FATE [4/?]

FATE

Author : Daisy, Flower

Title       : FATE part 4

Genre   : Romance, Comedy, Mystery

Length : Series

Rated    : +14

Cast       :  ~ Lee Dong Hae

~  Cho Kyu Hyun

~  Kim Hana

~ Kim Hyesa

Disclaimer : Kyuhyun dan Donghae adalah milik kedua orang tua mereka, ELF dan SM. We own nothing kecuali OC yang gaje.Ini hanyalah Fanfiction belaka. Don’t plagiat, Don’t Bash dan RCL ya Guys… Gomawo^^

Happy Reading…..

***

@Restoran with Iblis tak bertanduk.

Gila sekali.

Hyesa mengikuti Kyuhyun dan memilih untuk duduk di meja yang dekat dengan jendela karena Hyesa merasa seperti berada di dalam drama-drama di mana pemain utama akan menggalau di dekat jendela yang dibasahi oleh rintik-rintik hujan.

Sang iblis tidak perduli dan membiarkannya melakukan semaunya, yang penting tidak membuat keributan.

“Kau mau pesan apa?” Tanya Kyuhyun setelah mereka sudah terduduk, wajah bosannya yang menatap menu hampir saja membuat Hyesa tertawa.

Hampir.

“Mm.. Aku..” Hyesa melihat buku menu juga, “..Steak saja sunbae”

Kyuhyun memanggil pelayan, Hyesa melihat bahwa saat pelayan itu menatap Kyuhyun ia langsung datang berlari ke arah mereka.

“Kami pesan 2 steak dan jus saja.” Ucap Kyuhyun dengan nadanya yang tidak kalah bosan dengan wajahnya.

Benar-benar tidak kreatif, ia hanya meniru pesananku!

“Baik, tunggu sebentar tuan, nona.” pelayan itu membungkuk dan meninggalkan kedua mahasiswa.

Hyesa baru saja ingin berbicara saat orang yang tidak dikenal datang dan menggebrak meja mereka membuat semua orang di restoran itu memerhatikan mereka.

“Hai! Kyu, akhirnya kau membawa yeojachingumu” dia melihat Hyesa dan menepuk badan Kyuhyun, “Pilihamu bagus Kyu!”

“Yesung hyung,” Kyuhyun menyapanya, “Ya begitulah” Kyuhyun tersenyum tipis.

Hyesa mendengar itu kaget, wajahnya berubah menjadi merah “A-aku bukan yeojachingunya!”, ia mengibas ibaskan tangannya dan memberikan senyuman kecil.

“Aah tidak usah malu-malu” Yesung tertawa dan memberikan wink padanya, “Kyuhyun beruntung sekali menadapatkanmu, seorang yeoja sepertimu pasti aku kenca-“

“Sudahlah hyung jangan menggodanya.” Kyuhyun menepuk badan hyungnya dengan lembut –Hyesa kaget melihat seorang iblis menunjukkan sisi lucunya seperti itu, “Kembalilah ke meja kasirmu itu” Katanya dengan nada yang tidak pernah didengar oleh Hyesa.

“Aishh Kyu pelit sekali kau. Akukan ingin berkenalan dengan yeojachingumu!” Yesung cemberut tetapi pergi untuk meninggalkan kedua mahasiswa sendiri. Ia wink sekali lagi untuk membuat Hyesa malu tetapi Kyuhyun memberinya tatapan ganas.

Hyesa tidar merasa sedikit terganggu. Kata ‘yeojachingu’ masih terekam di kepalanya dan balasan biasa Kyuhyun semakin membuatnya geer.

“Sudah biarkan saja,” Ucap Kyuhyun dengan santai, “Yesung hyung memang seperti itu.”

“T-tapikan aku bukan yeojachingu sunbae…” Hyesa melembutkan suaranya sehingga cukup terdengar oleh Kyuhyun.

Sabarlah sebentar lagi chagi, kau akan jadi milikku

Kyuhyun tersenyum kecil.

~*~*~*~*~*~~*~*~*~*

Makanan Hyesa dan Kyuhyun sudah terhidang di meja. Hyesa yang merasa seolah tidak makan selama 40 hari itu dengan cepat mengambil pisau dan garpu.

“Selamat makan.”

Hyesa memotong dagingnya dan merasakan sensasi kelaparan saat mencium bau dari asap steak yang masih panas itu. Mulutnya yang berair harus bersabar dulu dan meniup-niup potongan daging yang rata itu sebelum merasakannya.

Lagi-lagi keheningan. Tetapi kali ini Hyesa memanfaatkan keheningannya dengan memerhatikan cara makan Kyuhyun. Yak, ada banyak cara untuk mengetahui kepribadian seseorang, cara makan adalah salah satunya.

Cara memegang garpu dan pisaunya tidak aneh dan terlihat sangat elegan apalagi jari jarinya yang lentik dan putih itu yang Hyesa ingin pegang-

Hyesa menghentikan pikirannya. Tidak. Jangan berfikir aneh aneh.

Cara memotongnya sangat tepat dan lurus walaupun susah dipotong dia dapat melakukannya tanpa kesusahan. Berarti dia kuat dan dapat menjaga Hyesa saat-

Stop. Tenangkan diri.

Hyesa mengatur nafasnya dan mencoba lagi.

Saat garpunya diangkat, matanya yang lapar langsung fokus ke makanannya, mata yang tajam dan menakutkan dan sangat sangat seksi- Yak.

Bibirnya terbuka untuk memasukkan potongan daging itu, ia mengeluarkan lidahnya untuk membasahi bibirnya yang kering dan terlihat begitu lembut Hyesa ingin mencium- Aish.

Ia mengunyah dengan pelan, matanya terlihat puas dan ia menjilat sisa saus di pinggir bibrinya, Hyesa juga ingin merasakan saus yang di pinggir bibirnya- APA SIH.

Hyesa ingin menampar dirinya sendiri karena memiliki pikiran seperti itu, jadi ia kembali fokus pada makanannya sendiri dan membiarkan imajinasinya melayang jauh-jauh dari image Kyuhyun yang sedang menjilat saus di tepi bibirnya.

Kali ini giliran Kyuhyun untuk menatap Hyesa. Ada jagung yang menempel di pipinya. Kyuhyun mengeluarkan suara tawaan yang kecil.

“Kau makan seperti anak kecil…” Ucapnya sambil mengambil tisu.

“Ha?” Hyesa mendongkak dan mengusap sekitar bibirnya tetapi tetap saja tidak mengenai jagung dan sedikit saus itu.

“Dasar.” Kyuhyun mendekatkan tisu ke wajah Hyesa tetapi berhenti. Muncullah ide kecil di kepala sang iblis.

Ia menaruh tisu itu kembali dan menggunakan jarinya untuk membersihkan saus dan jagungnya, ia menunjukkan jarinya yang dilumuri oleh saus ke Hyesa.

Lalu ia menjilat jarinya.

Hyesa menahan diri untuk tidak menusuk jantungnya yang berdegup begitu kencang dengan pisau steak yang sedang ia pegang.

~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

Hana turun dari mobil dengan rasa kantuk yang begitu berat ia merasa dirinya akan terkapar di aspal dalam hitungan detik

Donghae ikut turun dan mengunci mobilnya. Ia mengikuti Hana menuju bangunan apartemennya, “Maaf sedikit lama… Macetnya memang tidak bisa dihindari…”

Hana mengibaskan tangannya, “Tidak apa-apa oppa,” Hana tersenyum, “Aku senang bisa berada di dekat oppa…”

Dada Donghae terasa tertusuk keris beracun.

“Apa?”

“Aku hanya bercanda, oppa.”

Tentu saja…

Donghae melambatkan kecepatan jalannya sampai ia berjarak 1 m di belakang Hana. Perempuan itu tidak berkata apa-apa tetapi Donghae merasa bersalah menjauh darinya jadi ia mendekati Hana. Hanya 50 cm saja.

“Oppa…?” Suara Hana yang dilapisi kantuk yang tebal memecahkan keheningan, Donghae langsung menjawabnya.

“Ya?”

“Apa oppa membenciku?”

Pertanyaan itu hampir membuat Donghae terhempas ke belahan bumi barat. Matanya membelalak, untung saja Hana masih menghadap ke arah yang lain sehingga tidak melihat wajahnya yang diisi seribu ekspresi kaget.

“A-ah?” Donghae menyadari betapa tingginya suaranya dan langsung menurunkannya 2 oktaf, “T-tidak kok, mengapa memangnya?”

Hana masih tidak menghadapnya, ia melambatkan tempo jalannya, “Tidak.”

Lelaki itu merasa serba salah berada di dekat Hana, jadi ia kembali menjauh ke posisi semula.

“Itu alasannya, oppa.” Dengan itu Hana berhenti dan menghadapnya, senyuman yang hambar terlihat darinya, “Oppa antara ingin berteman denganku atau tidak. Menjauh dan kadang mendekat,”

Kini Hana benar-benar menatapnya, “Oppa maunya apa?”

Donghae yang sekarang juga terhenti tidak bisa menggoyahkan pandangannya dari wajah Hana, matanya yang mengantuk tetapi siap siaga dan terus terbuka untuk mendengar jawabannya.

“Aku tidak membencimu.” Ulang Donghae dengan mantap, tidak ingin kalah dari adik kelasnya.

“Oh.”

“Kau…” Donghae tidak ingin mengatakannya tetapi kata-katanya begitu mudah keluar dari mulutnya, “Mengingatkanku akan seseorang…”

Hana mengangguk, wajahnya masih menunjukkan ekspresi yang kosong.

“Apa oppa membenci orang itu?”

Donghae mendekati perempuan itu dengan mata yang berair, tetapi ia menyembunyikannya. Lengannya mengitari tubuh Hana yang lemas.

Ia memeluknya.

Hana memeluknya kembali, tangannya mengusap punggung Donghae dengan lembut.

“Tidak. Aku tidak akan pernah membencinya…”

Air mata yang menetes terserap oleh baju Hana dan Donghae memeluknya lebih erat lagi, seakan tubuh perempuan ini akan menyelamatkannya dari dunia yang begitu kejam dan jahat dan dari Jung Soohyun yang terus menghantui pikirannya.

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

“Aku tidak akan pernah meninggalkanmu Oppa, tidak dalam seribu abad.”

~*~*~*~*~*~**~*~*~*~*

Jam 12 malam. Kyuhyun pasti sudah kembali.

Donghae yang selama ini tinggal bersama teman iblisnya tidak heran jika Kyuhyun suka keluar malam-malam dan kembali pas jam 12 malam. Memang itulah jam ‘berburunya’.

Terdengar suara kaki yang menuruni tangga.

“Kyu.” Sapa Donghae dengan bosan, tatapannya masih pada tv di depannya. Drama cinta murahan yang alurnya tidak berubah.

“Mmh.” Jawab Kyuhyun yang segera mengambil fanta dari kulkas.

Merah. Seperti muka seorang Kim Hyesa yang sedang merona.

“Kau terlihat senang sekali Kyu,” Donghae melihat Kyuhyun tersenyum sendiri “Antara kau sudah membunuh bapak seseorang atau perempuan itu lagi, aku tidak bisa menebak.”

“Tidak, aku baru saja mengetahui sesuatu…” Kyuhyun menyeringai

Donghae bergidik ngeri melihat seringai Kyuhyun. “Berarti tentang si gadismu itu?”

Kyuhyun menjentikan jarinya “Betul sekali.” Senyuman puas menghiasi wajahnya dan Kyuhyun meminum ‘fanta’nya dengan nikmat.

“Lalu apa rencanamu selanjutnya?” Donghae menatap Kyuhyun dengan rasa ingin tahu.

“Dalam beberapa hari lagi aku akan memilikinya” Kyuhyun tersenyum lebar.

Donghae tertawa, “Dasar jomblo.”

“Diam.” Geram Kyuhyun, “Kau sendiri bagaimana? Ada perkembangan dengan cewe barumu itu?”

Donghae merasakan pipinya yang pucat dialiri darah lagi. Seakan hidup. Seakan dirinya bukanlah makhluk mati yang berkeliaran di dunia mencari-cari jawaban.

“Dia bukan cewe-ku.” Balas Donghae dengan nada yang menurun.

“Jadi dia apa? Tempat kau mencurahkan seluruh isi hatimu?” Tanya Kyuhyun yang sudah menghabiskan ‘fanta’-nya dan membuangnya. “Jangan seperti itu dengan perempuan Hae.”

“Ck… Memangnya kau sudah berpengalaman?”

“Tidak,” Kyuhyun menatapnya dengan wajah serius, “Tetapi aku tahu wajah penuh kesakitan saat aku melihatnya.”

Donghae tidak ingin menatap Kyuhyun, “Hanya Jung Soohyun.” Katanya dengan singkat.

Kyuhyun mengangguk, “Iya, iya…”

“Nah…” Sekarang giliran Donghae untuk menatap temannya, “Sekarang, bagaimana caranya untuk membuat gadismu itu jatuh padamu ha? Kau baru mengenalnya dalam dua minggu, jangan kira dia akan langsung mengatakan ‘ya’.”

Kyuhyun tidak menunjukkan emosi apapun, “Lihat saja nanti.”

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

Dia milikku. Hanya milikku dan tidak boleh ada yang lain yang memilikinya.

Dia akan patuh padaku, dan melakukan apapun yang kuminta. Dan dia akan mati karena perintahku.

Hanya agar aku mengetahui rasa yang dimiliki manusia.

Sebagai tanda maaf kepada Donghae.

~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

Beberapa minggu kemudian….

Matahari yang tertutup oleh awan yang banyak, angin yang sepoi-sepoi. Hari yang indah untuk makan siang di luar.

Seperti yang sedang dipraktekkan oleh Hana dan Hyesa.

“Na~ya bagaimana rasanya di jurusan kedokteran?” Tanya Hyesa dengan mulut penuh ramyeon.

“Rasanya?” Hana berpikir “Lumayan menyenangkan, banyak cowok ganteng.”

Hyesa mendengus, “Dasar… Serius sedikitlah Na~ya…”

“Aku serius Hye-chan,” Hana menggigit roti cokelatnya dengan santai, “Ah… Tetapi kalau sudah praktek bedah mayat aku benar-benar tidak kuat.”

Hyesa bergidik ngeri mendengar perkataan Hana. “Ihh…”

Ya dia memang sangat takut dengan namanya pembedahan. Dahulu saja Hyesa pernah pingsan karena melihat orang kecelakaan. Darah-darahnya… Teriakannya…

Sungguh mengerikan

“Lalu bagaimana denganmu Hye~chan?” Hana balik bertanya.

Hyesa menggosok dagunya, apa yang harus diceritakan tentang fakultasnya?

“Jurusan teknik lumayan memusingkan,” Mulasi Hyesa dengan pelan, “Tugasnya bertumpuk-tumpuk, tapi itu lebih baik daripada aku harus bedah-bedah.”

Hana memutar bola matanya malas  “Itu karena kamu takut darah…”

“Aniya!” Jawab Hyesa yang cemberut, “Itu karena orangnya kesakitan, darah itu seharusnya berada di dalam tubuhnya, bukan di luar!”

Hana hampir ingin menghela nafas, “Uy, orang itu sudah mati, dia tidak akan merasakan apapun…”

“Na~ya tidak menghormati orang itu!”

“Ah, tapi kan-“

“Annyeong. Boleh aku bergabung?” Tanya suara pengganggu percakapan yang tiba-tiba saja datang di antara kedua perempuan.

“Donghae sunbae?” Hyesa terlihat kaget melihat kedatangan Donghae dan langsung menunduk hormat. “S-silahkan sunbae!”

“Annyeong Hyesa” Donghae membalas sapaan Hyesa, ia tersenyum manis.

Ia mengalihkan perhatiannya ke Hana “Apa kau tidak akan menyapaku?”

Hana yang sama kagetnya dengan Hyesa, bahkan tiga kali lipatnya kaget dari temannya sampai harus menahan dirinya agar tidak lari dan memanjat dinding kampus baru dapat menjawabnya.

“E-eoh… Annyeong Donghae sunbae!” Hana menunduk hormat.

“Nah gitu dong…” Donghae mengusap kepala Hana seperti seorang tuan akan mengusap kepala anjingnya, “Anak baik.”

Hyesa menahan dirinya agar tidak tertawa melihat Hana yang setengah panik setengah jantungan itu.

“Kalian sedang apa?” Tanyanya seraya duduk di antara mereka.

Menurut ngana aja sih… Batin Hana.

“Makan siang sunbae,” Hana menunjuk makannnya dan Hyesa yang sedang menggarpu ramyeon sebanyak mungkin, “Udaranya di luar lagi enak jadi kita makan di taman.”

“Oh…” Donghae beralih menatap Hyesa, matanya berbinar, “Hyesa. Boleh aku meminta tolong padamu?”

“Oh ne, boleh sunbae ada apa?” Hyesa menatap Donghae penasaran, ia menelan ramyeonnya dan tersenyum hormat.

“Boleh tinggalkan kami berdua? Aku ingin berbicara sesuatu dengan Hana…” Tatap Donghae penuh harap.

Hyesa terkagetkan.

Hana terkagetkan.

Tetapi perempuan asli korea itu tersenyum bangga, Hana sudah besar yaa! Ganbatte Hana-chan!

Di sisi lain Hana malah merasa tersudut, Apa maunya?? Aku tidak ingin membicarakan apapun tentang kontak fisik beberapa hari yang lalu!!

Hyesa yang mengerti langsung berdiri dan membungkuk kepada Donghae, senyuman yang lebar menghiasi wajahnya.

“Oke! Annyeong Sunbae!”

Saat Hyesa beranjak pergi Hana menatap Donghae dengan bingung, “Sunbae merencanakan apa?”

“Hey Hana, “ Panggilnya, wajahnya terlihat tenang, “Akukan sudah bilang jangan panggil sunbae kalo kita hanya berdua. Itu terlalu formal. Panggil aku oppa arrseo?”

“Iya, arraseo Oppa.” Hana menghela.

“Nah begitu dong. Kan lebih enak di dengar” Donghae mengusap kepala Hana, tetapi Hana langsung mendorong tangannya.

“Oppa,” Ucap Hana dengan kesal, “Kembali ke topik, mengapa Hyesa diusir?”

Donghae tersenyum misterius “Ada seseorang  yang ingin menemuinya.”

“Orang pentingkah?”

Donghae menggeleng dan langsung menujukan perhatiannya ke kotak makan Hana, “Wah… Roti cokelatnya kelihatannya enak…”

“E-eh…” Hana melihat kotak makannya yang masih dipenuhi 2 roti cokelat. “Iya memang enak kok.”

“Kau ini tidak peka ya?”

“Hah?”

“Tidak.”

“Oppa ga jelas…”

“Langitnya indah ya…”

“Jangan ganti-ganti topik pembicaraan, Oppa!”

~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

Hyesa berjalan meninggalkan kantin.

Rasa bangganya terhadap temannya yang kemungkinan besar tidak akan jomblo lagi pada waktu yang akan datang masih belum punah. Perempuan itu hanya dapat mengimajinasikan pertukaran kata dari kedua orang yang baru saja ia tinggal.

“Sayang, aku mencintaimu.”

“Aku mencintaimu juga! Ayo kita melarikan diri dan menikah oppa!”

Hyesa berteriak di dalam hati, andaikan itu benar-benar terjadi Hyesa tidak tahu apa yang akan dilakukannya.

Tiba-tiba Hyesa merasa kehangatan di pergelangan tangannya, dan sebelum ia dapat berbalik badan ia sudah ditarik paksa oleh seseorang.

“WAAAAAH! PENCULIK!”

Hyesa memukul-mukul badan orang itu dan mencoba melepaskan diri hingga akhirnya sang penculik menariknya dengan keras sehingga Hyesa hampir terlontar dan mengangkatnya bridal style.

“LEPASKAN!LEPA-!”

Hyesa melihat wajah seorang iblis yang ditudung topi.

“K-K-K-KYUHYUN SUNBAE?!” Hyesa yang shock dan semerah tomat itu berhenti mencoba kabur.

“Ck.. Diamlah,” Jawabnya santai, matanya menatap ke depan dan ia berjalan melewati anak-anak fakultas lain yang memerhatikan mereka dengan wajah bingung, “Kau menarik perhatian.”

“Kita mau kemana sunbae? Aku masih ada kelas!” Hyesa mencoba menurunkan dirinya dari gendongan sang iblis.

“Sudah diam sajalah,” Kyuhyun berjalan hingga menuju tempat parkir dan akhirnya menurunkan Hyesa yang masih dalam kebingungan dan rasa malu.

Kyuhyun membuka pintu mobilnya, “Masuklah.” Perintahnya.

Hyesa masuk kedalam mobil mendengar perintah seniornya layaknya seorang pelayan, tetapi langsung ragu “T-tapi…”

Kyuhyun tidak mendengarnya dan menutup pintu mobil sebelum masuk ke driver’s-seat di sebelahnya, “Ikuti saja, akan kujelaskan semuanya nanti.”

Dengan setia Hyesa mengikuti perintah.

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

Donghae dalam posisi tidur melihat adik kelasnya yang sudah selesai menyantap roti cokelatnya –dan tidak membagi satu roti pun ke seniornya saking tidak pekanya.

“Oi, Hana.”

Perempuan itu langsung melirik, “Ya?”

“Hyesa itu penurut ya?” Tanya Donghae.

Hana tertawa, “Iya. Dia memang seperti itu, jika kau memberi dia perintah dengan intonasi yang tepat dia pasti akan mengikutinya.”

Donghae ikut tertawa, “Kasihan ya, lugu sekali dia.”

~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

Didalam perjalanan Hyesa mengusap pergelangan tangannya yang memerah karena genggaman Kyuhyun yang kencang.

Dia kuat… Entah kenapa terkesan seksi walaupun sakit…

Kyuhyun yang menyaksikan Hyesa menggunakan tangan bebasnya untuk ikut mengusap tangan korban kekuatan iblis.

“Mianhe, Hyesa-ya. Aku terlalu kencang memegang tanganmu ya?”

Di suatu tempat yang sangat jauh, reaktor nuklir baru saja meledak.

Hyesa merasa wajahnya memanas sampai 180 derajat celcius dan sebentar lagi mobil ini akan meleleh. Jantungnya berdetak dengan kecepatan 265 km/s. Sebagai seorang mahasiswa teknik, dia dapat membuktikan kebenarannya.

Perlahan-lahan Kyuhyun melepaskan genggamannya dan kembali fokus ke jalan.

“Kita mau kemana sunbae?” Tanya Hyesa yang matanya masih lebar dan badannya kaku.

“Lihat saja nanti, chagi.” Jawabnya.

Tunggu… Chagi?

“S-SUNBAE?!” Teriak Hyesa yang panik.

Kyuhyun menahan tawa yang hampir saja akan keluar dari bibirnya dan menjawab seolah tidak ada apa-apa, “Kenapa?”

“A-ah…” Hyesa tidak bisa mencari kata-kata, ia benar benar hilang.

“T-tidak jadi!”

“Ck…”

Hyesa melihat ke luar jendela dan menyadari bahwa mereka sudah tidak lagi berada di jalan utama, melainkan berada di jalan yang dikelilingi oleh hutan. Aspalnya-pun sudah mulai tidak merata dan diganti oleh batu-batuan dan dahan-dahan pohon yang jatuh.

Rasanya mengerikan. Imajinasi Hyesa terbang ke antah berantah karena memikirkan yang tidak tidak.

Sunbae ingin melakukan apa disini?

Mengapa mengajakku?

Jangan-jangan ia ingin membunuhku!

Hyesa hanya dapat berdoa-doa bahwa seniornya ini tidak memiliki niat jahat apapun. Tentu saja tidak kan? Kan dia senior yang bertanggung jawab.

Kan?

Kyuhyun menghentikan mobilnya dan beranjak keluar untuk membukakan pintu untuk Hyesa.

Suara hutan, bau hutan dan kehangatan.

“Sunb-“

“Kau diam.” Perintah Kyuhyun, dengan cepat Hyesa menutup mulutnya.

Lelaki itu mengeluarkan sapu tangan dari sakunya dan menutup mata Hyesa dengannya, mengikat sapu tangan itu dengan kencang di belakang kepalanya.

Hyesa yang langsung ketakutan mengibaskan kedua lengannya, “Sunbae! Sunbae!”

Kyuhyun memegang tangan kirinya dan menuntunnya, “Tenang saja.”

“Sunbae aku tidak mau! Sunbae!”

“Aku tidak akan melakukan apa-apa, percayalah.”

Dalam kegelapan dan kebingungan Hyesa hanya dapat memercayai kata-kata sunbaenya dan mengikuti suara langkah kakinya dan tuntunannya.

“Sunbae, kita mau kemana?” Tanya Hyesa dengan suara yang lirih.

Kali ini Kyuhyun menggenggam kedua tangannya dengan erat dan menarik Hyesa dengan lembut. Bibirnya ia dekatkan ke telinga Hyesa, “Sudah, ikuti saja ya?”

~*~*~*~*~*~*~*~*~*

53 kali jatuh dan 20 kali terpeleset kemudian…

“Sudah sampai.” Ujar Kyuhyun seraya membuka penutup mata Hyesa.

Hyesa membuka matanya perlahan.

Di hadapannya adalah padang bunga yang besar dikelilingi oleh pohon pohon besar dan cahaya matahari yang tertutup oleh pohon dan ranting-rantingnya membentuk spotlight kecil yang indah di atasnya.

Hyesa tidak bisa menahan dirinya, kakinya merasa lemas dan ia merangkak menuju tengah dari padang bunga.

Hyesa menengok ke arah Kyuhyun yang masih melihatnya dengan wajah penasaran.

“Sunbae,” Panggil Hyesa yang matanya berair dan tersenyum lebar, “Sunbae ini indah sekali!”

Hyesa tertawa dan menjatuhkan dirinya ke bunga-bunga dibawahnya, ekspresi wajahnya membuat Kyuhyun merasa hangat.

Binaran matanya.

Pipinya yang merona.

Tawaannya yang menggelitik.

Suara kebahagiaan yang begitu menggema di gendang telinganya.

Seorang Cho Kyuhyun tidak pernah merasakannya. Kehangatan di dada yang terasa begitu nyata. Begitu kuat.

Kyuhyun yang tadinya sudah merencanakan segala omongannya tiba-tiba terasa bingung, yang keluar hanyalah pertanyaan, “Kau… menyukainya?”

Hyesa menatap Kyuhyun dengan senyum yang merekah “Ne sunbae! Neomu joha!”

Kyuhyun merasa dunia telah berhenti berputar. Waktu berhenti, dan disinilah dia berada, diam membeku melihat seorang gadis yang begitu senang tidur-tiduran dan teriak-teriak sendiri seperti orang gila dihadapannya.

Aku tidak bisa melakukannya.

Aku tidak mau.

Aku tidak ingin menyakitinya.

Tanpa kehendaknya ia merasakan kakinya berjalan menuju Hyesa yang telah terduduk dan membuat flower crown.

Kyuhyun merasakan badannya turun untuk duduk di samping perempuan itu.

Aku tidak mau!

Ia menggenggam tangan Hyesa dan perempuan itu melihatnya dengan wajah yang merah.

Ini harus dilakukan. Inilah hasil ulahnya.

“S-sunbae?” Hyesa yang kaget melihatnya dengan bingung.

Kyuhyun menatap Hyesa dalam “Saranghae.” Ucapnya.

Kali ini Kyuhyun benar-benar tidak bisa kembali, dan dengan jantung yang berdegup kencang, ia menarik Hyesa dan menciumnya, tepat di bibirnya.

Hyesa kaget, tetapi dirinya tidak dapat bergerak. Ia merasakan salah satu tangan Kyuhyun memegang sisi wajahnya dan satunya lagi menekan tengkuknya, menariknya agar lebih mendekat.

Hyesa menarik wajahnya kembali, ia tidak tahu seberapa merah wajahnya saat ini tetapi yang pasti warnanya lebih merah daripada bunga rose yang tidak jauh dari mereka.

Hyesa tidak dapat berkata, semua yang ia ingin katakan terasa

“Saranghae Kim Hyesa!” Ulang Kyuhyun, ia menempelkan keningnya ke kening Hyesa, “Neomu saranghae”

“S-sunbae!” Ujar Hyesa yang gemetar mendengarnya, “S-sunbae… b-berbohong!”

Kyuhyun merasa terhina, ia menatap Hyesa dengan tegas, “Tidak.” Jawabnya dengan suara yang tidak pernah didengar oleh Hyesa.

Aku tidak berbohong. Aku tidak pernah merasa seperti ini.

Hyesa mencari kebohongan di mata Kyuhyun tapi yang di lihatnya hanya kejujuran yang berlimpah. Ia tidak terlihat seperti sedang mempermainkannya.

“Aku…” Kyuhyun merasa seperti anak kecil, mengapa sangat susah untuk mengatakannya?

“Aku ingin memiliki Hyesa.”

Aku ingin memiliki Hyesa selamanya. Aku ingin membuat Hyesa tertawa seperti itu lagi.

Aku tidak mau menyakiti Hyesa.

“So…” Kyuhyun menatap Hyesa, “Would you like to be my girl?”

Hyesa merasakan dirinya mengangguk. Padahal ia belum kenal baik dengan sunbaenya. Padahal ia baru mengenalinya selama 2 minggu. Padahal ia masih belum tau apapun tentang sunbaenya.

Tetapi mendengarnya berkata seperti itu.

Seperti benar-benar ingin memiliki Hyesa dengan seluruh jiwanya.

Perempuan itu hanya bisa mengangguk tersentuh.

Kyuhyun menariknya untuk memeluknya kembali, “Terimakasih chagi…”

Maafkan aku chagi.

Maafkan aku Hae.

TBC

6 Comments (+add yours?)

  1. Monika sbr
    Jun 16, 2015 @ 14:26:03

    Kyuhyun romantis banget. Tapi masih bingung aja sama donghae dan kyuhyun…..

    Reply

  2. meynininx90
    Jun 16, 2015 @ 21:39:39

    Mksdny kyu mmta m’af ma hyesa n hae tu ap yaw

    Reply

  3. cho haneul(tia)
    Jun 21, 2015 @ 11:22:48

    Kyuhyun itu mau membunuh Hyesa kah ??? wahhh masih belum banyak terungkap ya?
    tapi jujur kedua couple ini sebenarnya cocok banget…
    ahhhh semoga kyuhyun bisa melindungi hyesa ya ?
    Donghae jadian ajah sama Hana…

    Reply

  4. Trackback: Fate [7/9] | Superjunior Fanfiction 2010
  5. Trackback: Fate [8/9] | Superjunior Fanfiction 2010
  6. Trackback: Fate [9-END] | Superjunior Fanfiction 2010

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: