Breakable Heart [2/?]

BREAKBLE

Author : FitOsyin

Tittle : Breakable Heart Part 2

Cast : Cho Kyuhyun,  Jung Hyo Rim (OC)

Genre : Angst, Romance

Rate : PG 13

Length : Chapter

My Note : Cerita ini pure ide author, kalo nemu ff ini di wp lain itu bukan plagiat, author orang nya senang menebar kebahagiaan, jadi disini senang disana senang hhe ^^

 

“Kita menikah”

Gelegar bunyi petir terdengar dari luar, tak berselang lama hujan pun turun cukup deras. Bau tanah basah menyelinap masuk melalui jendela kamar yang terbuka sedikit. Hyo Rim bangun dan menutup rapat jendela dengan sebelah tangan, karena satu tangannya yang lain masih memegang ponsel di telinga, meski tadi ia sempat ingin melempar ponsel itu begitu Kyuhyun mengatakan kalimat yang membuatnya entah melayang entah jatuh terperosok, akal sehat Hyo Rim masih berjalan dan mengingatkannya berapa lembar won yang harus ia keluarkan untuk mendapatkan benda ini.

“Kau mabuk.” Decak Hyo Rim kesal.

“Kau tahu kadar toleransiku pada alcohol, aku tak mungkin mabuk.”

“Artinya kau gila sama seperti ayahmu.”

Kyuhyun mendengus, Hyo Rim dapat menangkap deru mesin mobil di seberang sana.

“Kau sedang mengemudi, berhenti menghubungiku.”

“Kau tak berubah, tetap sama seperti dulu.”

Hyo Rim memejamkan mata dalam-dalam dan menghembuskan nafas keras-keras seolah-olah dengan begitu sesak yang ia rasakan akan ikut menghilang. Tanpa berfikir panjang dan menunggu tanggapan Kyuhyun, Hyo Rim memutuskan sambungan. Dengan kasar Hyo Rim menyentakkan tirai jendela membuat beberapa kancing di atas tirai berjatuhan. Hyo Rim menjatuhkan tubuhnya telungkup di atas tempat tidur. Lagi-lagi ia menangis teredam bantal, membiarkan suara tangisannya tak terdengar siapapun, hal yang sama yang gadis itu lakukan lima tahun lalu.

000ooo000

 

                “Katakan Kimchi!” Teriak Park Hae Ri, gadis berambut coklat kemerahan itu orang  yang nampak paling semangat hari ini.

                Lima orang lainnya mengikuti instruksi Hae Ri mengatakan Kim Chi dan berpose di depan kamera dengan gaya yang hampir sama persis, mengacungkan dua jari membentuk symbol perdamaian. Setelah kamera itu berbunyi “biip!” semua kembali seperti semula. Rangkulan di bahu Hyo Rim pun menghilang, ia menjauh dan menjaga jarak seperti dua hari yang lalu.

                Hyo Rim bosan untuk terus berpura-pura tersenyum dan nampak baik-baik saja. Ia bukan gadis baik dan berhati lapang yang dapat menerima kenyataan ini begitu saja. Maka setelah sesi foto bersama selesai, Hyo Rim membereskan barang-barangnya dan berjalan meninggalkan mereka.

                “Hyo, mau kemana? Kita pulang bersama.” Kejar Shin Dong Hee, pria chubby itu menahan bahu Hyo Rim dan memaksanya berbalik.

                “Kau…menangis, kenapa?”

                Hyo Rim menggeleng, dan berbohong karena tak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya itu akan membuatnya terlihat semakin terpuruk “Aku harus segera pulang, Ko-mo baru saja menghubungiku.”

                “Acaranya baru saja dimulai, ini kesempatan terakhir kita berkumpul sebelum kita masuk universitas.” Dong Hee memasang tampang memelas,” Ayolah, sekali ini saja. Biar aku yang mengantarmu pulang nanti dan meminta maaf pada bibimu.”

                “Maaf, Dong Hee-ya. Tapi aku harus segera pulang.”

                “Kalau ia ingin pergi, biarkan saja!”

                Dong Hee berbalik, “Yak! Cho Kyuhyun diam saja kalau tak ingin membantu.”

                Kyuhyun menghampiri Dong Hee dan Hyo Rim, “Tak ada gunanya menahan orang yang akan pergi jika dari awal ia memang tak pernah ingin datang.”

                “Apa kalian sedang bertengkar?” Baik Hae Ri maupun yang lain kini sudah mengerubungi mereka dan meninggalkan barbeque yang tadi menjadi santapan yang paling ditunggu-tunggu.

                “Benar, tak biasanya seperti ini. Sejak awal aku sudah curiga melihat kalian datang terpisah.” Timpal Lee Hwa Young.

                “Aah…jangan-jangan isu yang beredar benar, kalian memang sepasang kekasih!” Tebak Kim Myung Soo, ia tersenyum usil.

                “Kau lihat Hyo, sampai kapan kau akan bertingkah seperti anak kecil?” Tanya Kyuhyun,

                Hyo Rim mengangguk, “Kau benar Tuan muda Cho, aku memang seperti anak kecil. Aku kekanak-kanakan, bahkan aku terlalu bodoh mengartikan semua yang kau lakukan sebagai hal yang lain. “

000ooo000

Malam telah tiba, Hyo Rim tak menyadari berapa lama waktu yang ia habiskan untuk kembali menangisi pria itu. Setiap kali teringat tentang betapa bodohnya ia saat tujuh belas tahun dulu, Hyo Rim tak dapat menghentikan tangisnya. Seharusnya sejak mengenal pria itu, Hyo Rim tak perlu menaruh harapan berlebihan, bagaimanapun pria itu memang terlahir sebagai cassanova.

Setelah mengganti bath robe dengan piyama, gadis itu keluar kamar berniat mendiskusikan kepindahan mereka esok dengan pamannya.

“Samchon, besok kita berangkat jam berapa? Aku harus ke kantor sebentar memberikan surat pengunduran diri.” Kata Hyo Rim seraya menuangkan segelas air membelakangi meja makan yang penuh dikelilingi keluarganya.

“Kau tak perlu pergi ke kantor lagi, sore ini masa magangmu resmi dihentikan.”

Sontak Hyo Rim berbalik, dan ia tak dapat mencegah gelas dalam genggamannya meluncur ke bawah begitu saja.

“Apa yang kau lakukan disini?”

“Hyo, tidak sopan bertanya seperti itu pada calon suami mu. Duduklah dulu, biar pecahan gelas itu aku yang bersihkan.” Kata Sa Eun sambil mendorong Hyo Rim duduk.

“Kau untuk apa ke sini?” Ulang Hyo Rim, ia memandang Sa Eun dari ujung matanya.

Kenapa Sa Eun bersikap manis pada Kyuhyun, seharusnya Sa Eun membenci Kyuhyun sebagaimana Hyo Rim membenci Kyuhyun sekarang. Sa Eun menjadi salah satu orang yang tahu persis bagaimana kisah diantara mereka. Dan apa tadi? Sa Eun mengatakan Kyuhyun calon suaminya? Kyuhyun pasti telah mengatakan hal yang tidak-tidak pada Sa Eun.

“Merundingkan hal yang belum selesai.”

“Kurasa tak ada yang harus di selesaikan karena tak pernah ada yang dimulai, bukankah itu –“

“Kyunie, kau mau tambah ikannya?” Tanya Nenek dan sebelum sempat Kyuhyun menjawab, nenek sudah menaruh potongan ikan tanpa duri di atas mangkuk nasi Kyuhyun.

“Terima kasih, Nek.”

Baik Hyo Rim, Jung So maupun Sa Eun membeku melihat Nenek memanggil Kyuhyun dengan nama, Nenek masih mengingat Kyuhyun. Hal yang aneh, padahal pada anak, menantu serta cucunya sendiri Nenek sama sekali tak ingat.

“Kau bertambah gemuk dari terakhir kali datang ke sini, senang melihatmu hidup sehat nak.”

“Ibu…”Panggil Sa Eun lirih, ia membiarkan sapu tergeletak begitu saja.

Nenek menoleh pada Sa Eun, “ Ahjumma, berhati-hatilah pecahan gelas itu tajam. Kau harus membersihkannya segera, aku takut Nona tak sengaja menginjaknya nanti.”

“Kenapa Nenek mengingatnya sementara sama sekali tak mengingat kami?” Tanpa sadar Hyo Rim memekik pada Nenek, membuat Nenek mengerjap ketakutan. Sa Eun segera memeluk Nenek yang gemetar, berusaha menenangkan Nenek.

“Jung Hyo Rim, kendalikan dirimu!” Jung So membentak Hyo Rim, hal yang tak pernah ia lakukan pada Hyo Rim sebelumnya, “Aku tak pernah membesarkanmu untuk bersikap kasar.”

“Paman, mewakili Hyo Rim aku meminta maaf untuk sikapnya. Ia sedang kesal padaku, hingga tak dapat mengendalikan emosinya.” Kata Kyuhyun sambil sedikit membungkuk.

Hyo Rim mendesis, sedang berusaha mengambil hati Samchon, eoh? Lihat saja bagaimana Samchon akan memukulmu hingga masuk ICU  jika tahu apa yang kau lakukan pada keponakannnya.

“Aku juga ingin meminta ijin membawa Hyo Rim keluar sebentar, kurasa kami perlu berbicara berdua, menyelesaikan masalah kami.”

Jung So melirik bergantian Kyuhyun dan Hyo Rim, “Pergilah, dan jangan pulang larut. Bagaimanapun kalian belum menikah.”

Hyo Rim membelalakan mata tak percaya, pamannya yang terkenal protektif kenapa berubah lunak?

000ooo0000

“Kau tak penasaran aku akan membawamu kemana?” Tanya Kyuhyun begitu mereka keluar dari lingkungan rumah Hyo Rim.

“Aku tak peduli, kemana pun tak akan ada yang berubah.”

“Aku tahu kau akan menjawab seperti itu.”

“Kau pintar Cho.”

“Maaf.”

Hyo Rim diam, sejak dulu ia memang mengharapkan pria ini meminta maaf padanya. Meminta maaf atas semua yang pernah terjadi di antara mereka, maaf untuk kehadirannya yang begitu lancang dalam hidupnya dan juga maaf karena telah mengabaikannya sekian lama. Tapi malam ini, setelah mendengar permintaan maaf itu Hyo Rim sama sekali tak merasa lega seperti yang ia kira. Kosong, ia merasa tawar akan permintaan maaf yang Kyuhyun katakan.

“Tak perlu meminta maaf kalau kau tak ingin. Lagipula semuanya sudah terjadi.”

“Aku tak meminta maaf untuk yang lalu, aku minta maaf untuk hari-hari ke depan.”

“Apa maksudmu?”

“Diam dan lihat saja.” Kata Kyuhyun dingin, ia tetap fokus mengemudi tak memedulikan Hyo Rim yang hampir mirip kepiting rebus.

 

000ooo000

“Keluarlah.” Kata Kyuhyun sebelum ia sendiri keluar dari dalam mobil dan membiarkan Hyo Rim menganga tak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang.

“Pria ini benar-benar.” Desisnya

Pikiran pertama yang muncul dalam benak Hyo Rim ketika Kyuhyun menghentikan mobilnya di pemakaman adalah, pria ini berniat membunuhnya dan segera melenyapkan mayatnya. Ia tak menyangka kebencian Kyuhyun padanya begitu besar hingga membuat pria itu tega melakukan kejahatan.

“Apapun yang sedang kau pikirkan sekarang, itu salah.” Kata Kyuhyun ketika mereka mulai memasuki kompleks pemakaman.

“Ha?” Teriak Hyo Rim kaget,

“Aku tahu kegemaranmu membaca novel thriller maka aku tahu jalan pikiranmu sekarang, asal kau tahu aku bukan pengikut Stephen King.” Jelas Kyuhyun menyebutkan penulis novel misteri pembunuhan kesukaan Hyo Rim, pipi Hyo Rim bersemu merah lagi-lagi pikirannya terbaca dengan mudah dalam satu hari.

“Lalu apa maksudmu membawaku kesini.”

“Jangan cerewet dan ikuti saja aku.”

“Cih, bukankah dari tadi aku mengikutimu.”

Hanya orang gila yang berani mengunjungi areal pemakaman di malam hari, dan keduanya mungkin pantas dikategorikan gila karena berani datang ke sana. Sejak ‘makan siang’ tadi, keduanya memang nampak seperti orang gila karena kegilaan pria tua Cho.

“Lagi-lagi gadis itu menangis karena mu,” Kata Seunghwan pongah. Ia memutari meja dan menghampiri Kyuhyun, “Sayang sekali, padahal ia nampak cantik saat tersenyum. Aku sungguh menyukainya.”

                “Kau gila.”

                “Kau tahu itu dengan jelas, karena itu menikah-lah dengannya.”

Cho Kyuhyun sejak lahir telah terbiasa dengan ide-ide gila  Seunghwan, tapi untuk kali ini ia tak habis pikir. Bertanding dalam segala hal bukan hal asing bagi mereka , meskipun mereka ayah dan anak tak ada kata mengalah bagi keduanya. Tapi memperebutkan seorang gadis? Tidak, ini di luar batas. Terlebih jika gadis yang Seunghwan inginkan adalah Jung Hyo Rim. Kyuhyun memahami benar bagaimana tabiat Seunghwan, dan demi apapun ia tak ingin hal itu menimpa Hyo Rim.

Hyo Rim berhenti berjalan mengikuti Kyuhyun yang juga berhenti beberapa langkah di depannya. Pria itu membungkuk dalam di depan batu nisan dengan tulisan “Han Yoo Jeong”. Kyuhyun menoleh pada Hyo Rim, mengulurkan tangannya dan tersenyum. Pertama kalinya Hyo Rim melihat senyum itu sejak lima tahun lalu.

“Mendekatlah, beri salam pada ibuku.”

Angin malam berhembus pelan, membuat dedaunan berjatuhan dan menimbulkan bunyi gemerisik mengiringi roda-roda dalam otak Hyo Rim yang berjalan sangat lambat malam ini, bahkan kecepatan otaknya tak melebihi kecepatan jalan seekor penyu besar.

Beri salam pada ibuku?

Han Yoo Jeong, pantas saja Hyo Rim tak asing pada nama itu. Han Yoo Jeong adalah seorang penulis novel romance ternama, bahkan tak sedikit novel yang ditulisnya diangkat ke layar drama dan panggung teater. Namun selain karyanya, Han Yoo Jeong tak pernah membuka kehidupan pribadinya pada public. Masyarakat termasuk Hyo Rim hanya mengetahui Han Yoo Jeong adalah seorang single parent dan meninggal lima tahun lalu karena penyakit lambung akut. Mungkinkah mereka Han Yoo Jeong yang sama?

“Halo, apa kabar?” Kata Hyo Rim terbata-bata, ia masih merasa kebingungan terlebih saat ini Kyuhyun tengah merangkul bahunya.

“Ibu, maaf aku mengunjungimu malam-malam dan maaf karena calon menantumu kurang sopan menyapamu, tapi ia gadis yang baik. Tenang saja.”

Hyo Rim berniat mengelak karena lagi-lagi Kyuhyun mengatakan kata calon tapi ia tak sampai hati melakukan itu, ketika melihat tatapan Kyuhyun pada nisan ibunya. Antara sedih, bahagia juga rindu. Hyo Rim paham betul bagaimana arti tatapan Kyuhyun sekarang, ia tengah merindukan ibu nya. Kerinduan yang tak akan pernah selesai dan terobati oleh apapun. Merasakannya membuat bahagia dan sedih pada saat bersamaan, bahagia karena ketika merindukan seseorang membuat ingatan tentang orang itu menjadi lebih jelas daripada sebelumnya dan sedih karena kenangan itu hanya akan tetap sebatas kenangan, tak akan pernah terulang. Hyo Rim tak ingin mengganggu Kyuhyun, biarlah ini jadi waktu khusus ia dengan ibunya.

000ooo000

Tirai putih perlahan terbuka dan menampilkan Kyuhyun dengan setelan tuxedo duduk di atas sofa tengah menatapnya dingin. Sama hal nya dengan Jung Hyo Rim. Gadis itu, meski memakai gaun pengantin namun ia sama sekali tak tersenyum seperti kebanyakan calon mempelai wanita yang lainnya. Keduanya saling memberikan tatapan membunuh, dan ya Hyo Rim memang berharap pria di hadapannya menghilang dari pandangan.

“Selanjutnya.” Kata Kyuhyun,

Hyo Rim membelalak, ini gaun kelima yang ia coba dan masih juga pria ini menyuruhnya mencoba yang lain.

“Tunggu,” Hyo Rim menghentikan pegawai wanita yang hendak mengambil gaun yang lain, “Cho Kyuhyun, kesalahan bukan pada gaunnya tapi ada padaku. Aku tak akan cocok memakai gaun yang manapun. Karena itu kurasa akan sia-sia meskipun aku mencoba seluruh gaun yang ada, dengan kata lain pernikahan ini tak a—“

“Baiklah, kami ambil yang ini.” Potong Kyuhyun segera lalu berlalu meninggalkan Hyo Rim dengan pegawai tadi.

“Apa? “ Pekik Hyo Rim, “Pria gila.”

“Tapi tampan, kau beruntung mendapatkannya Nona.”

“Beruntung? Aku tak yakin.”

Jika bukan karena pertemuan aneh tadi siang, mendapatkan perlakuan penuh kejutan seperti ini gadis itu tentu akan pingsan saking bahagia. Tapi tidak sekarang, karena sebaliknya Hyo Rim merasa sedang dipermainkan, jelas masih terngiang di telinganya bagaimana kasar dan jelasnya penolakan Kyuhyun pada tawaran Seunghwan. Kini, Kyuhyun berbalik seratus delapan puluh derajat memaksa Hyo Rim. Ayolah, Hyo Rim bukanlah gadis yang perlu dikasihani dan ia tak membutuhkan belas kasihan Kyuhyun untuk menikahinya.

Setelah kembali memakai pakaiannya, Hyo Rim tergesa-gesa mencari Kyuhyun, Ia harus meluruskan semua ini. Hyo Rim tertawa hambar ketika menemukan Kyuhyun tengah bercengkerama dengan seorang perempuan –sangat cantik dan cukup mengundang, mereka bahkan tak menyadari tengah berada di ruang umum membuat Hyo Rim harus berpura-pura membersihkan tenggorokan agar Kyuhyun menyadari kehadirannya. Pada usahanya yang keempat akhirnya Kyuhyun sadar, beruntung perempuan tadi mengerti tatapan membunuh Hyo Rim dan memilih pergi.

“Ah, kau sudah selesai?”

Hyo Rim mengangguk, “Ada yang ingin kukatakan—“

“Kita pulang sekarang,” Kata Kyuhyun acuh,

“Kurasa ada yang harus kuluruskan, Kyu.”Ujar Hyo Rim ketika mereka sudah di dalam mobil, “Aku tak pernah setuju dengan apapun yang kau dan ayahmu rencanakan.”

“Aku tahu.”

“Lalu, untuk apa semua ini?”

“Kau tahu penyebab ibuku meninggal? Ia mengidap penyakit lambung kronis, dokter bilang jika penyakit ibu karena factor stress berlebihan. Dan penyebab stress ibu, ayahku. Meski mereka telah bercerai sejak usiaku delapan tahun tapi efeknya terus berlanjut hingga akhirnya penyakit itu merenggut nyawa ibu. ”

Hyo Rim tak mengerti kenapa Kyuhyun perlu menjelaskan perihal kematian ibunya, karena ia rasa tak ada kaitannya sama sekali dengan pertanyaannya barusan. Kecuali penjelasan itu menjawab pertanyaan Hyo Rim saat di pemakaman tadi. Sebaliknya Kyuhyun menarik nafas dalam-dalam sambil terus memperhatikan jalan, ia seperti tengah menyusun kata yang sesuai.

“Pria tua itu tengah mengincarmu, dan ketika ia menginginkan sesuatu ia akan berusaha agar dunia mendukung keinginannya. Aku yakin, kau tak ingin berakhir seperti ibuku. Karena itu, satu-satunya cara menghindari pria gila itu adalah kita menikah.”

Lampu lalu lintas berganti merah. Hyo Rim memerhatikan pejalan kaki yang tengah melintas di depan mereka, seorang gadis seusianya. Gadis itu memeluk setumpuk map yang sepertinya berkas-berkas yang terpaksa harus dibawa pulang untuk segera diselesaikan, jam tidur yang tak akan didapat karena harus mengerjakan tugas kantor yang takan pernah habis. Dulu semua itu penderitaan bagi Hyo Rim, namun kini rutinitas itu bagaikan surga jika dibanding harus menjalani kondisi yang baru saja Kyuhyun ungkapkan.

TBC

 

9 Comments (+add yours?)

  1. changtaeupy
    Jun 18, 2015 @ 18:29:10

    Next part ditunggu

    Reply

  2. aryanahchoi
    Jun 18, 2015 @ 18:47:39

    kyknya hyorim bkl nikah ma kyu >< pgn nya sich gx coz kyy perlu diksh pelajaran

    Reply

  3. shoffie monicca
    Jun 18, 2015 @ 20:55:14

    ya sbnrnya kyu itu cinta ngga sih sm hyorim adh2 thor klo prlu hyirim jngn dulu mnikh sm kyu buat kyu nyesel dulu krna dh nykitin hyorim dulu…

    Reply

  4. blackjackelfsone
    Jun 19, 2015 @ 02:47:57

    Kalo gamau buat aku aja kyupilll -_- yaampun ff ini seru bangettttt, bagus. Aku suka aku suka. Ditunggu next partnya

    Reply

  5. MAltamyra
    Jun 19, 2015 @ 04:10:46

    Waw

    Reply

  6. keunin
    Jun 19, 2015 @ 04:25:20

    jadi ini ceritanya kyuhyun sama ayahnya lg bertanding buat dapetin hyorim? atau cuma taktik ayahnya kyuhyun aja yg pura” suka hyorim dan mau dijadiin istri, biar bikin kyuhyun yg akhirnya nikahin hyorim? masih penuh misteriiiii/? lanjut kak

    Reply

  7. Monika sbr
    Jun 20, 2015 @ 03:19:07

    Sebenarnya kenapa sih sampai2 hyorim benci banget ya sama kyu??? Semoga aja merka emang bener2 bisa saling cinta deh…

    Reply

  8. lieyabunda
    Jun 20, 2015 @ 04:10:05

    ane jadi penasaran ama hubungan masa lalu mereka,,,,
    lanjut

    Reply

  9. Novita Arzhevia
    Jun 20, 2015 @ 06:36:59

    wow menarik, , aku suka. . .next part ditunggu thor

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: