Mistake [7-END]

mistake

Author : Cho Haneul
Judul Cerita : Mistake
Tag (tokoh/cast) : Cho Haneul (OC), Cho Kyuhyun, Kim Nana (OC), Super Junior’s Members
Genre : Romance, Drama
Rating : PG-15
Length : Chapter
Catatan Author (bila perlu): FF ini pernah dipublish di blog pribadi author chohaneul88.wordpress.com

___________________________________________________________

 

MISTAKE (Chapter 7-END)

 

_Hansel & Gretel Cafe, 08:45 PM, SEOUL_

Kami duduk berhadapan dalam suasana yang bisa dibilang cukup canggung. Sedari tadi Kyuhyun oppa hanya diam membisu sembari sesekali bermain dengan ponselnya. Entah mengapa kami bisa menjadi canggung seperti ini. Hadiah syal rajutanku masih tersimpan rapi didalam paper bag. Aku belum menemukan kesempatan yang pas untuk memberikan ini kepada Kyuhyun oppa.

Kulihat ia menyeruput moccacino miliknya dan kemudian ia menatapku. Sekilas aku dapat melihat kegelisahan dikedua matanya.

“Oppa, ini ada hadiah untukmu. Kuharap kau suka.” Aku menyodorkan paper bag berwarna biru safir itu kepada Kyuhyun oppa. “Hanya syal rajutan. Em, dan ini pertama kalinya aku merajut syal. Kuharap hasilnya tidak buruk.” Aku tersenyum canggung.

Kyuhyun oppa membuka paper bag itu dan mengeluarkan syalnya. Ia tersenyum kecil melihat syal buatanku. Apa itu berarti ia menyukainya? Kyuhyun oppa lalu menatapku, masih dengan senyumnya. “Gomawo. Ini sangat bagus.” Ucapnya.

Aku tersenyum lega mendapati reaksi itu. Namun baru sekejap rasa lega itu kurasakan, tiba-tiba ekspresi Kyuhyun oppa berubah menjadi serius, membuatku merasa was-was. Ia menatapku tepat dikedua manik mataku. Dan jika aku tidak salah, aku seperti melihat setumpuk kesedihan disana. Hatiku menjadi nyeri.

“Kau pasti merasa heran dengan sikapku belakangan ini, bukan? Kau pasti sangat ingin menanyakan alasannya.”

Tanpa sadar aku mengangguk. Yah, aku memang sangat ingin tahu alasan Kyuhyun oppa menjauh dariku. Apa dia sudah bosan denganku?

Kyuhyun oppa menarik napas dalam dan kemudian menghembuskannya dengan gusar. Kedua matanya sempat terpejam sejenak. “Kurasa ini adalah pertemuan terakhir kita.”

Hanya satu kalimat yang sederhana, namun sukses membuat hatiku bagai ditikam ratusan pisau. Sakit. Mati-matian aku menahan air mataku. Salah satu kelemahanku, gampang sekali menangis. Ada banyak hal yang ingin aku tanyakan. Akan tetapi sayangnya tidak satupun dari sekian banyak pertanyaan itu yang berhasil keluar dari mulutku. Bibirku seakan terkunci dengan rapat. Aku bahkan dapat merasakan tenggorokkanku begitu tercekat.

“Maaf Haneul. Kau adalah gadis yang baik. Bertemu dan menghabiskan waktu denganmu adalah hal yang sangat menyenangkan untukku. Tetapi ada beberapa hal yang membuatnya terlihat salah. Kau tahu kan jika saat ini Super Junior sedang mengalami sedikit kendala. Dimulai dengan penjualan album kami yang tidak terlalu memuaskan dibandingkan dengan tahun-tahun lalu, serta penghargaan yang minim kami dapatkan. Apalagi Sungmin hyung juga baru saja melangsungkan pernikahan. Masih banyak fans kami yang belum bisa menerimanya. Dan setelah itu semua, aku tidak ingin menambah masalah di Super Junior yang nantinya hanya akan merugikan Super Junior dan membuat fans kami semakin berpaling jauh. Sekarang, aku hanya ingin mengembalikan Super Junior seperti saat-saat kejayaan kami sebelumnya. Aku juga baru saja meluncurkan mini album. Aku tidak ingin semua kerja kerasku sia-sia hanya karena… hubungan kita.” Kyuhyun oppa terdiam sejenak, mengamati ekspresiku. Namun sedari tadi aku memilih untuk menunduk. Aku tidak kuasa untuk menatap kedua bola mata indahnya itu.

“Kau dan aku adalah seorang fans dan idolanya. Selamanya itu tidak akan berubah. Kurasa untuk hubungan antara fans dan idola, hubungan kita sudah agak lebih jauh. Maka dari itu, aku ingin meluruskannya kembali. Aku berterima kasih karena kau pernah menolongku dan… kau selalu mendukungku dengan kata-kata penyemangatmu. Aku terpaksa melakukan ini semua demi kebaikan kita. Sebelum netizen melihat kita dan menjadi salah paham.”

Kedua tanganku saling meremas dengan kuat, berusaha untuk mengalihkan rasa sakit yang mendera hatiku. Mataku terpaku kearah bekas luka yang ada dipunggung tangan kananku. Bekas luka yang kudapatkan saat menolong pria yang diam-diam kucintai ini. Oh, sepertinya tidak diam-diam, karena sekarang kuyakin dia tahu bagaimana perasaanku padanya, karena jika tidak, ia takkan mungkin berbicara seperti ini. Dan aku dapat mengambil satu kesimpulan dari pembicaraan ini. Aku telah ditolak. Bahkan sebelum aku mengungkapkan perasaanku.

“Aku harus pergi. Maaf, aku tidak bisa mengantarmu.” Ucapnya dingin.

“Gwenchana. Pergilah.” Hanya dua kata itu yang dapat terucap oleh bibirku yang terasa bergetar. Aku bahkan dapat mendengar suaraku yang terdengar bergetar dan sangat menyedihkan. Kurasakan pergerakan kursi didepanku. “Maaf.” Itu kalimat terakhir yang dia ucapkan untukku sebelum perlahan punggungnya menghilang dari pandanganku. Selepas kepergiannya, saat itu juga pertahananku jebol. Aku menangis seperti orang bodoh.

Memang pernah terlintas dipikiranku bahwa ini semua takkan bertahan lama. Cepat atau lambat semuanya akan kembali pada tempat seharusnya. Dan tempatku memang bukan berada didekatnya. Aku hanyalah orang asing yang tanpa sengaja masuk kedalam kehidupannya. Dan sekarang, saat ia memintaku agar kembali pada posisi awalku, maka aku harus menurutinya. Aku tidak berhak untuk menolak.

Secara perlahan, kilasan kenangan indahku bersama Kyuhyun oppa muncul layaknya film yang diputar didalam kepalaku. Semuanya terasa indah dan manis. Sampai-sampai aku begitu terlarut dan lupa diri. Sekarang kenyataan menamparku dengan amat keras. Rasanya begitu sakit. Aku membekap mulutku dengan kedua tangan, berharap agar suara tangisku tidak terdengar oleh pengunjung yang lain. Seumur hidup aku tidak pernah merasa sesakit ini. Bahkan tidak disaat kedua orangtuaku kerap membandingkanku dengan Naeun atau dengan Soyeon eonnie.

Pandanganku beralih kearah kursi didepanku yang beberapa saat lalu diduduki olehnya. Sekarang kursi itu kosong. Sekosong hatiku.

‘Jika ini maumu dan yang terbaik untukmu, maka aku tidak keberatan. Selamat tinggal Cho Kyuhyun. Jebal haengbokhaji sara.’

 

 

*****

 

Dan sejak malam itu kehidupanku kembali seperti sedia kala. Datar dan membosankan. Selama beberapa hari aku menjauhi diriku dari segala macam hal yang berhubungan dengan Cho Kyuhyun. Aku bahkan enggan menonton TV, bermain internet atau bahkan hanya sekedar mendengarkan radio. Tapi kurasa sekarang aku sudah baik-baik saja. Yah, kurasa…

Kyuhyun oppa benar-benar berusaha untuk menghapus jejakku dari dalam hidupnya. Aku mendapati Kyuhyun oppa memblokir Line, Kakaotalk dan menghapusku dari Weibonya sehingga aku tidak dapat menghubunginya lagi. Terkadang aku merasa jika kejadian beberapa bulan lalu itu hanya sekedar mimpi manis untukku. Namun, bekas luka bakar dipunggung tangan ini, beserta sebuah foto diriku bersama Kyuhyun oppa lah yang membuatku sadar bahwa itu bukan hanya sekedar mimpi. Itu nyata.

Aku memandang fotoku bersama Kyuhyun oppa. Terkadang aku tersenyum, dan tak jarang pula menangis kala melihat foto ini. Aku tidak bisa membohongi perasaanku bahwa aku memang mencintainya. Sejahat apapun ia memperlakukannku, tapi hati ini tetap miliknya.

Nana tidak berkata apa-apa ketika aku dengan sesegukan menceritakan semua padanya. Tadinya aku pikir Nana akan menyalahkanku karena terlalu berharap pada Kyuhyun oppa. Tapi nyatanya sahabatku itu hanya diam sambil memelukku erat. Naeun dan Soyeon eonnie juga tidak berkomentar apa-apa ketika aku melepas semua poster Kyuhyun dan Super Junior yang tadinya memenuhi dinding kamarku. Dan aku harap untuk seterusnya mereka takkan bertanya.

Kulangkahkan kakiku menyusuri trotoar. Malam ini udara Seoul cukup bersahabat sehingga tidak membuatku menggigil kedinginan meskipun tubuhku hanya dibalut dengan selembar kemeja tipis berwarna putih. Langkah kakiku terhenti otomatis didepan toko elektronik yang memajang tv berlayar datar dietalase depan toko mereka. Bukan tv-tv itu yang membuatku terpaku disana, melainkan apa yang sedang diputar didalam layar kaca itu. Mataku terpaku menatap wajah tampan itu. Wajah Cho Kyuhyun. Sudah lama rasanya sejak terakhir kalinya aku melihat langsung wajah tampan itu. Dia kelihatan baik-baik saja. Yah, tentu saja begitu. Hal apa yang akan membuatnya tidak baik-baik saja? Ia telah kembali ditempat dimana ia seharusnya berada.

“Ah.” Cepat-cepat aku mengusap mataku sebelum dengan bodohnya aku akan menangis didepan umum. Sepertinya menangis sudah menjadi hobi baruku sekarang.

 

*****

 

(Kyuhyun’s POV)

Aku tersenyum sedih setiap memandang selembar syal berwarna biru gelap itu. Malam itu aku telah menjadi pria yang begitu brengsek. Pria yang dengan jahatnya meminta seorang gadis yang menyukainya untuk menjauh. Dan semua itu kulakukan hanya demi kepentinganku sendiri. Demi karir dan kehidupan selebriti yang kumiliki. Haneul memang tidak pernah mengatakannya secara terus terang, atau mungkin dia memang belum punya kesempatan. Tapi aku tahu bahwa dia menyukaiku, sama seperti aku yang menyukainya…

Haneul adalah gadis yang baik. Tak pernah terlintas didalam pikiranku bahwa aku akan menyukai salah seorang fansku. Perasaan yang tadinya kuartikan hanya sebagai rasa tertarik, perlahan berubah menjadi rasa suka. Kalau bukan karena rasa itu, aku takkan mungkin masih terus berhubungan dengannya sampai dengan tololnya aku melepaskan gadis itu begitu saja.

Hidup memang selalu penuh dengan pilihan. Kita tidak mungkin bisa memiliki semuanya. Ada hal yang harus dikorbankan. Dan dalam hal ini aku memilih untuk mengorbankan hubunganku dengan Haneul. Aku tidak siap untuk kehilangan semua kerja kerasku selama bertahun-tahun. Terlebih album baruku mendapat respon yang cukup baik di masyarakat. Aku tidak mau mengorbankan itu. Karir Super Junior agak meredup tahun ini. Dimulai dengan perginya Yesung hyung dan Shindong hyung untuk wamil, kabar hubungan SungMin hyung dan Sa Eun noona, hingga pernikahan mereka yang begitu mengagetkan banyak orang. Manager hyung berkata jika saat ini Super Junior sangat bertumpu padaku. Setidaknya aku harus memberikan kesan baik dan bersih pada masyarakat. Aku tidak boleh terlibat skandal percintaan dengan yeoja manapun.

Tekanan seperti itu tidak hanya kudapatkan dari manager hyung saja, tapi juga dari sajangnim SM. Tahun ini SM banyak menerima gejolak yang parahnya membuat saham SM nyaris anjlok. Ada banyak sekali skandal yang datang dari SM sehingga mempengaruhi nama baik yang selama ini SM junjung tinggi. Masalah Kris dan Luhan yang keluar dari EXO, Sungmin hyung yang menikah dengan Sa Eun noona, skandal Taeyeon dan Baekhyun, Jessica yang didepak keluar dari SNSD, hingga Sulli yang dikecam banyak orang semenjak jalinan kasihnya terkuak ke media. Semua skandal itu membuat para pemegang saham di SM menjadi kalang kabut, sebab dalam setahun hampir semua berita mengenai SM adalah berita negatif, bukannya berita mengenai prestasi yang kami capai seperti tahun-tahun sebelumnya.

Maka dari itu, sajangnim benar-benar berharap banyak padaku setelah melihat begitu banyak respon positif yang diberikan masyarakat untuk album soloku serta drama-drama musical yang kuperankan. Sajangnim bilang bahwa aku bagaikan oase di padang pasir bagi SM saat ini.

Begitu mendapat kabar bahwa aku sedang dekat dengan seorang gadis, yang ternyata merupakan fansku, sajangnim langsung bertindak tegas. Lewat manager hyung dia mewantiku agar menjauhi masalah, yang sama artinya dengan aku harus menjauhi Haneul. Awalnya aku menolak. Aku menyukai gadis itu. Aku bahkan sempat berfikir bahwa mungkin kami bisa membangun sebuah hubungan yang lebih serius. Tapi, lambat laun aku sadar bahwa aku tidak bisa egois. Ada harga yang harus kubayar untuk semua kesuksesan dan ketenaran ini. Dan setelah berpikir panjang, aku memutuskan untuk kembali melepaskan cintaku.

Sampai kapanpun aku takkan pernah melupakan wajah itu. Wajah penuh luka yang baru pertama kali kulihat dari wajahnya. Dan mirisnya, akulah penyebab rasa sakit dan luka itu. Hingga detik ini rasa bersalah itu masih ada didalam hatiku. Rasa bersalah, rasa kecewa, marah dan sakit. Bersalah karena telah melukai hatinya. Kecewa karena aku begitu pengecut. Marah karena aku begitu tololnya menuruti kata-kata mereka, seakan aku tak punya hak atas hidupku sendiri. Dan sakit… sakit karena aku terpaksa melepas gadis yang kucintai…

Untuk Haneul…

Bertemu denganmu adalah salah satu hal terindah yang pernah terjadi didalam hidupku. Aku selalu menikmati semua perhatian yang selalu kau berikan padaku. Menikmati suara tawamu yang terdengar renyah dan lepas, membuatku tanpa sadar selalu ikut tertawa. Mengamati ekspresimu yang beraneka ragam saat kau sedang bercerita. Mengagumi senyummu yang lepas dan natural. Kau memiliki senyum yang indah, kau tahu itu? Kau mungkin memang bukan gadis tercantik yang pernah kutemui, tapi kau adalah gadis terbaik dan tertulus yang pernah kukenal. Sashireun neomu bogoshipo. Aku bahkan merindukan suaramu kala kau menggumamkan laguku.

Hiduplah dengan baik Cho Haneul. Kuharap suatu saat nanti kita bisa kembali bertemu. Dan jika saat itu tiba, kuharap takdir mengizinkan kita untuk bersama. Untuk saat ini kurasa memang lebih baik jika kita menjalani kehidupan kita masing-masing.

Saranghae Cho Haneul…

(Kyuhyun’s POV End)

 

-THE END-

 

17 Comments (+add yours?)

  1. frog1
    Jul 17, 2015 @ 14:20:12

    huee
    kasihan haneulnya
    entahlah dia bisa move on atau tidak
    disini walo kyunya jd cowok pengecut tp terlihat lebih realistiss

    Reply

    • kyula88
      Sep 22, 2015 @ 03:22:41

      Iya, aku emg sengaja bikin yg realistis. Skalian nyadarin diri sendiri jg sih supaya ga terlalu cinta ama bias wkwkwk… makasih banyak udh baca ^^

      Reply

  2. Kyuhyun's wife
    Jul 17, 2015 @ 17:27:37

    ceritanya bikin “awww” banget deh thor. kasihan ya Haneul sama Bang Cuyun, sama2 suka tapi tidak bisa bersatu karena kasta. duh sedih deh bacanya, GOODJOB deh thor :)) aku juga suka gaya bahasanya. :)) keep writing ya thor :))

    Reply

  3. Mauleeda65
    Jul 17, 2015 @ 22:23:49

    KYA!!!! Masa end sih thor😦 masih mau baca dan berharap happy ending .-. Bagus+keren banget thor saya suka ^^ kalo bisa bikin ff baru lagi tp cast-nya tetep haneul sama kyu wkwk *banyakmaunya* AUTHOR HWAITING ><

    Reply

    • kyula88
      Sep 22, 2015 @ 03:20:02

      Makasih udh baca ff ini ^^ emg lg pengen bikin yg galau2 makanya sad ending. Utk skrg blm ada sekuelnya sih. Kalo mau baca ff kyu haneul, kamu bs check di wp pribadi aku hehe

      Reply

  4. rahmahwang
    Jul 18, 2015 @ 06:05:34

    Jarang baca tiba” ini end???😮

    Reply

  5. lieyabunda
    Jul 19, 2015 @ 05:36:21

    ternyata mereka tetep gak bisa bersama,,, padahal sama2 saling suka….

    Reply

  6. whitedear
    Jul 19, 2015 @ 15:58:17

    Ohhh part yg bikin sedih. Aku kira mereka akan menjalin hubungan yg lebih dekat. Karena melihat hububgan mereka yg samkin baik. Nggak nyangka kalau mereka harus berpisah. Bukankah itu akan menjadi pukulan keras untuk perasaan Haneul. Seharusnya Kyuhyun nggak memutuskan secara langsung. Mereka kan bisa brteman dekat.. kasihan juga sih Kyuhyun, seperti kehidupannya bukan miliknya sendiri..

    Reply

  7. chatarina
    Jul 20, 2015 @ 15:00:22

    Hiks… sad ending jdinya… nangis aku. Padahal berharap bakal jdi happy ending. Need sequel… gantung ending nya (menurut aku)

    Reply

  8. ammy5217
    Jul 29, 2015 @ 20:02:07

    😂😂😂 nyesek….sad ending…sequel thor buat mereka bersatu…

    Reply

  9. J.Na Kim
    Nov 02, 2015 @ 23:41:27

    Loh loh loh..😮 kok end??? ada sequelnya ga??

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: