Hurt Happiness in the End [3-END]

 

Author : Syoocachoi

Title : Hurt Happiness in the End ‘Part 3’

Cast : Cho Kyuhyun ‘Super Junior’

           Kim Saeyoon ‘OC’

           Han Yaerim ‘OC’

           Kim Jungyoung ‘OC’

           Others

Genre : Sad, Hurt, Angst, Married Life

Rated : PG15

Lenght : Threeshoot

 

makasih udah baca, tinggalin jejaknya…

 

 

“Ahjjuma, aku dapat Saus Asamnya…”. Ujar Saeyoon sambil menyodorkan barang yang ia temukan saat berbelanja.

 

“Saeyoon-ah, tapi sudah tiga kali kau mengambil saus yang sama”. Saeyoon hanya menunduk. Bahkan ia tidak bisa mengingat bahwa ia sudah menemukan Saus itu.

“Mianhae”. Sesal Saeyoon.

 

“Anniyo, gwaenchana, sudahlah kau tunggu disini saja, biar aku yang mencari bahan makanannya”. Ujar Han Ahjjuma lalu pergi.

 

“Oppa!! Kau ini, aku malu, ini tempat umum”. Saeyoon menoleh ketika mendengar keluhan manja seorang wanita. Dan detik itu pula ia menyesal telah mengalihkan pandangannya pada pasangan harmonis yang sedang mendorong trolley dengan tangan prianya senantiasa melingkar pada pinggang wanitanya dari belakang.

 

“Saeyoon-ah.. aku sudah…”. Han Ahjjuma berhenti berbicara saat ikut menyaksikan kemesraan pasangan yang ia yakini akan menjadi tangisan Saeyoon di malam hari. Kedua pasangan itupun terkejut mendengar nama yang tidak asing disebut. Dengan segera sang pria melepas pelukan pada pinggang wanitanya.

 

“Saeyoon?”. Mendengar namanya di panggil Saeyoon dengan reflek membungkukan badannya.

 

“Annyeong Kyuhyun-ssi, Annyeomg Yaerim-ssi, apa kabar?”. Tanya Saeyoon canggung.

 

“B..baik…, kau sedang apa disini?”. Tanya Kyuhyun pada Saeyoon.

 

“Aku… aku selalu menemani Han Ahjjuma berbelanja”. Jawab Saeyoon menghilangkan kegugupannya.

 

“Ah begitu, a..aku juga sedang berbelanja”. Ujar Kyuhyun gugup.

 

“Ah nde, Ahjjuma kurasa kita sudah dapat semuanya, Kyuhyun-ssi, Yaerim-ssi kami duluan”. Ajak Saeyoon sambil menarik lengan Han Ahjjuma.

 

———-

 

Kyuhyun berjalan di sebuah lorong gedung yang sebenarnya dihindari orang untuk memasukinya. Bukankah semua orang ingin sehat?. Setelah mengantar Yaerim berbelanja, Kyuhyun mendapat kabar bahwa sepupunya masuk rumah sakit, dan karena itu dekat dari Supermarket tadi Kyuhyun segera datang untuk menjenguknya. Lagipula tadi ia janji bertemu dengan Yaerim di supermarket dengan Yaerim di antar Supir Kim, jadi Yaerim juga pulang dengan Supir Kim.

 

“Bagaimana kabarmu Lee Donghae?”. Tanya Kyuhyun pada orang yang ia jenguk.

 

“Menurutmu? Aku dirawat di rumah sakit, apa menurutmu aku baik-baik saja?”. Jawab Donghae sambil sedikit tertawa.

 

“Setidaknya orang akan mengatakan bahwa ia baik-baik saja pada orang yang menanyakan kabarnya, tata krama, kau tahu?”. Donghae hanya tertawa, sepupunya ini terkadang membuatnya terhibur dengan ekspresi datar saat berbicara.

 

“Setidaknya tata krama yang lebih baik adalah kejujuran bukan?, kau bisakah tunjukan ekspresi lain? Kau datang menjenguk orang sakit, bukankah seharusnya kau menghiburku?”. Hanya satu yang mampu membuat Kyuhyun hidup berekspresi, wanita, hanya wanita.

 

“Kau tahu pasti bahwa aku tidak akan pernah bisa mengabulkan keinginanmu”.

 

“Ahra bercerita padaku bahwa kau akhirnya menikahi Saeyoon? Apa itu benar?”. Kyuhyun hanya mengangguk datar.

 

“Aku turut berbahagia atas pernikahan kalian yang sudah kalian tunggu selama 10 tahun, lalu bagaimana dengan istri lamamu? Bagaimana ia setelah bercerai darimu?”.  Pertanyaan Donghae sebenarnya membuat Kyuhyun sedikit risih. Pasti pada akhirnya orang yang mendengar ceritanya hanya akan menyadari kejahatannya. Tapi salahkah Kyuhyun mencintai Yaerim?. Semua orang bebas mencintai bukan?. Apalagi Yaerim adalah istrinya, jadi dimana letak kesalahannya?.

 

“Aku tidak bercerai dengan Yaerim”. Donghae tampak membelalakan matanya.

 

“Apa? Kau punya istri dua?”. Tanya Donghae Terkejut.

 

“Ya”.

 

“Tapi kau hanya mencintai Saeyoon bukan?”.

 

“Tidak, aku tidak mencintai Saeyoon, aku menikahinya karena keadaan”. Jawab Kyuhyun dingin. Mendengar hal itu Donghae makin terkejut.

 

“Apa?! T..tapi, kau dan Saeyoon, sepuluh tahun, itu, argghh kenapa sulit sekali, jadi kau hanya berpura-pura mencintainya selama sepuluh tahun kalian bersama?”.

 

“Tidak, aku mencintainya. Dulu. Sekarang aku hanya mencintai istriku”. Ujar Kyuhyun menjawab pertanyaan mengintimidasi dari sepupunya yang terbaring di ranjang rumah sakit itu.

 

“Jadi… karena apa kau menikahinya?!”.

 

“Dia…. dia terkena Alzheimer hyung”. Ujar Kyuhyun dan kali ini Kyuhyun mulai berekspresi. Ia menunjukan kesedihan terdalamnya karena hal yang menimpa mantan kekasihnya itu. Mantan kekasih yang sekarang menjadi istrinya. Istri jauhnya, benar-benar lucu hidupnya.

 

“Apa?! Saeyoon?! Bagaimana bisa?!”.

 

“Aku tidak tahu, ketika kami berakhir Jungyoung mengatakan padaku bahwa Saeyoon mengidap Alzheimer, dan aku hanya berusaha membahagiakannya, tapi pada akhirnya ia mengetahui bahwa aku masih bersama istriku. Dia memutuskan untuk mundur dari sisiku, namun tanpa perceraian, ia tidak ingin Jungyoung kecewa, dia tidak lagi berbahagia Hyung… aku tidak lagi tahu bagaimana hidupnya saat ini, aku hanya bisa meminta Han Ahjjuma menemaninya.” Tanpa terasa air mata Kyuhyun menggenang di pelupuk matanya.

 

“Kau tahu apa yang bisa membuatnya bahagia?”. Seketika Kyuhyun langsung menatap Donghae.

 

“Apa?! Apa yang bisa membuatnya bahagia?!”. Tanya Kyuhyun sangat ingin tahu.

 

“Sebelumnya aku ingin bertanya, apakah selama pernikahan diam-diammu, Saeyoon bahagia?”.

 

“Ya, dia sangat bahagia”.

 

“Kalau begitu aku sudah tahu, hal yang bisa membuatnya bahagia”. Kyuhyun mendengus.

 

“Apa yang kau maksud adalah aku? Aku yang bisa membahagiakannya?”. Tanya Kyuhyun sambil tersenyum miris.

 

“Cihh terlalu percaya diri! Tidak! Bukan kau, Saeyoon hanya membutuhkan kesetiaan”. Kyuhyun semakin penasaran dengan petuah Donghae.

 

“Yang bisa membuatnya bahagia hanyalah kesetiaan. Kesetiaan dari pria yang mencintainya. Dan itu bukan kau, sudah jelas bukan bahwa kau bukanlah pria yang setia mencintainya. Jadi pada saat kau berpura-pura setia padanya ia menjadi sangat bahagia”. Kyuhyun terdiam. Menurutnya pemikiran Donghae sangatlah benar.

 

“Kau harus melepasnya, dan memaksa dia melepasmu, bilang padanya bahwa Jungyoung lebih menginginkannya berbahagia daripada menghadapi kekecewaanya. Dia harus bertemu dengan pria yang bisa setia mencintainya”. Kyuhyun benar-benar terhenyak.

 

“Pria lain?”.

 

“Ya, dan satu lagi, kau ingat kata kakek? cinta itu bukan saat kau membayangkan tentang kebersamaanmu dengan orang yang kau inginkan, tetapi adalah kau tidak bisa membayangkan apapun jika dia tidak ada”.

 

“Ya, aku mengingatnya, dan itulah yang menjadi pertimbanganku saat aku memutuskan mengakhiri hubunganku dengan Saeyoon dulu, sepertinya aku harus kembali ke kantor”.

 

“Terimakasih sudah menjenguku, cukup menghibur menceramahi adik sepupuku”. Ujar Donghae dengan senyum malaikatnya. Kyuhyun hanya mendengus kesal lalu berbalik pergi meninggalkan ruang rawat Donghae.

 

Kyuhyun berjalan dengan menatapi lantai-lantai yang ia tapaki. Ia terus memikirkan bagaimana sebenarnya hatinya. Ketika Donghae menyuruhnya melepas Saeyoon untuk pria lain Kyuhyun merasa tidak bisa. Ia selalu ingin membahagiakan Saeyoon dengan dirinya sendiri, tapi sepertinya hal itu mulai dipikirkan ulang oleh Kyuhyun, mengingat terakhir Kyuhyun hanya memberi kenangan pahit bagi Saeyoon.

 

BUKK

 

Tiba-tiba bahu Kyuhyun seperti menabrak bahu seseorang. Ketika Kyuhyun menoleh, ia bertemu pandang dengan gadis yang sejak tadi berada di dalam pikirannya.

 

“Saeyoon?”.

 

“Kyuhyun?, annyeong…, aku buru-buru jadi…”.

 

“Kenapa kau keluar dari poli kandungan?”. Seketika Saeyoon menegang. Ia menggenggam erat tangan Han Ahjjuma yang berada di sebelahnya.

 

“Aku….”. Kyuhyun melihat sebuah surat di genggaman Saeyoon dan langsung mengambilnya cepat.

 

“Kyu….”. Dengan cepat Kyuhyun membuka surat itu. Dibacanya deretan kalimat demi kalimat yang ia tidak mengerti, sampai ia menemukan kata yang ia mengerti, kandungan.

 

“Apa maksudnya kandungan anda sehat?”. Saeyoon diam seribu bahasa mendengar pertanyaan Kyuhyun. Kyuhyun menemukan lampiran di surat itu. Sebuah foto, bukan foto biasa, itu adalah foto USG.

 

“Apa kau…..”.

 

“Mengandung Tuan, Nyonya Saeyoon tengah mengandung. Dia mengandung anakmu”. Jedarr, seperti sebuah tamparan untuk Kyuhyun. Ia membuat mantan kekasihnya ini mengandung.

 

“Kau mengandung? Astagaa Saeyoon, kau punya mulut untuk berbicara kan!!?, kau belum melupakan cara berbicara kan? Apa penyakit sialanmu itu sudah membuat kau tidak bisa berbicara!?”. Mendengar Kyuhyun membawa-bawa penyakitnya membuat Saeyoon geram. Yang ia tangkap adalah, penyakitnya sangatlah hina dan menjijikan.

 

“Aku memang sakit, tapi aku tidak suka kau merendahkanku! Ahjjuma, kita pulang”.

 

“Tidak Saeyoon, kau ikut denganku”. Ujar Kyuhyun menarik tangan Saeyoon mengikutinya.

 

“Ahjjuma, kau pulang saja, malam ini Saeyoon tidak akan pulang”.

 

———-

 

Setelah berjam-jam perjalanan mereka, akhirnya Kyuhyun dan Saeyoon sampai di sebuah rumah di kawasan yang cukup jauh dengan kota Seoul.

 

“Untuk apa kita kesini?”.

 

“Kau masih mengingatnya?”.

 

“Aku tidak suka kau bertanya seperti itu”. Ujar Saeyoon dingin.

 

“Maaf, kau pasti bertanya-tanya bukan kenapa kau kubawa ketempat aku memintamu menjadi tunanganku?”. Saeyoon hanya diam memandangi rumah di depannya dari dalam mobil.

 

“Aku hanya ingin kita memikirkan tentang nasib anak itu nanti. Aku tidak ingin cepat memutuskan, jadi aku membutuhkan tempat yang tenang”.

 

——–

 

Kyuhyun mengajak Saeyoon untuk duduk di sofa ruang tengah rumah yang dulu menjadi impian mereka untuk tinggal bersama setelah menikah. Rumah yang jauh dari hirup pikuk perkotaan.

 

“Aku tadi menjenguk Donghae di rumah sakit, dia menanyakan padaku tentang hubungan kita. Dan sepertinya reaksinya akan sama dengan semua orang yang tahu hubungan kita dulu. Dia terkejut”. Sejenak Kyuhyun diam dan menghela napas dalam.

 

“Ia berbicara menanyakan padaku, apakah selama pernikahan kita kau bahagia? Dan aku menjawab ya, kau sangat bahagia, aku benar bukan? Kau sangat bahagia sebelum kebohonganku terbongkar”. Saeyoon mulai menoleh pada Kyuhyun disampingnya. Ia menunggu kemana arah pembicaraan Kyuhyun.

 

“Dari sana ia menyimpulkan, bahwa yang kau butuhkan adalah… kesetiaan. Kesetiaan dari orang yang mencintaimu.”. Kyuhyun menoleh pada Saeyoon hingga mata mereka bertemu.

 

“Tapi… aku memiliki kesimpulan lain dari pertanyaannya. Semua ini sangat janggal. Kau sakit tepat setelah aku menikah. Sekarang kau mengandung, saat kita sudah memutuskan untuk memisahkan diri”. Saeyoon menegang menunggu Kyuhyun selesai berbicara. Masih dengan bertatapan mata.

 

“Jadi… apakah itu hanyalah strategimu untuk kembali bersamaku? Apa kau berpura-pura sakit hanya untuk kembali denganku? Apa kau membuat aku menghamilimu hanya untuk mengikatku?”. Seketika itu perasaan Saeyoon hancur. Dia tidak mengerti mengapa mantan prianya bisa berpikir sepicik itu. Tanpa sadar ia mengeluarkan air matanya saat masih bertatapan dengan Kyuhyun.

 

“Apa aku benar? Kau sudah mendapat kebahagiaanmu saat aku bersandiwara kembali mencintaimu. Tapi kau menjadi frustasi saat kau mengetahui fakta aku tidak pernah menceraikan Yaerim?”. Tanya Kyuhyun mengintimidasi.

 

“Terimakasih atas kesimpulanmu, bisa kau antar aku pulang malam ini? Aku ingin pulang dan setelah itu aku berjanji tidak akan pernah muncul lagi di hadapanmu. Aku tidak akan kembali merusak rumah tanggamu yang bahagia. Aku tidak akan menyusahkanmu dengan anak ini, aku akan merawatnya sendiri”. Kyuhyun mengangguk cepat dan segera mengambil kunci mobilnya di atas meja di depannya.

 

“Ayo pulang”. Dengan tidak berperasaan Kyuhyun berjalan mendahului Saeyoon tanpa ingin melihat bagaimana kehancuran wanitanya yang mengikutinya dari belakang.

 

——–

 

Tiga jam perjalanan mereka hingga akhirnya mereka sampai di rumah yang ditempati Saeyoon.

 

“Terimakasih Kyuhyun-ssi, ah ya, besok aku akan meninggalkan rumah ini bersama Han Ahjjuma, aku juga akan mengirimkanmu surat cerai agar kita bisa benar-benar lepas, aku sudah tidak perduli dengan kakakku yang penting kau bahagia, terimakasih”. Saeyoon keluar dari mobil Kyuhyun dan berjalan masuk ke dalam rumahnya, sedangkan Kyuhyun masih betah berdiam diri di mobilnya. Ia mengusap kasar kepalanya. Kenapa ia tidak pernah menyadari bahwa Saeyoon bersandiwara.

 

“AAARRGHH SIAL….”. Teriak Kyuhyun sambil memukul keras stirnya.

 

———

 

“Sajangnim semua sudah selesai, apa kau akan makan siang diluar?”. Kyuhyun mengangguk cepat pada sekretarisnya.

 

“Baiklah Sajangnim, jangan lupa, setelah jam makan siang anda asa rapat dengan penanam saham dari Jepang”.

 

“Ya aku mengerti, aku pergi.

..”. Ujar Kyuhyun sambil beranjak meninggalkan sekretarisnya di ruangannya.

 

 

‘Yeoboseyo? Yeobo… kau dimana?’.

 

‘Jangan panggil aku dengan itu Oppa, itu menjijikan’.

 

‘Hey, kita ini suami istri, untuk apa kau merasa jijik?’.

 

‘Sudahlah, cepat ke kursi paling pojok Oppa, palli’.

 

‘Aigo, kenapa tidak bilang sejak tadi? Jeongmal…’.

 

‘Mianhae, sudahlah, kau sudah melihatku bukan?’. Ujar Yaerim di telfon sambil melambai pada Kyuhyun yang mencari keberadaanya.

 

Melihat Yaerim Kyuhyun langsung berjalan sambil tersenyum menghampirinya. Sesampainya ia di depan Yerim, Kyuhyun langsung membungkuk dan mencium pipi Yaerim.

 

“Oppa!”. Perotes Yaerim.

 

“Wae?? Kau malu heum?”. Goda Kyuhyun dan beranjak duduk.

 

“Kau ini, sudahlah! Kau mau pesan apa?”. Tanya Yaerim.

 

Mendengar pertanyaan Yaerim, pikiran Kyuhyun menerawang pada hidupnya dua bulan lalu. Saat semua masih benar-benar baik-baik saja. Saat mantannya yang seorang penipu itu masih berada disisinya. Saat ia masih sangat mencintai mantan wanitanya dan tidak pernah berpikir akan berpindah hati pada akhirnya. Pertanyaan Yaerim mengingatkan Kyuhyun bahwa Saeyoon adalah orang yang paling mengenalnya. Mengenal keseluruhan Kyuhyun. Bahkan Saeyoon tidak perlu bertanya lagi jika sedang memesan makan. Mungkin di kepala Saeyoon menyimpan 100 jenis makanan yang Kyuhyun sukai. Kyuhyun hanya tersenyum miris.

 

“Oppa? Kau ingin pesan apa?”.

 

“Ah, aku ingin pesan Jajjangmyeon dan Green Tea saja”.

 

“Pelayan”. Panggil Yaerim sambil mengangkat tangannya.

 

“Aku pesan Cumi hitam satu dan Jajjangmyeon satu, minumnya aku mau orange juice satu dan Green Tea satu”. Mendengar pesanan Yaerim, Kyuhyun kembali mengingat Saeyoon. Wanitanya itu tidak pernah memesan makanan yang berbeda dengannya. Bukan karena selera mereka sama, tapi karena Saeyoon ingin hal yang sama dengan Kyuhyun. Itu membuat hubungan mereka lucu. Saeyoon akan menjadi orang yang tidak memiliki pendirian jika sedang bersama Kyuhyun. Ia akan melakukan apapun asalkan Kyuhyun bahagia. Sebisa mungkin Saeyoon selalu berusaha membuat hubungan mereka sempurna. Mungkin 10 tahun kebersamaan mereka didominasi oleh Saeyoon yang selalu menghadirkan warna baru. Tapi bagi Kyuhyun, semua itu sudah tidak penting lagi setelah mendapati wanitanya rela menipu sebesar itu hanya karena harus berpisah dengannya.

 

“Oppa? Ada apa? Kau sejak tadi melamun?”. Tanya Yaerim dengan lembut.

 

“Hanya masalah pekerjaan saja, kau tahu? Setelah aku memindah tugaskan Jungyoung pekerjaanku semakin menumpuk”.

 

“Itu semua salahmu, lagipula untuk apa kau memindah tugaskan Jungyoung ke bagian pemasaran, ia hanyalah kakaknya, aku yakin ia pasti bingung oleh pemindahan tugas itu”. Mendengar Yaerim kembali mengungkit soal status Jungyoung yang merupakan kakak dari wanita yang ia benci sekarang, Kyuhyun langsung menunjukan aura ketidak sukaanya.

 

“Dia dan kakaknya sama saja! Mereka bekerja sama menipuku!”. Geram Kyuhyun.

 

“Sudahlah Oppa, semua sudah berlalu, lagipula Saeyoon-ssi sudah bukan kekasihmu dan Jungyoung sudah tidak satu bagian denganmu walau aku menyarankan kau harus tetap menjalin hubungan baik dengan mereka, bagaimanapun mereka pernah jadi bagian hidupmu, Saeyoon kekasihmu, dan Jungyoung sahabatmu”.

 

“Dan aku menyesal pernah memiliki kekasih dan sahabat seperti mereka”. Ujar Kyuhyun dingin.

 

“Kyuhyun!!?”. Mereka menoleh pada sumber suara yang meneriakan nama Kyuhyun.

 

“Kau kembali dengannya? Kau selingkuh dari adikku?”. Kyuhyun hanya tersenyum bengis.

 

“Kau, seharusnya kau tanyakan semua pada adikmu! Tanyakan semua pada penipu itu!, tidak perlu berpura-pura sakit hanya untuk kembali bersamaku! Seharusnya dia bisa menerima kenyataan bahwa aku mencintai Yaerim sekarang! Dan kau! Kau bukan lagi sahabat yang kukenal! Kau membantunya menipuku!”. Maki Kyuhyun sambil berdiri tepat di hadapan Jungyoung.

 

“APA MAKSUDMU!?”. Bentak Kyuhyun yang tidak terima adiknya di cap sebagai penipu.

 

“Kau tidak perlu berpura-pura tidak tahu!! Kau sama piciknya dengan adikmu! Kalian tidak beradab membuatku harus mengingkari janji kesetianku!”.

 

“Pura-pura sakit kau bilang? APA MAKSUDMU HAH?”.

 

“Aku sudah mengetahui semuanya! Alzheimer yang ia derita itu hanya pura-pura bukan!? Dia juga sudah mengetahuinya”. Ujar Kyuhyun sambil tersenyum simpul.

 

“Tidak!, Tidak mungkin! Itu semua tidak mungkin! Aku tahu betul bahwa penyakit yang ia derita itu nyata!!”. Geleng Jungyoung tidak terima dengan apa yang dikatakan Kyuhyun.

 

“Nyatanya dia mengakuinya? Jadi adakah alasan lagi untu menghindari kenyataan itu?”.

 

“Sekarang dimana Saeyoon? Sudah satu setengah bulan aku tidak bertemu dengannya?”.

 

“Kami memutuskan untuk bercerai sebulan yang lalu!! Ia bilang akan mengirimiku surat cerai secepatnya! Tapi sepertinya adikmu itu pengecut!! Ia tidak pernah menunjukan batang hidungnya lagi dimanapun sejak sebulan lalu, benar-benar pengecut!”. Jungyoung tercengang. Saeyoon sudah tidak ada sebulan yang lalu? Lalu harus kemana ia mencari adiknya. Jungyoung menarik kerah kemeja Kyuhyun.

 

“Ikut aku!!”.

 

“Oppa… , Jungyoung-ssi…”. Kejar Yaerim namun gagal karena berkali-kali terhalang oleh orang yang berlalu lalang.

 

———

 

“Berdasarkan hasil pemeriksaan saya waktu itu, Nona Saeyoon positif mengidap Alzheimer. Dan saya bisa bersumpah dengan itu, saya tidak pernah membantu pasien untuk melakukan sebuah kebohongan, itu adalah kode etikku sebagai dokter, dan kalian bisa memenjarakan saya jika terbukti saya bekerja sama untuk berbohong dengan pasien”. Kyuhyun sangat terkejut dengan penjelasan dokter yang menangani Saeyoon. Jungyoung masih mengingat surat pernyataan Saeyoon dinyatakan mengidap Alzheimer, jadi ia mencari dokter yang menangani adiknya.

 

Setelah keluar dari ruangan dokter, Kyuhyun bersandar pada tembok dan menjatuhkan dirinya terduduk di lantai. Tatapannya kosong menerawang kedepan. Tak lama Jungyoung kembali menarik kerahnya dan membuat Kyuhyun berdiri.

 

BUGGHH

 

Jungyoung mulai memukuli wajah Kyuhyun hingga memar. Ia juga melayangkan tinjuan pada tubuh Kyuhyun hingga lebam. Ia benar-benar melampiaskan kekesalannya pada Kyuhyun.

 

Setelah puas memukuli Kyuhyun, Jungyoung segera pergi terburu-buru. Sementara Kyuhyun kembali terduduk dilantai bersandar pada tembok tanpa daya.

 

“Kenapa kau membenarkan tuduhanku Saeyoon-ah… kenapa kau tidak memarahiku saja saat aku menuduhmu menipuku? Kenapa tidak kau bantah semua tuduhanku? KENAPA KAU TIDAK MEMUKULIKU SEPERTI JUNGYOUNG SAJA! KENAPA KAU TERUS MENANGGUNG DERITAMU SENDIRI? KENAPA KAU HARUS SELALU DI SAKITI OLEHKU…. SAEYOON….. KENAPA!!??”. Teriak Kyuhyun meratapi nasibnya. Seorang wanita yang sedang hamil memandanginya aneh dan kasihan. Kyuhyun memandangi wanita itu dan seketika ia teringat dengan keadaan Saeyoon. Saeyoon hamil anaknya. Ia membiarkan Saeyoon menanggung penderitaan penyakitnya dan menambah beban dengan mengandung darah dagingnya. Dan dengan tidak berperasaan Kyuhyun malah membiarkannya menjauh. Padahal Kyuhyun tahu pasti bahwa Saeyoon tidak akan mengadu atau kembali pada kakanya.

 

“Sekarang aku harus mencarimu kemana Sae-ah??”. Kyuhyun memukul-mukul lantai. Ia tidak tahu harus mencari Saeyoon dimana. Ia sudah memastikan bahwa Saeyoon benar-benar meninggalakan rumah yang pernah mereka tinggali bersama tepat sehari setelah Saeyoon berjanjia akan mengosongkan rumahnya. Rumahnya benar-benar kosong hari itu.

 

Kyuhyun bangkit dengan lemah dan segera beranjak dari tempat itu. Ia berharap bisa cepat menemukan Saeyoon. Tapi ini sudah sebulan dan ia tidak tahu sama sekali petunjuk awal untuk mencari Saeyoon.

 

——-

 

Mobil Kyuhyun berpacu di jalan raya Seoul di tengah malam. Ia terus berusaha mencari keberadaan mantan kekasihnya.

 

‘Yeoboseyo, cari Kim Saeyoon istriku! Kerahkan seluruh tim mu! Aku mau Saeyoon cepat di temukan! Jika kalian tidak bisa menemukannya maka kalian akan ku pecat!’. Kyuhyun langsung mematikan ponselnya.

 

Kyuhyun menepikan mobilnya kepinggir jalan. Ia sudah sangat frustasi mencari keberadaan Saeyoon. Ia sudah mengunjungi puluhan tempat yang sering dikunjungi Saeyoon, tapi ia tidak menemukannya.

 

‘Yaerim, aku tidak pulang malam ini, maaf’.

 

‘Tidak apa-apa Oppa, aku mengerti, berhati-hatilah’. Setelah itu Kyuhyun langsung memutuskan sambungan dengan Yaerim.

 

“AARRGGHH SAEYOON… KAU DIMANA”. Teriak Kyuhyun di dalam mobilnya dan kembali memacu mobilnya di jalan yang lengang di tengah malam.

 

———–

 

Kyuhyun memasuki sebuah rumah yang selalu mampu memberinya ketenangan. Ia duduk di sofa ruang tengah, bersandar dan mulai memejamkan matanya.

 

‘Woah Kyuhyun… rumah ini indah sekali… ini rumahmu?’.

 

‘Bukan ini rumah kita’. Ujar Kyuhyun berbisik pada wanitanya. Sementara wanitanya langsung memandang wajah Kyuhyun bingung.

 

‘Maukah kau menikah denganku?’. Ujar Kyuhyun dengan berlutut dan menyodorkan Cincin berlian untuk wanitanya. Mata wanita itu berbinar-binar dan menitihkan air mata haru.

 

‘Aku mau…’. Kyuhyun memasangakn Cincin itu pada jari tangan wanitanya dan setelahnya mereka berciuman mesra.

 

 

“Untuk apa kita kesini?”.

 

“Kau masih mengingatnya?”.

 

“Aku tidak suka kau bertanya seperti itu”.

 

 

“Jadi… apakah itu hanyalah strategimu untuk kembali bersamaku? Apa kau berpura-pura sakit hanya untuk kembali denganku? Apa kau membuat aku menghamilimu hanya untuk mengikatku?”.

 

“Apa aku benar? Kau sudah mendapat kebahagiaanmu saat aku bersandiwara kembali mencintaimu. Tapi kau menjadi frustasi saat kau mengetahui fakta aku tidak pernah menceraikan Yaerim?”.

 

“Terimakasih atas kesimpulanmu, bisa kau antar aku pulang malam ini? Aku ingin pulang dan setelah itu aku berjanji tidak akan pernah muncul lagi di hadapanmu. Aku tidak akan kembali merusak rumah tanggamu yang bahagia. Aku tidak akan menyusahkanmu dengan anak ini, aku akan merawatnya sendiri”.

 

“Ayo pulang”.

 

 

Kyuhyun membuka matanya dan terkejut mendapati bayangan-banyangan kejadian yang terjadi di rumah itu. Rumah impian mereka. Kyuhyun mengusap kasar kepalanya.

 

“AAARRGGHH”.

 

————

 

Pagi itu Kyuhyun terbangun di salah satu kamar rumah impiannya. Ia mencium bau masakan, seketika ia langsung bangun. Kyuhyun langsung berpikir bahwa itu adalah Saeyoon. Yang tahu rumah itu hanyalah Kyuhyun dan Saeyoon bukan.

 

Kyuhyun melangkah fengan terus tersenyum membayangkan bahwa sebentar lagi ia akan melihat kembali wajah Saeyoon. Dan saat ia tiba di dapur Kyuhyun kembali haru menelan kekecewaan, karena ternyata itu adalah asisten rumah tangga yang hanya datang pagi dan pulang di siang hari setelah membersihkan rumah itu. Bagaimana Kyuhyun bisa melupakan itu.

 

“Ah Tuan muda sudah bangun. Saya melihat mobil anda di luar dan akhirnya saya memutuskan untuk membuat sarapan untuk tuan muda”.

 

“Terimakasih”.

 

——–

 

Kyuhyun berjalan di sebuah desa yang sangat indah yang menjadi lingkungan rumah impian Kyuhyun dan Saeyoon.

 

‘Kyu, desa ini benar-benar indah, aku yakin aku akan betah tinggal di rumah itu’.

 

‘Aku harap seperti itu’. Keduanya saling bertatapan dan kemudian melemparkan tawa bahagia mereka.

 

Kyuhyun berjalan di pinggir danau. Danau itu juga pernah menjadi saksi kebahagiaan hubungan Saeyoon dan Kyuhyun.

 

‘Kyu, kau gila! Bagaiman jika aku tercebur! Memangnya kau mau kehilanganku?’.

 

‘Hahaha tentu saja tidak! Sampai kapanpun aku tidak akan pernah rela kehilanganmu’.

 

‘Ya kau tenang saja, kau tidak akan pernah kehilanganku, karena aku tidak akan meninggalkanmu, tetapi…. kalau kau yang meninggalkanku bagaimana?’.

 

‘Itu tidak akan pernah terjadi’.

 

‘Kyu, aku mencintaimu’.

 

‘Aku lebih mencintaimu dan setiap hari cintaku akan terus bertambah dari Cintaku padamu hari ini’.

 

‘Kau ini, berlebihan sekali hahaha’.

 

‘Aku serius’.

 

Lagi dan lagi, Kyuhyun kembali mengingat kenangan mereka. Mengingat janji-janjinya dengan Saeyoon. Mengingat tawa Saeyoon.

 

“Permisi Tuan, apa kau tahu alamat ini?, bisa tolong antarkan aku?”. Kyuhyun menoleh pada wanita yang mengganggu nostalgianya. Betapa terkejutnya Kyuhyun mendapati wajah Saeyoon di depannya.

 

“Saeyoon?”. Seketika Kyuhyun langsung menarik Saeyoon kedalam pelukannya.

 

“Maaf Tuan, apa kau mengenalku? Apa kita pernah bertemu?”. Ujar Kyuhyun sambil melepas pelukan mereka.

 

“Saeyoon… aku mohon maafkan aku”. Mohon Kyuhyun, dan kini Kyuhyun sudah mulai berlutut dan memeluk kaki Saeyoon.

 

“Tuan… jangan seperti ini ku mohon…”. Kyuhyun menoleh ke atas melihat wajah Saeyoon. Ia berdiri dan menangkup wajah Saeyoon. Saeyoon sangat merasa risih dengan Kyuhyun. Sementara Kyuhyun menatap tajam mata Saeyoon.

 

“Tuan, maaf, bisa lepaskan saya? Saya ingin pulang”.

 

“Saeyoon-ah… ini aku Kyuhyun”. Saeyoon hanya memandangi wajah Kyuhyun datar. Ia tidak mengerti dengan maksud Kyuhyun.

 

“Saeyoon, aku mohon jangan balas aku…”.

 

“Maaf Tuan, tapi saya benar-benar tidak mengenalmu”. Tanpa terasa air mata Kyuhyun meleleh. Ia langsung membawa Saeyoon kembali kepelukannya.

 

“Saeyoon… aku…. aku mencintaimu… aku mencintaimu Cho Saeyoon”. Saeyoon mendorong dada Kyuhyun.

 

“Maaf Tuan, kau salah orang, aku Kim Saeyoon, bukan Cho Saeyoon”. Kyuhyun mengangguk cepat sambil tersenyum penuh air mata.

 

“Ya… kau memang Kim Saeyoon, tapi kau masih istriku, jadi kau sekarang adalah Cho Saeyoon”.

 

“Tuan, kau gila!! Aku permisi”. Dengan cepat Kyuhyun menarik tangan Saeyoon. Ia mengambil kertas kecil yang ada di genggaman Saeyoon.

 

“Aku antar!”. Ujar Kyuhyun dan kemudian berjalan tanpa menghiraukan Saeyoon. Saeyoon yang kini tidak memiliki pegangan alamat rumahnya akhirnya memutuskan untuk mengikuti namja yang sudah tak dikenalnya lagi. Tapi itu aneh, di dalam hati Saeyoon, ia merasakan ada yang aneh saat melihat pria itu.

 

 

“Ini rumahmu yang baru? Selama ini kau tinggal disini?”. Tanya Kyuhyun sambil memandangi rumah lusuh di depannya. Saeyoon tersenyum senang ketika melihat rumahnya.

 

“Terimakasih Tuan, aku kira kau adalah orang jahat tapi…”.

 

“Saeyoon, apa kau benar-benar tidak mengingatku?”. Saeyoon hanya menggeleng sambil menatap mata Kyuhyun.

 

“Saeyoon, aku Kyuhyun! Aku suamimu! Mantan kekasihmu yang bajingan! Kau ingat?! “. Sekali lagi Saeyoon menggeleng.

 

“Jika kau bajingan, itu berarti aku harus menjauhimu bukan?”. Ujar Saeyoon dengan wajah dingin.

 

“Aku memang bajingan, tapi izinkan aku menebus kesalahanku”. Pinta Kyuhyun dengan tatapan penuh harap.

 

“Aku tidak tahu kesalahanmu, jadi jelaskan kesalahanmu padaku”. Ujar Saeyoon dengan nada datar. Kyuhyun mengusap wajahnya kasar. Haruskah ia yang bercerita tentang kesalahannya sendiri.

 

“Aku… aku menduhmu berpura-pura atas penyakit…”.

 

“Alzheimer?”. Potong Saeyoon. Kyuhyun memberi tatapan nanar pada wajah Saeyoon yang sangat tertekan ketika mengucapkan nama penyakitnya. Rupanya mantan wanitanya itu belum melupakan penyakitnya.

 

“Ya…, aku menuduhmu dengan kesimpulanku sendiri, dan aku menyesal dengan sikapmu yang tidak membantahku. Aku benar-benar menyseali hal itu, maaf”. Ujar Kyuhyun penuh sesal sambil tertunduk. Kata maaf itu terdengar sangat lirih dan penuh kesungguhan.

 

“Arraseo, jadi kau orangnya…”. Mendengar penuturan Saeyoon, Kyuhyun menatap lekat padanya.

 

“Apa maksudmu?”.

 

“Penyakitku sudah semakin memburuk, aku mulai kehilangan memori tentang orang-orang dekat yang telah lama tidak kutemui, aku hanya mengingat Han Ahjjuma dan kakakku walau Jungyoung Oppa sudah lama tidak kutemui. Tapi… ada satu orang lagi yang bertahan dengan istimewa lagi di otakku”. Kyuhyun menunggu kelanjutan dari cerita Saeyoon dengan penasaran.

 

“Aku memang tidak mengingat nama dan wajahnya. Aku hanya mngingat kenangan bersamanya. Kenangan-kenangan buruk yang membawaku akhirnya tinggal di tempat ini bersama Han Ahjjuma. Aku berusaha melupakannya tapi anaknya terus menjaga semua kenangan buruk yang ia berikan padaku, dan aku yakin kaulah oranganya”. Deggg. Bagaimana Kyuhyun bisa lupa kalau Saeyoon sedang mengandung anaknya. Kyuhyun mendekat dan hendak menyentuh perut Saeyoon yang hanya sedikit mencuat.

 

“Jangan sentuh dia!”. Tolak Saeyoon sambil memundurkan tubuhnya.

 

“Saeyoon, kumohon jangan seperti ini… maaf…aku mengaku kalau aku salah telah menuduhmu berbohong tentang penyakitmu tapi aku…”.

 

“Maaf, aku tidak bisa memaafkanmu, aku fikir kesalahanmu terlalu besar untuk ku maafkan, aku tidak bisa memaafkanmu yang sudah bersandiwara menikahiku hanya untuk membahagiakanku. Itu benar-benar menyakitkan, hingga aku tidak bisa melupakan rasa sakitnya”.

 

“Maaf, maaf, maaf, aku sudah tidak tahu lagi bagaimana caraku meminta maaf padamu, aku minta maaf untuk dua hal itu”.

 

“Aku juga minta maaf tidak bisa memaafkanmu, aku mungkin masih bisa menoleransi dua kesalahanmu itu, tapi aku tidak memaafkanmu atas hal yang sebenarnya bukan kesalahanmu, tapi hal itu benar-benar membuat aku hancur”. Kyuhyun mengernyit penuh tanya.

 

“Apa?! Katakan padaku apa itu?!”.

 

“Aku hancur karena kenyataanya kau sudah berpindah hati pada orang lain, itu adalah hal yang paling menyakitkan dalam hidupku. Lebih dari sakit saat melihat jasad kedua orang tuaku di timbun di dalam tanah. Sakit saat mengetahui kau sudah tidak mencintaiku, jadi maaf, kau bisa kembali kerumahmu, lupakan aku karena aku sudah berhasil melupakan nama dan wajahmu. Aku berjanji akan berusaha melupakan semua kenangan-kenangan kita”. Kyuhyun menangis. Ia menangis bukan hanya berlinang. Ia tidak sanggup melihat kehancuran dari mantan wanitanya itu. Sedangkan Saeyoon, sepertinya penyakitnya sudah membuat ia lupa bagaimana cara menyikapi sebuah kehancuran. Ia hanya memandang datar Kyuhyun yang tengah menatapanya dalam sambil menangis.

 

“Kemarin, seorang pemuda di desa ini datang melamarku. Ia bersedia menjagaku dan bayiku nanti. Ia tidak peduli pada penyakitku. Ia bahkan tidak masalah jika aku akan mati pada akhirnya. Ia bilang sangat mencintaiku, dan aku satu-satunya. Jadi… aku mulai memikirkan untuk mulai menerimanya, mungkin aku akan mengatakannya besok, jadi aku sudah menemukan kebahagiaanku bukan?. Kalau tidak salah katamu kebahagiaanku adalah kesetiaan dari orang yang mencintaiku bukan?, aku sudah mendapatkannya”. Rahang Kyuhyun mengeras. Ia mengepalakan kedua tangannya.

 

“Tidak!! Tidak bisa!! Kau tidak boleh bersamanya!! Kau hanya boleh bersamaku di hidupmu!!”.

 

“Kau egois Kyu, kau tidak mencinta…”.

 

“Aku mencintaimu!! Aku mencintaimu!! Aku bodoh telah terbuai cinta sesaat karena kenyamanan. Aku sadar sekarang! Aku mencintaimu!! Aku sakit saat kau pergi!, aku sakit melihatmu menderita! Aku sakit kau bilang akan menikah dengan orang lain! Aku cemburu! Aku tidak suka kau dimiliki orang lain! Sampai kapanpun kau hanya milikku! Aku mencintaimu Kim Saeyoon!”. Teriak Kyuhyun dan langsung mendaratkan sebuah ciuman di bibir Saeyoon. Ciuman hangat penuh kerinduan. Saeyoon yang awalnya berontak kini sudah mulai menerima ciuman Kyuhyun dan membalas lumatan demi lumatan Kyuhyun.

 

“Aku mencintaimu Kyu”. Ujar Saeyoon sesaat setelah ciuman mereka terlepas.

 

“Aku lebih mencintaimu, dan setiap hari cintaku akan terus bertambah dari cintaku padamu hari ini”. Ujar Kyuhyun kemudian memeluk Kyuhyun. Mereka tertawa bahagia dalam pelukan kerinduan mereka. Tanpa mereka sadari, sejak tadi Han Ahjjuma yang kini tinggal bersama Saeyoon dirumah lusuh itu melihat dan mendengar semuanya dari jendela. Ia tersenyum senang dan bersyukur. Setidaknya Saeyoon kembali mendapatkan kebahagiaannya di tengah-tengah kesakitannya.

 

———

 

“Terimakasih Han Ahjjuma, telah menjaga Saeyoon selama ini, aku meminta izin untuk membawa Saeyoon kembali tinggal bersamaku di rumah impian kami. Jika kau berubah pikiran ingin pindah kesana, pintu rumah itu selalu terbuka lebar untukmu”. Ujar Kyuhyun. Sementara Han Ahjjuma hanya mengangguk haru dan memeluk Saeyoon.

 

“Aku menyayangimu Saeyoonie…”.

 

———

 

‘Yaerim-ah terimakasih atas selama ini. Maaf karena telah memberi harapan palsu padamu. Aku tidak bermaksud seperti itu, tapi takdir mengharuskan seperti itu, jaga dirimu baik-baik, dan temukan pria yang jauh lebih baij dariku, aku menyayangimu’. Ujar Kyuhyun fia telepon.

 

‘Ya, tidak apa Oppa, semoga kalian berbahagia, aku sudah menandatangani surat cerai itu, terimakasih Oppa, aku juga menyayangimu’.

 

‘Ya, baiklah, semoga kita bisa bertemu lagi, annyeong’. Kemudian sambungan terputus. Yaerim tersenyum dengan banjir air mata. Akhirnya suaminya menyadari bahwa cinta untuknya hanya sementara.

 

———-

 

“Ya aku sudah memaafkanmu Kyu, itu karena Saeyoon yang meminta. Jaga dia baik-baik, aku tidak akan memaafkanmu lagi jika kau kembali menyakitinya!”. Ujar Jungyoung dengan tegas.

 

“Baiklah Jungyoung-ah, aku berjanji akanenjaga dan mencintainya seumur hidupku”. Ujar Kyuhyun dengan tersenyum sambil merangkul Saeyoon yang duduk di sebelahnya.

 

“Baiklah, aku sudah yakin sekarang, aku harus pulang ke Seoul, Soojin juga sedang hamil seperti Saeyoon”.

 

“Woahh Oppa kau tidak bilang?”.

 

“Hey kita baru saja bertemu!”.

 

———–

 

Kyuhyun benar-benar membuktikan ucapannya untuk menjaga Saeyoon. Ia memberikan perhatian terbaiknya hingga kini usia kandungan Saeyoon sudah memasuki bulan terakhir. Mereka hanya tinggal menunghu persalinan. Dan semakin lama penyakit Saeyoon semakin parah. Ia sudah melupakan beberapa kata untuk berbicara membuat terkadang Kyuhyun susah mengerti apa yang di inginkan Saeyoon. Tapi apapun itu, Kyuhyun terus berusaha memenuhi semua keinginan Saeyoon. Kyuhyun bahkan dengan sangat rajin mengingatkan Saeyoon pada hal-hal yang harus diingatnya. Ia terus menerus menunjukan semua foto wajah yang harus Saeyoon ingat beserta namanya. Itu semua karena saat ini Saeyoon hanya bisa mengingat Kyuhyun. Maka Kyuhyun mulai berusaha membuat Saeyoon mengingat kakaknya. Sebulan sekali Jungyoung dan Soojin berkunjung. Namun pada kunjungn terakhir mereka, mereka sangat sedih ketika mendapati Saeyoon sudah tidak mengingat mereka.

 

“Saeyoon-ah… Han Ahjjuma…. meninggal dunia”. Ujar Kyuhyun pada Saeyoon yang sedang duduk di kursi ayun di halaman belakang rumah mereka sambil mengusap-usap perut buncitnya.

 

“Siapa itu Han Ahjjuma?”. Kyuhyun memandang sedih pada Saeyoon dan menarik Saeyoon kedalam pelukannya.

 

“Kau sudah meminum susumu?”. Saeyoon menggeleng.

 

“Biar aku ambilkan…”. Kyuhyun beranjak namun Saeyoon menahan lengannya.

 

“Kyu perutku sakit…”. Kyuhyun membelalakan matanya. Bagaimana bisa Saeyoob memasang ekspresi itu saat perutnya sedang sakit.

 

“Baiklah kita ke rumah sakit”.

 

———-

 

Oekk oekkk

 

Suara tangisan bayi menggema di sebuah ruang persalinan. Kyuhyun memandangi wajah putranya yang berada di gendongannya. Ia tersenyum bahagia saat melihat putranya bergerak-gerak di gendongannya.

 

Sama halnya dengan Kyuhyun, Saeyoon juga tersenyum gembira melihat bayinya di gendongan Kyuhyun. Ia merasa menjadi wanita sempurna karenanya.

 

“Kyu, aku mencintaimu”. Ujar Saeyoon lemah. Kyuhyun menoleh dan duduk di bagian ranjang kosong.

 

“Aku lebih mencintaimu dan setiap hari cintaku akan terus bertambah dari cintaku padamu hari ini”. Ujar Kyuhyun sambil mengecup kening Saeyoon. Dan setelahnya Saeyoon menjelajahi alam mimpinya.

 

———-

 

“Sarapan sudah siap… aku sudah membuatkan nasi gorang untukmu dan bubur bayi untuk Juno”. Ujar Kyuhyun sambil medorong kursi roda Saeyoon yang sedang menggendong Juno.

 

Setelah melahirkan, penyakit Saeyoon semakin ganas menyerangnya hingga ia sudah tidak bisa berekspresi dan berjalan lagi. Kyuhyun sangat sedih karenanya, namun ia tetap harus menjadi penopang hidup Saeyoon.

 

“Saeyoon-ah berikan Juno padaku”. Saeyoon memberikan Juno pada Kyuhyun dan setelahnya Kyuhyun meletakan Juno di bangku makan bayi. Saat ini Juno sudah berumur satu tahun.

 

Kyuhyun menempatkan diri di tengah-tengah anaknya dan istrinya. Kemudian ia mulai menyuapi Juno dan Saeyoon bergantian. Kyuhyun sangat bersyukur masih bisa melakukan hal ini.

 

“Aku mencintai kalian”. Ujar Kyuhyun sambil mengecup pipi anaknya dan kemudian pipi Saeyoon.

 

———

 

Lima tahun kemudian

 

Kyuhyun berjalan dengan menggandeng Cho Juno anaknya yang kini berusia 6 tahun. Juno tumbuh menjadi anak yang cerdas dan ceria seperti Saeyoon saat pertama kali bertemu dengan Kyuhyun.

 

Mereka berhenti tepat di depan sebuah batu bertuliskan nama orang yang sangat mereka cintai. Kim Saeyoon. Setelah dua tahun setelah melahirkan, perlahan syaraf-syaraf tubuh Saeyoon mari satu persatu hingga akhirnya ia merenggang nyawa di pekukan Kyuhyun. Kyuhyun masih ingat betul bagaimana senyuman terkahir Saeyoon padanya, padahal sudah sangat lama Saeyoon tidak pernah berekspresi. Dan kata terakhir yang didengarnnya dari mulut Saeyoon sebulan sebelum ia kehilangan kemampuan berbicaranya adalah

 

“Aku mencintai Kyuhyun dan Juno, barbahagialah”.

 

Semua terekam di dalam memori Kyuhyun dan ia berjanji tidak akan pernah melupakannya.

 

“Juno-ah… ayo doakan Eomma”. Juno mengngguk cepat dan berlutut di depan pusaran makam ibunya.

 

“Eomma… semoga kau berbhagia disana, Juno janji akan menjadi anak yang membanggakan bagimu”. Kyuhyun mengambil tempat di samping anaknya.

 

“Saeyoon-ah… kami berbahagia disini, jadi kau juga harus berbahagia disana. Aku janji tidak akan melabuhkan hatiku pada wanita lain lagi, tapi kau juga harus berjanji menungguku dan tidak tergoda pada bidadara tampan disana. Tunggu kami dan kita akan berbagagia kembali disana bersama. Aku, kau, dan Juno”.

 

Dari kejauhan, seorang wanita dari alam yang berbeda berdiri dan tersenyum melihat suaminya dan anaknya.

 

“Aku menunggu kalian dengan bahagia, aku mencintaimu Kyuhyun dan aku mecintaimu juga Juno”.

 

Kyuhyun memejamkan matanya dan mendoakan Saeyoon. Juno disebelahnya memandangi ayahnya dan mulai mengikutinya. Walaupun ia tidak tahu untuk apa ia memejamkan matanya.

 

“Aku lebih mencintaimu dan setiap hari cintaku akan terus bertambah dari cintaku padamu hari ini Kim Saeyoon”.

 

END

 

 

11 Comments (+add yours?)

  1. aryanahchoi
    Jul 05, 2015 @ 20:38:20

    ff nya keren bgt tapi feel nya krg ngekena dihati wlaupun da bgs mkn next ff tbh bagus see you eon

    Reply

  2. imey
    Jul 06, 2015 @ 00:03:24

    kren bgt…. author daebakk..
    udah bca dri part 1 sampe end.. sumpah nyesekk bgt… KESETIAAN hal yg pling sulit di temukan di kehidupan nyata.

    Reply

  3. songhyorin88
    Jul 06, 2015 @ 08:37:09

    ya ini ngenes banget sumpah –” yaa ampun daebakk… lagian mana mungkin cinta 10 tahun tergantikan cinta sesaat yaa Tuhan akhirnya mereka bersama

    Reply

  4. riaka
    Jul 06, 2015 @ 12:43:10

    keren banget..part pertama ampe
    part terAkhir sampai nangis membacanya.
    DAEBAK.!!!

    Reply

  5. sinta
    Jul 07, 2015 @ 00:17:46

    air mata aku terkuras habis… T.T
    nyesek pake banget..
    gk kalah sedih sama drama a thousand days promise

    Reply

  6. lieyabunda
    Jul 07, 2015 @ 03:48:10

    nyesek banget bacanya,,,, huhuhuhu

    Reply

  7. Monika sbr
    Jul 07, 2015 @ 20:11:58

    Sedih banget keadaan saeyeon….
    Tapi syukur deh, karena pada akhirnya kyuhyun milih saeyeon walaupun pada akhirnya saeyeon tetap meninggal…..

    Reply

  8. min19hyun
    Jul 07, 2015 @ 21:45:58

    daebakk thor-nim >_< ff nya bikin banjir, , T.T T.T T.T aku kira kyu bakal ninggalin saeyoon T.T

    Reply

  9. chandiya park
    Jul 10, 2015 @ 22:03:07

    Saeyoon nya kasian hhuuhhuuhhuu

    Ceritanya nyeess banget kena ke hati
    Keren pokok nya mah

    Reply

  10. RaRa
    Jul 11, 2015 @ 12:06:21

    ini puncak kesedihannya weh di part ini yaampun gue jadi pusing ngebayangin kalo punya penyakit gitu jangan sampe lah daebakk thor

    Reply

  11. fatimatus19
    Jul 26, 2015 @ 08:28:27

    Happy ending

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: