Mistake [2/?]

mistake

Author : Cho Haneul
Judul Cerita : Mistake
Tag (tokoh/cast) : Cho Haneul (OC), Cho Kyuhyun, Kim Nana (OC), Super Junior’s Members
Genre : Romance, Drama
Rating : PG-15
Length : Chapter
Catatan Author (bila perlu): FF ini pernah dipublish di blog pribadi author chohaneul88.wordpress.com

 

 

Mistake (Chapter 2)

 

_FOOD COURT, Dotta Mall_

Aku memandangi punggung tanganku yang terkena luka bakar. Luka yang dua hari lalu kudapat karena menolong Kyuhyun oppa. Sooyeon eonnie bilang bahwa luka ini akan meninggalkan bekas, namun aku tidak merasa sedih sedikitpun. Toh, aku dalam keadaan baik-baik saja. Justru aku akan sedih jika Kyuhyun oppa yang terluka. Hanya membayangkan saat ia nyaris tertimpa lampu hiasan saja sudah membuatku begitu takut. Aku tidak ingin ia terluka.

“Ini pesananmu.” Nana meletakkan semangkuk Ice cream mint keatas meja. “Gomawo.” Ucapku.

Nana memakan spagethi pesanannya. Meski begitu, mata temanku ini fokus menatap luka bakar yang ada ditanganku, membuatku agak risih. “Wae?” Tanyaku.

Nana menatapku. “Kau benar-benar daebak. Aksimu benar-benar patut diancungi jempol! Aku bahkan nyaris mati ditempat saat melihatmu berlari menuju Kyuhyun oppa. Ku pikir kau begitu cinta padanya hingga ingin menculiknya.” Gurau Nana.

Aku melempar tisu kearahnya. “Dasar! Aku tidak segila itu.”

“Haha! Tapi aku serius. Kau benar-benar berani. Kyuhyun oppa berhutang budi padamu.”

Aku hanya diam dan memilih untuk menikmati es krim milikku. Aku sama sekali tidak merasa bahwa Kyuhyun oppa telah berhutang budi padaku, dan aku juga tidak mengharapkan imbalan atas apa yang telah kulakukan. Melihatnya baik-baik saja sudah cukup untukku.

“Sebentar lagi mereka akan comeback. Hmm, judul lagunya Mamacita. Aku sungguh tak sabar! Pokoknya kita harus menonton penampilan comeback stage mereka!” Ujar Nana dengan begitu bersemangat. Aku tersenyum melihat reaksi spontan Nana.

“Donghae Donghae Donghae…” Ucap Nana dengan wajah sumringah. Gadis ini memang agak ajaib. Tiap tahun ia selalu berganti bias. Tahun lalu biasnya adalah Sungmin. Dan tampaknya tahun ini akan menjadi Donghae.

“Oh iya, kudengar ibu Kyuhyun oppa membuka café baru. Bagaimana jika kita mengunjungi café-nya? Yah, siapa tahu kita bisa bertemu dengan Kyuhyun oppa.”

“Dan jangan menolak! Aku tidak terima semua alasan konyolmu itu.” Ujar Nana saat ia melihat gelagatku yang akan menolak tawarannya. Dasar Nana! Ia selalu suka seenaknya. Tipikal orang yang bersifat egois. Namun meskipun begitu, ia adalah sahabat yang baik.

“Terserah kau saja lah!” putusku pada akhirnya.

“Ja, kalau begitu lusa kita kesana.”

 

*****

 

“Eonnie!” Seru Naeun heboh sembari melompat ketempat tidurku. Aku menatapnya datar. “Mwo?”

“Kyaaaa!” Teriaknya sembari memukuliku dengan bantal. Yah, adegan ini memang kerap terjadi, dan penyebabnya cuma satu, bahagia. Ini tandanya jika Naeun sedang senang. Wajahnya begitu berseri-seri dan senyumnya begitu lebar, sampai aku takut jika nanti bibirnya akan robek. “Temanku Hana, dia… dia… dia mengenal Chanyeol EXO! Kyaaa! Katanya Chanyeol itu adalah teman dekat oppanya saat SMA. Hana berjanji akan mempertemukan aku dengan Chanyeol!” Serunya gembira.

“Jinjja?! Daebak!” Aku turut heboh mendengar itu. Jarang-jarang mempunyai teman yang memiliki kenalan artis. Ah, dongsaengku ini memang hebat. Tak heran ia selalu dielu-elukan. Naeun menatapku. “Nanti, kalau aku sudah akrab dengan Chanyeol, aku akan minta agar eonnie dikenalkan dengan Kai. Eonnie menyukai Kai, kan.”

“Ne ne. Semoga beruntung dengan pangeran happy virus mu itu.”

“Kyaaa~ gomawo eonnie.” Naeun memelukku erat.

Sebenarnya daripada dikenalkan dengan Kai, aku lebih memilih untuk dikenalkan dengan Kyuhyun oppa. Eh, tapi bukankah aku memang sudah berkenalan secara resmi dengan Kyuhyun oppa? Bahkan juga dengan member Super Junior M yang lainnya. Keunde, apa ia masih mengingatku?

 

*****

 

“Jinjja Haneul-ya, kau belum pernah pacaran seumur hidup?”

Beberapa pasang mata menatapku dengan kaget bercampur takjub. Yah, di zaman sekarang ini jarang sekali menemukan gadis berusia 19 tahun yang sama sekali belum pacaran dan belum melakukan first kiss. Bahkan anak TK saja sudah mulai berpacaran. Aku yang terlalu kuno atau anak-anak itu yang terlalu ajaib?

Aku tersenyum agak malu. “Ne, begitulah. Toh, aku juga tidak sedang menyukai siapa-siapa.” Jawabku.

“Berarti dulu kau pernah memiliki namja yang kau suka kan?”

“Ne. Keunde, kisahku tidak berakhir indah seperti didalam novel.”

Yah, beberapa kali aku menyukai namja, dan semua berakhir tragis. Bahkan ada dua orang namja yang justru pada akhirnya malah berpacaran dengan temanku. Tragis bukan? Mungkin karena itu aku selalu hati-hati dalam menyukai namja. Semenjak SMA, aku tidak akan pernah lama jika menyukai seorang namja. Paling lama seminggu. Mungkin ini efek karena aku sudah sering dikecewakan. Keunde, sudah beberapa tahun ini hatiku tertaut pada seorang namja. Tak sedikitpun aku berniat untuk berpaling. Cho Kyuhyun, namja itu benar-benar telah menguasai hatiku.

“Kapan terakhir kali kau menyukai seorang namja?” Tanya salah seorang temanku. Aku asal menjawab. “SMA kelas 1.” Dan jawabanku membuat beberapa pasang mata itu semakin mendelik kaget. Bahkan dengan kurang ajarnya Jinah mempertanyakan kenormalanku.

“Kau normal, kan?” Tanyanya dengan wajah polos.

Shit! Gadis ini benar-benar membuat moodku rusak saja! Gara-gara dia aku menjadi bahan olokan teman-teman kampusku. Si Jinah ini memang suka asal bicara. Tipikal gadis ceroboh dan sembrono. Aku mendelik kesal yang dibalasnya dengan cengiran ala bocah tak berdosa.

Teman-temanku kemudian sibuk membicarakan kencan mereka, dan aku hanya bisa menjadi pendengar setia. Toh, aku memang tidak tertarik untuk ikut nimbrung. Selain karena aku tidak memiliki pengalaman, aku merasa bahwa topik berkencan merupakan topik pembicaraan yang menggelikan dan membosankan, sebab mereka kerap membicarakan tentang skinship dan bagaimana mereka melakukan ciuman mereka. Sumpah, aku muak mendengarnya!

Walhasil, aku sibuk mengotak-atik ponselku. Aku membaca berita mengenai drama musical terbaru Kyuhyun oppa yang berjudul The Days. Kali ini dramanya terlihat lebih serius dari drama-drama Kyuhyun oppa terdahulu. Melihat dari teasernya saja sudah membuat air liurku nyaris menetes. Ya Tuhan, kenapa kau begitu tampan oppa?!

Ah iya, kemana Nana? Hari ini kami berencana untuk mampir ke café terbaru milik ibunda Kyuhyun oppa. Jangan bilang Nana babo itu lupa akan janjinya!

 

*****

 

“Desainnya bagus ya. Ku dengar Ah Ra eonnie yang mendesainnya. Ah, ia sungguh memiliki selera yang tinggi.” Ucap Nana sembari menatap kesekeliling café.

Nana benar. Café ini terlihat begitu keren dengan desain minimalisnya, dan perpaduan warna hitam, putih dan coklat. Benar-benar terlihat berkelas. Aku meminum frappucino milikku sembari ikut menatap ke sekeliling. Tampaknya hari ini aku kurang beruntung. Tak ada Kyuhyun oppa disini. Bahkan ibu dan kakaknya juga tidak nampak batang hidungnya. Moodku menjadi agak jelek. Aku menyandarkan punggungku disofa sembari menatap pemandangan diluar jendela.

“Sebentar lagi hujan.” Ucapku pelan.

Nana ikut menoleh kearah jendela. “Ah, iya. Semoga saja tidak deras.” Nana melirik kearah tanganku. “Apa itu akan meninggalkan bekas?”

Aku menatap lukaku dan mengedikkan bahu. “Entahlah. Tapi menurut Sooyeon eonnie ini akan meninggalkan bekas. Sudahlah, toh aku tak terlalu peduli.” Jawabku acuh.

Nana tertawa kecil. “Ya ya, yang kau pedulikan kan memang hanya Cho Kyuhyun.” Sindirnya.

Langit bergemuruh, dan tak lama butiran-butiran air jatuh dan membasahi bumi. Para pejalan kaki yang tidak membawa payung berlarian untuk mencari tempat berteduh. Namun tak sedikit juga yang nekat untuk menerobos hujan. Aku terlalu terpaku pada pemandangan itu hingga tak mendengar Nana yang sedari tadi memanggilku.

“YA!” Seru Nana dengan suara yang agak keras, membuatku langsung menoleh.

“Wae?”

“Kau tuli ya? Dari tadi aku memanggilmu. Itu lihat, ada pangeranmu disini.”

Aku langsung mengedarkan pandanganku dan ya! Aku melihatnya. Kyuhyun berdiri didepan meja kasir bersama Ah Ra eonnie. Rambut hitamnya tampak agak basah. Ia pasti sempat kehujanan. Nana menyodorkan selembar uang 10.000 won padaku. “Belikan aku red velvet.” Ia mengedipkan matanya. Aku tersenyum sembari mengambil uang yang tadi disodorkan Nana. Gadis ini memang selalu tahu apa yang harus dilakukan disaat seperti ini.

Dengan memantapkan hati aku bangkit dari kursiku. Aku berjalan dengan langkah pasti menuju meja kasir, dimana Kyuhyun oppa sedang berdiri tegak sembari memperhatikan keadaan sekitar. Kira-kira, apa dia masih mengingatku? Ini sudah lewat seminggu sejak kejadian di acara fanmeeting itu.

“Jo…jogiyo…”

Kyuhyun oppa menoleh dan kemudian tersenyum ramah. Ah, dia pasti mengingatku.

“Anda ingin pesan apa?”

Senyumku langsung memudar. Dia tidak ingat. Hah, memangnya apa yang kuharapkan?! Toh, aku bukan orang penting yang harus diingat. Aku bukan siapa-siapa. Aku menunduk, berusaha untuk menyembunyikan mataku yang tiba-tiba saja memanas.

“Red velvet.” Ucapku pelan.

“Ye, jakkamannyo.”

Diam-diam aku melirik Kyuhyun oppa yang sedang mengambil pesananku. Perasaanku saat ini benar-benar kecewa. Tadinya aku berpikir bahwa Kyuhyun oppa akan mengenaliku dan kemudian kami akan mengobrol ringan layaknya teman. Kyuhyun oppa menyerahkan sepiring red velvet kepadaku. “Harganya 3000 won.”

Aku menyerahkan selembar uang 10000 ribu won pada Kyuhyun oppa. Kyuhyun oppa terdiam melihat punggung tangan kananku. Ia menatapku dengan kaget. “Neo… Cho Haneul?” Tanyanya hati-hati.

Bolehkah aku berteriak sekarang?! Kyuhyun oppa mengingatku! Ia mengingat namaku! Ia menyebut namaku! Kyaaaa~

“Ne. Cho Haneul imnida.” Jawabku gugup.

Kyuhyun oppa tersenyum ramah. Tampan sekali. “Pantas wajahmu terasa familiar. Mian aku tak langsung mengenalimu.” Pandangannya beralih kearah lukaku. “Tanganmu… apa baik-baik saja?” Wajahnya agak cemas.

“Ne, gwenchana. Oppa tidak perlu khawatir. Hmm, bagaimana kabar oppa?”

“Aku baik-baik saja. Tetap sibuk seperti biasa, tapi aku menyempatkan diri datang kesini sebelum kembali ke SM.”

Aku tersenyum menatapnya. “Pasti sibuk sekali ya menjelang comeback dan juga latihan drama musical. Himnae Kyuhyun oppa! Sampaikan salamku pada member Super Junior ya.” Aku membungkuk sopan sebelum kembali ke mejaku. Nana sudah menanti dengan wajah yang sumringah. Ia sedari tadi mengamatiku yang sedang berbincang dengan Kyuhyun oppa.

“Ini red velvetmu nona Kim.” Ucapku. Nana mengancungkan dua jempolnya padaku. “Really impressive nona Cho. Kau sungguh luar biasa!”

 

*****

 

Bayangkan, sudah 3 jam aku duduk di café ini bersama Nana. Mungkin para karyawan di café ini sudah muak melihat mukaku. Yah, tapi kurasa mereka masih harus bersabar sampai beberapa saat kedepan. Alasan aku masih betah untuk duduk disini karena Kyuhyun oppa juga masih berada di café ini. Kelihatannya ia sedang menunggu seseorang. Entahlah, tapi aku rasa begitu. Terlihat dari gayanya yang sedari tadi melirik kearah jam yang melingkari pergelangan tangan kirinya dan ia juga sempat beberapa kali mengecek ponselnya.

Kira-kira siapa yang ditunggunya?

“Sebentar ya, aku ke toilet dulu. Setelah itu kita pulang. Sudah malam.” Ucapku seraya bangkit dari dudukku.

Begitu keluar dari toilet wanita, aku bertabrakan dengan seorang wanita muda. Aku tak sempat melihat wajahnya karena dia yang tampak sedang terburu-buru. Ia hanya sempat membungkuk sekilas sembari meminta maaf padaku. Saat melangkah, tanpa sengaja aku menginjak sebuah benda. Aku menoleh dan melihat sebuah flasdisk berukuran sedang tergeletak dilantai. Sadar bahwa itu merupakan flasdisk wanita yang tadi, aku memungutnya dan berniat untuk mengembalikan flashdisk tersebut.

Aku mengikuti arah wanita itu pergi. Ia berjalan menuju ruang belakang, yang terletak disebelah ruang karyawan. Apa mungkin dia salah seorang karyawan disini?

Aku mendengar suara laki-laki dan perempuan yang sedang berbincang.  Ternyata wanita tersebut sedang berbincang dengan seorang lelaki diujung koridor. Suasana agak gelap dan yang pasti sepi. Tadinya aku ingin menghampiri wanita itu dan kemudian segera mengembalikan flasdisk miliknya. Akan tetapi langkahku seketika terhenti. Jantungku berdebar dengan sangat keras.

Kyuhyun oppa…

Gadis itu sedang berbincang dengan Kyuhyun oppa.

Tiba-tiba gadis itu menarik kerah baju Kyuhyun oppa dan mendaratkan bibirnya disana. Kyuhyun oppa membelalakkan matanya, tampak kaget dengan aksi agresif gadis itu. Tak hanya Kyuhyun oppa saja, aku pun juga tak kalah kaget. Mataku memanas. Apalagi saat kulihat tidak ada penolakan dari Kyuhyun oppa. Dia malah terlihat… menikmatinya.

Tiba-tiba tatapan mataku bertumbukan dengan Kyuhyun oppa yang memang berdiri menghadapku, sedangkan wanita itu berdiri membelakangiku. Tanpa sadar air mataku langsung terjatuh. Tak ingin lama-lama berada dalam kondisi yang menyedihkan, aku pun bergegas pergi.

Nana terlihat kaget melihatku yang menghampirinya dengan mata sembab. Belum sempat Nana bertanya, aku sudah lebih dulu menariknya pergi. “Kajja!”

“Eh, tapi…”

“Palli!” desakku.

Aku dan Nana berjalan cepat menuju pintu keluar café. Namun tiba-tiba saja tanganku dicekal oleh seseorang. Aku menoleh kebelakang, dan melihat seorang namja yang memakai topi hitam yang nyaris menutupi wajahnya dan juga jaket hitam. Aku mengenalnya. Dia Kyuhyun oppa.

“Ikut aku!” Ucapnya. Dan tanpa meminta persetujuanku, ia langsung menarik tanganku dan membawaku menuju ruang belakang café. Aku hanya diam sembari mengikuti langkahnya yang lebar-lebar. Dan oh, aku melupakan Nana! Dia pasti kebingungan.

Ternyata Kyuhyun oppa membawaku masuk kedalam kantor milik ibunya. Ia menyuruhku duduk disofa coklat yang ada ditengah ruangan. Ia menatapku intens, sedangkan aku hanya dapat menunduk.

“Aku tahu kau melihat kejadian tadi.” Kyuhyun oppa membuka suara. Aku hanya diam. Sedikitpun tak berniat untuk merespon. Apa mungkin Kyuhyun oppa takut jika aku akan menyebarkan berita mengenai dia dan yeoja tadi? Well, meskipun aku sedih dan kecewa, keunde aku tidak sepicik itu. Aku sangat menghargai privasinya.

“Aku harap kau…”

“Geokjonghajima, aku akan menutup mulutku rapat-rapat. Aku takkan mengatakan apapun. Aku selalu menghargai privasi setiap orang.” Ucapku lirih, masih sambil menunduk. Aku benar-benar tak berani untuk menatapnya.

“Kau menangis?” Tanyanya. “Hey, kenapa kau menangis? Aku tidak sedang memarahimu.” Ia tampaknya agak panic. Aku menggeleng. Dengan agak ragu aku mendongakkan kepalaku. Tatapan mata kami saling bertumbukan.  Dadaku sesak saat mengingat kejadian beberapa saat yang lalu. Kyuhyun oppa terdiam melihatku yang menangis. Kurasa ia bingung.

“Aku minta maaf… aku permisi…” Aku langsung bangun dan membungkuk sopan. Dengan berlari-lari kecil, aku meninggalkan café keluarga Kyuhyun oppa.

“Haneul!”

“Nana-ya!” Aku menghambur kepelukan Nana. Air mataku langsung tumpah ruah, dan aku menangis sesegukan dalam pelukan sobatku ini. Nana mengelus-elus punggungku dengan lembut. “Ada apa?” Tanyanya pelan. Tapi untuk sekarang aku tidak bisa menjawab. Aku terlalu sedih dan hancur. Beruntung, Nana tidak bertanya lebih lanjut. Sudah kubilang kan bahwa meskipun menyebalkan, namun Nana adalah sahabat yang selalu mengerti diriku dan selalu dapat diandalkan.

‘Apa ini berarti aku memang tidak punya kesempatan untuk memiliki Kyuhyun oppa? Hah, memang seharusnya aku sadar diri. Toh, dari awal kesempatan itu memang tak pernah ada untukku…’

 

-To Be Continued-

 

 

4 Comments (+add yours?)

  1. lieyabunda
    Jul 10, 2015 @ 04:15:43

    siapa yg cium kyu,,,,,,,,
    lanjut

    Reply

  2. elfishyvil
    Jul 11, 2015 @ 23:30:35

    OMG…
    Siapa yeoja itu??
    Kira kira apa isi fd itu ya?

    Reply

  3. whitesdear
    Jul 19, 2015 @ 15:06:32

    Kasihan juga ya Haneul, luka.nya bakalan meninggalkan bekas. Apa nggak bisa hilang meskipun lama?
    Siapa perempuan itu? Apakah pacar Kyuhyun?

    Reply

  4. J.Na Kim
    Nov 02, 2015 @ 22:57:36

    Aigoo haneul-ah … sabar yak ..😦 puk puk puk

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: