The Third Team – Revenge Mission [5-END]

poster 3rd team

The Third Team – Revenge Mission [END]

Created : Alicia Kim | Edited : Ririn Setyo

Cast : Cho Kyuhyun | Kim Minhee | Park Jungsoo | Choi Siwon | Kris Wu | Park Chanyeol.

Other Cast : Lee Hyukjae | Lee Donghae | Kim Jaejoong | Song Jiyeon.

Genre : Action, Romance ( PG – 15 )

FF ini juga publish di blog: http://www.kireinara89.wordpress.com and  http://www.ririnsetyo.wordpress.com  dengan menggunakan yang berbeda.

*

*

*

 

TOK…TOK…TOK!!!

Hai!” Alex mengerutkan dahinya mendapati seorang laki-laki berada didepan rumahnya.

“Iam Marty and Im looking for  my girlfriends, Angel” 

Roman menolehkan kepalanya menatap Alex dari sela-sela rak buku yang digunakan sebagai pembatas. Minhee melihat kesempatan untuk menyingkirkan senjata yang menempel pada dagu bawahnya, dengan perbandingan 1% dari 100% ia akan selamat dari tembakan Minhee tetap melakukannya Minhee menepis Senjata menggunakan tangan kiri hingga membuat senjata yang berada ditangan Roman terjatuh.

“Marty GUN!!” teriak Minhee dari dalam rumah, dengan cekatan Hyukjae mengeluarkan handgun dan mengarahkan pada Alex yang belum sempat mengeluarkan senjata miliknya.

Ahah, jangan coba-coba atau aku akan meledakkan kepalamu!” Hyukjae mengelengkan kepala seraya tersenyum manis.

Sementara Minhee yang berada didalam rumah sedang baku hantam dengan Roman. Roman berusaha meraih senjata yang terlempar tak jauh dari tempatnya saat ini, dengan cekatan Minhee menarik kerah Tshirt yang digunakan oleh Roman, melayangkan pukulannnya pada muka Roman. Roman pun tak tinggal diam, ia membalik tubuhnya menarik Minhee dan melemparkan nya hingga membuat punggung Minhee mendarat  pada dinding sebelum jatuh dengan posisi tengkurap dengan kepala yang menyentuh lantai terlebih dahulu. Minhee berusaha bangkit namun sakit dikepalanya membuat ia kesulitan, dengan susah payah membalikan tubuhnya. Ia terkejut mendapati senjata berada 15 Cm dari wajahnya.

“Ready to die Pretty Girl?!” Roman tersenyum sinis, berisiap untuk mengeluarkan peluru dari dalam senjatanya.

“Not that Fast!” ujar Hyukjae yang mengarahkan senjatanya, di ikuti oleh para Agent FBI yang mengarahkan senjatanya pada Roman. “Put Your hands in the air?!” ujar Hyukjae lagi melangkahkan kakinya mendekat roman yang mengangkat kedua tangannya ke udara, Hyukjae memasukan senjatanya sebelum membawa kedua tangan Roman kebelakang tubuhnya sendiri.

“Need Some Help, Pretty?!” Hyukjae tersenyum penuh kemenangan mendengar Minhee mendengus kesal mendengar sindiran Hyukjae padanya.

Hyukjae memerintahkan kepada seluruh Agent FBI untuk menggeledah rumah serta Barn yang berada disana. Sempat terjadi baku tembak antara Agent FBI dan para laki-laki bertatoo didalam sana, dan tentu saja banyaknya jumlah Agent FBI membuat mereka dengan mudah melumpukan seluruh penghuni. Minhee berjalan menghampiri Hyukjae setelah bertanya kepada dua orang yang berhasil ditangkap dalam keadaan hidup.

“Mereka dibayar oleh seseorang untuk melakukan penembakan di FBI beberapa hari yang lalu, pembayaran dilakukan dengan cash tanpa tatap muka” ujar Minhee yang berada bersebelahan dengan Hyukjae.

“Tidak ada lagi?!” tanya Hyukjae.

“They lock their mouth.” jawab Minhee.

“Kyuhyun-ah, You got Something?!” Minhee menekan tombol Earphone miliknya.

“Hanya rumah kosong dan ladang kosong dan diujung sana terdapat sebuah bunker.” ujar Kyuhyun menghentikan perkataanya, ia melihat sesuatu berwarna biru berada didalam tumpukan kayu.

“Hold on!, Did i said a bunker?!”

Kyuhyun merendahkan suaranya seraya menatap Megan yang berada tak jauh darinya menganggukan kepala cepat. Kyuhyun memberikan gesture kepada Megan untuk mengikuti langkahnya. Kyuhyun menyingkirkan tumpukan kayu yang berada disana hingga muncullah sebuah pintu berwarna biru dengan gembok berwarna emas, membuat pintu tersebut terkunci. Megan melepas jepit rambut tipis yang terdapat di rambutnya untuk diberikan kepada Kyuhyun.

“We Found the bunker!” ujar Megan mengeluarkan handgun dari saku belakang tubuhnya menatap Kyuhyun yang berusaha membuka gembok tersebut.

“Ready?!”

Kyuhyun menatap Megan seraya mengeluarkan hangun miliknya, ia memberi gesture menghitung mundur 3-2-1 kepada Megan yang menganggukan kepalanya dan mengarahkan senjatanya pada pintu bunker. Kyuhyun membuka pintu bunker dengan perlahan. Tanpa menurutkan tingkat kehati-hatian mereka, Megan masuk kedalam Bunker tersebut di ikuti oleh Kyuhyun dibelakangnya. Mereka menyalakan center yang diletakkan dibawah senjata yang mereka gunakan. Kyuhyun menghela kesal ketika tak mendapati bunker dalam keadaan kosong.

”Kyuhyun hei, i think i found Something!” Megan menunjuk kepada sebuah tembok kayu yang bertuliskan “HELP!” serta beberapa kertas yang berserakan.

*****

“Talk Kris Wu!” Hyukjae menekan Earphones yang terdapat ditelinganya, ia meminta laporan. Kyuhyun dan Megan melaporkan semua yang mereka temukan begitu pula dengan Granger.

“Aku dan Ella sedang menyilangkan data yang ditemukan oleh Minhee dari rumah tersebut. Mereka mengatakan yang sebenarnya, No Credit, pay by Cash, mereka hanya menerima panggilan melalui telepone gengam, untuk melakukan semua permintaan termasuk menculik anak-anak dan melakukan penembakan beberapa hari yang lalu.” jelas Kris.

“Aku mencoba melacak ulang dari mana telepon tersebut berasal, terdapat 5 menara yang mengalihkan sinyal tersebut, dan aku sedang memperkecil jarak, membuatnya menjadi tiga.”

“In English, Ella!” ujar Granger yang tidak mengerti dengan sinyal-sinyal yang dimaksud oleh Ella.

“Intinya mereka sungguh pintar menyembunyikan keberadaan mereka, degan menggunakan telepone sekali pakai. Total 2 telepon sekali pakai , satu yang digunakan untuk menjadi Modem untuk mengirimkan email sekaligus dipakai untuk menuliskan pesan. Satu lagi mereka gunakan untuk menelepone.” jelas Ella.

“I Got a Match!” ujar Kris lagi.

“Kertas yang kau temukan di bunker merupakan salah satu tempat penyewaan kapal di Dermaga Seattle.” Kris menolehkan wajahnya kepada Seungwon.

“Mereka mempermainkan kita!” Jungsoo mendengus kesal.

Any Footage?!” tanya Kyuhyun.

“Yup!” jawab Kris.

“Seseorang bernama Keith. Aku sedang melakukan pemindaian wajah dan memerlukan sedikit waktu.” ujar Ella.

“Kita tidak punya sedikit waktu, Ella.” ujar Minhee menatap Hyukjae yang berada bersebelahan dengannya.

Got Match. Keith James mantan petugas Dermaga yang bermasalah, ia juga terkenal sebagai salah satu penjual senjata.” ujar Ella.

Ups satu lagi Tom Smith  dealer kokain terbesar di Seattle, dan mereka termasuk dalam jajaran MOST WANTED PEOPLE.” lanjut Kris.

“Tampilkan Kapal yang di gunakan dari tempat penyewaan melalui sistem!” perintah Seungwon pada Kris dan Ella. Kris dan Ella melakukan pekerjaan mereka dengan sangat cepat, jari-jari mereka tidak pernah berhenti untuk menjawab semua perintah tanpa henti yang di ucapkan oleh Seungwon.

“Done and Done!” Kris menekan tombol enter pada keyboard dan menampilkan gambar dari kapal besar 2 lantai cukup untuk menampung 500 orang atau lebih penumpang.

“Tampilkan Automatis identifikasi sistem sehingga kita bisa melihat berapa banyak perjalanan dari kapal-kapal yang ukuran nya sama dengan yang mereka gunakan!”

“Got it!” ujar Ella tanpa mengalihkan pandangannya dari layar Komputer. Seungwon dapat melihat peta terdapat di layar besar berwarna biru sangat muda dengan titik-titik berwarna warni yang merupakan kapal laut yang sedang berlayar.

Need live Satelite images, Ella!” ujar Seungwon.

Ready!” jawab Ella yang merubah tampilan dari layar besar menjadi Peta berwarna Biru tua yang merupakan laut dan hijau tua yang merupakan dataran.

“Red and Green Boat, isolated from the others!” perintah Seungwon. Kurang dari dua detik Kris dan Ella berhasil menampilkan letak kapal yang di maksudkan oleh Seungwon.

“Ella hubungi Aaron,temui aku di dermaga?! Dan jangan alihkan mata kalian dari kapal tersebut” perintah Seungwon yang berlari keluar Ops.

Begitu juga dengan kedelapan agent yang berada di lapangan, mereka menuju Helicopternya masing-masing yang akan membawa mereka menuju dermaga. Sementara itu Hyukjae mengemudikan kendaraan yang ia tumpangi bersama Minhee dengan kecepatan penuh untuk mencapai dermaga.

****

Seluruh Agent bertemu di salah satu sudut Dermaga Seattle, para Polisi dan Agent FBI yang lain pun berjaga-jaga disekitar pantai. “Kris?!” Aaron menunggu Informasi yang dari Ops. “Cek Handphone kalian, aku mengirimkan koordinat keberadaan kapal tersebut.” jawab Kris.

Ready!”  Aaron menatap Seungwon dan Seluruh Agent yang sudah siap dengan senjatanya masing-masing.

“GO!” ujar Aaron yang berlari menuju helicopter bersama Seungwon, diikuti oleh Chanyeol dan Kenzi.

Mereka menggunakan 2 helicopter berbeda akan menyerang melalui udara, sementara keenam Agent akan menyerang langsung dengan menggunakan Perahu karet milik FBI dan Pemerintah Amerika serikat untuk mendekati kapal berwarna Merah dan Hijau tersebut. Kyuhyun dan Megan, Granger dan Jungsoo serta Hyukjae dan Minhee menggunakan perahu karet masing-masing dengan seorang Driver yang berasar dari anggota FBI.

 

“Matikan mesin.” perintah Kyuhyun pada Driver perahu karet yang ia gunakan. Perintah yang didengar oleh Agent lain dan melakukan hal yang sama seperti yang Kyuhyun perintahkan. dengan Bantuan ombak perahu karet yang mereka gunakan dapat mendekati kapal dengan mudah.

“GUN?!!!!” teriak Hyukjae ketika melihat 6 orang muncul dengan tiba-tiba di atap kapal dan mengarahkan senjata kepada mereka. Para Agent pun mengerahkan senjata yang mereka gunakan kepada orang-orang tersebut dan terjadilah baku tembak antara Agent FBI dan para penyandera.

 

DOR!!! DOR!!!! DOR!!!! DOR!!!!!!!

 

“Berapa banyaknya mereka?!” keluh Minhee yang tetap mengarahkan senjatanya pada penyandera yang terus bermunculan.

“COVER ME!” ujar Kyuhyun yang dapat didengar oleh Jungsoo dan Granger serta Minhee dan Hyukjae. Keempat Agent tersebut terus mengeluarkan peluru mereka kepada siapapun yang mengarahkan senjata pada Kyuhyun dan Megan yang berhasil meraih sisi belakang kapal. Dengan hati-hati Kyuhyun dan Megan berhasil masuk kedalam kapal tersebut.

“Kyuhyun drop!” teriak Minhee seraya menembakkan senjatanya pada salah satu penyandera yang berada tak jauh dari Kyuhyun. Penyandera tersebut berniat untuk menembak Kyuhyun yang menundukkan tubuhnya karena teriakkan Minhee.

Kyuhyun bangkit dari posisinya menatap Minhee dengan senyum yang memabukkan. “ Thankyou Sweet Heart!” ucap Kyuhyun yang dijawab anggukan oleh Minhee.

“Left Side Clear” ujar Kyuhyun. Minhee dan Hyukjae pun mendekati kapal menggunakan perahu karet. Hyukjae naik terlebih dahulu di ikuti oleh Minhee. “Right Side Celar!” kali ini Megan memberi aba-aba agar Granger dan Jungsoo dapat menyusulnya.

Kyuhyun memberi kode kepada Hyukjae dan Minhee untuk mengikutinya masuk kedalam pintu yang terletak di lantai satu, sementara itu Megan di ikuti Jungsoo dan Granger menaiki tangga untuk mencapai lantai 2.

“Aku tidak melihat anak-anak!” gumam Jungsoo yang mengintai dari jendela lantai dua.

Kyuhyun, Minhee dan Hyukjae yang berada dilantai satu pun melangkahkan kaki mereka dengan hati-hati. Kyuhyun berjalan terlebih dahulu, mengarahkan handgun yang ia gunakan kedepan seraya membuka pintu yang terdapat disana secara acak . Minhee yang berada dibelakang Kyuhyun pun melakukan hal yang sama, ia membuka pintu yang belum diperiksa oleh Kyuhyun guna meminimalisir penyandera yang tiba-tiba muncul. Sementara Hyukjae yang berada dibelakang Minhee berjalan mundur memunggungi dua rekannya itu berjaga-jaga. Agent berada dilantai satu mendengar teriakan serta baku tembak yang terjadi dilantai dua.

On Your Way, Kyuhyun!” Kyuhyun yang mendengar instruksi dari Megan pun segera meminta Hyukjae dan Minhee bersembunyi. Kyuhyun sendiri diantara pilar Kapal, ia memasang telinganya mendengar beberapa orang berlari menuju ke arahnya.

 

BUKK!! BUKK!!

 

Kyuhyun melancarkan pukulan nya pada salah satu penyandera yang berlari kearahnya. “Minhee ke arahmu?!” teriak Kyuhyun melihat salah satu penyandera berlari menghampirinya.

Minhee keluar dari persembunyiannya, menembakkan senjatanya kepada 3 orang penyandera yang berlari mendekat. Minhee melangkahkan kakinya mendekati para penyandera yang berhasil dilumpuhkan, meraih dan melemparkan senjata yang mereka bawa kesembarang arah. Hyukjae muncul dan menembakkan peluru miliknya kepada 2 orang yang dengan diam-diam mendekatinya.

Down Stairs Clear!” teriak Minhee setelah memastikan tidak ada lagi  penyandera bersenjata yang mendekati mereka.

Guys, tangga,” ujar Hyukjae ketika melihat tangga menuju basement kapal.

Hyukjae berjalan terlebih dahulu diikuti oleh Minhee dan Kyuhyun. Mereka bertiga menemukan sebuah pintu berwarna Hijau daun.  Tanpa aba-aba, Kyuhyun dan Minhee berada di kedua sisi pintu dengan senjata mengarah kebawah.

“Mereka menguncinya dari luar” ujar Kyuhyun melihat sebuah gembok berwarna orange yang berada didepan pintu tersebut. Kyuhyun menatap Hyukjae yang berada tepat berhadapan dengan pintu.

Ready! 1-2-3!” Hyukjae menembakkan senjatanya pada gembok besar berwarna orange, menendang dengan kencang pintu tersebut. Kyuhyun melangkahkan kakinya pertama kali untuk masuk kedalam ruang berukuran 6×6 Meter, diikuti oleh Hyukjae dan Minhee.

“We Found The Kids!! Repeat We Found The Kids!!” teriak Kyuhyun menekan earphone miliknya. Minhee, Kyuhyun dan Hyukjae menunjukkan ID CARD mereka kepada anak-anak agar mereka mau untuk dievakuasi.

“Billy?” gumam Minhee.

Anyone know where is, Billy?!!” teriak Minhee penuh penekanan.

“They Took him outside 30 Minutes Ago” jawab Seorang anak perempuan, Minhee segera berlari menuju lantai 1 kapal tersebut. “Billy Taylor Wasnt hereRepeat Billy Taylor wasnt here.” ujar Minhee melalui Earphone miliknya bersamaan dengan dua helicopter melintas diatas kapal tersebut.

Copy that?!” ujar Seungwon yang berada disalah satu helicopter tersebut.

“KAMI MENEMUKAN BILLY TAYLOR!!” ujar Aaron setelah melakukan pencarian selama 30 menit.

“WHERE?!” Minhee bertanya dengan nada khawatir, mengingat janjinya kepada ibu president untuk mengembalikan anaknya dalam keadaan selamat.

“IA BERADA DI ATAS KAPAL KECIL DAN DALAM KEADAAN SELAMAT.” jawab Seungwon membuat Minhee dan seluruh Agent yang berada di kapal menghela nafas lega.

Dengan menggunakan perahu karet milik FBI yang sudah dipersiapkan khusus, anak-anak berhasil dibawa dengan selamat menuju dermaga Seattle. Mereka semua dibawa menuju MARKAS FBI yang berada di Seattle untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus dimintai keterangan mengenai penculikan yang dialami oleh mereka.

*****

FBI OFFICE

SEATTLE

“Kita belum berhasil menangkap 4 buronan internasional itu!” ujar Kris.

“Terimakasih atas bantuan kalian. Kami akan mengambil alih pencarian 4 orang tersebut dari sini.” ujar Aaron yang berjabat tangan dengan Seungwon.

“Kami akan melakukan hal yang sama di korea nanti, jika kalian mendapatkan informasi tolong kabari kami” ujar Seungwon

Sure”.

Kedua team berbeda negara tersebut tersenyum bahagia ketika melihat anak-anak berlarian menghampiri orang tua mereka masing-masing. Minhee menyandarkan kepalanya pada bahu Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah bahagia anak-anak dan para orang tua. Kyuhyun mengalungkan tangannya pada pundak Minhee, mengecup kepala Minhee singkat.

You doing a great Job Sweet heart, orangtuamu pasti bangga dengan apa yang kau lakukan.” Minhee menolehkan wajahnya menatap Kyuhyun yang juga menatapnya.

Hyung?!”

Kyuhyun menolehkan wajahnya menatap Chanyeol yang berada disisi kanannya. Minhee harus sedikit mencondongkan tubuhnya kedepan untuk dapat melihat Chanyeol. Chanyeol menunjukkan wajah memelasnya pada Kyuhyun seraya menunjuk beberapa luka yang berada di wajah tampannya.

“Kenapa hanya Minhee noona saja yang mendapatkan pujian, apa aku kurang berani dimatamu? Kenapa harus selalu Minhee noona? Aku ingin jadi berarti juga di matamu.” Kyuhyun memutar kedua bola matanya kesal mendengar Chanyeol mulai dengan penyakit lama nya sebagai anak bungsu 3rd team.

“Aku selalu memperlakukanmu dengan baik, aku bahkan mengidolakanmu, tapi kenapa kau tak pernah melihatku?” ujar Chanyeol yang merajuk.

“Someone get jealous here!” Kris berhifive dengan Jungsoo yang menahan tawanya, perlahan mereka berdua memilih pergi sebelum sesuatu yang buruk terjadi pada mereka berdua.

“Aku akan meninggalkan kalian berdua,” Minhee mengedipkan sebelah mata, menahan tawanya, menepuk pundak Kyuhyun dengan lembut sebelum meninggalkan Kyuhyun bersama dengan Chanyeol.

“Minhee-ya!” gumam Kyuhyun memohon tanpa melepaskan pandangannya dari Minhee yang melambaikan tangannya menjauh.

****

Seoul

3rd Room Secret Office

 A Few Day After Mission

Welcome guy’s.”

Siwon merentangkan tangannya, berjalan mendekati rekan-rekan agentnya, Minhee, Kyuhyun, Jungsoo, Kris dan Chanyeol baru saja tiba di Korea beberapa jam yang lalu. Cheonsa yang berdiri di samping Siwon melakukan hal yang sama, ikut mendekati teman-temannya. Ia sangat cemas saat tahu jika Chanyeol terluka, agent terkecil di team mereka dan Cheonsa sangat menyayangi Chanyeol seperti adik kandungnya sendiri.

“Wajahmu? Apa masih sakit?” Cheonsa mengusap wajah Chanyeol yang terbebas dari luka, ia menatap khawatir Chanyeol yang mengangguk, wajah pria bermata sipit itu tertekuk, bibirnya bahkan maju beberapa centi dari tempat yang seharusnya, terlihat imut dan mengemaskan, setidaknya di mata Cheonsa dan Minhee.

“YAK! Kalian tidak menjaga Chanyeol-ku dengan baik, eoh?!” mata Cheonsa memicing, aroma tiran menguar dari pahatan wajah cantiknya yang nyaris sempurna. Ia terlihat geram saat Jungsoo, Kris, Kyuhyun dan Minhee menunjuk satu sama lain, saling menuding pihak manakah yang harus bertanggung jawab untuk semua luka-luka Chanyeol yang sejatinya sudah mulai sembuh.

Hello Darling, bagaimana kabarmu.” Siwon segera mendekati Minhee, mengabaikan hawa menyeramkan Cheonsa yang menegangkan suasana di antara mereka. Siwon memeluk Minhee sangat erat.

Im good, tapi kau menyakitiku,” ucar Minhee pelan, gadis itu menahan nyeri di bagian punggungnya.

Whats happen to you?” tanya Siwon setelah melepaskan pelukannya, mata bulatnya menatap Minhee penuh tanya.

“Kau terlalu berlebihan Siwon-ah dan berhenti menatap Minhee seperti itu.”

Siwon mengeryit menatap Kyuhyun yang menarik Minhee menjauh darinya, mendudukkan Minhee di sofa panjang berlapis beludru coklat tua yang ada tak jauh dari mereka berdiri.

“Buka bajumu!” perintah Kyuhyun seraya melangkah kotak obat yang mengantung di dinding, tak jauh dari pintu dapur tepat di depan mereka.

“MWO?!” semua orang berteriak, menatap Kyuhyun dan Minhee bergantian, Chanyeol yang hobi berekspresi berlebihan terlihat mengangga lebar, hingga Kris harus menutup mulut Chanyeol dengan telapak tangannya.

Kyuhyun memutar bolamatanya malas, tak minat menjelaskan pada teman-temannya apa yang akan dia lakukan pada Minhee. Namun saat Minhee baru saja akan membuka kancing kemeja merah muda yang dipakainya, Cheonsa mendekat, menahan Minhee seraya mengambil alih kotak obat di tangan Kyuhyun.

“Biar aku saja,” Cheonsa meminta Minhee untuk berdiri. “Dan tidak di sini, kau lihat ada Chanyeol yang masih di bawah umur,” ucap Cheonsa, ia menahan tawa saat Chanyeol mengangguk setuju.

Ne aku tidak boleh melihat tubuh wanita lain selain Jiyeon Noona ku tersayang.” ucap Chanyeol dengan senyum manisnya, tak sadar jika sekarang dia mendapat tatapan membunuh dari Kyuhyun yang bertolak pinggang.

“Ku pastikan aku akan membunuhmu dan mengantung tubuhmu di menara Namsan, Park Chanyeol.” seketika semua orang yang ada di sana tertawa, melihat Chanyeol yang berlari kecil menghindar dari Kyuhyun yang ingin mencekik lehernya.

“Minhee Noona, tolong aku.”

****

Lee Enterprise

Donghae Office Room

Donghae masih berkutat dengan pekerajannya, setumpuk berkas perusahaan masih memenuhi meja kerjanya yang luas. Pria berpredikat sebagai salah satu pengusaha muda tersibuk di Korea itu, bahkan tidak sadar jika saat ini, di depan mejanya, sudah berdiri seorang gadis cantik yang menatapnya lekat. Sosok gadis dengan semua kesempurnaan ragawi yang akan membuat pria manapun yang sempat memandangnya, rela melakukan apapun untuk sang gadis.

“Hai Sayang,” seketika gerakan tangan Donghae yang hendak menandatangani berkas terhenti, ia mengangkat kepalanya, menatap tak percaya sosok gadis berbalut kemeja merah muda dengan hotpants putih yang tengah tersenyum manis ke arahnya.

“Minhee?”

“Kejutan.”

Tanpa mengulur waktu Donghae bangkit dari bangku kuasanya, mendekat tergesa, memeluk erat sosok Minhee dan membuat tubuh langsing gadis bersurai kuning menyala itu memutar di udara.

“Yak! Aku bukan anak kecil,” rajuk Minhee, wajah cantiknya cemberut, terlihat manis dan mengemaskan hingga Donghae mencubit pipi gadis itu.

“Kau semakin cantik, apa Seungwon ahjussi memberimu collagen dalam dosis besar selama kau bertugas, Sayang?” Minhee tertawa pelan, membiarkan Donghae menciumi wajahnya.

“Kau sudah makan siang.” tanya Minhee lembut, tangannya menelusuri dada Donghae yang bidang. Donghae hanya mengeleng, tangannya bergerak menarik pinggang Minhee dalam rangkulan.

“Jika kau tidak sibuk kita makan siang bersama, bagaimana menurutmu?” Minhee mengalungkan tangannya di leher Donghae, tersenyum manis hingga Donghae mendaratkan kecupan singkat di bibir merah Minhee.

“Apapun,”

“Pekerjaanmu?” Minhee melirik kea rah meja kerja Donghae.

“Bisa ditunda, tapi makan siang denganmu yang sangat langka ini tidak bisa ditunda, benar begitu?”

Minhee tertawa pelan, ia mengangguk mengiyakan ucapan Donghae. Mereka memang jarang bertemu karena kesibukan masing-masing, namun mereka selalu punya cara untuk memanfaatkan sela-sela waktu padat mereka untuk berbagi apa saja dan berkomitmen untuk tetap berada di jalur yang benar hingga hubungan mereka terus bertahan hingga sekarang.

****

Jiyeon’s Apartement

Senyum Kyuhyun terpatri begitu nyata, tak sabar untuk menatap sosok cantik yang akan keluar dari balik pintu berpelitur putih di depannya. Kyuhyun sudah mengecek penampilan rambutnya lebih dari 10 kali dari layar handphone miliknya, merapikan kemeja biru muda kotak-kotak pas badan yang membalut tubuh atletisnya dan mengecek lipatan lengan kemeja yang dia gulung hingga sebatas siku. Namun senyum Kyuhyun sedikit suram saat menyadari jika ada sosok lain berdiri di sampingnya, sosok pria tinggi, berwajah jenaka, tinggal di kamar nomor 12, hanya beda 2 pintu dari kamar sang malaikat hatinya, Song Jiyeon. Pria yang merenggek tidak tahu diri di sepanjang perjalanan mereka ke apartement, memohon untuk ikut bersama Kyuhyun bertemu Jiyeon.

Pintu apartement terbuka, menampilkan sosok gadis cantik, berbalut dress tanpa lengan di atas lutut berwarna biru. Gadis yang pada awalnya menatap Kyuhyun dalam kebahagian dan siap menghambur dalam pelukan pria itu, namun seperti gerakan lamban yang membuat wajah dingin Kyuhyun tertekuk dalam kekecewaan, gadis itu mengalihkan pandangannya, menatap sosok yang menjadi sumber petaka untuk Cho Kyuhyun.

“Jiyeon Noona.”

“Park Chanyeol?” seketika Jiyeon mengeser kakinya, gadis itu tersenyum lebar, menerima pelukan dari Chanyeol.

“Wajahmu?” Jiyeon menyentuh wajah Chanyeol hati-hati, di pipi sebelah kanan Chanyeol masih memasang plester kecil berwarna coklat. “Kau terluka?” Chanyeol mengangguk pelan, bibirnya mengerucut, mengeluh sakit saat Jiyeon menyentuh plesternya.

“Aku menghindar dari Bom besar Noona, tapi aku berhasil selamat dan tetap menyelesaikan misi kami hingga selesai, aku hebatkan?” Jiyeon mengangguk, gadis cantik itu masih menatap Chanyeol bahkan kedua tangannya masih berada di pipi Chanyeol. Tak menghiraukan sama sekali sosok Kyuhyun yang berdiri di depannya, pria dengan rahang mengeras dan siap menelannya hidup-hidup.

“Aku cepat pulih karena Kyuhyun Hyung yang merawatku,” ucap Chanyeol tanpa melihat ke arah Kyuhyun, membuat Kyuhyun menatap Chanyeol seketika.

“Benarkah?” Jiyeon mengalihkan pandangannya, menatap Kyuhyun yang hanya tersenyum samar.

“Baiklah aku pulang dulu Noona, aku ingin istirahat.” Chanyeol kembali memeluk Jiyeon erat. “Terima kasih sudah mengkhawatirkanku.” Chanyeol menatap Kyuhyun, ia tahu jika Hyung tersayangnya itu sedang kesal.

“Kyuhyun Hyung terima kasih. Terima kasih karena sudah mengizinkan aku memiliki Noona sebaik Jiyeon Noona, aku menyayangimu.” ucap Chanyeol dengan senyum lebarnya.

Kyuhyun menolehkan wajahnya, menatap Chanyeol yang hendak berlalu. “Jiyeon merasa sangat bahagia setelah memiliki adik laki-laki sepertimu, jadi tidak masalah.” Chanyeol mengangguk lalu berlalu menuju kamarnya, meninggalkan Jiyeon yang kini sudah menatap Kyuhyun lekat.

Oppa….”

Kyuhyun menepis tangan Jiyeon yang baru saja hendak merangkul lengannya, laki-laki tinggi itu melangkah kasar memasuki apartement. Jiyeon mengeryit, ikut masuk ke dalam apartement. Ia duduk di sofa yang ada di ruang tengah, tepat di samping Kyuhyun yang sibuk menekan chanel televise dari remot hitam yang digenggamnya, berulang-ulang tanpa henti. Jiyeon memiringkan wajahnya, mata beningnya menelusuri wajah Kyuhyun dari samping, wajah pria yang di rindukannya. Sudah lebih dari 3 minggu mereka tidak bertemu, Jiyeon sudah terbiasa. Menjalin hubungan selama 5 tahun dengan pria itu, membuat Jiyeon sudah sangat mengerti konsekuensi berpacaran dengan salah satu agent terbaik yang dimiliki negaranya. Selalu di tinggal berhari-hari bahkan hingga berminggu-minggu, tiap kali Kyuhyun mendapat misi rahasia dari negaranya.

Tangan Jiyeon terulur, jari telunjuknya menyentuh pipi Kyuhyun. Ia terkejut saat Kyuhyun memalingkan wajahnya, mengenggam jemarinya erat tanpa sempat Jiyeon menyadarinya. Jiyeon tersenyum hangat, tetap memandangi Kyuhyun lekat nyaris tanpa berkedip.

Oppa.”

Kyuhyun hanya diam, ia sibuk menenangkan detak jantungnya yang selalu berulah tiap kali Jiyeon menatapnya terlalu lekat. Selalu seperti itu walau nyatanya Kyuhyun sudah terlalu sering mendapatkan tatapan seperti itu.

Oppa marah padaku?”

“Tidak.”

Oppa merindukanku?”

“Ti….”

Ah! Pasti jawabannya tidak, padahal aku sangat merindukanmu.”

Potong Jiyeon cepat, ia menekuk wajahnya, memalingkan pandangan ke layar televise. Tak tahu jika Kyuhyun baru saja tersenyum, menatap Jiyeon yang masih menatap layar televise bahkan Kyuhyun masih mengenggam jemari Jiyeon erat dan semakin erat.

Oppa,” tiba-tiba Jiyeon bangkit berdiri, memaksa Kyuhyun untuk ikut berdiri.

Wae?”

“Temani aku memasak, aku baru saja menemukan resep baru.”

Jiyeon menengadah, sedikit kesulitan untuk menatap sosok tinggi Kyuhyun tanpa high heel yang biasa membantunya untuk mengimbangi tinggi Kim Kyuhyun yang menyentuh angka 180 centimeter.

“Kenapa Oppa harus setinggi ini,” keluh Jiyeon pelan, sedikit menyalahkan tinggi badannya yang hanya 160 centimeter.

Saat Jiyeon baru saja hendak menarik Kyuhyun ke arah dapur, Kyuhyun menahannya, menuntun kedua tangan Jiyeon untuk mengalung di lehernya. Kyuhyun sedikit membungkuk, melingkarkan tangannya di pinggang Jiyeon dan dalam hitungan detik Jiyeon sudah melayang di udara. Jiyeon mengerjab, ia sedikit terkejut dan mengeratkan rangkulannya di leher Kyuhyun. Pandangan mata mereka bertemu, jarak mereka yang hanya sejauh helaan nafas membuat Jiyeon memaku.

“Aku tidak bisa membuat tinggi badanku berkurang, tapi aku bisa membuat tinggi badanmu sejajar denganku.”

Kyuhyun menyentuhkan ujung hidungnya, mengoyangnya pelan hingga semburat merah jambu menghiasi pipi Jiyeon yang putih bersih. Jiyeon pun mengeratkan pelukannya, menyandarkan dagunya di bahu Kyuhyun yang bidang, membiarkan Kyuhyun tetap memeluknya erat, meleburkan semua rasa rindu yang membalut hati keduanya.

Neomu Saranghanda, Kyuhyun Oppa,” Jiyeon melonggarkan pelukannya, tersenyum lebar saat menerima kecupan hangat yang Kyuhyun sematkan di dahinya.

Kyuhyun mengeratkan pelukannya, membenamkan wajahnya di sela leher Jiyeon, menghirup aroma tubuh Jiyeon yang di rindukannya. Kyuhyun tersenyum untuk hal yang selalu membuatnya berbunga, memeluk satu-satunya gadis yang menjadi alasan Kyuhyun untuk merasa bahagia. Sesederhana itulah definisi bahagia untuk seorang Cho Kyuhyun.

THE END

Selesai… terima kasih untuk semua yang sudah baca cerita ini dari awal ampe akhir, Enjoy

 

4 Comments (+add yours?)

  1. lieyabunda
    Jun 23, 2015 @ 08:29:32

    sayang, dalang penculikannya belum terungkap…..

    Reply

  2. esakodok
    Jun 23, 2015 @ 13:58:14

    hyahhh….kyuhyun…dia apa juga suka sama minhyee y? entahlah…
    aish..masih banyak teka tekinya inijj

    Reply

  3. Daniastuti
    Jun 24, 2015 @ 19:03:15

    thour reader bru nich.salam kenal ye.. seru nich ffnya..dtggu yg laennya…semoga ada yadongnya dikit.

    Reply

  4. dewi
    Dec 17, 2015 @ 00:05:26

    ah akhirnya happy ending

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: