The Third Team – Revenge Mission [3/?]

poster 3rd team

The Third Team – Revenge Mission Part.3

Created : Alicia Kim | Edited : Ririn Setyo

Cast : Cho Kyuhyun | Kim Minhee | Park Jungsoo | Choi Siwon | Kris Wu | Park Chanyeol.

Other Cast : Lee Hyukjae | Lee Donghae | Kim Jaejoong | Song Jiyeon.

Genre : Action, Romance ( PG – 15 )

FF ini juga publish di blog: http://www.kireinara89.wordpress.com and  http://www.ririnsetyo.wordpress.com  dengan menggunakan yang berbeda.

*

*

*

Kris yang berada diruang pemantau Introgasi merasa aneh ketika melihat bayangan orang-orang yang berlalu lalang cepat serta percakapan-percakapan antara mereka, Kris pun memilih untuk meninggalkan ruang pemantau Interogasi yang terletak bersebelahan dengan ruang Interogasi.

“Aku akan keluar sebentar, tolong beritahu Agent Megan.” Kris menepuk bahu salah pegawai FBI bertugas untuk merekam proses interogasi.

Kris melangkahkan kakinya keluar ruangan, ia  mengerutkan dahi, melihat para Agent FBI yang berlalu lalang dan berjalan dengan cepat. Kris mempercepat langkahnya menuju ruang Operation Room,  menajamkan telinga  berusaha mencari tahu apa yang terjadi.

“Ada apa ini?” Kris melangkahkan kakinya mendekati NTS agent dan beberapa Agent FBI yang berada di dalam Operation Room.

“Seseorang melakukan penembakan diluar gedung FBI.” Kris menatap Chanyeol yang memberi jawaban atas pertanyaannya.

“Any Victim?” tanya Kris mengeluarkan telepon gengamnya, berusaha menghubungi seseorang.

“15 Orang, 4 diantaranya FBI agent, Granger dan Jungsoo sedang berusaha untuk menjangkau tempat kejadian melewati pintu belakang.” ujar Hyukjae yang menghampiri NTS agent setelah mendapat kabar dari Granger.

“SWAT Team Will be here in 5 menit.” ujar Kenzi yang juga berada didalam Operation Room.

“Come on! Come on! Come on!” gumam Kris khawatir karena tak ada jawaban dari lawan bicaranya. Chanyeol menatap Kris, dahinya berkerut, ia  membulatkan matanya terkejut ketika menyadari bahwa ada seorang dari Group mereka yang tidak berada di dalam ruangan.

Hyung!” Kris memandang Chanyeol yang menatapnya penuh tanya. Seungwon, Kyuhyun, Aaron , Kenzi serta Hyukjae ikut menatap Kris.

“She didnt Answer my call.” Kris menatap Seungwon dengan tatapan penuh kekhawatiran.

“Kalian pergilah cari Minhee sampai ketemu, jangan kembali sebelum menemukannya!” Hyukjae memberi perintah kepada NTS agent.

“Hyukjae, Bantu NTS untuk menemukan Minhee, bergabung bersama Granger dan Jungsoo. Aku ingin informasi!” Aaron menatap Hyukjae menuntut.

“I Got it!” Hyukjae berjalan keluar ruangan, dikuti oleh Kyuhyun, Kris dan Chanyeol, mereka dapat mendengar Aaron berteriak meminta seluruh agent serta FBI meningkatkan status keamanan FBI menjadi Siaga 1.

“Hei, Berikan peralatan kalian!!”

Hyukjae mencegat beberapa Agent FBI yang sudah menggunakan perlengkapan lengkap seperti Rompi anti peluru dan Senjata laras panjang, ketiga Agent tersebut pun memberikan rompi anti peluru yang mereka kenakan beserta senjata berlaras panjang kepada 4  Agent, tiga diantaranya adalah NTS agent. Dengan cekatan 4 agent terlatih itu menggunakan Rompi anti peluru serta mengecek kembali ketersediaan perluru didalam senjata laras panjang berjenis Remmington 870, AK47 dan R15 yang akan digunakan oleh ketiganya.

“Kalian Siap?”

Hyukjae menatap ketiganya rekan agent, dijawab anggukan kepala oleh kedua nya. Hyukjae berjalan terlebih dahulu, yang diikuti oleh Kris dibelakangnya, mereka berdua menggunakan AK47. Kyuhyun menatap Chanyeol sebentar memastikan bahwa Magnaenya ini sudah menggunakan perlengkapan dengan benar, menginggat Chanyeol tidak dipersiapkan khusus untuk Operasi lapangan.

“Im ready!”

Kyuhyun menyerahkan Remington 870 pada Chanyeol, dan Kyuhyun menggunakan AR15. Walaupun Chanyeol tak dipersiapkan untuk Tectical Operation seperti ini, Chanyeol cukup terlatih untuk menggunakan berbagai macam senjata api.

Follow me, jangan keluar dari barisan!” Chanyeol menganggukan kepalanya mengerti. Kyuhyun dan Chanyeol kemudian bergabung bersama Hyukjae.

“Kalian Siap?” Hyukjae memberikan aba-aba pada ketiganya.

“Ready!” bisik Chanyeol yang berada paling belakang.

“Go!”

Keempat agent tersebut mengarahkan senjata yang mereka miliki kesegala arah, mereka berjalan dengan cepat dan beriringan sampai. Mereka dapat melihat beberapa Agent FBI tetap berada ditempatnya, untuk berlindung dengan Handgun yang tetap berada ditangannya. Kyuhyun memberikan kode kepada Jungsoo yang berada tak jauh dari tempatnya berada, ia melihatnya bergerak masuk kedalam sebuah gedung yang letaknya 50 meter dari taman FBI untuk mencari tahu dari mana tembakkan itu berasal. 5 menit kemudian Ambulance dan SWAT team datang, untuk menyisir tempat kejadian, mereka masuk kedalam gedung yang sama dengan gedung yang dimasuki oleh Granger dan Jungsoo

Hyukjae, Kris, Kyuhyun dan Chanyeol memisahkan diri dari barisan setelah melihat SWAT team datang, tanpa menurunkan tingkat kewaspadaan, mereka mulai menyusuri korban untuk memastikan yang selamat dan yang meninggal, serta untuk mencari keberadaan Minhee. Kris menghentikan langkahnya ketika melihat seseorang tertelungkup yang berada 7 meter dari dirinya saat ini, Ia melangkahkan kakinya mendekati seorang yang ia yakini adalah Wanita karena boots heels yang ia kenakan. Perlahan, perlahan kemudian Kris mempercepat langkparkya ketika menyadari wanita itu menggunakan Boots heels yang khusus Kris design untuk nya.

“Oh My God!! MINHEEE!!!”  Kris berlari mendekati wanita yang ia yakini sebagai Minhee, Kris membalikan tubuhnya mendapati Minhee tak sadarkan diri.

Blood.” Kris membulatkan kedua matanya terkejut.

“Somebody help Me!!!”

****

Hospital

Minhee VIP Room

“Apa yang kau lakukan?!” Kris yang baru saja datang kedalam kamar Minhee membulatkan matanya mendapati punggung telanjang Minhee, susah payah Minhee berusaha melepaskan baju rumah sakitnya mengganti dengan pakaian yang tadi ia kenakan, pakaian yang sudah dikembalikan oleh petugas laundry rumah sakit tempat ia berada.

“Bantu aku untuk memasukan tangan kananku kedalam lubang tangan ini.” Minhee menolehkan wajahnya, menatap Kris yang masih terdiam memandang Minhee.

“Bantu aku!!” Teriak Minhee membuat Kris menghampirinya dan segera membantu Minhee untuk memakai pakaiannya, susah payah Minhee mengaitkan kancing kemejanya, Kris pun membantu Minhee untuk mengenakan Blazer miliknya.

“Kau itu baru saja menjalani operasi untuk mengeluarkan peluru dari bahu kananmu, belum ada 5  jam kau keluar dari ruang operasi dan….“

“Kau sungguh berisik!”  Minhee bersiap untuk melangkan kakinya meninggalkan Kris.

“Minhee.“

What?!”

“Perlu aku bantu untuk mengaitkan kancing kemejamu?” Minhee memutar kedua bola matanya, melihat Kris yang menunjukkan Gummy Smile seraya mengarahkan telunjuknya pada kancing yang belum terpasang tepat di dada Minhee.

You Wish!” Minhee melangkahkan kakinya keluar dari kamar, menuju tempat parkir diikuti Kris dibelakangnya.

“Hei Kim Minhee, tunggu aku.”

****

“Great View Up here, Nive Sniper Perch.” ujar Hyukjae menatap tajam ke arah taman FBI dari lantai 15 sebuah gedung perkantoran yang sedang direnovasi.

“But, these arent  the kind of  windows that open at all, though.” ujar Jungsoo yang menekan-nekan jendela yang di design tak bisa dibuka dari dalam ataupun luar.

“Sudah berapa lama tempat ini dalam renovasi?” tanya Jungsoo yang berjalan meninggalkan jendela yang menghadap ketaman FBI diikuti Hyukjae dibelakangnya, Jungsoo melangkahkan kakinya menuju ruangan lain setelah mendengar teriakan dari Chanyeol. Chanyeol dan Kyuhyun memutuskan untuk membantu, sementara Kris menemani Minhee dirumah sakit.

“Menurut manager gedung, sekitar 4 minggu.” jawab Hyukjae.

“Take a look at this!” Kyuhyun menatap Jungsoo dan Granger yang baru bergabung bersama dirinya dan Chanyeol.

“Angkat ini perlahan!” Kyuhyun memberi aba-aba pada Chanyeol untuk membantunya mengangkat sebuah papan besar yang bersandar pada jendela, Granger dan Jungsoo menghampiri mereka.

“Ha-Uh!” dengus Jungsoo.

“Smooth lines, made by A glass Cutter.” Jelas Kyuhyun  seraya menunjuk sebuah lubang sebesar dasar botol Beer besar yang terdapat di jendela.

“Sudah dapat dipastikan Sniper menembak dari sisi ini! Perfect Location.” ujar Chanyeol membuat gesture tangannya seperti seorang Sniper yang mengarahkan senjatanya tepat ketaman FBI.

“Apa ada tanda-tanda ia bersama orang lain?” tanya Granger.

“Nope. jawab Kyuhyun.

“The Unsub could have walked in and out as a worker.” ujar Chanyeol.

“Membawa senjatanya dengan sebuah kotak peralatan atau semacam Kontainer kecil seperti yang dimiki oleh pekerja bangunan pada  umumnya.” ujar Jungsoo.

“Atau mungkin kedalam sebuah kaleng Cat 5 Kg.” Granger menambahkan.

Kyuhyun meraih telepone gengam yang berada disakunya yang bergetar. “Hey Ajjhusi what’s Up?” Kyuhyun menghidupkan mode Speaker.

 

“The analysis is back on the bullets found in the garden. The lands and Grooves tell us they wew fired from A.308 Nemesis Semi-Automatic Rifle. jelas Seungwon yang juga menghidupkan mode Speaker Phone.

 

“Senjata yang sama yang digunakan pada penangkapan beberapa mafia beberapa tahun yang lalu. Senjata ini digunakan juga oleh para mafia yang berhasil kabur saat penangkapan di China 1 tahun yang lalu.” ujar Aaron bergantian dengan Seungwon.

“Jadi penembakan kali ini merupakan bagian dari Revenge Mission.” ujar Chanyeol menatap ketiga rekannya bergantian.

“Or it was Hit called by the leader!” ujar Aaron yang berada di dalam gedung FBI bersama Seungwon.

“Of Course they called From the Leader.” Hyukjae, Jungsoo, Granger dan Chanyeol menolehkan wajah mereka pada sumber suara, mendapati Minhee yang masih berwajah pucat berada ditempat yang sama dengan mereka.

“Sebelum aku tertembak, salah satu pemimpin mereka menghubungi ku. Ia mengatakan akan menuntut balas.” Minhee berjalan mendekati keempat rekannya diikuti Kris dibelakangnya, Kris menaikan kedua bahu seraya menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Kyuhyun kenapa Minhee sudah keluar dari rumah sakit tanpa mengeluarkan suara.

“Call recording selalu aktif di handphoneku.” Minhee menyerahkan Samsung Edge miliknya pada Kyuhyun.

“Chanyeol kembalilah ke gedung FBI, temukan yang bisa kau temukan!” Kyuhyun menyerahkan handphone Minhee pada Chanyeol, Chanyeol menganggukan kepalanya segera pergi menuju ruang FBI.

“Jangan mendengar rekaman pembicaraanku dengan Donghae atau aku akan membunuhmu!” ucap Minhee dingin namun Chanyeol justru hanya tersenyum lebar.

****

“Bagaimana dengan Bobby?” tanya Kyuhyun pada Seungwon yang baru saja kembali dari ruang interogasi bersama Megan dan Aaron.

“Dia tidak tahu apa-apa mengenai penembakan yang terjadi di FBI.” jelas Aaron.

“Aku yakin ini bukan suatu kebetulan. Penculikan, Bom dan Penembakan. Jika Bobby tidak mengetahui apapun mengenai hal ini, bisa saja memang ia tidak megetahuinya.” ujar Kenzi, menyerahkan laporan kepada Aaron mengenai data pelaku BOM bunuh diri yang dilakukan di dalam Mall sebelumnya.

“Kau benar, seseorang telah memanfaatkannya.” Minhee membalikkan tubuhnya, menatap layar raksasa FBI yang memutar kembali rekaman CCTV saat mereka berada di Mall dan saat penembakan terjadi di taman umum FBI.

“Guys! We Found Eric Wilhem’s Body?!” ujar Granger yang baru datang ke dalam Operation Room. Seluruh anggota FBI dan NTS mendesah, mendengar kabar buruk yang baru saja diberikan oleh Granger.

“Dimana  mereka menemukan tubuhnya?” tanya Seungwon.

“Sisi barat Seattle” jawab Granger.

“Bagaimana dengan Tuan dan Ny Wilhem?” tanya Kenzi.

“Mereka menuju rumah sakit tempat dimana Jenazahnya diautopsi.” jawab Jungsoo yang baru saja mengakhiri pembicaraanya melalui telepone.

“Baiklah kita bagi menjadi beberapa team.” ujar Aaron mengambil alih pembicaraan.

“Kenzi, Megan, kalian pergilah ke Rumah Sakit, temui keluarga Wilhem dan cari informasi mengenai penyebab kematian Eric.” segera kedua Agent FBI tersebut keluar dari Operation room menuju Rumah Sakit.

“Kyuhyun, Hyukjae, Granger dan Jungsoo, kalian pergilah ke lokasi penemuan tubuh Eric, cari tahu apakah ada saksi  dan sebar orang-orang kalian 20 kilometer dari penemuan tubuh Eric Wilhem. Aku dan Seungwon akan bertemu Menteri Pertahanan untuk mencari tahu apakah ia terlibat dalam kasus ini.” ujar Aaron lagi.

“Dan Kau, tetaplah disini bersama Chanyeol dan Kris.” Minhee menganggukan kepalanya mengerti, begitu juga dengan Kris.

Setelah kepergian rekan-rekannya, Minhee dan Kris memilih untuk menghampiri Chanyeol yang berada dalam ruang Audio FBI.

“Bagaimana?”  tanya Minhee, mengambil tempat bersebelahan dengan Chanyeol.

There’s to quiet!” ujar Chanyeol seraya menghela nafasnya.

“Aku akan putar kembali, dengarkan baik-baik eoh!” Chanyeol memberikan Headphone pada Kris dan Minhee, memutar ulang percakapan antara Minhee dengan the Unsub.

Ready?” Chanyeol menoleh, menatap Minhee dan Kris yang menganggukan kepala mereka, ia menekan tombol play dan terdengarlah percakapan antara Minhee dan The Unsub tersebut.

“Stop-Stop! Putar kembali sampai orang itu mengatakan bahwa ia bisa melihat wajahku dengan jelas.” Minhee meminta Chanyeol memutar kembali.

“Dengarkan baik-baik.” Minhee meminta Chanyeol untuk menekan tombol Play pada komputer yang berada dihadapannya.

“Chanyeol, pisahkan antara suara Minhee dan Suara the unsub.” ujar Kris, Chanyeol pun melakukan permintaan Kris dengan aplikasi yang super handal yang dimiliki oleh FBI.

GunScream.” ujar Chanyeol yang masih sibuk dengan beberapa tombol keyboard dan berada dihadapannya.

“Perjelas bagian itu, abaikan yang lain!” ujar Kris.

Chanyeol, Minhee dan Kris mendengar teriakan seorang anak yang memohon dan “DOORR!!” terdengar suara tembakan. Minhee menutup kedua matanya akibat terkejut, ia membuka kedua matanya menatap wajah Kris dan Chanyeol yang terlihat frustasi.

“Wait-wait. Did you hear that? Helicopter!” ujar Minhee.

Hei! Bukankah FBI juga melakukan pencarian menggunakan Helicopter?” tanya Minhee lagi. Kris menggeser sedikit kursinya menuju komputer yang belum terpakai. menatap layar komputer tersebut dengan 10 jari tangan yang tak berhenti menekan Keyboard untuk mencari apa yang dibutuhkan.

“Issaquah, County, Forks, Olyimpic peninsula, Pullman, Ellensburg, Woodland.” hampir  diseluruh Washington, FBI memerintahkan Helicopter untuk melakukan pencarian.

“Chanyeol jam berapa tepatnya the unsub menghubungiku?” tanya Minhee.

“Pukul 11.30!” jawab Chanyeol.

“Aku akan mencari tahu dimana helicopter yang terbang diantara jam 11 hingga jam 12.00.” ujar Kris tanpa mengalihkan pandangannya dari beberapa data yang muncul di layar komputernya.

““Issaquah!” ujar Kris membuat Minhee menghubungi Hyukjae untuk memberikan informasi terbaru yang mereka dapatkan.

“Kris kau ikut aku.”

“Kalian mau kemana?!” Chanyeol mentap kedua seniornya ini.

“Secret Service Office” jawab Minhee yang berjalan meninggalkan ruang Audio FBI, diikuti oleh  Kris dan Chanyeol yang terburu-buru membereskan peralatannya. Chanyeol tak mau kehilangan kesempatan untuk melihat salah satu keahlian yang dimiliki Minhee yang juga dimiliki Siwon, untuk membaca ekspresi wajah seseorang tanpa harus mengerti apa yang mereka katakan.

“Jadi kita akan ke Seattle?” tanya Chanyeol.

“Kau yang akan bertugas mencari jalan menuju kesana.” ujar Kris.

****

Secret Services Office

Seattle

“NTS Kim Minhee, Kris Wu dan Park Chanyeol. Kami bekerja untuk Kedutaan Besar Korea Selatan dan FBI, bertugas mencari tahu keberadaan anak-anak yang hilang.” Minhee berjabat tangan dengan Daniel salah satu pemimpin di Secret Service.

“Aku sudah mendengar permintaan yang anda sampaikan pada salah satu Agent ku, kami sudah memanggil  Frank yang merupakan Agent yang berhasil selamat. Sudah 3 hari ini ia tinggal dalam karantina dan tak satupun diizinkan untuk bertemu dengannya kecuali anak dan Isterinya.” Jelas Daniel yang berjalan menuju ruang karantina, diikuti Minhee, Kris dan Chanyeol.

“Apa anda mencium bau amis disini?” tanya Chanyeol.

“Aku sudah meminta Team ku untuk memeriksa semuanya, kehidupan pernikahan, ekonomi serta keuangannya. Tidak ada yang mencurigakan, uang yang masuk dan keluar masih dalam tahap yang wajar tidak berlebihan.” jawab Daniel seraya meyerahkan Handgun miliknya pada petugas sebelum masuk kedalam ruang interogasi.

“Senjata kalian.” Minhee, Kris dan Chanyeol, memberikan senjata api yang mereka bawa kepada petugas.

“Aku bisa pastikan jika Frank tidak terlibat dalam aksi penculikan ini.” ujar Daniel menghentikan langkahnya, ia membalikan tubuhnya menatap ketiga Agent NTS, mempersilahkan nya masuk untuk menemui Frank.

“Tunggu!” Daniel, Minhee, Chanyeol menatap Kris yang mengerutkan dahinya. Kris tak mengalihkan pandangannya dari Kaca kecil yang terdapat didaun pintu ruang karantina. Kris dapat melihat ke dalam ruangan dari kaca tersebut, ia mendapati Frank yang terduduk di kursinya, kepalanya tertunduk, sama sekali tidak menunjukkan pergerakan apapun.

“Damn! Panggil Paramedik sekarang!” Kris masuk kedalam ruangan diikuti oleh Daniel dan Minhee, sementara Chanyeol menghubungi paramedik melalui telepone gengamnya,

Kris mendapati mulut Frank yang mengeluarkan busa, perlahan Kris merebahkan tubuh Frank yang lemah di lantai menyentuh tubuh Frank. ia meletakkan kedua jarinya dibawah telinga Frank untuk memeriksa denyut nadi.

“ I Got a Pulse!” teriak Kris.

“Dimana paramediknya?” teriak Kris lagi.

“2 Minutes!” jawab Chanyeol yang kemudian memberitahukan kondisi mereka pada anggota NTS yang lain.

“Jangan mendekat!” teriak Kris pada Minhee yang ingin mendekati dirinya dan Frank.

“Kenapa?” tanya MInhee tidak kalah khawatir.

“Aku belum tahu racun apa yang mereka suntikan kedalam tubuh frank, yang pasti kau dan Chanyeol tak boleh mendekat, mengerti!” Minhee menganggukkan kepalanya.

“Apa ini yang kau bilang ruang karantina?” dengus Minhee.

”Bagaimana mungkin kau bisa kecolongan seperti ini?” Minhee menatap Daniel tajam, ia merasa geram dengan keamanan Secret Services yang sekarang membawa Kris ikut dalam bahaya.

****

Issaquah

Washington DC

Setelah berbagi tugas dengan Granger dan Jungsoo, Kyuhyun dan Hyukjae memutuskan untuk pergi menuju salah satu Kota bernama Pullman, masih termasuk dalam wilayah negara bagian Washington.

“Menyebar, aku ingin pencarian dilakukan 10 kilometer dari sini.” perintah Hyukjae pada kepolisian kota Pullman.

“Sebagian ikut aku dan sebagian lagi bersama Agent Hyukjae!” Kyuhyun mengambil alih perintah, mereka terbagi dalam dua kelompok dan langsung menyebar mengikuti instruksi dari Hyukjae. Tidak hanya petugas kepolisian, namun anjing pelacak juga diturunkan untuk mempermudah pencarian.

Kyuhyun dan Hyukjae beserta anggota kepolisian menelusuri hutan yang ditumbuhi oleh pepohonan tinggi yang rindang dan ilalang lebat, mencari keberadaan gedung atau rumah seperti yang di dugakan oleh Minhee sebelumnya.

“Kyuhyun, status.” Kyuhyun menekan earphone yang terdapat ditelinganya untuk menjawab pertanyaan Hyukjae yang berada entah dimana.

Nothing, aku belum menemukan apapun.” jawab Kyuhyun. Kyuhyun dan Hyukjae mengenakan jaket yang sama, jaket berwarna biru gelap dengan tulisan FBI besar berwarna kuning dibelakangnya.

 

Guk Guk Guk!!!—

 

Kyuhyun berlari mendekati Anjing pelacak yang mengongong kencang. “ Apa yang kalian dapatkan.” Kyuhyun menghentikan langkahnya ketika salah satu Police Officer memberikan gesture kepada Kyuhyun untuk berhenti bergerak.

Kyuhyun yang kebingungan pun ikut menghentikan langkahnya, memandang Officer itu dengan tatapan yang sulit diartikan. “Aku menginjak Ranjau Sir!” Police Office tersebut memandang Kyuhyun dengan wajah yang ketakutan.

Hold on!!”  ujar Kyuhyun.

“Aku membutuhkan penjinak ranjau disini, salah satu polisi menginjak ranjau. Aku ulangi, salah satu polisi menginjak ranjau disini. “ ucap Kyuhyun melalui alat komuikasi yang ia pakai.

“Aku akan kesana!” ujar Hyukjae yang mendengar hal itu melalui Earphone miliknya.

***

“Hows the status?” tanya Hyukjae yang baru saja tiba.

“Mereka masih mencoba menyelamatkannya, sebaiknya kita ubah pencarian ini melalui jalur udara, terlalu beresiko untuk para Officer!” ujar Kyuhyun yang dijawab anggukan oleh Hyukjae.

“Minhee dan Kris berada dirumah sakit Seattle, Seseorang meracuni agent Secret Services yang menjadi saksi dalan penculikan dan pembunuhan rekannya saat itu. Kris pun masih dalam penanganan dokter.” Kyuhyun menolehkan wajahnya, menatap Seunhyun ketika mendengar Kris sedang dalam penanganan dokter.

“Apa yang terjadi dengannya?” tanya Kyuhyun khawatir.

“Aku masih belum tahu apa yang sebenarnya terjadi, hanya informasi itulah yang aku dapatkan dari Chanyeol.” Kyuhyun mendengus kesal, mengetahui Chanyeol memilih menghubungi Hyukjae dibanding menghubunginya.

“Aku benar-benar akan membiarkanmu duduk di sayap pesawat saat kita pulang nanti Park Chanyeol!!” gumam Kyuhyun dalam hati. Ia tidak terima karena Chanyeol lebih memilih menghubungi Hyukjae dari pada dirinya, ia tidak suka jika ada orang lain yang lebih mengetahui kondisi team dibandingkan dirinya.

“Aku Cemburu dengan Chanyeol dan Hyukjae?!” Kyuhyun menggelengkan kepalanya, menghilangkan pikiran-pikiran aneh yang melintas di otaknya.

“Tidak-tidak ini tidak benar, aku masih punya Jiyeon yang sangat aku cintai.” gumam Kyuhyun yang terdengar oleh Hyukjae.

“Kyuhyun-ssi, kau baik-baik saja?” tanya Hyukjae.

“Sepertinya aku harus ke Psikiater.” gumam Kyuhyun, berjalan meninggalkan Hyukjae yang mengerutkan dahinya bingung dengan yang ia dengar.

Huh?” Sunghyun menatap punggung Kyuhyun dengan kepala yang digerakan kekanan dan kekiri.

****

Departement Of Defense

The Pentagon, Arlington County,

 Vigrinia

 

Aaron FBI dan ini NTS Cha Seungwon.” Aaron berjabat tangan dengan Menteri Departement Pertahan, Halson Sage.

“Apa yang kalian dapatkan?” tanya Halson Sage mempersilahkan kedua Agent untuk duduk.

“Aku yakin anda sudah mendengar bahwa Eric Wilhem, salah satu siswa yang hilang ditemukan meninggal Dunia. Salah satu Secret Services Agent yang berhasil selamat dari insident penculikan sekarang berada dirumah sakit. ” jelas Seungwon.

“Jika Diizinkan kami ingin berbicara kepada kepala satuan keamanan negara dan CIA.“ ujar Aaron.

“Bobby, salah satu tersangka Bom bunuh diri yang berhasil kami tangkap mempunyai alasan jika ia melakukannya untuk membalas apa yang ia terima saat di Irak, kami berusaha mencari beberapa informasi mengenai apa yang benar-benar terjadi di sana dan kami tak mendapatkan hasil apapun.” jelas Aaron.

“Kau tahu ini sangatlah sulit, CIA tidak akan suka jika FBI ikut campur dalam urusan mereka begitu pula dengan Secret Services, Angkatan darat dan Angkatan Laut.” Halson sage menatap Aaron dan Seungwon bergantian.

“Kami sangat mengerti Sir, tapi ini yang dapat kami lakukan untuk menyelamatkan anak-anak itu.” ujar Aaron.

“Bukankah kalian mencurigai 4 teroris yang masih menjadi buronan, kalian menyebut apa? Revenge Mission. Dan kenapa kalian mencurigai keterlibatan mereka saat ini?!” Helson sage menatap Aaron dengan tajam.

“Aku mencurigai adanya keterlibatan mereka didalamnya. Bom bunuh diri, Bobby yang mengaku menaruh dendam, salah satu Agent terbaikku tertembak kemarin, lalu Eric Wilhem ditemukan tak bernyawa, sekarang Secret Services harus dirawat di Rumah Sakit akibat racun yang berada didalam tubuhnya.” Seungwon mulai kehilangan kesabaran.

“Kenapa harus bersusah payah menembak agentku dan menculik anak-anak yang tak berdosa, jika memang ini hanya Revenge Mission seperti yang anda katakan! Kenapa tidak dengan melemparkan Bom kedalam istana atau melakukan Bom bunuh diri di kantor anda?! Atau mungkin melakukan sesuatu seperti 11 september 2001.“ Seungwon bangkit, menatap tajam ke arah Menteri pertahanan Amerika serikat.

“Masalah ini jauh lebih berbahaya dari yang anda bayangkan!” Seungwon  menjadikan kedua tangannya menjadi tumpuan pada kursi yang tadi ia tempati, menatap Helson sage dengan pandangan menuntut.  Helson sage mengeraskan wajahnya mendengar penjelasan Seungwon.

“Satu hal yang kami inginkan adalah membawa anak-anak itu kembali pulang kepada keluarganya dan salah satu di antara mereka adalah Anak dari President US.” jelas Seungwon.

“Sir, aku mohon beri kami wewenang untuk berbicara dengan mereka, mencari informasi untuk menolong anak-anak yang tak berdosa itu.” ujar Aaron lagi, Helson sage terlihat ragu.

“Jika anda tidak bisa melakukannya, aku akan menghubungi President untuk meminta beliau memberikan titah langsung pada kami. Bagaimana?!” ancam Seungwon.

“1×24 jam kalian akan mendapatnya. Aku akan mengirimkan email kepada kalian dan seluruh bagian dari departement pertahanan.” Aaron dan Seungwon tersenyum puas mendegar perkataan Helson Sage.

Thankyou Sir!” Seungwon berjalan keluar ruangan mendahului Aaron, Ia lebih mementingkan keselamatan agentnya.

****

A day later

Seattle Hospital

Hyukjae dan Kyuhyun berjalan tergesa memasuki lobby utama rumah sakit, melangkahkan kakinya menuju tempat dimana Minhee dan Chanyeol berada.

“Kyuhyun-ah!” Minhee memeluk Kyuhyun yang baru saja datang, Kyuhyun membalas memeluk Minhee dengan erat.

“Kris….” ujar Minhee yang terdengar khawatir, Kyuhyun melepaskan pelukannya, menatap Minhee dengan tatapan yang menyejukkan seakan mengatakan bahwa Kris akan baik-baik saja.

Namun seketika Kyuhyun mendengus kesal, ketika melihat Chanyeol yang berdiri di belakang Minhee, dengan merentangkan tangannya, ingin diperlakukan seperti yang Kyuhyun lakukan kepada Minhee.

“Kau menyingkir!” Kyuhyun mendorong Chanyeol untuk menyingkir dari hadapannya. “Hyung, aku juga khawatir dengan keadaan Kris Hyung.” rajuk Chanyeol, membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya. Kyuhyun membalikan tubuhnya, menatap Chanyeol yang memasang wajah memelas.

Entah kenapa Kyuhyun melangkahkan kakinya mendekati Chanyeol, memberikan pelukkan seperti yang diinginkan oleh Chanyeol, melepaskan pelukannya kemudian menepuk wajah Chanyeol dengan lembut seraya mengatakan. “Kau sudah melakukan hal yang benar, Good Joob.” Kyuhyun tersenyum dengan tulus melihat Chanyeol yang membalas senyumannya.

“Sepertinya aku harus benar-benar menikahi Jiyeon setelah ini.” Kyuhyun menghela nafas seraya menggelengkan kepalanya tak percaya dengan apa yang telah ia lakukan.

“Bagaimana keadaanya?!” Kyuhyun menatap Chanyeol yang mendekat ke arahnya.

Kyuhyun dapat melihat Hyukjae yang datang belakangan untuk berbicara dengan dokter mengenai keadaan Secret Agent, dan saat ini Hyukjae berbicara dengan Minhee. Kyuhyun yang melihatnya pun kembali mendengus kesal, rasa cemburunya meningkat beberapa hari ini.

“Masih harus diperiksa.” Chanyeol melambaikan tangannya pada Kris yang melambaikan tangannya pada mereka berdua. Kyuhyun menatap Kris dengan intense untuk membaca gerak bibirnya yang menanyakan dimana dan bagaimana keadaan Minhee.

“Minhee baik-baik saja, ia hanya kesal karena tak mendapatkan Pizza Gratis darimu.” Kris tertawa melihat jawaban yang Kyuhyun katakan.

“Katakan padanya aku baik-baik saja, dan akan segera keluar dari sini, membelikan 10 loyang Pizza hanya untuknya!” Kyuhyun menolehkan wajahnya, menatap Minhee yang berada 5 langkah darinya, hanya Kyuhyun dan Chanyeol yang dapat melihat keberadaan Kris, karena posisi Minhee saat ini terhalang oleh dinding jika dilihat oleh Kris yang berada didalam ruangan. Minhee menganggukan kepalanya dengan cepat, memaksakan senyum manis muncul di wajahnya.

****

Minhee melangkahkan kakinya dengan cepat masuk kedalam gedung FBI bersama dengan Kyuhyun dan Chanyeol.

“Apa sudah ada kabar?!” tanya Minhee menatap Megan dan Kenzi yang tak mengalihkan pandangannya dari layar komputer yang berada dihadapan mereka.

Hellicopter ready in 60 Second.” ujar Megan yang mengenakan Wireless headphone dengan Microphone tepat berada didepan mulutnya, serupa tapi tak sama dengan yang digunakan oleh beberapa Boyband ketika menyanyi diatas panggung, teknologi Headphones yang dimiliki oleh FBI jauh lebih mutakir dibandingkan dengan yang lain.

“Issaquah, County, Forks, Olyimpic peninsula, Pullman, Ellensburg, Woodland” ujar Kenzi  bangkit dari tempat duduknya menggunakan Headphones yang sama dengan yang dikenakan oleh Megan. Kenzi menghampiri Minhee, kemudian menatap layar yang besarnya lebh dari 1000 Inci, menampilkan beberapa gambar dari 7 daerah yang disebutkan olehnya tadi.

“Dimana Aaron dan Ajjhussi?” tanya Kyuhyun.

They Split Up With Jungsoo, Granger, and Hyukjae.” jawab Kenzi.

“Saat ini mereka semua sedang menuju  Angkatan Udara dan Angkatan Darat untuk mencari Informasi.” jawab Megan.

“Helicopter ready in 30 minutes.” ujar Megan mengingatkan.

“Chanyeol?” Minhee menatap Chanyeol yang sudah berkutat dengan laptopnya.

Im Ready!” jawab Chanyeol menaikkan sebelah bibirnya tanpa menatap Minhee.

Jari tangan Chanyeol menari-nari di atas keyboard laptop dengan sangat cepat, membuat tampilan layar besar Operation Office terbagi menjadi empat, pertama gambar para helicopter dari 7 kota yang siap meluncur, gambar peta dengan koordinat helicopter dari 7 kota,  dan gambar Kris yang berada di rumah sakit. Terlihat oleh seluruh agent Kris sedang mengetikan sesuatu di layar laptopnya, Kris pun melambaikan tangannya melalui Webcam yang diaktifkan oleh Chanyeol, ketika menyadari ada tampilan kecil yang menampilkan seluruh kegiatan di ruang Ops.

“5, 4, 3, 2, 1 .” ujar Megan yang kemudian kembali sibuk dengan layar komputer yang berada dihadapannya. 5 menit, 10 menit, 15 menit, 20 menit, mereka belum mendapatkan apapun.

Kenzi berjalan menuju meja yang ia tempati tadi, mengetikan sesuatu di layar komputernya dengan sangat cepat, Minhee pun melihat Kris yang meulai mengenakan Earplug wireless ditelinganya untuk dapat berkomunikasi dengan mereka yang berada di Operation Office.

“Singkirkan Pullman, Ellensburg, Woodland.” ujar Kris dengan mata yang tak menatap webcam yang berada dilaptopnya.

So we got, Issaquah, County, Forks, Olyimpic peninsula,” ujar Chanyeol yang mengikuti insteruksi Kris.

“Apa kalian melihat sesuatu yang aneh?” ujar Kris menatap teman-teman agentnya melalui Webcam.

I do. Kalian harus melihat ini!” ujar Kenzi seraya menekan tombol enter sehingga membuat layar besar terbagi menjadi 8 tampilan salah satunya adalah grafik aneh 3 warna, Hijau dipaling atas, ditengah-tengah berwarna kuning dan diakhir berwarna merah menyala.

“Diantara 7 kota yang kita curigai, Pullman menjadi satu-satunya tempat yang paling dicurigai, namun lihat ke empat daerah ini,“ ujar Kenzi kembali mengetikan sesuatu.

“Aku memeriksa ulang melalui satelite kegiatan yang terjadi disana dari beberapa hari yang lalu, dan  terlihat pergerakan yang aneh disana,“  Kenzi menunjuk kepada beberapa orang yang terdapat didalam layar sedang berjalan dengan membawa sesuatu, di jam yang sama dan jangka waktu yang sama.

“Stop!” ujar Minhee.

Can you zoom in, i want to see their face?” ujar Minhee lagi, Kenzi pun melakukan hal yang dimintakan oleh Minhee.

Zoom kesemuanya? Apa mereka melakukannya diwaktu yang bersamaan?” tanya Minhee.

“Tidak, dari satu tempat ketempat yang lain perbedaanya, 5 jam.” jawab Kenzi.

“Lihat ini.” Minhee menunjuk kepada dua gambar.

“Orang yang sama melakukan hal yang sama di dua tempat dalam waktu yang berbeda.” gumam Kyuhyun.

“Aku berhasil mendapatkan koordinatnya.” ujar Chanyeol.

“Aku akan menghubungi mereka.” Megan menghubungi FBI agent yang ditugaskan di 4 kota yang mereka yakini sebagai tempat para sandera berada, meminta mereka untuk memfokuskan pencarian seraya mengirimkan koordinat yang telah ditemukan oleh Chanyeol.

“Aku akan menghubungi Aaron untuk memberitahukan apa yang kita temukan. Minhee kau dengan Hyukjae, Megan kau dengan ku, Chanyeol kau dengan Kenzi, hubungi Granger dan Jungsoo, berikan koordinatnya.” ujar Kyuhyun yang berjalan meninggalkan ruangan Ops.

“Waitttt??!!!” Kyuhyun menghentikan langkahnya, menatap layar besar Operation Office. Ia melihat Kris yang menatapnya dengan wajah memelas.

“How about me?” Kris mengarahkan telunjuk ke arah hidungnya sendiri. Chanyeol hampir saja tertawa melihat Hyung yang selalu bertingkah Cool , saat ini bertingkah seperti anak kecil yang sedang merajuk.

“Kau pantau kami dari layar laptopmu itu, jika sesuatu terjadi kami akan menghubungimu.” Kris menunjukkan senyum manisnya yang berlebihan pada Kyuhyun, membuat Kenzi dan Megan mengerutkan dahinya.

Arraseo, kalian hati-hati!” Kris memberikan gesture hati pada seluruh Agent dan dibalas oleh Chanyeol dengan senang hati.

“Berapa sebenarnya usia mereka?” gumam Kenzi mengerutkan dahinya seraya meninggalkan Ops begitu saja.

To Be Continued

 

4 Comments (+add yours?)

  1. lieyabunda
    Jun 19, 2015 @ 03:53:53

    siapa sebenernya dalang dari semua ini…..
    lanjut

    Reply

  2. Indri Saputro
    Jun 20, 2015 @ 02:06:22

    Daebakkk!!!
    Gue ga tau terbuat dri apa otak lo bisa buat cerita secanggih ini,

    Reply

  3. esakodok
    Jun 23, 2015 @ 13:51:21

    haishh..kriss bisa bisanya berpikiran kotor seperti itu..aishh…semakin kesini adegan actionnya semakin keren

    Reply

  4. seesjomi
    Aug 02, 2015 @ 02:13:30

    Hahaaaa, di balik action yg ngebikin readers elap keringet, terkadang nyelip kekocakan macam kris yg bakalan ngebeliin minhee pizza 10loyang dan kyu yg ngerasa butuh ke psikiater wkwk

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: