Baby Don’t Cry

COVER FANFICTION BABY DON'T CRY

Author            : Happiness’s Crown

Tittle              : Baby Don’t Cry

Cast                 : – Lee Hyeon Ji as Lee Hyeon Ji (OC)
– Kim Jong Woon as  Yesung
– Cho Kyuhyun as Kyuhyun
You’ll find the other cast on the story^^

Genre              : Romance, sad

Rating             : PG-13

Length            : One Shoot

Author’s Note : Holla everyone. Hehe disini aku akan menyuguhkan sebuah cerita-yang semoga menarik- bertujuan untuk menghibur reader(s) disini. Cerita ini 100% milik aku kecuali member SJ :v cerita ini terinspirasi dari kisah nyata seseorang yang terkena penyakit yang sama. namun sangat berbeda dari aslinya. Kalau kalian pernah baca bacaan seperti ini itu hanyalah ketidaksengajaan. Maaf untuk cerita yang tidak sempurna dan mungkin typo yang merusak mata😀

Happy Reading guys^^

~oO~

Sebab ku sayang dia
Sebab ku kasihi dia
Sebab kutak rela
Tak selalu bersamanya

Hyeon Ji POV

Membosankan. Sama seperti beberapa hari dalam minggu ini, hari inipun terasa sangat membosankan. Kenapa membosankan? Karena sang lelaki idamanku tidak disini, dia sedang keluar kota mengikuti olimpiade matematika, Cho Kyuhyun. Lelaki tampan itu benar-benar menjengkelkan. Bagaimana bisa dia belum pulang sedangkan anak olimpiade lain sudah sekolah dua hari yang lalu?

“ besok dia akan pulang Hyeon-ah” ujar Yun Mi

“ aku tahu, dan itu masih sekitar 20jam lagi Yun Mi-a” jawabku kesal dan tidak ada jawaban lagi dari Yun Mi.

Bel berdering dan siswa yang masih berkeliaran disekitar sekolah segera berlari kekelas masng-masing. Kalau minggu-minggu sebelumnya aku pasti masih duduk dibawah pohon dekat lapangan basket untuk melihat Kyuhyun, namun sekarang.. ah sudahlah.

Henry memberi aba-aba untuk berdiri dan memberi salam dengan guru Han, aku berdiri dengan malas dan hanya diam lalu duduk kembali.

“ Pagi ini, saya ingin mengenalkan seorang murid baru. Dia baru pindah dari Itaewon dan akan sekolah disini”

Aku tidak memperdulikan apa yang dikatakan oleh guru Han dan sibuk dengan kukuku yang baru aku warnai. Aku merasa kelas mendadak ribut oleh ocehan gadis-gadis, sekali lagi. Aku tidak perduli.

Annyeonghaseo, perkenalkan nama saya Kim Jong Woon, kalian bisa memanggil saya Yesung mohon bimbingannya dan semoga kita dapat berteman dengan baik” aku mendengar suara seorang lelaki memperkenalkan diri dan aku meliriknya sekilas. Biasa saja.

“ Jung Soo-ya, dia beneran sepupumu?” ujar Yun Mi yang masih bisa kudengar.

“ iya, kenapa?”

“ tidak, tidak apa-apa” jawab Yun Mi dan dia mencolek pundakku.

“ ada murid baru, tidak ingin mencoba?setidaknya sampingan dari Kyuhyun”

“ kau fikir aku ini apa hah? Pedofilia yang doyan dengan anak kecil? “ jawabku sewot dan mengacungkan tanganku tinggi-tinggi.

“ ya Hyeon Ji, kau ingin bertanya dengan Yesung?” ujar guru Han tersenyum, sedangkan lelaki disampingnya itu terlihat menatapku datar.

“ aku tidak ingin bertanya, Guru bolehkah aku ke UKS? Perutku tidak enak. I’m in my period” ujarku dengan wajah memelas.

“ baiklah, Yun Mi-a, kau antarkan Hyeon Ji”

“ ye saem

~oOo~

Author POV

Bel tanda istirahat sudah berdering. Hyeon Ji dan Yun Mi keluar dari UKS menuju kantin. Langkah Hyeon Ji terhenti seketika ketika matanya menangkap seseorang yang sangat dirindukannya.

“ Cho Kyuhyun” gumam Hyeon Ji membuat Yun Mi mengikuti arah pandang Hyeon Ji.

“ benar, bukannya dia sekolah besok?” ujar Yun Mi sambil menatap Hyeon Ji yang sudah jalan dan duduk disalah satu meja tepat didepan Kyuhyun.

“ Kyuhyun-a, kapan kau pulang?” Tanya Hyeon Ji pada Kyuhyun yang sedang ngobrol dengan Henry.

“ baru saja sampai, aku tidak ingin terlalu banyak absen” jawab Kyuhyun dan Hyeon Ji hanya ber’oh’ ria.

“ Cho Kyuhyun! Kapan kau sampai?” Hyeon Ji menggerutu kesal ketika mendengar Jung Soo menyapa Kyuhyun. Sebenarnya gadis itu memiliki beberapa pertanyaan yang ingin ditanyakan pada Kyuhyun.

“ boleh aku duduk disini?” Hyeon Ji menatap Yesung yang sudah berdiri didepannya, dia yang sedang tidak enak suasana hati hanya mengangguk dan beranjak pergi.

~oOo~

Hyeon Ji POV

Hari ini adalah hari ulang tahun Kyuhyun. Aku sudah menyiapkan kado special untuknya yang baru saja kubeli. Dan Kyuhyun mengadakan pesta untuk merayakan ulang tahunnya malam ini dirumahnya.

“ kau yakin akan datang kepesta ulang tahun Kyuhyun?” Tanya Yun Mi yang sedang membaca majalah. Kami sedang disalon.

“ tentu saja, ini adalah hari yang istimewa untuknya bukan?”

“ iya, tapi tidakkah kau mendangar gossip itu? Kyuhyun dan Se Ri berpacaran?” Tanya Yun Mi yang mengundang tawaku.

“ masih gossip kan? Lagipula aku jarang melihat mereka bersama” jawabku.

“ tapi Hyeon Ji-a, aku tidak ingin kau tersakiti”

“ siapa yang tersakiti? Diamlah, kau mengacaukan moodku” jawabku kesal dan diapun kembali kepada majalahnya.

Memang benar kalau belakangan ini kudengar kalau Kyuhyun dan Se Ri sedang dekat, namun aku tidak perduli. Toh masih gossip kan?

~oOo~

Aku melangkah dengan mantap memasuki pekarangan rumah Kyuhyun. Pestanya cukup meriah dengan tema berwarna pink hitam. Aku mengedarkan pandanganku keseluruh ruangan dan melihat Kyuhyun sedang berbincang dengan teman-temannya. Aku menggandeng Yun Mi dan berjalan kearah Kyuhyun.

“ Kyuhyun-a, happy birthday” ujarku seraya menyerahkan kado yang sudah terbungkus rapi. Dia menerimanya dengan penuh senyuman.

“ terima kasih Hyeon Ji-a,” ungkapnya dan itu membuat jantungku berdetak gila-gilaan.

Aku, Kyuhyun, Yun Mi dan teman-teman yang lain berbincang-bincang dan bercanda bersama. Malam ini benar-benar malam yang sangat indah menurutku. Dapat bercengkrama dengan Kyuhyun sedekat dan seakbrab ini.

“ Kyuhyun-a, happy birthday” aku menoleh keasal suara, Jung Soo lagi! Padahal aku sedang asyik membicarakan golf dengan Kyuhyun.

“ terima kasih Jung Soo-a, Yesung-a” balas Kyuhyun dengan senyumannya. Oh god he is too handsome!

Aku menatap Yesung yang hanya mengangguk. Lelaki itu sangat pelit senyum! Bahkan semenjak dua minggu aku mengenalnya, aku jarang sekali melihat ekspresi bahagia diwajahnya. Raut wajah dingin dengan mata sipit yang menyorot tajam serta kepalanya yang besar.

“ baiklah acara akan segera kita mulai” aku melihat ke atas panggung. Heechul menjadi MC malam ini. Haha benar-benar lelaki yang pandai bicara dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi.

Heechul menjalankan semua protocol ulang tahun, dari menyanyikan lagu dan memotong kue. Dan sampailah pada puncak acara dimana Kyuhyun akan memberikan sebuah kejutan besar. Terdengar bisik-bisik dari belakangku, namun aku tidak terlalu mendengarnya karena sangat berisik.

“ selamat malam semuanya” suasana hening ketika Kyuhyun mulai berbicara, kini semua perhatian tertuju pada pria itu.

“ malam ini adalah malam yang sangat istimewa. Terima kasih untuk semua teman-teman yang sudah menyempatkan diri untuk datang memeriahkan acara ulang tahunku” ujarnya dengan sedikit jeda.

“ dan sepertinya yang kalian ketahui, aku akan menyampaikan hal yang sangat penting dan.. istimewa” lanjutnya dengan senyuman yang sungguh menggoda iman.

Kyuhyun tampak diam sejenak. Pandangannya mengarah padaku, dia tersenyum sekilas dan itu membuatku terpaku. Me?

“ aku tertarik pada seorang wanita, cantik dan sangat baik” ujarnya, pandangannya masih padaku. Apa-apaan ini?

“ dan aku ingin sekali meresmikan hubungan kami malam ini dengan wanita idamanku, didepan kalian semua” kakiku terasa lemas ketika Kyuhyun mengatakan itu. Benarkah? Benarkah Kyuhyun menyukaiku? Sifatnya yang juga perlahan berubah ramah terhadapku itu semua karena dia menyukaiku? Oh god!

Siulan dan tepuk tangan terdengar dari mana-mana ketika Kyuhyun turun dari panggung dan berjalan… kearahku?

Senyumannya semakin lebar dan sangat tulus. Tangannya terangkat untuk kembali berbicara di wireless mic.

“ Hong Se Ri, jadilah pacarku”

JEDDAARR!!!

Bagaikan Guntur disiang hari. Kyuhyun melemparkan batu raksasa tepat dijantungku. Kepalaku reflek menghadap kesamping kanan. Ternyata yang dipandangai Kyuhyun dari tadi adalah.. Hong Se Ri? Gadis yang dilempari Kyuhyun oleh senyuman dan gadis idaman itu adalah Hong Se Ri yang sedari tadi berdiri disebelahku?

“ aku benar-benar sangat mencintaimu” ujar Kyuhyun sembari berlutut dan menyerahkan bucket besar bunga mawar merah. Kakiku bergerak mundur. Air mataku sudah mengalir, aku semakin mundur dan aku sudah keluar dari kerumunan yang bersorak sorai “ terima.. terima!”

Aku berlari keluar dari pekarangan rumah Kyuhyun, tidak memperdulikan panggilan Yun Mi, aku terus berlari. Air mataku semakin deras mengalir, aku bahkan tidak sanggup bernafas lagi. Mengapa sakitnya seperti ini?

BRUK!

Tubuhku menabrak sesuatu dan aku jatuh terduduk, kakiku tidak sanggup menopang tubuhku lagi dan air mataku semakin deras membasahi pipiku.

“ Lee Hyeon Ji?” aku menatap kedepan, dengan pandangan kabur aku masih dapat melihat kedapan. Bukankah itu si murid pindahan?

“ Kim Jong woon”

Bukannya bangkit dan marah-marah seperti yang sering aku lakukan. Aku malah menghambur kedalam pelukannya dan menagis semakin keras. Aku menangis dan terus menangis, tidak memperdulikan orang memperhatikan atau tidak.

“ Kyuhyun, dia.. Kyuhyun mencintai gadis lain” ujarku sesenggukan. Aku merasakan dia menepuk pelan pundakku dan mengucapkan kata-kata yang menenangkan.

“ tenanglah, jangan fikirkan hal lain Hyeon-ah. Menangis saja dan buanglah rasa sakit itu memalui air matamu”

Author POV

Hyeon Ji masih menangis, bahkan ketika Yesung mengantarnya pulang dengan motor sportnya. Air matanya tidak bisa dihentikan.

“ berhentilah menangis, kau sudah melakukannya selama 3 jam!” ujar Yesung mulai kesal. Hyeon Ji menatap Yesung sesenggukan.

“ tidak, tidak bisa. Air matanya terlalu banyak” jawab Hyeon Ji dan kembali menangis. Yesung mendengus dan teringat akan sesuatu. Dia merogoh saku celananya dan mendapatkan permen. Dibukanya permen itu dan memasukkkannya kedalam mulut Hyeon Ji. Berhasil! Gadis itu diam dan terlihat kebingungan.

“ makan saja permennya, aku akan meminta gantinya besok” ujar Yesung dan membukakan pintu pagar untuk Hyeon Ji.

“ masuklah, dan jangan menangis lagi. Kasihan orang yang ada dirumahmu” ujar Yesung dan Hyeon Ji menurut.

“ Jong Woon-a” panggil Hyeo Ji ketika Yesung sedang memakai helmnya.

“ apa?”

“ terima kasih” ujar Hyeon Ji mencoba tersenyum. Kini perasaannya jauh lebih baik. Yesung hanya mengangguk.

“ aku pulang dulu”

Eo, berhati-hatilah”

Yesung menstarter motornya dan melaju kencang meninggalkan rumah Hyeon Ji. Gadis itu mencibir “ dasar pelit, senyumpun tidak” ujarnya sewot dan mengunci pintu pagarnya.

Author POV

Hari ini Hyeon Ji tidak masuk sekolah karena matanya yang membengkak dan hitam akibat menangis. Setibanya dikamar dia kembali menangis sampai 4 jam dan jatuh tertidur akibat kelelahan menangis. Kini wajahnya sangat mengerikan, terlihat membengkak dengan mata hitamnya.

Hyeon Ji berada di klinik kencantikan yang berada digedung rumah sakit Dae Han. Wajahnyapun sudah kembali diperbaiki dan kembali seperti semula setelah perawatan 2 jam. Walaupun merah dimatanya masih ada dan matanya masih sedikit membengkak.

“ Kyuhyun brengsek, wajahku jelek karena menangisi dia” gerutu Hyeon Ji yang masih sibuk menatap wajahnya didalam cermin.

“ Lee Hyeon Ji” Hyeon Ji menoleh ketika mendengar namanya dipanggil dan melihat Yesung yang duduk dikursi tunggu. Hyeon Ji menghampiri Yesung dan duduk disebelahnya.

“ kau tidak sekolah?”

“ kau juga? Kenapa disini?”

“ aku sedang melakukan perawatan, wajahku membengkak akibat menangis tadi malam” ujar Hyeon Ji sedikit kesal “ kau sendiri? Sedang apa disini?”

“ aku? sedang menjenguk kerabat yang sakit. Ini juga mau pulang, kau kemari dengan siapa?”

“ sendirian “ jawab  Hyeon Ji.

“ mau kuantar pulang?”

~oOo~

Melenceng dari janji awal. Mereka malah mampir ke taman kota dan bermain disana. Membeli ice cream, foto bersama, membeli jajanan dipinggir jalan dan lain-lain.

“ kita sama saja seperti mereka” Hyeon Ji menunjuk lima anak SMA berseragam yang duduk dan bercanda disalah satu kursi panjang. Membolos sekolah.

“ setidaknya kita tidak menggunakan seragam” jawab Yesung kembali serius denga ice cream coklatnya.

“ Kim Jong woon, aku ingin bertanya padamu” ujar Hyeon Ji mendadak serius, membuat Yesung juga menatapnya “ apa?”

“ sudah lebih dari dua minggu aku mengenalmu. Kenapa kau jarang sekali tersenyum? Bahkan ketika kita foto bersama tadi, lihatlah hanya beberapa foto kau sedikit menyunggingkan bibirmu. Pelit sekali!”ujar Hyeon Ji kesal, Yesung terdiam sejenak.

“ aku tidak ingin membuat orang-orang terpesona” Hyeon Ji menatap Yesung tidak percaya dan mendesis kesal. “ jawablah dengan seriuss” balas Hyeon Ji

“ kau ingin melihatku tersenyum?”

“ tidak jadi!” jawab Hyeon Ji sewot.

“ hahahha” Yesung tiba-tiba tertawa, Hyeon Ji menatapnya kaget dan terpaku dengan mulut yang sedikit terbuka.

“ kukira kau tidak bisa tertawa” ujar Hyeon Ji dan ikut tertawa dengan Yesung.

~oOo~

“ terima kasih untuk hari ini, kau benar-benar merubah moodku” ujar Hyeon Ji seraya tersenyum.

“ Yaa, terima kasih kembali”jawab Yesung dengan senyum kecilnya.

“ LEE HYEON JI!”

Yesung dan Hyeon Ji menoleh kebelakang ketika mendangar pekikan Yun Mi yang kini sudah berada dibelakang mereka.

“ omo, Yesung-a, kenapa kau bisa disini? Kau juga izin dari sekolah” Tanya Yun Mi yang baru menyadari kebaradaan Yesung.

“ kau bisa bertanya pada sahabatmu, kalau begitu aku pulang dulu” ujar Yesung lantas memakai helmnya dan pergi dengan motor sportnya. Yun Mi menatap Hyeon Ji penuh selidik dan menyeret gadis itu masuk kedalam rumah.

~oOo~

“ jadi, malam itu kau bersama Yesung? Pantas saja aku tidak bisa menemukanmu, dirumahmu, di taman bahkan di kedai tempat biasa” ujar Yun Mi, kini pandangannya menatap iba pada Hyeon Ji. Gadis itu sudah menggilai Kyuhyun selama 2 tahun. Dia sangat berusaha keras untuk menjadi teman Kyuhyun yang terkenal dan juga sifatnya yang cuek.

“ Hyeon Ji-a, kau tidak apa?” Tanya Yun Mi. Hyeon Ji mengelap matanya yang tiba-tiba basah. Yun Mi menarik sahabatnya kepelukannya. “ bagaimana aku bisa tidak apa?” gumam Hyeon Ji.

“ Yun Mi-a, sakit sekali. Dua tahun dan semuanya sia-sia Yun Mi-a, aku sangat mencintai Kyuhyun. Aku tidak tau apa bisa melupakannya Yun Mi-a, aku mencintainya. Sakit sekali Yun Mi-a. hatiku benar-benar sakit dan bahkan untuk bernafaspun aku sulit” ujar Hyeon Ji.

“ tenanglah, dengarkan aku Hyeon Ji-a, jangan buang air matamu untuk seseorang yang bahkan tidak menatapmu, sudahlah..”

Yun Mi terus menenangkan Hyeon Ji yang mengoceh dan menangisi betapa dia sangat mencintai Kyuhyun dan hatinya yang begitu menderita. Sedangkan di balik pintu kamar Hyeon Ji. Yesung masih setia mendengarkan pembicaraan kedua gadis itu. Pandangannya menerawang dan tangannya terangkat memegang dadanya yang terasa aneh.

“ Jong Woon-a, kau tidak jadi masuk?” Jong woon menoleh dan melihat ibu Hyeon Ji yang membawakan tiga gelas jus jeruk.

“ tidak ahjumma, aku titip saja jaket Hyeon Ji, sepertinya Hyeon Ji sedang dalam suasana ingin berdua dengan Yun Mi. Kalau begitu aku permisi” ujar Yesung dan langsung berlalu.

~oOo~

Yesung duduk terdiam diatas kasurnya dan melihat fotonya bersama Hyeon Ji yang tadi mereka abadikan ketika ditaman. Gadis itu tampak tersenyum bahagia sedangkan Yesung hanya menunjukkan wajah dinginnya. Ingin sekali Yesung tersenyum difoto itu. namun, dia tidak bisa.

Dia memegang daerah hatinya yang terasa berdenyut. Dia menekannya sedikit untuk mengurangi rasa sakit itu. dia membongkar laci buffet kecilnya dan mengimbil obat lalu meminumnya. Dia merebahkan tubuhnya dikasur. Setetes air matanya mengalir ketika dia memiringkan tubuhnya kekanan.

“ Lee Hyeon Ji”

Yesung POV

Aku memperhatikan Hyeon Ji yang tampak lebih segar. Sudah dua minggu lebih semenjak kejadian diulang tahun Kyuhyun. Gadis itu kini terlihat berani untuk bersapa ria dengan Kyuhyun. Biasanya dia akan berlari dan menghindari Kyuhyun. Namun, hal yang aku syukuri, dua minggu ini aku lebih sering bersamanya, menghabiskan waktu bersama. Kekantin, keperpustakaan, dan jalan-jalan makan ice crema atau ke game centre. Bertukar cerita dan mendengarkan keluh kesah gadis itu. sangat menyenangkan.

“ kau tidak pulang Yesung?” aku menatap Jung Soo yang sudah berdiri disampingku.

“ sebentar hyung, hari ini aku dapat jatah membersihkan kelas”

“ benarkah? Kalau begitu aku akan menunggumu dimobil. Aku mau ketoilet dulu”

arraseo

Benar, hari ini adalah jatahku dan Hyeon Ji membersihkan kelas. Biasanya aku membersihkan kelas dengan Heechul sedangkan Hyeon Ji bersama Kyuhyun. Namun karena insiden tersebut kami bertukar partner.

“ Jong woon, kau yang mebersihkan kaca, aku akan menyapu” ujar Hyeon Ji, dan aku menurut. Dari awal dia tidak pernah memanggilku Yesung. Dia selalu memanggilku Jong woon, hanya dia dan keluargaku yang memanggilku seperti itu. Katanya nama kelahiran adalah sebuah anugrah yang patut disyukuri.

Duapuluh menit kami membersihkan kelas dan selesai. Aku mengambil tasku dan menghampiri Hyeon Ji yang tengah memasukkan buku-buku kedalam tasnya.

“ Hyeon-a, bagaimana perasaanmu sekarang?” tanyaku. Dia menatapku dan menyampirkan tasnya dipunggung.

“ kalau kau bertanya tentang perasaanku terhadap Kyuhyun. Sudah lebih baik” jawabnya sambil tersenyum. Aku mengangguk mengerti dan kami berjalan keluar kelas.

“ Hyeon-a” panggilku dan menghentikan langkah, gadis itu menatapku dan juga berhenti berjalan.

“ wae?”

Aku diam sejenak menimbang akan mempertanyakan hal ini atau tidak. Aku menghela nafas dan berbicara.

“ kau.. sebegitu mencintai Kyuhyun?” tanyaku.

Hyeon Ji tampak sangat terkejut dengan pernyataanku. Aishh Kim Jong Woon, mengapa kau menanyakan hal itu?

“ kenapa kau menanyakan hal itu?”

“ hanya ingin tau saja”

Hyeon Ji tampak menimbang akan menjawab atau tidak. Dia menatapku lama.

“ tentu saja aku sangat mencintai dia. Sudah dua tahun aku mencintai dia”

“ sekarangpun kau masih mencintainya?” tanyaku lagi.

“ akupun tidak tau, kini dia sudah bersama Se Ri. Mereka terlihat bahagia dan seperti tidak terpisahkan. Terkadang hatiku mengatakan aku mencintainya, namun ketika aku memikirka rasa sakitnya. Aku merasa ingin segera lepas darinya” ujar Hyeon Ji dengan suara yang sedikit tercekat.

Aku melanjutkan langkahku diiringi dengan Hyeon Ji. Entah mengapa pandanganku mengabur dan dunia disekelilingku terasa berputar. Aku merasakan pusing luar biasa dan daerah hatiku seperti tertusuk-tusuk. Samar-samar aku mendengar Hyeon Ji memanggil namaku sebelum semuanya berubah menjadi gelap.

Author POV

Sudah dua minggu Yesung terbaring dirumah sakit dan belum sadarkan diri. Hyeon Ji juga belum mengetahui apa penyakit yang diidap Yesung, selama ini Yesung terlihat baik-baik saja. Tidak tahan akan rasa penasaran yang menghantuinya. Hyeon Ji pun mengahampiri Jung Soo dan kembali mengintrogasi lelaki itu.

“ jawab dengan jujur Park Jung Soo” ujar Hyeon Ji yang kini sudah berada didepan lelaki yang sibuk dengan iPadnya. Jung Soo menatap gadis itu dengan kesal.

“ sebenarnya Jong woon sakit apa?” Tanya Hyeon Ji.

Jung Soo memijat pelipisnya ringan. Stress karena setiap hari disodori pertanyaan yang sama oleh Hyeon Ji. Akhirnya diapun menyerah dan menjawab pertanyaan gadis itu.

“ dia terkena penyakit Addison” ujar Jung Soo yang membuat Hyeon Ji terdiam. Bukan karena terkejut namun karena dia tidak mengtahui penyakit apa itu. menyadari ketololan wajah Hyeon Ji, Jung Soopun melanjutkan.

“ tubuh Yesung tidak bisa menghasilkan hormone kristol yang cukup, hormone itu berfungsi untuk mengatur tekanan darah, stress dan kekebalan tubuh”

“ maksudmu, Yesung tidak boleh terlalu stress?”

“ dan tidak boleh terlalu bahagia”

MWO?” Pekik Hyeon Ji tidak percaya. Seisi kelas menatapnya heran dan dia melemparkan tawa canggung.

“ selama ini dia home scholling, karena merasa bosan dia mengajukan tuntutan kepada orang tuanya untuk sekolah disekolah biasa. Dan disinilah dia, tidakkah kau menyadari bahwa selama ini Yesung terlihat pendiam dan tidak pernah tersenyum? Itu karena dia sedang mengontrol dirinya untuk tidak terlampau bahagia, karena dapat menimbulkan stress. Aku juga tidak terlalu paham akan penyakit ini. Bahka ketika orang tuanya mengizinkan dia untuk sekolah disini saja dia harus dirawat dirumah sakit selama 3 hari akibat terlalu bahagia”

Hyeon Ji terdiam mendengar penuturan Jung Soo. Tidak terasa setetes air matanya jatuh. Hatinya merasa sakit ketika mendengar kabar itu, Kim Jong Woon yang dia kenal adalah Kim Jong Woon si pelit senyum dan.. menyenangkan. Dia tidak menyangka bahwa Jong woon mengidap penyakit yang sangat mengerikan.

“ jadi, bagaimana keadaannya?”

“ dia bisa meninggal kalau terlalu stress, Yesung benar-benar dijaga bak porselen china yang gampang pecah. Hal keci yang dapat membuatnya terguncang benar benar diperhatikan oleh keluarganya. Dan keluarganya kini sedang mengusahakan operasi pemasangan selang yang berisi hormone kristol dan diharapkan bisa membuat Yesung jauh lebih baik”

“ itulah mengapa Yesung tidak suka, ah bukannya tidak suka. Namun dia tidak bisa bersosialisasi dengan baik karena takut dirinya akan mendapakan stress yang malah mengantarkannya kepada malaikat maut”

Hyeon Ji merasakan tulang-tulangnya luruh. Airmatnya masih menetes dan semakin deras.

“ dan.. Hyeon Ji-ah” Hyeon Ji menatap Jung Soo dan menghapus air matanya.

“ kau tau mengapa dua minggu lalu Yesung pingsan dikoridor sekolah ketika berjalan bersamamu?” Tanya Jung Soo, dan Hyeon Ji menggeleng.

“ dia sedang stress dan juga terlalu bahagia” Hyeon Ji mengernyitkan dahinya heran “ maksudmu?”

“dia stress karena kau masih mencintai Kyuhyun dan dia bahagia ketika berada disampingmu” ujar Jung Soo. Hyeon Ji semakin tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh Jung Soo.

“ Jung Soo-ya, bicaralah yang jelas, aku tidak mengerti” ujar Hyeon Ji membuat Jung Soo menghela nafasnya berat.

“ dia menyukaimu Hyeon Ji-a, bahkan ketika pertama kali dia melangkahkan kakinya disekolah ini dia sudah menyukaimu, di hari pertama dia sekolah, Dia selalu menanyaiku tentangmu. Siapa namamu, tanggal lahir dan semua kesukaanmu. Aku tidak banyak menjawab. Bahkan dia yang mengajakku ketempat Kyuhyun karena dia tau kau akan berada disana. Dia sedikit putus asa ketika mengetahui kau mencintai Kyuhyun. Dan kau tahu? Ketika kau menangis dimalam ulang tahun Kyuhyun. Dia tidak selera makan dan akhirnya dilarikan kerumah sakit karena stress. Dia selalu mengkhawatirkan dan selalu melihatmu Hyeon Ji-a” jelas Jung Soo panjang lebar.

Hyeon Ji terpaku ketika mendengarkan penjelasan dari Jung Soo. Gadis itu menutup wajahnya dengan telapak tangan. Memikrikan semua perkataan yang diucapkan Jung Soo.

“ Hyeon Ji-ah “ Jung Soo menarik tangan Hyeon Ji dan menatap gadis yang menangis itu.

wae?” gumam Hyeon Ji.

“ dan sepertinya, rasa suka Yesung sudah berubah menjadi rasa cinta untukmu”

~oOo~

Hyeon Ji memperhatikan tubuh Yesung yang masih tergeletak di tempat tidur, lengan lelaki itu tertancap selang infuse dan tubuhnya disambung dengan alat pendeteksi jantung serta selang selang rumit lainnya. Perkataan Jung Soo kemarin benar-benar membuatnya bingung. Tentang apa yang harus dia lakukan. Tangannya maraih tangan Yesung dan menggenggamnya lembut. Biasanya dia menjenguk Yesung dua atau tiga hari sekali dan itu selalu bersama Yun Mi. Kini dia mengunjungi lelaki itu sendiri.

“ apa kabar Jong Woon-a?” tanyanya, mulai berbicara.

“ kenapa kau lama sekali tidur eoh? Kau harus cepat bangun agar bisa menjalani operasi untuk kesehatanmu”

“ katanya kau mencintaiku? Hei bodoh, kenapa kau malah tidur dan tidak mengejarku terus hah? Kau tidak malu Jung Soo yang mengatakannya?“

Hyeon Ji meletakkan tangan Yesung dipipinya. Matanya terpejam dan merasakan telapak tangan serta jemari Yesung yang dingin menyentuh kulit pipinya. Hyeon Ji tersentak ketika merasakan jari-jari Yesung bergerak. Dia memperhatikannya dan benar saja. Kini kelopak mata Yesung juga bergerak. Dengan segera dia memencet bel yang berada diatas tempat tidur Yesung untuk memanggil dokter.

“ Jong Woon-a, kau sudah bangun? Kau sudah sadar?” seru Hyeon Ji bahagia ketika melihat mata sipit Yesung yang perlahan terbuka.

Agassi, bisa kau keluar sebentar? Dokter akan memeriksa keadaan pasien” ujar salah seorang perawat. Hyeon Ji pun menurut dan keluar dari ruangan Yesung. Menghubungi Jung Soo kalau Yesung sudah sadar. Gadis itu mengintip di kaca yang berada dipintu kamar Yesung. Beryukur dalam hati bahwa Yesung sudah sadar.

Hyeon Ji POV

Aku mengucapkan terima kasih kepada dokter dan menghampiri Yesung yang sudah sadar. Lelaki itu menatapku dengan sedikit senyuman.

“ sudah bangun? Kau tidur lama sekali” ujarku dengan nada bercanda dan duduk disamping lelaki itu.

“ Hyeon-a” panggilnya pelan. Akupun mendekatkan diriku dengan tubuhnya.

mwo?”

“ ak-akuu” ujar Yesung terbata, aku menunggu dengan sabar kelanjutan kalimat Yesung.

“ ak-akku.. men-men..ccintai..mu”

Aku menatap Yesung dengan mata berkaca. Wajah Yesung terlihat pucat dengan senyum yang terulas dibibirnya.

“ aku mencintamu Lee Hyeon Ji” ujar Yesung lebih mantap. Aku meraih tangan Yesung.

“ ap-apa yang harus kulakukan?” ujarku, tanpa terasa air mataku terjatuh.

Yesung menatapku dalam. Aku benar-beanr tidak tahu apa yang harus ku lakukan.

“ bisakah kau, berpura-pura mencintaiku?”ujar Yesung, aku menatapnya bingung. Berpura-pura bagiamana? tanyaku dalam hati.

“ apa maksudmu Kim Jong Woon?” tanyaku

“ berpura-puralah mencintaiku, sampai kau lupa bahwa kau sedang berpura-pura” Ujar Yesung. Aku menatapnya dalam. Dapat kulihat setitik air mata meleleh disudut matanya.

Oh tuhan, apa yang harus aku lakukan?

Author POV

Sudah seminggu semenjak pengakuan Yesung terhadap Hyeon Ji sementara keadaannya semakin membaik, dan hari ini adalah hari dimana Yesung akan dioperasi. Bahkan Hyeon Ji, Jung Soo dan Yun Mi tidak sekolah hari ini. Mereka akan menemani Yesung yang akan memasukki ruang operasi.

Dan Hyeon Ji tanpa sadar semakin dekat dengan Yesung. Dengan dalih bahwa dia berpura-pura mencintai Yesung. Entah mengapa dia juga menyetujui permintaan Yesung. Logikanya dengan keras menolak karena takut akan menyakiti Yesung lebih dalam. Namun hatinya memaksanya untuk berkata iya karena dia ingin membuat Yesung bahagia. Mungkin untuk yang terakhir kalinya.

“ Kau akan sembuh, percayalah” ujar Jung Soo pada Yesung yang terlihat gugup untuk operasi hari ini.

“ Yesung-a, berfikirlah positif terhadap operasi ini, kau pasti bisa” ujar Yun Mi tak kalah ingin menyemangati.

“ Jong Woon-a, berjuanglah. Kau harus sehat kembali, kau tidak boleh kalah dengan penyakitmu. kau itu lebih kuat, ingat itu” ujar Hyeon Ji dan mencium tangan Yesung yang berada digenggamannya. Yesung memandang Hyeon Ji dengan penuh senyum.

“ walau kau sedang berpura-pura, aku sangat bahagia bahwa kau kini berada disisiku” ujar Yesung. Membuat  senyum diwajah Hyeon Ji menghilang. Gadis itu menunduk dan kembali menatap Yesung.

“ Jong Woon-a, ayo keruang operasi, sekarang giliranmu” ujar Ibu Yesung yang masuk bersama beberapa perawat. Jung Soo, Hyeon Ji dan Yun Mi ikut mengantar Yesung keruang operasi. Sebelum masuk ruang operasi Yesung dan Hyeon Ji kembali berdialog.

“ kau akan disini menungguku kan?” Tanya Yesung, Hyeon Ji mengelus kepala pria itu.

“ aku akan disini sampai kau keluar Jong Woon-a. sampai kau sembuh aku akan berada disisimu” ujar Hyeon Ji.

“ aku sangat mencintaimu Lee Hyeon Ji” ujar Yesung, membuat Hyeon Ji kembali terdiam.

Arra” jawab Hyeon Ji dengan senyuman dan mencium kening Yesung.

“ Kuatlah Kim Jong Woon, kami menunggumu dan selalu mendo’akanmu disini” ujar Hyeon Ji.

Yesung mengangguk dan melepaskan tautan tangannya bersama Hyeon Ji dengan berat. Matanya masih tajam menatap gadis yang sangat dicintainya sampai pandangannya terhalang oleh pintu ruang operasi.

“ kau siap Kim Jong Woon-ssi?” Tanya Dokter Park yang akan mengoperasinya hari ini.

“ Tentu saja”

Anestesi mulai dilakukan untuk Yesung. Membuat mata lelaki itu semakin lama semakin berat dan akhirnya tertidur. Menyebrangi dunia mimpi dimana dia tidak akan merasakan rasa sakit dan tidak takut untuk bahagia.

~The end~

JRENG JRENG JRENG!!!

Terima kasih banyak untuk para Reader(s) yang sudah membaca fanfiction ini. Semoga kalian tidak kecewa dengan hasil ketikkan tanganku dan tidak kecewa dengan story line yang mungkin klise dan mainstream. Mohon komentar yang membangun dan kritik serta saran-saran.

Thanks too for admin yang sudah berbaik hati mempublish ff ini^^

*DEEP BOW*

4 Comments (+add yours?)

  1. Shin Hyunran
    Jul 11, 2015 @ 23:08:13

    sequel dong~ gantung nih ceritanya..

    Reply

  2. keunin
    Jul 11, 2015 @ 23:16:38

    terus nasibnya mereka semua gimana?

    Reply

  3. Risna
    Jul 12, 2015 @ 14:12:59

    Ending ya gantung bgt…

    Reply

  4. byul
    Jul 15, 2015 @ 14:22:31

    Ahahah daebak daebak aku mewek ni bacanyaa ㅠ.ㅠ ♥
    Sequel dibutuhkan ni ♥ gogo authoorr^^

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: