Mistake [6/?]

mistake

Author : Cho Haneul
Judul Cerita : Mistake
Tag (tokoh/cast) : Cho Haneul (OC), Cho Kyuhyun, Kim Nana (OC), Super Junior’s Members
Genre : Romance, Drama
Rating : PG-15
Length : Chapter
Catatan Author (bila perlu): FF ini pernah dipublish di blog pribadi author chohaneul88.wordpress.com

___________________________________________________________

 

MISTAKE (Chapter 5)

 

_8:08 PM, Haneul’s Room, Seoul_

Serasa ada yang mengganjal di hatiku kala melihat foto mereka berdua yang tampak begitu dekat. Foto Kyuhyun dan Victoria benar-benar telah mengganggu pikiranku, membuatku tidak tenang. Jujur, hatiku sakit dan ada terselip rasa tidak suka saat melihat wanita itu berada di dekat Kyuhyun. Banyak yang berkata bahwa KyuToria adalah nyata. Tapi bolehkah aku menyangkal hal itu?

Aku tidak suka melihat mereka bersama!

 

Kyuhyun oppa membuktikan perkataannya. Dia benar-benar dibelenggu oleh jadwalnya yang menggunung. Ia bahkan tidak pernah menanyakan kabarku atau membalas pesanku dengan cepat. Miris memang. Baru saja aku merasa dekat dengan namja itu, namun dalam sekejap pula ada sebuah tembok tebal yang kembali memisahkan kami.

Yang semakin menyesakkan, sesibuk apapun dia, namun ia masih tetap bisa bertemu dengan Victoria. Atau, jangan-jangan KyuToria memang real?

 

Aku menutup laptopku. Rasa kesal masih melingkupi ruang hatiku. Rasanya sesak dan tidak enak. Aku tidak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya. Bahkan dengan kakak kelasku dulu yang sempat kutaksir. Kenapa hanya pada Kyuhyun reaksiku seperti ini? Apa karena aku benar-benar mencintainya?

Jika benar, maka aku sudah gila karena mencintai super star seperti dia. Neo neun jeongmal baboya, Cho Haneul!

Aku memandang album solo Kyuhyun oppa yang terdapat tanda tangan dan sebaris kata-kata yang dia peruntukkan untukku. Jemariku meraba permukaan cover itu. “Aku merindukanmu. Bisakah hatimu menyukaiku, oppa?”

 

*****

 

_11:35 AM, Cafetaria, Seoul_

“Kurasa Tae Won menyukaimu.” Ucap Nana padaku. Aku menoleh menatap sahabatku ini, merasa tidak yakin akan perkataannya barusan. Nana mengangguk pasti padaku. “Bukan hanya aku yang berpikiran seperti itu. Jin Hye juga berkata hal yang sama.”

Aku menghela napas dan kemudian kembali berkutat pada tugas bahasa inggris yang tengah kukerjakan. Nana menyentuh lenganku. “Kenapa tidak mencoba untuk berkencan, eo? Kalau Tae Won benar-benar menyukaimu, apa kau akan menerimanya?” Tanya Nana penasaran. Aku diam, dan perlahan menggelengkan kepalaku. Dapat kudengar helaan napas Nana yang sarat akan rasa kecewa. Bukan kali ini saja Nana berusaha untuk menjodohkanku dengan seorang namja. Ia sudah sering melakukannya yang kemudian hanya akan kuanggap angin lalu. Sebenarnya aku merasa tidak enak pada Nana, namun apa boleh buat, hati tidak bisa dipaksa, bukan?

“Cho Kyuhyun lagi?” Ia menatapku intens. Aku hanya tersenyum kecil. Kurasa tanpa aku harus menjawab Nana tahu apa jawabanku. “Sadarlah Haneul! Kau tidak bisa seperti ini terus. Kau tidak bisa mengharapkan Cho Kyuhyun. Itu sama saja dengan mengharapkan hujan emas di Korea, kau tahu itu? Ini sudah 4 tahun. Kurasa kau sudah harus memikirkan dirimu sendiri. Kau tidak bisa selamanya berharap pada Cho Kyuhyun. Yah, aku tahu bahwa sekarang kau telah mengenalnya, keunde, itu tidak bisa menjadi jaminan, kan? Dan…”

“Geumanhe!” Ucapku dingin. Tanganku mencengkram pulpen yang kupegang dengan kuat. Hatiku sakit mendengar Nana berkata seperti itu. Dia bukan yang pertama. Orang tua serta unnie ku sudah lebih dulu mengatakan agar aku melupakan mimpiku bersama Kyuhyun dan mulai menjalani hidup normal. “Aku tahu bahwa aku takkan bisa bersama dengan Kyuhyun. Nan jeongmal arayo. Keunde, tidak bisakah kau biarkan aku bermimpi sedikit lagi? Aku cukup tahu diri untuk tidak memaksakan perasaanku. Dan… Dwaeseo! Kau tidak akan mengerti!” Aku membereskan barang-barangku dan kemudian beranjak pergi. Tidak kupedulikan Nana yang tengah memanggil namaku. Rasanya air mataku ingin menetes sedikit lagi, namun mati-matian aku menahannya.

Tidak bisakah mereka menghargai perasaanku? Toh, aku tidak pernah meminta untuk memiliki perasaan ini kepada Kyuhyun oppa.

 

*****

 

Naeun terlihat begitu bahagia. Hubungannya dengan Chanyeol berjalan sangat lancar. Mereka memang tidak berpacaran, mengingat kondisi Chanyeol yang tidak memungkinkan namja itu untuk menjalin hubungan serius dengan seorang gadis. Namun demikian hubungan mereka juga tak bisa sekedar dikatakan sebagai teman. Mungkin julukan teman tapi mesra lebih cocok untuk diberikan kepada adikku dan rapper EXO K itu.

Melihat kebahagiaan Naeun tak ayal membuatku merasa iri. Yah, aku sangat iri dengan adikku itu. Ia cantik, popular, memiliki banyak teman, dan bahkan sekarang ia bisa dekat dengan idola pujaannya. Sedangkan aku? Aku benar-benar kebalikan dari Cho Naeun. Terkadang aku menyalahkan takdir yang kurasa begitu tak adil padaku. Aku hanya ingin satu, Cho Kyuhyun, namun permintaanku seakan-akan seperti aku mendambakan hujan uang saja. Terkesan mustahil.

Hari libur ini kuhabiskan dengan mendengarkan album solo Kyuhyun oppa sembari membaca novel yang baru saja aku beli. Sebenarnya tugasku banyak, tapi penyakit malasku sedang berada dalam tahap kronis, membuatku merasa enggan bahkan hanya untuk melihat tumpukan buku-buku ku. Sebenarnya Nana mengajakku untuk menonton acara SBS Daejun Gayo 2014 di studio SBS, keunde aku tidak bersemangat untuk menonton karena tidak ada SJ oppadeul disana. Tadinya aku pikir SJ akan kembali bersinar dengan album Mamacita mereka yang menurutku begitu bagus dan keren, tapi aku dan ELF lainnya dibuat kaget setengah mati mendapati tak ada satu penghargaan pun yang diraih oleh SJ oppadeul dalam acara penghargaan musik. Aku merasa ini sangat tidak adil! Setelah vakum selama 2 tahun seharusnya SJ berhak untuk mendapatkan segala macam penghargaan itu!

Yang membuatku semakin kesal, SJ oppadeul bahkan tidak tampil dibeberapa acara musik penghujung tahun. Sungguh mengesalkan!

Kyuhyun oppa bilang bahwa agensi sengaja menarik SJ dari dunia music untuk sementara waktu, membiarkan para member menikmati waktu istirahat mereka dan fokus pada karir solo mereka. Terlebih Sungmin oppa juga baru saja melangsungkan acara pernikahannya.

“Eonnie, kau benar-benar tak ingin ke SBS Daejun Gayo?” Naeun tiba-tiba saja sudah berdiri didepan pintu kamarku. Aku menggeleng sebagai jawaban. “Wae wae?” Tanya adikku sembari melompat keatas tempat tidurku.

“Tidak ada SUJU disana, jadi untuk apa datang?” Jawabku.

Naeun mengerucutkan bibirnya. “Tapi ada EXO.”

“Aku tidak berminat pada mereka.”

“Aish, tidak asyik!” Naeun menggerutu kesal dan kemudian beranjak pergi dari kamarku. Aku tertawa kecil melihat ekspresi kesal adikku. Ia tadi pasti ingin mengajakku pergi kesana, sebab ia tidak boleh pergi ke acara musik yang biasanya selalu selesai larut malam jika tidak ada yang menjaga. Appa benar-benar protektif pada anak kesayangannya itu.

“Katalk!”

 

Suara dari ponselku kembali terdengar. Dengan malas aku berguling kesisi kanan kasurku guna untuk mengambil ponsel yang kuletakkan nakas sebelah tempat tidurku. Senyum bahagia langsung terlukis indah diwajahku kala melihat chat masuk dari Kyuhyun oppa. Ia mengirimiku stiker emoticon beruang yang kelelahan, yang kemudian kubalas dengan stiker Kai dengan tulisan semangat diatasnya.

EXO-L, eo?

 

Aniya, hanya menyukai Kai saja. Apa kabar?

 

Tidak baik, tapi tidak terlalu buruk juga. Bagaimana denganmu?

 

Percakapan kami terus berlanjut hingga pada akhirnya Kyuhyun oppa kembali mengajakku untuk bertemu. Dia bilang bahwa dia sangat bosan dan teman-teman Kyuline nya sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Aku tentu saja langsung mengiyakan ajakan Kyuhyun oppa.

 

*****

 

_9:55 PM, Cinema, Seoul_

Tujuan kami malam ini adalah bioskop. Kami sengaja memilih film yang diputarnya larut malam, jadi dengan begitu suasana bioskop akan lebih sepi dari pada biasanya sehingga resiko untuk ketahuan oleh netizen sangat kecil.

“Ingin menonton film apa?” Tanya Kyuhyun oppa padaku. Malam ini ia terlihat tampan dengan jaket hitam pekat miliknya. Dan yang lucunya, kami memakai baju pasangan. Jaket ini memang didesain untuk pasangan, jadi ada untuk pria dan wanitanya. Bagian lucunya adalah, kami tidak janjian untuk memakai jaket ini dan bahkan kami membelinya di tempat dan waktu yang berbeda. Jadi enyahkan pikiran kalian jika kalian berpikir kami sengaja membeli jaket pasangan untuk berkencan! Karena kenyataannya memang tidak seperti itu.

“Paddington Bear saja. Aku lihat trailernya lucu sekali.” Usulku sembari menatap wajahnya yang ditutupi masker. Kyuhyun oppa mengangguk dan kemudian ia berjalan menuju tempat pembelian tiket, sedangkan aku pergi membeli beberapa cemilan dan minuman untuk kami nanti.

Aku menatap ke sekelilingku. Bioskopnya sepi, hanya tampak segelintir orang yang masih duduk disini untuk menunggu film yang akan mereka tonton, dan rata-rata mereka adalah pasangan kekasih sehingga cukup membuatku merasa aman sebab mereka takkan mungkin mau repot-repot memperhatikan orang lain.

“Ini tiketnya. Kita sudah bisa masuk sekarang.” Ujar Kyuhyun oppa. Kami berjalan bersisian masuk kedalam ruang pertunjukkan. Ruangannya terasa kosong karena hanya sedikit kursi yang terisi. Aku memperhatikan namja tampan disebelahku ini. “Apa oppa selalu menonton di bioskop pada jam-jam seperti ini?” Tanyaku penasaran.

“Tidak selalu, tapi keseringan begitu. Atau jika menonton dijam-jam ramai, aku akan masuk belakangan dan keluar paling awal.” Ucap Kyuhyun oppa sembari tertawa kecil. Aku ikut tertawa kecil mendengarnya. “Kasihan sekali.” Aku menatapnya.

Kyuhyun oppa tersenyum kecil. “Sudah resiko.”

Film sudah berjalan beberapa menit. Aku menatap sekitarku dan terkesiap sangat menyadari bahwa semua kursi diisi oleh pasangan kekasih. Dalam hati aku jadi menggerutu kesal melihat pasangan-pasangan yang dengan santainya mengumbar kemesraan. Kemudian aku melirik sebentar kearah Kyuhyun oppa yang sedang serius menonton. Wajah tampannya sudah tidak ditutupi masker lagi sehingga aku bisa leluasa menikmati beragam ekspresi yang terpatri diwajahnya. Terkadang ia akan mengerutkan dahinya, namun tak lama akan tertawa geli karena melihat aksi kocak si beruang Paddington. Aku suka mendengar suara tawanya yang terasa menggelitik telingaku.

‘Apa ini dapat dikatakan sebagai kencan? Ah, tentu saja tidak! Aku dan Kyuhyun oppa bukan pasangan seperti orang-orang itu.’ Batinku sedih.

 

Tanganku terjulur untuk mengambil pop corn yang ada dipangkuanku, namun jantungku langsung berdebar kencang sangat aku menyentuh tangan lain yang terasa begitu hangat. Tangan Kyuhyun oppa. Ia tertawa kecil melihatku. “Haha, mian.” Ucapnya dan kemudian kembali mengalihkan pandanga ke layar. Ia tampak biasa saja, sungguh kontras denganku yang nyaris jumpalitan karena hal kecil seperti itu. Aku melirik kearah tangan Kyuhyun oppa. Jemari panjang miliknya tampak indah. Aku selalu mengagumi tangannya yang menurutku indah, bahkan lebih indah dari jemariku sendiri. Pikiranku jadi berseliweran tak jelas. Aku jadi memikirkan bagaimana rasanya jika tangan Kyuhyun oppa yang besar itu menggenggam tanganku. Pasti hangat sekali…

 

*****

 

Kami keluar paling akhir dari studio. Suasana bioskop sudah sangat sepi karena bioskop ini sudah tutup sejak setengah jam yang lalu. Hanya segelintir pekerja yang masih tetap tinggal untuk berberes.

“Oppa, aku ke toilet sebentar ya.” Ucapku pada Kyuhyun oppa.

“Aku juga mau ke toilet. Kita bertemu lagi disini.” Ucapnya kemudian.

Begitu keluar dari toilet, aku sempat tertegun kala melihat Kyuhyun oppa yang tak lagi berdiri sendiri disana. Ada seorang pria dan wanita yang juga berada disana. Mereka tampak larut dalam perbincangan sehingga membuatku merasa enggan untuk menginterupsi. Dengan ragu aku berjalan mendekati mereka, dan aku semakin terkejut kala melihat dengan jelas wajah sang wanita. Victoria Song, leader dari group F(x)! Ternyata dia juga berada disini. Hal ini membuatku semakin merasa gugup.

Kulihat Kyuhyun oppa yang menoleh kearahku. Mau tak mau aku jadi menghampiri mereka.

“Perkenalkan, ini Haneul.” Kyuhyun oppa memperkenalkan ku dengan kedua temannya ini. Aku menunduk sopan. “Cho Haneul imnida.” Aku tersenyum kecil.

“Halo, aku Victoria.”

“Aku Junsu.” Namja yang berdiri disamping Victoria ini menatapku dari atas hingga bawah, membuatku merasa tidak nyaman. Kemudian Junsu beralih menatap Kyuhyun oppa sembari menyeringai. “Nugu?” Tanyanya.

“Yeojachingu.” Jawab Kyuhyun oppa santai yang tentunya tidak membuatku santai. Jantungku berdegub dengan begitu kencang. Sangking kencangnya aku dapat mendengar suara detak jantungku sendiri. “Hilangkan senyum bodohmu itu! Haneul adalah temanku.” Kyuhyun oppa memperjelas makna perkataannya tadi.

Aku dapat merasakan tatapan Victoria yang menatapku dengan intens, namun aku berpura-pura tidak menyadarinya dan lebih memilih untuk menatap sekitar ruangan yang sudah semakin sepi. Hanya tinggal kami berempat disini. Victoria mengajak Kyuhyun oppa untuk bergabung dengannya dan Junsu yang setelah ini akan pergi ke salah satu café 24 jam, yang sayangnya ditolak oleh Kyuhyun oppa.

“Lain kali saja Qian. Aku harus mengantar Haneul pulang dan lagi besok aku ada syuting pagi-pagi sekali, jadi harus cepat tidur.”

Victoria tampak agak kecewa, terlihat dari bibirnya yang mengerucut. “Ya sudah, lain kali saja.” Ucap Victoria pada akhirnya. “Hati-hati dijalan, Kyu. Kabari aku jika sudah sampai dorm.” Victoria melambaikan tangannya.

Mengabari jika sudah sampai dorm? Sedekat itukah hubungan mereka? apa KyuToria itu memang nyata dan ada? Tapi jika memang KyuToria itu nyata pastinya Victoria takkan pergi bersama Junsu, melainkan bersama Kyuhyun oppa. Aku mengubur dalam-dalam keinginanku untuk bertanya perihal hubungan mereka. Aku sadar jika itu bukan hakku dan akan sangat tidak sopan jika aku bertanya demikian.

 

*****

 

Sekarang aku jadi memikirkan perkataan Nana tempo hari mengenai Tae Won yang menyukaiku. Sepertinya Nana memang benar. Bukannya aku terlalu percaya diri, tapi sudah beberapa kali aku memergoki Tae Won yang diam-diam mencuri pandang kearahku, dan bahkan pernah menawarkan diri untuk mengantarku pulang ke rumah.

Tae Won termasuk namja tampan dengan mata yang tidak terlalu sipit, alis yang tebal, bibir tipis serta hidung yang mancung. Dia juga memiliki tubuh yang tinggi dan yang paling penting, Tae Won adalah namja yang pintar. Bisa dibilang bahwa ia adalah mahasiswa idaman para dosen. Namun meskipun begitu, aku tetap tak bisa menyukainya lebih daripada teman. Cho Kyuhyun tetap mendominasi ruang hatiku.

“Tae Won, kau bisa kan mengantarkan Haneul pulang? Aku akan menginap di rumah Min Ri dan rumahnya tidak searah dengan rumah Haneul.”

Aku sontak langsung menatap Nana kaget. “Apa-apaan sih! Gwenchana Tae Won-ah, aku bisa pulang sendiri kok. Lagipula ini kan baru jam 8 malam. Belum terlalu larut.” Tolakku sopan. Kami baru saja selesai mengerjakan tugas kelompok disalah satu cafe. Padahal sebelumnya Nana tidak bilang apapun soal dirinya yang akan menginap di rumah Min Ri. Aku yakin seratus persen jika ini hanyalah akal-akalan Nana untuk mendekatkanku dengan Tae Won.

Nana mencubit pinggangku dengan keras hingga membuatku meringis sakit. “Yak, kau ini benar-benar aneh! Ada yang suka rela ingin mengantar tapi malah ditolak.”

“Tapi…”

“Haneul-ah, Nana benar. Aku tidak keberatan untuk mengantarmu pulang. Rumah kita juga searah, jadi kau sama sekali takkan merepotkanku.” Kali ini Tae Won angkat bicara. Aku jadi merasa tidak enak jika lagi-lagi aku harus menolak niat baik Tae Won. Aku menatap Nana dan kemudian Tae Won secara bergantian. Dengan perlahan aku mengangguk setuju. “Baiklah.” Ucapku yang membuat Tae Won dan Nana tersenyum sumringah.

 

*****

 

Suasana canggung menyelimutiku dan Tae Won. Sedari tadi hanya keheningan yang menyelimuti kami. Kami memang sempat berbincang sedikit, namun setelah kehabisan bahan pembicaraan kami berakhir dalam kondisi mengenaskan seperti ini. Rasanya kakiku sudah tak tahan ingin melompat turun dari mobil Tae Won. Aku canggung sekali duduk bersebelahan dengannya seperti ini. Terlebih sedari tadi aku tahu bahwa Tae Won sempat beberapa kali mencuri pandang ke arahku.

‘Semua ini gara-gara Nana! Awas kau Kim Nana! Akan kubakar semua koleksi poster boyband kesukaanmu itu!’ Umpatku dalam hati. Jika bukan karena Nana, tentunya aku takkan berakhir disini. Berada dalam satu mobil dengan Heo Tae Won.

Setelah memakan waktu perjalanan selama setengah jam, yang menurutku seperti berjam-jam lamanya, mobil Tae Won berhenti didepan pagar rumahku. Aku menoleh kearahnya dan tersenyum kecil. “Gomawo Tae Won-ah. Maaf sudah sangat merepotkan.” Ucapku.

Tae Won menggelengkan kepalanya. “Sama sekali tidak Haneul-ah. Aku senang bisa mengantarmu pulang.”

Aku melepas seat belt ku dan kemudian membuka pintu mobil Tae Won. “Sekali lagi terima kasih banyak. Hati-hati di jalan ya.”

“Tunggu!” Seru Tae Won sembari menahan tanganku. Aku kembali menoleh dan menatap Tae Won bingung. Pasalnya wajah Tae Won tampak begitu gugup. Bahkan aku dapat melihat tangannya yang gemetar dikemudi mobil. “Waeyo?” Tanyaku bingung.

Tatapan Tae Won begitu sayu. Namja itu berdeham sejenak sebelum ia berbicara. “Sebenarnya ada yang ingin kukatakan padamu.” Ia menatapku dalam. “Aku sudah lama memperhatikanmu. Mungkin kau sadar dengan itu. Kau gadis yang baik dan menarik. Aku… aku menyukaimu.” Tae Won berhenti berbicara dan kemudian ia menatapku dalam. Mungkin ingin melihat bagaimana reaksiku atas pengakuannya barusan.

Kaget? Tentu saja iya! Meskipun Nana sudah pernah mengatakan sebelumnya jika Tae Won menyukaiku, tapi tetap saja rasa gugup dan kaget itu ada. Ini kedua kalinya ada namja yang menyatakan cinta kepadaku. Pertama kali saat aku masih duduk di kelas dua SMA.

“Haneul-ya, maukah kau menjadi pacarku?” Tanya Tae Won dengan nada suara yang lembut.

Tubuhku kembali meremang mendengar permintaannya itu. Kedua tanganku saling bertautan erat. Hal yang kerap aku lakukan jika kepanikan dan kegugupan datang menghampiriku. Tiba-tiba Tae Won menggenggam kedua tanganku. “Kumohon Haneul…” Pintanya dengan nada yang begitu lirih.

Untuk sesaat aku merasa bisu. Sama sekali tidak bisa mengeluarkan sedikitpun suara.

“Tae…Tae Won-ah…” dengan susah payah aku menyebut nama namja ini. “Terima kasih sudah menyukaiku, tapi maaf, aku tidak bisa menjadi yeojachingumu.”

“Wae?”

“Aku menyukai namja lain.” Jawabku jujur. Aku mengutuk diriku yang malam ini telah menjadi yeoja brengsek karena telah menolak cinta laki-laki sebaik Tae Won. Dapat kulihat rasa kecewa dan sedih yang tergambar jelas di wajah dan tatapan matanya. Aku berharap bahwa aku dapat menerima Tae Won, namun aku sadar bahwa itu adalah hal yang mustahil, karena aku hanya menyukai Cho Kyuhyun.

“Maafkan aku Tae Won. Aku yakin kau bisa menemukan gadis yang jauh lebih baik daripada diriku.” Aku keluar dari dalam mobil Tae Won. Aku sempat melirik kearah namja yang masih duduk terpaku di kursi kemudi. Aku menghela napas pelan, merasa sangat bersalah karena telah menyakiti hati Tae Won. Jika Nana tahu ini ia pasti akan menceramahiku habis-habisan. Sudahlah, aku tak peduli.

“Haneul!” Tiba-tiba Tae Won memanggilku, membuatku langsung membalikkan badan dan menatapnya yang tengah berjalan kearahku. Ia menatapku dalam. “Tidak bisakah kau memberikanku satu kesempatan?”

Dengan berat hati aku menggelengkan kepalaku. “Maaf, tapi aku tidak bisa.”

“Aku akan menunggumu.”

“Andwae! Jangan lakukan itu. Aku tidak ingin memberi harapan palsu kepadamu. Kumohon jangan menungguku.”

Tae Won terdiam cukup lama sembari menatap aspal tempat kami berpijak. Ia kemudian menghela napas pelan. “Ara. Maaf jika aku telah membuatku merasa tidak nyaman. Aku harap setelah ini kau tidak menjauhiku. Kita masih tetap bisa berteman, kan?” Tae Won menatapku penuh harap. Aku tersenyum manis padanya. “Tentu saja. Kita adalah teman.”

 

*****

 

“Benarkah tidak terjadi apapun diantara kalian semalam? Memangnya kalian tidak mengrobrol apapun?”

“Ya Tuhan, Nana! Kau sudah menanyakan ini berkali-kali. Sekali lagi kau menanyakannya aku akan benar-benar marah padamu!” Ujarku kesal. Nana hanya tersenyum bocah. “Jawab saja Haneul!” Pintanya dengan suara manja yang sumpah membuatku merinding.

“Hentikan aegyo gagalmu itu! Dan untuk pertanyaanmu, tentu saja kami ada berbincang-bincang! Tidak mungkin kami hanya diam saja selama setengah jam berada didalam mobil yang sama.”

“Lalu? Apa Tae Won tidak menyatakan perasaannya padamu?”

“Aniyo.” Bohongku. Aku terpaksa berbohong pada Nana karena tidak ingin mendapat siraman rohani darinya jika ia sampai tahu bahwa aku telah menolak namja sekelas Tae Won demi rasa cintaku pada Cho Kyuhyun, namja yang bahkan tidak memiliki perasaan yang sama kepadaku.

Kulihat Nana merengut kesal. “Dasar namja babo! Padahal aku sengaja memberinya kesempatan agar ia bisa berduaan saja denganmu, tapi dengan bodohnya ia tidak memanfaatkan hal itu dengan baik.” Ujar Nana kesal. Aku hanya mengedikkan bahu, memilih untuk tidak peduli. Perhatianku teralih kearah ponselku yang tergeletak diatas meja. Dengan cepat aku langsung mengambilnya dan menjawab panggilan yang ternyata berasal dari Kyuhyun oppa sebelum Nana melihat. Entahlah, aku hanya tak ingin Nana semakin mencekoki ku agar tidak terlalu berharap pada Kyuhyun.

“Yoboseyo?”

“Hei, aku sudah didepan kampusmu. Kau tidak lupa janji kita, bukan?”

 

“Tentu saja tidak. Tunggu sebentar ya, aku akan kesana sekarang juga.”

Aku menyimpan ponselku kedalam tas tangan dan begitu mendongak aku mendapati tatapan mata Nana yang begitu menyelidik.

“Nugu?” Tanyanya.

“Sooyeon eonnie. Hari ini ia menjemputku karena kami ingin menjenguk bibi kami yang sakit.” Lagi-lagi aku harus berbohong pada Nana. Beruntung Nana tak curiga sedikitpun. Gadis itu mengangguk dan kemudian melambaikan tangannya. “Hati-hati kalau begitu. Sampaikan salamku pada Sooyeon eonnie.”

“Ne.”

 

*****

 

Senyumku mengembang sempurna tanpa sempat aku tahan. Dari kejauhan aku dapat melihat mobil Kyuhyun oppa yang sengaja diparkir agak jauh dari gerbang kampusku. Aku semakin mempercepat langkah kakiku, tak ingin membuatnya menunggu semakin lama.

“Haneul!”

“Tae Won-ah.”

Tae Won tersenyum kecil menatapku. “Buru-buru sekali. Kau mau kemana?” Tanyanya.

“Ah, itu… aku sudah dijemput oleh kakak perempuanku. Maaf, aku harus pergi sekarang. Sampai jumpa Tae Won-ah.”

 

*****

 

“Pacarmu?” Cerca Kyuhyun oppa begitu aku masuk kedalam mobilnya. Aku bahkan belum sempat menyapanya. “Siapa?” Tanyaku bingung, namun tak lama aku langsung tahu bahwa yang dimaksud adalah Tae Won. Tanpa ragu aku menggeleng. “Bukan. Kami memang teman. Em, tapi sebenarnya semalam dia memintaku untuk menjadi yeojachingunya.” Ucapku pelan. Aku bahkan tak mengerti mengapa aku dengan sengaja menceritakan hal tersebut pada Kyuhyun oppa. Berharap dia cemburu? Bermimpi saja Cho Haneul!

“Lalu, apa jawabanmu? Kau menerimanya?” Kyuhyun oppa menatapku sembari menanti jawaban yang akan keluar dari mulutku.

Aku tersenyum kecil. “Aku tidak akan berada disini jika aku menerimanya.” Jawabku.

Kyuhyun oppa terkekeh kecil. Ia baru saja akan kembali membuka suara sebelum tiba-tiba ponselnya berdering lumayan nyaring. Sekilas aku dapat melihat nama si penelpon tersebut. Song Qian. Tiba-tiba saja moodku menjadi jelek. Untuk apa leader f(x) itu menelpon Kyuhyun oppa? Sebegitu senggang kah waktu luang gadis itu?

Aku malas mendengarkan percakapan mereka, jadi aku lebih memilih berpura-pura sibuk dengan ponselku. Sebenarnya tidak ada yang menarik di ponselku, namun itu akan lebih baik daripada telingaku panas mendengarkan percakapan dua insan yang mengaku bersahabat ini. Apalagi Kyuhyun oppa tak ragu-ragu menggunakan suara aegyo-nya kala berbicara dengan Victoria. Sekarang aku semakin yakin jika KyuToria itu memang nyata.

“Maaf membuatmu menunggu. Tadi Victoria menelponku.” Kyuhyun oppa berkata setelah menutup teleponnya dengan Victoria.

“Tidak apa-apa.” Aku bersikap tak peduli. “Kalian tampak akrab. Sekarang aku jadi yakin jika KyuToria itu nyata.” Ucapku sembari tertawa kecil, bersikap layaknya tengah bergurau, namun tentu saja aku bersungguh-sungguh dengan ucapanku barusan.

Kudengar suara tawa Kyuhyun oppa. “Aku tidak akan berada disini jika KyuToria itu nyata.” Kyuhyun oppa meniru ucapanku beberapa saat lalu. Kami saling bertatapan dan seketika langsung tertawa geli. Entah apa yang membuat tawa kami meledak. Padahal sama sekali tidak ada hal yang lucu terjadi. Namun yang jelas perasaanku lega setelah mendengarkan ucapannya barusan. Bukankah Kyuhyun oppa baru saja menegaskan bahwa dia dan Victoria tidak memiliki hubungan yang lebih dari bersahabat? :D

 

-To Be Continued-

 

5 Comments (+add yours?)

  1. Nam Hyunchan ELF
    Jul 15, 2015 @ 13:38:38

    aigoooi.. kyu oppa itu suka gk sih sma haneul…
    next thor

    Reply

  2. Mauleeda65
    Jul 15, 2015 @ 13:52:53

    Ini ff-nya keren banget, berharap jadi haneul kkkk lanjut yaa thor, dari kemarin aku nungguin ini ff >< ehh pas lagi asik baca ada kata tbc -.- wkwkwk hwaiting thor ^^

    Reply

  3. lieyabunda
    Jul 19, 2015 @ 05:35:24

    kyu sepertinya suka juga sama haneul,,,,,,

    Reply

  4. whitedear
    Jul 19, 2015 @ 15:43:59

    Hibungan mereka semakin dekat saja. Bahkan mereka sering keluar bareng sekarang. Dan juga mereka berdua menjelaskan kedekatan mereka dengan orang lain..

    Reply

  5. J.Na Kim
    Nov 02, 2015 @ 23:34:27

    Aih aih aih ….. haneul … apa vic emng naksir kyuuu???

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: