Breakable Heart [6/?]

BREAKBLE

Author : FitOsyin

Tittle : Breakable Heart Part 6

Cast : Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Tiffany, Jung Hyo Rim (OC)

Genre : Angst, Romance

Rate : PG 13

Length : Chapter

My Note : Cerita ini pure ide author, kalo nemu ff ini di wp lain itu bukan plagiat, author orang nya senang menebar kebahagiaan, jadi disini senang disana senang hhe ^^

 

Malam telah kehilangan sinar rembulan, suara burung hantu bersahutan dari balik pepohonan. Ini bukan waktu yang tepat untuk terjaga, apalagi berkendara.

Pukul satu petang.

Cho Kyuhyun melirik jam analog yang terpasang di dashboard mobil. Lebih dari enam jam ia menghabiskan waktunya di luar rumah. Sudah saat nya ia kembali pulang.’Pulang’ rasanya kata itu masih terdengar ganjil di telinganya sendiri. Pulang beraRti ia akan kembali ke sebuah tempat yang dinamakan rumah, tempat dimana ada yang menunggunya, tempat ia melepaskan kepenatan,tempat dimana ia mendapatkan kenyamaňan, serta tempat ia dapat  menjadi dirinya sendiri.

Sekarang ia memiliki rumah,bukan hanya secara fisik. Tetapi rumah dalam arti yang sebenarnya, tempat itu bukan lagi sebatas ruang kosongkarena kini akan ada seseorang yang menyambutnya ketika pulang.  Kalimat itu terus ia ulangi dalam benaknya. Senyum tersungging kala ia mengingat itu.

Mereka ayah dan ibuku.

Kyuhyun membanting setir,membuat mobil menepi seketika menimbulkan decitan yang memekakkan telinga. Tanpa sadar keringat dingin membanjiri pelipisnya. Kyuhyun menghela nafas kasar. Ia tak boleh lengah, ia jangan sampai melewati batas. Inilah yang Kyuhyun takutkan dan membuatnya tetap menjaga jarak dengan istrinya selama satu bulan terakhir. Kyuhyun takut pada dirinya sendiri, ia takut kehilangan kendali dan kembali menjadi dirinya sendiri seperti dulu sehingga membuat gadisnya tersakiti.

Kyuhyun memutar arah kembali ke villa miliknya. Selama satu bulan ini, menjelang petang Kyuhyun melarikan diri ke villa itu. Sedapat mungkin ia berusaha meminimalisir interaksi dengan Hyo Rim. Beruntung bagi Kyuhyun, di siang hari Hyo Rim menyibukkan diri di luar rumah dengan mengirimkan lamaran pekerjaan. Masalah datang ketika malam tiba. Memenjara diri sendiri di ruang kerja tak lagi mempan untuk memblokir pikiran Kyuhyun, bahwa gadis itu ada di sana. Hanya terhalang tembok dan ruang kecil. Ia membutuhkan jarak yang lebih luas, akhirnya pilihan jatuh pada villa milik ibunya yang kini menjadi milik Kyuhyun.

Setiap pagi alasan Kyuhyun kembali ke rumah hanya untuk menjaga agar hati gadisnya tak tersakiti. Tapi sepertinya tidak dengan malam ini, entah kenapa ia merasa lebih takut kehilangan kendali atas dirinya dibanding hari-hari yang lalu.

Bunyi  ban mobil yang menggilas kerikil menuju pelataran villa menyambut Kyuhyun. Siluet villa bercat putih gading perlahan muncul. Kening Kyuhyun berkerut ketika melihat sebuah mobil merah darah terparkir asal di depan villa. Ia yakin belum satu jam meninggalkan villa dan tak saat itu mobil ini belum ada

Tepat ketika Kyuhyun mematikan mesin mobil, pemilik mobil merah itu turun.  Kyuhyun menarik nafas lega melihat orang itu tak lain adalah Hwang Mi Young. Mi Young melangkah pasti menuju mobil Kyuhyun, seirama dengan Mi Young, Kyuhyun menurunkan kaca jendela mobil.

“Apa yang kau lakukan disini?” Sembur Kyuhyun seketika bahkan di saat Mi Young masih berjarak beberapa meter darinya.

“Seharusnya itu yang kutanyakan padamu, apa yang kau lakukan di sini sementara istrimu sendirian di rumah kesepian seperti zombie kelaparan.”

“Bukan urusanmu!”

“Itu urusanku ketika akibatnya adalah sikap Hyo Rim yang semakin dingin setiap harinya padaku. Kau tak tahu apa yang ia pikirkan selama ini tentang kita, ia mengira aku ini wanita penghancur rumah tangga orang.” Dengus Mi Young tak tahan, tanpa perlu mendengar langsung dari mulut Hyo Rim pun Mi Young menyadari benar bagaimana jalan pikirannya.

“Aku lelah,” Lanjut Mi Young

“Jadi itu alasanmu datang kesini, mengeluh padaku.” Ujar Kyuhyun seraya keluar dari  mobil dan berjalan menuju villa, diikuti Mi Young di belakang.

Ia memasukkan anak kunci dan menyalakan lampu. Mi Young segera  duduk di sofa yang terletak di dekat perapian.

“Tidak.” Mi Young menggeleng, ia mengeluarkan selembar amplop dari saku mantelnya dan menyerahkannya pada Kyuhyun, “Nick Oppa melamarku tadi siang, karena itu  besok siang kami akan kembali ke LA. Mungkin meminta restu tak ada salahnya, kalaupun akhirnya mereka tetap tak mengizinkan, kami tak peduli. Pernikahan tetap akan terjadi.”

Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya, menatap sangsi Mi Young. Jelas ia merasa khawatir pada nasib sepupunya. Menurutnya tindakan ini terlalu tergesa-gesa dan sembrono. Tak akan ada yang menjamin keduanya akan baik-baik saja setibanya di sana.

“Jangan khawatir, Nick Oppa telah menyusun sebuah rencana. Menemuimu di sini juga salah satu dari rencana itu. ” Ujar Mi Young menenangkan

“Apa rencana kalian?”

Lagi-lagi Mi Young menggeleng, lalu menghela nafas pelan. “ Kau telah membantu terlalu banyak, kami tak ingin merepotkanmu lebih jauh lagi.”

“Mi Young-ah”

“Sudahlah, ini sudah saatnya kau memikirkan dirimu sendiri. Seperti yang kami lakukan, berusaha meraih kebahagiaan selama kesempatan itu masih ada. Kuharap kau juga melakukan hal yang sama.” Tandas Mi Young.

Kyuhyun tak bersuara, ia mencerna baik-baik perkataan Mi Young sambil menatap amplop putih pemberian Mi Young. Sejujurnya ia merasa iri pada Hwang Mi Young. Gadis itu memiliki keberanian yang selama ini ia rindukan kehadirannya, ia selalu berharap seandainya saja ia memiliki sedikit keberanian untuk berkata jujur dan memperjuangkan perasaannya mungkin ia tak akan semenderita ini. Tidak, satu suara berteriak keras dalam kepalanya. Itu bukan keberanian, tapi keegoisan. Kyuhyun hanya akan menjadi manusia egois jika tetap memperjuangkan hubungannya dengan Hyo Rim ketika gadis itu mengetahui kebenaran di antara mereka berdua.

“Sudah waktunya aku kembali ke rumah mu. Sebelum pukul sebelas aku telah meninggalkan Korea, karena itu kemungkinan besar ini terakhirnya kita bertemu.”

Kyuhyun mengangkat kepala, “Secepat itu? Kau tak ingin berpamitan dengan Hyo Rim.”

Mi Young memiringkan kepalanya, berpose seakan-akan sedang berpikir keras, “Mungkin nanti ketika ia tak lagi menganggapku perempuan simpananmu. Aku masih takut kalau sewaktu-waktu wajahku rusak karena cakarannya.”

“Terima kasih untuk semuanya, Kyu.” Ujar Mi Young sambil meraih Kyuhyun dalam pelukan, “Nick Oppa juga menyampaikan ucapan terima kasihnya, dan meminta maaf tak dapat mengatakannya langsung.”

Kyuhyun mengangguk paham, ketika Mi Young sudah berada di ambang pintu, Kyuhyun menyadari sesuatu dan memanggil Mi Young.

“Amplop ini—“

“Anggap saja itu hadiah pernikahan lainnya dariku.” Potong Mi Young

Kyuhyun hendak membantah dengan mengingatkan Mi Young telah memberi mereka hadiah pernikahan satu bulan lalu, tapi Mi Young sekali lagi memotong.

“Atau kesempatan untukmu. Gunakan kesempatanmu seperti aku dan Nick Oppa menggunakan kesempatan kami.”

Seusai mengatakan hal itu, Mi Young menghilang di balik pintu. Kyuhyun jatuh terduduk di sofa ketika melihat isi dalam amplop di tangannya.

“Hwang Mi Young, kau cari mati!” Teriak Kyuhyun namun sayangnya Mi Young telah duduk manis di balik kemudi dan menganggap teriakan Kyuhyun sebagai ucapan terima kasih untuknya.

“Sama-sama Cho, kuharap kau menikmati hadiahku.” Ujar Mi Young lalu menyalakan mesin mobil.

000ooo000

Mobil putih itu berhenti tepat di depan kediaman Cho kyuhyun. Hyo Rim masih berada dalam transisi sejak perbincangan satu arah di kafe tadi. Seunghwan melirik asisten pribadinya melalui spion tengah mobil, Jongwoon juga memerhatikan Hyo Rim. Jongwoon kemudian keluar dan bergegas membuka pintu di sebelah Hyo Rim, membuat Hyo Rim mengerjap dan menyadari ia telah sampai di rumah.

“Tuan—“

“Panggil aku abboenim.”

“Ne –abboenim,apa  kau tak ingin mampir sebentar?”

Seunghwan tertawa hambar, “Sangat ingin. Kau tak akan tahu seberapa inginnya aku menjenguk anakku sendiri di rumahnya. Tapi, kurasa kita sama-sama tahu, kedatanganku hanya akan membuatnya merasa semakin buruk.”

Hyo Rim menggigit bibir bawahnya, ia mulai merasa kasihan pada Seunghwan. Di matanya kini, pria ini tak nampak menakutkan lagi tapi bagi Hyo Rim, Seunghwan tak berbeda dari pria malang lainnya yang merindukan anak mereka. Entah apa yang salah dari hubungan ayah dan anak ini.  Jelas Cho Seunghwan menyayangi putranya, hanya saja Seunghwan membesarkan Kyuhyun dengan cara yang ia tahu, membesarkan Kyuhyun dengan kekayaan karena Hyo Rim yakin, cara itu pula yang Seunghwan dapatkan dari orang tuanya dulu. Jika itu yang terjadi Seunghwan tak sepenuhnya dapat disalahkan.

“Baiklah, terima kasih untuk hari ini. Perasaanku cukup tenang sekarang, bahkan  jika Tuhan memanggilku aku tak akan mati penasaran.” Ujar Seunghwan sambil memejamkan mata

“Abboenim—“

“Sudahlah, lebih baik sekarang kau segera masuk.Sebelum anak itu menyadari kedatanganku.”Tandas Seunghwan akhirnya.

Hyo Rim menurut tanpa banyak membantah, ia bahkan tak sempat mengucapkan salam yang pantas karena begitu turun dari mobil, Kim Jongwoon segera kembali di balik kemudi dan meninggalkan Hyo Rim begitu saja.

“Jong Woon-a.”Panggil Seunghwan ketika mereka berhenti di lampu merah.

“Ne, Sajjangnim.”

“Aku pikir dokter Jang salah menghitung.”

Jong Woon bergeming, ia tahu kemana arah pembicaraan Seunghwan namun ia tak cukup berani untuk menanggapinya. Jong Woon mencengkram kemudi erat dan tetap fokus menatap arus kendaraan di hadapannya. Cepat atau lambat Cho Seunghwan akan mengungkit masalah ini, dan ketika itu terjadi, rasa benci Jongwoon semakin membuncah untuk Cho Kyuhyun, putra semata wayang pria ini –ah, tunggu, lebih tepatnya satu-satunya putra sah dari Cho Seunghwan.

“Kurasa waktuku bukan enam bulan lagi, tapi kurang dari itu.”

“Sajjangnim—“

Seunghwan mengangkat tangan kanannya memberi tanda kali ini ia hanya ingin didengarkan, bukan dibantah.

“Melihat bagaimana gadis itu, aku semakin menyadari kalau aku memang ayah yang buruk bagi Kyuhyun. Dalam sekali melihat kau akan tahu, gadis itu sangat mencintai anakku. Bahkan tanpa perlu berpikir iarela untuk melepaskan Kyuhyun jika itu dapat membuat Kyuhyun bahagia. Hal yang bahkan tak sanggup kulakukan untuk Kyuhyun ataupun ibunya.”

Jongwoon menahan amarahnya dengan memejamkan mata sejenak lalu menarik nafas dalam-dalam.Beruntunglah lampu berubah hijau dan membuat Jongwoon tak perlu memerhatikan ocehan Seunghwan di belakang.

“Aku teringat akan Yoo Jeong saat melihat gadis itu, seandainya ia masih hidup tentu mereka akan sangat dekat. Keduanya memiliki sifat yang sama—“ Seunghwan berhenti dan memegang dadannya menahan sakit, tangannya menggapai-gapai ke depan meminta perhatian Jongwoon, “Jongwoon-a” Panggil Seunghwan dengan suara terputus.

“Ne,” Jongwoon melirik Seunghwan dan jantungnya serasa jatuh ke perut melihat Seunghwan telah pucat pasi, tergesa ia menepikan mobil dan memberikan Seunghwan  obat dari saku kemejanya.

“Ya Tuhan, rasanya tadi seperti seabad.Terima kasih Jongwoon-a.”Ujar Seunghwan setelah nafasnya kembali stabil.

Jongwoon mengangguk sembari membantu Seunghwan kembali duduk tegak.

“Bahkan kini serangan itu datang lebih sering dari sebelumnya, padahal masih banyak yang masih harus kulakukan.”

“Kau sudah melakukan hal yang benar, Sajjangnim. Dengan membiarkan Tuan muda menikah dengan Nona Jung,  selain itu dengan memberikan saham anda di Pigeon Publishing pada Nona Jung, saya rasa anda telah melakukan hal yang baik. Jangan terlalu membebani pikiran anda, Sajjangnim. Saya mohon fokuslah pada  kesehatan anda.”

“Benarkah?”

Jongwoon mengangguk, “Ne, Sajjangnim.”

Seunghwan terkekeh, terkadang ia sangsi Kim Jongwoon adalah pria yang usianya tak jauh berbeda dengan putranya, “Terima kasih, Jongwoon-a.”

000ooo000

 

“Kau mungkin tak akan mempercayai apa yang kukatakan. Sesungguhnya Kyuhyun anak yang manis, ia mudah tersentuh dan senang membantu orang-orang disekitarnya. Itu terjadi sebelum aku dan Ibu Kyuhyun berpisah. Setelah kami berpisah, Kyuhyun menjadi anak pembangkang, keras kepala serta kasar. Menginjak sekolah menengah ia berubah menjadi sedikit lunak namun tak bertahan lama. Kemudian, dua bulan lalu pertama kalinya ia kembali melihatmu di gedung Cho Corp. aku tahu karena hari itu pula aku melihat anakku kembali seperti dulu. Kyuhyun terlihat lebih manusiawi setelah itu, tak begitu mirip denganku lagi—mengikuti  bahasa-nya. Meski ia meninggalkan model itu dengan ‘sedikit tidak manusiawi’ aku bahagia melihat Kyuhyun kembali memiliki warna dalam hidupnya –”

Hyo Rim terus berjalan naik memasuki kamarnya tanpa menghiraukan apapun.Hyo Rim mengabaikan sapaan Lee Ahjumma, tak menganggap keberadaan pelayan-pelayan yang membungkuk hormat padanya bahkan tak menyadari kealpaan Mi Young yang biasanya selalu berusaha berada di sekitarnya.

Ia hanya ingin sendiri sekarang.

Karena itulah aku menikahkan kalian, karena menunggu anak itu bertindak sendiri akan sia-sia. Bahkan kuperkirakan hingga kini ia masih sulit untuk jujur padamu, karena ia takut menyakitimu. Uri-Kyuhyun sangat mencintaimu. Maka, aku sengaja membuatnya berpikir aku juga menginginkan dirimu, Hyo Rim-ssi dan untuk itu aku minta maaf karena tentunya aku nampak menakutkan sebelum ini dimatamu. Tapi yang terpenting bagiku adalah kebahagiaan Kyuhyun, dengan membuatnya merasa terdesak akhirnya ia menikahimu. Karena kebahagiaan Kyuhyun adalah bersamamu.”

Kembali, penjelasan tak masuk akal Seunghwan sekali lagi terngiang di telinga Hyo Rim ketika ia berjalan menuju kamarnya. Mustahil, Hyo Rim terus mengatakan kata itu setelah keluar dari coffee shop. Dalam pemahamannya, seorang pria akan memperjuangkan cintanya, bahkan ia rela untuk merubah dirinya sendiri agar dapat bersama orang yang ia cintai.

Sebuah ketukan membuyarkan lamunan Hyo Rim dan terpaksa membuatnya membuka pintu.

“Nyonya, ada telefon untukmu.” Kata Lee Ahjumma.

Hyo Rim menaikkan sebelah alisnya, “Siapa?”

“Dari Choi Siwon, Nyonya.”

“Siwon?”Ulang Hyo Rim tak percaya namun menerima pesawat telefon di tangan Lee Ahjumma.

Lee Ahjumma segera pergi dan menutup pintu kamar Hyo Rim. Segera saja ia mengusir pergi beberapa anak buahnya yang berniat menguping pembicaraan nyonya muda mereka dengan pria asing. Tentu hal ini akanmenjadi berita panas di antara mereka, sebagai kepala pelayan yang telah mengabdi bertahun-tahun Lee Ahjumma harus mencegah semua itu terjadi. Namun sayangnya Lee Ahjumma lupa bahwa semua pesawat telepon di rumah ini terpasang parallel dan seseorang  tengah mendengarkan pembicaraan Hyo Rim dan Siwon di ruangan berbeda.

“Ne, Siwon-ssi.”

“Akhirnya aku dapat menghubungimu juga Hyo, apa yang terjadi, kenapa ponselmu mati?”

                “Ah, itu –tadi ponselku jatuh dan hancur berkeping-keping.Tunggu, darimana kau tahu nomor rumah ini?” Hyo Rim menggigit lidahnya, hampir saja ia mengatakan ‘rumahku’

“Cukup mudah, aku hanya perlu bertanya pada sekertaris suamimu.”

Hyo Rim menganggukan kepalanya mengerti, lupa bahwa Siwon tak mungkin melihatnya.

“Hyo, apa kau benar-benar tak dapat kembali?Aku tak mungkin bertahan lebih lama dengan gadis seperti In Joo.”

Hyo Rim menelan ludah, ia tahu ketika Siwon menghubunginya kelak, Siwon hanya akan menanyakan kembali hal ini. Ia meraih tas tangannya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalamnya.

“Akan kupertimbangkan,”

“Apa pria itu yang melarangmu?”

                “Tidak,sama sekali tidak.”

Bahkan aku belum pernah mengatakan ini pada Kyuhyun.

                “Syukurlah, kukira ia pria yang over protektif.”

Hyo Rim tanpa sadar mendengus, Kyuhyun yang over protektif padanya sama mustahilnya dengan Kyuhyun yang mencintainya.

“Baiklah, kuharap kau benar-benar mempertimbangkan tawaranku, Jung Hyo Rim yang manis.”

                “Ara-ara, Tuan Choi yang tampan. Aku akan memikirkan tawaran mu ini. Kau senang?”

“Hum, belum. Aku akan senang kalau kau menonton tayangan perdana drama terbaruku nanti malam.”

                “Benarkah, apa judulnya?”

Eish!Keterlaluan sekali padahal kau hadir saat syuting bulan lalu. I Choose to Love You, Hyo Rim-ah.”

                “Ne?”Tanya Hyo Rim sekali lagi, tiba-tiba saja suara Siwon terdengar samar-samar seperti ada sesuatu yang mengganggu sambungan mereka.

I Choose to love You, itu judul drama ku.”

“Ah… ye.Tentu-tentu.Aku akan menontonnya malamini.”

“Joha!”Seru Siwon, lalu terdengar suara seseorang yang memanggil Siwon di latar belakang, “Hyo, giliranku sudah tiba. Lain kali kuhubungi, dan pertimbangkan baik-baik tawaranku tadi.”

                “Ba—“

“Dan jangan lupa nanti malam, kau harus melihatnya. Keuno!”Potong Siwon segera,

Hyorim tersenyum  heran, kenapa Siwon bersikeras tentang tayangan perdana nya nanti malam?

“Baiklah  mungkin ia sedang ingin pamer kemampuan aktingnya.” Ujar Hyo Rim pada dirinya sendiri.

 

000oooo000

 

 

Hyo Rim menuruni anak tangga dengan perasaan tak menentu, ia bingung haruskah ia turun dan makan malam bersama dengan Kyuhyun seperti biasa? Tapi setelah penjelasan Seunghwan tadi siang, Hyo Rim tak mungkin dapat bersikap seperti biasa di depan pria itu. Hyo Rim tahu, ia pasti akan bertingkah aneh nanti, tubuhnya seringkali mengkhianatinya, Hyo Rim tahu itu. Dan bagian buruknya, karena dulu mereka teman dekat, Kyuhyun juga  mengetahui kebiasaan Hyo Rim yang tak dapat menyembunyikan perasaannya. Tak mungkin juga Hyo Rim menanyakan langsung, Ayahmu bilang, kau mencintaiku, benarkah? Tidak, lagi-lagi Hyo Rim menggeleng keras, ia belum cukup gila untuk melakukan hal itu-Lagi.

Akhirnya Hyo Rim memilih memutar balik dan berjalan kembali ke kamar.Matanya hampir meloncat ketika melihat Kyuhyun baru saja keluar dari ruang kerjanya.

“Ah, kau di sini.Untunglah.Malam ini, kita makan malam di luar, Kajja!” Ajak Kyuhyun, Hyo Rim membeku di tempat, Kyuhyun berbalik dan menarik tangan Hyo Rim tanpa menunggu persetujuan gadis itu.

Kyuhyun mengemudikan mobilnya dengan kecepatan di bawah rata-rata, Hyo Rim melirik Speedometer dengan kening berkerut, 30 km/jam? Seingatnya Kyuhyun senang dengan kecepatan.

“Kenapa kita makan di luar?Lalu di mana Hwang Mi Young?”

“Aku bosan dengan makanan rumah.Dan kalau kuingat-ingat sejak menikah aku belum pernah membawamu keluar, karena itu aku sengaja tak mengajak Mi Young.”

Hyo Rim tak sanggup menahan mulutnya untuk tak terbuka.Apa ini dapat disebut kencan?

 

Uri-Kyuhyun sangat mencintaimu

Kalimat Seunghwan kembali terngiang di telinga Hyo Rim, inikah yang Seunghwan maksud dan apa artinya Kyuhyun sudah mulai membuka hatinya lagi?

 

000ooo000

Kami memilih makan malam di restoran khas meksiko. Aku tak keberatan, ah-sebenarnya aku tak banyak membantah ketika Kyuhyun mengusulkan akan makan dimana. Pertama karena aku tak begitu mengetahui tempat-tempat semacam itu, kedua….sudah kukatakan bukan otakku hari ini sedang cuti sejak siang tadi. Tapi, kurasa bukan hanya aku seorang yang memiliki gangguan dengan otaknya, sepertinya suamiku –err, aku berhak memanggilnya begitu, kan? –juga mengalami hal yang sama denganku.

Malam ini, Kyuhyun nampak berbeda.Ia tak lagi dingin dan bersikap seperlunya padaku. Kyuhyun kembali menjadi seperti sosok yang pertama kukenal di sekolah menengah.Ia kembali banyak bicara dan tak lagi menjaga jarak.

Bolehkah aku menganggap ketika Kyuhyun turun dan setengah berlari membuka-kan pintu mobil untukku termasuk salah satu perhatiannya untukku?Atau kalau hal itu tak masuk hitungan, bagaimana dengan Kyuhyun yang menarik kursi dan mempersilahkanku duduk dengan sikap yang cukup lembut, menurutku.Baiklah, Jung Hyo Rim mungkin sikap Kyuhyun tadi hanyalah sikap gentle yang Kyuhyun miliki, dan jangan mengait-ngaitkannya dengan penjelasan tak masuk akal Cho Seunghwan. Sadarlah, Hyo!

“Bagaimana wawancara dengan LK.Inc?”

Aku menggedikkan bahu asal, “Tak berbeda dengan sebelumnya,”

“Kau gagal lagi?”Tanya Kyuhyun dengan suara yang nyaris berteriak.

Aku mendelik kesal, kalau saja ia tahu alasan apa yang membuatku kembali ditolak bekerja di sana, mungkin sekarang ia akan berlutut minta maaf dihadapanku.Telingaku rasanya sudah bosan mendengar alasan, kami merasa segan memperkerjakan anda, Nona Jung, anda adalah menantu Tuan Cho. Pekerjaan ini tak akan cocok untuk anda. Berkali-kali penolakan bernada sama selalu kuterima, padahal dalam CV aku tak pernah mencantumkan dengan siapa aku menikah, tapi entah bagaimana caranya, mereka selalu mengetahuinya.

“Kau senang, syukurlah.”Balasku sinis.

“Bukan begitu, mana mungkin aku senang karena kau gagal wawancara.Aku hanya tak percaya.”

 

Aku membuang muka tak peduli, menyisir seisi restoran.Lampu-lampu yang di pasang di seluruh ruang berukuran sebesar bola sepak dan mengeluarkan cahaya kekuningan.Pertama kali menginjakan kaki ke dalam mataku sedikit berkunang-kunang namun lama-kelamaan aku merasa tenang sekaligus bersemangat.Membuatku merasa menjadi salah satu tokoh dalam telenovela-telenovela meksiko yang Komo sering tonton.

Seorang pramusaji berjalan melewatiku sambil membawa nampan penuh berisi makanan.Kukira ia sedang berada di akhir shift kerjanya, karena selain dandanannya yang tak lagi rapi, senyuman tak lepas dari wajahnya. Aku kenal senyum itu, senyum yang hanya timbul karena rasa tak sabar menanti jam pulang.Aku mendesah pelan, aku merindukan suasana seperti itu.“Ini pertama kalinya aku sulit mendapatkan pekerjaan—“

“Mungkin, ini artinya kau harus berhenti berusaha mencari pekerjaan.Menjadi ibu rumah tangga memangnya apa salahnya?”

Aku memekik tak percaya, “Kau memintaku mati kebosanan dan menua begitu saja?”

“Itu menurutmu, banyak perempuan-perempuan di luar sana yang menginginkan menjadi ibu rumah tangga seutuhnya dan meninggalkan pekerjaan mereka di luar.” Jelas Kyuhyun dengan senyum yang nampak aneh di mataku, ia seperti seorang kakak yang sedang merayu adiknya agar tak memakan permen lagi.

“Aku tak tertarik, tak ada yang bisa kulakukan di rumah.Semua sudah di ambil alih Lee ahjumma dan anak buahnya.”

“Kalau begitu, kau hanya perlu duduk manis menunggu ku pulang kerja.”

“Hah, yang benar saja!” Dengusku

“Memang apa yang salah, semua istri melakukan itu untuk suaminya.”

Yah, karena semua istri yang dibicarakan Kyuhyun tak memiliki suami sepertiku.Mereka menikah atas dasar cinta, tentu rutinitas seorang ibu rumah tangga tak akan membosankan bagi mereka, berbeda dengan kasusku.

Dapat kubayangkan hari-hariku kedepannya nanti. Kyuhyun tetap akan menjadi Kyuhyun yang sekarang, sama seperti satu bulan terakhir. Aku tak pernah tahu apa yang ia lakukan dalam ruang kerjanya, ia hanya akan keluar dari ruangan itu ketika waktu makan atau untuk mengambil pakaiannya di kamar. Selebihnya, Kyuhyun keluar di malam hari dengan mengenakan setelan resmi dan pulang ketika tengah malam. Pekerjaan kelelawar, Kyuhyun menyebutnya.Ia hanya menjelaskan, kegiatannya di malam hari adalah kegiatan penunjang untuk karier yang ia lakukan di siang hari.

Untunglah, satu bulan belakangan aku memiliki kesibukan sehingga tak memiliki waktu untuk menangisi suami yang teramat tertutup.Yah, aku sibuk mengirimkan lamaran.Dan kini, Kyuhyun memintaku menghentikan itu semua? Big No!

“Lagipula ada Mi Young yang siap menemanimu, cobalah berteman dengannya.”

Aku mencibir dalam hati, yang benar saja. Aku malas menanggapi saran Kyuhyun, karena itu aku tak begitu memerhatikan apa yang pria ini ucapkan.

Ini salah, kukira alasan Kyuhyun mengajakku pergi keluar karena benar-benar ingin memperbaiki hubungan kami dan membuat kami setidaknya nampak seperti suami istri sungguhan. Tapi sepertinya, ia hanya sedang berusaha membuatku menerima kehadiran Hwang Mi Young di rumahnya.

Selama satu bulan ini, aku tak pernah menanyakan  perihal siapa Hwang Mi Young dan untuk apa ia ada di rumah.Aku terlalu takut untuk mengetahui kebenaran.Dulu aku tak mempercayai pepatah yang mengatakan bahwa perempuan adalah makhluk yang lebih memilih berlindung dari kenyataan jika ternyata kebenaran itu hanya menyakitinya.Tapi kini aku menyadari, aku ketakutan.Aku takut jika ternyata Hwang Mi Young memang orang special bagi Kyuhyun.Karena itu, aku tak pernah lagi berusaha mencari tahu kebenarannya, sementara ini hidupku cukup sempurna.Setidaknya, setiap hari aku dapat melihat dan bersama orang yang kucintai.

Suara berisik mengusik lamunanku, dan kulihat beberapa pelayan retoran tengah berjalan menghampiri meja kami.Di belakang mereka berjalan seorang pria dengan kumis tebal mengenakan topi khas meksiko membawa cake dengan lilin-lilin kecil menyala di atasnya. Keningku berkerut semakin dalam karena mereka kini berdiri mengelilingku.Tatapan bingungku beradu dengan tatapan kemenangan Kyuhyun.Jantungku, jangan berulah sekarang, aku mohon. Pipiku semakin merona ketika Kyuhyun tersenyum dan membuat pendar kemerahan  di pipiku bertambah jelas.

“Happy Birthday to you~Happy Birthday to You!”            Salah satu pelayan mengambil alih cake di tangan pria berkumis, lalu pria itu bernyanyi dengan logat kental meksiko sambil menggoyang-goyangkan badannya. Seluruh pengunjung restoran kini mengikutinya, menyanyikan lagu ulang tahun dan bertepuk tangan. Kebingungan masih melandaku ketika cake ulang tahun berpindah di atas meja kami. Aku menatap bingung pendar lilin-lilin itu sambil menghitung jumlah mereka dalam hati. Dua puluh tiga, mungkinkah….memangnya sekarang tanggal berapa? Tiga pu –tidak mungkin!

“Selamat ulang tahun, Hyo!” Kata Kyuhyun pelan, “Make a wish.”

Dengan setengah kesadaran yang tersisa aku memejamkan mata sejenak sambil memanjatkan harapan, lalu meniup satu per satu lilin itu hingga padam.

Jika aku sedang bermimpi, maka tolong jangan pernah bangunkan aku, Tuhan.

000ooo000

Lampu kota nampak tengah menari-nari di mataku malam ini, kelebatan cahayanya seakan bergerak seirama dengan lagu Bounce- Jo Young Pil yang diputar melalui radio. Perlahan aku menyandarkan kepala ke jendela mobil yang tertutup, jemariku mengikuti bayang-bayang cahaya lampu yang terpantul di sana. Ini gila, aku merasa gila karena bahagia. Aku tak pernah mengira Kyuhyun akan menyiapkan pesta kejutan ulang tahun untukku, yang bahkan aku sendiri tak mengingat kalau hari ini ulang tahunku.

“Senang akhirnya melihatmu kembali tersenyum.”Kata Kyuhyun serentak menghentikan gerakan tanganku, aku menurunkan kedua tanganku kembali ke pangkuan dan menggigit bibir bawahku malu karena tertangkap basah sepert ini.

“Terima kasih untuk hari ini.”Cicitku masih sambil melihat keluar, ketika tak ada balasan aku menoleh dan mendapati Kyuhyun menepikan mobil dan mematikan mesin begitu saja.

Aku melihat sekeliling, kami bahkan belum keluar dari Cheondamdong dan Kyuhyun sudah berhenti.

“Kenapa berhenti?”

“Simpan terima kasih mu sebentar lagi, setelah ini aku baru mau menerimanya.” Kata Kyuhyun, ia sama sekali tak menghiraukan ku yang membuka dan menutup mulut kembali, kehabisan kata-kata karena bingung dengan sikap Kyuhyun yang tiba-tiba berubah.

Belum cukup kebingungan melandaku, Kyuhyun telah membuka pintu di sampingku dan mempersilahkanku untuk turun.Lagi-lagi aku tak kebal dengan perhatian dadakan seperti ini, mau tak mau aku tersipu dan menyambut uluran tangan Kyuhyun. Malam ini, ia membuatku merasa seperti istri sungguhan. Kami melangkah menuju pelataran toko masih dengan bergandengan tangan. Aku tak dapat mengira-ngira  kemana Kyuhyun akan membawaku. Jantungku berdegup kencang ketika langkah kami melamban ketika mendekati toko perhiasan.

Namun, Kyuhyun sama sekali tak menghentikan langkahnya dan membuatku melemas ketika toko perhiasan itu kami lewati begitu saja. Sepertinya Kyuhyun menyadari perubahan emosiku, ia menahan senyum geli namun genggaman tangannya semakin erat. Aku menatap heran tautan tangan kami.

Akhirnya kami berhenti di depan pintu sebuah bangunan satu lantai. Dua pertiga dinding dilapisi kaca transparan, namun sayang tak ada satu pun lampu yang menyala sehingga tak ada apapun yang terlihat selain bayangan samar lemari-lemari besar berjajar rapi. Selain itu, aku tak tahu apa yang ada di dalam bangunan ini.

“Apa yang kita lakukan disini?Sepertinya toko ini sudah tutup.”Tanyaku akhirnya ketika kami hanya berdiri diam seperti orang bodoh selama beberapa menit.

“Aku akan menunjukan sesuatu padamu, tapi sebelum itu bagaimana kalau kau melepaskan tanganku agar aku bisa mengambil kunci dan membuka pintunya?”

Aku mendengus sambil menghempaskan tangan Kyuhyun, yang benar saja memang siapa tadi yang menggenggam tanganku lebih dulu?

Kyuhyun memutar anak kunci berwarna tembaga dan begitu terdengar bunyi ‘Klik!’ pintu terbuka, aku masih berdiri seperti patung memerhatikan Kyuhyun yang masuk ke dalam begitu saja seakan ia memang sudah sering melakukannya. Kyuhyun menoleh, ia mendecak ketika aku tak mengikutinya begitu saja.

“Apa ini?Toko ini milikmu?” Tanyaku

Kyuhyun menarikku ke dalam, ia menekan saklar lampu yang entah berada di mana. Dan aku benar-benar lupa caranya untuk bernafas ketika cahaya memenuhi seluruh penjuru ruangan dan menampakkan apa yang ada dalam bangunan ini.  Lemari besar yang tadi kulihat dari luar tak lain adalah rak-rak berisi buku-buku. Aroma khas buku baru menguar begitu saja, memberikan ketenangan sendiri untukku.

“Hum, dulu semua ini milikku. Tapi, kini mereka milikmu.”Kata Kyuhyun dengan suara mengalun, tubuhku kaku ketika kurasakan kedua tangannya memeluk pinggangku dari belakang, “Saengil Chukae Mrs. Cho.”

 

TBC

 

6 Comments (+add yours?)

  1. blackjackelfsone
    Jun 26, 2015 @ 14:17:04

    Aduh sweet amat si kyupil! Knapa sih susah bet peka si hyorim! Wah itu brati siwon bukan homo! Tp dy lg nutupin prasaannya ke hyorim! Ditunggu next partnya

    Reply

  2. aryanahchoi
    Jun 26, 2015 @ 14:43:21

    gitu dong kyu ouh manis bgt q suka kyu yg kyk gini ke hyorim ffmu paling q tunggu diblog ini lho eon fighting

    Reply

  3. Monika sbr
    Jun 26, 2015 @ 21:03:13

    Woaahhhh…. Kyu mnis banget!!
    Semoga aja setelah ini dia mau jujur dgn perasaannya ke hyorim
    biar hyorim gak salah terus….

    Reply

  4. Novita Arzhevia
    Jun 27, 2015 @ 07:59:38

    Ini yg paling gw tunggu2, gitu dong Kyu romantis. .semoga Cuyun sifatnya tetap seperti itu, selalu manis dan bikin gw yg baca ni ff senyum2 kyak orang giLa. Ditunggu next partnya thor! Like this

    Reply

  5. lieyabunda
    Jun 28, 2015 @ 05:38:04

    hyorim kok masi ragu gitu yaa ama perasaan kyu……
    lanjut

    Reply

  6. Raemun Jung
    Jun 30, 2015 @ 21:23:48

    Romance binggo… huwa….

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: