A Friendly Hello From Michigan

a-friendly-hello-from-michigan

“If you see me driving along having an arguement with myself, I’m actually disputing the route my GPS guru has chosen.”

 

 Previous Part:

Broken Arrow

Greetings From Bakersfield

 

 

Michigan, Chicago.

The Upper Penninsula

America.

 

.

.

 

HAN CHEONSA yang sarkas tidak menyukai Lee Hyukjae yang playboy. Itu adalah kesimpulan dari Heechul, ketika wanita berambut nilon itu menatap Hyukjae dengan tidak suka setelah dia mendengar alasan pria playboy itu tidak bisa bergabung dengan perburuan mereka hari ini. Apa lagi kalau bukan mengencani wanita?

Dia baru saja berkenalan dengan seorang gadis Asia yang ditemuinya disebuah restoran cepat saji yang tidak jauh dari tempat penginapan mereka selama di Michigan. Dan ketika hari ini Cheonsa bertanya dari balik file-target pembunuhanya, Hyukjae berkata dia tidak bisa ikut beraksi hari ini.

Mungkin itu yang membuat mood wanita psychopath ini berubah 180 drajat, dari boneka Barbie yang cantik menjadi boneka Chukky yang menyeramkan. “Kau tidak bisa berdiri disana, dan bersikap seperti bos dengan membiarkanku menggeret mayat yang kau ledakan ini sendirian.” Ini benar-benar menyebalkan bagi Heechul—sudah seharusnya dia tidak mengajak Cheonsa, dan membiarkan dia yang melakukan pembunuhan hari ini sendirian.

Membawa wanita gila itu dalam kondisi hatinya yang buruk, benar-benar merepotkanya. Padahal dia sudah membayangkan untuk cepat pulang ke motel dan mengajak Heebum untuk makan malam bersama di sebuah restoran yang paling enak di Michigan. Bukanya mengurus wanita gila ini yang sepertinya sedang dilanda rasa cemburunya. Oh dasar wanita, umpatnya dalam hati.

“Tapi aku sudah mengeluarkan ususnya? Aku yang membunuhnya, bukankah sekarang kau yang harus membersihkanya?” Heechul memasang senyum semanis yang dia bisa ketika Cheonsa membalas ucapanya, berusaha setenang mungkin untuk tidak menenggelamkan wanita psychopath itu ke danau Michigan bersama mayat yang sekarang tengah di seretnya.

Cheonsa duduk di belakang kemudinya, membiarkan Heechul memasukan sisa-sisa serpihan tubuh korban mereka ke kantung jenazah yang berada di bagasi mobil sewaan mereka. “Menurutmu, apakah kencan mereka akan berjalan dengan lancar?” suara Cheonsa yang mengejutkanya dari kursi depan membuat Heechul mengaduh kesakitan setelah kepalanya terbentur oleh kap mobil dan wajahnya hampir terjatuh ke atas mayat itu.

“Jika kau benar-benar mengkhawatirkan si playboy tengik itu bermain di belakangmu, mengapa kau tidak potong saja penisnya? Lalu dia tidak akan bermain dengan siapa-siapa lagi disepanjang hidupnya.” Cheonsa menarik matanya dengan tertarik—jika orang lain akan menganggap saran Heechul tadi sebagai sebuah lelucuan, maka Cheonsa akan melihat itu sebagai sebuah peluang untuk menyalurkan hobinya—membunuh orang.

.
“Aku bingung dengan hubungan kalian—kalian selalu bertengkar tapi kalian bersikap kesetanan setiap kali salah satu di antara kalian berkencan dengan orang lain.” Seru Heechul dengan satu tangan yang masih berlumur darah. “Tidak juga, aku bersikap seperti ini karena dia tidak mau ikut ke perburuan kita hanya karena seorang gadis yang baru dikenalnya.” Sanggah Cheonsa sambil menggigit pretzel-nya yang sudah mulai mendingin karena dia disibukan dengan adegan membunuhnya tadi. Michigan adalah tempat terbaik untuk membunuh orang dan memakan pretzel, pikirnya.

Satu tangan Cheonsa masih sibuk mengendalikan kemudi, dan satu tanganya lagi menekan tombol radio dengan pisau lipat bergigi tajam. “If you see me driving along having an arguement with myself, I’m actually disputing the route my GPS guru has chosen.” Ucapnya seperti mengerti tatapan Heechul mengapa dia mengganti arah perjalanan mereka.

Heechul menatap wajah Cheonsa yang masih berlumuran darah dengan beberapa serpihan tubuh dari korban yang dibunuhnya. Bagaimana tidak, ketika memasuki tempat pembunuhan—Cheonsa dengan tenangnya berjalan ke arah target mereka dengan membawa pisau gergaji yang entah di dapatnya darimana sebelum dia membabibuta mencabik-cabik tubuh korban mereka hingga tidak berbentuk. Benar-benar wanita gila.

Cheonsa menepikan kendaraan mereka ke sisi jalan Michigan yang tidak terlalu ramai, hanya beberapa orang tua berjalan kaki di sana dengan mata buram mereka. Jadi tidak ada masalah, membuang mayat itu ke tepi danau Michigan yang dipenuhi oleh daun-daun oak yang berguguran dari sana.

Tanpa memperdulikan Heechul yang masih memulai kuliah panjangnya tentang hubungan Cheonsa dan Eunhyuk, wanita pyscho itu sudah menendang kantung jenazah tersebut dengan satu kakinya, sebelum kantung jenazah itu akhirnya tenggelam di dalam danau Michigan yang tenang.

“Baiklah, tinggal satu target pembunuhan lagi sebelum aku bisa memandikan Heebum di bathub dengan pasir Michigan.” Celoteh Heechul dengan semangat, sebelum Cheonsa melemparkan kunci mobil ke arahnya. “Aku ada urusan—kau bisa membunuh sendiri, dan itu akan menyenangkan.” Ucapnya sambil menunjuk ke arah lambang motel yang mereka tempati, yang berjarak beberapa langkah dari tempat mereka berdiri.

“Kau tidak akan memotong penis Hyukjae, kan?” Cheonsa hanya tersenyum dingin sebelum berlari ke arah motel itu dan meninggalkan Heechul disana. “Jika kau memotongnya! Pastikan kau mengawetkan penisnya untuk aku pajang dirumah kita!” jerit Heechul dengan tawa bahagianya.

Cheonsa berlari menyusuri tangga tua yang terdapat di motel itu, satu tanganya tanpa sadar masih memegang pisau lipat yang belum dilepasnya sejak di mobil. Dia membuka pintu kamar itu dengan cepat dan—

“ARRRGGHHHH LEE HYUKJAE!!” suara jeritan seorang gadis memenuhi ruangan itu, gadis yang sedaritadi berada dipelukanya, berlari dengan panik dan histeris setelah melihat Cheonsa membuka pintu kamar motel mereka dengan pisau lipat di tanganya di ikuti wajah yang berlumuran darah serta serpihan kecil tubuh manusia yang mengotori rambut dan pakaianya.

“WANITA GILA APA YANG KAU LAKUKAN?” jerit Hyukjae dengan kesal setelah melihat Cheonsa tertawa puas karena berhasil menghancurkan kencan panasnya dengan gadis Asia itu. “I could be melting, Hyukjae.” Bisiknya dengan nada mengejeknya sebelum berjalan dengan tenang ke arah sofa tempat Hyukjae berada, lalu menghempaskan tubuhnya di samping Hyukjae.

“Aku hanya menggertak, aku tidak tahu bahwa penampilanku semenyeramkan itu.” godanya sambil membuang serpihan usus yang masih berada di pundaknya sejak tadi. “I don’t know how that smell got here, but here we are.” Ucapnya sebelum Hyukjae memprotes bau anyir darah di tubuhnya.

Hyukjae menatap Cheonsa dengan geram, tapi dia tahu bahwa dia tidak akan pernah bisa menang dengan wanita psychopath itu. Jadi yang dia lakukan adalah duduk di sampingnya, dan bergabung denganya dalam keheningan dengan TV yang masih menyiarkan berita penemuan mayat atas nama Choi Siwon.

Cheonsa menatap berita itu dengan serius sebelum akhirnya dia menjatuhkan kepalanya ke pundak Hyukjae, dan memecah keheningan disana dengan kata-katanya, “Apakah menurutmu mereka akan menayangkan bahwa penisnya terpotong 10 bagian?” tanyanya dengan suara polos, sebelum Eunhyuk menarik tubuhnya ke dalam pelukanya diikuti tarikan nafasnya yang kesal.

“Dasar wanita psychopath sialan.” bisiknya sebelum mengecup rambut Cheonsa yang berbau anyir darah dengan lembut.

.

.

.

-END OF A FRIENDLY HELLO FROM MICHIGAN-

.

.

.

I’m in love with this series lol

LOVE IT. MEAN IT.

ijaggys

2 Comments (+add yours?)

  1. itsmevt
    Jul 18, 2015 @ 21:04:26

    Di series ini Cheonsa prever ke Hyukjae ya? TT unni, di seri berikutnya kasih dikit atuh romance-nya :3 kasih CheonHae moment :3 aku kangen.

    Oh ya, ini series ff tergila yang pernah aku baca, haha, Cheonsa dan segenap orang di ff ini psyco semua kayanya :3 ngebayangin di dunia nyata, serem banget.

    Dan ff ini kurang panjaaaaang :3
    unni, semangat buat ff selanjutnya aku tetep CheonHae!

    Reply

  2. Trackback: Howdy From Buffalo | Superjunior Fanfiction 2010

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: