MELTED

melterd

MELTED

Original Story by : Alicia Kim

Inspired by : I Know – Im Not the Only One 

Created and Edited by : Ririn Setyo

Find it also in : http://www.ririnsetyo.wordpress.com and  http://www.kireinara89.wordpress.com with different cast and Kim Super Story with different length

One Shot (PG – 15)

“Dan aku rela mati jika aku menyiayiakanmu… malaikat-ku.” —- Choi Siwon.

Memandangi sosok pria tampan yang ada di hadapannya, adalah hal yang paling menyenangkan untuk seorang Song Jiyeon. Sejak sang pria menjadi hal pertama yang Jiyeon lihat saat wanita itu membuka mata di awal harinya sejak 2 tahun silam, sejak sang pria menyematkan marga keluarganya di depan nama wanita itu, dalam janji suci atas nama cinta yang di tuliskan Tuhan untuk mereka berdua.

Tak tahan hanya melihat, Jiyeon pun sudah mendaratkan bibirnya di wajah laki-laki yang terpahat nyaris tanpa cela. Menghujani dengan kecupan singkat di kening, hidung dan pipinya. Mengurungkan niat untuk menautkan bibir mereka, kala sepasang mata coklat dengan pandangan yang mampu membuat Jiyeon mabuk kepayang pada akhirnya terbuka. Menangkap basah Jiyeon yang hanya bisa diam dalam kerjapan mata yang terlihat sedikit terkesima.

“Selamat pagi “

Jiyeon hanya mampu tersenyum kaku tanpa kata, membiarkan laki-laki itu menarik tengkuknya, menautkan bibir mereka yang tertunda dalam kecupan hangat berbalut lumatan panjang yang membuat Jiyeon terlena dan terpedaya. Tenggelam dalam pesona pria tampan yang kini bahkan sudah menelusupkan jemarinya ke balik selimut satin yang menutupi tubuh Jiyeon, mengubah posisi hingga Jiyeon berada di bawah kuasanya.

“Itu hukuman karena kau sudah menciumku diam-diam,” bisik laki-laki itu tepat di telinga Jiyeon dengan suara seraknya yang rendah, membuat Jiyeon tertawa pelan seraya mendorong bahu bidang laki-laki yang hampir saja kembali menghimpit tubuhnya seperti tadi malam.

“Eoh! Kenapa selalu aku yang salah?” Jiyeon merajuk, menekuk bibir tipisnya hingga membuat Siwon kembali tergoda untuk mengecupnya. “Semalam kau juga menyalahkanku, padahal kau yang menginginkannya.”

Siwon tertawa seraya beranjak dari atas tubuh polos Jiyeon yang hanya tertutup selimut satin berwarna putih, meraih handuk di atas nakas tepat di samping ranjang yang di siapkan Jiyeon semalam untuk menutupi bagian tubuh yang perlu di tutup, berjalan pelan menuju kamar mandi. Namun langkah Siwon terhenti tepat di depan pintu kamar mandi, menoleh menatap Jiyeon yang terlihat masih terlalu malas untuk bangkit dari peraduan.

“Karena semua yang ada pada dirimu selalu membuatku tergoda,” Siwon memberi jeda pada ucapanya. “Dan aku rela mati jika aku menyiayiakanmu… malaikat-ku.”

*****

“Hemm – Blueberry pancake buatanmu selalu menjadi favouritku,” ucap Siwon sesaat setelah menghabiskan sarapannya, menelan sebutir vitamin yang Jiyeon sodorkan padanya.

“Aku tahu! Kau sudah terlalu sering mengatakan hal itu,” Siwon hanya terkekeh seraya mengerakkan jemarinya, mengusap sudut bibir Jiyeon yang terdapat sisa pancake di sana.

“Eoh! Sepertinya aku akan pulang terlambat hari ini, kau tahu kan,—-“

“Rapat rutin di awal minggu.” saut Jiyeon memotong kalimat Siwon, membuat laki-laki itu mengangguk untuk mengiyakan ucapan sang istri.

“Itu sudah kewajibanmu sebagai presiden direktur dan kewajibanku adalah menunggu di rumah hingga kau pulang,”

Jiyeon bangkit dari bangku yang di dudukinya, membantu memasangkan jas hitam ke tubuh tinggi Siwon yang tegab sempurna. Membuat Jiyeon mendapatkan satu kecupan hangat di sudut keningnya, pelukan erat yang menenangkan dari Siwon sebelum laki-laki itu berlalu menjauh. Meninggalkan Jiyeon yang melambaikan tangannya di belakang sana, tersenyum cantik mengiringi kepergian mobil Dark Blue Siwon yang mewah meninggalkan peraduan mereka.

Namun di detik yang hampir sama sesaat setelah mobil Siwon baru saja hilang di balik pintu pagar yang berdiri tinggi menjulang, senyum Jiyeon seketika menghilang berganti dengan tatapan sendu penuh pesakitan yang mendatangkan butiran crystal di ujung soket matanya yang bening. Memandang lurus-lurus sosok yang perlahan namun pasti telah berhasil membunuh harinya, mendorongnya ke dalam jurang yang beku tanpa mampu untuk kembali bangkit berdiri.

“I know im not the only one,” Bisik Jiyeon ditengah isaknya yang samar terdengar.

Jiyeon membenci hari ini di minggu yang sama, walau nyatanya dia telah melewati puluhan hari di tiap minggu dalam rotasi waktu yang sama, namun rasa benci itu tak juga pernah mampu dihilangkan. Hari dimana Siwon selalu pulang larut malam, bahkan tidak pulang sama sekali dengan alasan rapat rutin yang dia lakukan bersama stafnya di kantor. Rapat yang selalu Jiyeon yakini tidak pernah ada, karena yang Jiyeon tahu dari Yoonhee —-sekertaris Siwon—- rapat rutin yang Siwon maksud hanya diadakan di akhir bulan bukan di awal bulan seperti ini.

Jiyeon membalikkan tubuhnya, menyambar kunci mobil di atas nakas seraya menghapus airmata brengsek yang membuatnya terlihat kalah. Wanita itu melebarkan langkahnya menuju mobil biru yang terparkir di depan serambi, memutuskan untuk menuntaskan urusan yang belum selesai antara dirinya dan Choi Siwon. Urusan yang Jiyeon anggap harus mereka tuntaskan secepatnya, urusan buah dari rasa curiga Jiyeon yang semakin tumbuh subur, sejak mendapati pesan singkat penuh cinta di handphone Siwon dari seseorang yang Jiyeon yakini adalah seorang wanita idaman lain.

 

Siwon menghianatinya!

 

Jiyeon menghidupkan mesin mobil, menekan pedal sedalam mungkin hingga mobilnya melaju kencang membelah jalanan kota Seoul. Mengunakan bantuan GPS yang terdapat pada mobil Siwon, Jiyeon berhasil mengikuti mobil Siwon hingga terparkir di sebuah café mewah yang kini ada di depannya. Tangan Jiyeon terkepal kuat hingga buku-bukunya memutih, memandang Siwon yang kini tengah memeluk mesra seorang wanita yang tidak Jiyeon kenal. Wanita yang Jiyeon yakini sebagai pengirim pesan cinta untuk suaminya. Jiyeon menarik nafasnya yang terasa mulai sesak, mendapati jika kecurigaannya selama ini benar adanya.

Dengan langkah tertatih nyaris terhuyung Jiyeon menghampiri Siwon, berdiri memaku di dekat meja dimana Siwon kini sedang asik menciumi wajah wanita itu, seperti yang laki-laki itu sering lakukannya padanya. Tangan Jiyeon yang sedikit bergetar perlahan bergerak, menyentuh pundak Siwon hingga laki-laki itu menghentikan kegiatannya, berpaling dan seketika pupilnya melebar dalam balutan rasa terkejut yang terbaca sangat nyata di wajahnya yang perlahan memucat.

“Ji… Jiyeon?”

Seperti laki-laki pada umumnya yang tertangkap basah bermain api di belakang sang istri, kini Siwon pun tergagap, berdiri dalam kepanikan seraya merangkai puluhan kata manis untuk menjelaskan hal yang jelas-jelas tidak memerlukan penjelasan apapun.

“Siapa dia?” tanya Jiyeon dengan suaranya yang nyaris bergetar, mengepalkan tangannya semakin kuat saat Siwon justru menarik tangannya untuk keluar dari café.

*****

Jiyeon menghembuskan nafasnya kasar, berusaha keras menahan buliran airmata yang dengan sialnya sudah mulai berkumpul di pelupuk matanya. Sapaan angin dingin di awal musim dingin, semakin membekukan hati Jiyeon hingga wanita itu merasa jika nyawanya baru saja terlepas dari raga. Menatap laki-laki yang membuat hatinya tersayat, merentas di tiap incinya dengan semua penghianatan yang sudah dilakukan laki-laki itu pada pernikahan mereka.

“Jiyeon ini tidak seperti yang kau lihat,”

“Lalu seperti apa yang seharusnya aku lihat, Choi Siwon?”

“Aku bisa menjelaskannya.”

“Jelaskan!” Jiyeon memandang Siwon datar, mengejar kemanapun mata laki-laki itu bergerak untuk bersembunyi dari tatapan sakitnya saat ini.

“Dia….“

“Oppa!”

Ucapan Siwon terputus saat wanita yang ada bersamanya di dalam café, kini sudah berdiri di sampingnya. Merangkul lengan dengan tatapan tak suka yang wanita itu layangkan pada sosok Jiyeon yang memaku, hampir tak punya daya untuk sekedar berdiri di atas kedua kakinya yang semakin mati rasa.

“Siapa dia?” wanita itu bertanya dengan bergelayut manja di lengan Siwon.

“Kau siapa?” Jiyeon balas bertanya.

“Aku kekasih Siwon oppa.

 

Cukup!

 

Jiyeon sudah tidak punya kekuatan untuk berada dikeadaan ini lebih lama, dengan airmata yang nyaris saja tumpah Jiyeon melepaskan cincin pernikahannya. Mengembalikannya dalam genggaman Siwon lalu segera membalikkan tubuhnya, meninggalkan Siwon yang memanggil namanya, meninggalkan semua goresan kisah manis yang sempat terangkai indah bersama Siwon dibelakang sana.

Jiyeon menghentikan langkahnya tepat sebelum menarik knop pintu mobilnya, menatap sekali lagi sosok Choi Siwon untuk yang terakhir kalinya. Menatap sosok laki-laki yang sangat dicintainya, menatap sosok laki-laki yang menghianati cintanya dengan sangat sempurna, menatap laki-laki yang kini terlihat terbatuk dengan pijakan kaki terhuyung, Jiyeon tersenyum dingin seraya bergumam pelan.

Welcome to the Hell, Choi Siwon!”

Ucap Jiyeon seraya menatap botol putih bertuliskan vitamin dalam genggaman, botol yang sejatinya sudah Jiyeon ganti dengan capsul racun mematikan yang Siwon konsumsi beberapa jam yang lalu.

Dan tepat setelah selang beberapa detik berlalu, saat Jiyeon sudah kembali menarik gas mobilnya dengan kecepatan penuh, sosok Siwon pada akhirnya ambruk di lantai. Memuntahkan cairan merah pekat kehitaman dari mulut dan hidungnya di atas pangkuan wanita yang sudah menangisi laki-laki itu. Tangisan yang berubah menjadi teriakkan histeris, saat pada akhirnya tubuh Siwon semakin membiru, diam membeku, sesaat sebelum terbujur kaku tak bernyawa.

~ THE END ~

Thanks to : Annesa Kirana untuk ceritanya yang menginspirasi

Enjoy

 

5 Comments (+add yours?)

  1. ichul
    Jul 02, 2015 @ 18:50:11

    Ini cerita bener2 menipu, astaga!!!!
    Heart attack bacanya…

    Reply

  2. lailynurfauziyah
    Jul 02, 2015 @ 21:50:13

    ehemmmm.. dikira genrenya fluff >< ternyata….
    Good^^

    Reply

  3. Lulu cho
    Jul 05, 2015 @ 14:59:02

    Aku tertipu thor. Ini cerita jahat banget. Good job 😄😄

    Reply

  4. Gaemotional Cho
    Jul 09, 2015 @ 12:05:42

    Ini keren thor (y) Kok respon dikit yah? Padahal ff ini keren pake banget malahan xD

    Reply

  5. Angelica SparKyu Sakurada
    Jul 11, 2015 @ 21:51:09

    udh gk tahu mo coment apa asli speechless :O
    gw pikir jiyeon yg jd korban gk taunya dia milih jd tersangka daebak (y)

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: