Mistake [1/?]

mistake

Author : Cho Haneul
Judul Cerita : Mistake
Tag (tokoh/cast) : Cho Haneul (OC), Cho Kyuhyun, Kim Nana (OC), Super Junior’s Members
Genre : Romance, Drama
Rating : PG-15
Length : Chapter
Catatan Author (bila perlu): FF ini pernah dipublish di blog pribadi author chohaneul88.wordpress.com

___________________________________________________________

 

MISTAKE (Chapter 1)

Dia berdiri diatas sana, bersama hyungdeulnya. Ia terlihat bahagia. Dan aku turut senang dengan itu. Cho Kyuhyun, maknae dari boyband terkenal se-Asia, Super Junior. Pria yang cukup bertalenta dibidang musik dan sekarang sedang merambah didunia seni peran. Pria yang sudah 3 tahun ini diam-diam aku cintai. Terdengar gila karena menyukai seorang artis tenar seperti dia?  Yah, kuakui ini memang terdengar gila. Bahkan teman-teman dan keluargaku juga menganggapku gila. Tapi tidak ada salahnya bukan untuk berharap? Toh kami tinggal dibawah langit yang sama dan menghirup oksigen yang sama pula.

“Kyaaa! Lihat-lihat! Aku mendapat handuk Hyukjae oppa!” Teman baikku, Kim Nana, berteriak histeris. Aku mengernyit jijik saat dengan penuh nafsu Nana menciumi handuk Eunhyuk oppa yang kujamin seratus persen sudah terkontaminasi oleh keringatnya, yang tentu saja tak mungkin wangi. “Masih ada bau keringatnya. Aku takkan mencuci handuk ini seumur hidupku.” Nana memeluk handuk berwarna putih dengan tulisan ‘Super Junior’ itu dengan erat. Aku hanya dapat menggeleng maklum melihat reaksi heboh Nana.

Pandanganku kembali beralih keatas panggung, tempat dimana Cho Kyuhyun masih berdiri sembari bercanda dengan Sungmin dan Donghae oppa. Melihatnya tersenyum membuatku tanpa sadar juga ikut tersenyum. Meski kau tidak melihatku, keunde aku senang karena bisa melihatmu tersenyum senang tanpa beban. Teruslah hidup dengan baik, karena hanya itu yang kuinginkan darimu.

*****

_Inha University, International Relations Departement_

“Yak, dengarkan aku! Kemarin saat aku sedang menunggu member EXO didepan kantor SM, aku… aku melihat Cho Kyuhyun datang berdua dengan Victoria. Yah, kupikir mereka benar-benar berpacaran.”

“Wah jinjja? Jika bersama Victoria maka aku takkan keberatan. Mereka terlihat serasi.”

Bisakah mereka diam?!

Kyuhyun dan Victoria tidak berpacaran! Mereka hanya berteman. Kyuhyun bahkan menganggap Victoria sebagai saudara sendiri.

Aku memang selalu sensitive jika ada yang menjodoh-jodohkan Kyuhyun dengan artis lain, terlebih dengan Seohyun dan Victoria. Karena jujur saja, mereka tidak cocok dan lagi mereka bukan tipe wanita idaman Kyuhyun. Aku mengada-ada? Tidak! Aku tahu jelas bagaimana yeoja idaman Kyuhyun. Ia sudah sering mengatakannya jika ada wawancara. Begitu sering sampai aku menghapalnya. Tapi yang begitu menyebalkan serta menyakitkan adalah… aku tidak termasuk dalam tipe yeoja idamannya.

Tinggi?

Tinggiku hanya 158 cm.

Langsing?

Berat badanku 58 kg.

Cantik?

Aniya. Bahkan ibuku sendiri bilang bahwa aku masih kalah cantik dari yeodongsaeng serta eonniku.

Jadi intinya, aku memang tidak ditakdirkan untuk Cho Kyuhyun. Lupakan soal tinggal dibawah langit yang sama serta menghirup udara yang sama! Karena pada kenyataannya ada jarak yang cukup jauh yang memisahkan kami. Dunianya yang penuh sorotan, dan duniaku yang membosankan. Benar-benar hal yang berbeda.

“Hari ini Kyuhyun akan siaran di Sukira. Mau datang?” Tanya Nana. Ia memang selalu update dengan segala macam berita dan jadwal Super Junior. Padahal aku yang mengenalkannya pada Super Junior saat kami masih dibangku SMP. Nana ini bisa dibilang hampir menyerupai stalker. Ah, tapi tentu saja ia tidak menyebalkan dan menganggu seperti stalker yang asli. Nana hanya suka mengambil foto-foto artis yang disukainya secara langsung. Dan Nana amat menjunjung tinggi privasi artis yang dibututinya.

Aku menggeleng malas. “Aku tidak bisa. Hari ini ada acara keluarga di rumah bibiku.” Jawabku.

“Kau tidak wajib untuk ikut kan? Ayo kita ke Sukira saja!” Nana masih berusaha untuk mengajakku. Lagi-lagi aku menggeleng. “Tidak bisa. Itu merupakan perintah dari ayahku. Jika aku tidak datang, maka aku pastikan aku akan dimusuhi oleh ayahku. Mianhe. Lagipula, aku tidak ingin terlalu sering bertemu dengannya.” Aku menghela napas pelan.

Nana menatapku. “Wae? Kau takut semakin jatuh pada pesona Cho Kyuhyun? Kau takut semakin mencintainya?” Tanyanya beruntun.

Aku hanya diam. Tanpa dijawab pun kurasa Nana sudah tahu apa jawaban dari pertanyaannya tadi. Ini merupakan salah satu dari sekian banyak hal aneh yang ada pada diriku. Jika orang lain tentunya akan senang jika bisa sering-sering bertemu dengan idola, maka aku berbeda. Aku justru sebisa mungkin tidak ingin terlalu sering melihat Kyuhyun secara langsung, kecuali di TV. Aku hanya takut jika Cho Kyuhyun yang selama ini aku bayangkan ternyata berbeda jauh dari kenyataannya. Selama ini aku hanya mengenal Cho Kyuhyun dari luarnya saja, tanpa tahu bagaimana sifat aslinya.

“Kau aneh Haneul-ya. Bukankah orang lain akan sangat senang jika bisa sering-sering bertemu dengan orang yang mereka sukai?”

Aku mengambil buku dan tasku. “Aku bukan orang lain, Nana-ya.” Ucapku dan kemudian bergegas pergi dari ruang kelas yang semakin lama membuatku semakin sesak dan tertekan.

 

*****

 

“Ah, Naeun-na  eoddieso?” Tanyaku saat tak melihat Naeun di rumah. Padahal sebentar lagi kami akan berangkat ke rumah bibiku di Incheon.

“Naeun pergi ke MBC, ingin menonton BTS katanya.” Jawab ibuku.

“Mwo? Bagaimana bisa begitu? Aku saja membatalkan acaraku hanya demi ini, keude kenapa eomma mengizinkannya pergi? Ini tidak adil!” Seruku kesal. Ayahku menatapku tak suka. “Jangan mengeluh!” Ujarnya. “Adikmu sudah janji dengan teman-temannya sejak lama. Lagipula acara yang kau maksud itu pasti berhubungan dengan Super Junior, benar bukan? Haneul sadarlah! Kau sudah dewasa, sudah tidak pantas untuk bersikap kekanakan lagi.” Ujar ayahku.

Aku memilih diam, menahan semua kekesalanku didalam hati. Toh tak ada gunanya aku membela diri. Di rumah ini ada peraturan yang tak tertulis bahwa apapun yang dilakukan Naeun, adikku yang paling bungsu, selalu benar dan tepat. Dan tidak ada yang boleh mencela Haneul. Mencela Haneul sama hukumnya seperti melecehkan negara.

Ya ya, keuntungan menjadi anak paling bungsu. Dasar sial!

 

*****

 

Nana benar-benar pintar memanipulasiku. Setelah gagal mengajakku untuk pergi ke Sukira, ia kembali mengajakku untuk pergi ke tempat fanmeeting Super Junior M. Aku jelas saja menolak. Kan sudah pernah kutegaskan bahwa aku tidak ingin sering-sering bertemu Kyuhyun oppa. Tapi sialnya, dengan sedikit bualan dari gadis itu, aku terjebak. Nana bilang bahwa ia ingin aku menemaninya pergi ke acara fansigning EXO. Meskipun aku bukan penggemar berat EXO, keunde aku cukup mengenal mereka. Aku bahkan menyukai beberapa lagu mereka, maka dari itu aku tidak menolak.

Tapi…

“Neo jinjja daebak Kim Nana! Bagaimana bisa kau menipuku dengan berkata bahwa kita akan ke fansigning EXO?” Aku menatap kesal kearah Nana, sedangkan sobatku ini hanya tersenyum tiga jari. Benar-benar sok polos!

Nana merangkul lenganku. “Mianhe. Keunde, kalau aku jujur kau pasti tak mau datang. Lagipula tidak seru jika kau tidak ikut. Ini sudah dua minggu sejak terakhir kau bertemu dengan Kyuhyun oppa. Masa kau tidak rindu dengannya?”

“Geumanhe Nana! Kau tahu sendiri apa alasanku. Sudahlah, aku mau pulang saja!” Aku melepaskan rangkulan Nana, dan sudah berniat akan pergi.

“Kalau begitu jangan berharap banyak pada tugas statistic mu.” Ucap Nana yang kontan saja langsung membuat langkahku terhenti. Aku menoleh kesal kearah Nana. Gadis itu selalu tahu kelemahanku. Aku memang lemah dalam pelajaran statistic dan Nana sudah berjanji akan membantu tugas statistic ku kali ini. Nana tersenyum penuh kemenangan saat melihatku yang kembali berdiri disisinya.

“Tunggu apalagi? Ayo masuk!” Ujarku. Nana langsung tertawa girang seraya merangkul lenganku. “Nah, begini kan lebih baik. Ayo ayo, oppadeul suju sudah menunggu kita!”

Dan lagi-lagi dengan pasrahnya aku mengikuti temanku yang hiperaktif ini.

 

*****

 

Didalam gedung ini sudah hadir ratusan ELF yang sedang menanti untuk bertemu dengan bias mereka masing-masing. Aku sedari tadi menunduk. Entah mengapa aku merasa tidak yakin dengan keputusanku untuk masuk kesini. Aku menoleh kearah Nana dengan memasang muka sebal andalanku. Nana hanya tersenyum bocah. “Tersenyumlah. Ini akan menjadi hari yang indah.” Rayunya.

Tiba-tiba teriakan heboh terdengar, dan tanpa bertanya pun aku sudah tahu bahwa member Super Junior sudah naik keatas panggung. Dan meskipun aku sudah mati-matian berusaha untuk tidak menoleh kearah Kyuhyun oppa, tapi pada akhirnya aku tetap berkhianat pada diriku sendiri. Seperti sudah terprogram, secara reflek aku memandang Kyuhyun oppa. Dia menoleh kearahku, tapi tentu saja bukan untuk menatapku. Hey, ada ratusan ELF di ruangan ini, mustahil jika ia hanya menatap kearahku.

Aku berbaris seperti yang lainnya untuk mendapatkan tanda tangan Kyuhyun oppa. Gadis-gadis didepan maupun dibelakangku sudah tidak sabar untuk bertatap muka dengan Kyuhyun oppa, sedangkan aku, aku sudah tidak sabar untuk pergi dari tempat ini.

“Ireumi mwoeyo?” Suara baritone itu terdengar begitu lembut ditelingaku, membuat hatiku berdesir. Ini bukan pertama kalinya aku mendengar suara baritone ini secara langsung, namun reaksi ku selalu sama seperti saat pertama kali mendengarnya. Aku menatap wajah Kyuhyun oppa dengan gugup, sedangkan ia masih tersenyum ramah.

Tampan sekali…

“Naneun Haneul imnida. Cho Haneul.” Ucapku.

“Wah, nama yang bagus dan kita memiliki marga yang sama. Berarti kita keluarga.” Ia tertawa kecil sembari menandatangani album SJ M Swing yang tadi ku sodorkan.

“Ini. Terima kasih sudah mendukung kami.” Ucap Kyuhyun masih dengan senyuman manis yang terukir sempurna diwajahnya. Aku balas tersenyum. “Ne, sama-sama. Kami para ELF akan selalu mendukung kalian.”

Selalu seperti ini. Meskipun hanya sekedar percakapan singkat, namun itu akan selalu bermakna untukku. Sebentar lagi acara fanmeeting ini akan berakhir, namun Nana masih ingin menunggu hingga acara benar-benar bubar. Kan sudah kukatakan bahwa sahabatku ini benar-benar fans sejati.

Fans benar-benar menggila. Begitu acara dinyatakan bubar, mereka langsung berbondong-bondong menghampiri Super Junior M, membuat penjaga keamanan agak kewalahan. Member Super Junior M langsung digiring menuju ke van mereka. Mereka harus segera menghadiri acara lain lagi. Dorong mendorong terjadi di Aula ini. Aku berusaha menggapai Nana, ingin mengajaknya segera keluar dari kerumunan yang sudah mulai menggila. “Nana!” Seruku dengan volume suara yang cukup kencang. Nana sempat menoleh dan ingin menggapaiku, namun dorongan dari beberapa fans membuat Nana terdorong semakin jauh.

Aku melihat kearah Kyuhyun oppa, dan seketika mataku membulat kaget saat aku mendapati bahwa lampu hiasan tinggi yang berada disamping Kyuhyun oppa akan jatuh menimpanya. Tiang penyangga lampu itu tampak bergoyang akibat terdorong oleh fans. Lagipula kenapa mereka harus meletakkan lampu hiasan disana? “Hati-hati lampu itu!” Teriakku berusaha untuk memperingatkan orang-orang disana. Namun suaraku tenggelam, kalah dengan suara bising para fans yang sedang berteriak silih berganti memanggil nama-nama member Super Junior M.

Lampu itu sudah semakin bergoyang. Tepat beberapa saat sebelum lampu itu jatuh dan menimpa kepala Kyuhyun oppa, aku menerobos kerumunan dan dengan nekat langsung menarik tubuh Kyuhyun oppa dengan sekuat tenaga.

PRANG!

Lampu yang panas dan berat itu jatuh berantakan menghantam lantai keramik. Seketika suasana menjadi hening. Tampaknya semua orang syok dengan kejadian ini. Aku dan Kyuhyun oppa masih terduduk dilantai. Kyuhyun oppa tampak sangat syok, begitu juga dengan member Super Junior M yang berada didepan kami. Mata Kyuhyun menatap kosong kearah pecahan lampu yang berserakan.

“Aku… lampu itu…” Ucapnya dengan tergagap.

Beberapa penjaga langsung membawa Kyuhyun oppa kembali ke ruang tunggu Super Junior M, diikuti oleh member yang lain. Aku meringis perih. Aku baru sadar bahwa tangan kananku terkena luka bakar akibat dari lampu yang panas.

“Yeoja itu.” Samar-samar aku mendengar suara Kyuhyun oppa yang berbicara dengan managernya. Tak lama kemudian, seorang pria yang kutahu sebagai manager Super Junior M datang menghampiriku dan dengan segera membawaku pergi menuju ruang tunggu Super Junior M. Kepergian kami diiringi oleh teriakan heboh nan histeris dari para ELF. Sekilas aku dapat melihat Nana yang menatapku begitu cemas.

 

*****

 

“Untung ada dirimu. Jika tidak, entah apa yang telah terjadi pada uri Kyuhyun.” Manager Super Junior M menjabat tangan ku sembari tersenyum ramah. Aku mengangguk sopan. “Aku senang bisa menolong Kyuhyun-ssi.”

“Tangan mu baik-baik saja?” Kyuhyun oppa menatapku intens. Kemudian pandangannya beralih kearah punggung tangan kanan ku yang terkena luka bakar. Aku mengangguk pelan. “Ne, tanganku baik-baik saja. Ini hanya luka bakar biasa. Hmm, apa Kyuhyun-ssi baik-baik saja?” Tanyaku.

Kyuhyun mengangguk. “Ya, berkatmu. Terima kasih.” Ucapnya tulus.

Sungmin oppa duduk disebelahku. Ia mengamati tanganku yang baru saja diolesi salep. “Kelihatannya sakit sekali.” Ucapnya sembari memberikan sekaleng kopi hangat padaku. Aku tersenyum kecil. “Aniya, tidak terlalu sakit. Hanya terasa panas.”

“Namamu siapa?” Tanya Henry.

“Cho Haneul.”

Kyuhyun oppa tampak tersentak. “Ah, pantas aku merasa familiar dengan wajahmu. Ternyata kau Cho Haneul yang tadi.” Ujarnya tampak antusias.

Aku memandangi tanganku. Siapa sangka musibah bisa sekaligus membawa berkah? Jika tadi aku hanya bisa bermimpi dapat duduk berbincang dengan member Super Junior, tapi sekarang aku sedang benar-benar sedang duduk berbincang bersama mereka. Mereka semua tampak baik dan ramah.

“Tindakan mu itu sungguh berani. Salah-salah kau yang bisa menjadi korban. Kau benar-benar ELF sejati.” Ujar Siwon oppa. Aku dapat merasakan wajahku bersemu merah mendengar pujian yang pria berlesung pipi ini berikan padaku. Yah, Choi Siwon memang selalu bisa membuat wanita-wanita melambung tinggi dengan sikap dan pujian yang ia berikan.

Manager Super Junior M masuk kembali kedalam ruangan ini. “Aku telah berbicara dengan penjaga disini.” Ucapnya sembari menatap para member. “Sekarang kita sudah bisa pergi dari sini. Para penjaga sudah mengamankan fans kalian. Kita akan keluar lewat pintu belakang. Ja, ayo kita segera pergi!” Ajak manager Kim.

Aku bangkit dari duduk ku, sadar bahwa sudah saatnya aku juga pergi. Lagipula aku yakin bahwa Nana pasti sudah cemas setengah mati menungguku diluar. “Aku juga harus pergi. Temanku sudah menunggu.”

Manager Kim kembali menjabat tanganku. “Sekali lagi terima kasih Haneul-ssi.”

“Ne, cheonmaneyo.”

Satu persatu member Super Junior mengucapkan selamat tinggal padaku. Hingga tiba giliran Kyuhyun, pria itu tersenyum kecil. Wajahnya masih terlihat tegang dan agak pucat, membuatku merasa agak cemas dengan kondisinya. “Jeongmal gomawo Haneul-ssi. Jasamu takkan pernah kulupakan. Senang bisa bertemu denganmu. Kuharap kita bisa bertemu lagi.” Ucap Kyuhyun.

“Ne, Kyuhyun oppa, ah Kyuhyun-ssi.” Aku tersenyum tidak enak karena sudah kelepasan memanggilnya oppa. Alih-alih terlihat tidak nyaman, Kyuhyun oppa justru tersenyum ramah. “Gwenchana. Kau bisa memanggilku oppa. Bukankah ELF memang memanggil kami begitu?” Kyuhyun oppa tertawa kecil. “Sampai jumpa Cho Haneul.” Ia melambaikan tangannya, dan kemudian menghilang dibalik pintu.

Selepas kepergian mereka, aku masih berdiri mematung. Aku menyentuh tanganku yang masih terasa panas dan perih. “Ini… nyata? Apa aku benar-benar baru saja berbincang-bincang dengan Super Junior?”

 

-To Be Continued-

 

 

8 Comments (+add yours?)

  1. shoffie monicca
    Jul 07, 2015 @ 03:51:23

    pnsrn sm kljutnya..ku sbnrnya sk sm heanul apa engga psti bc dimna kyu kya antusias ps brbincng sm heanul dia itu sk apa engga nya

    Reply

  2. aryanahchoi
    Jul 07, 2015 @ 11:40:05

    kpn gue bisa kyk haneul ??????

    Reply

  3. lieyabunda
    Jul 08, 2015 @ 03:45:37

    pertemuan pertama yg bagus, walaupun sedikit celaka….
    lanjut

    Reply

  4. Ananda
    Jul 08, 2015 @ 09:08:50

    masa degdegan bacanya
    jadi pengen ketemu kyuhyun hue 😔😔
    lanjut ya thor..

    Reply

  5. elfishyvil
    Jul 11, 2015 @ 21:57:05

    Aigo…..
    Buat cemas saja tadi….
    Dag dig dug….
    Syukrlah semuanya aman dan terkendali

    Reply

  6. whitedear
    Jul 19, 2015 @ 15:07:00

    Untung saja Haneul nggak terluka parah dn Kyuhyun juga selamat. Haneul bertindak sangat berani…

    Reply

  7. J.Na Kim
    Nov 02, 2015 @ 22:46:40

    Waahhh…Musibah membawa varokah :v

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: