Mistake [3/?]

mistake

Author : Cho Haneul
Judul Cerita : Mistake
Tag (tokoh/cast) : Cho Haneul (OC), Cho Kyuhyun, Kim Nana (OC), Super Junior’s Members
Genre : Romance, Drama
Rating : PG-15
Length : Chapter
Catatan Author (bila perlu): FF ini pernah dipublish di blog pribadi author chohaneul88.wordpress.com

___________________________________________________________

 

MISTAKE (Chapter 3)

Ini sudah tiga minggu, dan seperti perkataan Sooyeon eonnie terdahulu, luka bakar dipunggung tanganku tetap meninggalkan bekas meskipun aku telah dengan rutin mengolesinya dengan salep. Tapi aku tidak sedih. Setidaknya saat aku melihat bekas luka ini, aku akan mengingat bahwa aku pernah bertemu dengan pria itu. Cho Kyuhyun…

Nana sudah tahu mengenai Kyuhyun oppa yang berciuman dengan seorang wanita tak dikenal. Semenjak itu juga Nana tidak pernah memaksaku untuk datang ke setiap acara Super Junior. Bahkan Nana tidak memaksaku untuk pergi ke acara comeback stage oppadeul SJ. Temanku itu begitu mengerti keadaan hatiku yang masih begitu sakit. Seperti luka bakar yang ada ditanganku ini, yang membekas, begitupun dengan luka dihatiku yang sampai detik ini masih terasa sakit, terasa membekas.

Selama tiga minggu ini aku benar-benar menutup mataku mengenai semua hal yang berhubungan dengan Cho Kyuhyun. Aku bahkan belum membuka album Mamacita yang dulu pernah kupesan dari temanku. Album itu masih terbungkus dan tersimpan rapi dirak paling bawah lemari bukuku. Tak ada niatan untuk membukanya.

“Argh, bagaimana mungkin Sungmin oppa memutuskan untuk menikah?! Dianggap apa kita ini! Tidakkah ia memikirkan perasaan kita sebagai ELF yang selama ini mendukungnya?!” Ujar Yoorin gusar. Aku menghela napas melihat tingkah kekanakan temanku ini. Tidak ada yang salah dengan jatuh cinta dan menikah. Semua orang berhak mendapatkan itu, bahkan seorang superstar sekalipun!

“Tidakkah kau sadar bahwa Sungmin oppa juga manusia yang membutuhkan cinta? Sama seperti kita. Lagipula selama ini ia sudah mengabdikan dirinya pada ELF. Sudah sewajarnya jika saat ini ia memikirkan masa depannya. Jangan sebut dirimu ELF jika kau menentang pernikahannya. Kau bahkan bukan siapa-siapanya!”

Yoorin terlihat tersinggung dengan perkataanku yang bisa dibilang cukup keras. Tak hanya Yoorin, teman-temanku yang lain pun tampak terkejut dengan perkataanku tadi. Mereka terdiam. Mungkin sedang meresapi kata-kataku tadi. Namun tampaknya Yoorin tidak terima dengan perkataanku tadi. Gadis berambut hitam lurus sebahu ini menatapku tajam. “Kau bisa berbicara seperti itu karena yang akan menikah bukan biasmu! Bagaimana jika selanjutnya Kyuhyun yang akan memberikan pengumuman mengenai pernikahannya? Ah, malah lebih parahnya jika ternyata ia sudah menikah secara diam-diam.” Nada bicara Yooring terdengar begitu ketus.

Tubuhku menegang. Tak bisa kupungkiri bahwa ketakutan seperti itu juga ada didalam hatiku. Apalagi dengan mata kepalaku sendiri aku telah melihat Kyuhyun oppa yang berciuman dengan seorang wanita. Apa jangan-jangan wanita itu pacarnya? Atau calon istrinya?

Aku mengemas barang-barangku. Sebelum beranjak, aku sempat menatap lurus kearah Yoorin. “Kalaupun itu memang terjadi maka… aku akan menerimanya. Kita hanya fans. Sama sekali tidak berhak untuk mengatur hidup idola kita. Jika Kyuhyun oppa akan menikah maka aku akan turut senang.” Ujarku, dan kemudian berjalan menjauhi meja yang tengah ditempati oleh teman-temanku.

“Pembohong!”

Samar-samar aku masih dapat mendengar cibiran yang ditujukan Yoorin untukku. Pembohong? Yah, mungkin dia benar. Apa aku bisa turut bahagia jika kabar itu datang dari Kyuhyun oppa?

 

*****

2 bulan lamanya tanpa Kyuhyun oppa. Aku pasti sudah gila karena hampir setiap malam aku memimpikan namja itu. Dalam mimpiku, Kyuhyun oppa memelukku dengan penuh kasih sembari sesekali mengelus kepala dan mengecup dahiku. Aku seperti melihat sisi lain dari Kyuhyun oppa. Dan setiap terbangun dari tidurku dan menyadari bahwa semuanya hanya mimpi, selalu dengan sukses membuatku sesak.

Aku melirik kearah Naeun yang sedang duduk disofa diseberangku. Adikku itu tampak asyik dengan ponselnya. Sesekali ia akan memekik kegirangan. Tampaknya hubungannya dengan Park Chanyeol berjalan dengan lancar. Naeun memang sudah berkenalan secara resmi dengan happy virus EXO itu. Mereka bahkan sering bertukar kabar melalui pesan singkat. Baru sebatas itu. Namun aku yakin tampaknya mereka akan melanjutkannya ke tahapan yang lebih serius. Tak bisa kupungkiri bahwa aku begitu iri dengan Naeun. Dia dapat dengan mudahnya berkenalan dengan biasnya dan bahkan tengah melakukan pendekatan. Sedangkan aku?

“Eonnie!” Panggil Naeun, membuatku kembali ke dunia nyata.

“Mwo?”

“Aku ingin memesan tiket untuk Super Show 6. Kau mau?” Tanya Naeun. Aku terdiam. Ah, aku baru ingat bahwa 3 minggu lagi Super Show 6 akan digelar. Haruskah aku menontonnya? Tapi…

“Bagaimana eonnie? Kau mau?”

Dengan agak ragu aku mengangguk. Naeun tersenyum sumringah. “Asa! Aku akan menelpon Minah sekarang.”

 

*****

 

Dimana aku sekarang?

Di depan café milik Kyuhyun oppa. Aku bahkan tak menyangka bahwa aku akan kembali menginjakkan kakiku disini setelah kejadian itu. Tadi saat dijalan pulang dari kampus, tiba-tiba eomma menelponku. Ia menyuruhku untuk membeli tiramisu dan red velvet. Padahal di Seoul ada begitu banyak café dan bahkan toko kue, tapi dengan bodohnya aku malah datang kesini.

Aku ingin pergi, namun aku sudah terlanjur datang kesini. Dengan perlahan aku mendorong pintu café dan melangkah masuk. Aku berjalan dengan perasaan tak karuan menuju tempat memesan. Café tidak terlalu ramai, menandakan bahwa Kyuhyun oppa sedang tidak ada disini.

“Aku pesan dua potong tiramisu dan 3 potong red velvet, juga cappuccino hangat.”

“Ne, tunggu sebentar.”

Si pelayan kembali dengan pesananku. Setelah membayar, aku berjalan menuju pintu keluar. Aku tidak tahu jika ini bisa disebut keberuntungan atau kesialan. Pasalnya, aku berpapasan dengan Kyuhyun oppa didepan pintu. Meskipun wajahnya ditutupi dengan masker, namun aku masih dapat mengenalinya dengan baik. Aku mencoba untuk tidak menatapnya terlalu lama. Dengan mengeraskan hati aku berjalan melewatinya.

Aku langsung tersentak saat lenganku ditahan oleh Kyuhyun oppa. Aku menoleh kearahnya dan mendapati dirinya yang tengah menatapku dengan intens. Aku melirik kesekitar dan langsung menunduk dalam saat menyadari bahwa beberapa pasang mata pengunjung tengah tertuju padaku. Mereka memperhatikan kami dengan rasa ingin tahu.

“Bisa kita bicara sebentar?”

“Baiklah.”

*****

“Tempo lalu, kenapa kau menangis? Apa aku telah melakukan kesalahan?” Kyuhyun oppa menatapku dalam. Aku menunduk. “Aniya.” Jawabku pelan. Aku benar-benar tak memiliki nyali untuk bertemu dengan namja tampan ini.

“Lalu kenapa?” Tanyanya lagi. Ia tampak begitu ingin tahu. Apakah itu termasuk hal yang penting untuknya?

Kyuhyun oppa menghela napas. “Aku tidak tahu apa salahku, keunde aku minta maaf jika aku telah menyakitimu. Dan perihal wanita itu, kuharap kau jangan salah paham. Wanita itu dulunya memang kekasihku. Tapi kami sudah putus beberapa bulan yang lalu. Soal yang waktu itu, Hyena hanya kehilangan kendali.” Jelas Kyuhyun oppa padaku.

Aku baru memberanikan diriku untuk menatapnya. “Mantan kekasihmu?” Tanyaku. Ada secercah perasaan lega mengisi relung hatiku. Kyuhyun oppa mengangguk mengiyakan. “Jadi sekarang oppa sedang tidak memiliki yeojachingu? Ah, maksudku…”

“Aku sedang sendiri.” Tegasnya sambil tersenyum manis.

Kami terdiam untuk beberapa saat. “Apa kau akan menonton Super Show 6?” Tanya Kyuhyun oppa sembari menatapku. Aku mengangguk. “Ne. Aku takkan melewatkannya.”

Kyuhyun oppa tersenyum puas mendengar jawabanku. “Ah, tunggu sebentar. Ada yang ingin kukembalikan padamu.”

Aku mengernyit bingung. Mengembalikan? Memangnya apa yang pernah dipinjam Kyuhyun oppa dariku?

Tak lama pertanyaanku terjawab ketika Kyuhyun oppa kembali sembari membawa ipod yang tampak begitu familiar bagiku. Itu ipodku!

“Milikmu kan?” Ia tersenyum sembari menyodorkan ipod itu padaku. Tangan kami bersentuhan saat aku mengambil ipod itu tangannya. Aku mendongak menatapnya yang tengah berdiri dihadapanku. “Bagaimana bisa ipodku ada padamu?”

“Kau menjatuhkannya saat terakhir kali kau kesini. Aku ingin mengembalikan, namun aku tidak tahu alamat maupun nomor teleponmu. Beruntung sekali kita bertemu kembali hari ini.”

“Ku pikir ipodku terjatuh di kereta atau di bus. Terima kasih Kyuhyun oppa.”

Kyuhyun oppa mengangguk sambil tersenyum. “Suaramu bagus. Aku suka.” Aku langsung mendongak menatap Kyuhyun oppa. Jantungku nyaris berhenti berdetak dan wajahku sudah amat sangat merah sekarang. Ya Tuhan, Kyuhyun oppa telah mendengar rekaman suaraku! Aku malu!

“Kenapa malu? Aku bersungguh-sungguh, suaramu bagus. Kau berpotensi untuk menjadi penyanyi.” Ucapnya lagi. Aku menggelengkan kepalaku. “Aku tidak cocok di dunia hiburan.”

“Jika kau menjadi penyanyi, maka aku adalah fans pertamamu.”

Hatiku menghangat kala mendengar ucapan Kyuhyun oppa. Aku tidak peduli jika ia mengatakan hal tersebut hanya sekedar untuk menghiburku atau membuatku percaya diri. Yang jelas aku begitu senang karena mendapat pujian dari pria yang begitu aku idamkan.

 

*****

Nana sempat heran saat aku mendatanginya dan berkata bahwa aku akan menonton SS6. Tapi setelah mendengar penjelasanku Nana menjadi bersemangat. Bahkan jauh lebih bersemangat daripada diriku yang jelas-jelas fans berat Kyuhyun oppa.

Pada akhirnya disinilah kami (aku, Nana dan Naeun) di SS6. Lautan light stick dan balon sapphire blue memenuhi gedung konser ini. Suasana benar-benar semarak. Ditambah dengan teriakan fans yang meneriakkan nama-nama personil Super Junior. Cukup berisik, tapi disaat yang bersamaan aku cukup menikmati.

Tiba saatnya Super Junior menyanyikan lagu Island. Lagu ini cukup membuat kami, para ELF, merasa emosional, mengingat bahwa Yesung oppa juga ikut berkontribusi dalam lagu ini. Pertama kalinya aku mendengar lagu ini, sukses membuatku menitikkan air mata haru.

Mataku terfokus pada Kyuhyun oppa yang sedang bernyanyi. Suaranya terdengar begitu menenangkan. Sungguh, suaranya adalah suara favoritku. Tak pernah sedikitpun aku merasa bosan mendengarkan suara baritone nya itu. Kyuhyun oppa berjalan mendekati tempatku berdiri. Entah ini benar atau hanya perasaanku saja, tapi aku merasa bahwa Kyuhyun oppa tengah menatapku. Jantungku berdetak tak karuan karena tatapan matanya yang tajam, namun terasa begitu meneduhkan.

“Yak, dia sedang melihatmu! Dia melihatmu!” Bisik Nana heboh ditelingaku. Aku tidak terlalu mempedulikannya karena fokusku masih terarah pada Kyuhyun oppa. Dia terlihat begitu bersinar dibawah sinar lampu panggung.

“Eonnie, kudengar mereka akan mengajak seorang lucky fans untuk keatas panggung.” Ujar Naeun yang berdiri disebelahku.

Kudengar gadis-gadis disebelahku sudah berkasak-kusuk, saling berharap bahwa mereka adalah lucky fans untuk hari ini. Aku tidak tahu kapan tepatnya, namun begitu aku menoleh, sudah kudapati sebuah tangan tengah terjulur dihadapanku. Aku, Naeun dan Nana memang berdiri tepat didepan panggung. Suara teriakan heboh terdengar disekitarku. Sedangkan aku masih menatap cengo, masih merasa tak percaya bahwa tangan yang terjulur itu adalah tangan Kyuhyun oppa.

“Kyaaa! Kau terpilih! Kau lucky fans untuk hari ini eonnie!” Naeun menggenggam lenganku erat.

Kutatap mata teduh milik Kyuhyun oppa. Ia tersenyum manis padaku. “Naiklah.” Ucapnya tanpa suara. Tak lama, seorang petugas datang dan membantuku untuk naik keatas panggung. Aku disuruh untuk duduk dikursi yang sudah diletakkan ditengah-tengah panggung, dikelilingi oleh 10 namja tampan. Bolehkan aku pingsan sekarang?

Ini seperti mimpi!

Sepanjang lagu This Is Love satu persatu member SJ menghampiriku. Beberapa diantara mereka bahkan memberikan sekuntum mawar merah padaku, sedangkan yang lain ada yang mengecup punggung tanganku dan merangkulku. Sontak dalam semalam aku memiliki banyak musuh. Yah, tentu saja banyak yang iri dengan keberuntungan yang aku alami. Lagu This Is Love sampai menuju klimaks. Tiba-tiba saja Kyuhyun oppa menggandeng tanganku dan mengenggamnya lembut. Ia bernyanyi sembari menatapku intens, membuatku nyaris kehabisan nafas. Saat diakhir lagu Kyuhyun oppa mengecup punggung tanganku. Punggung tangan yang terdapat bekas luka bakar.

“Terima kasih Haneul-ah…” Gumamnya yang terdengar ditelingaku.

 

 

-To Be Continued-

 

4 Comments (+add yours?)

  1. RaRa
    Jul 11, 2015 @ 10:21:52

    gereget banget tiap baca ini dari part 1 haaha next part yaa sumpah jadi pengen kaya gitu😄 next yaa

    Reply

  2. lieyabunda
    Jul 12, 2015 @ 03:43:11

    kyu sepertinya dari hati bgt deh,,,,,,,
    lanjut

    Reply

  3. changtaeupy
    Jul 13, 2015 @ 05:20:46

    R0mantis

    Reply

  4. whitedear
    Jul 19, 2015 @ 15:17:40

    Waahh Kyuhyun tertarikah sama Haneuk? Kalu tidak kan ngapain dia menjelaskan tentang wanita yg mantan kekasihnya itu pada Haneul kan..
    Apalagi dia yg memilih Haneul sendiri yg jang jadi lucky fansnya hhehe..

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: