Beside You

Beside You

Author : Rien Rainy (@Riechanie_ELF / Riechanie Elf)

Cast :

  • Lee Dong Hae Super Junior as Lee Dong Hae
  • Cho Hyo Na (OC)

Genre : romance, hurt

Rated : T

Length : drabble

HAPPY READING~!!!

ENJOY~!!!

DON’T BASH~!!!

DON’T PLAGIAT~!!!

DON’T LIKE DON’T READ~!!!

—Beside You—

“I want us to love each other like there is no tomorrow
Filling each other’s empty spaces and staying beside each other… I love you…”—Lee Dong Hae’s letter to ELF.

—Beside You—

Bagaimana caranya menjelaskan padamu atau kepada semua orang, bagaimana semua bentuk rasa cintaku padamu atau cintamu padaku. Aku hanya mengingat beberapa bagian terkecil dari hal-hal yang sering kita lalui bersamaan, walau kau tahu jelas bagaimana jauhnya jarak kita berada sekarang ini. Aku tahu, kau berpikir, aku tengah menggodamu dengan berbagai ungkapan kata-kata cinta atau kata-kata manis yang pasti berakhir membuatmu menangis juga akhirnya nanti, mungkin saja kau terharu atau terlalu senang mendapatkannya hingga aku tak tahu harus berbuat apa padamu.

Tapi, kau harus tahu jelas bagaimana perasaan ini benar-benar berkecamuk, saling bertolak belakang dan saling bertarikan satu sama lain. Ada begitu banyak perasaan yang aku rasakan padamu hingga aku terlalu sulit mengatakannya, tak bisa sama sekali aku ucapkan atau aku perlihatkan padamu. Yah, walau sebenarnya kau selalu mendapatkannya, namun aku sangat takut, takut sekali jika aku menyakitimu di saat yang bersamaan.

Kau sangat tahu ada berapa banyak hal yang sudah kita lalui bersamaan, berbagi kesedihan, berbagi tawa canda, saling menyenderkan tubuh satu sama lain, lalu saling melupakan bagaimana semua orang yang tidak pernah sepaham dengan kita. Kau sangat tahu dan sangat sering merasakan hal-hal itu, ku harap kau tidak pernah menyesal karena merasakannya bersamaku. Dan sampai sekarang pun kau juga masih ikut merasakannya bersama ku, mungkin kau akan terus seperti itu sampai kau bosan atau sampai aku tak menginginkannya lagi. Kau benar-benar akan melakukannya untukku dan untukmu, pastinya untuk kebahagiaan kita berdua.

Kau tahu, tanpa kehadiranmu aku tak akan bisa seperti ini, berdiri dan terus berusaha menyenangkan hatimu, entah karena tawa atau candaan bahkan tangisku juga sudah aku bagi padamu. Kau paham maksudku, sangat paham pasti. Karena kita sudah terlalu lama menjalani kehidupan ini bersama-sama hingga kita sangat paham bagaimana perasaan dan bahkan perilaku kita satu sama lain. Lihat, betapa dekatnya kita hingga tak ada lagi yang bisa tertutupi satu sama lain, kau percaya dan aku percaya kita akan selalu bersama-sama bahkan saat kita sama-sama menghadapi maut pun.

Kau tahu, aku benar-benar bahagia dan sangat bersyukur, kau benar-benar berada di sampingku, entah saat aku sedih atau bahagia. Hadirmu benar-benar membuatku sangat berarti, sudah ku katakan berulang-ulang bahkan di atas sana namun aku sangat ingin sekali mengulangnya padamu. Kau tahu, sangat tahu bahwa perasaanku padamu begitu dan sangat amat besar hingga tak bisa di jelaskan lagi dengan kata-kata atau perilaku. Tolong jangan tersenyum dengan air mata yang ada di sudut matamu, aku tak menyukaimu yang menangis, aku sangat suka senyumanmu. Jadi tersenyumlah untukku, aku yakin kau akan menyanggupinya walau hatimu sangat berlawanan.

Hah, sudah berapa banyak yang aku ungkapkan padamu. Apa sekarang aku terlihat konyol dengan tersenyum pada secarik kertas yang tentu saja tadinya putih bersih, aku konyol karenamu, yaitu karena perasaanku yang terlalu besar untukmu hingga aku tak mengerti lagi bagian mana yang akan ku tulis padamu. Ah, tapi, kau benar-benar melakukan apa yang aku perintahkan, tersenyum untukku dan tidak menangis, aku yakin padamu dan sangat percaya kau akan melakukannya untukku.

Lalu mau sampai manakah hubungan ini berlanjut, apakah kita bisa selalu bersama atau seperti sekarang ini saja. Keputusan ada di tanganmu dan tentu aku, bukankah sudah ku jelaskan bagaimana hubungan ini semua, hubungan akan terus berlanjut ketika kita sama-sama membutuhkan dan saling menginginkan. Namun apa cerita jika salah satu dari kita menginginkannya berakhir tanpa jejak, kau mau atau aku yang mau. Tetapi aku percaya lagi padamu, kau dan aku tak akan melakukan hal itu, itu bukanlah hal yang mudah kita lakukan dan bersyukur kau sangat tahu hal ini dengan sangat jelas.

Sekarang kau sudah mengerti bagaimana caraku menjelaskannya padamu, walau ini jadi terlihat panjang dan tentu sangat rumit. Kau masih saja tetap membaca dan membacanya juga kan, kau terlalu tak rela jika hanya tak mengetahui aku, padahal jelas sekali walau aku tak begitu tahu bagaimana dirimu, kau tetap saja membuatku seolah tahu siapa kau dan siapa aku. Kita memang berakhir dengan perbedaan besar, namun kau membuatnya menjadi sangat di mengerti, aku bisa mengerti berada di posisimu. Sangat mengerti hingga aku jadi takut akan menyakitimu, apa itu perilaku atau sikap dan perkataanku, aku takut jika aku juga menyakitimu.

Dan bisakah aku mengakhiri ini semua hari ini atau maksudku hari esok atau entah hari apa lagi, tetapi aku yakin, kau tak bisa melakukannya seperti apa yang aku duga. Perasaan kita sudah terlalu besar dan sangat terikat, apa kita sama-sama bergantung dan berpikir jika salah satunya menghilang kita tak bernyawa. Ku pikir, itu bisa saja terjadi, kau sangat rapuh dan sensitif, bagaimana dengan aku. Aku ternyata juga begitu, aku sangat amat rapuh dan sensitif, kau pasti tahu banyak hal ini.

Kita yang berjauhan, selalu dalam keadaan yang merindu dan mencinta, lalu diam-diam berdoa di tengah malam agar kondisi satu sama lain dalam keadaan sehat selalu, berharap jika kita akan bertemu di alam mimpi lalu berbahagia bersama. Lalu apa lagi yang kau lakukan selain hal-hal yang aku sebutkan baru saja, aku sangat tahu hingga aku terlalu bingung untuk menuliskannya. Aku konyol sekarang dan mungkin kau sudah tertawa kecil menyadarinya, apa aku benar atau salah pun pasti kau akan menganggukan kepala, tetapi dengan mengusap air mata.

Kau sedang menangis atau sedang tersenyum atau lebih parahnya kau hanya menahan sesak pada dirimu sendiri, walau sebenarnya aku tak ingin melihatmu menangis seperti itu. Kau tahu, aku ingin sekali memelukmu jika menangis, itu yang aku inginkan sampai saat ini, tetapi kau harus tahu. Itu bukanlah hal yang mudah aku lakukan padamu, kita sangat berbeda, lagi-lagi pradigma yang memisahkan kita hingga sangat jauh sekali. Aku jadi ingin menghapus atau mengenyahkan pradigma itu, tetapi kita bisa apa, kita hanya berpasrah dan berharap jika waktu berbaik hati dan mengizinkan hal itu terjadi.

Berbicara tentang harapan, kau tahu sudah berapa banyak harapan di sini. Harapan kita terlalu banyak dan besar hingga jika kita tulis tak bisa satu hari habis di tulis, harapan kita terlalu banyak dan besar dan kita tak bisa menuliskannya di dalam buku atau secarik kertas. Tetapi kau harus tahu, kita bisa menuliskannya di atas langit menitipkannya pada bintang-bintang yang bercahaya di sana lalu bulan yang paling besar dan bercahaya itu menjadi saksi bagaimana bintang-bintang itu berisi harapan dan cita-cita yang ingin kita raih. Aku percaya sekarang kau sedang memerhatikan langit, berbicara di dalam hati seolah berbisik menitipkan beberapa harapan kecil yang ingin kau wujudkan, aku hanya menerka namun ku harap itu benar adanya. Kau harus tahu, aku juga melakukan hal itu sekarang ini.

Dan apa kau tidak bosan sekarang, aku seperti menghiburmu di saat kau juga terluka, apa aku kejam atau berhati malaikat. Tetapi kau tetap tidak pernah bosan, aku bersyukur karena ini, setidaknya aku tak perlu takut jika kau meninggalkanku. Aku sangat ingat saat beberapa tahun lalu, kau pergi dan bahkan berpaling, tak menganggapku walau di dalam hatimu ada namaku. Aku sungguh kesepian saat itu hingga aku tak mengerti mengapa aku tiba-tiba menjadi sangat marah dan bahkan membuatmu terluka, walau berakhir dengan kau yang menjadi kembali pada dirimu sendiri. Kau tahu saat kau kembali lagi padaku pun, aku bisa sangat ringan dan senang hati membuka lebar kedua tanganku untuk menangkapmu dan tak akan aku lepaskan lagi.

Karena saat itu aku sangat percaya, kau hanya untukku dan aku hanya untukmu. Kita sudah sangat dekat dan tak mungkin bisa berpisah, walau kau sempat goyah. Aku sangat yakin, di bagian terdalam hati kecilmu masih ada nama ku, walau itu kecil namun kemungkinan untuk kembali itu sangat besar terjadi. Aku percaya dan kau kembali padaku, terbukti bukan apa yang aku katakan.

Lalu aku ingin bertanya padamu hari ini, tepat saat kau sudah habis membaca segala perkataanku yang seperti terdengar bergurau atau tidak menentu arah jalannya, tapi kau tetap membacanya saja dan tak berniat berhenti walau kau bingung dengan semuanya.

Ini berjalan sudah sangat lama, lalu kau ingin apa di dalam hubungan ini denganku, terus menemaniku dengan berdiri di sampingku, terus berada di belakangku kalau-kalau aku mulai terjatuh lagi, memberikan senyuman untukku di saat aku merasa tak berguna lagi, sama-sama menangis bersamaku dan berharap agar di dalam tangis itu kita bisa sama-sama tersenyum akhirnya, atau kau ingin berhenti untuk segalanya padaku.

Apa pertanyaanku berat bagimu, aku tidak begitu tahu. Tetapi bisakah kau memberikan kepastian padaku, walau nanti aku berakhir tidak denganmu dan memilih bersama yang lain. Apa kau sanggup berada di posisi itu, aku juga tidak tahu hingga perkataan ini membuatku merasa bersalah saat bertanya. Aku egois, aku kejam, aku menyakitimu, kau yang tahu bagaimana kau bisa memberikanku predikat yang jahat dan aku sangat menerimanya sekali.

Lalu bagaimana jawabanmu, kau bisa memberitahuku tentang semuanya. Tidak atau iya, kau tahu, sebenarnya aku tidak terlalu perduli. Ketahuilah jika saat itu hadir, saat dimana aku tidak bersamamu atau kau tidak bersamaku, aku selalu ingin tetap mencintaimu. Mencintaimu seperti tak akan ada hari esok lagi walau jelas hari esok pasti akan aku lewati tetapi aku tak akan melepaskan rasa cintaku padamu. Lalu aku ingin sekali selalu berada di sampingmu, berbagi sandaran lalu canda tangis tawa yang berbaur menjadi satu, agar aku tak kesepian dan aku bisa mengobati di perasaan rapuhmu.

Bisakah itu kulakukan padamu atau kau melakukannya untukku. Aku pikir, kita pasti bisa sangat-sangat bisa. Aku akan selalu berada di sampingmu lalu dengan kau yang juga begitu, sama-sama mencintai lalu berbagi sandaran satu sama lain. Kita akan melakukannya di kemudian hari, kau dengan aku dan aku dengan kau. Aku sangat mencintaimu…

Lee Dong Hae

—Beside You—

Gadis berambut sebahu itu terlihat tertunduk ketika kata-kata tersebut sudah habis dia baca dalam sekali duduk. Pikirannya mulai berkelana entah ke mana hingga mengantarkannya pada sosok bayangan pria dengan rambut brunette dan senyuman kekanakan di wajahnya yang tampan tersebut, Lee Dong Hae.

“Hiks…”

Satu isakan berhasil lolos dari bibirnya yang terlihat menggigit rapat seperti berusaha meredam suara tangisannya sendiri. Dia memang sendirian sekarang, terduduk di lorong entah apa itu, di samping dirinya ada pintu yang sudah menunjukan beberapa orang di sana. Orang-orang yang di dalam ruangan itu sudah menangis dan bahkan saling merangkul satu sama lain, menagisi sosok pria dengan selang dan beberapa alat medis yang menempel pada tubuhnya.

“Hiks… Dong Hae…”

Lalu gadis itu menyebut nama itu pelan sekali sampai memeluk kertas tersebut sangat erat, erat sekali hingga dia bisa merasakan jika ada sosok yang memeluknya sangat erat juga hingga dia bisa merasakan sentuhan hangat itu pada tubuh rapuhnya. Tubuhnya yang bergetar dengan serakan air mata yang mengalir deras diantara kedua pipinya, hatinya begitu remuk dan entahlah harus bagaimana di jelaskan lagi jika sudah remuk dan tak berbentuk.

“Hiks, Lee Dong Hae… kenapa, eh? Hiks, kenapa kau melakukan ini padaku?” raungan terdengar padanya yang sudah tak bisa menahan dirinya sendiri.

Sosok bayangan itu tak bisa berbicara hanya untuk menjawab pertanyaan yang di lontarkan gadis tersebut padanya, gadis itu terlalu terlarut pada sedih dan tangis sakitnya. Dia tak mampu mengontrolnya saat ini, benar-benar tak bisa sama sekali, dia hanya tengah membutuhkan sosok bernama Dong Hae itu datang padanya dan berbicara padanya mengenai semua ini.

“Oh, Ya Tuhan… Cho Hyo Na!” pekikan terkejut salah seorang temannya menghampiri sosok yang bernama Hyo Na—gadis berambut sebahu yang terlihat histeris itu.

“Hiks, Dong Hae-ah… hiks, Jang Mi-ah, katakan jika dia hanya bercanda! Katakan padaku! hiks, Jang Mi-ah, ini bohong, kan?!”

Gadis yang di teriaki Hyo Na hanya membungkam tangisnya saja, dia tak tahu harus berbuat apa pada sosok Hyo Na yang meraung menangisi sosok berbayang yang sebenarnya ada di hadapannya itu. Yah, sosok yang dia rasakan memeluknya dan tengah dia tangisi, Lee Dong Hae. Pria itu dengan baju serba putih menatapi Hyo Na dengan pandangan miris di dalam mata sendunya, benar-benar tak habis pikir dia jika Hyo Na akan seperti ini jadinya.

“Hiks, Dong Hae…”

Lalu angin entah darimana datang begitu saja saat panggilan Hyo Na mengudara sangat kencang, dia berteriak di lorong itu hingga membuat beberapa orang menjadi iba dan kasihan padanya. Sosok berbayang itu lagi-lagi terlihat menyentuh helaian rambut Hyo Na hingga sampai di sisi pipinya, dia elus walau tangan itu menembusnya namun Hyo Na entah bagaimana bisa merasakannya saat ini hingga dia perlahan-lahan tenang walau tak bisa menyembunyikan tangisannya.

“Maafkan aku… hiduplah dengan bahagia jika tak ada aku… Hyonnie, aku percaya padamu… dan aku sangat mencintaimu…”

“Dong Hae?” gumamnya pelan lalu kembali dia menangis dan kali ini Jang Mi sudah memeluknya erat sekali.

Sosok itu terlihat terangkat dengan cahaya yang mengelilingi tubuhnya bersamaan angin yang dengan ringan mengangkat tubuhnya. Dong Hae yang hanya tinggal raga tergeletak di atas ranjang pesakitnya dengan wajah senyuman, hal sama juga terlihat pada arwahnya yang sudah terlihat lebih tenang. Dong Hae bisa membaca semua apa yang ada di pikiran Hyo Na yang masih tersedu sedan di dalam pelukan Jang Mi, sahabatnya.

“Aku… aku berterimakasih… dan aku juga sangat mencintaimu, Lee Dong Hae…”

.

.

.

.

ENDING~!!!

Hahahayyyy~ udah ending lho~?!😄

Apa ada yang nangis baca nih drable somvlak?! >.< duh, kalo pada baper, maafin Rien yah~ :’3 uhm, habisnya Rien juga kebawa suasana sih~ pas tulis nih FF juga malah ikutan nangis~ kok gini banget lagi Rien buat FF nya~~ >.< duhhhh~

Sad endingnya dapetkan? Kerasakah? Kkkkk~ kalo engga kerasa maafin Rien, yah~ Rien pemula banget buat sad ending begini, belum terbiasa sama sekali. Lagi pula Rien lebih keseringan buat yang gantung-gantung/? endingnya~ >.< kkkkkk~

Uhm, Rien ceritain yah~ ide ini berasal dari sepenggal surat Hae oppa untuk ELF pas 9th Anniversary ELF kemarin~ duh, ga tau kenapa pas mau tidur kemarin malam malah kepikiran sama kalimat itu, lalu coba iseng baca-baca dan akhirnya nemu ide. Yah~ walau harus diketahui, ending cerita malah jadi melenceng dan sad begini… >^< kkkk~ ini bukan maunya Rien, cuma ini moodnya Rien aja yang suka tiba-tiba berubah~ mianhae, ne~~

Ah, iya, daripada kebanyakan omong~ Rien pamit dulu, ne~ sebelumnya gomawo yang uda sempatin baca FF Rien dan berminat komen, gomawo ne~~!!! {} *hug readers* >.< next time in my ff, ne~!!! ppai~ ppai~!!!

4 Comments (+add yours?)

  1. fatimatus19
    Jul 25, 2015 @ 20:50:37

    Menyedihkan

    Reply

  2. ddd
    Jul 26, 2015 @ 04:07:34

    aaaa? ige mwo?? donghae udah gone? ya demi apa..

    Reply

  3. sophiemorore
    Jul 28, 2015 @ 11:49:44

    kok aku nggak ngerti😦

    Reply

  4. yusnitaa
    Aug 07, 2015 @ 07:53:31

    astaga!! air mataku jatoh gitu aja.. huuuuhhh sediiiiihhhhhnya dapet! aku pikir ini bakal jadi surat cinta atau apa tapi ternyata surat terakhir?! yaampuun T_T
    .
    .
    daann ff ini termasuk bagus tapi kenapa komennya dikit yaa? diluar sana yg gk bagus2 amat dapet feedback 20 lebih loh.. bukan apa2 cuma sangat disayangkan kalo cuma dikit yg komen disini *diblog ini.. menurutku disini bagus2 ffnya.. kata per kata disusun rapi.. cara penulisannya bagus!!!!! Tetap Semangat!!

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: