!”

“Padahal kau sendiri yang mengatakan tidak akan terlambat,” Ucap Donghae dengan senyuman kesal,” Ya sudah ayo kita jalan sekarang.”

Hana yang mendengar itu langsung menggerutu. High heels yang sengaja ia pakai agar terlihat lebih ‘wanita’ telah menyiksa kakinya dalam perjalanan 20 m menuju cafe.

“Baru saja sampai sudah jalan lagi… Kasihanilah aku…” ditatapnya Donghae yang sedang berjalan di depannya dengan wajah lelah.

“Kita tidak naik mobil sunbae?”

“Tidak usah. kita jalan saja” Donghae menjawab dengan santai, ia menggumam lagu yang tidak dikenal oleh Hana. Terdengar seperti lagu zaman dahulu.

‘Kakiku..’ Batin Hana, menahan rasa ingin jatuh di tempat, ‘Seharusnya aku memakai flat-shoes saja!’

Perjalanan berlangsung tanpa pertukaran kata sama sekali antara kedua kubu. Hana akhirnya mengumpulkan semua chi,tenaga, energi dan usaha yang ada untuk mencoba memulai percakapan.

“K-kita mau kemana sunbae?”

Donghae tidak menoleh sedikitpun, dan terus menghadap depan dengan wajahnya diangkat untuk menatap langit biru,”Lihat saja nanti”

Donghae pun tetap berjalan dengan Hana di belakangnya. Sesekali mereka bertukar pendapat tentang bentuk awan dan memulai argumen apakah lebih terlihat seperti bebek atau pesawat jet.

“Ah, kita sudah sampai”

Bruk

“Aduh!”

Hana yang sedang menunduk tidak sengaja menabrak punggung Donghae. Karena sang perempuan sama sekali tidak professional dalam memakai hak yang tinggi, ia merasa dirinya terdorong dan hampir jatuh dari pemberhentian Donghae yang mendadak.

“Kau tidak apa apa?” Donghae menarik lengan Hana agar tidak jatuh dan melihatnya yang sedang tertawa malu.

“Tidak apa-apa sunbae! Hanya kaget!”

Donghae mengetuk kepala Hana dengan pelan, “Hati-hati, Hana.”

Entah kenapa, Hana menyukai cara Donghae menyebut namanya, ‘Aku ingin mendengarnya lagi…’ Hana memegang dada yang sedang berdetak cepat, ‘OMO.. Jantungku’

Deg

Sekilas Donghae dan Hana bertatapan, tidak sengaja, cepat dan tidak bermakna. Tapi Hana merasa ada sesuatu yang mengganjal.

Lagi-lagi kejanggalan. Sesuatu tidak beres.

Donghae menjauhkan sorotan matanya dari Hana, ekspresi kosong dan hampa menghiasi wajahnya.

“Wahhhh taman bermain !” Hana melihat sekelilingnya, mengganti topik. Hana tidak ingin berlama-lama dalam situasi aneh dan -tanpa diketahui alasannya, begitu menyakitkan.

Lagipula, ayunan yang ada di dekat jungkat-jungkit terlihat sangat menggoda.

Donghae pun langsung memindahkan attensinya ke taman  “Kemarin aku tidak sengaja melihat tempat ini.”

Mata Hana berbinar dan dia langsung berlari ke arah ayunan.

Brak!

“Ne.. Hana, sepertinya kau harus melepas sepatumu dahulu.”

Hana tertawa dan langsung mencopot kedua penyiksa kaki itu dan melemparnya ke tempat yang tidak terlalu jauh (Sepatu itu milik Hyesa, Ia tidak berani menghilangkannya)

Dengan penuh nostalgia Hana melompat lima kali seperti bermain hop-scotch, berputar dan membungkuk di hadapan ayunan, “Kim Hana, siap untuk bermain!” Dengan senyuman lebar di wajahnya, ia menghampiri ayunan dan duduk di atasnya.

Donghae yang melihatnya dengan wajah bingung kini tertawa kecil.

Seperti anak-anak.

*~*~*~*~*~*~*~

“Jung Soohyun, siap untuk bermain!”

*~*~*~*~*~*~*~

“Kau suka bermain ayunan?” Donghae duduk di ayunan tepat di samping Hana yang sedang bermain dengan girang.

“Ne sunbae!”

Donghae mengayunkan kakinya dengan pelan, raut wajahnya tenang dan cahaya pagi memantul di sisi kanan wajahnya. Hana berfikir jika ia menjadi model, pasti laku di mana-mana.

“Kau jangan memanggil ku sunbae lagi,” Katanya, “ Sepertinya itu terlau formal, lebih baik kau memanggilku oppa arraseo?”

“E-eoh ne op-ppa!” Hana menunduk, wajahnya yang memerah ia coba sembunyikan. Berada di sisi Donghae saat di luar kampus dan segala aturannya cukup menenangkan, sekarang ia harus memanggil Donghae dengan sebutan Oppa ? Apa bedanya surga dengan dunia?

Aku ingin berada di sisinya selama-lamanya, aku tidak tahu kenapa tapi aku menginginkannya

“Nah.. itu lebih baik” Donghae tersenyum lebar, “Tapi hanya saat kita di luar kampus atau berdua ya! Kyuhyun akan mengejekku habis-habisan jika ia mengetahui!”

Hana mengeluarkan senyuman pepsodentnya yang tidak begitu handal tapi cukup untuk situasi seperti ini, “Ne Oppa!”

Donghae tersenyum kembali dan mengentikan ayunannya untuk berdiri.

“Oppa mau kemana?”Hana dengan wajah bingung melihat Donghae beranjak dari duduknya dan memposisikan dirinya di belakang ayunan Hana.

“Ah! sunbae jangan ! Aku ta-!”

Dorongan Donghae yang penuh tenaga mendorong ayunan Hana sampai tinggi. Anak-anak yang berada di sekitar mereka berhenti melakukan kegiatan mereka untuk melihat wanita yang ketakutan didorong sampai setinggi pohon di depan mereka.

“OPPA!! OPPA BERHENTI!”

Anak-anak langsung tertawa, mendekati mereka dan menyoraki Donghae, “Lebih kencang Oppa! Dorong lebih tinggi!”

Donghae yang melihat mereka tertawa juga ikut tertawa “hahahahahahaha”

Hana merasa lemas, Donghae masih belum kelar-kelar juga, dan anak-anak yang lain malah menyuruhnya untuk mendorong lebih kuat.

“OPPA!!!!” Teriaknya kencang, “OPPA AKU TAKUT KETINGGIAN!! JANGAN DORONG AYUNANNYA SEPERTI ITU!”

Hap

Hana merasa ayunannya melambat dan akhirnya berhenti, dengan cepat Donghae berada di depannya.

“W-wae oppa?” Hana langsung terlihat gugup,

Tiba – tiba wajah Donghae mendekat. Hana yang melihat pun membeku

“Anak-anak yang lain ingin gantian.”

Mood breaker.

“Ah, “ Hana melihat wajah anak-anak yang tidak sabar ingin mencoba permainan mematikan Donghae, “Si-silahkan, aku akan menyembuhkan diri dulu…”

Rasanya ingin muntah.

Hana langsung berdiri dan pergi dari ayunan untuk duduk di kotak pasir, kakinya masih lemas dan rasanya sulit untuk berjalan (Donghae tertawa hingga matanya berair saat melihat Hana hampir jatuh berulang-kali). Tiba-tiba anak-anak yang di dekatnya menghampirinya seperti reporter dan paparazzi.

“Unnie, tadi rasanya bagaimana?”

“Unnie terlihat ketakutan sekali, dorongannya begitu kuat ya?”

“Apakah ini sepatu unnie?”

Hana tersenyum dan meladeni anak-anak itu satu persatu.

Aigoo…

Donghae yang sekarang masih mendorong ayunan untuk anak-anak yang lain, sesekali menatap Hana dengan ekspresi yang tidak dapat dibaca.

*~*~*~~*~*~*~*~*~*~~*

“Oppa! Aku takut ketinggian! Jangan dorong ayunannya seperti itu!!”

Donghae tertawa melihat ekspresi kesalnya Soohyun, “Iya, iya maafkan oppa…”

~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•

Hyesa bosan.

Hana tidak ada di apartemen jadi ia langsung memilih untuk pergi ke supermarket. Lagipula, stock makanan mereka sudah berkurang.

‘Huft dasar Hana, sudah tau aku gampang bosan sekarang malah di tinggalin’

Hyesa memikirkan kembali apa yang harus dia beli.

“Ah, iya, snack ringan!”

Terlalu banyak snack yang ia mau. Snack cokelat, snack kacang, snack waffer dan masih banyak lagi yang dia ambil tanpa berfikir dua kali.

Hingga Hyesa menyadari ia telah memborong hampir satu rak makanan.

Jadi ia harus menyortir makanan dari yang paling tidak minati dan membawa secukupnya. Satu-persatu ia menaruh kotak snack kembali ke tempatnya tanpa menyadari makhluk lain yang berdiri tidak jauh darinya.

Bruk!

“Mianhe aku tidak sengaja” Hyesa pun membungkuk. Saat dia tegak kembali ia kaget melihat wajah yang ia kenal.

Wajah iblis.

Karena sang iblis tidak menghiraukan ataupun menoleh ke arahnya, Hyesa balik badan dengan sangat pelan dan hampir saja ingin pergi saat-

“Oi.”

Hyesa hampir terpleset. Ia menoleh dengan wajah ‘cool’, “Ya?”

“Kau pekerja disini?” Cemooh Kyuhyun, ia masih tidak menatap Hyesa yang memasang raut wajah yang masam.

“Tidak.”

“Oh,” Kyuhyun mengangguk dan mengambil snack waffer keju, “Kukira kau seorang pekerja disini karena menaruh-naruh barang yang banyak di rak yang hampir kosong.”

Hyesa bisa merasakan urat yang menonjol di keningnya, Berani-beraninya dia!

“A-aku hanya tidak sengaja menjatuhkan semuanya.”

Kyuhyun menaikkan satu alis, “Bagaimana caranya ‘tidak sengaja’ menjatuhkan setengah barang di rak ini tepat di kereta belanjamu?”

Yak.

“A-aku…” Hyesa tidak dapat membalas tamparan kata yang pintar dari Kyuhyun dan kembali menaruh barang di rak, “Itu bukan urusanmu.”

Lebih cepat, lebih baik, Batin Hyesa, Aku harus menjauh darinya sebelum aku meledak

“Kamu tidak jadi membeli apapun?”

Eh?

Kyuhyun menunjuk kereta belanja yang kosong.

Hyesa telah menaruh semua barang kembali di tempatnya tanpa menyisakan apapun untuk ia beli.

Mukanya memerah, “I-iya! Aku tidak jadi membeli apapun!” Demi menjaga gengsi, beberapa hal harus dikorbankan. Termasuk snack choco-banana yang ia sukai.

Snack choco-banana yang terakhir di rak itu.

Snack choco-banana yang telah diambil Kyuhyun dan dimasukkan ke dalam kereta belanjanya sendiri.

TUHAN MENGAPA INI HARUS TERJADI PADAKU!

Dengan sedih Hyesa melanjutkan perjalanan mencari snack dan kebutuhan lain.

Saat ia sedang mencari krim wajah, ia tidak menyadari bahwa seorang peminum darah memasukkan snack choco-banana ke dalam kereta belanjanya.

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~

Hyesa sedang menuju ke arah kasir dan mengecek barang barang yang di belinya

‘Loh.. sepertinya tadi ini tidak ada’ Hyesa bingung karena ada snack choco-banana berada di kereta belanjanya seperti mukjizat yang turun dari langit.

‘ Terimakasih Tuhan, aku ingin sekali snack ini’

Tanpa di sadari Hyesa, seseorang tersenyum kecil.

~•~•~•~•~•~•~•~•~•
Hyesa keluar dari supermarket dengan 2 kantong belajaan yang besar.

“Haah lain kali aku tidak ingin belanja sendiri”

Hyesa mulai berjalan ke arah taksi yang sedang berhenti tetapi tiba – tiba ada seseorang yang menghadang jalannya.

“Sepertinya itu berat.”

Hyesa yang mengenali suara itu langsung mendekat sial, kenapa harus bertemu lagi

“Eohh aniyo sunbae, aku kuat”

Srak

Tiba-tiba orang itu mengambil kantong belanjaan Hyesa. Tangannya yang jauh lebih besar dari Hyesa dengan mudah membawa kantong belanjaan sebesar babi hutan dewasa tanpa kesulitan.

“Sini aku antar. aku tidak tega ‘targetku’ membawa barang yang berat” Ujar Kyuhyun dengan nada bosan seperti biasa.

Eh? Target?

“Ne???Target??” Hyesa dengan wajah bingung

“Ada apa?” Kyuhyun melihat wajah Hyesa dengan datar

“Aniyo, aku salah dengar…” hyesa langsung takut, wajahnya terasa dingin dihempas angin sore.

Kyuhyun masuk ke mobilnya, gerakannya cepat, tepat dan tegas. Benar-benar lelaki.

“Kau tidak ingin naik?”

Hyesa membeku saat ingin masuk mobil. Mobil hot-hatchback biasa.

Tenangkan dirimu Kim Hyesa, mobil milik iblis ini tidak akan membawamu ke neraka.

“Ck, cepat lah”

“Ahh, ne sunbae” Hyesa pun masuk kedalam mobil Kyuhyun dengan cepat, takut akan ditegur.

Rasa bersalah terlihat di wajah Hyesa yang, langsung bertanya-tanya.

“Sunbae tidak apa apa mengantarkan ku?”

“Sunbae sedang kerasukan apa?”

“Apa sunbae tidak sibuk?”

“Apa ini tidak apa apa?”

“Diam lah,” Ujar Kyuhyun, suaranya tenang tetapi tetap tegas dan dingin, “Dimana rumahmu?”

“M-mianhe sunbae,” Hyesa merasa jantungnya berdegup kencang saat Kyuhyun menyalakan mobilnya, “Di apartemen starlight”

Perjalanan diisi oleh keheningan.

Mobil Kyuhyun seperti kuburan yang sangat sepi. Hyesa yang tidak suka hening ini pun merasakan kantuk dan lama lama tertidur pulas, tidak menyadari sorotan mata yang tajam mengarah padanya.

~•~•~•~•~•~•~•~•~
Kau akan jadi milikku

Hyesa terbangun dan merasakan kehangatan di pipinya. Seperti seseorang telah menempelkan kain basah yang panas dan didiamkan selama beberapa menit.

Hyesa menoleh untuk melihat seorang iblis yang menatapnya dengan kesal.

“Jadi akhirnya kau bangun?  Cepat keluar.”

Hyesa melihat sekelilingnya. Dia ingat sekarang dia berada di dalam mobil Kyuhyun, atau lebih tepatnya mobil jenazah yang menuju neraka paling dalam yang sementara ini digunakan untuk mengantarkan seorang wanita dengan 2 ton belanjaannya.

“Eoh, sudah sampai? Gomawo sunbae…” Hyesa melepaskan sabuk pengamannya dan keluar dari mobil Kyuhyun dengan membawa 2 karung belanjaan besar.

Sunbae sedang baik, mungkin aku bisa meminta tolong membawakannya ke dalam rumah?

“Ne, sunbae, apa sunbae tidak keberatan jika-“

Mobil Kyuhyun segera menyala dan langsung pergi meninggalkan perempuan tadi dengan rasa seperti tertikam oleh pedang samurai.

*~*~*~*~*~*~*~*~*~

Pertanyaan pertama. Mengapa pipiku yang hangat berbau seperti mint?

Kedua, apa yang baru saja aku impikan?

Dan ketiga… Siapa yang berjalan menuju apartemen bersama Hana di kejauhan?

Ah, betul ternyata perkiraanku, Hana sedang berkencan. Aku tidak ingin mengganggu mereka jadi aku hanya tersenyum bangga dari kejauhan.

Kulihat Hana yang tidak bersepatu memegang sepatu high-heels yang rusak di tangan kanannya yang begitu mirip dengan high-heels milikku.

Laki-laki yang bersamanya berbaju putih yang dikotori oleh tanah dan bunga-bunga kecil, di atas kepalanya pun ada crown-bunga yang berantakan.

Mencurigakan.

Saat lelaki itu pergi aku melihat mata Hana yang tidak pernah meninggalkan sosok lelaki itu sampai ia benar-benar di luar pandangan.

Waktunya mendekat

Saat Hana ingin berbalik arah aku langsung berlari menujunya dan mengagetkannya dengan mengatakan “Bah!”

Tetapi gerakan ini membuat kedua kantung di tanganku mengayun dan menarikku ke depan hingga aku terkapar di dekat kaki Hana yang kotor.

“Hyesa~chan?” Hana menjongkok dan menolongku untuk bangun, “Kau sedang apa di luar?”

“Aku bosan di rumah, jadi aku berbelanja!” aku menunjukan kantung yang kubawa dan Hana bersiul melihat betapa besarnya bawaanku, “Ah iya, aku menemukan snack choco-banana!”

“Kasian sekali kawan ku ini membawa kantung besar ini, sini aku bantu”  Hana mengambil salah satu kantung yang aku bawa dan kami berjalan ke dalam gedung apartemen.

Ah iya.

“Tadi siapa yang mengantarmu Na~ya?”

Hana yang tadinya bersemangat menjadi diam, ia menatapku dengan wajah yang merona dan mata yang berbinar.

“Ah, tadi bukan siapa siapa Hye~chan”

Pembohong. Bagaimana aku bisa percaya jika wajahnya seperti itu?

“Kau habis kencan ya?” tanyaku dengan sedikit menggodanya

“T-tidak” Hana terlihat gugup, wajahnya yang merah seakan tambah merah. Aku tidak menyadari seiring wajahnya memerah, matanya juga memerah.

Click

Pintu pun terbuka dan aku langsung meletakkan belajaan yang ada di tanganku dan Hana dengan kecepatan kereta jepang. Interogasi harus segera dimulai.

Subject : Kim Hana

Kasus : Laki-laki yang mencurigakan yang mengantarkan Hana pulang yang diduga sebgai pacar walaupun Hana tidak pernah laku sebelumnya.

Aku menarik 2 kursi dari meja makan dan memaksa Hana duduk di hadapanku. Hana yang sudah terbiasa dengan situasi ini hanya dapat mengikutiku.

“Na~ya… ayolah jujur. Kamu itu terlihat sekali berbohong. Kita sudah lama bersahabat aku sudah tahu kau berbohong atau tidak.” Paksaku, aku sudah menyiapkan ancaman handal di dalam kepalaku.

“Aku jujur Hye~chan mana mungkin aku berbo-”

“Baiklah kalau kamu tidak mau mengatakannya. Aku tidak akan memasak untukmu lagi.” aku memberi sedikit nada mengancam dan langsung berdiri dari posisiku untuk pura-pura pergi.

1

2

3

“Hye~chan jangan begitu… baiklah aku akan jujur,” Hana menghela nafas, “Iya tadi ada yang mengantarku.”

Aku tersenyum menang dan menghadap ke Hana untuk meminta penjelasan lebih lanjut.

“Siapa dia?”

“Itu…” wajahnya terlihat gugup,”D-donghae sunbae”

“Siapa? Si pembuat name tag aneh itu?” ini benar – benar membingungkan.

“I-iya”

“Bagaimana bisa?”

“Saat kita dihukum untuk mengambil nametag. aku bertemu dengan Donghae sunbae yang memakai nametag buatanya. Lalu dia ingin berikan kepadaku asalkan aku mau jalan dengannya…”

Aku  merasa terharu. Kebanggaan memenuhi venaku.

“Wahhh kau hebat Na~ya. baru masuk kuliah sudah ada yang suka padamu” aku senang sekali sampai aku memeluk Hana dengan erat.

Tidak sadar bahwa wajah Hana menunjukkan kepedihan.

TBC

5 Comments (+add yours?)

  1. uchie vitria
    Jun 12, 2015 @ 18:36:50

    perlu baca part 1nya dulu buat tahu gimana jalan cerita nya
    kyuhyun ama donghae mencurigakan

    Reply

  2. Monika sbr
    Jun 13, 2015 @ 17:03:15

    Kyu dan donghae benar2 aneh.
    Jangan2 mereka akan memanfaatkan hana dan hyesa utk keperluam pribadi mereka….

    Reply

  3. Trackback: Fate [7/9] | Superjunior Fanfiction 2010
  4. Trackback: Fate [8/9] | Superjunior Fanfiction 2010
  5. Trackback: Fate [9-END] | Superjunior Fanfiction 2010

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: