First Meet : Twilight In Autumn

First Meet : Twilight In Autumn (Oneshoot)

 

Author             : Yaqazhan

Cast                 : Cho Kyuhyun, Han Young Ra, Shin Yoo Jin

Genre              : Romance

Rate                 : G

Lenght             : Oneshoot

Disclaimer       : Ini adalah Fanfic pertama yang aku terbitkan di blog ini dan murni buatanku sendiri, so kalau mau baca di persilahkan tapi ingat, jangan copast tanpa ijin, jangan plagiat, jangan ngaku-ngaku, dan lain-lain yang berkaitan dengan penjeplakan tanpa ijin, Arrachi? Just read, like, and coment. Happy reading all!!  

 

 

Langit bersinar cerah seolah turut merayakan kegembiraan dua pasang manusia yang telah mengikat janji suci mereka di hadapan semua orang yang turut menyaksikan peristiwa penting tersebut.Sang mempelai wanita tidak bisa menyembunyikan air mata harunya ketika sebuah cincin tersemat di jari manisnya dan kecupan di dahinya yang diberikan oleh pria yang telah menjadi pasangan hidupnya.Mereka tak menyadari jika sedari tadi seorang pria dengan wajah terluka menyaksikan semua itu di ujung pintu gereja. Kedua mata pria itu berkaca-kaca; tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. Gadis yang dicintainya telah menjadi milik pria lain.

“Shin Yoo Jin.” Panggilnya lirih.

Seolah mendengar panggilan itu, gadis yang berdiri di depan altar sana mengangkat wajah dan terkejut ketika ia melihat pria itu berdiri di jarak sepuluh meter darinya—menatapnya. Yoo Jin hampir berlari menghampirinya ketika pria itu menggeleng kemudia berbalik dan berjalan dengan kepala tertunduk. Kedua bahunya yang selalu terlihat kokoh hari ini justru merosot turun dan itu menyadarkan Yoo Jin jika ia telah melukai pria itu begitu dalam. Namun ia tidak bisa berbuat apa-apa. Air matanya meleleh turun, menatap punggung pria itu yang semakin menjauh.

“Kyuhyun Oppa, mianhaeyo…”

 

 

***

 

 

 

Kyuhyun menatap langit senja musim gugur di atasnya yang berwarna oranye keunguan. Entah mengapa kakinya berhenti di tempat ini setelah ia meninggalkan tempat itu. Ia sedang tak ingin pulang hari ini, meskipun tubuhnya sangat lelah akibat terlalu lama duduk di dalam pesawat. Seharusnya tadi ia tidak datang ke tempat itu dan menyaksikan semuanya, mungkin hatinya tidak akan merasakan sakit seperti ini. Dan seharusnya ia tidak kembali ke Seoul jika kesabaran yang ia lakukan selama empat tahun terakhir justru menghasilkan kekecewaan tanpa dasar di hatinya. Kyuhyun teringat ketika pertama kali ia bertemu dengan gadis itu.

 

“Chogi… kau meninggalkan ini di tokoku.” Seorang gadis dengan napas terengah-engah dan penampilan berantakan menghentikan langkahnya setelah menepuk bahunya terlebih dahulu.Gadis itu menyerahkan sebuah bolpoin berwarna hitam kearahnya.“Eoh, Kamsahamnida.” ujarnya seraya mengambil bolpoinnya dari tangan gadis itu. “Kenapa kau mau repot-repot mengejarku hanya untuk mengembalikan benda ini?” tanya Kyuhyun. Ia memutar kepalanya melihat kearah datangnya gadis itu dan sedikit terkejut ketika melihat toko kaset langganannya berada di ujung jalan. “Toko itu kan cukup jauh dari sini.” Gumamnya yang tanpa sadar terlalu keras hingga terdengar ke telinga gadis itu.

“Aku melihat benda itu selalu berada di tanganmu sejak kau memasuki tokoku, dan aku pikir kau akan membutuhnkannya nanti, dan kalaupun tidak, aku harus tetap mengembalikannya karena itu milikmu.” Jawab gadis itu seraya tersenyum, menampilakn celah kecil dikedua ujung bibirnya menambah kesan manis di wajahnya.

Untuk sesaat Kyuhyun tak dapat berkata apa-apa. Senyum gadis itu seolah menghipnotisnya dan membuatnya tidak sadar jika sedari tadi tengah melambaikan tangannya di depan wajahnya. “Ka-kalau begitu, terima kasih sekali lagi.” ujarnya dengan sedikit tergagap.Gadis itu mengangguk sekali.“Nde.Aku harus segera kembali.Annyeong.” lalu berbalik dan sedikit berlari meninggalkan Kyuhyun yang masih mematung di tempatnya.Kemudian seperti tersadar Kyuhyun berteriak.“Hey, siapa namamu?” “Shin Yoo Jin.” Balas teriak gadis itu.

 

Hari itu ia pikir, ia telah jatuh cinta pada gadis bernama Shin Yoo Jin itu, dan bertekad akan menemuinya di keesokkan hari. Ia selalu berusaha mencari alasan sepele untuk berkunjung ke took gadis itu dan membeli tiga atau empat kaset yang sudah ia beli sebelumnya. Namun iasadar, ia tidak bisa terus-menerus menggunakan kaset sebagai alasan. Maka, dengan mengumpulkan keberaniannya ia mengutarakan keinginannya pada gadis itu.

 

“Yoo Jin~ssi, ayo kita pacaran.” Yoo Jin menghentikan kegiatannya menghitung uang di kasir saat mendengar ajakan yang terdengar seperti pernyataan dari pria di hadapannya.Ia menatap kedua bola mata berwarna hitam pekat milik pria itu, berusaha mencari keyakinan yang terdapat di sana dan ia mendapatkannya. Yoo Jin menundukkan kepala lalu mengangguk pelan dengan rona merah yang menghiasi wajahnya.

 

Kyuhyun tersenyum mengingat kenangan itu.Selama dua tahun mereka lalui bersama sebagai pasangan kekasih.Semuanya terasa begitu sempurna.Selama kurun waktu itu, mereka tidak pernah bertengkar karena masalah sepele.Yoo Jin selalu mengerti bagaimana sifat Kyuhyun dan selalu mau mengalah.Hingga suatu hari Kyuhyun dihadapkan pada pilihan yang sulit.

 

“Hanya empat tahun. Setelah itu aku akan kembali dan menikahimu. Kau mau menungguku kan, Jin~ah?” tanya Kyuhyun dengan memegang kedua bahu Yoo Jin, saat ini mereka berada di bandara Incheon. “Ne Oppa.Aku akan menunggumu.”“Yaksok?” Kyuhyun mengulurkan jari kelingkingnya ke depan wajah gadis itu. Yoo Jin tersenyum sedih lalu mengaitkan jari kelingkingnya pada jari kelingking Kyuhyun.“Yaksok.”“Baiklah, aku pergi dulu.Jaga dirimu baik-baik.Saranghae Shin Yoo Jin.”Kyuhyun mengacak-acak rambut Yoo Jin sejenak kemudian berbalik, berjalan menyeret kopernya menuju ke terminal keberangkatan.

 

 

Ia kembali menatap langit, gemericik aliran air sungai Han menjadi satu-satunya suara yang terdengar di tempat ini. Mungkin, jika ia kembali satu tahun lebih awal, gadis itu telah menjadi miliknya sekarang. Kenapa penyesalan itu selalu datang di akhir cerita?

Kyuhyun merasa bangku yang didudukinya sedikit bergoyang, tanda seseorang duduk disebelahnya, dan ia tak peduli. Ia masih menatap langit yang hampir menggelap dan burung-burung yang beterbangan diatas mereka.

Ige.” Sebuah permen lolipop rasa strawberry di ulurkan seseorang disebelahnya kearahnya. Kyuhyun mengangkat alis bingung menatap permen itu lalu menoleh ke samping. Seorang gadis dengan penampilan yang aneh; dress putih selutut, sepatu kets, dan ransel sedang tersenyum dengan satu batang permen lolipop di mulutnya. Gadis itu menunduk melihat penampilannya lalu tertawa canggung.

“Aku baru saja mengacaukan pernikahan sepupuku.Haaah… mereka itu, aku sudah berkali-kali mengatakan kalau aku tidak mau pendamping, tapi mereka tetap saja memaksaku.” Kyuhyun tidak menanggapi ocehan gadis itu, tapi ia mengambil permen lolipop yang masih diulurkan kearahnya dengan wajah datar, lalu membuka bungkusnya dan memasukkan permen itu ke mulutnya.

 

Rasa manis strawberry langsung memenuhi indera pengecapnya dan itu sedikit membuat suasana hatinya membaik. Gadis itu tersenyum lagi tersenyum ketika Kyuhyun mengambil permen lolipop dari tangannya.Ia mengayunkan kakinya seraya menatap langit.

“Sore yang cerah ya. Aku biasa menghabiskan sore-ku dengan memandangi langit.Aku suka langit senja.Warnanya indah terutama saat musim semi, dimana bunga Sakura dan daun Maple mekar dan tumbuh.Sayangnya, musim semi telah berlalu dan aku tidak begitu menyukai musim gugur yang menjatuhkan kelopak bunga Sakura dan daun Maple dari pohonnya.” satu kata untuk mewakili gadis ini dipikiran Kyuhyun, “Cerewet”, dan Kyuhyun tidak suka gadis yang cerewet. Biasanya dia akan langsung pergi jika berdekatan dengan gadis seperti itu. Karena menurutnya, gadis yang banyak bicara adalah salah satu dari beberapa hal yang menyebalkan. Tapi entah apa alasannya, ia masih betah duduk disini dan mendengarkan kecerewetan gadis itu. Mungkin faktor patah hati?

 

Hey, mengingat patah hati, saat ini Kyuhyun sudah lupa dengan itu. Sekarang yang ada dipikirannya adalah gadis disampingnya ini yang tidak berhenti berbicara tentang musim dan pernikahan sepupunya.Ada sedikit perasaan terluka ketika mendengar pernikahan yang di singgung gadis itu, tapi hal itu sudah tidak begitu mengusiknya.Ia hanya tertarik dengan cara gadis itu berbicara dan bercerita. Sepertinya kecerewetan gadis itu membuatnya lupa dengan kejadian hari ini.

 

“… Sepupuku itu bodoh ya! Kenapa dia mau menikah dengan si monyet mesum itu?Jelas-jelas aku tidak menyukainya. Seharusnya dia menikah dengan pria lain saja! Yang lebih tampan dan tidak mesum seperti monyet itu! Sudah pendek, mesum.Menyebalkan!”Kyuhyun tersenyum kecil mendengar umpatan gadis itu.Ia menggigit-gigit ujung batang lolipopnya yang sudah habis, lalu menggerakkan kepalanya ke samping ketika mendengar gadis itu menghela napas. Ia mengamati wajah gadis itu. Cantik.Gadis itu cantik, bukan definisi cantik seperti gadis lainnya, tapi lebih kepada menawan.Terlebih dengan penampilan seperti itu—lupakan tentang kets dan ranselnya, juga lolipop yang mengganggu itu. Terlepas dari ketiga benda itu, ia terlihat lebih dari cantik. Rambutnya yang berwarna coklat gelap ditata menyamping dengan hiasan bunga-bunga krisan kecil di sepanjang tatanannya, bulu mata yang lentik (tanpa bulu mata palsu tentunya), juga bibirnya yang tipis.Bibirnya yang tipis.Kyuhyun menggelengkan kepala.Ia pasti sudah gila. Belum ada satu hari patah hati, ia sudah terpesona oleh bibir gadis lain.

 

Tiba-tiba gadis itu menoleh kearahnya dan tersenyum.

“Omong-omong, siapa namamu? Namaku Han Young Ra.” Sekarang bukan hanya terpesona oleh bibirnya tapi juga mata berwarna coklat hazel milik gadis itu, hingga ia tidak sadar jika telah menyebutkan namanya. “Kyuhyun. Cho Kyuhyun.” Gadis itu kembali tersenyum lalu berdiri di hadapannya.“Kalau begitu sampai berjumpa lagi, Cho Kyuhyun.”

Ia masih terdiam di tempatnya ketika gadis itu pergi, lalu memutar kepala mengamati tubuh gadis itu yang sudah jauh.

 

 

FIN

 

 

Fuuaaah, selesai. Gak tau deh tanggepan kalian untuk cerita yang gak jelas ini.Aku sendiri ngerasa aneh hahahaha. As usual, sorry for typo’s anywhere. Kekekekeke. One more time, don’t forget to like and coment.

4 Comments (+add yours?)

  1. Gaemotional Cho
    Jul 02, 2015 @ 15:22:16

    Ini nggak ada sequelnya? Ending nya gantung banget thor :3 Kalau di bikin chapter keknya menarik :3

    Reply

  2. Nikyu
    Jul 02, 2015 @ 20:28:52

    Apa!!udah end,btuh sequel dah nie ff..

    Reply

  3. shoffie monicca
    Jul 03, 2015 @ 07:03:50

    gntung endingnya author bkin sequel donk..

    Reply

  4. Hi Bee
    Jul 17, 2015 @ 15:06:31

    Squel dong author…
    Please,itu kalau dilanjut pasti seru..

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: