Breakable Heart [5/?]

BREAKBLE

Author : FitOsyin

Tittle : Breakable Heart Part 5

Cast : Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Jung Hyo Rim (OC)

Genre : Angst, Romance

Rate : PG 13

Length : Chapter

My Note : Cerita ini pure ide author, kalo nemu ff ini di wp lain itu bukan plagiat, author orang nya senang menebar kebahagiaan, jadi disini senang disana senang hhe ^^

Setelah perbincangan alot dan terabsurd yang pernah kualami, akhirnya kami –aku dan Kyuhyun –duduk bergabung dalam pesta perpisahan kru dan pemain drama yang hingga kini tak kutahu apa judulnya. Alasan pertama, karena In Joo tiba-tiba datang dan memohon agar aku ikut, untuk alasan ini kurasa In Joo memiliki kesalahan lain pada Siwon dan menggunakanku sebagai tamengnya jika sewaktu-waktu Siwon menyadari kesalahan In Joo. Alasan kedua, Sutradara No bersikeras agar Kyuhyun mau ikut serta karena Cho Corps salah satu penyumbang dana produksi drama ini. Aku sempat menanyakan kenapa tadi Sutradara No berteriak memanggil nama penulis Han, dan Sutradara No hanya menjawab ia sedang merindukan Penulis Han, penulis novel yang menjadi ide cerita drama ini.

“Aku tak tahu kau sudah menikah,” Ujar Siwon ketika Kyuhyun ditarik ke atas panggung untuk bernyanyi bersama.

“Terjadi beberapa hal di sana dan di sini yang membuatku harus menikah.”

Siwon menggulung lengan kemejanya, dan menatap ke panggung, “Apa ia baik?”

Aku tak ingin berbohong tapi juga tak ingin mengatakan kebenaran, “Ia temanku di sekolah menengah, aku mengenalnya dengan baik.”

“Kau yakin mengenalnya dengan baik?”

Aku menoleh dan menaikan alisku tak mengerti,

“Selama yang kutahu, kau takan pernah benar-benar mengenal seseorang tak peduli  berapa lama kalian saling mengenal. Yang kutahu, semakin kau merasa kau mengenal orang itu di waktu yang sama ia juga akan seperti orang asing bagimu. Selalu akan ada hal baru yang terungkap dan tak pernah kau kira sebelumnya.”

“Aku tak mengerti,”

Siwon tersenyum dan mengacak puncak kepalaku, “Jangan lupa mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk.”

Kemungkinan terburuk

Untuk dua kata itu aku paham, sejak kecil aku telah belajar bagaimana menerima yang terburuk dari setiap kondisi, tapi mendengar nya langsung dari mulut Siwon tentang pernikahanku dan Kyuhyun membuatku merasa takut. Sudah kukatakan bukan Siwon seperti kakak untukku, dan kini seorang kakak tengah menasehati adiknya untuk berhati-hati. Artinya memang ada bahaya di depanku, bahaya itu datang dari suamiku sendiri, pria yang kini tengah berjalan mendekati kami.

“Keberatan kalau aku mengganggu.” Ini bukan pertanyaan tapi perintah tak langsung bagi Siwon untuk menjauh.

Siwon mengangkat tangan tanda damai, ia menyadari aura setan yang mengikuti Kyuhyun, “Tak masalah lagipula  ada hal yang harus kubicarakan dengan Kim In Joo.”

“Bersenang-senanglah, Hyo.” Tambah Siwon sebelum ia berlalu meninggalkan kami.

“Boleh aku mendapat penjelasannya sekarang?” Tanya Kyuhyun

“Nde? Ah…. Tadi aku membutuhkan udara segar karena itu aku memutuskan lari pagi dan tak sengaja bertemu dengan mereka, dulu aku bekerja dalam dunia ini.”

“Lalu?”

“Lalu apa?” dengusku

“Pria tadi, dia Choi Siwon kan. Aktor nomor 1 di Korea.”

“Hum.”Aku mengangguk,

“Apa tak ada yang ingin kau jelaskan?”

Aku memutar mataku pura-pura berpikir, ada dua suara dalam kepalaku. Satu suara mengatakan Kyuhyun tengah cemburu pada Siwon, karena itu aku sengaja mengulur-ulur jawabanku hitung-hitung balas dendam atas kejadian tadi pagi. Suara dua membantah suara satu, mengatakan suara satu sungguh gila dan suara dua memberikan jawaban logis kalau Kyuhyun hanya sedang penasaran. Rasa ingin tahu-ku dan rasa ingin tahu Kyuhyun terhadap sesuatu itu sebelas dua belas, kami sama-sama mudah penasaran.

“Dia klienku saat aku menjadi talent coordinator, karena itu kami memang dekat.” Aku menyerah, biarkan saja urusan Kyuhyun-Mi Young terpisah dengan urusanku dan Siwon. Aku tak mungkin menyeret Siwon ke dalam pusaran gila ini.

“Hanya itu? Kulihat kalian lebih dari itu.”

Aku menghembuskan nafas pelan, dan melirik sekitar, semua orang asyik menonton tingkah kru di atas panggung. Kurasa tak ada salahnya mengatakan yang sejujurnya pada Kyuhyun agar tak ada salah paham lagi di masa depan.

“Aku juga memang sempat berharap seperti itu. Kami dekat, bahkan aku mengenal baik keluarganya dan ibunya juga mengatakan menginginkanku menjadi menantunya.”

“Lalu?”

“Tapi itu tak mungkin,” Aku berbisik lirih, kembali sedih mengingat ini. Aku menyayangi Siwon dan Siwon mengatakan ia juga menyayangiku, dulu kupikir nampaknya menyenangkan bersama orang yang kau sayangi.

Aku meraih  tangan kanan Kyuhyun dan menulis dengan telunjukku di atas telapak tangannya.

“Kami tak mungkin bersama, Karena ia tak menyukai perempuan.”

000ooo0000

“Dampak Krisis Global, 3000 Pengusaha Gulung Tikar Tingkat Pengangguran Melonjak Tinggi”

Jung Hyo Rim melipat Koran di tangannya dengan kesal lalu meneguk cola-nya namun ia mendesis ketika menyadari kaleng itu sudah kosong. Ia menghempaskan punggung sedikit kasar ke sandaran kursi dan menyisir sekitar. Sepi, hanya ada beberapa perempuan paruh baya yang tengah berjalan santai di seberang jalan, bukan hal aneh karena pada office hours seperti sekarang sebagian besar penduduk Korea tengah bekerja di tempat mereka masing-masing. Ya, sebagian besar dan ia bukan bagian dari sebagian besar itu. Hyo Rim tak lagi menjadi bagian penduduk Korea yang produktif, sebaliknya bahkan ia kini menjadi satu pengangguran dari orang-orang yang disebutkan dalam Headline Koran pagi ini. Rasanya dadanya sesak mengingat statusnya yang sekarang, jika bukan karena status pernikahannya ia tak akan berlama-lama menyandang kata unemployee di belakang namanya. Sebelum  menikah, paling lama ia hanya akan menganggur selama satu atau dua minggu tapi ini sudah satu bulan! Dan itu hanya karena satu nama, Cho Kyuhyun! Hyo Rim  sangat ingin berteriak jika tak ingat ia sedang duduk di bangku depan minimarket.

“Nuna, tolong belikan kami roko!”

Tiga orang remaja laki-laki berseragam sekolah dan bertubuh tinggi berdiri di depan Hyo Rim, salah satunya menyodorkan tiga lembar uang di depan wajah Hyo Rim. Hyo Rim memasang wajah bingung untuk beberapa saat setelah memahami apa maksud ketiga remaja itu, Hyo Rim memejamkan mata perlahan meredam emosinya yang belum stabil setelah keluar dari LK Inc. tadi.

Anak-anak ini, bukannya belajar malah keluyuran!

                “Nuna, cepatlah! Kembaliannya bisa kau ambil.” Ujar anak dengan rambut kuning tak sabar.

Mwo? Apa aku nampak begitu menyedihkan di mata mereka?

                “Yak! Kalian pikir apa yang sedang kalian lakukan hah? Kenapa kalian ada disini? Bukannya kalian harusnya ada di sekolah? Siapa nama kalian? Dimana kalian sekolah? Aku akan menghubungi sekolah kalian,” Berondong Hyo Rim dengan nada berapi-api, ia sedang kesal hari ini dan mereka bertiga akan menjadi samsak yang tepat untuknya, “Ah, tunggu aku tahu seragam ini. Akan kuhubungi guru kalian!”

Hyo Rim meraih tasnya serampangan dan segera mengklik salah satu nomor kontak yang tercantum, Lee Bo Young tetangganya mengajar di sekolah ketiga anak ini. Ketiga remaja itu gelagapan, kemudian tanpa ada jeda sedikitpun dua di antara mereka merangsek memiting kedua lengan Hyo Rim sementara si rambut kuning meraih ponsel Hyo Rim dan membantingnya ke tanah membuat ponsel itu hancur serta menimbulkan suara memilukan bagi Hyo Rim.

“Ahjumma!”Gelegar suara si kuning, mukanya merah padam dan urat-urat bermunculan di sepanjang lehernya,

Ahjumma??bukankah tadi mereka memanggilku Nuna? Apa aku sudah pantas jadi ahjumma? Dan ponselku? Andwae!!

Hyo Rim memandang sekeliling mencari pertolongan, namun sial! Jalanan sepi total bahkan tak ada kendaraan yang lewat satu pun. Bahkan ia yakin orang-orang di minimarket tak ada yang mau membantunya. Nampaknya ketiga anak ini berandalan sehingga tak ada satu orang pun yang berani melawannya, Hyo Rim merutuki kebodohannya sendiri yang mengikuti nafsu tanpa melihat situasi, memang apa susahnya masuk ke dalam, membeli roko dan memberikannya pada mereka?

“Kami sudah bersikap cukup sopan padamu, tapi kau ini. Assh!” Si Kuning menendang meja bulat yang memisahkan mereka.

“Ahjumma, lihatlah akibat perbuatanmu. Apa susahnya mengikuti keinginan kami, eoh?” Kata anak yang memiting lengan kiri Hyo Rim, sementara anak yang satu lagi mengangguk menyetujui sambil membuat gerakan memotong lehernya sendiri.

“Aku-aku, Tapi, kenapa kalian tak membelinya sendiri?” Cetus Hyo Rim seketika, jika mereka semenyeramkan itu, penjaga toko juga tentu tak akan menjadi penghalang bagi mereka untuk mendapatkan sebungkus roko.

Si Kuning melongo, ia menatap kedua temannya lalu anak di sebelah kanan Hyo Rim mengangkat bahu,

“Itu karena kami masih berusaha menaati hukum.”

Hyo Rim mendengus, “Hah, lucu sekali!”

“Yak! Jangan mencoba mengalihkan pembicaraan!” Si Kuning kembali naik pitam, ia berjalan perlahan menghampiri Hyo Rim lalu menodongkan jari telunjuknya tepat di depan wajah Hyo Rim, “Kau sudah membangunkan singa tidur!”

“Apa yang sedang terjadi di sini?” Tanya seorang pria dari belakang si Kuning.

Si Kuning berbalik dan sedikit bergeser membuat Hyo Rim dapat melihat siapa yang baru saja bertanya. Diantara orang-orang yang mungkin menjadi penolongnya di dunia ini, kenapa harus pria ini yang muncul? Setelah selama satu bulan terakhir ia menghindari pertemuan mereka, kenapa akhirnya Hyo Rim harus bertemu di saat seperti ini?

“Tuan Cho?”Tanya Si Kuning, baik Hyo Rim maupun kedua teman Si Kuning membelalak tak percaya Si Kuning mengenal Cho Seunghwan.

“Kau, putra Presdir Cha, bukan?” Tanya Cho Seunghwan pada Si Kuning, Si Kuning ragu-ragu membungkuk pada Seunghwan.

“Ne.”

“Katakan padanya, jangan terlalu sering menggunakan propofol. Itu tak baik untuk kesehatan juga untuk Pusat Kebugaran Cha.“ Lanjut Seunghwan dengan senyum tersemat di wajah, namun tatapan matanya tajam mengirimkan aura dingin bukan hanya pada si Kuning tapi bagi Hyo Rim juga.

“Kau mengerti, bukan?” Ulang Seunghwan ketika si Kuning masih bergeming.

“Ne?ah…ye!”Si Kuning nampak ketakutan dan sebelum pergi meninggalkan Hyo Rim serta Seunghwan ia memberi kode kepada kedua temannya untuk mengikutinya menghilang dari sana.

Lutut Hyo Rim terasa lemas sepeninggal ketiga anak tadi. Ia mendengar akhir-akhir ini sering terjadi penyerangan yang dilakukan remaja-remaja nakal, namun Hyo Rim tak percaya akan mengalaminya di siang hari seperti sekarang.

“Kau tak apa?” Tanya Seung Hwan lembut

Hyo Rim mengerjap dan mengangguk ragu, tidak dengan ponselku.

“Aku tak menyangka mereka akan berani berulah bahkan ketika matahari masih menggantung tinggi, anak-anak jaman sekarang.” Seunghwan berhenti sejenak dan melirik pecahan ponsel Hyo Rim di ujung kakinya, “Kau pasti kesal anak-anak itu menghancurkan ponselmu.”

Lagi-lagi Hyo Rim hanya bisa mengangguk, memang ia akan merasa bagaimana, bahagia? Yang benar saja.

“Tenangkan dirimu sejenak dengan secangkir kopi, lagipula ada yang ingin kusampaikan padamu menantu, kau keberatan?” Tanya Seunghwan, tidak ini bukan pernyataan tapi pemaksaan secara tidak langsung bagi Hyo Rim.

“Baiklah.” Ujar Hyo Rim, lagipula tak sepantasnya seorang menantu mengabaikan permintaan mertuanya begitu saja, ‘semenyeramkan’ apapun Cho Seunghwan, ia masih ayah mertua Hyo Rim.

Cho Seunghwan merentangkan tangan mempersilahkan Hyo Rim berjalan lebih dulu memasuki mobil putih yang diparkir tak jauh dari sana. Namun ketika pintu mobil terbuka, Hyo Rim berhenti ia teringat sesuatu.

“Tunggu sebentar.”Tanpa menunggu persetujuan, Hyo Rim berlari kembali menuju pecahan ponselnya dan memunguti beberapa benda yang masih bisa diselamatkan.

000ooo000

“Aku kecewa kalian belum pernah mengunjungiku sekali pun dalam satu bulan ini.” Ujar Seunghwan membuka pembicaraan mereka setelah berdiam cukup lama di dalam coffee shop.

Awalnya Seunghwan menginginkan mereka bicara di tempat yang lebih ‘pantas’ dalam penilaian Seunghwan, bukan di tempat seperti coffee shop yang mereka datangi sekarang. Tapi ia mengingat bagaimana ketidaknyamanan Hyo Rim tempo hari ketika mengunjungi restoran langganan Seunghwan bersama Kyuhyun. Sebaiknya, hari ini Seunghwan harus  sedikit mengalah dengan gengsinya sendiri demi tercapainya tujuannya berunding dengan Hyo Rim.

“Maafkan kami, kami bukan anak yang berbakti.” Hyo Rim sedikit membungkuk dalam duduknya belum berani mengangkat kepala dan menatap Seunghwan. Baginya pria ini dapat membaca pikirannya hanya dengan melihat matanya saja.

“Tak perlu meminta maaf, aku tahu ini bukan salahmu. Pasti anak keras kepala itu yang melarangmu. Aku tahu ia sangat membenciku. Aku yang membuat ibunya meninggalkannya dan aku pula yang membuatnya harus bertarung dengan dirinya sendiri. Aku ayah yang buruk, karena membuat anakku sendiri harus memilih antara ibu atau ayahnya. Jika Kyuhyun tinggal denganku, maka ia menyakiti hati ibunya tapi jika ia tinggal dengan ibunya maka Kyuhyun kehilangan kenyamanan yang ia miliki sejak lahir.” Seunghwan menerawang ke luar jendela, lalu melanjutkan, “Akhirnya ia tinggal denganku dan membuatnya semakin membenciku. Ia melihatku setiap hari, berkata tak pernah ingin menjadi pria sepertiku namun pada akhirnya suatu hari lima tahun lalu ia datang padaku bahwa ia mencintai seorang gadis dan mengakui ia tak mungkin bersama gadis itu, karena Kyuhyun menyadari semakin hari ia semakin mirip denganku. Kyuhyun terlalu menyayangi gadis itu sehingga takut menyakitinya. Kyuhyun melihat bagaimana aku menyakiti ibunya, sehingga ia tak lagi mempercayai dirinya sendiri. Bukankah aku ayah yang sangat buruk?”

Hyo Rim termenung, ia menatap jalinan jemarinya di bawah meja. Lima tahun? Lima tahun waktu yang sama ketika ia menyatakan cintanya pada Kyuhyun dan mendapat penolakan. Jantung Hyo Rim serasa diremas ketika menyadari bahwa Kyuhyun menolaknya bukan karena perbedaan status tapi karena Kyuhyun mencintai gadis lain dan kemungkinan besar Kyuhyun masih mencintai gadis itu. Mungkinkah gadis itu Hwang Mi Young?

“Kau tahu aku tersiksa melihatnya seperti itu. Berpura-pura baik-baik saja selama lima tahun ini, berkencan dengan bemacam-macam perempuan. Bersenang-senang, itu yang Kyuhyun katakan. Tapi tidak dengan yang kulihat. Ia tak berbeda jauh dari selembar daun yang mengering, rapuh dan siap hancur kapan saja.”

Seperti itukah Cho Kyuhyun lima tahu belakangan? Hyo Rim menggeleng dalam hati. Sulit membayangkannya. Lima tahun ini Hyo Rim sendiri memang cukup kesulitan menghilangkan perasaannya pada Kyuhyun, namun mendengar penuturan Cho Seunghwan membuat Hyo Rim berpikir, mungkin rasa sakit yang ia rasakan tak sebanding dengan kepedihan yang Kyuhyun derita. Karena selain harus melepaskan orang yang ia sayangi, Kyuhyun juga kehilangan dirinya sendiri.

“Karena itulah aku mencarimu, ada yang ingin kukatakan padamu.”

“Aku mengerti, sesegera mungkin kami akan bercerai dan Kyuhyun akan bersama gadis yang ia cintai.” Potong Hyo Rim dengan suara bergetar, ide itu melintas begitu saja bahkan Hyo Rim mengucapkannya tanpa berpikir.

Seketika Cho Seunghwan tertawa keras, membuat air mata mengalir dari kedua matanya,

“Ya Tuhan, pantas saja ia memilihmu. Kau gadis yang unik!” Seunghwan berdeham dan menegakan duduknya,“Kurasa anak itu belum juga mau terbuka.”

“Gadis lima tahun lalu itu, kau Jung Hyo Rim.”

TBC

8 Comments (+add yours?)

  1. Raemun Jung
    Jun 24, 2015 @ 13:58:11

    Pendek nech… uuuhhh… lagi assik eh ada tulisan tbc… bikin sesej ajja.

    Reply

  2. kim jijae
    Jun 24, 2015 @ 16:14:25

    pendek banget thor ……. next deh. tambah seru

    Reply

  3. changtaeupy
    Jun 24, 2015 @ 18:35:02

    Hahaha asl mt0ng aj ni ,. Kurang panjang th0r.. Ditunggu next partnya

    Reply

  4. blackjackelfsone
    Jun 24, 2015 @ 20:22:54

    Yey di lanjut😀 ditunggu next partnya.
    Makin seru aja makin kesini😀

    Reply

  5. elfishysme
    Jun 24, 2015 @ 21:17:35

    bukan cuma hyorim yg unik tp cho seunghwan sm cho kyuhyun lebih unik.

    ya ampun beneran itu siwonya gay??

    Reply

  6. Monika sbr
    Jun 24, 2015 @ 21:52:47

    Bikin gregetan deh sama sifatnya kyu, kayaknya dia cemburu dgn siwon deh, apalagi pas ayahnya blg kpd hyorim kalo si kyuhyun juga mencintainya.
    Semga aja kyu bisa cpt ngungkapin perasaanya ke hyorim, biar hyorim gak sakit hati terus-menerus…..

    Reply

  7. aryanahchoi
    Jun 24, 2015 @ 22:14:44

    pendek heee itu lagi tbc nongol dibagian yg seru mknkah dulu kyu juga cinta ma hyorim tapi takut nyakitin hyo omg dsr kyu trz miyoung tu siapa

    Reply

  8. lieyabunda
    Jun 26, 2015 @ 06:13:42

    siwon gay yaa,,,,,,
    lanjut

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: