FATE [5/?]

FATE

Author : Daisy, Flower

Title       : FATE part 5

Genre   : Romance, Comedy, Mystery

Length : Series

Rated    : +13

Cast       :  ~ Lee Dong Hae

~  Cho Kyu Hyun

~  Kim Hana

~ Kim Hyesa

Disclaimer : Kyuhyun dan Donghae adalah milik kedua orang tua mereka, ELF dan SM. We own nothing kecuali OC yang gaje.Ini hanyalah Fanfiction belaka. Don’t plagiat, Don’t Bash dan RCL ya Guys… Gomawo^^

Happy Reading…..

 

Hana sudah melewati batas kebosanannya.

 

Mondar-mandir di lobby apartemen, sendirian, dengan rasa khawatir akan keselamatan Hyesa yang ‘rumornya’ diculik oleh seseorang. Jantungnya berdegup kencang dan ia membaca doa-doa kecil agar Hyesa tidak apa-apa.

 

Hana yang panik mati-matian mencoba menelfon polisi dan melaporkannya pada dosen, tetapi mereka semua tidak mengacuhkannya.

 

Sepertinya Hana tidak mengetahui sesuatu. Donghae sunbae-pun mengatakan bahwa ia tidak perlu khawatir.

 

“Hyesa akan baik-baik saja, tunggulah.” Katanya sebelum meninggalkan Hana di depan apartemennya dalam frustasi dan kebingungan.

 

APA YANG AKU TIDAK TAHU??

 

Hana duduk kembali, menatap ke luar apartemen.

 

Dan saat itulah Hana melihat sesuatu yang hampir saja membunuhnya.

 

Hyesa.

 

Dan tepat di belakangnya adalah seorang lelaki dengan wajah seorang iblis mengenakan topi untuk menutupi matanya.

 

Hana yang tentu saja tidak percaya menempelkan wajahnya ke kaca untuk melihat lebih jelas lagi, hasilnya pun sama.

 

Benar-benar percaya bahwa ia memiliki penyakit mata atau halusinasi, Hana akhirnya mengeluarkan hp-nya dan memfoto kedua orang di kejauhan itu.

 

Zoom.

 

Zoom lagi.

 

Hana langsung mematikan hp-nya dan berdiri dari tempat duduknya.

 

Hye-chan. Kau perlu menjelaskan segalanya. Pikir Hana saat melihat kedua kekasih itu mengatakan ‘dadah’ dan meninggalkan satu sama lain.

 

~**~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

 

Hyesa yang mukanya masih merah dan badannya lemas terasa di smack-down oleh seorang pegulat sumo saat Hana memaksanya untuk duduk di sofa dengan kekuatannya.

 

“Na~ya…”

 

Hana menarik kursi untuk duduk di seberang Hyesa, tatapannya fokus kepada Hyesa yang masih lemah.

 

“Hye-chan.” Mulai Hana dengan suara yang lembut. Ia mengenggam tangan Hyesa, seolah Hyesa adalah pasien mental dan Hana adalah psikolognya- atau pada saat ini psikopatnya.

 

“CERITAKAN SEMUANYA!”

 

Nada yang mematikan dan sangat memerintah itu membuat Hyesa patuh dan tunduk.

 

“Kyuhyun sunbae mengajakku ke hutan dan melamar padaku.”

 

Mata Hana membelalak, “MWO?!”

 

“A-aku salah kata, maksud aku dia menyatakan pera-“

 

“HYE-CHAN BERAPA KALI HARUS AKU KATAKAN, LELAKI SEPERTI ITU HARUS DIJAUHI!”

 

“Na~ya, dia hanya-“

 

“HYE-CHAN, DIA HARUS BENAR BENAR BERTANGGUNG JAWAB ATAS-!”

 

Hyesa mengambil gelas yang berisi air di sebelahnya dan menyemburkannya ke Hana yang langsung terdiam. Rambutnya yang sependek bahu sekarang terbasahi dan bajunya pun begitu.

 

“Dia…” Hyesa berhenti sejenak, mukanya yang sudah panas terasa semakin panas, “Menyatakan perasaannnya…Di padang bunga… Di hutan.”

 

Hana terdiam sekitar 5 detik sebelum kembali ke tempat duduknya. Rambut dan bajunya yang basah tidak dihiraukan lagi setelah mendengar informasi yang seratus persen jujur dari seorang Kim Hyesa bahwa seorang iblis baru saja menyatakan perasaan padanya.

 

Di padang bunga.

 

Dalam hutan.

 

“Hye-chan?”

 

Hyesa melihat Hana yang berwajah khawatir, “Apa Na~ya?”

 

“Dia tidak memberikanmu narkoba kan?”

 

“NA~YA!!”

 

~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

 

Pagi itu Hyesa terkagetkan saat melihat Hana sedang duduk di kamarnya.

 

“Hye-chan apa merasa tidak enak badan?” Tanyanya saat Hyesa baru saja menyadarkan diri.

 

Hyesa menggeleng, “Aku baik-baik saja Na~ya.”

 

“Tidak ada semacam hangover?”

 

“NA~YA!!”

 

~~

 

Hana dan Hyesa sampai di Kyunghee. Seperti biasa, Hyesa yang seorang mahasiswa tehnik membawa tugas tugas yang banyak, tangannya sudah mengalami 3L ; lemah, letih, lesu membawa tumpukan kertas dan binder-binder proyeknya, sedangkan di sebelahnya Hana –yang seperti biasa tidak peka, hanya membawa tas dan laptopnya tidak menolong Hyesa sedikit-pun kecuali saat Hyesa memintanya.

 

Kedua teman itu sedang asyik berbicara saat Hana menyadari adanya aura iblis tidak jauh di depan mereka.

 

Hana langsung berhenti berbicara dan memberikan Hyesa tumpukan buku dan kertas-kertas tugasnya. Hyesa kebingungan, “Na~Ya keberatan?”

 

Hana tidak menjawabnya dan malah memposisikan dirinya di belakang Hyesa, menunggu waktu yang tepat.

 

“Selamat bermesra ria!” Ujar Hana dengan senyuman yang lebar.

 

Hyesa menengok ke arahnya, “Memang kena-“

 

“KAME KAME HAAAA!!!” Teriak Hana seraya mendorong Hyesa dan melarikan diri.

 

Hyesa terlontar ke depan tetapi tubuhnya bertabrakan dengan tubuh seseorang yang menahannya agar dia tidak jatuh.

 

“Chagi?”

 

Hyesa menyadari suara itu dan langsung melihat kesatria penolongnya.

 

“S-sunbae?” Ppipinya memerah melihat wajah iblis yang tidak menunjukkan emosi sedikitpun.

 

Terdengar suara teriakan Hana dari kejauhan, “Karena pangeranmu sudah datang, aku duluan ya Hye-chan!”

 

Hyesa hampir ingin menampar dirinya. Mengapa Na~ya harus begitu keras?

 

“Hey, kenapa kau menunduk chagi? Padahan di depanmu ada kekasihmu.”  Kyuhyun memegang dagu Hyesa dan mengangkat wajahnya, ia tersenyum menggoda.

 

“Oppa!” wajah Hyesa semakin merah mendengar perkataan Kyuhyun.

 

“Kajja, kau ada kelaskan sebentar lagi?  Ayo aku antar.” Kyuhyun mengambil tugas tugas Hyesa yang banyak dan membawanya dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya menggengam tangan Hyesa lalu berjalan kearah fakultas tehnik.

 

~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

 

Terasa jomblo sekali makan sendirian di kantin.

 

Aih, Hye-chan enak sekali yah…

 

Hana menyendok pudding di depannya, matanya yang bosan memilih untuk menatap taman di luar. Anak-anak fakultasnya kebanyakan makan di luar atau terlalu mual untuk makan setelah pembedahan untuk ke empat kalinya minggu ini.

 

Pikiran Hana melayang. Panasnya udara di luar mengingatkannya akan masa kecilnya.

 

Ibunya dan neneknya akan menceritakan kisah-kisah zaman dahulu yang tidak pernah ia perhatikan sepenuh hati tetapi masih diingatnya. Tentang seorang pemanggil iblis.

 

Hana berfikir. Siapa nama orang itu?

 

Setelah lama berfikir dan tidak mendapatkan hasil apapun akhirnya ia menyerah da kembali fokus ke puddingnya.

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

 

Ibunya memainkan boneka-boneka kecil, yang satu adalah boneka putri dan yang satu lagi seorang pangeran. Di samping pangeran itu ada sebuah naga.

 

“Sang Pemanggil, atau ‘The Summoner’ itulah yang menjadi julukannya,” Jelas ibunya dengan nada misterius.

 

“Sang pemanggil?” Tanya Hana yang setengah memerhatikan dan setengah memainkan bonekanya sendiri.

 

Ibunya mengangguk, “Dia dapat memanggil iblis dan makhluk-makhluk jahat lainnnya, dan hanya keluarga dalam garis keturunannya yang dapat melakukannya. Iblis paling terpercayanya bernama C….”

 

Hana berhenti memainkan boneka barbie-nya dan menatap ibunya bingung, “Berarti sang pemanggilnya jahat?”

 

Ibu tersenyum, “Nah, pada saat itu semua orang berfikiran bahwa keturunan sang pemanggil adalah orang yang jahat dan menjauhi mereka. Bahkan ada beberapa orang yang saking membenci mereka berencana membunuhnya!”

 

“Padahal sang pemanggil dan keluarganya tidak pernah melakukan kejahatan apapun, mereka adalah orang yang baik dan sabar menerima cobaan sebanyak itu.”

 

Hana terlihat lebih bingung, tetapi wajahnya menunjukkan kemarahan, “Berarti orang lain jahat!”

 

Lengan ibu merangkul tubuh mungil Hana dan ia tersenyum, “Tidak semua orang Hana-chan.”

 

Mata Hana berbinar dan ia tersenyum lebar, “Ah iya! Sang putri!” Ujar Hana sambil menunjuk boneka princess di hadapannya.

 

“Betul,” Ibu menyentuh hidung Hana dengan sayang, “Sang putri inilah satu-satunya orang yang ingin berteman dengan sang pemanggil. Tetapi ia sebenarnya bukan putri dari kerajaan.”

 

Hana terlihat bingung, “Lalu mengapa dia diapnggil putri?”

 

“Karena iblis terpercaya sang pemanggil, yakni C… memanggilnya ‘putri kecil’ dan berterimakasih karena sang putri kecil ini ingin menemani tuannya.”

 

“Ibu, siapa nama ‘putri kecil’ ini?”

 

Ibu terlihat sedikit sedih saat ia menjawab, “S-“

 

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

 

“Tumben sendirian.” Ucap seseorang yang tiba-tiba muncul di hadapannya yang duduk di seberangnya.

 

Perempuan itu terkagetkan. Hampir saja aku mengingat namanya..

 

Hana menghela nafas, “Iya.. Hyesa sedang bersama pacarnya…” Desah Hana sambil mengambil hp-nya dari kantung tasnya dan membuka lagi sms dari Hyesa.

 

Na~yaa mian aku tidak bisa makan siang bersamamu hari ini. Aku janji besok kita akan makan siang bersama. Mianhe Na~ya.

 

Jelas-jelas pasti yang meghambatnya adalah kekasihnya, Cho Kyuhyun yang masih dicurigakan oleh Hana yang percaya bahwa sang iblis telah memberikan semacam racun atau narkoba terlarang untuk menangkap Hyesa.

 

“Jomblo sih!” Ledek Donghae sambil tertawa.

 

“Seperti oppa ada yang punya saja…” Balik Hana yang tersenyum menang.

 

Donghae tertawa sambil mengelus kepala Hana, “Baiklah, kau menang ronde ini.”

 

Hana yang masih asyik makan pudding itu langsung berhenti saat merasakan tangan Donghae mengenai kepalanya.

 

Ternyata dia suka skin-ship ya?

 

Hana yang masih tegang itu menjelekkan diri dalam hati, Gak pernah punya pacar sih, jadi disentuh aja langsung salting… Kim Hana kau payah sekali ya…

 

Pesanan Hana yang tadi dia pesan pun datang. Dia langsung menyerbu makanan itu tanpa kata permisi atau menawarkan apapun ke seniornya yang duduk terdiam melihatnya.

 

“Dasar tidak peka.” Donghae berbicara setengah berbisik, ia menopang dagunya dan memilih untuk memerhatikan Hana yang berhenti mengunyah.

 

“Ne?” Hana menatap Donghae.

 

“Tidak.”

 

Donghae melihatnya kembali fokus ke makanan dan wajahnya berubah menjadi sendu. Lagi-lagi dadanya terasa berat. Seperti dirobek.

 

“Oppa?”

 

Donghae menatap perempuan yang berwajah khawatir, “Iya?”

 

“Oppa tidak apa-apa?” Tanyanya, menaruh kembali garpunya ke dalam mangkuk mie.

 

Donghae menghembus nafas yang panjang dan menaruh satu tangan di dadanya, “Iya, aku baik-baik saja. Makanlah.”

 

Hana menyodorkan mie-nya , “Mungkin karena belum makan,” Ucap Hana yang mengambil garpu lain untuknya.

 

Donghae tersenyum, “Aku tidak butuh.”

 

Hana memandangnya tegas, “Oppa kalau tidak makan nanti tambah parah.”

 

“Tidak butuh.”

 

“Tubuh itu butuh asupan makanan oppa, makanlah.” Hana memaksakan mangkuk mienya ke arah Donghae, “Nanti oppa seperti spaghetti jalannya kalau tidak makan!”

 

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

 

“Nanti oppa seperti spaghetti jalannya kalau tidak makan!”

 

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

 

“Iya, iya Soohyun.” Jawabnya kesal. Mata Donghae terbuka panik, ia baru saja mengatakan namanya.

 

Hana menatapnya bingung, “Siapa?”

 

“T-tidak,” Ia mencari-cari alasan, “A-aku ingin sup hyung!”

 

“Oppa aneh-aneh lagi…”

 

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

 

Sepasang kekasih sedang duduk di bawah pepohonan, dua duanya membawa makan siang dari rumah dan seperti biasa Kyuhyun membawa minuman ‘fanta’nya.

 

Hyesa tidak dapat menahan rona di wajahnya. Rasanya aneh berada di taman yang tenang ini bersama sang iblis. Perempuan itu merasa canggung.

 

Makan siang bersama.

 

Di bawah pohon.

 

Romantisnya!! Pikir Hyesa yang semakin memerah.

 

Kyuhyun yang sudah selesai dan sedang mengistirahatkan perutnya tidak tahan untuk memandang Hyesa. Entah kenapa pipinya memanas setiap kali melihat Hyesa melirik ke arahnya dan dengan malu kembali makan.

 

“A-ada apa oppa?” Hyesa memandang Kyuhyun dengan bingung.

 

“Tidak, hari ini kau terlihat manis.” Kyuhyun tersenyum santai.

 

BLUSH

 

Aneh, seharusnya Hyesa saja yang memerah tetapi ia sendiri merasakan kehangatan di wajahnya.

 

“O-oppa jangan berkata aneh-aneh!” Ujar Hyesa sekuat tenaganya. Gombalannya simple dan innocent tetapi Hyesa masih merasa ingin pingsan mendengar kata kata itu diucapkan oleh seorang iblis.

 

Iblis yang ganteng.

 

Kyuhyun tertawa kecil melihat emosi yang terpantul dari wajah Hyesa.

 

Hyesa tidak pernah merasa nikmat berpacaran, karena itu ia merasa amat senang berada di dekat sunbae-nya, atau lebih tepatnya namjachingu-nya.

 

Terlintas di pikirannya wajah jomblo Hana yang matanya terfokuskan pada senior fakultasnya.

 

Terlintas juga tubuh kedua orang itu berpelukan di luar apartemennya.

 

“Oppa,” Mulai Hyesa yang menutup kotak makannya, “Oppa tahu Donghae sunbae kan?”

 

Seketika Kyuhyun berhenti bernafas, “Iya. Dia sahabatku.”

 

“Berarti oppa tahu rumor bahwa dia pacaran dengan seorang junior di fakultas oppa kan? Fakultas kedokteran?”

 

Kyuhyun mengangguk lemah. Ia mengetahui apa yang akan dipermasalahkan oleh Kim Hyesa.

 

“Aku tahu orangnya,” Bisik Hyesa, Kyuhyun hampir tertawa melihat wajah seriusnya dan hampir ingin mengatakan bahwa ia juga tahu tetapi Kyuhyun membiarkannya merasa superior.

 

“Dia sahabatku. Namanya Kim Hana.”

 

“Oh, iyakah?” Tanya Kyuhyun pura-pura tidak tahu.

 

Hyesa mengangguk antusias, “Iya! Tetapi mereka tidak benar-benar pacaran. Hanya kencan kecil karena ospek saja.”

 

Kyuhyun tertawa, “Ah, iya iya.” Ia tersenyum dan menyentuh pipi Hyesa lambut, “Aku tahu juniorku kok, dan aku pernah membicarakannya dengan Hae.”

 

Mulut Hyesa membentuk ‘o’ kecil dan ia langsung mendekat ke tubuh Kyuhyun, “Menurut oppa, Donghae sunbae suka sama Hana tidak?”

 

Raut wajah Kyuhyun berubah.  “Molla.”

 

“Huft…” Hyesa berfikir “Oppa bagaimana kalau kita comblangin mereka?”

 

Hyesa menatap Kyuhyun berbinar.

 

Kyuhyun tersenyum dan mengelus pipi Hyesa “Jangan, chagi.” Ucapnya lembut. Suaranya yang rendah dan mengingatkannya akan warna biru tua membuat bulu kuduknya naik.

 

“W-waeyo?”

 

“Karena Donghae memiliki seseorang yang tidak bisa ia lupakan.” Kyuhyun menatap Hyesa dengan wajah kosong, “Namanya Jung Soohyun.”

 

“Jung Soohyun?” Hyesa menatap Kyuhyun penasaran.

 

Flash back

 

Kyuhyun melihatnya datang ke arahnya dengan berlari. Rambutnya yang ikal dan kecoklatan seperti benang-benang kusut membuatnya tersenyum.

 

“Putri kecil, kau sudah kembali?” Tanya Kyuhyun dengan tatapan lembut.

 

Soohyun memerah, “Kyu! jangan memanggilku itu!” Ucapnya.

 

“Mengapa? Donghae juga sering memanggilmu itu, jadi apa masalahnya?”

 

Donghae yang merasa terpanggil membuka pintu double-doornya dengan satu dorongan, “Oi, Kyu! Jangan berkata yang aneh-aneh!!”

 

Kyuhyun tertawa melihat Donghae yang wajahnya merah, “Bocah kecil, begitu saja kau sudah malu. Seharusnya kau membalasnya dengan keren.” Ejek Kyuhyun.

 

Donghae yang terlihat kesal mendekati Soohyun dan memegang tangannya, “A-aku sudah keren tanpa harus membalas kata-kata jahatmu!”

 

Soohyun tertawa melihat kekasihnya yang berusaha merenggut kembali harga dirinya, “Oppa memang tidak jago berkata.” Ucapnya lembut, ia memeluk tubuh Donghae, “Tapi tidak apa-apa, oppa masih keren di mataku!”

 

Donghae tersenyum lebar dan kembali memeluk erat tubuh Soohyun, “Aish, putri kecil…”

 

Kyuhyun menatap mereka dengan muak, “Kalian memang tidak bisa dipisahkan ya..”

 

Donghae menatapnya lelaki iblis itu dengan licik, “Ha! Dasar jomblo, makanya carilah pacar!”

 

Soohyun tertawa dan ikut mendukung Donghae dengan semangat, “Iya! Carilah pacar Kyu!”

 

Iblis itu hanya dapat memijat kepalanya yang pusing, “Haah… Kalian berdua sama saja ya…”

 

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

 

“Jadi Jung Soohyun itu mantan kekasih Donghae sunbae…” Ulang Hyesa, “ Lalu sekarang dia dimana oppa?”

 

Mungkin kalau kau tahu fakta yang sebenarnya. Apa kau akan menjauhiku chagi?

 

“Dia sudah tidak ada di dunia ini” Kyuhyun berucap dengan datar. Tetapi di matanya memerah dan ada kesakitan yang tidak disadari oleh Hyesa.

 

Hyesa menutup mulutnya, wajahnya kaget, “A-astaga…” Bisiknya.

 

“Maka dari itu aku tidak yakin mereka bisa bersatu.”

 

Apa lagi dengan adanya kutukan itu

 

“Aha!” Hyesa menjentikkan jarinya. “Bagaimana kalau kita double date oppa? Kita coba saja medekatkan mereka, bagaimana?” Hyesa menatap Kyuhyun dengan mata yang berbinar.

 

Kyuhyun nampak berfikir “Baiklah, itu bisa menguntungkan kita juga…”

 

Hae, kau juga membutuhkan ini…

 

“Kalau begitu, kita akan kencan di mana chagi?” Tanya Kyuhyun seraya mencubit pipi Hyesa.

 

“LOTTE WORLD!”

 

~*~*~*~*~*~*~*~*

 

D-day

 

Hana tidak mengerti mengapa tiba-tiba Hyesa membangunkannya dan mengajaknya pergi ke Lotte World.

 

Hana juga tidak tahu kenapa ia menurut saja dan langsung mengganti baju untuk siap-siap pergi.

 

Hana juga tidak mengerti mengapa mereka harus menunggu selama lima-belas menit di depan LOTTE WORLD sebelum masuk padahal tidak ada antrian apapun.

 

“Hye~chan kita menungggu siapa sih?” Hana mengerutu. Ia hanya memakai kasu dan jeans simple, rambutnya yang sepanjang bahu juga masih sedikit berantakan dan Hyesa merasa gemas untuk menyisirnya tetapi ia menahan diri.

 

“Sabar Na~ya, sebentar lagi mereka sampai” Hyesa berkata dengan tenang, ia memegang bagian ujung dressnya erat-erat. Sebenarnya ia sudah lewat batas kesabarannya tetapi ia harus menahan demi kesuksesan double-date.

 

Dimana sih Kyuhyun oppa?

 

“Hye-chan, mereka itu siapa?”

 

Hyesa hampir ingin menjawab saat ia melihat dua orang lelaki yang berjalan ke arah mereka seperti dua pangeran dari bumi belahan lain.

 

Sebenarnya Kyuhyun hanya memakai jaket biasa dan bawahan jeans, begitu juga dengan temannya yang hanya memakai atasan kemeja yang tangannya digulung sampai siku. Tapi entah kenapa mereka terlihat begitu mempesona.

 

“Itu!” Tunjuk Hyesa dengan senang, membuat Hana mengalihkan pandangan dan mulutnya langsung menganga.

 

“Donghae sunbae dan Kyuhyun sunbae?” Tanya Hana dengan kaget.

 

“Iya!” Hyesa mengangguk dan melambaikan tangan kearah mereka. Donghae menatapnya bingung tetapi Kyuhyun dengan santai kembali melambai.

 

“Loh, Hyesa? Hana?” Donghae melihat kedua perempuan dengan bingung lalu menatap Kyuhyun dengan sinis, “Aish… Seharusnya aku sudah tahu kau tidak akan membawaku ke sini tanpa tujuan tersembunyi, Kyu.”

 

“Annyeong Donghae sunbae!” Sapa Hyesa dengan sopan, wajahnya yang cerah membuat Donghae merasa bersalah.

 

“Eoh… Annyeong.” Sapanya kembali. Ia memandang perempuan di sebelah Hyesa yang saat ini seperti sedang bengong,

 

Kyuhyun menatap Hyesa tajam, “Kau menyapa orang lain dulu dibandingkan kekasihmu?”

 

“hehehe mianhe, Annyeong oppa!” Hyesa tertawa melihat kelakuan Kyuhyun, mukanya memerah saat Kyuhyun tersenyum kecil dan menggenggam tangannya.

 

Perempuan yang hampir saja terlupakan dan kebingungan di dalam scenario ini akhirnya mengeluarkan suaranya.

 

“Kita sebenarnya ingin ngapain sih?”

 

Hyesa tersenyum manis kepada Hana.

 

Entah kenapa tetapi Hana merasa tidak nyaman dengan senyuman Hyesa. Seperti ada racunnya.

 

“Kita double-date Na~Ya!” Ucap Hyesa dengan lantang, pipinya yang merah dan matanya berbinar karena semangat.

 

Kyuhyun hanya dapat mengangguk kecil.

 

Donghae dan Hana ; yakni kedua orang yang saat ini merasa telah dicurangi hanya dapat memandang kekasih di depan mereka yang terlihat percaya diri.

 

Donghae menghela nafas dan menahan diri agar tidak menonjok dirinya hingga pingsan supaya tidak ikut masuk.

 

Hana berusaha mencari strategi rute pelarian tanpa mengalami kerugian dan tetap menaiki semua wahana tetapi tetap bisa kabur dari ancaman ‘double-date’.

 

“Kita kan bukan couple. Jadi bukan date, dong?” Tanya Hana.

 

Donghae langsung mengangguk, Ah iya! Jika tidak bisa adu argumen, kita ngeles saja!

 

“Betul!” Kata Donghae seraya mengepal tangannya sebagai penegasan.

 

Kyuhyun menatap mereka datar. “Yasudah. Sekarang kalian resmi menjadi couple.”

 

“Kajja, wahana pertama pilihanmu, chagi.” Kyuhyun merangkul kekasihnya dan mengajaknya masuk sambil mengelus kepalanya, meninggalkan Donghae dan Hana yang terdiam.

 

Donghae menatap adik kelasnya, “Ne… jadi bagaimana ini?”

 

Hana menggelengkan kepala, “A-aku tidak tahu.”

 

“Apa kau ikut serta dalam perencanaan double-date ini?”

 

Mata Hana membesar, “Tentu saja tidak!”

 

Bunyi teriakan orang-orang dan roda cepat roller-coaster membuat kedua orang berfikir dua kali.

 

“A-aku mau naik roller coasternya sunbae…”

 

“Aku juga…”

 

Dengan begitu saja kedua orang yang tadinya anti dalam kegiatan ini masuk dan mengikuti Hyesa dan Kyuhyun.

 

Lagipula, sia-sia tiketnya kan?

 

TBC

5 Comments (+add yours?)

  1. ika
    Jun 18, 2015 @ 14:20:26

    emang apa yg disembunyiin dari kyu thor…?? penasaran nih. lanjut …

    Reply

  2. cho haneul(tia)
    Jun 21, 2015 @ 13:29:43

    Lucu banget mereka pasrah ajah ngikut pasangan kekasih itu..hihihih
    sebenarnya kyuhyun sama donghae manusia bukan sih???? masih semu.

    Reply

  3. Trackback: Fate [7/9] | Superjunior Fanfiction 2010
  4. Trackback: Fate [8/9] | Superjunior Fanfiction 2010
  5. Trackback: Fate [9-END] | Superjunior Fanfiction 2010

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: